Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 jo UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (terkait keselamatan maritim)
Peraturan Pemerintah mengenai Tata Kelola Pelabuhan Perikanan
Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
Etika Profesi ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Prosedur Penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) untuk Kapal Perikanan
Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan (API)
Verifikasi Dokumen Kapal Perikanan: SIUP, SIPI, SIKPI, dan Buku Kapal
Pengawasan Logbook Penangkapan Ikan dan Verifikasi Pendaratan Ikan
Manajemen Keselamatan Kerja Awak Kapal Perikanan (AKP) dan Sertifikasi Kompetensi
Implementasi Port State Measures Agreement (PSMA) dalam pencegahan IUU Fishing
Pengawasan Vessel Monitoring System (VMS) dan Aktivitas Kapal di Area Pelabuhan
Teknis Sertifikasi Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) dan Ketertelusuran (Traceability)
Manajemen Ketertiban, Kebersihan, dan Keamanan di Wilayah Kerja Pelabuhan Perikanan
Prosedur Penanganan Kecelakaan Kapal dan Koordinasi Search and Rescue (SAR) di Pelabuhan
Simulasi Tryout SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Syahbandar di Pelabuhan Perikanan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 31 Tahun 2004 yang telah diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009, siapa yang memiliki kewenangan penuh untuk mengeluarkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) bagi kapal perikanan di pelabuhan perikanan?
A. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap
B. Kepala Dinas Perikanan setempat
C. Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan
D. Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
E. Petugas Polisi Perairan
Jawaban: D
Menurut Pasal 42 UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2009, setiap kapal perikanan yang akan berlayar memancing ikan dari pelabuhan perikanan wajib memiliki SPB yang dikeluarkan oleh Syahbandar di Pelabuhan Perikanan.
Soal 2
Salah satu dokumen yang harus diverifikasi oleh Syahbandar sebelum keberangkatan kapal adalah SIPI. Apa kepanjangan dari SIPI?
A. Surat Izin Penangkapan Ikan
B. Surat Izin Pengolahan Ikan
C. Surat Izin Pemasaran Ikan
D. Surat Izin Pengangkutan Ikan
E. Surat Izin Pemanfaatan Ikan
Jawaban: A
SIPI adalah singkatan dari Surat Izin Penangkapan Ikan, yaitu izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk melakukan penangkapan ikan yang merupakan bagian tak terpisahkan dari SIUP.
Soal 3
Dalam nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK, sikap seorang Syahbandar yang menolak gratifikasi dari pemilik kapal saat pengurusan SPB mencerminkan nilai...
A. Kompeten
B. Harmonis
C. Kolaboratif
D. Akuntabel
E. Adaptif
Jawaban: D
Nilai Akuntabel mencakup integritas tinggi, termasuk kejujuran dan penolakan terhadap korupsi, kolusi, serta nepotisme (anti gratifikasi).
Soal 4
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, aspek apa yang menjadi fokus utama dalam pemeriksaan kelaiklautan kapal oleh Syahbandar?
A. Warna cat lambung kapal
B. Jumlah muatan pakan ikan
C. Keselamatan maritim dan perlindungan lingkungan maritim
D. Kedekatan pemilik kapal dengan pejabat pelabuhan
E. Harga jual ikan di pasar
Jawaban: C
UU No. 17 Tahun 2008 Pasal 117 menekankan bahwa kelaiklautan kapal merupakan keadaan kapal yang memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, pemuatan, kesejahteraan Awak Kapal dan kesehatan penumpang, status hukum kapal, manajemen keselamatan dan pencegahan pencemaran dari kapal, serta manajemen keamanan kapal.
Soal 5
Pengawasan Vessel Monitoring System (VMS) bertujuan untuk memantau pergerakan kapal perikanan secara real-time. Manfaat utama bagi Syahbandar adalah...
A. Mengatur jadwal makan para kru kapal
B. Menghitung total pajak yang harus dibayar
C. Mempromosikan pelabuhan ke investor asing
D. Menentukan jenis ikan yang laku di pasar internasional
E. Memastikan kapal beroperasi di wilayah yang sesuai izin dan tidak melakukan IUU fishing
Jawaban: E
VMS digunakan sebagai alat pemantauan kepatuhan kapal terhadap daerah penangkapan ikan yang diizinkan dan untuk mendeteksi indikasi aktivitas ilegal (IUU Fishing).
Soal 6
Kapal yang membawa hasil tangkapan dari tengah laut menuju pelabuhan tanpa melakukan penangkapan sendiri wajib memiliki dokumen izin berupa...
A. SHTI
B. TDKP
C. SIPI
D. SIKPI
E. SIUP
Jawaban: D
SIKPI (Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan) adalah izin tertulis yang harus dimiliki setiap kapal perikanan untuk melakukan kegiatan pengangkutan ikan.
Soal 7
Dalam manajemen ketertiban di wilayah kerja pelabuhan perikanan, Syahbandar harus memastikan bahwa...
A. Dermaga digunakan untuk menjemur pakaian kru kapal
B. Kapal asing bebas masuk tanpa izin
C. Semua pedagang kaki lima boleh berjualan di dermaga
D. Alur pelayaran bebas dari hambatan dan kapal bersandar sesuai zonasi
E. Kapal boleh membuang oli bekas ke perairan pelabuhan
Jawaban: D
Manajemen ketertiban mencakup pengaturan alur keluar masuk kapal, penambatan kapal sesuai zonasi, dan pemastian operasional pelabuhan berjalan lancar tanpa gangguan fisik.
Soal 8
Logbook penangkapan ikan yang wajib diisi oleh nahkoda kapal perikanan berfungsi untuk...
A. Mengetahui daftar belanja kru kapal
B. Menghitung kecepatan angin secara manual
C. Data statistik hasil tangkapan dan verifikasi ketertelusuran ikan
D. Mencatat harian cuaca saja
E. Syarat meminjam uang di bank
Jawaban: C
Logbook penangkapan ikan adalah catatan harian mengenai kegiatan penangkapan ikan yang meliputi daerah penangkapan, jenis alat tangkap, dan estimasi berat hasil tangkapan, yang krusial untuk manajemen stok sumber daya dan traceability.
Soal 9
Salah satu unit eselon I di bawah Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berkoordinasi erat dengan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan dalam hal perizinan tangkap adalah...
A. Inspektorat Jenderal
B. Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap
C. Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu
D. Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya
E. Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut
Jawaban: B
Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) adalah unit di KKP yang membidangi urusan perikanan tangkap, termasuk regulasi pelabuhan perikanan dan penugasan Syahbandar di lokasi tersebut.
Soal 10
Jika terjadi kecelakaan kapal di wilayah kerja pelabuhan perikanan, langkah awal yang harus dilakukan Syahbandar adalah...
A. Melakukan koordinasi bantuan SAR dan mengamankan lokasi kejadian
B. Menelepon pemilik kapal untuk meminta ganti rugi
C. Membiarkan kapal tenggelam agar tidak mengganggu jalur
D. Menutup pelabuhan selama satu bulan
E. Menunggu instruksi dari pusat
Jawaban: A
Syahbandar memiliki peran penting dalam penanganan darurat kecelakaan di wilayahnya, termasuk koordinasi dengan Basarnas (SAR) serta melakukan tindakan pencegahan perluasan dampak kecelakaan.
Soal 11
Apa yang dimaksud dengan kelaiklautan kapal perikanan menurut standar pemeriksaan Syahbandar?
A. Kapal yang memiliki warna yang cerah
B. Kapal yang memiliki banyak stok makanan di palka
C. Kapal yang hanya digunakan oleh nahkoda berpengalaman
D. Kondisi kapal yang memenuhi persyaratan teknis dan administratif untuk berlayar dengan aman
E. Kapal yang sudah membayar retribusi pelabuhan
Jawaban: D
Kelaiklautan mencakup kelaikan teknis (mesin, alat navigasi, keselamatan) dan administratif (dokumen sah) sesuai peraturan yang berlaku agar kapal aman selama operasi di laut.
Soal 12
Dokumen yang memuat data teknis kapal, kepemilikan, dan riwayat pendaftaran kapal disebut sebagai...
A. Manifest Muatan
B. Surat Izin Usaha Perikanan
C. Buku Kapal Perikanan
D. Sertifikat Kesehatan Ikan
E. Pas Kecil
Jawaban: C
Buku Kapal Perikanan adalah dokumen identitas kapal yang berisi spesifikasi teknis kapal, data mesin, dan identitas pemilik yang harus diverifikasi oleh petugas.
Soal 13
Alat Penangkapan Ikan (API) yang dilarang penggunaannya oleh Pemerintah karena merusak ekosistem adalah...
A. Jaring Insang (Gillnet)
B. Bubu
C. Pancing Ulur
D. Rawai Dasar
E. Pukat Hela dan Pukat Tarik (Trawls)
Jawaban: E
Berdasarkan regulasi KKP (seperti Permen KP No 18 Tahun 2021), pukat hela (trawls) dan pukat tarik dilarang karena sifatnya yang tidak selektif dan merusak dasar perairan.
Soal 14
Tindakan pemeriksaan hasil tangkapan di pelabuhan untuk memastikan ikan tersebut bukan hasil dari praktik ilegal disebut sebagai implementasi dari...
A. STCW-F
B. Port State Measures Agreement (PSMA)
C. SOLAS
D. MARPOL
E. UNCLOS
Jawaban: B
PSMA (Port State Measures Agreement) adalah perjanjian internasional yang bertujuan mencegah, menghalangi, dan memberantas IUU Fishing melalui pemeriksaan kapal di pelabuhan.
Soal 15
Seorang Syahbandar harus mampu beradaptasi dengan sistem pelaporan digital dalam penerbitan SPB. Hal ini sesuai dengan nilai BerAKHLAK, yaitu...
A. Kompeten
B. Kolaboratif
C. Berorientasi Pelayanan
D. Adaptif
E. Loyal
Jawaban: D
Nilai Adaptif menekankan pada kemampuan ASN untuk terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan, termasuk penggunaan teknologi digital.
Soal 16
Berapa lama masa berlaku Surat Persetujuan Berlayar (SPB) sejak diterbitkan oleh Syahbandar hingga kapal harus meninggalkan pelabuhan?
A. 12 jam
B. 48 jam
C. 7 hari
D. 72 jam
E. 24 jam
Jawaban: E
Sesuai aturan operasional kesyahbandaran, SPB berlaku selama 24 jam. Jika kapal tidak berangkat dalam waktu tersebut, maka SPB dinyatakan tidak berlaku dan harus diurus kembali.
Soal 17
Verifikasi pendaratan ikan dilakukan oleh petugas pelabuhan untuk mencocokkan antara...
A. Data logbook penangkapan dengan fisik ikan yang didaratkan
B. Jumlah kru kapal dengan jumlah pancing
C. Berat kapal dengan berat ikan
D. Waktu kedatangan kapal dengan waktu pasar buka
E. Jumlah es dengan jumlah ikan
Jawaban: A
Verifikasi pendaratan ikan bertujuan untuk validasi data hasil tangkapan di logbook dengan kondisi riil saat ikan diturunkan dari palka kapal guna menjamin akurasi data statistik.
Soal 18
Sertifikasi kompetensi bagi Awak Kapal Perikanan (AKP) sangat penting untuk menjamin keselamatan kerja. Sertifikat dasar yang wajib dimiliki kru kapal adalah...
A. Sertifikat Kursus Memasak
B. Sertifikat Basic Safety Training (BST)
C. Ijazah S1 Kelautan
D. Sertifikat Penyelaman
E. SIM C
Jawaban: B
BST (Basic Safety Training) adalah standar pelatihan dasar keselamatan yang wajib dimiliki oleh setiap pelaut/awak kapal untuk menangani situasi darurat di laut.
Soal 19
Apa yang dimaksud dengan SHTI dalam konteks ekspor produk perikanan?
A. Sertifikat Higiene Terpadu Ikan
B. Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan
C. Standar Harga Tangkapan Ikan
D. Surat Hasil Tes Ikan
E. Surat Hak Tangkap Ikan
Jawaban: B
SHTI (Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan) adalah dokumen yang membuktikan bahwa ikan tersebut ditangkap secara legal dan bukan dari kegiatan IUU Fishing, sering dibutuhkan sebagai syarat ekspor ke Uni Eropa.
Soal 20
Unit kerja di KKP yang bertanggung jawab dalam pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan (termasuk patroli laut) adalah...
A. Ditjen PDSPKP
B. Badan Riset Sumber Daya Manusia KP
C. Ditjen Perikanan Tangkap
D. Ditjen PSDKP
E. Sekretariat Jenderal
Jawaban: D
Ditjen PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) adalah 'benteng' KKP dalam menegakkan hukum di laut dan mengawasi kepatuhan pelaku usaha perikanan.
Soal 21 Premium
Sesuai Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 2021, dalam kondisi apa Syahbandar di Pelabuhan Perikanan diperbolehkan menunda keberangkatan kapal perikanan meskipun dokumen lengkap?
A. Jika pemilik kapal belum membayar gaji kru di darat
B. Atas permintaan lisan dari kapal pesaing
C. Jika Syahbandar ingin melakukan rapat internal kantor
D. Jika harga ikan di pelabuhan sedang turun drastis
E. Karena kondisi cuaca buruk yang membahayakan keselamatan pelayaran berdasarkan informasi BMKG
Menurut UU No. 17 Tahun 2008, pemeriksaan teknis kelaiklautan kapal meliputi beberapa sertifikat. Sertifikat yang menjamin bahwa kapal tidak akan mencemari laut adalah...
A. Sertifikat Pencegahan Pencemaran (International Oil Pollution Prevention/IOPP)
Jika transmiter VMS sebuah kapal mati saat sedang berada di laut, apa prosedur standar yang harus diawasi oleh Syahbandar saat kapal tersebut kembali ke pelabuhan?
A. Menyuruh kapal segera berlayar kembali tanpa diperbaiki
B. Langsung membakar kapal tersebut
C. Meminta nahkoda untuk membayar denda tunai di tempat
D. Melakukan pemeriksaan logbook manual dan meminta laporan kerusakan alat (Berita Acara Kerusakan)
E. Mengabaikan hal tersebut karena VMS sering rusak
Salah satu syarat mutlak penerbitan SPB adalah hasil pemeriksaan fisik alat penangkapan ikan (API). Jika ditemukan ukuran mata jaring (mesh size) lebih kecil dari yang diatur, tindakan Syahbandar adalah...
A. Menyuruh kru kapal menyembunyikan jaring tersebut
B. Meminta pemilik kapal mengganti nama kapalnya
C. Memberikan SPB dan ikut memanen ikan kecil
D. Tetap memberikan SPB dengan syarat denda
E. Menolak menerbitkan SPB karena API tidak ramah lingkungan/melanggar aturan
Jika seorang Syahbandar menemukan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh stafnya di area pelabuhan, tindakan yang paling sesuai dengan nilai BerAKHLAK adalah...
A. Menyuruh staf tersebut pindah ke divisi lain
B. Meminta staf tersebut untuk lebih hati-hati agar tidak ketahuan
C. Melakukan tindakan disiplin tegas dan melaporkannya sesuai mekanisme whistleblowing
Tips Lulus SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan
SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Syahbandar di Pelabuhan Perikanan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.