Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pranata Yustisial, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pranata Yustisial
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Teori Dasar Hukum dan Keadilan (Keadilan Prosedural dan Substantif)
Konsep Kekuasaan Kehakiman yang Merdeka dan Imparsial
Prinsip-Prinsip Negara Hukum (Rule of Law)
Manajemen ASN (UU No. 20 Tahun 2023) dan Integritas Aparatur
UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik
Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) dalam Konteks Yustisial
UU No. 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman
UU No. 14 Tahun 1985 jo. UU No. 3 Tahun 2009 tentang Mahkamah Agung
Hukum Acara Formil (Hukum Acara Pidana, Perdata, dan Peradilan Tata Usaha Negara)
Administrasi Perkara secara Elektronik (e-Court dan e-Litigasi) berdasarkan PERMA
Pola Pembinaan dan Pengendalian Administrasi Perkara (Bindalmin)
Teknik Penyusunan Berita Acara Sidang dan Dokumentasi Yustisial
Manajemen Perkara melalui Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)
Kode Etik dan Pedoman Perilaku Panitera dan Jurusita
Teori dan Klasifikasi Upaya Hukum (Banding, Kasasi, Peninjauan Kembali, dan Grasi)
Konsep Klasifikasi Perkara dan Penomoran Register Perkara
Regulasi Mengenai Keterbukaan Informasi di Pengadilan (SK KMA 1-144/2011)
Teknik Penelaahan Berkas Perkara dan Penyiapan Bahan Persidangan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pranata Yustisial
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pranata Yustisial.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pranata Yustisial
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial.
Soal 1
Dalam teori hukum, keadilan yang menekankan pada hasil akhir yang benar dan adil tanpa terlalu terpaku pada ketaatan terhadap urutan mekanisme administratif disebut...
A. Keadilan Prosedural
B. Keadilan Substantif
C. Keadilan Restoratif
D. Keadilan Distributif
E. Keadilan Komutatif
Jawaban: B
Keadilan substantif adalah keadilan yang berkaitan dengan isi keputusan atau hakikat kebenaran materiil (isi), berbeda dengan keadilan prosedural yang menitikberatkan pada tata cara atau mekanisme formal dalam mencapai keputusan.
Soal 2
Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) UUD 1945 dan UU No. 48 Tahun 2009, kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna...
A. Menjalankan perintah eksekutif sesuai undang-undang
B. Meningkatkan pendapatan negara melalui denda perkara
C. Menegakkan supremasi hukum dan kepentingan negara
D. Menjamin kepastian politik nasional
E. Menegakkan hukum dan keadilan
Jawaban: E
Pasal 1 UU Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman menegaskan bahwa Kekuasaan Kehakiman adalah kekuasaan negara yang merdeka untuk menyelenggarakan peradilan guna menegakkan hukum dan keadilan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
Soal 3
Prinsip 'Equality before the law' merupakan perwujudan dari konsep negara hukum yang berarti...
A. Hukum hanya berlaku bagi mereka yang melakukan pelanggaran
B. Negara memiliki kekuasaan mutlak untuk mengatur hukum
C. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di depan hukum
D. Pejabat negara kebal terhadap tuntutan hukum
E. Hukum harus berpihak pada rakyat kecil
Jawaban: C
Prinsip Kesamaan di Hadapan Hukum (Equality before the law) adalah salah satu ciri utama Rule of Law yang memastikan tidak ada diskriminasi dalam penerapan hukum terhadap siapa pun.
Soal 4
Menurut UU No. 20 Tahun 2023, nilai dasar (core values) ASN yang harus diimplementasikan oleh setiap aparatur yustisial adalah...
A. Profesional dan Mandiri
B. BerAKHLAK
C. ANEKA
D. Integritas Tanpa Batas
E. Pelayan Prima
Jawaban: B
Pasal 3 UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara menetapkan core values ASN adalah 'BerAKHLAK' (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif).
Soal 5
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 mengatur tentang Pelayanan Publik. Salah satu asas pelayanan publik yang mengharuskan setiap kegiatan pelayanan dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan adalah...
A. Akuntabilitas
B. Partisipatif
C. Kepastian Hukum
D. Transparansi
E. Keterbukaan
Jawaban: A
Asas Akuntabilitas dalam UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik bermakna bahwa setiap penyelenggaraan pelayanan harus dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada masyarakat maupun sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Soal 6
Salah satu Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) yang melarang pejabat pemerintahan bertindak sewenang-wenang atau menggunakan kewenangan untuk tujuan lain adalah...
A. Asas Kemanusiaan
B. Asas Keadilan
C. Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan
D. Asas Kepastian Hukum
E. Asas Kecermatan
Jawaban: C
Asas Tidak Menyalahgunakan Kewenangan (Abuse of Power) adalah asas yang mewajibkan setiap pejabat tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi atau tujuan lain di luar tujuan pemberian wewenang tersebut.
Soal 7
Berdasarkan UU No. 3 Tahun 2009, Mahkamah Agung memiliki kewenangan untuk melakukan uji materiil terhadap peraturan perundang-undangan di bawah...
A. Peraturan Daerah
B. UUD 1945
C. Peraturan Pemerintah
D. Undang-Undang
E. Ketetapan MPR
Jawaban: D
Sesuai UU Mahkamah Agung, MA berwenang menguji peraturan perundang-undangan di bawah Undang-Undang terhadap Undang-Undang.
Soal 8
Dalam Hukum Acara Pidana, upaya paksa berupa penangkapan dapat dilakukan untuk kepentingan penyidikan terhadap seseorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan...
A. Laporan dari media massa
B. Perintah dari tokoh masyarakat
C. Keyakinan penyidik tanpa bukti
D. Keterangan saksi ahli semata
E. Bukti permulaan yang cukup
Jawaban: E
Berdasarkan KUHAP, penangkapan dilakukan terhadap seseorang yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup.
Soal 9
Layanan e-Court yang mencakup pendaftaran perkara secara online di pengadilan disebut dengan istilah...
A. e-Payment
B. e-Filing
C. e-Signature
D. e-Summons
E. e-Litigation
Jawaban: B
Dalam PERMA No. 1 Tahun 2019 jo. PERMA No. 7 Tahun 2022, e-Filing adalah layanan pendaftaran perkara secara online melalui Sistem Informasi Pengadilan.
Soal 10
Sistem informasi yang digunakan oleh Mahkamah Agung untuk melakukan pemantauan, pengawasan, dan penelusuran perkara di setiap satuan kerja peradilan adalah...
A. SIMAK
B. SITAP
C. SIPP
D. SIKEP
E. SIMPEG
Jawaban: C
SIPP (Sistem Informasi Penelusuran Perkara) adalah aplikasi berbasis teknologi informasi yang digunakan untuk mengelola administrasi perkara dan memberikan informasi penelusuran perkara kepada publik.
Soal 11
Dokumen resmi yang memuat catatan mengenai segala kejadian dalam persidangan, mulai dari pembukaan hingga pembacaan putusan, disebut...
A. Pledoi
B. Berita Acara Sidang
C. Duplik
D. Replik
E. Surat Gugatan
Jawaban: B
Berita Acara Sidang (BAS) merupakan akta otentik yang disusun oleh Panitera Pengganti yang memuat jalannya persidangan sebagai dasar hakim dalam menyusun putusan.
Soal 12
Kode Etik dan Pedoman Perilaku Panitera dan Jurusita mewajibkan aparatur tersebut untuk bersikap imparsial, yang artinya...
A. Menunda-nunda proses persidangan
B. Tidak memihak dan bebas dari pengaruh kepentingan mana pun
C. Hanya patuh pada instruksi pimpinan pengadilan
D. Selalu mendukung salah satu pihak yang lemah
E. Memberikan informasi rahasia kepada pihak berperkara
Jawaban: B
Sesuai Keputusan Ketua Mahkamah Agung, imparsialitas adalah sikap tidak memihak kepada siapa pun yang berperkara di pengadilan.
Soal 13
Upaya hukum luar biasa yang diajukan terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena adanya novum (bukti baru) disebut...
A. Peninjauan Kembali
B. Banding
C. Grasi
D. Kasasi
E. Perlawanan (Verzet)
Jawaban: A
Peninjauan Kembali (PK) adalah upaya hukum luar biasa berdasarkan Pasal 67 UU No. 14 Tahun 1985 yang diajukan terhadap putusan inkracht jika ditemukan bukti baru yang bersifat menentukan.
Soal 14
Klasifikasi perkara di pengadilan negeri terbagi menjadi beberapa jenis. Perkara yang objeknya adalah sengketa antara orang atau badan hukum mengenai hak dan kewajiban disebut perkara...
A. Militer
B. Tata Usaha Negara
C. Perdata
D. Pidana
E. Niaga
Jawaban: C
Perkara perdata adalah sengketa mengenai kepentingan perseorangan atau badan hukum perdata dalam lingkup hukum privat.
Soal 15
Berdasarkan SK KMA 1-144/2011, informasi yang berkaitan dengan rahasia pribadi seseorang dalam perkara yang tertutup untuk umum termasuk kategori informasi...
A. Informasi Berkala
B. Informasi Serta Merta
C. Informasi yang Dikecualikan
D. Informasi Wajib Tersedia
E. Informasi Terbuka
Jawaban: C
SK KMA 1-144/2011 tentang Pedoman Pelayanan Informasi di Pengadilan menetapkan bahwa informasi yang dapat merugikan kepentingan pribadi atau yang rahasia menurut UU termasuk informasi yang dikecualikan (tertutup).
Soal 16
Kegiatan meneliti kelengkapan berkas perkara, mulai dari identitas para pihak hingga lampiran bukti awal sebelum diserahkan kepada Majelis Hakim, disebut...
A. Penetapan Hari Sidang
B. Pendaftaran Register
C. Pemusnahan Berkas
D. Penelaahan Berkas Perkara
E. Eksekusi
Jawaban: D
Penelaahan berkas perkara adalah proses pemeriksaan administrasi yustisial untuk memastikan kesiapan bahan persidangan.
Soal 17
Pola Pembinaan dan Pengendalian Administrasi Perkara di lingkungan peradilan dikenal dengan akronim...
A. Minped
B. Wasmat
C. Simpel
D. Bindalmin
E. Satu Atap
Jawaban: D
Bindalmin (Pembinaan dan Pengendalian Administrasi Perkara) adalah pedoman yang diterbitkan Mahkamah Agung untuk menyeragamkan pola administrasi perkara di seluruh Indonesia.
Soal 18
Dalam Hukum Acara Perdata, jika tergugat tidak hadir pada sidang pertama tanpa alasan yang sah setelah dipanggil secara resmi, hakim dapat menjatuhkan putusan...
A. Dismissal
B. Contradictoir
C. Verstek
D. Verzet
E. Inkracht
Jawaban: C
Putusan Verstek adalah putusan yang dijatuhkan oleh Hakim apabila tergugat tidak hadir atau tidak mengirimkan kuasanya pada hari sidang yang telah ditentukan padahal ia telah dipanggil secara patut.
Soal 19
Berikut ini yang merupakan tugas pokok Mahkamah Agung sebagai Puncak Peradilan di Indonesia adalah...
A. Melakukan penyidikan tindak pidana korupsi
B. Membuat Undang-Undang bersama DPR
C. Menetapkan tarif pajak nasional
D. Melakukan pengawasan tertinggi atas penyelenggaraan peradilan
E. Membina aparatur kepolisian
Jawaban: D
Pasal 32 UU No. 3 Tahun 2009 menyatakan Mahkamah Agung melakukan pengawasan tertinggi atas jalannya peradilan di semua lingkungan peradilan.
Soal 20
Dalam manajemen SIPP, status 'Minutasi' dalam sebuah perkara berarti...
A. Proses pengarsipan berkas perkara yang telah diputus
B. Perkara baru didaftarkan
C. Perkara sedang dalam tahap pembuktian
D. Perkara sedang dalam proses mediasi
E. Pemanggilan para pihak sedang berlangsung
Jawaban: A
Minutasi perkara adalah proses pemberkasan perkara yang telah diputus oleh hakim untuk menjadi arsip tetap.
Soal 21 Premium
Berdasarkan PERMA No. 7 Tahun 2022, pemanggilan pihak berperkara yang domisilinya tidak diketahui atau berada di luar negeri dilakukan melalui...
A. Email pribadi tanpa persetujuan
B. Telepon seluler
C. Hanya dibiarkan sampai pihak datang sendiri
D. Pengumuman di surat kabar atau media resmi (Public Warning)
Dalam SIPP, jika terdapat keterlambatan penginputan tanggal putusan yang melebihi batas waktu yang ditentukan, hal ini akan berdampak pada nilai raport kinerja satuan kerja pada aspek...
Menurut UU Kekuasaan Kehakiman, pihak yang merasa dirugikan oleh putusan pengadilan tingkat pertama dapat mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi dalam jangka waktu...
Mahkamah Agung dapat mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA). Apa kekuatan hukum PERMA dalam tata urutan perundang-undangan?
A. Tidak memiliki kekuatan hukum keluar
B. Hanya berlaku untuk internal hakim saja
C. Diakui keberadaannya dan mempunyai kekuatan hukum mengikat selama diperintahkan oleh peraturan yang lebih tinggi atau dibentuk berdasarkan kewenangan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Yustisial, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pranata Yustisial
SKB CPNS Pranata Yustisial adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pranata Yustisial meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pranata Yustisial, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pranata Yustisial tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pranata Yustisial tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.