Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan
Tugas Pokok dan Fungsi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Konsep Dasar Keselamatan dan Keamanan Maritim (Safety and Security)
Etika Profesi ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Konvensi Internasional SOLAS (Safety of Life at Sea) dan Amandemennya
Pencegahan Pencemaran Lingkungan Laut sesuai Konvensi MARPOL 73/78
Implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) pada Kapal dan Pelabuhan
Prosedur Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal (Flag State Control dan Port State Control)
Sertifikasi Keselamatan Kapal: Konstruksi, Perlengkapan, dan Radio
Pengawasan Manajemen Keselamatan Kapal berdasarkan ISM Code
Standar Kompetensi dan Sertifikasi Pelaut sesuai Konvensi STCW
Pengawasan Tata Cara Berlalu Lintas di Laut (COLREGs 1972) dan Alur Pelayaran
Manajemen Penanggulangan Musibah di Laut dan Koordinasi Search and Rescue (SAR)
Tata Cara Investigasi Awal Kecelakaan Kapal dan Penyusunan Laporan Pemeriksaan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim disebut dengan...
A. Kemandirian Maritim
B. Kelaiklautan Kapal
C. Transportasi Laut
D. Navigasi Laut
E. Pelayaran
Jawaban: E
Sesuai Pasal 1 angka 1 UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pelayaran adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas angkutan di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan, serta perlindungan lingkungan maritim.
Soal 2
Keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan Awak Kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal, serta manajemen keamanan kapal untuk berlayar di perairan tertentu disebut...
A. Keamanan Maritim
B. Kelaiklautan Kapal
C. Sertifikasi Kapal
D. Kelayakan Operasi
E. Standar Konstruksi Kapal
Jawaban: B
Definisi Kelaiklautan Kapal terdapat dalam Pasal 1 angka 33 UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.
Soal 3
Menurut PP No. 51 Tahun 2002, setiap kapal yang digerakkan dengan tenaga mekanik, layar, atau ditarik, termasuk kendaraan di atas air yang dinamis dan kerangka landas gantung, serta alat apung yang tidak berpindah-pindah disebut...
A. Alat Angkut Air
B. Tongkang
C. Kapal
D. Wahana Air
E. Sarana Transportasi
Jawaban: C
Definisi Kapal sesuai Pasal 1 angka 1 PP Nomor 51 Tahun 2002 tentang Perkapalan mencakup semua kategori yang disebutkan dalam soal.
Soal 4
Berdasarkan SOLAS 1974, bab (Chapter) manakah yang mengatur secara khusus mengenai alat-alat penolong (Life-Saving Appliances and Arrangements)?
A. Chapter I
B. Chapter III
C. Chapter II-1
D. Chapter V
E. Chapter IV
Jawaban: B
Dalam Konvensi Internasional SOLAS 1974, Chapter III mengatur tentang Life-saving appliances and arrangements (alat-alat penolong).
Soal 5
Dalam konvensi MARPOL 73/78, peraturan mengenai pencegahan pencemaran oleh sampah (garbage) dari kapal diatur dalam...
A. Annex II
B. Annex V
C. Annex III
D. Annex I
E. Annex IV
Jawaban: B
Annex V MARPOL 73/78 mengatur tentang Prevention of Pollution by Garbage from Ships (Pencegahan pencemaran oleh sampah dari kapal).
Soal 6
Seorang Pengawas Keselamatan Pelayaran harus menerapkan nilai 'Akuntabel' dalam menjalankan tugasnya. Manakah perilaku yang mencerminkan nilai tersebut?
A. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi
B. Hanya bekerja jika diawasi oleh atasan
C. Menerima gratifikasi dari pemilik kapal agar pemeriksaan dipercepat
D. Membantu rekan sejawat hanya jika ada imbalan
E. Menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi
Jawaban: A
Nilai Akuntabel dalam BerAKHLAK ASN mencakup pelaksanaan tugas dengan jujur, tanggung jawab, cermat, serta berintegritas tinggi.
Soal 7
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang...
A. Investigasi akhir kecelakaan pesawat udara
B. Pelayaran dan perhubungan laut
C. Pengaturan tarif angkutan laut domestik secara mutlak
D. Pengadaan seluruh kapal niaga di Indonesia
E. Pembangunan pelabuhan komersial secara mandiri
Jawaban: B
Tugas pokok Ditjen Hubla adalah menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayaran sesuai peraturan perundang-undangan.
Soal 8
Pemeriksaan kapal yang dilakukan oleh negara pelabuhan terhadap kapal berbendera asing yang berkunjung ke pelabuhannya untuk memastikan pemenuhan persyaratan internasional disebut...
A. Port State Control
B. Owner State Control
C. Coastal State Inspection
D. Class Survey
E. Flag State Control
Jawaban: A
Port State Control (PSC) adalah pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah negara pelabuhan terhadap kapal-kapal berbendera asing.
Soal 9
Sertifikat yang diterbitkan untuk menyatakan bahwa konstruksi dan permesinan kapal telah memenuhi syarat keselamatan adalah...
A. Sertifikat Keselamatan Perlengkapan
B. Sertifikat Keselamatan Konstruksi Kapal Penumpang/Barang
C. Sertifikat Pencemaran Udara
D. Sertifikat Keselamatan Radio
E. Sertifikat Garis Muat
Jawaban: B
Sertifikat Keselamatan Konstruksi menjamin bahwa struktur lambung, permesinan, dan instalasi listrik kapal memenuhi standar safety.
Soal 10
Dalam manajemen keselamatan kapal, ISM Code (International Safety Management Code) mewajibkan setiap perusahaan pemilik/operator kapal untuk memiliki...
A. Cargo Ship Safety Certificate
B. Certificate of Fitness
C. Document of Compliance (DOC)
D. Ship Security Certificate
E. Port Security Plan
Jawaban: C
Berdasarkan ISM Code, perusahaan yang mengoperasikan kapal harus memiliki Document of Compliance (DOC), sedangkan kapalnya memiliki Safety Management Certificate (SMC).
Soal 11
Standar internasional untuk pelatihan, sertifikasi, dan dinas jaga bagi pelaut diatur dalam konvensi...
A. SOLAS 74
B. STCW 1978
C. MLC 2006
D. MARPOL 73/78
E. CLC 1969
Jawaban: B
Standards of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1978 beserta amandemennya mengatur standar kompetensi pelaut secara global.
Soal 12
Peraturan Internasional untuk Mencegah Tabrakan di Laut (COLREGs) 1972 Aturan 5 mewajibkan setiap kapal untuk selalu melakukan...
A. Pengecekan mesin kemudi
B. Pengosongan tangki ballast
C. Latihan sekoci
D. Pengamatan (Look-out) yang layak
E. Komunikasi radio tiap 5 menit
Jawaban: D
Aturan 5 COLREGs 1972 menyatakan bahwa setiap kapal harus senantiasa melakukan pengamatan (look-out) yang layak melalui penglihatan, pendengaran, dan sarana tersedia lainnya.
Soal 13
Dalam manajemen penanggulangan musibah di laut, instansi pemerintah yang memiliki tugas pokok melaksanakan pencarian dan pertolongan (SAR) adalah...
A. TNI AL
B. Bea Cukai
C. Polairud
D. KPLP
E. Basarnas
Jawaban: E
Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) adalah lembaga non-kementerian yang bertugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pencarian dan pertolongan.
Soal 14
Langkah awal yang dilakukan pejabat pemerintah di pelabuhan ketika menerima laporan adanya kecelakaan kapal untuk mencari keterangan dan bukti awal adalah...
A. Konferensi Pers
B. Mahkamah Pelayaran
C. Gugatan Perdata
D. Persidangan Terbuka
E. Pemeriksaan Pendahuluan
Jawaban: E
Sesuai regulasi, pejabat yang berwenang melakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap kecelakaan kapal untuk mengumpulkan data awal sebelum diteruskan ke Mahkamah Pelayaran atau KNKT.
Soal 15
Setiap kapal yang berlayar di laut wilayah Indonesia wajib mematuhi alur laut yang ditetapkan. Penentuan alur laut ini bertujuan untuk...
A. Meningkatkan biaya logistik
B. Keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan maritim
C. Menjamin keamanan kapal dari perompak saja
D. Mempercepat waktu tempuh tanpa mempedulikan kedalaman
E. Memonopoli rute dagang
Jawaban: B
Penetapan alur pelayaran bertujuan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran serta melindungi lingkungan maritim dari potensi bahaya navigasi.
Soal 16
Berdasarkan UU 17/2008, pemeriksaan kelaiklautan kapal dilakukan oleh...
A. Pemilik kapal tanpa saksi
B. Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal (Marine Inspector)
C. Agen pelayaran
D. Bea Cukai
E. Nahkoda sendiri
Jawaban: B
Pemeriksaan dan pengujian kelaiklautan kapal dilakukan oleh Pejabat Pemeriksa Keselamatan Kapal yang memiliki kualifikasi teknis.
Soal 17
Sesuai dengan konsep keamanan maritim, ISPS Code merupakan bagian dari Amandemen konvensi...
A. MARPOL
B. SOLAS 1974
C. STCW
D. COLREGs
E. Load Line Convention
Jawaban: B
ISPS Code diadopsi melalui amandemen Chapter XI-2 SOLAS 1974 pasca tragedi 11 September di Amerika Serikat.
Soal 18
Salah satu nilai dasar ASN BerAKHLAK adalah 'Adaptif'. Dalam bidang pengawasan pelayaran, hal ini berarti...
A. Bekerja sesuai kebiasaan lama meskipun tidak efisien
B. Menolak penggunaan teknologi baru dalam pengawasan
C. Menunggu instruksi tertulis untuk setiap tindakan kecil
D. Pasif terhadap perkembangan standar keselamatan internasional
E. Terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan serta menghadapi perubahan regulasi maritim
Jawaban: E
Adaptif berarti cepat menyesuaikan diri, terus berinovasi, dan bertindak proaktif terhadap perubahan standar industri pelayaran.
Soal 19
Perangkat navigasi yang berfungsi untuk mengidentifikasi nama kapal, posisi, kecepatan, dan data lainnya secara otomatis melalui sinyal radio disebut...
A. AIS (Automatic Identification System)
B. Giro Kompas
C. Echo Sounder
D. Radar
E. Sextant
Jawaban: A
AIS adalah sistem pelacakan otomatis yang digunakan di kapal untuk mengidentifikasi dan melokalisasi kapal dengan bertukar data elektronik secara otomatis.
Soal 20
Penanggung jawab utama di atas kapal yang memiliki kewenangan tertinggi untuk mengambil keputusan terkait keselamatan dan keamanan adalah...
A. Marine Inspector
B. KKM (Kepala Kamar Mesin)
C. Nahkoda
D. Operator Kapal
E. Mualim I
Jawaban: C
Nahkoda adalah pemimpin kapal dan memiliki wewenang penegakan hukum serta tanggung jawab penuh atas keselamatan seluruh personil dan kapal.
Soal 21 Premium
Dalam implementasi ISPS Code, tingkat keamanan (Security Level) di mana tindakan pengamanan tambahan yang spesifik harus dipertahankan selama jangka waktu terbatas karena adanya risiko insiden keamanan yang lebih tinggi disebut...
Seorang Marine Inspector menemukan ketidaksesuaian mayor (major non-conformity) pada sistem manajemen keselamatan kapal. Berdasarkan ISM Code, tindakan yang harus diambil adalah...
A. Membiarkan kapal berlayar asalkan berjanji memperbaiki di pelabuhan berikutnya
B. Menangguhkan (suspend) sertifikat SMC sampai diperbaiki
Berdasarkan MARPOL 73/78 Annex I, dokumen yang mencatat semua operasional pemindahan minyak, pembersihan tangki, dan pembuangan air bilga di kapal adalah...
Seorang petugas Pengawas Keselamatan Pelayaran harus menjaga integritas dengan menolak suap dari pemilik kapal. Hal ini merupakan perwujudan nilai BerAKHLAK...
Sesuai PP 51/2002, garis di lambung kapal yang menunjukkan batas pemuatan maksimum yang diizinkan agar kapal tetap memiliki cadangan daya apung disebut...
Setiap kapal yang dioperasikan wajib dikelola oleh perusahaan yang memiliki Document of Compliance (DOC). Jika DOC ditarik oleh pemerintah (Flag State), maka...
A. Kapal boleh berlayar tanpa dokumen
B. Kapal masih boleh berlayar selama 1 bulan
C. Perusahaan cukup membayar denda administrasi
D. Hanya Nahkoda yang diberi sanksi
E. Sertifikat Manajemen Keselamatan (SMC) seluruh kapal di bawah perusahaan tersebut otomatis menjadi tidak valid
Pemeriksaan yang bertujuan untuk memastikan bahwa perlengkapan navigasi, alat pemadam kebakaran, dan alat penolong di atas kapal berfungsi dengan baik adalah pemeriksaan untuk penerbitan...
Tips Lulus SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran
SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.