Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Medik Veteriner

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Medik Veteriner. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Medik Veteriner

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Medik Veteriner Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kompetensi Umum

1 Indikator
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Kompetensi Khusus

2 Indikator
Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Simulasi Tryout SKB CAT Medik Veteriner

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Medik Veteriner Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Medik Veteriner berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Medik Veteriner & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Dalam sistem perundang-undangan di Indonesia, landasan hukum utama yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan saat ini adalah...
Kunci Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 adalah payung hukum utama yang mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan di Indonesia.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 2
Segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia disebut...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 18/2009 jo. UU No. 41/2014, Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) adalah segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 3
Tindakan pemusnahan hewan secara menyeluruh pada suatu kawasan yang tertular penyakit hewan menular eksotik guna mencegah penyebaran yang lebih luas dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 47 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan, stamping out (pemusnahan total) merupakan tindakan memusnahkan hewan sehat maupun sakit di daerah tertular untuk memutus rantai penularan penyakit menular eksotik atau zoonosis berbahaya.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 4
Perubahan fisiologis dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa ternak sapi betina siap untuk dikawinkan (estrus) umumnya ditandai dengan gejala 3A. Arti dari 3A tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Gejala klinis estrus pada sapi betina secara lokal sering disingkat 3A, yaitu vulva tampak Abuh (bengkak), Abang (kemerahan), dan Anget (hangat bila diraba), disertai keluarnya lendir transparan dari vulva.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 5
Hormon yang sering digunakan dalam program sinkronisasi estrus pada ternak ruminansia karena kemampuannya meluruhkan korpus luteum (luteolisis) adalah...
Kunci Jawaban: A
Prostaglandin F2 alfa (PGF2α) adalah hormon luteolitik yang menyebabkan regresi atau peluruhan korpus luteum. Dengan luruhnya korpus luteum, kadar progesteron turun, sehingga folikel baru dapat berkembang dan hewan akan mengalami estrus.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 6
Zoonosis bakterial yang ditandai dengan kematian mendadak pada ternak herbivora dan keluarnya darah berwarna hitam seperti aspal dari lubang-lubang alami (hidung, mulut, anus) yang sulit membeku adalah...
Kunci Jawaban: D
Anthrax (radang limpa) disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Gejala patognomonis pada ternak mati akibat anthrax adalah keluarnya darah hitam pekat yang tidak mau membeku dari lubang alami.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 7
Prinsip Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) yang diakui secara internasional dan diatur dalam perundang-undangan di Indonesia dikenal dengan 'Lima Kebebasan' (Five Freedoms). Berikut yang BUKAN merupakan salah satu dari Lima Kebebasan tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Five Freedoms meliputi: 1) Bebas dari rasa lapar & haus, 2) Bebas dari rasa tidak nyaman, 3) Bebas dari rasa sakit, luka & penyakit, 4) Bebas mengekspresikan tingkah laku alami, 5) Bebas dari rasa takut & stres. 'Bebas dari reproduksi alami' bukan bagian dari prinsip tersebut.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 8
Lama masa kebuntingan normal (gestasi) pada sapi umumnya berkisar antara...
Kunci Jawaban: E
Lama kebuntingan sapi rata-rata adalah 9 bulan 10 hari atau sekitar 280-285 hari. Pilihan A adalah babi (3 bulan 3 minggu 3 hari), B adalah kambing/domba, C adalah kuda, dan D adalah anjing/kucing.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 9
Hewan Penular Rabies (HPR) utama yang menjadi vektor penyebaran penyakit rabies pada manusia di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: E
Meskipun kucing dan kera juga merupakan HPR, lebih dari 95% kasus transmisi rabies ke manusia di Indonesia disebabkan oleh gigitan anjing yang terinfeksi.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 10
Sertifikat yang menjadi bukti tertulis sahnya pemenuhan persyaratan higiene dan sanitasi sebagai jaminan keamanan pada unit usaha produk hewan disebut...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian terkait Sertifikasi NKV, Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah sertifikat sebagai bukti tertulis yang sah telah dipenuhinya persyaratan higiene-sanitasi sebagai jaminan keamanan pada unit usaha produk hewan.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 11
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sangat menular pada hewan berkuku belah disebabkan oleh infeksi...
Kunci Jawaban: B
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) disebabkan oleh virus RNA berserat tunggal yaitu genus Aphtovirus, keluarga Picornaviridae.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 12
Kesulitan dalam proses kelahiran (partus) akibat kelainan pada induk (seperti panggul sempit atau inersia uteri) maupun kelainan pada fetus (seperti posisi abnormal atau fetus terlalu besar) disebut...
Kunci Jawaban: D
Distokia adalah istilah medis veteriner untuk proses persalinan/kelahiran yang sulit, yang dapat disebabkan oleh faktor maternal (induk) maupun faktor fetal (anak/fetus).
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 13
Penyediaan produk hewan untuk konsumsi masyarakat harus memenuhi persyaratan ASUH. Kepanjangan dari ASUH adalah...
Kunci Jawaban: D
Konsep dasar Kesmavet di Indonesia menjamin penyediaan produk pangan asal hewan yang ASUH, yaitu Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (bagi yang dipersyaratkan).
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 14
Salah satu bentuk pengendalian Avian Influenza (H5N1) yang direkomendasikan pada daerah endemis dengan populasi unggas yang padat adalah...
Kunci Jawaban: D
Dalam PP 47/2014 dan panduan operasional, pada wilayah endemis di mana stamping out tidak memungkinkan secara ekonomi, strategi pengendalian Avian Influenza dilakukan dengan vaksinasi yang menggunakan strain homolog dengan virus sirkulasi lapangan, disamping peningkatan biosekuriti.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 15
Kondisi patologis di mana terdapat akumulasi eksudat purulen (nanah) di dalam lumen uterus pada anjing atau kucing betina, sering terjadi pada fase diestrus dengan korpus luteum yang persisten, disebut...
Kunci Jawaban: D
Pyometra (Pyo = nanah, metra = uterus) adalah infeksi dan akumulasi nanah di dalam rahim, yang sangat dipengaruhi oleh hormon progesteron selama fase diestrus.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 16
Berdasarkan UU No 18/2009 jo UU No 41/2014, pengertian penyakit zoonosis adalah...
Kunci Jawaban: E
Sesuai ketentuan umum UU 18/2009 jo UU 41/2014, Zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia ataupun sebaliknya.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 17
Keguguran (abortus) pada sapi betina yang sering terjadi pada trimester terakhir kebuntingan dan menyebabkan retensi plasenta merupakan gejala khas infeksi dari bakteri...
Kunci Jawaban: E
Brucellosis pada sapi, yang disebabkan oleh Brucella abortus (penyakit Bang), memiliki gejala patognomonis berupa abortus pada bulan ke-6 sampai ke-9 (trimester akhir) kebuntingan yang sering diikuti dengan retentio secundinae (plasenta tertahan).
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 18
Plasenta pada hewan ruminansia seperti sapi dan kambing memiliki tipe kotiledonaria. Unit fungsional tempat terjadinya pertukaran nutrisi antara induk dan fetus, yang terdiri dari karunkula (maternal) dan kotiledon (fetal), disebut...
Kunci Jawaban: D
Plasentom (Placentome) adalah struktur fungsional pertukaran induk-fetus pada ruminansia yang terbentuk dari penyatuan karunkula (bagian rahim induk) dan kotiledon (bagian korion fetus).
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 19
Siapakah yang berhak menetapkan Pejabat Otoritas Veteriner Nasional di Indonesia berdasarkan UU No. 41 Tahun 2014?
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan UU No 18/2009 yang telah diubah dengan UU No 41/2014, Pejabat Otoritas Veteriner Nasional ditetapkan oleh Menteri (dalam hal ini Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang peternakan dan kesehatan hewan yaitu Menteri Pertanian).
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 20
Penanggulangan wabah penyakit hewan eksotik yang baru pertama kali masuk ke wilayah Indonesia harus dilakukan secara cepat dan tegas. Metode yang paling efektif untuk memutus agen patogen secara radikal sesuai pedoman WOAH (World Organisation for Animal Health) adalah...
Kunci Jawaban: E
Untuk penyakit eksotik yang baru masuk (incursion), kebijakan yang dianjurkan oleh WOAH dan sesuai PP No. 47 Tahun 2014 adalah Stamping Out, guna memastikan agen penyakit benar-benar hilang sebelum sempat menjadi endemis.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 21
PRO
Peraturan Pemerintah (PP) yang mengatur secara spesifik tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan adalah...
Kunci Jawaban: A
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 95 Tahun 2012 mengatur tentang Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan sebagai turunan dari UU No 18/2009.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Toxoplasma gondii adalah parasit intraseluler obligat yang dapat menyebabkan abortus pada manusia dan hewan. Inang definitif (definitive host) tempat parasit ini bereproduksi secara seksual adalah...
Kunci Jawaban: A
Toxoplasma gondii memiliki inang definitif dari famili Felidae (kucing), di mana parasit melakukan fase reproduksi seksual di dalam saluran cernanya dan menghasilkan ookista yang dikeluarkan lewat feses.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Waktu yang paling tepat untuk melakukan Inseminasi Buatan (IB) pada sapi betina agar tingkat konsepsi maksimal, dikenal dengan aturan AM-PM (Pagi-Sore). Jika sapi pertama kali terlihat estrus (minta kawin) pada pagi hari, maka IB sebaiknya dilakukan pada...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan prinsip fisiologi reproduksi (aturan AM/PM), jika sapi menunjukkan gejala estrus (standing heat) di pagi hari (AM), maka IB terbaik dilakukan pada sore harinya (PM) untuk sinkronisasi keberadaan sperma kapasitasi dan pelepasan ovum (ovulasi).
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Penyelenggaraan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Indonesia bertujuan untuk mencegah masuk dan keluarnya Hama dan Penyakit Hewan Karantina (HPHK). Hal ini diatur terbaru dalam perundangan yaitu...
Kunci Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan mencabut dan menggantikan UU Karantina lama (UU No. 16 Tahun 1992).
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Reservoir alami dari virus Nipah adalah...
Kunci Jawaban: C
Kelelawar pemakan buah (genus Pteropus / flying foxes) adalah reservoir alami dari virus Nipah. Babi bertindak sebagai inang perantara yang memperkuat (amplifying host) penyebaran virus ke manusia.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Kegagalan pengeluaran membran fetus (plasenta) setelah lewat batas waktu normal pasca melahirkan pada sapi (biasanya lebih dari 12-24 jam) disebut...
Kunci Jawaban: A
Retentio secundinae atau retensi plasenta adalah kondisi di mana selaput janin (plasenta) gagal dilepaskan dan dikeluarkan dari uterus dalam kurun waktu normal (biasanya lebih dari 12-24 jam pada sapi) pasca partus.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Berdasarkan pedoman Rumah Potong Hewan (RPH), untuk menjamin kesejahteraan hewan dan memudahkan penyembelihan, hewan sapi sering dilakukan pemingsanan (stunning) terlebih dahulu. Alat yang digunakan untuk melakukan penetrative captive bolt stunning bekerja dengan cara...
Kunci Jawaban: B
Captive bolt stunner (baik tipe penetrative maupun non-penetrative) bekerja dengan menembakkan baut (bolt) baja ke arah kepala hewan (merusak jaringan otak pada tipe penetratif) agar hewan hilang kesadaran (pingsan) secara instan sehingga meminimalkan rasa sakit saat disembelih.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Penyakit African Swine Fever (ASF) adalah penyakit virus menular pada babi yang mematikan dan telah mewabah di Indonesia. Karakteristik dari penyakit ini adalah...
Kunci Jawaban: E
African Swine Fever (ASF) disebabkan oleh virus DNA Asfivirus. Penyakit ini memiliki tingkat penularan dan kematian (mortalitas) hingga 100% pada babi, belum ada vaksin komersial yang efektif secara luas, dan BUKAN merupakan zoonosis.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Anomali reproduksi yang sering terjadi pada sapi betina yang lahir kembar dengan pedet jantan, di mana sapi betina tersebut menjadi steril akibat fusi pembuluh darah plasenta dan transfer hormon androgen dari pedet jantan, disebut...
Kunci Jawaban: C
Freemartin adalah sindrom sterilitas pada anak sapi betina yang lahir kembar dengan jantan akibat pertukaran sel (kimerisme) dan hormon jantan melalui anastomosis pembuluh darah korial selama kebuntingan, yang menghambat perkembangan saluran reproduksi betina.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Definisi 'Hewan' menurut UU No. 18 Tahun 2009 dan perubahannya dalam UU No. 41 Tahun 2014 mencakup...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 1 ayat (3) UU No. 41/2014, Hewan adalah binatang atau satwa yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di darat, air, dan/atau udara, baik yang dipelihara maupun yang di habitatnya.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Bakteri Leptospira sp. yang menyebabkan Leptospirosis pada manusia umumnya masuk ke dalam tubuh manusia melalui...
Kunci Jawaban: C
Leptospirosis menyebar melalui urin hewan terinfeksi (seperti tikus, anjing, sapi) yang mencemari air atau tanah. Bakteri masuk ke manusia lewat luka terbuka di kulit atau selaput lendir (mata, hidung, mulut).
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Pada organ reproduksi jantan, proses pembentukan spermatozoa (spermatogenesis) secara spesifik terjadi di bagian...
Kunci Jawaban: B
Tubulus seminiferus yang berada di dalam testis adalah lokasi utama terjadinya spermatogenesis, tempat spermatogonium berkembang menjadi spermatozoa yang dimediasi oleh sel Sertoli.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Pasal 91B UU No. 41 Tahun 2014 mengatur sanksi pidana bagi setiap orang yang menganiaya dan/atau menyalahgunakan hewan yang mengakibatkan cacat dan/atau tidak produktif. Ancaman pidana maksimum bagi pelanggar adalah...
Kunci Jawaban: E
Sesuai Pasal 91B UU No 41/2014, tindakan penganiayaan hewan (Kesrawan) dipidana dengan pidana kurungan paling singkat 1 bulan dan paling lama 6 bulan, serta denda paling sedikit Rp1.000.000,00 dan paling banyak Rp5.000.000,00.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Q-Fever merupakan zoonosis yang ditularkan terutama melalui inhalasi debu yang terkontaminasi oleh cairan tubuh (seperti cairan plasenta saat melahirkan) hewan ternak terinfeksi. Agen penyebab Q-Fever adalah...
Kunci Jawaban: D
Coxiella burnetii adalah bakteri intraseluler penyebab Q-Fever, zoonosis yang banyak ditularkan lewat udara (inhalasi aerosol) dari domba, kambing, dan sapi, terutama dari jaringan plasenta dan cairan ketuban.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Korpus luteum adalah struktur kelenjar endokrin sementara pada ovarium yang terbentuk setelah ovulasi. Hormon utama yang disekresikan oleh korpus luteum untuk mempertahankan kebuntingan adalah...
Kunci Jawaban: C
Progesteron adalah hormon steroid utama yang dihasilkan oleh korpus luteum paska-ovulasi. Hormon ini mempersiapkan endometrium untuk implantasi dan menekan kontraksi uterus untuk mempertahankan kebuntingan.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Dokumen tertulis yang diterbitkan oleh dokter hewan berwenang atau dokter hewan praktek yang menyatakan bahwa hewan atau produk hewan telah diperiksa dan dinyatakan sehat/aman adalah...
Kunci Jawaban: D
Dalam sistem otoritas veteriner, Sertifikat Veteriner (seperti SKKH) adalah dokumen tertulis berupa jaminan medis veteriner bahwa hewan atau produk hewan dalam keadaan sehat/aman.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Penyakit sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) disebabkan oleh agen infeksius yang unik, yang bukan bakteri, virus, atau fungi, melainkan protein abnormal yang disebut...
Kunci Jawaban: B
BSE disebabkan oleh Prion (proteinaceous infectious particle). Prion adalah protein patogen yang terlipat secara abnormal dan merangsang protein normal di otak untuk ikut melipat secara salah, menyebabkan degenerasi jaringan otak.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Dalam teknologi Transfer Embrio (TE) pada sapi, induk donor perlu dirangsang agar menghasilkan sel telur (ovum) dalam jumlah banyak dalam satu siklus (superovulasi). Hormon yang umumnya diinjeksikan untuk tujuan superovulasi adalah...
Kunci Jawaban: E
FSH (Follicle Stimulating Hormone) disuntikkan secara berulang selama beberapa hari pada sapi donor untuk merangsang perkembangan dan pematangan banyak folikel secara bersamaan (superovulasi).
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Pejabat Otoritas Veteriner (POV) di tingkat Provinsi diangkat oleh Gubernur. Persyaratan utama untuk dapat diangkat menjadi POV adalah...
Kunci Jawaban: C
Sesuai PP No 3 Tahun 2017 tentang Otoritas Veteriner, Pejabat Otoritas Veteriner wajib berprofesi Dokter Hewan yang diangkat oleh pejabat berwenang untuk melaksanakan wewenang Otoritas Veteriner.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Dermatofitosis (Ringworm) pada hewan kesayangan seperti kucing dan anjing sangat mudah menular ke manusia. Agen penyebab utama dari penyakit ini tergolong ke dalam...
Kunci Jawaban: D
Dermatofitosis atau Ringworm (kurap) utamanya disebabkan oleh infeksi Fungi (jamur) golongan dermatofita, seperti Microsporum canis pada kucing dan anjing.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Penanganan obstetrik pada sapi yang mengalami prolapsus uteri pasca melahirkan harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memperburuk kondisi. Langkah pertama dan utama dalam mereposisi uterus yang keluar adalah...
Kunci Jawaban: D
Uterus yang prolaps akan membengkak (edema). Penanganan pertama adalah membersihkan organ tersebut dan mengurangi edema (biasanya dengan kompres dingin atau hipertonik seperti taburan gula) sebelum mengembalikannya (reposisi) secara hati-hati ke dalam rongga pelvis.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Berdasarkan prinsip kesejahteraan hewan (Kesrawan), tindakan eutanasia (membunuh hewan tanpa rasa sakit) diperbolehkan berdasarkan indikasi medis. Hal ini diatur untuk mencegah...
Kunci Jawaban: A
Tindakan eutanasia (mercy killing) dalam kedokteran hewan secara etis dan hukum (di bawah prinsip Kesrawan PP 95/2012) diizinkan jika hewan mengalami penderitaan berkepanjangan (incurable pain atau disease) yang tidak dapat disembuhkan, untuk mengakhiri penderitaan tersebut.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Schistosomiasis adalah penyakit zoonotik endemik di daerah tertentu di Indonesia (Lindu dan Napu, Sulawesi Tengah). Cacing parasit ini memerlukan inang perantara (intermediate host) berupa...
Kunci Jawaban: A
Siklus hidup Schistosoma japonicum melibatkan inang perantara (intermediate host) spesifik yaitu siput amfibi Oncomelania hupensis lindoensis sebelum metaserkaria infektif menembus kulit inang mamalia (termasuk manusia dan ternak).
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Lama masa kebuntingan pada kambing dan domba secara rata-rata adalah...
Kunci Jawaban: A
Kambing dan domba memiliki rata-rata lama gestasi (kebuntingan) sekitar 150 hari atau kurang lebih 5 bulan.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam pelaksanaan Karantina Hewan sesuai UU No 21 Tahun 2019, setiap media pembawa (seperti hewan atau produk hewan) yang dimasukkan ke dalam atau dikeluarkan dari wilayah NKRI wajib dilengkapi dengan...
Kunci Jawaban: C
Syarat utama tindakan karantina adalah dokumen persyaratan berupa Sertifikat Kesehatan Hewan/Produk Hewan (Health Certificate) yang diterbitkan oleh dokter hewan berwenang dari negara atau area tempat pengeluaran.
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Gejala klinis berupa kekakuan otot tubuh secara menyeluruh (paralisis spastik), mulut terkunci (lockjaw), dan prolapsus membran niktitans (mata ketiga) pada kuda merupakan tanda khas infeksi penyakit...
Kunci Jawaban: A
Clostridium tetani menghasilkan neurotoksin tetanospasmin yang memblokir pelepasan neurotransmiter inhibitorik (GABA dan glisin), menyebabkan kejang tonik/spastik pada otot rangka, kekakuan, lockjaw, dan prolaps kelopak mata ketiga. Kuda sangat sensitif terhadap tetanus.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Dalam siklus estrus pada hewan betina, peristiwa pecahnya folikel de Graaf dan pelepasan ovum matang (ovulasi) dipicu langsung oleh lonjakan (surge) dari hormon...
Kunci Jawaban: D
Lonjakan tajam (surge) hormon Luteinizing Hormone (LH) dari hipofisis anterior merupakan pemicu (trigger) utama terjadinya lisis dinding folikel yang menyebabkan ovulasi.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Penggolongan Obat Hewan menurut UU Peternakan dan Kesehatan Hewan dibagi ke dalam sediaan...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 50 UU No. 18/2009, sediaan obat hewan berdasarkan jenis sediaannya digolongkan menjadi 3, yaitu: Sediaan Biologik (vaksin, antisera), Sediaan Farmasetik (antibiotik, antiparasit), dan Sediaan Premiks (imbuhan pakan).
Materi Terkait: Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) menyebabkan kematian mendadak pada unggas dengan tingkat yang sangat tinggi. Perubahan patologis makroskopis yang khas terlihat pada ayam yang mati akibat HPAI adalah...
Kunci Jawaban: B
HPAI (Avian Influenza tipe ganas) sering ditandai dengan gangguan sirkulasi yang berat, menimbulkan kongesti/sianosis (kebiruan) pada jengger dan pial, serta perdarahan petekie (titik-titik darah) pada lemak perut, proventrikulus, dan lemak jantung.
Materi Terkait: Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Kelainan kongenital pada hewan jantan di mana salah satu atau kedua testis gagal turun dari rongga abdomen ke dalam kantong skrotum disebut...
Kunci Jawaban: C
Kriptorkidismus (Cryptorchidism) adalah kondisi kegagalan desensus testiculorum (turunnya testis) secara normal dari rongga perut melalui kanalis inguinalis masuk ke dalam skrotum.
Materi Terkait: Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Medik Veteriner pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Medik Veteriner dan Angka Kreditnya
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Medik Veteriner

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Medik Veteriner, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Medik Veteriner

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Medik Veteriner menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.