Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Epidemiolog Kesehatan Ahli Pertama
Komunikasi Efektif
Komunikasi Interpersonal
Advokasi
Pengorganisasian kegiatan epidemiologi
Manajerial Epidemiologi
Surveilans Epidemiologi
Manajemen Data Epidemiologi
Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB/wabah
Pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini penyakit dan masalah kesehatan
Kajian Epidemiologi
Kewaspadaan Dini KLB
Epidemiolog Kesehatan Terampil
Komunikasi Efektif
Team Work
Organisasi
Etika kerja
Perundang-undangan
Surveilans Epidemiologi
Pelaksanaan Sistem Kewaspadaan Dini KLB
Penyelidikan Epidemiologi dan Penanggulangan KLB
Manajemen Data
Simulasi Tryout SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Epidemiolog Kesehatan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan.
Soal 1
Kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit dan masalah kesehatan serta kondisi yang mempengaruhi terjadinya peningkatan dan penularan penyakit disebut...
A. Investigasi Lapangan
B. Monitoring Kesehatan
C. Penyelidikan Epidemiologi
D. Surveilans Epidemiologi
E. Kajian Epidemiologi
Jawaban: D
Berdasarkan Permenkes Nomor 45 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Surveilans Kesehatan, Surveilans Kesehatan adalah kegiatan analisis secara sistematis dan terus menerus terhadap penyakit dan masalah kesehatan.
Soal 2
Dalam komunikasi efektif, unsur yang berupa tanggapan atau respons dari penerima pesan kepada pengirim pesan disebut sebagai...
A. Feedback
B. Encoding
C. Channel
D. Message
E. Receiver
Jawaban: A
Feedback (umpan balik) adalah elemen penting dalam komunikasi efektif yang memastikan pesan telah diterima dan dipahami dengan benar oleh komunikan.
Soal 3
Suatu daerah dinyatakan mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB) jika terjadi peningkatan kejadian kesakitan dua kali lipat atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya. Kriteria ini merujuk pada...
A. UU Nomor 17 Tahun 2023
B. PP Nomor 40 Tahun 1991
C. Permenkes Nomor 2 Tahun 2023
D. Permenkes Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010
E. Kepmenkes Nomor 1116 Tahun 2003
Jawaban: D
Permenkes Nomor 1501/MENKES/PER/X/2010 mengatur tentang jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan tata cara penanggulangannya, termasuk kriteria KLB (rata-rata per bulan dalam satu tahun menunjukkan kenaikan dua kali lipat).
Soal 4
Strategi komunikasi yang dilakukan untuk mendapatkan dukungan dari para pengambil keputusan terhadap suatu kebijakan kesehatan disebut...
A. Bina Suasana
B. Kemitraan
C. Advokasi
D. Promosi Kesehatan
E. Pemberdayaan Masyarakat
Jawaban: C
Advokasi adalah usaha untuk mempengaruhi para penentu kebijakan (stakeholders) agar memberikan dukungan berupa kebijakan, regulasi, atau sumber daya terhadap program kesehatan.
Soal 5
Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) di Indonesia mewajibkan laporan mingguan dikirimkan paling lambat pada hari...
A. Jumat
B. Kamis
C. Rabu
D. Selasa
E. Senin
Jawaban: D
Dalam pedoman SKDR, laporan mingguan (minggu epidemiologi) harus dikirimkan paling lambat hari Selasa pukul 23.59 pada minggu berikutnya.
Soal 6
Tahapan pertama yang harus dilakukan dalam manajemen data epidemiologi setelah data terkumpul adalah...
A. Entry Data
B. Transformasi Data
C. Cleaning Data
D. Visualisasi Data
E. Analisis Data
Jawaban: C
Cleaning data (pembersihan data) bertujuan untuk mengecek konsistensi, kelengkapan, dan kebenaran data sebelum dilakukan analisis.
Soal 7
Studi epidemiologi deskriptif bertujuan untuk menggambarkan distribusi penyakit berdasarkan tiga variabel utama, yaitu...
A. Populasi, Sampel, Parameter
B. Orang, Tempat, Waktu
C. Agen, Host, Environment
D. Insidens, Prevalens, Attack Rate
E. Sebab, Akibat, Solusi
Jawaban: B
Epidemiologi deskriptif memfokuskan pada variabel Person (Orang), Place (Tempat), dan Time (Waktu) untuk memahami sebaran masalah kesehatan.
Soal 8
Kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) merupakan salah satu bentuk keterlibatan masyarakat dalam...
A. Penyusunan Anggaran Desa
B. Pengadaan Obat Puskesmas
C. Audit Medik
D. Evaluasi kinerja tenaga kesehatan
E. Deteksi dini masalah kesehatan secara mandiri
Jawaban: E
SMD adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan, dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader setempat untuk menumbuhkan kesadaran diri.
Soal 9
Dalam pengorganisasian kegiatan epidemiologi di Puskesmas, pembentukan Tim Gerak Cepat (TGC) bertujuan untuk...
A. Melakukan investigasi dan penanggulangan awal KLB secara cepat
B. Melakukan penyuluhan rutin bulanan
C. Membantu administrasi keuangan
D. Melayani pasien di Unit Gawat Darurat
E. Mengelola data kepegawaian
Jawaban: A
Tim Gerak Cepat (TGC) adalah tim lintas profesi yang bertugas melakukan deteksi dini dan respon cepat terhadap sinyal KLB di wilayah kerja.
Soal 10
Prinsip manajerial epidemiologi yang berkaitan dengan evaluasi pencapaian target program melalui indikator yang telah ditetapkan disebut...
A. Budgeting
B. Organizing
C. Planning
D. Actuating
E. Controlling (Monitoring & Evaluasi)
Jawaban: E
Controlling atau pengawasan dan evaluasi diperlukan untuk memastikan program berjalan sesuai rencana dan mencapai target epidemiologis yang diinginkan.
Soal 11
Keterampilan mendengarkan aktif dan menunjukkan empati saat melakukan wawancara kepada keluarga penderita penyakit menular termasuk dalam...
A. Komunikasi Massa
B. Komunikasi Organisasi
C. Komunikasi Intrapersonal
D. Komunikasi Interpersonal
E. Komunikasi Terapeutik
Jawaban: D
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antar individu yang memerlukan keterampilan mendengar dan empati untuk membangun kepercayaan.
Soal 12
Surveilans yang dilakukan dengan cara mendatangi unit pelayanan kesehatan atau masyarakat untuk mencari kasus secara aktif disebut...
A. Surveilans Sentinel
B. Surveilans Terpadu
C. Surveilans Khusus
D. Surveilans Pasif
E. Surveilans Aktif
Jawaban: E
Surveilans aktif melibatkan petugas yang proaktif mencari data kasus di lapangan, berbeda dengan pasif yang hanya menunggu laporan dari fasilitas kesehatan.
Soal 13
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991, penetapan daerah wabah dilakukan oleh...
A. Kepala Puskesmas
B. Gubernur
C. Menteri Kesehatan
D. Bupati/Walikota
E. Kepala Dinas Kesehatan
Jawaban: C
Pasal 4 PP No. 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular menyatakan bahwa penetapan daerah wabah dilakukan oleh Menteri Kesehatan.
Soal 14
Penampilan data epidemiologi dalam bentuk peta untuk melihat distribusi kasus secara geografis merupakan teknik...
A. Grafik Histogram
B. Diagram Lingkar
C. Mapping (Pemetaan)
D. Analisis Statistik Inferensial
E. Tabulasi
Jawaban: C
Pemetaan (GIS/Mapping) sangat krusial dalam manajemen data epidemiologi untuk mengidentifikasi 'hotspot' atau area berisiko tinggi. [cite: 800]
Soal 15
Tahapan dalam advokasi di mana kita menyusun pesan yang relevan dan menentukan sasaran tokoh yang berpengaruh disebut...
A. Evaluasi
B. Mobilisasi Massa
C. Persiapan dan Perencanaan
D. Pelaksanaan Tindakan
E. Monitoring
Jawaban: C
Persiapan dan perencanaan mencakup identifikasi sasaran, pengembangan argumen/pesan, dan pemilihan media advokasi.
Soal 16
Analisis yang dilakukan untuk mengidentifikasi adanya penyimpangan dari tren normal data mingguan dalam SKDR disebut...
A. Analisis Multivariat
B. Analisis Korelasi
C. Analisis Deskriptif Kasus
D. Analisis Regresi
E. Analisis Sinyal (Alert)
Jawaban: E
SKDR menghasilkan sinyal (alert) secara otomatis jika jumlah kasus melebihi nilai ambang batas (threshold) yang telah ditentukan.
Soal 17
Dalam investigasi KLB, langkah yang dilakukan segera setelah diagnosis dipastikan dan adanya KLB dikonfirmasi adalah...
A. Membuat Laporan Akhir
B. Menghentikan Semua Kegiatan Ekonomi
C. Menyusun Definisi Kasus
D. Melakukan Analisis Data Multivariat
E. Melakukan Vaksinasi Massal
Jawaban: C
Setelah konfirmasi KLB, langkah kritis selanjutnya adalah menyusun definisi kasus (standard case definition) untuk pencarian kasus secara sistematis.
Soal 18
Metode studi epidemiologi yang membandingkan kelompok orang yang sakit dengan kelompok orang yang tidak sakit untuk mencari faktor risiko di masa lalu adalah...
A. Studi Kohort
B. Studi Case-Control
C. Eksperimen Murni
D. Studi Cross-sectional
E. Studi Ekologi
Jawaban: B
Studi Case-Control bersifat retrospektif, mencari hubungan antara efek (sakit) dengan paparan (faktor risiko) yang terjadi sebelumnya.
Soal 19
Hambatan komunikasi yang terjadi karena adanya perbedaan persepsi atau penggunaan istilah medis yang terlalu teknis bagi masyarakat awam disebut...
A. Hambatan Lingkungan
B. Hambatan Psikologis
C. Hambatan Mekanik
D. Hambatan Fisik
E. Hambatan Semantik
Jawaban: E
Hambatan semantik berkaitan dengan bahasa, simbol, atau istilah yang tidak dipahami dengan cara yang sama oleh pengirim dan penerima pesan.
Soal 20
Manajerial epidemiologi dalam siklus manajemen Puskesmas tercermin dalam dokumen P1 yang merupakan...
A. Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian
B. Perencanaan (Planning)
C. Penggerakan Pelaksanaan
D. Laporan Keuangan
E. Pelaksanaan Kegiatan
Jawaban: B
P1 adalah Perencanaan, P2 adalah Penggerakan Pelaksanaan (Lokmin), dan P3 adalah Pengawasan, Pengendalian, dan Penilaian.
Soal 21
Manakah dari berikut ini yang merupakan tujuan utama dari penyelenggaraan Surveilans Kesehatan menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 45 Tahun 2014?
A. Tersedianya informasi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risiko sebagai dasar pengambilan keputusan.
B. Menyusun kurikulum pendidikan bagi tenaga epidemiolog.
C. Hanya untuk mengumpulkan data kesakitan di Puskesmas.
D. Memberikan sanksi kepada daerah yang tidak melaporkan kasus penyakit tepat waktu.
E. Menghitung jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk pengobatan pasien.
Jawaban: A
Berdasarkan PMK No. 45 Tahun 2014 Pasal 3, tujuan Surveilans Kesehatan adalah tersedianya informasi epidemiologi tentang situasi, kecenderungan penyakit, dan faktor risiko secara sistematis untuk pengambilan keputusan dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, serta kewaspadaan dini.
Soal 22
Dalam komunikasi efektif antar tenaga kesehatan, metode SBAR sering digunakan saat melakukan pelaporan. Apa kepanjangan dari 'R' dalam metode tersebut?
A. Reaction
B. Reasoning
C. Recommendation
D. Reference
E. Regulation
Jawaban: C
Metode SBAR terdiri dari Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. 'R' (Recommendation) berisi saran atau solusi yang diajukan untuk menangani masalah yang dilaporkan.
Soal 23
Suatu daerah dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa) jika terjadi peningkatan kejadian kesakitan terus menerus selama 3 kurun waktu berturut-turut. Dasar hukum kriteria KLB di Indonesia adalah...
A. PMK No. 45 Tahun 2014
B. PP No. 40 Tahun 1991
C. PMK No. 1501 Tahun 2010
D. UU No. 4 Tahun 1984
E. UU No. 17 Tahun 2023
Jawaban: C
Kriteria operasional KLB diatur secara rinci dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 1501 Tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangannya.
Soal 24
Langkah pertama yang harus dilakukan dalam penyelidikan epidemiologi (PE) saat menerima laporan dugaan KLB adalah...
A. Menghitung nilai Attack Rate.
B. Memastikan/konfirmasi diagnosis penyakit secara klinis dan laboratoris.
C. Membentuk tim penanggulangan bencana.
D. Melakukan wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat.
E. Menyusun laporan akhir untuk dikirim ke Dinas Kesehatan Provinsi.
Jawaban: B
Dalam prosedur standar penyelidikan epidemiologi, langkah awal adalah melakukan konfirmasi diagnosis untuk memastikan bahwa kasus yang dilaporkan benar-benar penyakit yang dicurigai sebelum menetapkan adanya KLB.
Soal 25
Dalam manajemen data epidemiologi, proses untuk memeriksa kembali data yang masuk guna memastikan tidak ada data ganda (duplicate) disebut dengan...
A. Data Cleaning
B. Data Entry
C. Data Mining
D. Data Coding
E. Data Storage
Jawaban: A
Data Cleaning atau pembersihan data adalah proses mendeteksi dan mengoreksi (atau menghapus) catatan yang tidak akurat, tidak lengkap, atau tidak relevan dari database, termasuk menghapus duplikasi data.
Soal 26
Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) terhadap KLB di Indonesia diimplementasikan melalui laporan mingguan yang dikirim oleh unit pelayanan kesehatan. Laporan ini dikenal dengan istilah...
A. SITB
B. Simpus
C. SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons)
D. STP (Surveilans Terpadu Penyakit)
E. LB1
Jawaban: C
SKDR (Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons) atau EWARS adalah sistem yang digunakan untuk memantau tren penyakit menular potensial KLB secara mingguan agar respons cepat dapat dilakukan jika muncul sinyal/alert.
Soal 27
Prinsip etika kerja yang mengharuskan seorang epidemiolog menjaga kerahasiaan identitas pasien dalam pengumpulan data surveilans disebut...
A. Autonomy
B. Beneficence
C. Non-maleficence
D. Justice
E. Confidentiality
Jawaban: E
Confidentiality atau kerahasiaan adalah prinsip etika medis dan kesehatan masyarakat untuk melindungi data pribadi dan identitas individu agar tidak disalahgunakan atau diketahui pihak yang tidak berwenang.
Soal 28
Dalam sebuah tim kerja (Team Work), kemampuan untuk saling mempercayai dan mendukung antar anggota tim demi tercapainya target eliminasi penyakit disebut...
A. Kohesi tim
B. Otoriterisme
C. Individuasi
D. Fragmentasi
E. Hierarki
Jawaban: A
Kohesi tim adalah ikatan yang menyatukan anggota tim sehingga mereka termotivasi untuk tetap berada dalam tim dan bekerja sama mencapai tujuan bersama.
Soal 29
Berdasarkan hierarki organisasi di Dinas Kesehatan, jabatan Epidemiolog Kesehatan masuk dalam kategori jabatan...
A. Struktural
B. Administrasi
C. Fungsional
D. Politis
E. Eksekutif
Jawaban: C
Epidemiolog Kesehatan adalah Jabatan Fungsional (JF) sebagaimana diatur dalam Permen PANRB yang mengatur tentang Jabatan Fungsional Epidemiolog Kesehatan.
Soal 30
Kegiatan surveilans yang dilakukan dengan cara petugas mendatangi langsung unit pelayanan kesehatan atau masyarakat untuk mencari kasus tambahan disebut surveilans...
A. Pasif
B. Rutin
C. Aktif
D. Khusus
E. Sentinel
Jawaban: C
Surveilans aktif adalah kegiatan surveilans di mana petugas secara rutin mendatangi sumber data (seperti RS, Puskesmas, atau masyarakat) untuk mencari kasus baru/tambahan, bukan menunggu laporan masuk.
Soal 31
Penyakit menular yang wajib dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam karena berpotensi wabah adalah, KECUALI...
A. Demam Berdarah Dengue
B. Pes
C. Antraks
D. Kolera
E. Tetanus Neonatorum
Jawaban: E
Berdasarkan PMK No. 1501 Tahun 2010, penyakit potensial wabah seperti Kolera, Pes, dan Antraks wajib dilaporkan segera (24 jam). Tetanus Neonatorum dipantau dalam surveilans rutin namun bukan kategori wabah yang memerlukan laporan 24 jam seperti penyakit menular akut lainnya.
Soal 32
Dalam manajemen data, format file CSV sering digunakan untuk pertukaran data antar sistem. CSV merupakan singkatan dari...
A. Common Screen View
B. Central Serial Value
C. Code Standard Variable
D. Computed System Version
E. Comma Separated Values
Jawaban: E
CSV (Comma Separated Values) adalah format teks sederhana di mana data dipisahkan oleh tanda koma, mempermudah impor/ekspor data antar aplikasi database atau spreadsheet.
Soal 33
Salah satu bentuk hambatan dalam komunikasi efektif saat melakukan edukasi masyarakat mengenai vaksinasi adalah penggunaan istilah medis yang terlalu rumit. Hambatan ini disebut...
A. Hambatan Semantik
B. Hambatan Mekanik
C. Hambatan Fisik
D. Hambatan Lingkungan
E. Hambatan Psikologis
Jawaban: A
Hambatan semantik terjadi karena perbedaan pemaknaan bahasa atau penggunaan jargon/istilah teknis yang tidak dipahami oleh komunikan (penerima pesan).
Soal 34
Sesuai UU No. 17 Tahun 2023, pemerintah pusat dan daerah bertanggung jawab dalam penanggulangan kejadian luar biasa dan wabah. Upaya ini meliputi...
A. Hanya pemberian obat gratis.
B. Penutupan seluruh akses transportasi secara permanen.
C. Pemberian bantuan tunai langsung kepada seluruh penduduk.
D. Peniadaan sistem laporan mingguan.
E. Surveilans, penemuan kasus, pengobatan, dan pencegahan.
Jawaban: E
UU No. 17 Tahun 2023 (Undang-Undang Kesehatan) menegaskan bahwa penanggulangan wabah meliputi surveilans, deteksi dini, penemuan kasus, manajemen klinis, pencegahan dan pengendalian, serta komunikasi risiko.
Soal 35
Dalam sebuah organisasi kesehatan, koordinasi antara unit surveilans dan unit laboratorium sangat penting. Hubungan kerja ini bersifat...
A. Vertikal
B. Komando
C. Independen sepenuhnya
D. Horizontal/Lateral
E. Satu arah
Jawaban: D
Hubungan lateral atau horizontal adalah koordinasi antar departemen atau unit yang berada pada level hierarki yang setara dalam suatu organisasi untuk mencapai sinergi kerja.
Soal 36
Seorang epidemiolog menolak menerima suap dari perusahaan farmasi untuk memanipulasi data hasil surveilans efektivitas obat. Tindakan ini mencerminkan etika...
A. Inovasi
B. Kerja keras
C. Integritas
D. Kedisiplinan
E. Loyalitas
Jawaban: C
Integritas adalah bertindak konsisten sesuai dengan nilai, norma, dan etika organisasi, termasuk menolak segala bentuk gratifikasi atau suap yang dapat merusak objektivitas kerja.
Soal 37
Indikator SKDR yang menunjukkan kecepatan respons terhadap adanya sinyal (alert) KLB adalah respons yang dilakukan dalam waktu...
A. 1 minggu
B. < 24 jam
C. < 12 jam
D. < 48 jam
E. 1 bulan
Jawaban: B
Dalam sistem SKDR, setiap alert yang muncul harus diverifikasi dan direspons oleh petugas dalam waktu kurang dari 24 jam untuk mencegah perluasan penularan.
Soal 38
Rumus untuk menghitung Case Fatality Rate (CFR) pada suatu KLB adalah...
A. (Jumlah kematian / Jumlah seluruh kasus penyakit tersebut) x 100
B. (Jumlah penderita yang sembuh / Jumlah kasus) x 100
C. (Jumlah kematian / Jumlah seluruh penduduk) x 1000
D. (Jumlah kasus baru / Jumlah penduduk berisiko) x 100
E. (Jumlah kasus pada kelompok umur tertentu / Jumlah kematian) x 100
Jawaban: A
Case Fatality Rate (CFR) adalah persentase angka kematian dari seluruh jumlah kasus penyakit tertentu pada periode waktu tertentu. Rumus: (Mati / Total Kasus) x 100%.
Soal 39
Saat melakukan penyelidikan epidemiologi, pengolahan data berdasarkan variabel 'orang' meliputi karakteristik...
A. Jenis kuman penyebab.
B. Umur, jenis kelamin, dan status imunisasi.
C. Tanggal mulai sakit (onset).
D. Suhu ruangan dan kelembapan.
E. Nama desa dan kecamatan.
Jawaban: B
Variabel epidemiologi terdiri dari Person (Orang), Place (Tempat), dan Time (Waktu). Karakteristik 'Orang' mencakup identitas individu seperti umur, jenis kelamin, pekerjaan, dan riwayat kesehatan/imunisasi.
Soal 40
Apa yang dimaksud dengan 'Zero Reporting' dalam sistem surveilans?
A. Tidak ada data yang dilaporkan sama sekali.
B. Sistem laporan yang sudah tidak berlaku lagi.
C. Laporan yang menunjukkan tingkat kematian nol.
D. Tetap melaporkan angka '0' meskipun tidak ditemukan kasus pada periode laporan.
E. Menghapus laporan yang dianggap salah.
Jawaban: D
Zero Reporting adalah kewajiban melaporkan kondisi tidak adanya kasus (angka nol) untuk memastikan bahwa unit tersebut aktif memantau dan tidak sekadar lupa mengirim laporan.
Soal 41
Premium
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, penyelenggaraan surveilans kesehatan bertujuan untuk pencegahan dan pengendalian penyakit serta...
A. Peningkatan Kewaspadaan Dini terhadap KLB dan Wabah
Dalam manajemen data, proses validasi data epidemiologi dilakukan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan memiliki kualitas tinggi, yang diukur dari...
A. Akurasi, Presisi, Kelengkapan, dan Ketepatan Waktu
Media advokasi yang paling efektif untuk menyajikan data epidemiologi kepada pimpinan daerah dalam waktu singkat guna mendapatkan kebijakan mendesak adalah...
Penelitian epidemiologi yang dilakukan dengan mengamati sekelompok individu berdasarkan paparan tertentu dan diikuti selama periode waktu ke depan disebut...
Seorang Epidemiolog sedang mempresentasikan data KLB kepada pimpinan. Pimpinan tersebut memberikan umpan balik (feedback) yang konstruktif. Dalam proses komunikasi, umpan balik berfungsi untuk...
A. Mengurangi beban kerja epidemiolog.
B. Memperpanjang durasi presentasi.
C. Mengalihkan perhatian dari topik utama.
D. Memastikan pesan telah diterima dan dipahami dengan benar.
E. Menunjukkan dominasi pimpinan dalam organisasi.
Pada tahap pembentukan tim (Team Development) menurut teori Tuckman, tahap di mana anggota tim mulai muncul konflik dan perbedaan pendapat disebut tahap...
Berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, data dan informasi kesehatan yang bersifat pribadi merupakan rahasia yang tidak boleh dibuka, KECUALI untuk kepentingan...
A. Bahan gosip antar rekan kerja di kantin.
B. Promosi jabatan struktural.
C. Kepentingan hukum, kesehatan masyarakat, dan atas persetujuan yang bersangkutan.
Berdasarkan PMK No. 45 Tahun 2014, unit surveilans yang melakukan analisis data dari tingkat Kabupaten/Provinsi disebut surveilans berjenjang. Atribut surveilans yang mengukur kemampuan sistem untuk mendeteksi kasus sebenarnya di masyarakat disebut...
Berapakah nilai ambang batas (Threshold) minimum untuk menyatakan KLB pada penyakit yang sebelumnya tidak pernah ada di suatu wilayah (misal: Ebola di Indonesia)?
Dalam penyelidikan KLB leptospirosis, petugas epidemiologi mengambil sampel urin tikus dan air genangan. Kegiatan ini termasuk dalam bagian penyelidikan faktor risiko...
Berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, beberapa undang-undang lama dinyatakan dicabut dan tidak berlaku lagi. Undang-undang yang termasuk dalam kategori tersebut adalah...
A. UU No. 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular
B. UU No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit
C. UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Epidemiolog Kesehatan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan
SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Epidemiolog Kesehatan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.