SKB CPNS Pemantau Gunung Api 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pemantau Gunung Api, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pemantau Gunung Api
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
Pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana geologi di Indonesia
Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
Prinsip Dasar Vulkanologi: Pembentukan magma, tipe erupsi, dan klasifikasi gunung api (Tipe A, B, dan C)
Metode Pemantauan Gunung Api secara Visual: Pengamatan asap, perubahan kubah lava, dan fenomena permukaan
Metode Pemantauan Instrumental Seismik: Analisis gempa vulkanik (VA, VB), gempa tektonik, dan tremor
Metode Pemantauan Geodesi dan Deformasi: Penggunaan Tiltmeter, GPS, dan EDM (Electronic Distance Measurement)
Metode Pemantauan Geokimia: Analisis gas vulkanik (SO2, CO2, H2S) dan suhu mata air panas
Sistem Peringatan Dini dan Status Tingkat Aktivitas Gunung Api (Level I - IV)
Pengelolaan dan Pemeliharaan Peralatan Pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA)
Pemahaman Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api dan Jalur Evakuasi
Prosedur Pelaporan Data Pengamatan melalui aplikasi MAGMA Indonesia
Komunikasi dan Edukasi Mitigasi Bencana kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pemantau Gunung Api
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pemantau Gunung Api.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pemantau Gunung Api
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut...
A. Kesiapsiagaan
B. Mitigasi
C. Tanggap Darurat
D. Peringatan Dini
E. Rehabilitasi
Jawaban: B
Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 1 angka 9, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Soal 2
Gunung api yang pernah meletus sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600 diklasifikasikan sebagai...
A. Gunung Api Purba
B. Gunung Api Tipe C
C. Gunung Api Tipe D
D. Gunung Api Tipe B
E. Gunung Api Tipe A
Jawaban: E
Dalam klasifikasi vulkanologi di Indonesia, Gunung Api Tipe A adalah gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600.
Soal 3
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berada di bawah koordinasi unit organisasi...
A. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
B. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
C. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
D. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
E. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Jawaban: A
PVMBG merupakan salah satu unit di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang bertugas melaksanakan penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.
Soal 4
Status tingkat aktivitas gunung api yang menunjukkan adanya peningkatan kegiatan yang semakin nyata, di mana secara visual maupun instrumental mulai terjadi perubahan yang signifikan namun belum mengancam pemukiman adalah...
A. Level II (Waspada)
B. Level III (Siaga)
C. Level IV (Awas)
D. Level V (Kritis)
E. Level I (Normal)
Jawaban: A
Level II (Waspada) menandakan adanya peningkatan aktivitas di atas level normal, baik secara visual maupun instrumental, namun ancaman belum mencapai pemukiman penduduk.
Soal 5
Dalam memantau gunung api secara visual, pengamatan terhadap warna asap kawah sangatlah penting. Asap yang berwarna putih tebal biasanya menunjukkan dominasi kandungan...
A. Gas Sulfur Dioksida (SO2)
B. Uap Air (H2O)
C. Material Abu Vulkanik
D. Karbon Monoksida (CO)
E. Gas Hidrogen Sulfida (H2S)
Jawaban: B
Asap kawah yang berwarna putih (solfatara/fumarola) biasanya didominasi oleh uap air (H2O). Jika asap berwarna abu-abu hingga hitam, barulah menunjukkan adanya material abu vulkanik yang terbawa.
Soal 6
Alat yang digunakan untuk memantau perubahan kemiringan lereng gunung api akibat tekanan magma dari dalam bumi adalah...
A. Higrometer
B. Seismometer
C. Anemometer
D. Magnetometer
E. Tiltmeter
Jawaban: E
Tiltmeter adalah instrumen geodesi yang digunakan untuk mengukur perubahan kemiringan (tilt) permukaan bumi yang sangat kecil, yang sering kali mengindikasikan adanya inflasi atau deflasi pada tubuh gunung api.
Soal 7
Aplikasi resmi yang digunakan oleh PVMBG untuk menyebarluaskan data pengamatan, status gunung api, dan peringatan dini secara real-time kepada masyarakat adalah...
A. PetaBencana.id
B. Z-Alert
C. InfoBMKG
D. InaRISK
E. MAGMA Indonesia
Jawaban: E
MAGMA (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment) Indonesia adalah aplikasi yang dikembangkan PVMBG untuk melaporkan data aktivitas gunung api, gempa bumi, dan gerakan tanah.
Soal 8
Nilai dasar ASN 'Berorientasi Pelayanan' mengharuskan seorang Pemantau Gunung Api untuk...
A. Memberikan informasi aktivitas gunung api secara ramah, cepat, dan solutif kepada masyarakat
B. Menolak tugas tambahan yang tidak sesuai tupoksi
C. Memprioritaskan pelayanan kepada pejabat daerah setempat
D. Hanya melayani laporan jika ada perintah dari atasan
E. Menyembunyikan data agar tidak membuat masyarakat panik
Jawaban: A
Nilai 'Berorientasi Pelayanan' dalam BerAKHLAK berarti ASN berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat, yang meliputi sikap ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.
Soal 9
Gempa vulkanik yang memiliki ciri frekuensi tinggi dan fase awal yang tajam, biasanya terjadi karena proses rekahan batuan di dalam tubuh gunung api pada kedalaman tertentu, disebut...
A. Gempa Guguran
B. Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
C. Gempa Vulkanik Dalam (VA)
D. Gempa Tremor
E. Gempa Tektonik Lokal
Jawaban: C
Gempa Vulkanik Dalam (VA) atau Volcano-Tectonic Deep (VT-A) disebabkan oleh peretakan batuan akibat tekanan magma di kedalaman (biasanya 2-10 km atau lebih).
Soal 10
Gas vulkanik yang sangat berbahaya, tidak berwarna, dan cenderung berkumpul di lembah-lembah karena massanya lebih berat dari udara adalah...
A. Oksigen (O2)
B. Uap Air (H2O)
C. Hidrogen (H2)
D. Sulfur Dioksida (SO2)
E. Karbon Dioksida (CO2)
Jawaban: E
CO2 atau Karbon Dioksida dalam konsentrasi tinggi sangat berbahaya karena tidak berbau dan tidak berwarna, serta memiliki berat jenis yang lebih besar dari udara sehingga mengendap di cekungan atau lembah (lembah maut).
Soal 11
Kawasan yang memiliki potensi terancam oleh aliran lava, awan panas, dan gas beracun secara langsung saat terjadi letusan gunung api dimasukkan ke dalam...
A. Kawasan Rawan Bencana (KRB) I
B. Kawasan Rawan Bencana (KRB) II
C. Kawasan Lindung
D. Kawasan Rawan Bencana (KRB) III
E. Kawasan Budidaya
Jawaban: D
KRB III adalah kawasan yang paling dekat dengan sumber erupsi dan berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran batu, dan gas beracun. Kawasan ini tidak disarankan untuk pemukiman tetap.
Soal 12
Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana menurut PP No. 21 Tahun 2008, tahap prabencana dalam situasi tidak terjadi bencana meliputi...
A. Pelayanan kesehatan darurat
B. Pemenuhan kebutuhan dasar
C. Perencanaan penanggulangan bencana
D. Pemberian bantuan perbaikan rumah
E. Pencarian dan penyelamatan
Jawaban: C
Menurut PP No. 21 Tahun 2008 Pasal 5, dalam situasi tidak terjadi bencana, perencanaan penanggulangan bencana merupakan bagian dari tahap prabencana.
Soal 13
Seorang Pemantau Gunung Api harus terus belajar dan mengembangkan kapabilitasnya agar mampu menganalisis data aktivitas gunung api dengan lebih akurat. Hal ini sesuai dengan nilai BerAKHLAK yaitu...
A. Loyal
B. Akuntabel
C. Kompeten
D. Adaptif
E. Harmonis
Jawaban: C
Nilai 'Kompeten' berarti ASN terus belajar dan mengembangkan kapasitas untuk melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
Soal 14
Erupsi yang terjadi karena adanya interaksi antara magma dengan air (baik air tanah maupun air permukaan) sehingga menghasilkan ledakan uap yang sangat kuat disebut...
A. Erupsi Magmatik
B. Erupsi Efusif
C. Erupsi Linear
D. Erupsi Freatik
E. Erupsi Freatomagmatik
Jawaban: E
Erupsi Freatomagmatik terjadi karena adanya interaksi langsung antara magma dengan air, mengakibatkan fragmentasi magma dan ledakan uap air secara bersamaan.
Soal 15
Getaran yang terekam secara terus-menerus (kontinu) pada seismograf yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida (magma atau gas) di dalam saluran gunung api disebut...
A. Gempa Ledakan
B. Gempa Swarm
C. Tremor Vulkanik
D. Gempa Guguran
E. Gempa Tektonik
Jawaban: C
Tremor vulkanik adalah getaran berlanjut yang disebabkan oleh pergerakan fluida atau resonansi saluran magma/gas di bawah gunung api.
Soal 16
Apa tindakan utama yang harus dilakukan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) ketika terjadi gangguan pada transmisi data seismik dari puncak ke pos?
A. Menunggu transmisi pulih sendiri
B. Mematikan seluruh peralatan di pos
C. Segera melakukan pengecekan ke lokasi stasiun pemancar atau stasiun seismik di lapangan
D. Menutup Pos Pengamatan
E. Melaporkan data apa adanya tanpa verifikasi
Jawaban: C
Pemeliharaan dan pengelolaan peralatan adalah tugas rutin. Jika terjadi gangguan data, petugas harus segera mengidentifikasi sumber masalah dan melakukan perbaikan di lapangan agar data pemantauan tidak terputus.
Soal 17
Berikut ini yang merupakan contoh mitigasi non-struktural dalam penanggulangan bencana gunung api adalah...
A. Pembuatan tanggul aliran lava
B. Pembangunan dam sabo untuk menahan lahar
C. Pembangunan bunker perlindungan
D. Penyuluhan dan simulasi evakuasi bagi warga di sekitar lereng
E. Perkuatan konstruksi atap rumah agar tahan abu
Jawaban: D
Mitigasi non-struktural melibatkan kebijakan, peraturan, penyadaran, dan pendidikan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.
Soal 18
Gunung api Tipe C adalah gunung api yang...
A. Hanya menunjukkan aktivitas solfatara/fumarola tanpa catatan letusan dalam sejarah
B. Meletus kuat pada masa sejarah
C. Hanya meletus sekali sebelum tahun 1600
D. Sudah mati total dan tidak memiliki energi panas bumi
E. Gunung api di bawah permukaan laut
Jawaban: A
Gunung api Tipe C adalah gunung api yang tidak diketahui sejarah letusannya namun masih menunjukkan tanda-tanda kegiatan seperti lapangan solfatara atau fumarola.
Soal 19
Penentuan jalur evakuasi dalam mitigasi gunung api harus mempertimbangkan hal berikut, kecuali...
A. Arah sebaran awan panas berdasarkan peta KRB
B. Ketersediaan sinyal televisi di sepanjang jalur
C. Kapasitas jalan untuk menampung kendaraan warga
D. Topografi wilayah agar terhindar dari lembah sungai yang rawan lahar
E. Lokasi tempat pengungsian sementara (TES) yang aman
Jawaban: B
Jalur evakuasi fokus pada keamanan fisik, aksesibilitas, dan jarak aman dari jangkauan material letusan. Sinyal televisi bukan merupakan pertimbangan utama dalam keselamatan jalur.
Soal 20
Metode pemantauan gunung api dengan menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) bertujuan untuk mengukur...
A. Perubahan jarak miring (slope distance) antara dua titik di badan gunung api
B. Kandungan kimia air di sekitar lereng
C. Kecepatan angin di puncak gunung
D. Ketebalan abu vulkanik
E. Suhu fluida di dalam kawah
Jawaban: A
EDM digunakan dalam pemantauan deformasi untuk mengukur perubahan jarak yang sangat akurat antara titik tetap (pos) dengan reflektor di badan gunung guna mendeteksi gejala pembengkakan (inflasi).
Soal 21 Premium
Sesuai PP No. 21 Tahun 2008, dalam hal status keadaan darurat bencana ditetapkan, BNPB dan BPBD memiliki kemudahan akses yang meliputi beberapa hal berikut, kecuali...
A. Penyelamatan dan evakuasi
B. Komando untuk memerintahkan instansi sektor
C. Pengambilalihan aset pribadi warga secara permanen tanpa ganti rugi
Jika seorang Pemantau Gunung Api mendeteksi peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) yang sangat signifikan secara mendadak, analisis fisis yang paling mungkin adalah...
A. Gunung api sedang dalam fase istirahat (dormant)
B. Terjadi pelelehan batuan di mantel bumi
C. Air tanah sedang meresap ke dalam kantong magma
D. Terjadi pergeseran lempeng tektonik di luar wilayah gunung api
E. Magma telah mencapai kedalaman yang sangat dangkal atau mendekati permukaan
Komposisi kimia magma sangat mempengaruhi tipe erupsi. Magma yang memiliki viskositas (kekentalan) tinggi dan kandungan gas yang banyak cenderung menghasilkan letusan tipe...
Dalam sistem pelaporan MAGMA Indonesia, dokumen VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) ditujukan khusus untuk memberi informasi keamanan kepada...
Seorang petugas pemantau gunung api melihat rekan kerjanya memanipulasi data kegempaan agar status gunung terlihat aman demi kepentingan investor wisata. Tindakan yang sesuai dengan nilai 'Akuntabel' dan 'Loyal' adalah...
A. Melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan karena loyalitas ASN adalah pada bangsa dan negara, bukan individu yang melanggar etika
B. Membantu memanipulasi data agar status tidak naik
C. Meminta bagian keuntungan dari investor
D. Mengikuti rekan tersebut agar tetap kompak dalam tim
Dalam pengelolaan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), pengecekan tegangan baterai dan kondisi solar panel harus dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk...
A. Menghemat biaya listrik negara
B. Menjamin keberlangsungan (kontinuitas) daya untuk peralatan pemantauan selama 24 jam
Tipe letusan yang dicirikan oleh adanya pertumbuhan kubah lava yang kemudian runtuh karena gravitasi dan menghasilkan awan panas guguran (nuée ardente) sering disebut tipe letusan...
Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api terbagi menjadi 3 zona. Zona yang paling luar dan hanya berpotensi terlanda material jatuhan (hujan abu) serta lahar hujan disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pemantau Gunung Api
SKB CPNS Pemantau Gunung Api adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pemantau Gunung Api meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pemantau Gunung Api, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pemantau Gunung Api tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pemantau Gunung Api tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.