Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pengawas Mutu Hasil Pertanian. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
120+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kompetensi Umum

2 Indikator
Istilah di bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan, perkarantinaan, peternakan, budidaya pertanian, kelembagaan
UU Pangan, UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan, UU Perlindungan Konsumen, UU Standarisasi, UU Halal, UU Karantina, UU Perkebunan, UU Hortikultura, UU Peternakan, PP Label dan Iklan Pangan, PP Keamanan Mutu dan Gizi Pangan, PP Indikasi Geografis, Permentan tentang Pengawasan Keamanan PSAT di Pemasukan, Keamanan dan Mutu PSAT, Sistem Pertanian Organik, GAP, GHP, GMP, GRP, Pelarangan Bahan Kimia pada Beras, Tindakan Karantina untuk Pemasukan PSAT

Kompetensi Khusus

4 Indikator
Lembaga Pengawas Pangan, Lembaga Pengujian, Lembaga Sertifikasi Produk/Profesi, Lembaga Akreditasi, Lembaga Standar Internasional, termasuk di dalamnya personil/SDM yang menjalankan fungsi dan tugas terkait bidang keamanan dan mutu pangan hasil pertanian
SNI Produk Pangan Hasil Pertanian, SNI Sistem terkait Mutu dan Keamanan Pangan, Standar Internasional terkait Mutu dan Keamanan pangan, Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (SSOP, GAP, GHP, GMP, GRP, GFP), Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), Persyaratan Keamanan Pangan terhadap Pemasukan PSAT, Persyaratan Keamanan PSAT/PSAH
Mekanisme Pengawasan untuk Pemasukan PSAT, Pre Market, Post Market, Mekanisme Pengujian Mutu Hasil Pertanian (Pengujian Cepat dan Pengujian dengan Instrumen), Mekanisme Pengambilan Contoh, Mekanisme Pengawasan Pemasukan Agens Hayati
Cemaran Biologi, Kimia, Fisika

Simulasi Tryout SKB CAT Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pengawas Mutu Hasil Pertanian Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pengawas Mutu Hasil Pertanian berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 120 Soal SKB Pengawas Mutu Hasil Pertanian Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Pengawas Mutu Hasil Pertanian & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang mengalami perlakuan fisik ringan dan belum mengalami proses pengolahan lebih lanjut sering menjadi fokus pengawasan mutu. Berikut ini yang termasuk dalam perlakuan minimal (fisik ringan) pada PSAT adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan definisi umum dan Permentan terkait, Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) adalah pangan yang belum mengalami pengolahan, yang dapat dikonsumsi langsung maupun tidak langsung. Perlakuan minimal yang diperbolehkan meliputi pencucian, pengupasan, pengeringan, penggilingan, pemotongan, dan pengemasan tanpa tambahan zat lain.
Materi Terkait: Istilah di bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan
Soal 2
Peraturan perundang-undangan di Indonesia yang secara komprehensif mengatur tentang penyelenggaraan pangan, termasuk mengenai kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan adalah...
Kunci Jawaban: D
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan merupakan regulasi terbaru yang menggantikan UU No. 7 Tahun 1996, mengatur secara menyeluruh mengenai Pangan di Indonesia.
Materi Terkait: UU Pangan
Soal 3
Langkah pertama dari 7 prinsip sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) yang wajib diterapkan dalam industri pengolahan maupun penanganan pangan hasil pertanian adalah...
Kunci Jawaban: D
Prinsip 1 dari HACCP menurut standar CAC (Codex Alimentarius Commission) adalah melakukan analisis bahaya (Conduct a hazard analysis) untuk mengidentifikasi potensi bahaya biologis, kimia, atau fisik pada semua tahapan produksi.
Materi Terkait: Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)
Soal 4
Cemaran yang sering ditemukan pada produk serealia dan kacang-kacangan yang disimpan pada kondisi lembab dan suhu tinggi akibat aktivitas jamur Aspergillus flavus adalah...
Kunci Jawaban: E
Aflatoksin adalah mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus, yang umumnya mencemari komoditas pertanian seperti kacang tanah dan jagung akibat penyimpanan yang kurang baik.
Materi Terkait: Cemaran Biologi, Kimia, Fisika
Soal 5
Mekanisme pengawasan produk pangan segar asal tumbuhan yang telah beredar di pasaran atau ritel untuk memastikan bahwa produk tersebut tetap aman dikonsumsi dan memenuhi standar mutu disebut...
Kunci Jawaban: B
Pengawasan Post Market (Post Market Control) adalah pengawasan yang dilakukan setelah produk mendapatkan izin edar dan didistribusikan ke pasar/masyarakat untuk memastikan konsistensi pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan.
Materi Terkait: Mekanisme Pengawasan Pre Market, Post Market
Soal 6
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014, lembaga yang berwenang mengeluarkan sertifikat halal untuk produk di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, otoritas yang menerbitkan Sertifikat Halal beralih dari MUI ke BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) di bawah Kementerian Agama.
Materi Terkait: UU Halal
Soal 7
Lembaga non-struktural di Indonesia yang berwenang melakukan akreditasi terhadap lembaga sertifikasi, lembaga inspeksi, dan laboratorium pengujian adalah...
Kunci Jawaban: D
Komite Akreditasi Nasional (KAN) adalah lembaga non-struktural yang bertugas memberikan akreditasi kepada Lembaga Penilai Kesesuaian (LPK) seperti laboratorium uji, laboratorium kalibrasi, dan lembaga sertifikasi di Indonesia.
Materi Terkait: Lembaga Akreditasi
Soal 8
Penerapan pedoman cara produksi yang baik pada tahap pascapanen pertanian agar hasil pertanian aman, bermutu, dan layak dikonsumsi dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: E
Good Handling Practices (GHP) atau Cara Penanganan Pascapanen yang Baik adalah pedoman umum mengenai cara-cara penanganan pascapanen hasil pertanian untuk menekan kehilangan hasil dan mempertahankan mutu.
Materi Terkait: Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (GHP)
Soal 9
Ditemukannya pecahan kaca, kerikil, atau potongan logam pada beras yang dikemas merupakan contoh dari jenis bahaya...
Kunci Jawaban: A
Bahaya fisika (physical hazard) pada keamanan pangan adalah keberadaan benda-benda asing fisik (kaca, logam, batu, plastik, dll.) yang tidak lazim terdapat dalam pangan dan dapat menyebabkan cedera jika tertelan.
Materi Terkait: Cemaran Biologi, Kimia, Fisika
Soal 10
Pengujian cepat (rapid test) kualitatif residu pestisida pada sayuran segar di pasar tradisional umumnya menggunakan metode...
Kunci Jawaban: C
Pengujian cepat (rapid test) di lapangan umumnya menggunakan Rapid Test Kit yang mengandalkan perubahan warna (kolorimetri) atau inhibisi enzim (seperti kolinesterase) karena lebih praktis dan murah. Pilihan lain adalah instrumen pengujian di laboratorium.
Materi Terkait: Mekanisme Pengujian Mutu Hasil Pertanian (Pengujian Cepat)
Soal 11
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019, yang dimaksud dengan Karantina adalah...
Kunci Jawaban: B
Menurut Pasal 1 UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Karantina adalah sistem pencegahan masuk, keluar, dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina; serta pengawasan terhadap keamanan pangan dan mutu pangan...
Materi Terkait: UU Karantina
Soal 12
Tindakan karantina pertanian (karantina tumbuhan) yang dilakukan apabila media pembawa ternyata terinfeksi Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) dan tidak dapat dibebaskan dari OPTK tersebut dengan perlakuan, maka dilakukan...
Kunci Jawaban: B
Dalam UU No. 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, salah satu tindakan karantina adalah 'Pemusnahan' (8P: Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, Pembebasan). Pemusnahan dilakukan jika media pembawa busuk, membahayakan, atau setelah perlakuan tidak dapat disembuhkan/dibebaskan dari Hama Penyakit Karantina.
Materi Terkait: UU Karantina, Tindakan Karantina untuk Pemasukan PSAT
Soal 13
Badan internasional yang dibentuk oleh FAO dan WHO untuk menyusun standar-standar keamanan dan mutu pangan, kode praktik, dan pedoman internasional adalah...
Kunci Jawaban: A
Codex Alimentarius Commission (CAC) didirikan oleh FAO dan WHO pada tahun 1963 untuk mengembangkan standar makanan yang harmonis secara internasional guna melindungi kesehatan konsumen dan memfasilitasi perdagangan yang adil.
Materi Terkait: Lembaga Standar Internasional
Soal 14
Penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada budidaya tanaman hortikultura utamanya bertujuan untuk menjamin...
Kunci Jawaban: E
GAP (Good Agricultural Practices) merupakan panduan budidaya pertanian yang baik untuk menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi, bermutu, produktivitas tinggi, ramah lingkungan (melestarikan lingkungan), serta memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pekerja.
Materi Terkait: GAP
Soal 15
Dalam mekanisme pengambilan contoh (sampling) untuk pengujian mutu gabah di dalam karung, alat yang paling tepat digunakan untuk mengambil sampel agar mewakili seluruh kedalaman karung adalah...
Kunci Jawaban: E
Tombak (Probe/Trier) adalah alat bantu sampling yang ditusukkan ke dalam kemasan karung (beras, gabah, biji-bijian) untuk mengambil contoh (sampel) dari berbagai kedalaman agar sampel yang diambil bersifat representatif (mewakili).
Materi Terkait: Mekanisme Pengambilan Contoh
Soal 16
Tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis (alam, manusia, atau kombinasinya) memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada produk yang dihasilkan disebut...
Kunci Jawaban: E
Definisi Indikasi Geografis menurut peraturan perundang-undangan (UU Merek dan Indikasi Geografis serta PP No 51/2007) adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk karena faktor lingkungan geografis yang memberi reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu (contoh: Kopi Kintamani Bali).
Materi Terkait: PP Indikasi Geografis
Soal 17
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 mengatur tentang...
Kunci Jawaban: D
UU No. 8 Tahun 1999 adalah payung hukum yang mengatur tentang Perlindungan Konsumen di Indonesia, yang melindungi hak-hak konsumen termasuk atas keamanan produk pangan.
Materi Terkait: UU Perlindungan Konsumen
Soal 18
Sebagai salah satu persyaratan dasar keamanan pangan (Prerequisite Program), SSOP memegang peranan krusial. Kepanjangan dari SSOP adalah...
Kunci Jawaban: C
SSOP singkatan dari Sanitation Standard Operating Procedure, yaitu prosedur pelaksanaan sanitasi standar yang harus dipenuhi oleh produsen untuk mencegah terjadinya kontaminasi silang dan menjamin higiene fasilitas pengolahan pangan.
Materi Terkait: Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (SSOP)
Soal 19
Bakteri patogen yang sering menjadi cemaran biologi pada daging unggas mentah dan telur, serta menyebabkan infeksi saluran pencernaan pada manusia adalah...
Kunci Jawaban: E
Salmonella sp. adalah agen biologis (bakteri patogen) yang sering mencemari produk ternak (terutama telur dan daging unggas) dan menjadi salah satu parameter utama pengujian mikrobiologi karena dapat menyebabkan salmonellosis (infeksi saluran pencernaan/diare). Opsi lain adalah mikroba bermanfaat/bukan patogen utama.
Materi Terkait: Cemaran Biologi
Soal 20
Pemerintah secara tegas melarang penggunaan bahan kimia klorin pada beras. Alasan utama pelarangan klorin sebagai pemutih beras adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Permentan terkait kualitas dan keamanan beras, klorin dilarang digunakan untuk memutihkan beras karena residunya sangat berbahaya, bersifat korosif, dan karsinogenik (memicu kanker) bagi sistem pernapasan dan pencernaan manusia.
Materi Terkait: Pelarangan Bahan Kimia pada Beras
Soal 21
PRO
Setiap Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) yang dikemas dan diedarkan di wilayah Republik Indonesia wajib diregistrasikan sebelum beredar. Kewajiban pre-market ini diberikan dalam bentuk nomor pendaftaran yang diterbitkan oleh...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian tentang Pengawasan Keamanan PSAT (seperti Permentan 53/2018), izin edar/nomor pendaftaran PSAT diterbitkan oleh OKKP (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan) Pusat atau Daerah (OKKPD) tergantung jenis dan cakupan edarnya (PSAT-PL, PSAT-PD, dsb).
Materi Terkait: Mekanisme Pengawasan Pre Market, Permentan tentang Keamanan dan Mutu PSAT

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Dalam sistem kelembagaan pengawasan pangan segar di daerah tingkat provinsi, instansi yang berperan sebagai otoritas kompeten pengawasan mutu hasil pertanian adalah...
Kunci Jawaban: C
OKKPD (Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah) adalah lembaga di tingkat provinsi yang diberi mandat oleh OKKP Pusat (Kementerian Pertanian) untuk melakukan pendaftaran, pengawasan, dan sertifikasi jaminan mutu dan keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) di daerahnya.
Materi Terkait: Lembaga Pengawas Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2019 mengatur tentang Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan. Aspek utama yang ditekankan dalam sistem budidaya berkelanjutan adalah menyeimbangkan tiga pilar, yaitu...
Kunci Jawaban: D
Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan menurut UU No 22/2019 bertujuan mencapai kedaulatan pangan dengan mengintegrasikan pilar ekonomi (menguntungkan), ekologi (ramah lingkungan/menjaga keanekaragaman hayati), dan sosial (kesejahteraan petani dan masyarakat).
Materi Terkait: UU Sistem Budidaya Pertanian Berkelanjutan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Salah satu tujuan utama penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada sarana pengolahan hasil pertanian adalah...
Kunci Jawaban: C
GMP (Cara Produksi Pangan yang Baik) merupakan syarat dasar bagi industri pangan/pengolahan untuk menghasilkan produk yang bermutu dan aman dengan cara mengendalikan kondisi lingkungan pabrik dan mencegah kontaminasi silang (dari bahan baku mentah ke produk jadi, pekerja, dll).
Materi Terkait: GMP

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019, kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah Pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia disebut...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PP 86 Tahun 2019 tentang Keamanan Pangan dan UU No. 18 Tahun 2012, definisi 'Keamanan Pangan' adalah kondisi dan upaya mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang merugikan kesehatan manusia.
Materi Terkait: PP Keamanan Mutu dan Gizi Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Badan di Indonesia yang berwenang menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) produk pangan hasil pertanian adalah...
Kunci Jawaban: A
Sesuai UU Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, Badan Standardisasi Nasional (BSN) adalah Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang bertugas menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI).
Materi Terkait: UU Standarisasi, Lembaga Pengawas Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Produk pangan pertanian dapat diklaim dan diberi label 'Organik' apabila telah disertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) yang terakreditasi KAN, serta memenuhi SNI tentang Sistem Pertanian Organik, yaitu...
Kunci Jawaban: B
SNI 6729:2016 adalah Standar Nasional Indonesia untuk Sistem Pertanian Organik yang mengatur prinsip-prinsip produksi, pengolahan, pelabelan, dan pemasaran pangan organik. (Catatan: SNI ISO seri 9001 untuk mutu manajemen, 14001 untuk lingkungan).
Materi Terkait: Sistem Pertanian Organik, SNI Sistem terkait Mutu dan Keamanan Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Berdasarkan ketentuan pelabelan produk pangan (PP 69/1999 yang diperbarui dalam regulasi terkait Label Pangan), informasi yang tidak wajib dicantumkan pada label kemasan pangan hasil pertanian yang diedarkan adalah...
Kunci Jawaban: D
Menurut Peraturan Pemerintah tentang Label dan Iklan Pangan, label sekurang-kurangnya memuat: nama produk, daftar bahan, berat/isi bersih, nama & alamat pihak produksi/impor, tanggal kedaluwarsa, dan nomor izin edar. Biaya promosi bukan bagian dari informasi label untuk konsumen.
Materi Terkait: PP Label dan Iklan Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Menurut pedoman persyaratan keamanan PSAT pada pemasukan (impor), dokumen pengakuan atau jaminan kesesuaian sistem pengawasan keamanan pangan yang diakui dari negara asal disebut...
Kunci Jawaban: C
Dalam Permentan tentang Pemasukan PSAT ke Indonesia, negara asal dapat diberikan pengakuan kesetaraan (Equivalence Recognition) atas sistem pengawasan keamanan pangannya jika dinilai sepadan dengan sistem di Indonesia, sehingga mempermudah mekanisme pemasukan melalui pre-clearance.
Materi Terkait: Mekanisme Pengawasan untuk Pemasukan PSAT

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Pencemaran logam berat pada lahan pertanian (misalnya akibat limbah pabrik atau gas buang kendaraan bermotor) dapat terakumulasi pada tanaman. Salah satu cemaran logam berat yang secara ketat diatur Batas Maksimum Cemaran Logam Berat (BMCLB)-nya adalah...
Kunci Jawaban: E
Timbal (Pb), Kadmium (Cd), Raksa (Hg), dan Arsen (As) merupakan cemaran logam berat toksik yang keberadaannya pada PSAT diawasi ketat karena bersifat racun dan dapat terakumulasi dalam tubuh. Sedangkan Ca, Na, K, Mg adalah mineral esensial.
Materi Terkait: Cemaran Biologi, Kimia, Fisika

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Selain Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), produk hasil budidaya peternakan yang belum mengalami pengolahan dan siap untuk dikonsumsi maupun diolah lebih lanjut dikategorikan sebagai...
Kunci Jawaban: A
PSAH (Pangan Segar Asal Hewan) adalah pangan yang berasal dari hewan (daging, susu, telur) yang belum mengalami pengolahan lebih lanjut, melainkan perlakuan fisik ringan seperti pendinginan/pembekuan, pemotongan, dll.
Materi Terkait: Istilah di bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Standar internasional yang diakui oleh GFSI (Global Food Safety Initiative) yang menggabungkan prinsip ISO 9001 dan HACCP untuk sistem manajemen keamanan pangan adalah...
Kunci Jawaban: E
ISO 22000 adalah standar internasional untuk Sistem Manajemen Keamanan Pangan yang memadukan prinsip-prinsip HACCP dengan program prasyarat (PRP) dan manajemen kualitas sistemik ala ISO.
Materi Terkait: Standar Internasional terkait Mutu dan Keamanan pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Undang-Undang yang menjadi landasan penyelenggaraan usaha budidaya dan industri pengolahan komoditas kelapa sawit, karet, kopi, dan kakao di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: A
UU Nomor 39 Tahun 2014 mengatur tentang Perkebunan, mencakup penyelenggaraan komoditas tanaman semusim atau tahunan yang diusahakan pada skala luas, seperti kelapa sawit, karet, kakao, teh, dan kopi.
Materi Terkait: UU Perkebunan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Teknik pengambilan contoh (sampling) untuk produk curah cair seperti minyak kelapa sawit mentah (CPO) di dalam tangki simpan besar harus mewakili kondisi atas, tengah, dan bawah cairan. Alat yang sesuai untuk metode ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Untuk pengambilan sampel cairan curah di dalam tangki penyimpan yang dalam, digunakan alat Zone Sampler atau Dip bottle (botol dengan katup pemberat yang bisa dibuka pada kedalaman spesifik: atas, tengah, bawah) untuk mendapatkan perwakilan sampel yang homogen.
Materi Terkait: Mekanisme Pengambilan Contoh

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Dalam struktur instansi Kementerian Pertanian, Unit Pelaksana Teknis yang menjadi rujukan nasional (laboratorium acuan) dalam pengujian mutu pakan dan hasil peternakan adalah...
Kunci Jawaban: A
BBPMSOH (Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan) dan BBPMSP (untuk pakan) adalah balai di bawah Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melakukan uji sertifikasi mutu produk peternakan, obat hewan, dan pakan.
Materi Terkait: Lembaga Pengujian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Penjaja sayur segar dan buah di pasar modern (supermarket) diwajibkan memperhatikan Good Retail Practices (GRP). Salah satu indikator penerapan GRP untuk pangan segar adalah...
Kunci Jawaban: A
Prinsip utama GRP (Good Retail Practices) adalah mencegah kerusakan mutu dan kontaminasi pada level ritel. Memisahkan peralatan potong antara daging mentah (potensi cemaran bakteri tinggi) dan sayur/buah siap makan mencegah 'cross-contamination' (kontaminasi silang).
Materi Terkait: Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (GRP)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Pembentukan senyawa toksik golongan amina biogenik akibat aktivitas enzim dekarboksilase dari bakteri pembusuk, yang sering menyebabkan keracunan mirip alergi gatal-gatal pada ikan laut golongan Scombridae, adalah...
Kunci Jawaban: B
Histamin terbentuk dari penguraian asam amino histidin oleh enzim bakteri saat penanganan pascapanen ikan (terutama famili Scombridae seperti tuna, tongkol) yang kurang baik (suhu tidak dingin). Keracunan histamin menyebabkan reaksi alergi parah (scombroid food poisoning).
Materi Terkait: Cemaran Kimia/Biologi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Pengujian instrumen modern yang sangat presisi di laboratorium untuk mengetahui konsentrasi dan jenis residu pestisida pada produk pertanian (analisis kuantitatif) menggunakan...
Kunci Jawaban: E
Pengujian residu pestisida yang merupakan senyawa kimia organik jejak (trace) dilakukan dengan teknik pemisahan kromatografi berteknologi tinggi seperti Kromatografi Gas (GC-MS) atau HPLC, karena dapat memisahkan dan mendeteksi senyawa dalam konsentrasi part per billion (ppb).
Materi Terkait: Mekanisme Pengujian Mutu Hasil Pertanian (Pengujian dengan Instrumen)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Penanganan ternak, kesehatan hewan, dan keamanan produk pangan asal hewan secara komprehensif dari hulu ke hilir tunduk pada...
Kunci Jawaban: D
UU No. 18 Tahun 2009 yang telah diubah dengan UU No. 41 Tahun 2014 mengatur tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Aturan ini mewajibkan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, Halal) bagi produk hewan.
Materi Terkait: UU Peternakan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Seseorang yang berprofesi sebagai Petugas Pengambil Contoh (PPC) wajib memastikan bahwa dirinya berkompeten dan tersertifikasi. Lembaga sertifikasi personil/profesi (LSP) berhak mengeluarkan sertifikat kompetensi setelah disetujui oleh...
Kunci Jawaban: E
Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) adalah lembaga independen yang dibentuk pemerintah untuk memberikan lisensi kepada Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dalam menyelenggarakan uji kompetensi profesi dan menerbitkan sertifikat keahlian, termasuk bagi tenaga PPC atau auditor mutu.
Materi Terkait: Lembaga Sertifikasi Produk/Profesi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Pada pembuatan rencana HACCP, alat bantu logis yang terdiri dari urutan pertanyaan untuk menentukan apakah suatu tahapan proses merupakan titik kendali kritis (Critical Control Point) atau bukan disebut...
Kunci Jawaban: A
CCP Decision Tree (Pohon Keputusan CCP) menurut panduan Codex Alimentarius adalah urutan pertanyaan (biasanya 4 pertanyaan) logis yang digunakan untuk mengidentifikasi apakah suatu tahapan produksi berstatus sebagai Critical Control Point (CCP).
Materi Terkait: Sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam lingkup karantina dan perlindungan tanaman, Agens Hayati sering dimanfaatkan dalam pengendalian hama terpadu (PHT). Definisi agens hayati adalah...
Kunci Jawaban: B
Agens Hayati (biological control agent) adalah setiap organisme, baik berupa predator (pemangsa), parasitoid, agen antagonis, mikrob, maupun patogen serangga (virus/jamur) yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) dengan aman.
Materi Terkait: Mekanisme Pengawasan Pemasukan Agens Hayati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Mekanisme pemasukan Agens Hayati dari luar negeri sangat ketat karena berisiko membawa agen penyakit baru. Institusi di pintu perbatasan (bandara/pelabuhan) yang berwenang memeriksa dan memberikan izin pelepasan pemasukan agens hayati adalah...
Kunci Jawaban: B
Badan Karantina Indonesia (sebelumnya Badan Karantina Pertanian) memegang wewenang utama di pintu-pintu pemasukan negara (pelabuhan/bandara/PLBN) untuk memeriksa, menahan, atau membebaskan komoditas biologi (termasuk Agens Hayati) untuk mencegah masuknya HPHK/OPTK.
Materi Terkait: Mekanisme Pengawasan Pemasukan Agens Hayati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 yang kini menjadi dasar berbagai turunan perundangan keamanan produk, mengatur mengenai...
Kunci Jawaban: A
PP No. 69 Tahun 1999 secara spesifik mengatur tentang Label dan Iklan Pangan, yang bertujuan menjamin hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar dan tidak menyesatkan tentang produk pangan.
Materi Terkait: PP Label dan Iklan Pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Batas maksimum kandungan residu bahan kimia pertanian yang diperbolehkan berada pada produk pertanian dan makanan tanpa menimbulkan risiko bagi kesehatan manusia disebut dengan...
Kunci Jawaban: C
Batas Maksimum Residu (BMR) atau Maximum Residue Limit (MRL) adalah batas konsentrasi maksimum dari residu pestisida yang secara legal diizinkan atau diakui terdapat pada makanan dan hasil pertanian.
Materi Terkait: Cemaran Kimia

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Laboratorium pengujian mutu produk pertanian yang berstandar internasional dan diakui hasil analisanya harus mengimplementasikan dan diakreditasi berdasarkan standar...
Kunci Jawaban: B
ISO/IEC 17025 merupakan standar internasional yang berisi persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. Hal ini memastikan validitas hasil uji teknis di laboratorium.
Materi Terkait: Lembaga Akreditasi, Standar Internasional

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Dalam rantai pasok daging unggas dari peternakan menuju ke rumah potong hewan unggas (RPHU), penerapan Good Farming Practices (GFP) di tingkat peternak mencakup aspek, KECUALI...
Kunci Jawaban: D
Menyuntikkan formalin sangat dilarang karena formalin adalah pengawet non-pangan yang berbahaya/karsinogen. Hal tersebut bukan praktik GFP (Cara Budi Daya Ternak yang Baik), melainkan tindak pidana keamanan pangan.
Materi Terkait: Persyaratan Dasar Keamanan Pangan (GFP)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Pengujian cepat mutu hasil pertanian untuk parameter fisik menggunakan indera manusia, seperti melihat warna, membaui aroma, meraba tekstur, dan merasakan rasa, dikenal dengan sebutan pengujian...
Kunci Jawaban: C
Uji Organoleptik atau uji sensori merupakan cara pengujian subjektif menggunakan alat indra manusia (mata, hidung, lidah, kulit) untuk menilai mutu fisik suatu bahan pangan (warna, rasa, aroma, tekstur).
Materi Terkait: Mekanisme Pengujian Mutu Hasil Pertanian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Budidaya tanaman sayuran, buah-buahan, florikultura, dan tanaman obat yang padat karya dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi dan ekonomi nasional, diatur secara khusus dalam...
Kunci Jawaban: E
UU Nomor 13 Tahun 2010 mengatur tentang Hortikultura. Hortikultura mencakup budidaya tanaman buah, sayuran, bahan obat nabati, dan florikultura (tanaman hias).
Materi Terkait: UU Hortikultura

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Bahan yang digunakan untuk mewadahi dan/atau membungkus Pangan, baik yang bersentuhan langsung maupun tidak bersentuhan langsung dengan Pangan disebut...
Kunci Jawaban: C
Sesuai dengan terminologi dalam UU Pangan No 18/2012 dan regulasi BPOM terkait, Kemasan Pangan adalah wadah/bungkus yang bersentuhan langsung/tidak dengan pangan untuk mencegah kerusakan pangan dan melindungi pangan.
Materi Terkait: Istilah di bidang pengawasan dan pengujian mutu dan keamanan pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2021 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Mutu Hasil Pertanian, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pengawas Mutu Hasil Pertanian

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pengawas Mutu Hasil Pertanian menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.