Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Asisten Penata Kadastral, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Asisten Penata Kadastral
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA)
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah
Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021 tentang Hak Pengelolaan, Hak atas Tanah, Satuan Rumah Susun, dan Pendaftaran Tanah
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)
Transformasi Digital: Layanan Pertanahan Elektronik dan Sertifikat Elektronik
Etika Profesi Surveyor Kadastral dan Integritas dalam Pelayanan Publik
Teknis Pengukuran Bidang Tanah: Metode Terestris, Fotogrametri, dan Penginderaan Jauh
Pengoperasian Alat Ukur: Total Station, Theodolite, dan GNSS/GPS Geodetik
Konsep Dasar Geodesi: Referensi Geospesial, Elipsoid, dan Datum Geodetik Nasional
Sistem Koordinasi dan Proyeksi Peta: Universal Transverse Mercator (UTM) dan TM-3 Derajat
Pemetaan Kadastral: Pembuatan Gambar Ukur (GU) dan Surat Ukur (SU)
Manajemen Basis Data Spasial: Sistem Informasi Geografis (SIG/GIS) Pertanahan
Teori Kesalahan dalam Pengukuran (Error Theory): Kesalahan Sistematik, Acak, dan Blunder
Teori Kuadrat Terkecil (Least Squares Adjustment) untuk perataan jaring kontrol pemetaan
Prinsip Fotogrametri dan LiDAR dalam pemetaan bidang tanah skala besar
Ketentuan Teknis Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL)
Identifikasi Hak atas Tanah: Hak Milik, HGU, HGB, Hak Pakai, dan Hak Pengelolaan
Penanganan Sengketa Batas dan Prosedur Rekonstruksi Batas Tanah
Konsep Kadaster Multiguna (Multipurpose Cadastre) dalam administrasi pertanahan modern
Simulasi Tryout SKB CPNS Asisten Penata Kadastral
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Asisten Penata Kadastral.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Asisten Penata Kadastral
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 (UUPA), apa asas yang menyatakan bahwa semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial?
A. Asas Domein Verklaring
B. Asas Kepastian Hukum
C. Asas Fungsi Sosial
D. Asas Pemisahan Horizontal
E. Asas Nasionalitas
Jawaban: C
Pasal 6 UUPA menegaskan bahwa 'Semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial', yang berarti kepentingan masyarakat harus didahulukan tanpa mengabaikan kepentingan individu.
Soal 2
Menurut PP No. 24 Tahun 1997, apa tujuan utama dari pendaftaran tanah di Indonesia?
A. Menambah pendapatan negara melalui pajak bumi dan bangunan
B. Memudahkan pemerintah dalam melakukan penggusuran
C. Memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak
D. Menghapus hak-hak adat atas tanah
E. Meningkatkan harga jual tanah di pasaran
Jawaban: C
Tujuan pendaftaran tanah menurut Pasal 3 PP No. 24 Tahun 1997 adalah memberikan kepastian hukum, menyediakan informasi bagi pihak berkepentingan, dan terselenggaranya tertib administrasi pertanahan.
Soal 3
Dalam struktur organisasi Kementerian ATR/BPN, direktorat jenderal yang membidangi urusan pengukuran dan pemetaan dasar serta kadastral adalah...
A. Direktorat Jenderal Tata Ruang
B. Direktorat Jenderal Penetapan Hak dan Pendaftaran
C. Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan
D. Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang
E. Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang
Jawaban: D
Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang bertanggung jawab atas perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang survei, pengukuran, dan pemetaan.
Soal 4
Transformasi digital di BPN memperkenalkan Sertipikat Elektronik. Apa dasar hukum utama pemberlakuan sertipikat elektronik di Indonesia?
A. Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN No. 1 Tahun 2021
B. PMNA No. 3 Tahun 1997
C. UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE
D. Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2018
E. PP No. 18 Tahun 2021
Jawaban: A
Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 1 Tahun 2021 tentang Sertipikat Elektronik merupakan regulasi teknis utama yang mengatur pendaftaran tanah secara elektronik.
Soal 5
Seorang Surveyor Kadastral harus menjaga integritas. Tindakan yang paling tepat jika ditawari imbalan oleh pemohon untuk mempercepat pengukuran adalah...
A. Menerimanya karena itu uang terima kasih
B. Menolak dengan tegas sesuai kode etik profesi
C. Menerima dan membagi dengan anggota tim
D. Meminta pemohon untuk menyumbangkannya ke kantor
E. Menerima jika tidak ada yang melihat
Jawaban: B
Integritas dan Etika Profesi mewajibkan surveyor bekerja profesional tanpa menerima gratifikasi yang dapat mempengaruhi objektivitas dan kualitas layanan publik.
Soal 6
Metode pengukuran bidang tanah yang dilakukan langsung di lapangan dengan menggunakan alat Total Station atau GPS Geodetik disebut metode...
A. Terestrial
B. Digitalizing
C. Kartometrik
D. Fotogrametri
E. Penginderaan Jauh
Jawaban: A
Metode terestrial adalah metode pengukuran yang dilakukan di permukaan bumi melalui pengukuran sudut dan jarak, atau penentuan koordinat titik-titik.
Soal 7
Dalam penggunaan Global Navigation Satellite System (GNSS) untuk penentuan posisi, apa fungsi dari 'Base Station' pada metode RTK?
A. Menjadi alat pengukur jarak laser
B. Mengirimkan koreksi data ke rover untuk mendapatkan posisi teliti secara real-time
C. Merekam data mentah saja
D. Menghubungkan sinyal GPS ke internet
E. Menghitung luas bidang tanah secara otomatis
Jawaban: B
Pada metode Real-Time Kinematic (RTK), Base Station dipasang di titik tetap untuk mengirimkan koreksi ke Rover agar didapatkan koordinat yang akurat secara langsung.
Soal 8
Model matematika yang paling mendekati bentuk fisik bumi untuk keperluan referensi koordinat horizontal dalam geodesi adalah...
A. Sferoid sempurna
B. Elipsoid
C. Geoid
D. Piringan datar
E. Topografi
Jawaban: B
Elipsoid digunakan sebagai model matematis bumi karena bentuk bumi yang pepat di kutub dan menggembung di khatulistiwa, sehingga lebih akurat daripada bola.
Soal 9
Sistem proyeksi peta yang digunakan oleh BPN dalam pemetaan kadastral di Indonesia adalah...
A. UTM (Universal Transverse Mercator)
B. Mercator Biasa
C. Lambert Conformal Conic
D. Polyeder
E. TM-3 Derajat (Transverse Mercator 3 Degree)
Jawaban: E
Sistem proyeksi TM-3 derajat digunakan untuk pendaftaran tanah karena memiliki distorsi yang kecil (faktor skala 0.9999 di meridian sentral) dan membagi zona UTM menjadi dua.
Soal 10
Dokumen hasil pengukuran di lapangan yang memuat data ukur, angka ukur, dan sketsa bidang tanah disebut...
A. Risalah Penyelidikan Tanah
B. Daftar Isian 208
C. Surat Ukur (SU)
D. Peta Pendaftaran
E. Gambar Ukur (GU)
Jawaban: E
Gambar Ukur (GU) adalah dokumen tempat mencantumkan hasil pengukuran dan sketsa bidang, sedangkan Surat Ukur (SU) adalah kutipan dari peta pendaftaran untuk sertifikat.
Soal 11
Apa kepanjangan dari SIG dalam konteks manajemen basis data pertanahan?
A. Sistem Informasi Geometris
B. Standar Informasi Geospesial
C. Sistem Informasi Geologis
D. Sistem Inventarisasi Global
E. Sistem Informasi Geografis
Jawaban: E
Sistem Informasi Geografis (SIG) atau GIS digunakan untuk mengelola, menganalisis, dan menyajikan data berbasis keruangan (spasial) pertanahan.
Soal 12
Kesalahan yang disebabkan oleh ketidaktelitian manusia dalam membaca alat atau salah mencatat data disebut kesalahan...
A. Kelengkungan Bumi
B. Atmosferik
C. Blunder (Gross Error)
D. Acak (Random)
E. Sistematik
Jawaban: C
Blunder atau kesalahan besar adalah kesalahan akibat kelalaian manusia (human error), seperti salah baca atau salah tulis koordinat.
Soal 13
Tujuan dari perataan jaring kontrol pemetaan dengan metode Kuadrat Terkecil (Least Squares) adalah...
A. Menambah jumlah titik koordinat
B. Mendistribusikan residu (sisa kesalahan acak) agar jumlah kuadratnya minimum
C. Menghilangkan kesalahan sistematik
D. Mengubah datum geodetik secara otomatis
E. Memperbaiki alat ukur yang rusak
Jawaban: B
Prinsip Least Squares Adjustment adalah meminimalkan jumlah kuadrat residu untuk mendapatkan nilai parameter yang paling mendekati kebenaran dari data observasi yang berlebih.
Soal 14
Dalam metode Fotogrametri untuk pemetaan bidang tanah, apa yang dimaksud dengan 'Overlap'?
A. Perbedaan tinggi terbang pesawat
B. Pertampalan antar foto yang berurutan dalam satu jalur terbang
C. Proses pencetakan foto ke kertas
D. Distorsi pada tepi lensa kamera
E. Kesenjangan antar foto udara
Jawaban: B
Overlap adalah pertampalan ke depan (forward overlap) antara foto satu dengan berikutnya agar objek dapat dilihat secara stereoskopis.
Soal 15
Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dilaksanakan melalui tahapan Cluster. Cluster K1 menunjukkan bahwa...
A. Data fisik ada, namun data yuridis tidak lengkap
B. Tanah dalam sengketa
C. Objek tanah sudah terdaftar sebelumnya
D. Tanah merupakan aset pemerintah
E. Subjek dan objek tanah sudah memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikat
Jawaban: E
K1 (Klaster 1) adalah kategori untuk bidang tanah yang data fisik dan yuridisnya memenuhi syarat untuk diterbitkan sertifikat hak atas tanah.
Soal 16
Hak atas tanah yang diberikan kepada badan hukum untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara dalam jangka waktu tertentu untuk usaha pertanian disebut...
A. Hak Guna Bangunan (HGB)
B. Hak Milik
C. Hak Pengelolaan
D. Hak Guna Usaha (HGU)
E. Hak Pakai
Jawaban: D
Sesuai Pasal 28 UUPA, HGU adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai negara untuk usaha pertanian, perikanan, atau peternakan.
Soal 17
Jika terjadi perbedaan batas antara dua pemilik tanah yang bersebelahan, langkah pertama yang sebaiknya dilakukan secara administratif adalah...
A. Mengajukan gugatan ke pengadilan negeri
B. Langsung melapor ke kepolisian
C. Membongkar pagar secara paksa
D. Memindahkan patok secara diam-diam
E. Melakukan musyawarah mufakat (mediasi)
Jawaban: E
Sesuai prosedur penanganan sengketa di BPN, upaya pertama yang didorong adalah mediasi/musyawarah antara pihak yang berbatasan.
Soal 18
Konsep 'Multipurpose Cadastre' menekankan bahwa data pertanahan tidak hanya untuk pajak atau legalitas, tetapi juga untuk...
A. Perencanaan wilayah, manajemen lingkungan, dan pembangunan infrastruktur
B. Mengetahui kekayaan pribadi pejabat
C. Menentukan batas wilayah antar negara
D. Membatasi kepemilikan tanah rakyat
E. Keperluan intelijen negara
Jawaban: A
Kadaster multiguna mengintegrasikan berbagai data (fisik, hukum, ekonomi) untuk mendukung berbagai aspek pembangunan dan pengelolaan sumber daya.
Soal 19
Pada PP No. 18 Tahun 2021, Hak atas Tanah di Ruang Bawah Tanah dapat diberikan jika...
A. Tidak menyentuh air tanah
B. Hanya diberikan kepada pemerintah pusat
C. Hanya untuk gudang pribadi
D. Pemilik permukaan tidak setuju
E. Tanah tersebut digunakan secara terpisah dari permukaan tanah
Jawaban: E
PP No. 18 Tahun 2021 mengatur pemanfaatan ruang atas dan bawah tanah yang dapat diberikan hak atas tanah secara tersendiri.
Soal 20
Alat ukur sudut yang digunakan untuk mengukur sudut horizontal dan vertikal tanpa memiliki kemampuan mengukur jarak secara elektronik (EDM) adalah...
A. Laser Meter
B. Waterpass
C. Theodolite
D. Handheld GPS
E. Total Station
Jawaban: C
Theodolite adalah alat utama untuk mengukur sudut. Jika ditambah kemampuan ukur jarak elektronik, maka namanya menjadi Total Station.
Soal 21 Premium
Sesuai UUPA, hak atas tanah yang paling kuat dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah adalah...
Dalam kegiatan PTSL, jika sebuah bidang tanah sudah ada sertifikatnya tetapi posisi petanya salah (overlap dengan bidang lain), maka dikategorikan ke dalam...
Jika seorang surveyor menemukan kesalahan penempatan patok oleh pemilik tanah yang tidak sesuai dengan batas alam/fisik yang disepakati tetangga, surveyor harus...
A. Meminta para pihak bermusyawarah kembali dan memasang patok di posisi yang disepakati
B. Mengikuti saja keinginan pemilik
C. Melaporkan pemilik ke penjara
D. Mencabut patok tersebut secara diam-diam
E. Membiarkan saja karena itu bukan urusan surveyor
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Penata Kadastral, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Asisten Penata Kadastral adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Asisten Penata Kadastral meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Asisten Penata Kadastral, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Asisten Penata Kadastral tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Asisten Penata Kadastral tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.