Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Kompetensi Umum

6 Indikator
Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Tujuan Strategis dan Kebijakan Umum Kementerian Perdagangan
UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Kompetensi Khusus

12 Indikator
UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (Terkait Mutu Barang)
PP No. 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional
Konsep Dasar Infrastruktur Mutu: Standardisasi, Metrologi, dan Penilaian Kesesuaian
Teori Manajemen Mutu dan Implementasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu)
Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025)
Persyaratan Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa (ISO/IEC 17065)
Prosedur Akreditasi dan Peran Komite Akreditasi Nasional (KAN)
Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib dan Sukarela
Teknis Penelaahan Pengembangan Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi (TIC Sector)
Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT) dalam Konteks WTO
Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Post-Market Surveillance) terkait Kesesuaian Mutu

Simulasi Tryout SKB CAT Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu fungsi utama pegawai ASN adalah...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 10 UU No. 20 Tahun 2023, Pegawai ASN berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Soal 2
Manajemen ASN diselenggarakan berdasarkan Sistem Merit. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023, apa prinsip utama dari Sistem Merit tersebut?
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023, Sistem Merit adalah kebijakan dan manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Soal 3
Dalam penyelenggaraan pelayanan pengujian mutu barang, penyelenggara harus mematuhi UU No. 25 Tahun 2009. Asas penyelenggaraan pelayanan publik yang mengharuskan adanya rincian biaya yang jelas dan dapat diketahui oleh masyarakat adalah asas...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 4 UU No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, salah satu asas adalah Keterbukaan. Artinya, setiap penerima pelayanan dapat dengan mudah mengakses dan mengetahui informasi mengenai prosedur, persyaratan, hingga biaya pelayanan.
Materi Terkait: Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Soal 4
Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2009, setiap penyelenggara pelayanan publik wajib menyusun dan menetapkan standar pelayanan. Komponen standar pelayanan yang berkaitan dengan batas waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pelayanan adalah...
Kunci Jawaban: A
Menurut UU No. 25 Tahun 2009, Standar Pelayanan setidaknya meliputi persyaratan, sistem/mekanisme/prosedur, jangka waktu penyelesaian (waktu penyelesaian), biaya/tarif, produk pelayanan, serta penanganan pengaduan.
Materi Terkait: Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Soal 5
Dalam memproses permohonan sertifikasi produk, seorang penelaah harus mengumpulkan dan menganalisis semua dokumen teknis secara teliti sebelum mengambil keputusan. Hal ini merupakan perwujudan dari Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB), khususnya asas...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, Asas Kecermatan mengandung arti bahwa suatu Keputusan dan/atau Tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan agar keputusan tidak menimbulkan kerugian.
Materi Terkait: Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Soal 6
Ketika menangani dua perusahaan pesaing yang mengajukan pengujian produk, laboratorium pemerintah harus memperlakukan keduanya secara setara tanpa diskriminasi. Di dalam AAUPB, prinsip ini dikenal dengan asas...
Kunci Jawaban: B
Menurut UU No. 30 Tahun 2014, Asas Ketidakberpihakan mengharuskan Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam menetapkan Keputusan dan/atau Tindakan tidak memihak, mengutamakan keadilan, dan tidak diskriminatif.
Materi Terkait: Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Soal 7
Nilai dasar ASN BerAKHLAK menuntut ASN untuk bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan. Tindakan menolak suap dari perusahaan yang ingin meloloskan produknya dari uji standar mutu merupakan wujud implementasi nilai...
Kunci Jawaban: A
Dalam Core Values ASN BerAKHLAK, perilaku menolak suap/gratifikasi dan tidak menyalahgunakan kewenangan jabatan adalah panduan perilaku dari nilai Akuntabel.
Materi Terkait: Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Soal 8
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, penerimaan hadiah oleh pegawai negeri yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajibannya disebut...
Kunci Jawaban: C
Menurut Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001, setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan yang berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.
Materi Terkait: Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Soal 9
Kementerian Perdagangan memiliki tujuan strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan umum yang difokuskan untuk menjaga daya saing produk lokal di pasar global utamanya ditargetkan pada peningkatan...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan dokumen Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Perdagangan, salah satu tujuan strategis utamanya adalah peningkatan nilai ekspor non-migas untuk memperkuat neraca perdagangan dan daya saing produk Indonesia di pasar global.
Materi Terkait: Tujuan Strategis dan Kebijakan Umum Kementerian Perdagangan
Soal 10
Dalam menjaga tertib niaga dan keamanan produk, salah satu arah kebijakan Kementerian Perdagangan adalah memberlakukan standar wajib terhadap produk tertentu. Tujuan utama dari kebijakan pemberlakuan SNI Wajib ini adalah untuk...
Kunci Jawaban: B
Pemberlakuan SNI Wajib oleh Kementerian Perdagangan bertujuan untuk aspek K3L (Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, dan Pelestarian Fungsi Lingkungan Hidup) yang pada muaranya adalah perlindungan konsumen.
Materi Terkait: Tujuan Strategis dan Kebijakan Umum Kementerian Perdagangan
Soal 11
Menurut Pasal 4 UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, hak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa merupakan hak fundamental. Apa bentuk implementasi dari pemenuhan hak tersebut oleh produsen?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 8 Tahun 1999 Pasal 4, pencantuman label dengan informasi spesifikasi mutu yang benar dan tidak menyesatkan adalah kewajiban pelaku usaha untuk memenuhi hak konsumen atas informasi yang jujur dan benar.
Materi Terkait: UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Soal 12
Pasal 8 UU No. 8 Tahun 1999 melarang pelaku usaha untuk memproduksi dan/atau memperdagangkan barang yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. Ketentuan ini sangat erat kaitannya dengan infrastruktur mutu, yaitu...
Kunci Jawaban: C
Larangan dalam Pasal 8 UU No. 8 Tahun 1999 berkaitan dengan kewajiban mematuhi standar mutu yang telah ditetapkan secara hukum (SNI Wajib) untuk memastikan barang yang beredar aman dan sesuai mutu.
Materi Terkait: UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen
Soal 13
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2014, Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan oleh BSN dan berlaku di wilayah NKRI. Penetapan SNI ini pada dasarnya bersifat...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, pada prinsipnya penerapan SNI bersifat sukarela. Namun, demi K3L (kesehatan, keamanan, keselamatan, dan pelestarian fungsi lingkungan hidup), SNI dapat diberlakukan secara wajib oleh kementerian/lembaga teknis terkait.
Materi Terkait: UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Soal 14
Salah satu tujuan utama pengaturan Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian menurut UU No. 20 Tahun 2014 adalah...
Kunci Jawaban: A
Menurut UU No. 20 Tahun 2014 Pasal 3, Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian bertujuan antara lain meningkatkan jaminan mutu, efisiensi, daya saing nasional, kepastian usaha, serta melindungi konsumen, tenaga kerja, dan lingkungan hidup.
Materi Terkait: UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Soal 15
Kegiatan untuk menilai bahwa barang, jasa, sistem, proses, atau personal telah memenuhi persyaratan acuan (seperti standar) dalam terminologi UU No. 20 Tahun 2014 disebut dengan...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 1 angka 4 UU No. 20 Tahun 2014, Penilaian Kesesuaian adalah kegiatan untuk menilai bahwa barang, jasa, sistem, proses, atau personal telah memenuhi persyaratan acuan yang ditetapkan.
Materi Terkait: UU No. 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian
Soal 16
Dalam UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, diatur bahwa setiap barang yang diperdagangkan di dalam negeri yang telah diberlakukan SNI secara wajib harus memenuhi persyaratan SNI tersebut. Bukti bahwa suatu barang telah memenuhi SNI adalah dengan dibubuhi...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 57 UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, barang yang telah diberlakukan SNI wajib harus membubuhkan tanda SNI pada barang dan/atau kemasan, serta dilengkapi dengan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI).
Materi Terkait: UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (Terkait Mutu Barang)
Soal 17
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2014, jika pelaku usaha mengedarkan barang yang telah diwajibkan SNI namun tidak membubuhkan Tanda SNI pada produk atau kemasannya, sanksi utama yang dapat dijatuhkan kepada pelaku usaha tersebut adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 7 Tahun 2014, pelanggaran terhadap ketentuan SNI wajib (Pasal 57) dapat dikenakan sanksi berupa penarikan barang dari peredaran, sanksi administratif (pencabutan izin), hingga sanksi pidana penjara/denda (Pasal 113).
Materi Terkait: UU No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (Terkait Mutu Barang)
Soal 18
Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional berdasarkan PP No. 34 Tahun 2018 terdiri dari beberapa komponen utama. Komponen yang secara khusus memberikan pengakuan formal atas kompetensi lembaga penilaian kesesuaian adalah...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan PP No. 34 Tahun 2018, Akreditasi adalah pengakuan formal oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) yang menyatakan bahwa suatu lembaga penilaian kesesuaian (LSP, LPK, dll) memiliki kompetensi untuk melaksanakan kegiatan penilaian kesesuaian tertentu.
Materi Terkait: PP No. 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional
Soal 19
Sesuai dengan PP No. 34 Tahun 2018, institusi di Indonesia yang memiliki otoritas untuk menetapkan, membatalkan, dan memelihara Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut PP No. 34 Tahun 2018 dan UU No. 20 Tahun 2014, tugas menetapkan, merevisi, dan membatalkan SNI menjadi kewenangan penuh dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Materi Terkait: PP No. 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional
Soal 20
Konsep dasar Infrastruktur Mutu (Quality Infrastructure) modern diakui secara internasional berdiri di atas tiga pilar utama. Ketiga pilar teknis tersebut adalah...
Kunci Jawaban: B
Dalam sistem perdagangan global, infrastruktur mutu (Quality Infrastructure) terdiri dari 3 pilar yang saling mendukung, yaitu Standardisasi (acuan mutu), Metrologi (keakuratan pengukuran), dan Penilaian Kesesuaian / Akreditasi (pembuktian pemenuhan mutu).
Materi Terkait: Konsep Dasar Infrastruktur Mutu: Standardisasi, Metrologi, dan Penilaian Kesesuaian
Soal 21
PRO
Dalam infrastruktur mutu, metrologi dibagi menjadi tiga bidang utama: Ilmiah, Industri, dan Legal. Metrologi yang berkaitan dengan satuan ukuran, metode, dan alat ukur yang menyangkut persyaratan teknik dan peraturan berdasarkan UU demi melindungi kepentingan umum (misalnya timbangan pasar) disebut...
Kunci Jawaban: B
Metrologi legal diatur dalam UU No. 2 Tahun 1981, berfokus pada alat-alat ukur, takar, timbang, dan perlengkapannya (UTTP) yang digunakan dalam transaksi komersial dan hukum demi perlindungan masyarakat.
Materi Terkait: Konsep Dasar Infrastruktur Mutu: Standardisasi, Metrologi, dan Penilaian Kesesuaian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
ISO 9001:2015 merupakan standar internasional untuk Sistem Manajemen Mutu. Salah satu dari 7 Prinsip Manajemen Mutu (Quality Management Principles) yang menekankan pentingnya organisasi memenuhi kebutuhan dan melebihi ekspektasi pengguna layanan adalah...
Kunci Jawaban: D
Customer Focus (Fokus pada Pelanggan) adalah prinsip pertama dari ISO 9001 yang mengarahkan organisasi agar senantiasa berorientasi pada kepuasan, kebutuhan, dan ekspektasi pelanggan.
Materi Terkait: Teori Manajemen Mutu dan Implementasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Sistem Manajemen Mutu (ISO 9001) sangat mengedepankan pendekatan siklus PDCA. Tahapan di mana organisasi mengambil tindakan perbaikan berkelanjutan terhadap kinerja proses disebut tahapan...
Kunci Jawaban: A
Dalam siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA), tahapan 'Act' merupakan fase di mana organisasi mengambil tindakan (corrective action atau continual improvement) untuk meningkatkan kinerja berdasarkan hasil evaluasi pada tahap 'Check'.
Materi Terkait: Teori Manajemen Mutu dan Implementasi ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
ISO/IEC 17025:2017 adalah standar utama untuk Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. Syarat mendasar (general requirements) yang menuntut laboratorium beroperasi secara objektif dan bebas dari tekanan komersial yang dapat mempengaruhi hasil uji adalah...
Kunci Jawaban: B
Menurut ISO/IEC 17025:2017 Klausul 4.1, Impartiality (Ketidakberpihakan) mensyaratkan aktivitas lab dilakukan secara objektif, dan manajemen harus menjamin tidak ada tekanan komersial, finansial, atau tekanan lain yang mengkompromikan ketidakberpihakan tersebut.
Materi Terkait: Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Dalam standar ISO/IEC 17025, apabila sebuah laboratorium pengujian menggunakan metode yang dikembangkan sendiri (in-house method) atau metode non-standar, langkah teknis yang wajib dilakukan sebelum metode tersebut digunakan untuk layanan pelanggan adalah...
Kunci Jawaban: C
Klausul 7.2 ISO/IEC 17025 menyatakan bahwa metode non-standar, metode yang dikembangkan laboratorium, dan metode standar yang dimodifikasi harus divalidasi (Method Validation) untuk memastikan metode tersebut sesuai untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Materi Terkait: Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Persyaratan struktural (Structural requirements) dalam ISO/IEC 17025 mengatur organisasi dan manajemen laboratorium. Laboratorium wajib menunjuk personel yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap implementasi sistem manajemen. Secara manajerial, personel ini harus...
Kunci Jawaban: D
ISO/IEC 17025 (Klausul 5 - Persyaratan Struktural) mensyaratkan laboratorium harus menetapkan personel (sering disebut Manajer Mutu/personel kunci) yang memiliki wewenang dan akses langsung ke pimpinan tertinggi terkait keputusan kebijakan atau sumber daya.
Materi Terkait: Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang melakukan kegiatan penilaian kesesuaian untuk menerbitkan SPPT SNI harus menerapkan dan diakreditasi berdasarkan standar internasional...
Kunci Jawaban: E
ISO/IEC 17065 adalah standar kompetensi untuk badan sertifikasi produk, proses, dan jasa (termasuk LSPro). Sementara 17020 untuk lembaga inspeksi, 17021 untuk sertifikasi sistem manajemen, dan 17024 untuk sertifikasi personel.
Materi Terkait: Persyaratan Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa (ISO/IEC 17065)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Berdasarkan ISO/IEC 17065, proses sertifikasi melibatkan tahap evaluasi (seperti audit pabrik atau pengujian) dan tahap tinjauan (review) serta keputusan sertifikasi. Prinsip penting yang mengatur personel pada tahapan ini adalah...
Kunci Jawaban: E
Dalam ISO/IEC 17065 Klausul 7.6 (Keputusan Sertifikasi), badan sertifikasi harus memastikan bahwa personel atau komite yang mengambil keputusan sertifikasi BUKAN personel yang sama dengan yang melaksanakan kegiatan evaluasi (untuk menjamin objektivitas).
Materi Terkait: Persyaratan Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa (ISO/IEC 17065)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Di Indonesia, Komite Akreditasi Nasional (KAN) merupakan badan tunggal yang berwenang memberikan akreditasi. KAN adalah lembaga non-struktural yang bertanggung jawab langsung kepada...
Kunci Jawaban: E
Sesuai regulasi dan struktur kelembagaan (Keppres No 78 Tahun 2001 yang disempurnakan), KAN adalah lembaga non-struktural yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden RI, dan dioperasikan/difasilitasi oleh BSN.
Materi Terkait: Prosedur Akreditasi dan Peran Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Setelah sebuah Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) berhasil mendapatkan akreditasi pertama dari KAN, siklus akreditasi tersebut memiliki masa berlaku sebelum harus direakreditasi. Umumnya, masa berlaku sertifikat akreditasi KAN (berdasarkan siklus penuh) adalah...
Kunci Jawaban: A
Prosedur umum akreditasi KAN mengikuti pedoman internasional. Masa berlaku sertifikat akreditasi LPK adalah 5 (lima) tahun, dengan kewajiban menjalani asesmen surveilan secara berkala (umumnya tahunan) dalam siklus 5 tahun tersebut.
Materi Terkait: Prosedur Akreditasi dan Peran Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Pengakuan internasional terhadap sertifikat hasil uji dari laboratorium terakreditasi KAN dimungkinkan karena KAN telah menandatangani Mutual Recognition Arrangement (MRA). Organisasi regional/internasional untuk kerja sama akreditasi laboratorium yang menaungi MRA tersebut adalah...
Kunci Jawaban: C
Untuk skema akreditasi laboratorium pengujian, kalibrasi, dan inspeksi, MRA difasilitasi oleh ILAC (International Laboratory Accreditation Cooperation) di tingkat global dan APAC (Asia Pacific Accreditation Cooperation) di tingkat regional.
Materi Terkait: Prosedur Akreditasi dan Peran Komite Akreditasi Nasional (KAN)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada prinsipnya adalah sukarela. Namun, SNI dapat diberlakukan wajib apabila produk tersebut menyangkut aspek-aspek tertentu. Aspek hukum yang TIDAK termasuk alasan pemberlakuan SNI Wajib adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut UU No. 20 Tahun 2014, SNI wajib ditetapkan khusus berdasarkan pertimbangan kesehatan, keamanan, keselamatan manusia, hewan dan tumbuhan, serta pelestarian fungsi lingkungan hidup (K3L), bukan untuk monopoli atau persaingan tidak sehat.
Materi Terkait: Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib dan Sukarela

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Instansi yang memiliki kewenangan penuh (regulator) untuk memberlakukan penerapan suatu SNI secara Wajib melalui penerbitan peraturan menteri adalah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 34 Tahun 2018 dan UU 20/2014, BSN hanya menetapkan standar teknis (SNI). Namun, yang menetapkan pemberlakuan SNI menjadi 'Wajib' adalah kementerian/lembaga teknis terkait (misalnya Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, atau Kementerian Perdagangan) melalui Peraturan Menteri.
Materi Terkait: Penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) Wajib dan Sukarela

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Dalam sektor Testing, Inspection, and Certification (TIC), lembaga penilaian kesesuaian independen yang tidak berafiliasi dengan pabrikan pembuat produk (produsen) maupun pembeli (konsumen) disebut sebagai...
Kunci Jawaban: C
Di TIC Sector, Pihak Pertama adalah produsen/penjual, Pihak Kedua adalah pembeli/pengguna, dan Pihak Ketiga (Third Party) adalah lembaga independen yang imparsial (seperti lab uji independen, LSPro komersial/pemerintah).
Materi Terkait: Teknis Penelaahan Pengembangan Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi (TIC Sector)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Perbedaan mendasar antara aktivitas 'Inspeksi' (ISO/IEC 17020) dan 'Pengujian/Testing' (ISO/IEC 17025) dalam sektor TIC adalah...
Kunci Jawaban: E
Pengujian (Testing) adalah penentuan karakteristik barang menurut prosedur/alat ukur, menghasilkan data analitik spesifik. Inspeksi (Inspection) sering melibatkan pemeriksaan desain, produk, atau fasilitas berdasarkan penugasan ahli (professional judgement) terhadap persyaratan umum.
Materi Terkait: Teknis Penelaahan Pengembangan Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi (TIC Sector)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Dalam sertifikasi produk (misal pemberian Tanda SNI), LSPro umumnya merujuk pada standar ISO/IEC 17067 tentang dasar-dasar sertifikasi produk. Skema sertifikasi Tipe 5 (Type 5 scheme) memiliki karakteristik utama berupa...
Kunci Jawaban: E
Skema Tipe 5 menurut ISO/IEC 17067 adalah skema sertifikasi yang paling komprehensif, melibatkan pengujian tipe (type testing), audit sistem manajemen mutu (QMS) di lokasi produksi, dan surveillance berkelanjutan terhadap proses dan produk.
Materi Terkait: Teknis Penelaahan Pengembangan Jasa Pengujian, Inspeksi, dan Sertifikasi (TIC Sector)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Agreement on Technical Barriers to Trade (TBT) WTO bertujuan memastikan regulasi teknis dan standar tidak menciptakan hambatan perdagangan yang tidak perlu. Prinsip yang mengharuskan negara anggota memperlakukan produk impor tidak kalah menguntungkan (no less favourable) dibanding produk domestik sejenis disebut prinsip...
Kunci Jawaban: A
Prinsip National Treatment di bawah aturan TBT WTO bermakna perlakuan nasional; produk impor harus diberi perlakuan yang sama (atau tidak kurang menguntungkan) dalam hal regulasi teknis dibandingkan produk domestik sejenis (Non-diskriminasi).
Materi Terkait: Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT) dalam Konteks WTO

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Dalam kerangka transparansi Perjanjian TBT WTO, setiap negara anggota wajib mendirikan 'Enquiry Point' untuk menjawab pertanyaan negara lain mengenai regulasi teknis dan standar. Institusi yang bertindak sebagai Enquiry Point dan Notification Body TBT WTO di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: A
Pemerintah Indonesia menugaskan Badan Standardisasi Nasional (BSN) melalui Pusat Perumusan Standar sebagai Enquiry Point dan Notification Body untuk TBT WTO.
Materi Terkait: Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT) dalam Konteks WTO

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Menurut Perjanjian TBT WTO, suatu negara diperbolehkan membuat regulasi teknis (seperti memberlakukan SNI Wajib) yang dapat membatasi perdagangan, asalkan ditujukan untuk mencapai 'Legitimate Objectives' (Tujuan yang Sah). Berikut ini yang TIDAK termasuk legitimate objectives menurut TBT WTO adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 2.2 TBT Agreement, Legitimate objectives mencakup: keamanan nasional, pencegahan praktik penipuan, perlindungan nyawa/kesehatan manusia, hewan, tumbuhan, dan lingkungan. Melindungi pajak/keuntungan ekonomi domestik secara diskriminatif (proteksionisme) bukan merupakan legitimate objective.
Materi Terkait: Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT) dalam Konteks WTO

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Post-Market Surveillance merupakan pilar penting dalam perlindungan konsumen. Konsep utama dari kegiatan Post-Market Surveillance adalah...
Kunci Jawaban: E
Post-Market Surveillance adalah pengawasan terhadap mutu dan keamanan produk yang dilakukan di tingkat peredaran (pasar ritel, distributor) setelah produk dipasarkan, berbeda dengan pre-market yang dilakukan sebelum rilis/izin edar.
Materi Terkait: Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Post-Market Surveillance) terkait Kesesuaian Mutu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Dalam kegiatan pengawasan barang beredar, jika ditemukan produk makanan kemasan di pasar swalayan yang tidak sesuai dengan SNI wajib, langkah tegas yang merupakan konsekuensi regulasi perlindungan konsumen adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai amanat UU Perlindungan Konsumen dan UU Perdagangan, produk yang terbukti tidak sesuai dengan standar wajib di pasaran berisiko pada keselamatan publik dan harus dihentikan peredarannya (penarikan produk / recall) serta dapat dimusnahkan.
Materi Terkait: Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Post-Market Surveillance) terkait Kesesuaian Mutu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Pengawasan produk di pasar oleh otoritas pemerintah dapat dibagi menjadi pengawasan berkala dan pengawasan khusus/insidental. Pengawasan insidental biasanya dipicu oleh...
Kunci Jawaban: D
Pengawasan berkala adalah yang dijadwalkan secara rutin. Sedangkan pengawasan khusus/insidental (Targeted Post-Market Surveillance) dilakukan berdasarkan indikasi risiko, temuan kecelakaan/keracunan, laporan, atau pengaduan spesifik dari konsumen.
Materi Terkait: Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Post-Market Surveillance) terkait Kesesuaian Mutu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Sebagai seorang Penelaah Sertifikasi di Kementerian, pengembangan kompetensi adalah hal esensial. Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, pengembangan kompetensi bagi pegawai ASN tidak lagi hanya dimaknai sebagai hak, melainkan...
Kunci Jawaban: A
Dalam UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN Pasal 49, pengembangan kompetensi menjadi sebuah 'kewajiban' yang harus dilaksanakan oleh setiap ASN untuk terus relevan dan adaptif terhadap perubahan serta meningkatkan kinerja institusi.
Materi Terkait: Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Untuk menjamin keabsahan hasil pengujian, peralatan uji yang digunakan oleh laboratorium (ISO/IEC 17025) harus dikalibrasi. Konsep di mana hasil pengukuran suatu alat dapat dikaitkan ke standar nasional/internasional melalui rantai kalibrasi yang tidak terputus disebut...
Kunci Jawaban: C
Klausul 6.5 ISO/IEC 17025 mensyaratkan Ketertelusuran Metrologi (Metrological Traceability), yaitu sifat hasil pengukuran di mana hasilnya dapat dihubungkan ke referensi standar melalui rantai kalibrasi yang terdokumentasi dan tidak terputus.
Materi Terkait: Standar Kompetensi Laboratorium Pengujian dan Kalibrasi (ISO/IEC 17025)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam sistem perlindungan konsumen di Indonesia (UU No. 8 Tahun 1999), apabila terjadi sengketa antara konsumen dan pelaku usaha terkait mutu barang, pemerintah membentuk badan khusus di tingkat daerah untuk menyelesaikannya di luar pengadilan. Badan tersebut adalah...
Kunci Jawaban: B
Pasal 49 UU No. 8 Tahun 1999 mengamanatkan pembentukan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) di tingkat kabupaten/kota, yang bertugas menangani dan menyelesaikan sengketa konsumen di luar peradilan umum (konsiliasi, mediasi, arbitrase).
Materi Terkait: UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Berdasarkan ISO/IEC 17065, sebuah Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) wajib memiliki mekanisme (komite atau personel) untuk mengamankan ketidakberpihakan. Syarat utama anggota komite ini adalah...
Kunci Jawaban: A
Klausul 5.2 ISO/IEC 17065 mensyaratkan adanya mekanisme perlindungan ketidakberpihakan yang melibatkan keterlibatan seimbang antara pihak-pihak yang berkepentingan (misal: produsen, pengguna, pemerintah, akademisi) dan tidak boleh ada kepentingan tunggal yang mendominasi.
Materi Terkait: Persyaratan Lembaga Sertifikasi Produk, Proses, dan Jasa (ISO/IEC 17065)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Ketika Indonesia merumuskan regulasi teknis yang baru (misalnya penetapan SNI wajib baru untuk peralatan listrik), Indonesia wajib memberitahukan rancangan regulasi tersebut kepada negara anggota WTO lainnya sebelum diberlakukan. Proses ini dalam TBT WTO dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: E
Prinsip Transparansi dalam TBT WTO mewajibkan negara anggota untuk melakukan Notifikasi ke sekretariat WTO mengenai draft (rancangan) regulasi teknis yang berpotensi berdampak pada perdagangan internasional, sehingga anggota lain dapat memberikan tanggapan (comment).
Materi Terkait: Hambatan Teknis Perdagangan (Technical Barriers to Trade/TBT) dalam Konteks WTO

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Menurut PP No. 34 Tahun 2018, pelaku usaha yang telah memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia akan diberikan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI). Sertifikat ini diterbitkan oleh...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan sistem SPK Nasional (PP 34/2018), penerbitan sertifikat kesesuaian (termasuk SPPT SNI) dilakukan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian dalam bentuk Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) yang memiliki ruang lingkup akreditasi dari KAN untuk produk terkait.
Materi Terkait: PP No. 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Dalam memastikan kualitas produksi pabrik sesuai dengan yang disyaratkan oleh Tanda SNI, sering kali perusahaan harus membuktikan keakuratan instrumen pengukur suhu (termometer) industri mereka. Proses teknis membandingkan instrumen pengukur pabrik dengan standar nasional yang diakui ini disebut...
Kunci Jawaban: C
Kalibrasi adalah kegiatan metrologi industri untuk menentukan kebenaran nilai penunjukan alat ukur atau bahan ukur dengan membandingkannya terhadap standar ukur yang memiliki ketertelusuran (traceability) ke standar nasional/internasional.
Materi Terkait: Konsep Dasar Infrastruktur Mutu: Standardisasi, Metrologi, dan Penilaian Kesesuaian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Dalam struktur pengawasan barang beredar di bawah Kementerian Perdagangan, terdapat unit Eselon I yang memiliki otoritas secara khusus untuk melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan penegakan hukum dalam bidang perlindungan konsumen, yaitu...
Kunci Jawaban: A
Sesuai struktur organisasi Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) adalah unit yang bertanggung jawab terhadap perumusan, pelaksanaan kebijakan, dan pengawasan di bidang perlindungan konsumen dan tertib niaga (termasuk Post-Market Surveillance mutu produk di pasar).
Materi Terkait: Pengawasan Barang Beredar dan Jasa (Post-Market Surveillance) terkait Kesesuaian Mutu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 45 Tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah
KepmenPANRB Nomor 282 Tahun 2025 tentang Jabatan Pelaksana Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Penelaah Pengembangan Jasa Sertifikasi dan Pengujian menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.