SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. π₯
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Analis Pasar Hasil Pertanian Ahli Pertama
Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Akses informasi dan teknologi, akses kelembagaan keuangan, alat mesin pertanian, sarana produksi
Pengetahuan tentang organisasi, kerjasama dan perdagangan Internasional
Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Penyebarluasan informasi pasar
Analis Pasar Hasil Pertanian Terampil
Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Metodologi analis pasar hasil pertanian
Simulasi Tryout SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Analis Pasar Hasil Pertanian.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian.
Soal 1
Ahli Pertama
Dalam konteks tugas Analis Pasar Hasil Pertanian, regulasi utama yang mengatur tentang perlindungan dan pemberdayaan petani di Indonesia adalah ...
A. Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan
B. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi
C. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
D. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan
E. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan
Jawaban: C
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (UUP3) merupakan payung hukum utama yang mengatur perlindungan dan pemberdayaan petani, termasuk aspek pemasaran hasil pertanian. Regulasi ini menjadi landasan bagi analis pasar dalam memahami hak dan kewajiban petani serta intervensi kebijakan.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 2
Ahli Pertama
Konsep elastisitas harga permintaan dalam ekonomi pertanian menggambarkan ...
A. kepekaan penawaran terhadap perubahan harga input
B. respons petani terhadap perubahan teknologi
C. hubungan antara harga suatu komoditas dengan harga komoditas lain
D. kepekaan jumlah yang diminta terhadap perubahan harga
E. perubahan pendapatan petani akibat fluktuasi harga
Jawaban: D
Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa besar perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga[cite: 289]. Dalam pertanian, permintaan komoditas pangan pokok cenderung inelastis karena merupakan kebutuhan dasar[cite: 290].
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 3
Ahli Pertama
Dalam akses kelembagaan keuangan bagi petani, program KUR (Kredit Usaha Rakyat) diatur berdasarkan suku bunga maksimal yang ditetapkan pemerintah. Berdasarkan regulasi terbaru (2024), plafon KUR untuk sektor pertanian mencapai ...
A. Rp 100 juta
B. Rp 350 juta
C. Rp 1 miliar
D. Rp 500 juta
E. Rp 200 juta
Jawaban: D
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), plafon KUR untuk sektor pertanian ditetapkan maksimal Rp500 juta dengan suku bunga 6% efektif per tahun, dengan skema KUR Mikro dan KUR Kecil.
Materi:Akses informasi dan teknologi, akses kelembagaan keuangan, alat mesin pertanian, sarana produksi
Soal 4
Ahli Pertama
Organisasi internasional yang mengatur tata niaga perdagangan komoditas pertanian antarnegara dan menangani sengketa dagang adalah ...
A. WFP (World Food Programme)
B. IFAD (International Fund for Agricultural Development)
C. ASEAN Secretariat
D. WTO (World Trade Organization)
E. FAO (Food and Agriculture Organization)
Jawaban: D
World Trade Organization (WTO) adalah organisasi internasional yang mengatur perdagangan antarnegara, termasuk komoditas pertanian, melalui perjanjian-perjanjian seperti Agreement on Agriculture (AoA). WTO juga memiliki mekanisme penyelesaian sengketa (Dispute Settlement Body).
Materi:Pengetahuan tentang organisasi, kerjasama dan perdagangan Internasional
Soal 5
Ahli Pertama
Fungsi produksi Cobb-Douglas dalam analisis usaha tani menggambarkan hubungan antara ...
A. harga input dengan harga output
B. harga output dengan jumlah input
C. pendapatan petani dengan luas lahan
D. biaya produksi dengan keuntungan
E. input produksi dengan output yang dihasilkan
Jawaban: E
Fungsi produksi Cobb-Douglas menggambarkan hubungan antara input dengan output. Bentuk umumnya Q = A * L^Ξ± * K^Ξ². Istilah 'usaha tani' menurut KBBI ditulis dengan spasi.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 6
Ahli Pertama
Saluran pemasaran yang paling efisien menurut konsep margin pemasaran adalah yang memiliki ...
A. biaya transportasi tertinggi
B. margin pemasaran terendah dengan pelayanan memadai
C. margin pemasaran tertinggi
D. jumlah lembaga pemasaran terbanyak
E. harga di tingkat petani paling rendah
Jawaban: B
Efisiensi pemasaran diukur dari margin pemasaran yang rendah namun tetap memberikan keuntungan yang wajar bagi setiap lembaga pemasaran. Margin pemasaran yang terlalu tinggi menunjukkan ketidakefisienan atau adanya praktek monopoli. Saluran dengan margin terkecil biasanya paling efisien jika kualitas pelayanan setara.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 7
Ahli Pertama
Berdasarkan Permentan Nomor 34/Permentan/OT.140/6/2020 tentang Sistem Informasi Pasar Pertanian Nasional (SIPPN), informasi harga yang disajikan harus memenuhi prinsip ...
A. hanya untuk komoditas ekspor
B. berbasis asumsi semata
C. kerahasiaan dan eksklusivitas
D. akurasi, ketepatan waktu, dan aksesibilitas
E. mengutamakan harga eceran tertinggi
Jawaban: D
Permentan 34/2020 menekankan bahwa informasi harga harus akurat, tepat waktu, mudah diakses, dan dapat dipertanggungjawabkan. Prinsip TIMELY (tepat waktu) menjadi kunci karena informasi harga yang terlambat tidak berguna bagi pelaku pasar.
Materi:Penyebarluasan informasi pasar
Soal 8
Ahli Pertama
Kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras di Indonesia saat ini ditetapkan oleh ...
A. Badan Pangan Nasional (Bapanas)
B. Badan Pusat Statistik
C. Komisi Pengawas Persaingan Usaha
D. Perum Bulog secara sepihak
E. Kementerian Keuangan
Jawaban: A
Berdasarkan regulasi terbaru (Peraturan Badan Pangan Nasional), HPP gabah dan beras ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas), bukan lagi secara langsung oleh Kementerian Perdagangan atau Pertanian melalui Permendag/Permentan lama.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 9
Ahli Pertama
Indeks yang digunakan untuk mengukur perubahan harga yang diterima petani (It) dan harga yang dibayar petani (Ib) dalam analisis Nilai Tukar Petani (NTP) adalah ...
A. Indeks Gini
B. Indeks harga yang diterima dan indeks harga yang dibayar
C. Indeks Herfindahl-Hirschman
D. Indeks LQ (Location Quotient)
E. Indeks Harga Konsumen
Jawaban: B
Nilai Tukar Petani (NTP) dihitung sebagai rasio antara indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP mencerminkan daya beli petani. BPS secara rutin merilis NTP setiap bulan.
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 10
Ahli Pertama
Dalam Program Penyediaan Sarana Produksi Pertanian, pupuk bersubsidi diatur berdasarkan Permentan Nomor 01 Tahun 2024 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi. Jenis pupuk yang termasuk dalam kelompok bersubsidi adalah ...
A. Urea, NPK, dan pupuk organik
B. ZA, NPK, dan pupuk hayati
C. Urea, SP-36, dan KCL
D. Pupuk cair, Urea, dan ZA
E. KCL, Urea, dan ZA
Jawaban: A
Permentan 01/2024 menetapkan pupuk bersubsidi terdiri dari Urea, NPK, dan pupuk organik (untuk tanaman tertentu). Pupuk ZA, SP-36, dan NPK formula khusus juga termasuk dalam skema subsidi sesuai alokasi. KCL tidak lagi disubsidi karena dianggap sebagai pupuk non-prioritas.
Materi:Akses informasi dan teknologi, akses kelembagaan keuangan, alat mesin pertanian, sarana produksi
Soal 11
Ahli Pertama
Perjanjian perdagangan bebas ASEAN yang mencakup sektor pertanian dan telah diperluas dengan negara mitra seperti China, Korea, Jepang adalah ...
A. NAFTA (North American Free Trade Agreement)
B. MERCOSUR (Southern Common Market)
C. AFTA (ASEAN Free Trade Area)
D. APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation)
E. CAFTA-DR (Dominican Republic-Central America FTA)
Jawaban: C
AFTA (ASEAN Free Trade Area) adalah perjanjian perdagangan bebas di antara negara-negara ASEAN. Pengembangannya menjadi ACFTA (dengan China), AKFTA (dengan Korea), AJCEP (dengan Jepang). Semua perjanjian ini mencakup komoditas pertanian dengan skema penurunan tarif.
Materi:Pengetahuan tentang organisasi, kerjasama dan perdagangan Internasional
Soal 12
Ahli Pertama
Konsep skala ekonomi (economies of scale) dalam usaha tani terjadi apabila ...
A. harga output turun karena persaingan
B. efisiensi menurun akibat kompleksitas manajemen
C. biaya rata-rata produksi menurun seiring peningkatan output
D. biaya total meningkat lebih cepat dari output
E. produktivitas tenaga kerja menurun
Jawaban: C
Skala ekonomi terjadi ketika peningkatan skala produksi menyebabkan biaya rata-rata jangka panjang menurun[cite: 321]. Dalam pertanian, hal ini bisa dicapai melalui mekanisasi, penggunaan input efisien, dan manajemen yang baik[cite: 322]. Skala ekonomi sering menjadi pertimbangan dalam kebijakan korporasi petani[cite: 323].
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 13
Ahli Pertama
Fungsi utama dari Lembaga Pemasaran seperti Koperasi dalam sistem pemasaran hasil pertanian adalah ...
A. menjual hasil panen dengan harga terendah
B. menggantikan peran pemerintah secara penuh
C. membatasi akses petani ke pasar modern
D. memperpendek saluran pemasaran dan meningkatkan posisi tawar petani
E. memperpanjang rantai pemasaran agar lebih banyak pelaku usaha
Jawaban: D
Koperasi pertanian berperan mengurangi rantai pemasaran, meningkatkan posisi tawar petani, menyediakan akses input dan modal, serta membantu stabilisasi harga. Dengan adanya koperasi, margin pemasaran yang biasanya diambil tengkulak dapat dinikmati petani.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 14
Ahli Pertama
Sistem Informasi Pasar Pertanian Nasional (SIPPN) yang dikelola Kementerian Pertanian bertujuan untuk ...
A. menyediakan informasi harga dan pasokan untuk mengurangi asimetri informasi
B. menetapkan harga maksimum komoditas
C. menggantikan fungsi BPS dalam pengumpulan data
D. memasarkan produk pertanian melalui e-commerce pemerintah
E. menjaga kerahasiaan data harga petani
Jawaban: A
SIPPN merupakan sistem yang menyediakan informasi harga, pasokan, dan kebutuhan komoditas pertanian secara real-time. Tujuannya adalah mengurangi asimetri informasi, membantu petani dalam menentukan waktu dan tempat penjualan, serta mendukung stabilisasi harga.
Materi:Penyebarluasan informasi pasar
Soal 15
Ahli Pertama
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permentan 14/2022 tentang Pengembangan Kawasan Pertanian, kriteria kawasan pertanian yang mendapat prioritas fasilitasi adalah ...
A. kawasan yang hanya mengembangkan satu jenis tanaman
B. kawasan yang jauh dari pusat pertumbuhan
C. kawasan yang belum memiliki akses jalan
D. kawasan yang memiliki kelembagaan petani aktif dan komoditas unggulan
E. kawasan dengan konflik lahan yang belum selesai
Jawaban: D
Permentan 10/2023 menekankan bahwa kawasan pertanian prioritas adalah yang memiliki infrastruktur dasar memadai, komoditas unggulan, dan telah terbentuk kelembagaan petani yang aktif. Hal ini untuk efektivitas alokasi anggaran dan pendampingan.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 16
Ahli Pertama
Alat dan mesin pertanian (alsintan) yang mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui program swasembada pangan biasanya diberikan dengan skema ...
A. pinjaman tanpa bunga dari bank
B. kredit lunak perorangan
C. pengadaan langsung oleh petani tanpa pendampingan
D. hibah kepada kelompok tani
E. sewa dengan opsi beli
Jawaban: D
Bantuan alsintan dari pemerintah diberikan kepada kelompok tani atau gapoktan dengan skema hibah. Istilah baku yang digunakan adalah 'alat dan mesin pertanian' (alsintan).
Materi:Akses informasi dan teknologi, akses kelembagaan keuangan, alat mesin pertanian, sarana produksi
Soal 17
Ahli Pertama
Dampak dari pemberlakuan tarif impor yang tinggi terhadap suatu komoditas pertanian adalah ...
A. meningkatkan harga produk impor dan mendorong produksi lokal
B. menurunkan produksi petani lokal
C. menghilangkan seluruh produk impor
D. meningkatkan volume impor
E. menurunkan harga produk dalam negeri
Jawaban: A
Tarif impor yang tinggi akan meningkatkan harga barang impor di dalam negeri. Hal ini membuat produk dalam negeri lebih kompetitif secara harga, sehingga mendorong peningkatan produksi lokal dan mengurangi ketergantungan impor.
Materi:Pengetahuan tentang organisasi, kerjasama dan perdagangan Internasional
Soal 18
Ahli Pertama
Analisis titik impas (*break-even point*) dalam usaha tani digunakan untuk menentukan ...
A. tingkat produksi minimal agar tidak rugi
B. jumlah tenaga kerja optimal
C. luas lahan maksimum
D. keuntungan maksimum
E. harga jual tertinggi
Jawaban: A
*Break-even point* adalah titik di mana total penerimaan sama dengan total biaya. Penulisan 'usaha tani' harus dipisah dan istilah asing dicetak miring.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 19
Ahli Pertama
Strategi diferensiasi produk dalam pemasaran hasil pertanian bertujuan untuk ...
A. menjual produk dengan harga serendah mungkin
B. memperluas pasar dengan harga diskon
C. meningkatkan volume penjualan tanpa perubahan produk
D. menghilangkan pesaing dari pasar
E. menciptakan nilai tambah dan keunikan produk
Jawaban: E
Diferensiasi produk adalah upaya membuat produk yang berbeda dari pesaing dalam hal kualitas, kemasan, merek, atau atribut lain. Tujuannya agar produk memiliki keunikan sehingga konsumen bersedia membayar harga premium dan perusahaan memiliki keunggulan kompetitif.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 20
Ahli Pertama
Media yang paling efektif untuk menyebarluaskan informasi harga hasil pertanian secara real-time kepada petani di era digital adalah ...
A. papan pengumuman di kantor desa
B. siaran radio lokal
C. spanduk di pasar tradisional
D. koran daerah
E. aplikasi mobile dan platform digital
Jawaban: E
Penggunaan aplikasi berbasis ponsel pintar dan platform digital seperti SIPPN mobile, WhatsApp, atau aplikasi agribisnis memungkinkan informasi harga sampai cepat dan interaktif. Ini lebih efektif daripada media konvensional karena jangkauan luas dan waktu nyata.
Materi:Penyebarluasan informasi pasar
Soal 21
Terampil
Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani mengamanatkan bahwa pemerintah wajib melakukan stabilisasi harga hasil pertanian. Lembaga yang berperan dalam pelaksanaan stabilisasi harga tersebut adalah ...
A. Komisi Nasional Pengendalian Tembakau
B. Badan Urusan Logistik (Bulog)
C. Badan Pusat Statistik (BPS)
D. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU)
E. Kementerian Pertanian
Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 19/2013, Badan Urusan Logistik (Bulog) ditugaskan untuk melakukan stabilisasi harga pangan strategis, termasuk hasil pertanian, melalui operasi pasar dan pengelolaan stok. Opsi lain seperti Kementerian Pertanian lebih ke kebijakan, KPPU terkait persaingan usaha, dan Komisi Pengawas tidak relevan.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 22
Terampil
Konsep elastisitas harga permintaan (price elasticity of demand) dalam ekonomi pertanian mengukur ...
A. Perubahan pendapatan petani akibat perubahan iklim
B. Perubahan jumlah penawaran akibat perubahan teknologi
C. Perubahan biaya produksi akibat perubahan skala usaha
D. Perubahan jumlah yang diminta akibat perubahan harga
E. Perubahan harga akibat perubahan pendapatan konsumen
Jawaban: D
Elastisitas harga permintaan adalah persentase perubahan jumlah yang diminta akibat persentase perubahan harga. Sifat elastis (Ed>1) menunjukkan permintaan sensitif terhadap perubahan harga, yang penting bagi analis pasar hasil pertanian untuk memprediksi respon konsumen.
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 23
Terampil
Dalam analisis usahatani, titik impas (break even point) tercapai ketika ...
A. Keuntungan maksimum tercapai
B. Penerimaan total lebih besar dari biaya total
C. Biaya variabel sama dengan biaya tetap
D. Penerimaan total sama dengan biaya total
E. Harga jual sama dengan biaya variabel rata-rata
Jawaban: D
Break Even Point (BEP) adalah kondisi di mana total penerimaan (TR) sama dengan total biaya (TC). Pada titik ini usahatani tidak untung dan tidak rugi, menjadi acuan penting bagi analis untuk menilai kelayakan finansial suatu komoditas.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 24
Terampil
Fungsi utama dari sistem pemasaran hasil pertanian adalah ...
A. Menurunkan harga di tingkat konsumen
B. Meningkatkan harga di tingkat petani
C. Menyalurkan produk dari produsen ke konsumen
D. Mengurangi jumlah pedagang perantara
E. Mengendalikan produksi petani
Jawaban: C
Sistem pemasaran memiliki tiga fungsi utama: fungsi pertukaran (pembelian dan penjualan), fungsi fisik (penyimpanan, pengolahan, transportasi), dan fungsi fasilitas (standarisasi, pembiayaan, penanggungan risiko). Semua ini bertujuan menyalurkan produk dari produsen ke konsumen secara efisien.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 25
Terampil
Metode pengumpulan data primer yang paling tepat untuk memahami perilaku pembelian konsumen terhadap produk pertanian organik adalah ...
A. Observasi pasif tanpa interaksi
B. Eksperimen laboratorium
C. Studi dokumentasi data sekunder
D. Wawancara mendalam (in-depth interview) tanpa panduan
E. Survei dengan kuesioner terstruktur
Jawaban: E
Survei dengan kuesioner terstruktur memungkinkan pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif dari sampel konsumen yang representatif, sehingga dapat dianalisis preferensi dan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Materi:Metodologi analis pasar hasil pertanian
Soal 26
Terampil
Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/Permentan/OT.140/10/2015 tentang Fasilitasi Pemasaran Hasil Pertanian menekankan pentingnya ...
A. Penggunaan teknologi bioteknologi
B. Pembentukan kelembagaan pemasaran yang kuat
C. Pencetakan lahan pertanian baru
D. Pembatasan impor hasil pertanian
E. Pemberian subsidi pupuk langsung ke petani
Jawaban: B
Permentan 40/2015 mengatur fasilitasi pemasaran melalui pengembangan kelembagaan petani, kemitraan usaha, dan promosi. Pembentukan kelembagaan pemasaran yang kuat menjadi fokus untuk meningkatkan daya saing dan akses pasar.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 27
Terampil
Nilai Tukar Petani (NTP) merupakan indikator yang mencerminkan ...
A. Luas lahan pertanian yang tersedia
B. Jumlah kredit yang disalurkan ke sektor pertanian
C. Produktivitas tenaga kerja sektor pertanian
D. Volume ekspor komoditas pertanian
E. Daya tukar hasil pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi petani
Jawaban: E
NTP adalah rasio antara indeks harga yang diterima petani (It) dengan indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP > 100 menunjukkan petani mengalami surplus atau kesejahteraan meningkat karena harga produk naik relatif lebih tinggi dibanding inflasi konsumsi rumah tangga dan biaya produksi.
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 28
Terampil
Dalam konsep ekonomi produksi pertanian, daerah I (Stage I) pada fungsi produksi menunjukkan ...
A. Produk marginal negatif
B. Produk total menurun
C. Produk marginal lebih kecil dari produk rata-rata
D. Produk marginal meningkat dan lebih besar dari produk rata-rata
E. Produk marginal sama dengan nol
Jawaban: D
Daerah I pada fungsi produksi dengan satu input variabel adalah daerah dengan produk marginal (MP) meningkat dan lebih besar dari produk rata-rata (AP). Ini merupakan tahap produksi yang tidak efisien karena penambahan input masih meningkatkan produktivitas rata-rata. Petani rasional akan berproduksi di daerah II.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 29
Terampil
Margin pemasaran yang tinggi pada komoditas cabai merah sering disebabkan oleh ...
A. Rendahnya biaya transportasi
B. Panjangnya rantai pasok dan banyaknya perantara
C. Kebijakan harga dasar yang efektif
D. Meningkatnya produktivitas petani
E. Ketersediaan informasi harga yang transparan
Jawaban: B
Margin pemasaran yang besar umumnya terjadi karena rantai pasok panjang, banyaknya lembaga pemasaran, dan inefisiensi sistem. [cite: 1325]
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 30
Terampil
Teknik analisis yang digunakan untuk memproyeksikan harga komoditas pertanian berdasarkan data historis adalah ...
A. Analisis regresi cross-section
B. Analisis diskriminan
C. Analisis klaster
D. Analisis faktor
E. Analisis deret waktu (time series)
Jawaban: E
Time series analysis menggunakan data harga historis untuk mengidentifikasi pola tren, musiman, dan siklis guna membuat peramalan harga di masa depan, sangat penting dalam analisis pasar hasil pertanian.
Materi:Metodologi analis pasar hasil pertanian
Soal 31
Terampil
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi, yang dimaksud dengan cadangan pangan pemerintah adalah ...
A. Persediaan pangan yang dikuasai pemerintah untuk stabilisasi harga dan penanganan darurat
B. Persediaan pangan yang diimpor oleh importir swasta
C. Stok pangan yang disimpan oleh setiap rumah tangga petani
D. Cadangan yang dikelola oleh koperasi petani
E. Cadangan pangan yang dimiliki oleh swasta untuk tujuan ekspor
Jawaban: A
PP 17/2015 mendefinisikan cadangan pangan pemerintah sebagai persediaan pangan yang dikuasai dan dikelola oleh pemerintah untuk menjamin ketersediaan pangan, stabilisasi harga, dan penanganan darurat. Pengelolaan dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 32
Terampil
Salah satu indikator makroekonomi yang secara signifikan memengaruhi permintaan hasil pertanian adalah ...
A. Tingkat suku bunga kredit
B. Kurs mata uang asing
C. Jumlah uang beredar
D. Pendapatan per kapita
E. Nilai tukar petani
Jawaban: D
Pendapatan per kapita merupakan penentu utama daya beli konsumen yang memengaruhi permintaan produk pertanian. [cite: 1332]
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 33
Terampil
Dalam usahatani padi, biaya yang dikeluarkan untuk pembelian benih, pupuk, dan pestisida termasuk dalam kategori ...
A. Biaya tetap (fixed cost)
B. Biaya marjinal (marginal cost)
C. Biaya variabel (variable cost)
D. Biaya peluang (opportunity cost)
E. Biaya total (total cost)
Jawaban: C
Biaya variabel adalah biaya yang berubah seiring dengan skala produksi. Benih, pupuk, pestisida, dan tenaga kerja langsung termasuk biaya variabel karena jumlahnya tergantung luas tanam. Biaya tetap seperti pajak lahan, sewa lahan dalam jangka panjang tidak berubah dalam rentang produksi tertentu.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 34
Terampil
Konsep harga pokok penjualan (HPP) dalam pemasaran hasil pertanian sangat penting untuk ...
A. Menentukan harga jual yang kompetitif dan menguntungkan
B. Mengukur tingkat kepuasan konsumen
C. Memperoleh sertifikasi mutu
D. Mengendalikan persediaan barang
E. Menghitung besarnya pajak penjualan
Jawaban: A
HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk hingga siap dijual. Menentukan HPP dengan tepat memungkinkan pelaku usaha menetapkan harga jual yang kompetitif namun tetap memberikan keuntungan yang wajar, sekaligus menghindari kerugian.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 35
Terampil
Dalam metodologi survei pasar, teknik sampling yang memberikan peluang sama bagi setiap anggota populasi untuk terpilih disebut ...
A. Quota sampling
B. Accidental sampling
C. Simple random sampling
D. Purposive sampling
E. Snowball sampling
Jawaban: C
Probability sampling, khususnya simple random sampling, memberikan kesempatan yang sama bagi setiap unit populasi untuk terpilih, sehingga menghasilkan sampel yang representatif dan dapat digeneralisasi. Metode ini sesuai untuk analisis pasar hasil pertanian yang memerlukan validitas statistik.
Materi:Metodologi analis pasar hasil pertanian
Soal 36
Terampil
Peraturan Badan Pangan Nasional (Perbadan) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Harga Acuan Pembelian di Tingkat Produsen dan Harga Acuan Penjualan di Tingkat Konsumen mengatur bahwa ...
A. Harga acuan ditetapkan untuk komoditas pangan strategis guna memberikan kepastian harga di tingkat produsen dan konsumen
B. Harga acuan bersifat rekomendasi tanpa sanksi bagi pelaku usaha
C. Harga acuan tidak memperhitungkan biaya transportasi distribusi
D. Harga acuan hanya ditetapkan untuk komoditas yang ditujukan untuk ekspor
E. Penetapan harga acuan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah
Jawaban: A
Permendag 26/2017 telah digantikan oleh Peraturan Badan Pangan Nasional (seperti Perbadan 11/2022 dan 7/2022) seiring dengan dialihkannya kewenangan pangan strategis ke Bapanas. Harga acuan ini bertujuan memberikan perlindungan harga bagi petani (produsen) dan menjaga daya beli masyarakat (konsumen).
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 37
Terampil
Sistem resi gudang (Warehouse Receipt System) yang diatur dalam UU No. 9/2011 bertujuan untuk ...
A. Mempermudah ekspor hasil pertanian
B. Memberikan akses kredit dengan jaminan komoditas yang disimpan
C. Menyediakan pupuk subsidi bagi petani
D. Menggantikan peran Bulog dalam stabilisasi harga
E. Mewajibkan petani menjual hasil panen ke pemerintah
Jawaban: B
Undang-Undang Sistem Resi Gudang memberikan skema pembiayaan bagi petani dengan menjadikan komoditas yang disimpan di gudang sebagai jaminan kredit. Petani dapat memperoleh modal tanpa harus menjual produk saat harga rendah, sehingga meningkatkan daya tawar dan stabilitas harga.
Materi:Kebijakan terkait Analis Pasar Hasil Pertanian
Soal 38
Terampil
Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian Indonesia pada tahun 2023 mengalami pertumbuhan positif didorong oleh ...
A. Penurunan harga komoditas ekspor
B. Kebijakan moratorium impor semua komoditas
C. Peningkatan produksi perkebunan dan hortikultura
D. Impor beras yang melonjak tajam
E. Penurunan luas panen padi
Jawaban: C
Berdasarkan data BPS, pertumbuhan PDB pertanian didorong oleh peningkatan produksi komoditas perkebunan (kelapa sawit, karet) dan hortikultura yang ekspornya meningkat serta program optimalisasi lahan. Sektor tanaman pangan juga berkontribusi stabil.
Materi:Pengetahuan umum tentang pertanian dan ekonomi pertanian
Soal 39
Terampil
Dalam analisis kelayakan usahatani, kriteria Net Present Value (NPV) yang positif menunjukkan bahwa ...
A. Tingkat pengembalian internal lebih rendah dari suku bunga
B. Lama pengembalian modal tidak terdefinisi
C. Usahatani mengalami kerugian
D. Biaya investasi lebih besar dari manfaat
E. Usahatani layak secara finansial
Jawaban: E
NPV positif berarti nilai sekarang dari arus kas masuk lebih besar dari nilai sekarang arus kas keluar (investasi), sehingga usahatani layak secara finansial. NPV > 0 mengindikasikan proyek memberikan keuntungan di atas tingkat diskonto yang digunakan.
Materi:Ekonomi pertanian aspek produksi atau usahatani
Soal 40
Terampil
Strategi diferensiasi produk dalam pemasaran hasil pertanian bertujuan untuk ...
A. Meningkatkan volume produksi tanpa memperhatikan mutu
B. Memperluas saluran distribusi secara massal
C. Menurunkan biaya produksi melalui skala ekonomi
D. Menciptakan keunikan produk sehingga konsumen bersedia membayar lebih
E. Mengurangi risiko fluktuasi harga
Jawaban: D
Diferensiasi produk menciptakan nilai unik (misalnya organik, kemasan menarik, sertifikasi) yang membedakan dari pesaing. Tujuannya agar konsumen bersedia membayar harga premium karena persepsi kualitas atau keunikan yang lebih tinggi.
Materi:Ekonomi pertanian aspek pasar dan pemasaran
Soal 41
Ahli Pertama Premium
Kebijakan yang diterapkan pemerintah untuk mengatasi lonjakan harga komoditas pertanian pada saat menjelang hari besar keagamaan adalah melalui ...
Dalam rangka meningkatkan akses petani terhadap permodalan, pemerintah melaksanakan program Laku Pandai (Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif) yang diatur oleh ...
Organisasi internasional yang menyediakan bantuan teknis dan pendanaan untuk proyek-proyek pertanian di negara berkembang, termasuk Indonesia, adalah ...
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 9 Tahun 2024 tentang Standar Mutu dan Keamanan Hasil Pertanian, sertifikasi yang wajib dimiliki oleh produk pertanian yang akan diekspor ke Uni Eropa adalah ...
A. Sertifikat GAP (Good Agricultural Practices) dan Phytosanitary
Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) diatur dalam Permentan Nomor 40 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Permentan 15/2022. Premi AUTP dibayar oleh ...
Perjanjian yang mengatur tentang penerapan tarif preferensi bagi negara berkembang dalam perdagangan internasional, termasuk untuk komoditas pertanian, adalah ...
A. SPS (Sanitary and Phytosanitary Measures)
B. GSP (Generalized System of Preferences)
C. TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights)
Dalam analisis usaha tani, metode yang digunakan untuk mengukur efisiensi teknis dengan membandingkan output aktual dengan output maksimum melalui pendekatan non-parametrik adalah ...
Platform digital yang dikembangkan oleh Kementerian Pertanian untuk menyediakan informasi harga, ketersediaan, dan rekomendasi pemasaran komoditas pertanian adalah ...
A. e-Purchasing LKPP
B. SIAP (Sistem Informasi Agribisnis Pangan)
C. Marketplace Pangan
D. Aplikasi iTani
E. SIPPN (Sistem Informasi Pasar Pertanian Nasional)
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2023 tentang Perubahan atas Perpres 117/2022 tentang Kebijakan Pangan, komoditas yang menjadi fokus utama dalam pencapaian swasembada pangan strategis adalah ...
A. cabai, bawang merah, dan bawang putih
B. kopi, kakao, dan kelapa sawit
C. ubi kayu, ubi jalar, dan sagu
D. buah-buahan tropis
E. beras, jagung, kedelai, tebu, daging sapi/kerbau
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13/Permentan/HK.140/1/2018 tentang Sistem Informasi Pangan dan Sumber Daya Pertanian, data yang wajib dilaporkan oleh pelaku usaha dalam rangka penyediaan informasi harga adalah ...
Dalam konsep kesejahteraan petani, Nilai Tukar Petani (NTP) subsektor hortikultura akan mengalami penurunan jika terjadi kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib). Faktor manakah yang secara langsung menyebabkan kenaikan Ib tersebut?
A. Kenaikan harga beras di pasar yang menguntungkan petani tanaman pangan
B. Penurunan harga pupuk urea bersubsidi di tingkat pengecer resmi
C. Meningkatnya harga cabai di tingkat konsumen sehingga pedagang untung
D. Turunnya harga bawang merah di tingkat petani akibat terjadinya panen raya
E. Kenaikan harga sarana produksi seperti pupuk, pestisida, dan bibit non-subsidi
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2023 tentang Registrasi Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), setiap pelaku usaha wajib menjamin produknya memenuhi standar keamanan pangan yang dibuktikan dengan ...
A. Penggunaan pupuk organik secara eksklusif pada seluruh lahan
B. Pemenuhan Batas Maksimum Residu (BMR) pestisida dan cemaran logam berat sesuai standar
C. Mendaftarkan seluruh produk ke Kementerian Pertanian melalui dinas terkait
D. Memperoleh sertifikasi halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
E. Melakukan penjualan produk hanya melalui sistem lelang komoditas elektronik
Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 6 Tahun 2023 tentang Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Harga Gabah dan Beras, penetapan HPP dilakukan oleh ...
A. Asosiasi petani padi melalui musyawarah nasional tahunan
B. Kepala Badan Pangan Nasional setelah berkoordinasi dengan instansi terkait
C. Gubernur atau Pemerintah Daerah secara mandiri setiap bulan
D. Menteri Pertanian khusus pada saat memasuki puncak panen raya
E. Presiden dengan masa berlaku tetap selama lima tahun anggaran
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, penyelenggaraan ketahanan pangan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat. Salah satu instrumen yang diamanatkan adalah ...
Dasar Hukum dan Regulasi Jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian
Informasi mengenai jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 23 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 6 Tahun 2012 tentang Jabatan Fungsional Analis Pasar Hasil Pertanian dan Angka Kreditnya (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013 Nomor 873)
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Tips Lulus SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Pasar Hasil Pertanian, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian
SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Analis Pasar Hasil Pertanian tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.