Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pranata Kerukunan Umat Beragama

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pranata Kerukunan Umat Beragama. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Pranata Kerukunan Umat Beragama

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pranata Kerukunan Umat Beragama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Kompetensi Umum

6 Indikator
Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Konsep Moderasi Beragama: Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti-Kekerasan, dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kementerian Agama

Kompetensi Khusus

12 Indikator
PBM (Peraturan Bersama Menteri) Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006
Teori dan Konsep Kerukunan Umat Beragama (Tri Kerukunan)
Tugas dan Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Regulasi Mengenai Pendirian Rumah Ibadat dan Prosedur Pemberian Izin
Teori Resolusi Konflik dan Teknik Mediasi Masalah Keagamaan
UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
Konsep Sosiologi Agama: Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Mekanisme Deteksi Dini (Early Warning System) Potensi Konflik Sosial Keagamaan
Standar Internasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (ICCPR)
Teknik Dialog Lintas Agama dan Fasilitasi Forum Kerukunan
Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Akar Rumput (Grassroots)
Manajemen Data dan Pemetaan Potensi Kerawanan Konflik Keagamaan

Simulasi Tryout SKB CAT Pranata Kerukunan Umat Beragama

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Kerukunan Umat Beragama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pranata Kerukunan Umat Beragama Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pranata Kerukunan Umat Beragama berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Pranata Kerukunan Umat Beragama & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN yang terbukti melakukan pelanggaran berat berupa tidak setia kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintahan yang sah akan dikenakan sanksi berupa...
Kunci Jawaban: C
Menurut UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, salah satu kewajiban utama ASN adalah setia dan taat pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan pemerintah yang sah. Pelanggaran terhadap kewajiban fundamental ini berakibat pada sanksi berat berupa pemberhentian tidak dengan hormat.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Soal 2
Menurut Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, penyelenggara wajib menyusun dan menetapkan standar pelayanan. Berikut ini yang merupakan komponen mutlak dalam standar pelayanan adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 21 UU No. 25 Tahun 2009, komponen standar pelayanan sekurang-kurangnya meliputi: dasar hukum, persyaratan, sistem/mekanisme/prosedur, jangka waktu penyelesaian, biaya/tarif, produk pelayanan, sarana, prasarana, dan/atau fasilitas, kompetensi pelaksana, pengawasan internal, penanganan pengaduan, saran, dan masukan, jumlah pelaksana, jaminan pelayanan, jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan, serta evaluasi kinerja pelaksana.
Materi Terkait: Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Soal 3
Sebagai seorang Pranata Kerukunan Umat Beragama, pemahaman akan indikator moderasi beragama sangat penting. Makna dari indikator 'Akomodatif terhadap budaya lokal' adalah...
Kunci Jawaban: B
Dalam Konsep Moderasi Beragama Kemenag, indikator 'Akomodatif terhadap budaya lokal' bermakna kesediaan menerima praktik kebudayaan dan tradisi lokal dalam perilaku keagamaan, sejauh tidak bertentangan dengan ajaran pokok (ushul) dari agama tersebut.
Materi Terkait: Konsep Moderasi Beragama: Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti-Kekerasan, dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal
Soal 4
Berdasarkan Peraturan Bersama Menteri (PBM) Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006, syarat khusus pendirian rumah ibadat mensyaratkan dukungan masyarakat setempat paling sedikit...
Kunci Jawaban: A
Pasal 14 PBM Menag dan Mendagri No. 9 dan 8 Tahun 2006 mengatur bahwa pendirian rumah ibadat harus memenuhi persyaratan khusus, antara lain daftar nama dan KTP pengguna paling sedikit 90 orang dan dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa.
Materi Terkait: PBM (Peraturan Bersama Menteri) Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006
Soal 5
Konsep Tri Kerukunan Umat Beragama yang dicetuskan oleh Pemerintah Indonesia bertujuan untuk menciptakan stabilitas nasional. Salah satu dimensi dalam konsep ini adalah...
Kunci Jawaban: E
Konsep Tri Kerukunan Umat Beragama meliputi: (1) Kerukunan intern umat beragama, (2) Kerukunan antar umat beragama, dan (3) Kerukunan antara umat beragama dengan pemerintah.
Materi Terkait: Teori dan Konsep Kerukunan Umat Beragama (Tri Kerukunan)
Soal 6
Menurut PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, siapa yang bertanggung jawab memfasilitasi dan membentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di tingkat Provinsi?
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PBM Menag dan Mendagri No. 9 dan 8 Tahun 2006, pembentukan FKUB di tingkat Provinsi difasilitasi dan dibentuk oleh Gubernur.
Materi Terkait: Tugas dan Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Soal 7
Ketika seorang ASN Kemenag menemukan indikasi konflik horizontal keagamaan di media sosial akibat berita hoaks, tindakan yang paling mencerminkan integritas dan etika birokrasi adalah...
Kunci Jawaban: B
Integritas menuntut ASN untuk responsif, objektif, dan profesional. Langkah memverifikasi data dan melaporkannya ke pimpinan (Early Warning) serta memberikan edukasi merupakan implementasi etika birokrasi dan nilai anti-korupsi/anti-manipulasi informasi.
Materi Terkait: Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Soal 8
Dalam penyelesaian perselisihan terkait pendirian rumah ibadat, pejabat pemerintah harus bertindak objektif tanpa diskriminasi. Hal ini sesuai dengan Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) yaitu asas...
Kunci Jawaban: A
Asas ketidakberpihakan dalam AAUPB mewajibkan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam menetapkan keputusan dan/atau melakukan tindakan dengan mempertimbangkan kepentingan para pihak secara utuh dan tidak diskriminatif.
Materi Terkait: Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Soal 9
Di lingkungan Kementerian Agama tingkat pusat, satuan kerja yang bertugas secara spesifik mengoordinasikan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang kerukunan umat beragama adalah...
Kunci Jawaban: A
Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) yang berada di bawah Sekretariat Jenderal Kementerian Agama merupakan unit yang bertugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pembinaan kerukunan umat beragama.
Materi Terkait: Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kementerian Agama
Soal 10
Undang-Undang No. 1/PNPS/1965 dibentuk dengan tujuan utama untuk...
Kunci Jawaban: E
UU No. 1/PNPS/1965 secara spesifik mengatur tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama guna menjaga ketertiban masyarakat dari tindakan yang menodai, menghina, atau menyimpang dari pokok ajaran agama di Indonesia.
Materi Terkait: UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama
Soal 11
Tahapan krusial dalam mediasi masalah keagamaan yang memungkinkan pihak mediator mengetahui akar permasalahan dari kedua belah pihak secara mendalam tanpa tekanan disebut...
Kunci Jawaban: C
Kaukus adalah teknik dalam mediasi di mana mediator mengadakan pertemuan terpisah (privat) dengan masing-masing pihak untuk menggali informasi yang mungkin tidak ingin disampaikan pihak tersebut di depan pihak lawan secara terbuka.
Materi Terkait: Teori Resolusi Konflik dan Teknik Mediasi Masalah Keagamaan
Soal 12
Menurut standar hukum internasional yang diadopsi dalam instrumen HAM, pembatasan kebebasan memanifestasikan agama atau keyakinan hanya dapat dilakukan berdasarkan hukum jika hal tersebut diperlukan untuk melindungi, KECUALI...
Kunci Jawaban: B
Dalam ICCPR (Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik) Pasal 18 ayat 3, pembatasan manifestasi agama hanya diizinkan untuk melindungi keselamatan, ketertiban, kesehatan, moral masyarakat, atau hak dan kebebasan mendasar orang lain. Kepentingan dominasi mayoritas bukan alasan sah untuk pembatasan.
Materi Terkait: Standar Internasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (ICCPR)
Soal 13
Tugas utama FKUB di tingkat Kabupaten/Kota berdasarkan PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 adalah, KECUALI...
Kunci Jawaban: E
Tugas FKUB hanyalah memberikan REKOMENDASI tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadat. Penerbitan IMB itu sendiri merupakan kewenangan dari Kepala Daerah (Bupati/Wali Kota), bukan FKUB.
Materi Terkait: Tugas dan Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tingkat Provinsi dan Kab/Kota
Soal 14
Penyebab utama timbulnya konflik keagamaan dalam perspektif sosiologi di masyarakat multikultural sering kali bersumber dari...
Kunci Jawaban: A
Dalam sosiologi agama di masyarakat multikultural, konflik sering dipicu oleh eksklusivitas, prasangka (prejudice), etnosentrisme, serta intervensi elit yang mempolitisasi identitas keagamaan untuk kepentingan politik atau ekonomi.
Materi Terkait: Konsep Sosiologi Agama: Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multikultural
Soal 15
Pendekatan kultural dan struktural sering digunakan dalam strategi penguatan moderasi beragama di tingkat akar rumput (grassroots). Contoh nyata pendekatan kultural adalah...
Kunci Jawaban: B
Pendekatan kultural (budaya) menyasar pada kebiasaan, tradisi, dan kearifan lokal masyarakat. Festival seni lintas agama adalah contoh organik memupuk toleransi kultural di akar rumput. Opsi lain merupakan bentuk intervensi struktural/kebijakan formal.
Materi Terkait: Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Akar Rumput (Grassroots)
Soal 16
Pemanfaatan instrumen deteksi dini (Early Warning System) dalam memetakan potensi konflik keagamaan berfokus pada tahapan...
Kunci Jawaban: E
Early Warning System (EWS) adalah instrumen mitigasi yang berfungsi mendeteksi gejala/gejolak sosial lebih awal untuk melakukan upaya pencegahan (prevensi) sehingga konflik terbuka dapat dihindari.
Materi Terkait: Mekanisme Deteksi Dini (Early Warning System) Potensi Konflik Sosial Keagamaan
Soal 17
Syarat pengguna rumah ibadat untuk pengajuan pendirian rumah ibadat baru berdasarkan PBM Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 adalah sekurang-kurangnya...
Kunci Jawaban: B
Pasal 14 ayat (2) PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 menyebutkan persyaratan khusus daftar nama dan Kartu Tanda Penduduk pengguna rumah ibadat paling sedikit 90 (sembilan puluh) orang yang disahkan oleh pejabat setempat sesuai tingkat batas wilayah.
Materi Terkait: Regulasi Mengenai Pendirian Rumah Ibadat dan Prosedur Pemberian Izin
Soal 18
Dalam memfasilitasi forum dialog lintas agama, seorang fasilitator harus bersikap empati, netral, dan menguasai keterampilan 'Active Listening'. Tujuan utama dari active listening dalam konteks tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Active listening (mendengarkan aktif) bertujuan untuk benar-benar memahami perspektif, emosi, dan pesan pembicara tanpa menghakimi, sehingga dapat membangun suasana empati dan kepercayaan yang sangat esensial dalam dialog lintas agama.
Materi Terkait: Teknik Dialog Lintas Agama dan Fasilitasi Forum Kerukunan
Soal 19
Sikap ASN Kemenag yang tidak diskriminatif, menjaga netralitas, dan menghargai keragaman suku serta agama sangat sesuai dengan nilai dasar ASN 'BerAKHLAK' khususnya pada nilai...
Kunci Jawaban: D
Nilai 'Harmonis' dalam core values BerAKHLAK berarti menghargai setiap orang apapun latar belakangnya, suka menolong orang lain, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif. Ini sejalan dengan menjunjung tinggi netralitas dan keragaman.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Soal 20
Berdasarkan prinsip pelayanan publik, apabila ada pengurusan izin rumah ibadat yang dipersulit padahal sudah memenuhi syarat regulasi secara lengkap, masyarakat dapat melapor ke...
Kunci Jawaban: A
Ombudsman Republik Indonesia (ORI) adalah lembaga negara yang mempunyai kewenangan mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik. Jika ada maladministrasi (seperti penundaan berlarut atau dipersulit) dalam layanan publik, laporannya diajukan ke Ombudsman sesuai UU No. 25 Tahun 2009 dan UU No. 37 Tahun 2008.
Materi Terkait: Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Soal 21
PRO
Pasal 24 UU No. 20 Tahun 2023 menyebutkan tentang Hak Pegawai ASN. Selain gaji dan tunjangan, salah satu hak krusial untuk menunjang profesionalisme ASN adalah...
Kunci Jawaban: C
Menurut UU No. 20 Tahun 2023, Pegawai ASN berhak memperoleh penghargaan dan pengakuan yang mencakup penghasilan, penghargaan yang bersifat motivasi, tunjangan dan fasilitas, jaminan sosial, lingkungan kerja, pengembangan diri (pengembangan kompetensi), dan bantuan hukum.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Keterbukaan informasi publik adalah bagian dari penyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance). Dalam konteks pemetaan kerawanan konflik, data intelijen dan strategi keamanan terkait konflik SARA dikategorikan sebagai informasi yang...
Kunci Jawaban: E
Data intelijen, strategi keamanan nasional, dan data mentah kerawanan konflik SARA yang jika dibuka dapat membahayakan keamanan negara dan memicu konflik sosial yang lebih besar dikategorikan sebagai informasi publik yang dikecualikan (rahasia) sesuai dengan UU Keterbukaan Informasi Publik.
Materi Terkait: Manajemen Data dan Pemetaan Potensi Kerawanan Konflik Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Penerimaan 'uang pelicin' (gratifikasi) untuk mempercepat proses penerbitan rekomendasi FKUB melanggar prinsip anti-korupsi. Apabila seorang ASN menerima gratifikasi, ia wajib melaporkannya kepada KPK selambat-lambatnya...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2001 (Perubahan atas UU 31/1999) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pegawai negeri yang menerima gratifikasi wajib melaporkannya ke KPK paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak gratifikasi tersebut diterima agar terlepas dari ancaman pidana suap.
Materi Terkait: Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Sebuah keputusan kepala daerah mencabut izin rumah ibadat secara sepihak dengan alasan adanya desakan massa, tanpa melakukan kajian yuridis dan mediasi. Tindakan ini bertentangan dengan AAUPB, khususnya asas...
Kunci Jawaban: D
Keputusan yang diambil tanpa kajian, tidak didasari aturan, dan hanya karena desakan massa melanggar Asas Kepastian Hukum (mengabaikan aturan/prosedur yang berlaku) dan Asas Kecermatan (tidak didasari informasi/fakta yang lengkap sebelum keputusan ditetapkan).
Materi Terkait: Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Dalam survei Indeks Kerukunan Umat Beragama (KUB) yang rutin diselenggarakan Balitbang Diklat Kemenag, dimensi utama yang diukur meliputi...
Kunci Jawaban: A
Indeks KUB di Indonesia diukur menggunakan 3 (tiga) dimensi utama, yaitu Toleransi (kemauan hidup berdampingan), Kesetaraan (perlakuan non-diskriminatif), dan Kerja sama (keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial antar pemeluk agama).
Materi Terkait: Manajemen Data dan Pemetaan Potensi Kerawanan Konflik Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Indikator Komitmen Kebangsaan dalam moderasi beragama menuntut warga negara, termasuk umat beragama, untuk...
Kunci Jawaban: D
Komitmen kebangsaan adalah indikator pertama Moderasi Beragama, yang mengacu pada penerimaan konsensus kebangsaan secara utuh: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika (Empat Pilar Kebangsaan) tanpa merusak nilai-nilai agama.
Materi Terkait: Konsep Moderasi Beragama: Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti-Kekerasan, dan Akomodatif terhadap Budaya Lokal

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) tentang Organisasi dan Tata Kerja Kemenag, pembinaan aliran kepercayaan yang ada di Indonesia dan perizinannya secara administratif bukanlah domain utama Kementerian Agama, melainkan menjadi kewenangan dari...
Kunci Jawaban: B
Di Indonesia, pembinaan dan layanan administratif bagi penganut Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa berada di bawah Direktorat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), bukan Kemenag.
Materi Terkait: Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kementerian Agama

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Dalam hal persyaratan dukungan 60 orang warga setempat untuk pendirian rumah ibadat belum terpenuhi, PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 memberikan solusi berupa...
Kunci Jawaban: E
Pasal 14 ayat (3) PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006 menyebutkan: Dalam hal persyaratan dukungan 60 masyarakat setempat belum terpenuhi, Pemerintah Daerah berkewajiban memfasilitasi tersedianya lokasi pembangunan rumah ibadat bagi panitia pembangunan yang telah memenuhi syarat 90 orang pengguna.
Materi Terkait: PBM (Peraturan Bersama Menteri) Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama di tingkat Kecamatan merupakan tugas dari...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 11 PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, pemeliharaan kerukunan umat beragama di tingkat kecamatan menjadi tugas dan kewajiban Camat, yang dibantu oleh pimpinan instansi terkait di tingkat kecamatan.
Materi Terkait: PBM (Peraturan Bersama Menteri) Agama dan Menteri Dalam Negeri No. 9 dan 8 Tahun 2006

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Kerukunan intern umat beragama bermakna agar tidak terjadi perpecahan antar mazhab, sekte, atau aliran di dalam satu agama yang sama. Bentuk pelanggaran terhadap kerukunan intern ini contohnya adalah...
Kunci Jawaban: E
Kerukunan intern adalah antara sesama pemeluk agama yang sama (misal sesama Islam, sesama Kristen, dll). Persekusi satu kelompok penganut Islam terhadap aliran Islam lainnya (Sunni-Syiah/Ahmadiyah) merupakan contoh konflik/pelanggaran kerukunan intern umat beragama.
Materi Terkait: Teori dan Konsep Kerukunan Umat Beragama (Tri Kerukunan)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Mekanisme Dialog Lintas Agama dalam menyelesaikan ketegangan membedakan antara perdebatan (debate) dan dialog. Karakteristik utama dari dialog yang benar adalah...
Kunci Jawaban: E
Dialog, tidak seperti debat yang mencari pemenang, bertujuan untuk menemukan titik temu (kalimatun sawa), saling memahami tradisi keagamaan masing-masing, dan menghilangkan prasangka negatif tanpa ada motif mendikte akidah pihak lain.
Materi Terkait: Teknik Dialog Lintas Agama dan Fasilitasi Forum Kerukunan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Berdasarkan komposisi keanggotaan FKUB tingkat Kabupaten/Kota, jumlah anggota maksimal adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PBM Menag dan Mendagri Nomor 9 dan 8 Tahun 2006 (Pasal 10), jumlah anggota FKUB tingkat Kabupaten/Kota paling banyak adalah 17 orang, sedangkan FKUB tingkat Provinsi paling banyak 21 orang.
Materi Terkait: Tugas dan Fungsi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Tingkat Provinsi dan Kab/Kota

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Jika terjadi sengketa terkait Izin Mendirikan Bangunan (IMB) rumah ibadat yang telah diterbitkan Kepala Daerah, sengketa tersebut secara hukum diselesaikan melalui...
Kunci Jawaban: E
Penerbitan IMB rumah ibadat oleh Kepala Daerah (Bupati/Wali Kota) adalah sebuah Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN). Jika terjadi gugatan terkait legalitas atau keabsahan KTUN tersebut, maka jalurnya adalah melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).
Materi Terkait: Regulasi Mengenai Pendirian Rumah Ibadat dan Prosedur Pemberian Izin

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Bagaimana prosedur perizinan penggunaan bangunan gedung bukan rumah ibadat sebagai rumah ibadat sementara menurut PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006?
Kunci Jawaban: D
Pasal 18 PBM mengatur bahwa izin sementara pemanfaatan bangunan gedung bukan rumah ibadat diterbitkan oleh bupati/wali kota, berlaku maksimal 2 tahun, setelah mendapat izin tetangga, surat keterangan kelayakan dari Kemenag dan rekomendasi FKUB kabupaten/kota.
Materi Terkait: Regulasi Mengenai Pendirian Rumah Ibadat dan Prosedur Pemberian Izin

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Teori Resolusi Konflik membedakan gaya manajemen konflik. Jika seseorang mengorbankan kepentingannya sendiri demi memuaskan kelompok mayoritas untuk menjaga harmoni dalam jangka pendek, strategi yang digunakan adalah...
Kunci Jawaban: B
Accommodating (Akomodasi) adalah pendekatan manajemen konflik di mana satu pihak bersedia mengalah dan mengorbankan kebutuhannya sendiri untuk mengakomodasi kebutuhan/tuntutan pihak lain, seringkali demi menjaga harmoni sesaat.
Materi Terkait: Teori Resolusi Konflik dan Teknik Mediasi Masalah Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Salah satu prinsip penting yang membedakan Mediasi dengan Arbitrase dalam sengketa keagamaan adalah...
Kunci Jawaban: B
Dalam mediasi, pihak ketiga (mediator) bersifat netral dan fungsinya hanya memfasilitasi dialog. Keputusan atau resolusi konflik berada sepenuhnya di tangan para pihak yang bersengketa. Sebaliknya, dalam arbitrase, arbiter-lah yang mengambil keputusan (binding decision).
Materi Terkait: Teori Resolusi Konflik dan Teknik Mediasi Masalah Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Pasal 1 UU No. 1/PNPS/1965 melarang tindakan yang menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang menyimpang dari...
Kunci Jawaban: E
Menurut UU No. 1/PNPS/1965 Pasal 1, setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan agama itu, penafsiran dan kegiatan mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.
Materi Terkait: UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Ancaman sanksi bagi pihak yang melanggar larangan penodaan agama secara terus-menerus meskipun telah diberi teguran keras berdasarkan UU No. 1/PNPS/1965, berujung pada pengenaan...
Kunci Jawaban: A
UU No. 1/PNPS/1965 memandatkan penyisipan pasal baru dalam KUHP, yaitu Pasal 156a, yang memberikan sanksi pidana penjara selama-lamanya 5 (lima) tahun bagi mereka yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama.
Materi Terkait: UU No. 1/PNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Dalam sosiologi, interaksi sosial dapat bersifat asosiatif maupun disosiatif. Bentuk interaksi sosial asosiatif yang paling sesuai dengan cita-cita Moderasi Beragama adalah...
Kunci Jawaban: A
Interaksi sosial asosiatif adalah proses sosial yang mengarah pada persatuan dan meningkatkan kohesi sosial. Kerja sama (cooperation) dan akomodasi (mencari titik temu konflik) sangat relevan dengan moderasi dan kerukunan beragama.
Materi Terkait: Konsep Sosiologi Agama: Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Segregasi pemukiman (pemisahan wilayah tempat tinggal berdasarkan identitas agama) di daerah pasca-konflik, menurut perspektif sosiologi akan berdampak pada...
Kunci Jawaban: C
Segregasi keruangan (pemisahan fisik masyarakat berbasis SARA) menghalangi interaksi sosial intensif. Akibatnya, kelompok tidak saling mengenal secara personal sehingga mudah terjebak pada echo-chamber, rumor negatif, dan mempertebal stereotip/prasangka (prejudice).
Materi Terkait: Konsep Sosiologi Agama: Interaksi Sosial dalam Masyarakat Multikultural

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dalam mitigasi konflik keagamaan membutuhkan indikator pengukuran (tools) di lapangan. Indikator yang menunjukan eskalasi (peningkatan) ketegangan adalah...
Kunci Jawaban: B
Dalam Early Warning System (EWS), penyebaran sentimen permusuhan, berita bohong (hoax), dan hate speech melalui mimbar agama atau medsos adalah indikator 'suhu' ketegangan (early warning) yang berisiko bereskalasi menjadi konflik fisik jika tidak ditangani.
Materi Terkait: Mekanisme Deteksi Dini (Early Warning System) Potensi Konflik Sosial Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Kementerian Agama mendorong peran FKUB sebagai instrumen Early Warning System dengan tugas proaktif, seperti...
Kunci Jawaban: C
Peran FKUB sebagai elemen EWS adalah menyerap aspirasi dan mendeteksi bibit gesekan dengan membangun komunikasi dan jejaring lintas agama sampai ke akar rumput sehingga setiap riak konflik bisa segera dikomunikasikan ke Pemda/Kemenag.
Materi Terkait: Mekanisme Deteksi Dini (Early Warning System) Potensi Konflik Sosial Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Pasal 18 ayat (1) ICCPR mengatur tentang kebebasan berpikir, berkeyakinan, dan beragama. Kebebasan fundamental dalam pasal ini meliputi...
Kunci Jawaban: A
ICCPR (International Covenant on Civil and Political Rights) Pasal 18 ayat (1) menjamin hak untuk mempunyai atau menetapkan agama atau kepercayaan atas pilihan sendiri (Forum Internum). Hak untuk memilih/meyakini keyakinan ini bersifat non-derogable (tidak bisa dibatasi dalam keadaan apapun).
Materi Terkait: Standar Internasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (ICCPR)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Indonesia meratifikasi ICCPR melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor...
Kunci Jawaban: C
Pemerintah Indonesia secara resmi mengesahkan/meratifikasi ICCPR (Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik) melalui UU No. 12 Tahun 2005.
Materi Terkait: Standar Internasional Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (ICCPR)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam memfasilitasi dialog di wilayah yang baru saja pulih dari konflik berbasis agama, seorang Pranata Kerukunan Umat Beragama sebaiknya menerapkan prinsip Do No Harm. Apa maksud prinsip ini?
Kunci Jawaban: B
Do No Harm (Jangan Memperburuk Keadaan) adalah pendekatan dalam pembangunan perdamaian di mana intervensi (seperti dialog) dirancang dengan analisis mendalam agar tindakan fasilitator tidak tanpa sengaja memperdalam perpecahan atau memicu trauma pihak-pihak yang rentan.
Materi Terkait: Teknik Dialog Lintas Agama dan Fasilitasi Forum Kerukunan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Salah satu model dialog antar umat beragama adalah 'Dialog Kehidupan' (Dialogue of Life). Contoh konkret implementasi dialog ini di masyarakat adalah...
Kunci Jawaban: A
Dialog Kehidupan (Dialogue of Life) merujuk pada interaksi praktis sehari-hari di mana individu beda agama hidup bertetangga secara rukun, berbagi masalah komunal sehari-hari, dan bekerja sama mengelola lingkungan (contoh: gotong royong warga, siskamling).
Materi Terkait: Teknik Dialog Lintas Agama dan Fasilitasi Forum Kerukunan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Kementerian Agama meluncurkan program Desa Sadar Kerukunan (Desa Moderasi) sebagai bentuk strategi penguatan moderasi beragama di tingkat grassroots. Fokus utama program ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Program Desa Sadar Kerukunan/Kampung Moderasi Beragama bertujuan mengkapitalisasi kearifan lokal, menguatkan kemandirian, dan memberdayakan komunitas setempat (akar rumput) untuk saling merawat toleransi dari bawah secara natural dan berkelanjutan.
Materi Terkait: Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Akar Rumput (Grassroots)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Penyuluh Agama yang berstatus sebagai ASN/PPPK sering dilibatkan sebagai agen Moderasi Beragama di akar rumput. Bahasa yang digunakan dalam penyuluhan agar nilai-nilai tersebut diterima masyarakat awam sebaiknya...
Kunci Jawaban: B
Di tingkat grassroots (akar rumput), sosialisasi efektif menuntut pendekatan bahasa yang membumi, merakyat, dan sesuai dengan kearifan lokal setempat agar nilai toleransi dapat dihayati bukan dipandang sebagai paksaan dari elite pemerintah.
Materi Terkait: Strategi Penguatan Moderasi Beragama di Tingkat Akar Rumput (Grassroots)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Dalam manajemen data untuk memetakan potensi kerawanan konflik, teknik GIS (Geographic Information System) dapat diaplikasikan oleh Pranata Kerukunan Umat Beragama untuk...
Kunci Jawaban: C
GIS (Sistem Informasi Geografis) berfungsi untuk memvisualisasikan data secara spasial/keruangan. Dalam konteks pencegahan konflik, GIS sangat efektif memetakan kepadatan demografi penganut agama, lokasi rumah ibadat, batas pemukiman, dan klaster yang pernah mengalami ketegangan sosial keagamaan.
Materi Terkait: Manajemen Data dan Pemetaan Potensi Kerawanan Konflik Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Salah satu kelemahan penggunaan data media sosial (Big Data Twitter/Facebook) dalam memetakan kerawanan konflik sosial keagamaan secara kuantitatif adalah...
Kunci Jawaban: E
Dalam manajemen data konflik, analisis sentimen Big Data seringkali bias karena di media sosial banyak digerakkan oleh buzzer, bot, atau akun palsu yang mengamplifikasi narasi kebencian, sehingga noise tersebut perlu difilter agar analisis early warning merepresentasikan realita sesungguhnya (bukan sekadar trending topic semu).
Materi Terkait: Manajemen Data dan Pemetaan Potensi Kerawanan Konflik Keagamaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pranata Kerukunan Umat Beragama pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 45 Tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah
KepmenPANRB Nomor 282 Tahun 2025 tentang Jabatan Pelaksana Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pranata Kerukunan Umat Beragama

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pranata Kerukunan Umat Beragama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Kerukunan Umat Beragama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pranata Kerukunan Umat Beragama

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pranata Kerukunan Umat Beragama menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.