Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara beserta aturan pelaksanaannya
Kedudukan, struktur organisasi, tugas, fungsi, dan wewenang Badan Intelijen Negara (BIN)
Wawasan kebangsaan, nilai-nilai dasar Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks pertahanan dan keamanan negara
Konsep Ketahanan Nasional, Geopolitik, dan Geostrategi Indonesia (Pendekatan Asta Gatra)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kode Etik Intelijen (Velox et Exactus)
Konsep dasar Hak Asasi Manusia (HAM) dan prinsip supremasi hukum dalam pelaksanaan operasional intelijen
Sistem Keamanan Nasional dan arsitektur kebijakan strategis keamanan dan ketertiban masyarakat
Hukum pidana dasar dan peraturan perundang-undangan terkait tindak pidana khusus (terorisme, pencucian uang, korupsi, dan kejahatan transnasional)
Konsep dasar operasi intelijen: Penyelidikan (Lidik), Pengamanan (Pam), dan Penggalangan (Gal)
Siklus Intelijen (Intelligence Cycle): Perencanaan dan Pengarahan, Pengumpulan, Pengolahan, Analisis, dan Diseminasi
Disiplin pengumpulan informasi intelijen: Open-Source Intelligence (OSINT), Human Intelligence (HUMINT), Signal Intelligence (SIGINT), Image/Geospatial Intelligence (IMINT/GEOINT)
Metodologi dan teknik analisis intelijen strategis dan taktis (Analisis Tautan/Link Analysis, Analisis Pola, SWOT, Red Teaming, dan Analisis Skenario)
Tata cara penyusunan, administrasi, dan penulisan produk intelijen (Laporan Informasi, Laporan Atensi, Telaahan Intelijen, dan Perkiraan Keadaan Intelijen)
Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) dan Deteksi Dini untuk pemetaan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan (ATHG)
Operasi Kontra-Intelijen (Counter-Intelligence): Teknik pengamanan personel, materiil, dokumen, dan kegiatan dari spionase dan sabotase
Analisis ancaman ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (Ipoleksosbudhankam)
Pemetaan jaringan kelompok radikal, terorisme, separatisme, dan penanganan konflik sosial
Dasar-dasar Intelijen Siber (Cyber Intelligence), kesadaran keamanan informasi (Security Awareness), dan pengantar kriptografi
Teknik operasi klandestin: Penyamaran (cover), cerita samaran (cover story), sistem komunikasi rahasia, dan pembinaan jaring/agen
Psikologi terapan dalam intelijen: Teknik elisitasi, wawancara, interogasi dasar, dan analisis perilaku/profiling sasaran
Manajemen risiko, manajemen krisis, dan protokol eskalasi penanganan ancaman keamanan nasional darurat
Pengelolaan pangkalan data (database) intelijen dan klasifikasi tingkat kerahasiaan informasi negara
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penelaah Teknis Intelijen.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011, apakah yang dimaksud dengan Intelijen Negara?
A. Penyelenggara intelijen yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang menyelenggarakan fungsi intelijen
B. Badan otonom yang bekerja secara rahasia di bawah yurisdiksi Kementerian Pertahanan
C. Seluruh aparatur keamanan yang bertugas menjaga stabilitas negara dari ancaman fisik
D. Lembaga negara yang khusus melakukan penindakan hukum terhadap kasus makar dan terorisme
E. Sistem keamanan nasional yang diatur oleh Tentara Nasional Indonesia secara komprehensif
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara Pasal 1 ayat (2), Intelijen Negara adalah penyelenggara intelijen yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan fungsi dan kegiatan intelijen.
Soal 2
Ruang lingkup intelijen negara menurut UU Nomor 17 Tahun 2011 meliputi beberapa bidang. Bidang manakah yang termasuk dalam ruang lingkup tersebut?
A. Intelijen diplomatik, intelijen bisnis, intelijen maritim, dan intelijen siber
B. Intelijen dalam negeri dan luar negeri, intelijen pertahanan dan militer, intelijen kepolisian, intelijen penegakan hukum, serta intelijen kementerian/lembaga
C. Intelijen teritorial, intelijen finansial, intelijen taktis, dan intelijen strategis
D. Intelijen kepresidenan, intelijen politik, intelijen ekonomi, dan intelijen sosial budaya
E. Intelijen penindakan, intelijen peradilan, intelijen investigasi, dan intelijen pengamanan
Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011 Pasal 9, ruang lingkup Intelijen Negara meliputi: intelijen dalam negeri dan luar negeri, intelijen pertahanan dan/atau militer, intelijen kepolisian, intelijen penegakan hukum, dan intelijen kementerian/lembaga pemerintah nonkementerian.
Soal 3
Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, kedudukan Badan Intelijen Negara (BIN) sebagai koordinator penyelenggara intelijen negara berada langsung di bawah dan bertanggung jawab kepada...
A. Panglima Tentara Nasional Indonesia
B. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
C. Menteri Pertahanan Republik Indonesia
D. Majelis Permusyawaratan Rakyat
E. Presiden Republik Indonesia
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011 Pasal 27 dan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur tentang BIN, Badan Intelijen Negara (BIN) berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia.
Soal 4
Dalam melaksanakan fungsinya, Badan Intelijen Negara (BIN) memiliki beberapa wewenang khusus. Manakah di bawah ini yang BUKAN merupakan wewenang dari BIN menurut regulasi yang berlaku?
A. Membentuk satuan tugas (satgas) intelijen
B. Meminta bahan keterangan kepada kementerian, lembaga pemerintah, dan/atau badan hukum
C. Melakukan penangkapan dan penahanan terhadap tersangka terorisme tanpa surat perintah pengadilan
D. Melakukan penyadapan, pemeriksaan aliran dana, dan penggalian informasi
E. Melakukan kerja sama intelijen dengan intelijen negara lain
Jawaban: C
Dalam UU No. 17 Tahun 2011, BIN memiliki wewenang penyadapan, penggalian informasi, dan kerjasama (Pasal 31). Namun, BIN tidak memiliki wewenang penindakan pro-justitia seperti melakukan penangkapan dan penahanan. Penegakan hukum tetap menjadi wewenang Kepolisian/Aparat Penegak Hukum.
Soal 5
Implementasi wawasan kebangsaan dalam konteks pertahanan keamanan negara menuntut aparatur intelijen untuk memahami nilai-nilai Pancasila. Pengutamaan kepentingan bangsa di atas kepentingan golongan adalah cerminan dari sila...
A. Persatuan Indonesia
B. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
C. Ketuhanan Yang Maha Esa
D. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
E. Kemanusiaan yang adil dan beradab
Jawaban: A
Pengutamaan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan merupakan pengamalan Sila Ketiga Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia, yang menjadi landasan kuat dalam menjaga keutuhan NKRI.
Soal 6
Dalam konsep pertahanan dan keamanan negara, Wawasan Nusantara berfungsi sebagai...
A. Doktrin militer yang difokuskan pada pertahanan keamanan semesta yang berpusat pada kekuatan angkatan bersenjata
B. Metode diplomasi luar negeri untuk memperluas pengaruh geopolitik Indonesia di wilayah Asia Tenggara
C. Strategi ekonomi makro untuk mewujudkan ketahanan nasional di bidang logistik militer
D. Sistem hukum nasional yang mengatur sanksi bagi setiap pelanggaran kedaulatan negara
E. Cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah
Jawaban: E
Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Soal 7
Pendekatan Asta Gatra dalam Ketahanan Nasional membagi aspek kehidupan nasional menjadi Trigatra (aspek alamiah) dan Pancagatra (aspek sosial). Yang tidak termasuk dalam aspek Pancagatra adalah...
A. Sosial Budaya
B. Ideologi
C. Keadaan dan Kekayaan Alam
D. Politik
E. Ekonomi
Jawaban: C
Asta Gatra terdiri dari Trigatra (Geografi, Demografi/Kependudukan, dan Sumber Kekayaan Alam) dan Pancagatra (Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, serta Pertahanan Keamanan). Keadaan dan Kekayaan Alam termasuk dalam Trigatra.
Soal 8
Geostrategi Indonesia pada hakikatnya dirumuskan dalam wujud...
A. Asta Gatra
B. Sistem Keamanan Rakyat Semesta
C. Ketahanan Nasional
D. Kebijakan Luar Negeri Bebas Aktif
E. Wawasan Nusantara
Jawaban: C
Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional. Ketahanan Nasional merupakan kondisi dinamis suatu bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan, yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi ATHG (Ancaman, Tantangan, Hambatan, Gangguan).
Soal 9
Semboyan insan intelijen di Indonesia adalah 'Velox et Exactus'. Makna filosofis dari semboyan tersebut yang sejalan dengan kompetensi Penelaah Teknis Intelijen adalah...
A. Berani dan Tegas
B. Rahasia dan Tuntas
C. Cepat dan Tepat
D. Cerdas dan Waspada
E. Tangguh dan Akurat
Jawaban: C
Semboyan 'Velox et Exactus' berasal dari bahasa Latin yang memiliki arti Cepat dan Tepat. Intelijen dituntut untuk mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi dengan kecepatan tinggi namun tetap memiliki akurasi yang tepat agar pimpinan dapat mengambil keputusan dengan benar.
Soal 10
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, seorang ASN intelijen harus memegang teguh nilai dasar (core values) BerAKHLAK. Sikap yang menunjukkan nilai 'Adaptif' dalam menghadapi ancaman asimetris adalah...
A. Meningkatkan kerjasama dengan aparat negara lain untuk menghindari perselisihan kerja
B. Berpegang teguh pada prosedur operasi standar (SOP) klasik di semua situasi
C. Cepat menyesuaikan diri dan terus berinovasi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan ancaman modern
D. Melaporkan setiap kejadian hanya kepada pimpinan tanpa analisis lebih lanjut
E. Mematuhi atasan dalam setiap perintah tanpa mempertanyakan konsekuensi hukumnya
Jawaban: C
Nilai dasar 'Adaptif' dalam BerAKHLAK berarti ASN harus terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan. Dalam intelijen, ini ditunjukkan dengan kemampuan menyesuaikan diri secara cepat dan berinovasi melawan bentuk ancaman modern atau asimetris.
Soal 11
Dalam melaksanakan penggalian informasi intelijen, insan intelijen tetap terikat pada prinsip Hak Asasi Manusia (HAM) non-derogable rights (hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun). Manakah yang termasuk hak tersebut?
A. Hak untuk berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat
B. Hak atas kebebasan bergerak dan berpindah tempat tinggal
C. Hak untuk mendapatkan privasi dan kerahasiaan komunikasi
D. Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, dan hak kemerdekaan pikiran serta hati nurani
E. Hak untuk memilih dan dipilih dalam pemilihan umum yang demokratis
Jawaban: D
Berdasarkan UUD 1945 Pasal 28I ayat (1) dan UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM, non-derogable rights adalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun, meliputi hak untuk hidup, tidak disiksa, kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, tidak diperbudak, diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut.
Soal 12
Pelaksanaan tugas intelijen sering bersinggungan dengan ranah privat warga negara, namun UU Intelijen membatasi penyalahgunaan wewenang melalui prinsip supremasi hukum. Apa bentuk jaminan supremasi hukum dalam operasional intelijen terkait penyadapan?
A. Penyadapan bebas dilakukan selama status darurat negara diumumkan
B. Penyadapan dapat dilakukan tanpa izin untuk menanggulangi tindak pidana ringan
C. Penyadapan hanya dapat dilakukan berdasarkan penetapan ketua pengadilan negeri, kecuali untuk sasaran yang sangat mendesak harus disusul penetapan pengadilan
D. Penyadapan hanya boleh dilakukan kepada warga negara asing tanpa batasan waktu
E. Penyadapan merupakan hak eksklusif intelijen yang diatur sendiri oleh peraturan internal kepala lembaga
Jawaban: C
Sesuai UU No. 17 Tahun 2011 Pasal 32, wewenang penyadapan oleh intelijen negara dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan, yaitu harus melalui penetapan dari ketua pengadilan negeri. Hal ini adalah bentuk supremasi hukum untuk menjamin HAM.
Soal 13
Arsitektur keamanan nasional mengintegrasikan berbagai elemen untuk menjaga kedaulatan negara. Dalam sistem Keamanan Nasional Indonesia, siapakah yang menjadi komponen utama untuk fungsi penegakan hukum dan ketertiban masyarakat?
A. Badan Intelijen Negara (BIN)
B. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
C. Tentara Nasional Indonesia (TNI)
D. Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)
E. Kementerian Dalam Negeri
Jawaban: D
Berdasarkan UUD 1945 Pasal 30 ayat (4) dan UU No. 2 Tahun 2002, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) adalah alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Soal 14
Peran intelijen dalam arsitektur keamanan nasional bersifat preventif dan strategis, yaitu memberikan pendeteksian dini. Di antara opsi berikut, mana yang paling menggambarkan fungsi early warning yang dijalankan intelijen?
A. Membentuk perundang-undangan darurat saat terjadi krisis nasional
B. Melakukan penangkapan langsung terhadap teroris saat terjadi serangan
C. Menjatuhkan vonis hukuman kepada pelaku kejahatan transnasional
D. Melakukan patroli keamanan secara rutin di wilayah perbatasan
E. Menyediakan analisis dan perkiraan keadaan mengenai ancaman yang potensial terjadi untuk pengambilan kebijakan pimpinan negara
Jawaban: E
Fungsi intelijen sebagai 'mata dan telinga negara' (early warning) adalah melakukan deteksi dini dan peringatan dini. Intelijen menyediakan produk intelijen berupa analisis dan perkiraan keadaan terkait ancaman kepada pengambil kebijakan, bukan melakukan penindakan langsung.
Soal 15
Tindak pidana pencucian uang (TPPU) sering digunakan oleh kelompok kejahatan transnasional dan terorisme untuk menyembunyikan asal usul dana ilegal. Regulasi utama yang mengatur mengenai Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang di Indonesia adalah...
A. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008
B. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001
C. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018
D. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010
E. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2013
Jawaban: D
UU No. 8 Tahun 2010 adalah Undang-Undang tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. UU ini menjadi dasar hukum dalam menangani uang hasil kejahatan (money laundering).
Soal 16
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, manakah pernyataan berikut yang paling tepat mendefinisikan Tindak Pidana Terorisme?
A. Tindakan meretas situs pemerintah untuk mengubah tampilan web sebagai bentuk protes kebebasan berekspresi
B. Tindakan mencuri uang negara yang digunakan untuk membiayai kampanye politik pejabat daerah
C. Unjuk rasa buruh yang berujung pada kerusakan fasilitas umum karena tuntutan upah tidak terpenuhi
D. Perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror secara masif dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan
E. Konflik bersenjata antara dua suku di suatu daerah karena sengketa lahan adat
Jawaban: D
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 2018 Pasal 1 angka 2, Terorisme adalah perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas... dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.
Soal 17
Dalam konsep dasar operasional intelijen, dikenal istilah Penyelidikan, Pengamanan, dan Penggalangan (Lidik, Pam, Gal). Apa tujuan utama dari operasi Penggalangan (Gal)?
A. Melakukan interogasi terhadap pelaku tindak kejahatan
B. Mencari bahan keterangan (baket) dari sumber terbuka untuk dijadikan laporan
C. Mempengaruhi sikap, pandangan, dan perilaku sasaran (individu atau kelompok) agar menguntungkan kepentingan pihak sendiri
D. Mencegah terjadinya sabotase terhadap instalasi penting milik negara
E. Membongkar jaringan komunikasi rahasia lawan melalui teknik dekripsi sandi
Jawaban: C
Penggalangan (Gal) adalah upaya untuk menciptakan atau mengubah kondisi, pandangan, atau sikap sasaran (baik individu maupun kelompok) agar mendukung atau setidaknya tidak menentang kepentingan dan sasaran intelijen negara.
Soal 18
Perbedaan mendasar antara operasi Penyelidikan (Lidik) dan Pengamanan (Pam) adalah...
A. Lidik digunakan untuk penindakan hukum, sedangkan Pam digunakan untuk rekayasa sosial
B. Lidik bersifat tertutup dan militeristik, sedangkan Pam bersifat terbuka dan administratif
C. Lidik difokuskan pada pengumpulan informasi rahasia untuk diolah menjadi produk intelijen, sedangkan Pam berfokus pada upaya mencegah hilangnya informasi atau aset
D. Lidik bersifat defensif, sedangkan Pam bersifat ofensif
E. Lidik dilakukan oleh aparat kepolisian, sedangkan Pam dilakukan khusus oleh badan intelijen
Jawaban: C
Penyelidikan (Lidik) bertugas mencari dan mengumpulkan informasi (bahan keterangan) yang belum diketahui. Pengamanan (Pam) bertugas menjaga aset, personel, materiil, dan informasi dari intaian atau serangan pihak lawan (sifatnya defensif/protektif).
Soal 19
Operasi Pengamanan (Pam) memiliki tiga fungsi utama, yaitu Pengamanan Personel, Pengamanan Materiil/Fasilitas, dan Pengamanan Dokumen/Informasi. Tindakan memasang firewall jaringan untuk mencegah serangan hacker termasuk dalam kegiatan...
A. Penggalangan Terbuka
B. Pengamanan Informasi
C. Pengamanan Materiil Fisik
D. Penyelidikan Siber
E. Pengamanan Personel
Jawaban: B
Memasang firewall bertujuan untuk melindungi data, dokumen digital, atau informasi penting dari pencurian, kebocoran, atau perusakan oleh peretas. Oleh karena itu, tindakan ini spesifik masuk ke dalam Pengamanan Dokumen/Informasi (dalam konteks digital).
Soal 20
Dalam siklus intelijen (Intelligence Cycle), kegiatan yang mengawali seluruh proses dimana pimpinan menentukan kebutuhan informasi intelijen (Information Requirements) berada pada tahapan...
A. Pengolahan (Processing)
B. Perencanaan dan Pengarahan (Planning and Direction)
C. Analisis (Analysis)
D. Pengumpulan (Collection)
E. Diseminasi (Dissemination)
Jawaban: B
Siklus intelijen berawal dari tahapan Perencanaan dan Pengarahan (Planning and Direction), di mana pimpinan menetapkan kebutuhan informasi (EEI - Essential Elements of Information) yang akan menjadi panduan bagi pengumpul informasi di lapangan.
Soal 21 Premium
Setelah tahap pengumpulan, informasi mentah (raw data) harus diterjemahkan, dideskripsi, atau diubah ke dalam format yang dapat dipahami oleh analis. Tahapan ini dalam Siklus Intelijen disebut...
Tahap akhir dalam Siklus Intelijen adalah penyampaian produk intelijen (hasil analisis) kepada pihak yang berhak, seperti pembuat kebijakan atau presiden. Tahap ini dikenal dengan istilah...
Metode pengumpulan informasi intelijen dari sumber-sumber publik dan terbuka, seperti berita media massa, publikasi akademis, forum publik, dan data pemerintah yang tidak diklasifikasikan disebut...
Seorang agen lapangan berhasil menyusup ke dalam kelompok radikal dan melakukan pendekatan dengan salah satu anggota kunci untuk menggali informasi terkait rencana aksi. Teknik pengumpulan informasi intelijen ini dikategorikan sebagai...
Informasi yang diperoleh dari penyadapan komunikasi elektronik target, intersepsi data seluler, atau penangkapan transmisi radio, merupakan bentuk dari disiplin intelijen...
Untuk memetakan aliran dana dan komunikasi antar anggota sebuah sindikat narkoba internasional, alat analisis visual yang paling tepat digunakan untuk menggambarkan hubungan antar entitas (individu, rekening, alamat) adalah...
Dalam proses analisis strategi keamanan, terdapat sebuah teknik di mana analis intelijen berperan sebagai musuh/lawan dan mencoba menguji kelemahan pertahanan atau rencana organisasi dari perspektif lawan. Teknik analitis terstruktur ini disebut...
Penyusunan proyeksi ancaman ke depan dengan membangun beberapa kemungkinan masa depan secara naratif, seperti 'Best Case', 'Worst Case', atau 'Most Likely', merupakan bentuk dari...
Dalam administrasi dan penulisan produk intelijen, produk tertulis yang memberikan ulasan analitik mendalam atas suatu masalah spesifik berskala strategis beserta dampaknya dan opsi solusi bagi pimpinan disebut...
Produk intelijen yang sifatnya prediktif dan disajikan secara sistematis mengenai perkembangan situasi keamanan pada masa yang akan datang untuk mendukung perumusan kebijakan disebut...
Salah satu bentuk ancaman terhadap personel pemerintahan adalah subversi dari pihak lawan, yaitu merekrut staf domestik untuk menjadi mata-mata. Teknik pengamanan personel yang paling dasar untuk mencegah hal ini adalah dengan melakukan...
A. Isolasi seluruh staf di ruang bawah tanah
B. Mengeksekusi siapa saja yang dicurigai sebagai pengkhianat di tempat
C. Mewajibkan ASN melaporkan aktivitas belanja online sehari-hari
D. Security clearance (Penelitian Personel) atau vetting sebelum dan selama penempatan posisi strategis
E. Memasang cip pelacak (RFID) di dalam tubuh tiap ASN
Dalam analisis ancaman Ipoleksosbudhankam, serangan yang bertujuan merusak pasar keuangan nasional, melemahkan nilai tukar mata uang melalui manipulasi hedge fund asing, diklasifikasikan sebagai ancaman di bidang...
Kegiatan sekelompok masyarakat yang terorganisasi dan secara masif menyebarkan propaganda menolak pemerintahan sah, dengan tujuan akhir melepaskan wilayah dari kedaulatan NKRI, merupakan ancaman utama pada dimensi Ipoleksosbudhankam di bidang...
Salah satu tahapan penanggulangan terorisme (soft approach) yang dilakukan negara untuk mengubah pemahaman narapidana terorisme agar melepaskan ideologi kekerasannya dan kembali setia kepada NKRI disebut...
Fenomena dimana aksi terorisme dilakukan oleh pelaku tunggal yang merencanakan dan mengeksekusi serangan secara independen tanpa koordinasi taktis dari kelompok teror induk, meskipun terinspirasi oleh ideologi yang sama, dikenal dengan istilah...
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, pencegahan konflik di masyarakat dilakukan melalui upaya-upaya berikut, KECUALI...
A. Mengembangkan sistem penyelesaian perselisihan secara damai
B. Membiarkan provokasi SARA jika terjadi di ranah digital (media sosial)
Dalam keamanan siber, perilaku pengguna seringkali menjadi titik paling lemah (the weakest link). Kemampuan personel untuk mengenali, memahami, dan mematuhi praktik perlindungan data dari serangan siber disebut dengan...
Teknik yang digunakan dalam kriptografi intelijen untuk mengubah data yang dapat dibaca (plaintext) menjadi data yang acak dan tidak dapat dimengerti (ciphertext) agar informasi rahasia tidak bisa dibaca oleh pihak tak berwenang disebut...
Teknik penyerangan rekayasa sosial di mana penyerang mengirimkan email palsu yang menyamar sebagai institusi resmi untuk mengelabui korban agar menyerahkan kredensial login intelijen (password) disebut...
Dalam operasi klandestin, seorang agen operasi menggunakan profesi sebagai jurnalis wisata untuk menutupi misi intelijen utamanya. Latar belakang buatan yang digunakan untuk menjustifikasi keberadaan dan kegiatan agen di daerah operasi disebut...
Rangkaian proses yang dilakukan oleh seorang perwira pengendali (handler) dalam mengelola, melatih, melindungi, mengarahkan, dan memutus hubungan dengan agen lapangan yang bekerja di lingkungan target, disebut dengan...
Metode komunikasi tanpa tatap muka dalam operasi klandestin dimana agen meninggalkan dokumen rahasia di sebuah tempat tersembunyi untuk diambil oleh agen lain beberapa saat kemudian, dikenal dengan teknik...
Dalam psikologi terapan intelijen, teknik menggali informasi atau opini penting dari seseorang melalui percakapan wajar secara tersembunyi tanpa membuat target sadar bahwa dirinya sedang diinterogasi disebut...
Berbeda dengan wawancara (interview), karakteristik utama dari sebuah Interogasi Intelijen adalah...
A. Membuat subjek merasa sangat santai dengan suasana tidak formal layaknya di kafe
B. Subjek berada dalam pengawasan (custody/tertawan), formatnya asimetris dan memilki kontrol penuh psikologis yang ditujukan kepada target yang resisten
C. Bertujuan semata-mata untuk mengkonfirmasi nama subjek untuk kepentingan administrasi kependudukan
D. Pertanyaan yang diajukan sudah dibocorkan kepada subjek sebelum pertemuan
E. Hanya dilakukan terhadap sumber terbuka dan publik figur
Proses psikologis analisis intelijen untuk mengidentifikasi ciri-ciri kepribadian, latar belakang, dan kebiasaan dari target penting (misal kepala negara asing atau gembong teroris) untuk memprediksi perilakunya di masa depan disebut...
Dalam manajemen krisis keamanan nasional, apabila terjadi ancaman darurat (contoh: serangan teroris di objek vital), pimpinan intelijen mengaktifkan mekanisme eskalasi komando secara berjenjang. Protokol peningkatan derajat status ancaman ini disebut...
Pengelolaan pangkalan data intelijen mengharuskan dilakukannya klasifikasi tingkat kerahasiaan informasi negara. Berdasarkan regulasi dan kaidah intelijen, mana dari pilihan berikut yang dikategorikan tingkat klasifikasi paling tinggi yang apabila bocor dapat membahayakan keamanan negara secara fatal?
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penelaah Teknis Intelijen, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penelaah Teknis Intelijen tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.