SKB CPNS Pemantau Gunung Api 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pemantau Gunung Api, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pemantau Gunung Api

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
  • Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  • Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)
  • Pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana geologi di Indonesia
  • Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
  • Prinsip Dasar Vulkanologi: Pembentukan magma, tipe erupsi, dan klasifikasi gunung api (Tipe A, B, dan C)
  • Metode Pemantauan Gunung Api secara Visual: Pengamatan asap, perubahan kubah lava, dan fenomena permukaan
  • Metode Pemantauan Instrumental Seismik: Analisis gempa vulkanik (VA, VB), gempa tektonik, dan tremor
  • Metode Pemantauan Geodesi dan Deformasi: Penggunaan Tiltmeter, GPS, dan EDM (Electronic Distance Measurement)
  • Metode Pemantauan Geokimia: Analisis gas vulkanik (SO2, CO2, H2S) dan suhu mata air panas
  • Sistem Peringatan Dini dan Status Tingkat Aktivitas Gunung Api (Level I - IV)
  • Pengelolaan dan Pemeliharaan Peralatan Pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA)
  • Pemahaman Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api dan Jalur Evakuasi
  • Prosedur Pelaporan Data Pengamatan melalui aplikasi MAGMA Indonesia
  • Komunikasi dan Edukasi Mitigasi Bencana kepada masyarakat di sekitar kawasan rawan

Simulasi Tryout SKB CPNS Pemantau Gunung Api

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pemantau Gunung Api. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pemantau Gunung Api

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api.

Soal 1
Berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007, serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut...
A. Kesiapsiagaan
B. Mitigasi
C. Tanggap Darurat
D. Peringatan Dini
E. Rehabilitasi
Jawaban: B
Menurut UU Nomor 24 Tahun 2007 Pasal 1 angka 9, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Soal 2
Gunung api yang pernah meletus sekurang-kurangnya satu kali sesudah tahun 1600 diklasifikasikan sebagai...
A. Gunung Api Purba
B. Gunung Api Tipe C
C. Gunung Api Tipe D
D. Gunung Api Tipe B
E. Gunung Api Tipe A
Jawaban: E
Dalam klasifikasi vulkanologi di Indonesia, Gunung Api Tipe A adalah gunung api yang memiliki catatan sejarah letusan sejak tahun 1600.
Soal 3
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berada di bawah koordinasi unit organisasi...
A. Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
B. Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
C. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
D. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
E. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
Jawaban: A
PVMBG merupakan salah satu unit di bawah Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) yang bertugas melaksanakan penelitian, penyelidikan, dan pelayanan di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.
Soal 4
Status tingkat aktivitas gunung api yang menunjukkan adanya peningkatan kegiatan yang semakin nyata, di mana secara visual maupun instrumental mulai terjadi perubahan yang signifikan namun belum mengancam pemukiman adalah...
A. Level II (Waspada)
B. Level III (Siaga)
C. Level IV (Awas)
D. Level V (Kritis)
E. Level I (Normal)
Jawaban: A
Level II (Waspada) menandakan adanya peningkatan aktivitas di atas level normal, baik secara visual maupun instrumental, namun ancaman belum mencapai pemukiman penduduk.
Soal 5
Dalam memantau gunung api secara visual, pengamatan terhadap warna asap kawah sangatlah penting. Asap yang berwarna putih tebal biasanya menunjukkan dominasi kandungan...
A. Gas Sulfur Dioksida (SO2)
B. Uap Air (H2O)
C. Material Abu Vulkanik
D. Karbon Monoksida (CO)
E. Gas Hidrogen Sulfida (H2S)
Jawaban: B
Asap kawah yang berwarna putih (solfatara/fumarola) biasanya didominasi oleh uap air (H2O). Jika asap berwarna abu-abu hingga hitam, barulah menunjukkan adanya material abu vulkanik yang terbawa.
Soal 6
Alat yang digunakan untuk memantau perubahan kemiringan lereng gunung api akibat tekanan magma dari dalam bumi adalah...
A. Higrometer
B. Seismometer
C. Anemometer
D. Magnetometer
E. Tiltmeter
Jawaban: E
Tiltmeter adalah instrumen geodesi yang digunakan untuk mengukur perubahan kemiringan (tilt) permukaan bumi yang sangat kecil, yang sering kali mengindikasikan adanya inflasi atau deflasi pada tubuh gunung api.
Soal 7
Aplikasi resmi yang digunakan oleh PVMBG untuk menyebarluaskan data pengamatan, status gunung api, dan peringatan dini secara real-time kepada masyarakat adalah...
A. PetaBencana.id
B. Z-Alert
C. InfoBMKG
D. InaRISK
E. MAGMA Indonesia
Jawaban: E
MAGMA (Multiplatform Application for Geohazard Mitigation and Assessment) Indonesia adalah aplikasi yang dikembangkan PVMBG untuk melaporkan data aktivitas gunung api, gempa bumi, dan gerakan tanah.
Soal 8
Nilai dasar ASN 'Berorientasi Pelayanan' mengharuskan seorang Pemantau Gunung Api untuk...
A. Memberikan informasi aktivitas gunung api secara ramah, cepat, dan solutif kepada masyarakat
B. Menolak tugas tambahan yang tidak sesuai tupoksi
C. Memprioritaskan pelayanan kepada pejabat daerah setempat
D. Hanya melayani laporan jika ada perintah dari atasan
E. Menyembunyikan data agar tidak membuat masyarakat panik
Jawaban: A
Nilai 'Berorientasi Pelayanan' dalam BerAKHLAK berarti ASN berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat, yang meliputi sikap ramah, cekatan, solutif, dan dapat diandalkan.
Soal 9
Gempa vulkanik yang memiliki ciri frekuensi tinggi dan fase awal yang tajam, biasanya terjadi karena proses rekahan batuan di dalam tubuh gunung api pada kedalaman tertentu, disebut...
A. Gempa Guguran
B. Gempa Vulkanik Dangkal (VB)
C. Gempa Vulkanik Dalam (VA)
D. Gempa Tremor
E. Gempa Tektonik Lokal
Jawaban: C
Gempa Vulkanik Dalam (VA) atau Volcano-Tectonic Deep (VT-A) disebabkan oleh peretakan batuan akibat tekanan magma di kedalaman (biasanya 2-10 km atau lebih).
Soal 10
Gas vulkanik yang sangat berbahaya, tidak berwarna, dan cenderung berkumpul di lembah-lembah karena massanya lebih berat dari udara adalah...
A. Oksigen (O2)
B. Uap Air (H2O)
C. Hidrogen (H2)
D. Sulfur Dioksida (SO2)
E. Karbon Dioksida (CO2)
Jawaban: E
CO2 atau Karbon Dioksida dalam konsentrasi tinggi sangat berbahaya karena tidak berbau dan tidak berwarna, serta memiliki berat jenis yang lebih besar dari udara sehingga mengendap di cekungan atau lembah (lembah maut).
Soal 11
Kawasan yang memiliki potensi terancam oleh aliran lava, awan panas, dan gas beracun secara langsung saat terjadi letusan gunung api dimasukkan ke dalam...
A. Kawasan Rawan Bencana (KRB) I
B. Kawasan Rawan Bencana (KRB) II
C. Kawasan Lindung
D. Kawasan Rawan Bencana (KRB) III
E. Kawasan Budidaya
Jawaban: D
KRB III adalah kawasan yang paling dekat dengan sumber erupsi dan berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, guguran batu, dan gas beracun. Kawasan ini tidak disarankan untuk pemukiman tetap.
Soal 12
Dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana menurut PP No. 21 Tahun 2008, tahap prabencana dalam situasi tidak terjadi bencana meliputi...
A. Pelayanan kesehatan darurat
B. Pemenuhan kebutuhan dasar
C. Perencanaan penanggulangan bencana
D. Pemberian bantuan perbaikan rumah
E. Pencarian dan penyelamatan
Jawaban: C
Menurut PP No. 21 Tahun 2008 Pasal 5, dalam situasi tidak terjadi bencana, perencanaan penanggulangan bencana merupakan bagian dari tahap prabencana.
Soal 13
Seorang Pemantau Gunung Api harus terus belajar dan mengembangkan kapabilitasnya agar mampu menganalisis data aktivitas gunung api dengan lebih akurat. Hal ini sesuai dengan nilai BerAKHLAK yaitu...
A. Loyal
B. Akuntabel
C. Kompeten
D. Adaptif
E. Harmonis
Jawaban: C
Nilai 'Kompeten' berarti ASN terus belajar dan mengembangkan kapasitas untuk melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.
Soal 14
Erupsi yang terjadi karena adanya interaksi antara magma dengan air (baik air tanah maupun air permukaan) sehingga menghasilkan ledakan uap yang sangat kuat disebut...
A. Erupsi Magmatik
B. Erupsi Efusif
C. Erupsi Linear
D. Erupsi Freatik
E. Erupsi Freatomagmatik
Jawaban: E
Erupsi Freatomagmatik terjadi karena adanya interaksi langsung antara magma dengan air, mengakibatkan fragmentasi magma dan ledakan uap air secara bersamaan.
Soal 15
Getaran yang terekam secara terus-menerus (kontinu) pada seismograf yang mengindikasikan adanya pergerakan fluida (magma atau gas) di dalam saluran gunung api disebut...
A. Gempa Ledakan
B. Gempa Swarm
C. Tremor Vulkanik
D. Gempa Guguran
E. Gempa Tektonik
Jawaban: C
Tremor vulkanik adalah getaran berlanjut yang disebabkan oleh pergerakan fluida atau resonansi saluran magma/gas di bawah gunung api.
Soal 16
Apa tindakan utama yang harus dilakukan oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) ketika terjadi gangguan pada transmisi data seismik dari puncak ke pos?
A. Menunggu transmisi pulih sendiri
B. Mematikan seluruh peralatan di pos
C. Segera melakukan pengecekan ke lokasi stasiun pemancar atau stasiun seismik di lapangan
D. Menutup Pos Pengamatan
E. Melaporkan data apa adanya tanpa verifikasi
Jawaban: C
Pemeliharaan dan pengelolaan peralatan adalah tugas rutin. Jika terjadi gangguan data, petugas harus segera mengidentifikasi sumber masalah dan melakukan perbaikan di lapangan agar data pemantauan tidak terputus.
Soal 17
Berikut ini yang merupakan contoh mitigasi non-struktural dalam penanggulangan bencana gunung api adalah...
A. Pembuatan tanggul aliran lava
B. Pembangunan dam sabo untuk menahan lahar
C. Pembangunan bunker perlindungan
D. Penyuluhan dan simulasi evakuasi bagi warga di sekitar lereng
E. Perkuatan konstruksi atap rumah agar tahan abu
Jawaban: D
Mitigasi non-struktural melibatkan kebijakan, peraturan, penyadaran, dan pendidikan masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.
Soal 18
Gunung api Tipe C adalah gunung api yang...
A. Hanya menunjukkan aktivitas solfatara/fumarola tanpa catatan letusan dalam sejarah
B. Meletus kuat pada masa sejarah
C. Hanya meletus sekali sebelum tahun 1600
D. Sudah mati total dan tidak memiliki energi panas bumi
E. Gunung api di bawah permukaan laut
Jawaban: A
Gunung api Tipe C adalah gunung api yang tidak diketahui sejarah letusannya namun masih menunjukkan tanda-tanda kegiatan seperti lapangan solfatara atau fumarola.
Soal 19
Penentuan jalur evakuasi dalam mitigasi gunung api harus mempertimbangkan hal berikut, kecuali...
A. Arah sebaran awan panas berdasarkan peta KRB
B. Ketersediaan sinyal televisi di sepanjang jalur
C. Kapasitas jalan untuk menampung kendaraan warga
D. Topografi wilayah agar terhindar dari lembah sungai yang rawan lahar
E. Lokasi tempat pengungsian sementara (TES) yang aman
Jawaban: B
Jalur evakuasi fokus pada keamanan fisik, aksesibilitas, dan jarak aman dari jangkauan material letusan. Sinyal televisi bukan merupakan pertimbangan utama dalam keselamatan jalur.
Soal 20
Metode pemantauan gunung api dengan menggunakan Electronic Distance Measurement (EDM) bertujuan untuk mengukur...
A. Perubahan jarak miring (slope distance) antara dua titik di badan gunung api
B. Kandungan kimia air di sekitar lereng
C. Kecepatan angin di puncak gunung
D. Ketebalan abu vulkanik
E. Suhu fluida di dalam kawah
Jawaban: A
EDM digunakan dalam pemantauan deformasi untuk mengukur perubahan jarak yang sangat akurat antara titik tetap (pos) dengan reflektor di badan gunung guna mendeteksi gejala pembengkakan (inflasi).
Soal 21 Premium
Sesuai PP No. 21 Tahun 2008, dalam hal status keadaan darurat bencana ditetapkan, BNPB dan BPBD memiliki kemudahan akses yang meliputi beberapa hal berikut, kecuali...
A. Penyelamatan dan evakuasi
B. Komando untuk memerintahkan instansi sektor
C. Pengambilalihan aset pribadi warga secara permanen tanpa ganti rugi
D. Pengerahan sumber daya manusia
E. Pengadaan barang dan jasa secara cepat
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 22 Premium
Salah satu fungsi dari Bidang Mitigasi Gunung Api di PVMBG adalah...
A. Melaksanakan penegakan hukum bagi warga yang melanggar KRB
B. Membangun hunian tetap bagi pengungsi
C. Melakukan penambangan material belerang untuk riset
D. Menyusun peta kawasan rawan bencana (KRB) gunung api
E. Menyusun kurikulum pendidikan formal geologi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 23 Premium
Jika seorang Pemantau Gunung Api mendeteksi peningkatan jumlah gempa vulkanik dangkal (VB) yang sangat signifikan secara mendadak, analisis fisis yang paling mungkin adalah...
A. Gunung api sedang dalam fase istirahat (dormant)
B. Terjadi pelelehan batuan di mantel bumi
C. Air tanah sedang meresap ke dalam kantong magma
D. Terjadi pergeseran lempeng tektonik di luar wilayah gunung api
E. Magma telah mencapai kedalaman yang sangat dangkal atau mendekati permukaan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 24 Premium
Komposisi kimia magma sangat mempengaruhi tipe erupsi. Magma yang memiliki viskositas (kekentalan) tinggi dan kandungan gas yang banyak cenderung menghasilkan letusan tipe...
A. Efusif (Leleran)
B. Hawaii
C. Eksplosif (Ledakan)
D. Islandia
E. Fissure (Retakan)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 25 Premium
Dalam analisis deformasi gunung api, istilah 'Inflasi' pada tubuh gunung api didefinisikan sebagai...
A. Pengempisan permukaan bumi karena magma keluar
B. Perubahan warna air danau kawah
C. Peningkatan suhu air kawah
D. Penurunan jumlah kegempaan vulkanik
E. Penggembungan permukaan bumi karena adanya tekanan magma yang naik ke permukaan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 26 Premium
Peningkatan rasio gas SO2/CO2 pada pemantauan geokimia kawah gunung api sering kali diinterpretasikan sebagai...
A. Penurunan aktivitas magmatik
B. Masuknya air hujan ke dalam sistem hidrotermal
C. Terbentuknya lapisan penutup (seal) yang sangat kuat
D. Berhentinya suplai magma dari dapur magma
E. Indikasi bahwa magma semakin dekat ke permukaan (degassing)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 27 Premium
Dalam sistem pelaporan MAGMA Indonesia, dokumen VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) ditujukan khusus untuk memberi informasi keamanan kepada...
A. Otoritas penerbangan dan pilot
B. Petani yang tinggal di KRB III
C. Nelayan di sekitar pesisir gunung api
D. Pemerintah Daerah dalam hal logistik pangan
E. Pendaki gunung dan pecinta alam
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 28 Premium
Pada status Level IV (Awas), tindakan standar yang direkomendasikan oleh PVMBG kepada pihak terkait adalah...
A. Hanya menutup jalur pendakian sampai pos terdekat
B. Masyarakat tetap tenang dan melakukan aktivitas seperti biasa
C. Membuka kawasan wisata gunung api dengan pengawasan ketat
D. Melakukan survei geofisika lanjutan
E. Masyarakat dilarang beraktivitas dan harus segera mengungsi dari wilayah yang terancam sesuai peta KRB
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 29 Premium
Seorang petugas pemantau gunung api melihat rekan kerjanya memanipulasi data kegempaan agar status gunung terlihat aman demi kepentingan investor wisata. Tindakan yang sesuai dengan nilai 'Akuntabel' dan 'Loyal' adalah...
A. Melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan karena loyalitas ASN adalah pada bangsa dan negara, bukan individu yang melanggar etika
B. Membantu memanipulasi data agar status tidak naik
C. Meminta bagian keuntungan dari investor
D. Mengikuti rekan tersebut agar tetap kompak dalam tim
E. Mendiamkan saja karena bukan urusan pribadi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 30 Premium
Aliran material sedimen vulkanik yang bercampur dengan air dan mengalir melalui lembah sungai akibat curah hujan tinggi di puncak gunung disebut...
A. Surge
B. Lava Flow
C. Awan Panas (Pyroclastic Flow)
D. Tephra Fall
E. Lahar Hujan (Cold Lahar)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 31 Premium
Dalam pengelolaan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA), pengecekan tegangan baterai dan kondisi solar panel harus dilakukan secara rutin. Hal ini bertujuan untuk...
A. Menghemat biaya listrik negara
B. Menjamin keberlangsungan (kontinuitas) daya untuk peralatan pemantauan selama 24 jam
C. Memperindah tampilan fisik Pos Pengamatan
D. Mencegah pencurian peralatan oleh warga
E. Mengurangi radiasi panas di sekitar pos
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 32 Premium
Tipe letusan yang dicirikan oleh adanya pertumbuhan kubah lava yang kemudian runtuh karena gravitasi dan menghasilkan awan panas guguran (nuée ardente) sering disebut tipe letusan...
A. Vulcanian
B. Pelean
C. Stramboli
D. Plinian
E. Merapi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 33 Premium
Penyampaian informasi mitigasi kepada masyarakat di daerah terpencil yang minim akses internet sebaiknya dilakukan melalui...
A. Sosialisasi langsung ke desa-desa, penggunaan radio komunikasi (HT), dan pemasangan rambu evakuasi
B. Media sosial Twitter/X saja
C. Iklan berbayar di televisi nasional
D. Aplikasi MAGMA Indonesia saja
E. Email blast kepada setiap warga
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 34 Premium
Gempa yang disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik murni di luar sistem magmatik gunung api namun terekam di seismograf pos pengamatan disebut...
A. Gempa Hybrid
B. Gempa Mikro
C. Gempa Tektonik Jauh
D. Gempa Tektonik Lokal
E. Gempa Terasa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 35 Premium
Berdasarkan UU 24/2007, pendanaan penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama antara...
A. Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
B. Asuransi bencana dan Bank Dunia
C. Pemerintah dan Investor asing saja
D. Korban bencana dan Relawan
E. BNPB dan Organisasi Internasional
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 36 Premium
Pada instrumen seismometer, komponen 'Damping' berfungsi untuk...
A. Menyimpan data gempa dalam format digital
B. Meredam osilasi bebas dari massa seismometer agar kembali ke posisi diam dengan cepat
C. Menghubungkan sensor ke satelit
D. Memperbesar sinyal gempa yang lemah
E. Mengubah getaran tanah menjadi arus listrik
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 37 Premium
Gunung api Tipe B didefinisikan sebagai...
A. Gunung api yang tidak pernah meletus sesudah tahun 1600, namun masih memperlihatkan gejala kegiatan solfatara/fumarola
B. Gunung api yang berada di tengah danau
C. Gunung api yang muncul baru di dataran rendah
D. Gunung api yang sudah tidak aktif lagi selamanya
E. Gunung api yang meletus sesudah tahun 1600
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 38 Premium
Nilai BerAKHLAK 'Kolaboratif' bagi seorang pemantau gunung api dicontohkan dengan...
A. Hanya berkomunikasi dengan rekan satu kantor saja
B. Bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain agar dianggap hebat
C. Membocorkan rahasia negara kepada media asing
D. Menutup diri dari kritik masyarakat
E. Berkoordinasi dengan BPBD, TNI/Polri, dan Relawan dalam menyebarkan informasi status gunung api kepada warga
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 39 Premium
Parameter kimiawi mata air panas di lereng gunung api yang dipantau untuk mendeteksi kontribusi fluida magmatik adalah...
A. Konsentrasi klorida (Cl) dan sulfat (SO4)
B. Jumlah mikroorganisme di dalam air
C. Kejernihan air secara visual saja
D. Kadar oksigen terlarut (DO)
E. Debit air yang masuk ke sungai
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 40 Premium
Jika pada seismogram muncul gempa yang memiliki amplitudo besar namun frekuensi rendah dan durasinya lama, gempa tersebut kemungkinan adalah...
A. Gempa Swarm
B. Gempa Guguran
C. Gempa Hembusan
D. Gempa Awan Panas
E. Gempa Guguran Kubah Lava
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 41 Premium
Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gunung Api terbagi menjadi 3 zona. Zona yang paling luar dan hanya berpotensi terlanda material jatuhan (hujan abu) serta lahar hujan disebut...
A. Zona Inti
B. KRB II
C. KRB III
D. Zona Aman
E. KRB I
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 42 Premium
Letusan gunung api yang mengeluarkan kolom abu sangat tinggi hingga mencapai lapisan stratosfer dan menyebar secara global disebut tipe letusan...
A. Strombolian
B. Plinian
C. Freatik
D. Surtseyan
E. Hawaiian
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 43 Premium
Dalam aplikasi MAGMA Indonesia, laporan harian gunung api biasanya mencakup periode pengamatan selama...
A. Hanya saat meletus
B. Hanya pada siang hari
C. 1 jam terakhir
D. 6 jam, 12 jam, atau 24 jam
E. 1 minggu sekali
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 44 Premium
Salah satu ciri visual dari gunung api yang akan mengalami erupsi adalah adanya perubahan pada sumber air di sekitar lereng, yaitu...
A. Mata air menjadi kering atau suhunya meningkat drastis
B. Munculnya banyak ikan di danau kawah
C. Air kawah berubah menjadi tawar
D. Mata air semakin jernih
E. Debit air meningkat tapi suhu dingin
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 45 Premium
Menurut PP No. 21 Tahun 2008, mitigasi dilakukan melalui beberapa kegiatan berikut, kecuali...
A. Penyusunan peta risiko bencana
B. Pelaksanaan tata ruang yang berbasis bencana
C. Pengaturan pembangunan infrastruktur
D. Pemberian santunan kematian setelah bencana berakhir
E. Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan mitigasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 46 Premium
Instrumen GPS Geodetik dalam pemantauan gunung api digunakan untuk mengukur...
A. Ketebalan lapisan tanah subur
B. Ketinggian asap kawah
C. Perubahan posisi titik pantau dalam koordinat 3D (X, Y, Z) secara sangat teliti
D. Lokasi pusat gempa secara real-time
E. Kecepatan suara di udara
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 47 Premium
Gas Hidrogen Sulfida (H2S) pada kawah gunung api dapat dikenali dari bau khasnya yaitu seperti...
A. Bau logam terbakar
B. Bau bunga mawar
C. Tidak berbau
D. Bau karbol
E. Bau telur busuk
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 48 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Erupsi Samping' (Flank Eruption)?
A. Letusan yang terjadi setiap 100 tahun sekali
B. Letusan yang keluar melalui celah atau retakan di lereng gunung api, bukan di puncak
C. Letusan yang hanya mengeluarkan uap air saja
D. Letusan yang terjadi di bawah laut
E. Letusan yang terjadi melalui kawah utama di puncak
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 49 Premium
Nilai ASN 'Adaptif' bagi seorang Pemantau Gunung Api dalam menghadapi era digitalisasi adalah...
A. Antusias dalam mempelajari dan memanfaatkan teknologi sensor terbaru untuk meningkatkan akurasi data
B. Menghapus data digital yang dianggap rumit
C. Hanya menggunakan alat-alat manual yang lama
D. Menunggu instruksi manual daripada berinovasi
E. Menolak penggunaan aplikasi baru karena sulit dipelajari
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 50 Premium
Penanggung jawab utama dalam menetapkan perubahan status tingkat aktivitas gunung api (misal dari Level II ke Level III) di Indonesia adalah...
A. Kepala Desa di kaki gunung
B. Presiden Republik Indonesia
C. Direktur Jenderal Perhubungan Udara
D. Gubernur setempat
E. Kepala Badan Geologi atas rekomendasi PVMBG
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pemantau Gunung Api

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemantau Gunung Api, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pemantau Gunung Api

SKB CPNS Pemantau Gunung Api adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pemantau Gunung Api meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pemantau Gunung Api, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pemantau Gunung Api tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pemantau Gunung Api tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.