Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan
Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor
Dasar-dasar Metrologi Legal dan Ketertelusuran Pengukuran
Etika ASN dan Manajemen Pemerintahan di lingkungan Kementerian Perhubungan
Evaluasi Hasil Pengujian Persyaratan Teknis dan Laik Jalan Kendaraan Bermotor
Monitoring dan Evaluasi Unjuk Kerja Peralatan Uji Berkala (Brake Tester, Side Slip, dll.)
Analisis Data dan Pelaporan Sistem Informasi Uji Berkala Kendaraan Bermotor (BLU-e)
Pengevaluasian Standar Akreditasi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB)
Prosedur Evaluasi Peneraan dan Kalibrasi Alat Ukur di Sektor Transportasi
Teknik Audit dan Pengawasan Terhadap Penyelenggaraan Pengujian Kendaraan
Analisis Kesesuaian Rancang Bangun dan Rekayasa Kendaraan Bermotor
Manajemen Mutu dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pengujian dan Peneraan
Evaluasi Ambang Batas Emisi Gas Buang dan Kebisingan Kendaraan secara Nasional
Identifikasi dan Penilaian Risiko pada Proses Pengujian dan Sertifikasi Kendaraan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 22 Tahun 2009, pengujian berkala kendaraan bermotor wajib dilakukan untuk kendaraan berikut, kecuali...
A. Mobil barang
B. Kereta gandengan
C. Mobil bus
D. Kendaraan khusus
E. Sepeda motor pribadi
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 53 ayat (1) UU No. 22 Tahun 2009, pengujian berkala wajib dilakukan bagi mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan.
Soal 2
Menurut PP Nomor 55 Tahun 2012, sistem rem utama (service brake) pada kendaraan bermotor paling sedikit harus bekerja pada...
A. Satu roda depan
B. Satu roda kiri dan satu roda kanan
C. Roda penggerak saja
D. Semua roda
E. Roda belakang saja
Jawaban: D
Pasal 66 PP No. 55 Tahun 2012 menyatakan bahwa sistem rem utama harus bekerja pada semua roda kendaraan sesuai dengan beban yang didistribusikan.
Soal 3
Dalam metrologi legal, kemampuan untuk menghubungkan hasil pengukuran ke standar nasional atau internasional melalui rantai perbandingan yang tak terputus disebut...
A. Peneraan
B. Akurasi
C. Verifikasi
D. Ketertelusuran (Traceability)
E. Kalibrasi
Jawaban: D
Ketertelusuran (Traceability) adalah sifat hasil pengukuran yang dapat dihubungkan ke standar yang lebih tinggi (nasional/internasional) melalui rantai perbandingan yang tidak terputus.
Soal 4
Sesuai regulasi tentang tata cara pengujian berkala, masa berlaku kartu uji atau bukti lulus uji berkala kendaraan bermotor adalah selama...
A. 24 bulan
B. 6 bulan
C. 3 bulan
D. 12 bulan
E. 5 tahun
Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Tata Cara Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor, pengujian berkala dilakukan setiap 6 bulan sekali.
Soal 5
Nilai kincup roda depan (side slip) yang diizinkan dalam pengujian teknis kendaraan bermotor menurut standar yang berlaku tidak boleh melebihi...
A. 3 mm/m
B. 1 mm/m
C. 5 mm/m
D. 15 mm/m
E. 10 mm/m
Jawaban: C
Dalam evaluasi hasil pengujian persyaratan teknis, standar ambang batas side slip adalah maksimal +/- 5 mm per meter.
Soal 6
Sistem informasi yang digunakan untuk mengintegrasikan data hasil uji berkala secara nasional dan penerbitan bukti lulus uji elektronik di Indonesia disebut...
A. SITRANS
B. E-KIR
C. SIMPKB
D. SI-UJI
E. BLU-e
Jawaban: E
BLU-e (Bukti Lulus Uji elektronik) adalah sistem informasi terintegrasi untuk pelaporan dan validasi data hasil pengujian berkala kendaraan bermotor secara nasional.
Soal 7
Alat uji yang digunakan untuk mengukur gaya pengereman pada roda kendaraan dalam rangkaian pengujian berkala disebut...
A. Speedometer Tester
B. Brake Tester
C. Pit Lift
D. Side Slip Tester
E. Axle Load Tester
Jawaban: B
Brake Tester (alat uji rem) berfungsi untuk mengukur gaya rem, efisiensi rem, dan penyimpangan gaya rem (imbalance) antar roda dalam satu poros.
Soal 8
Salah satu prinsip etika ASN di lingkungan Kementerian Perhubungan yang menekankan pada kejujuran dan kepatuhan terhadap aturan adalah...
A. Responsif
B. Kerjasama
C. Inovasi
D. Integritas
E. Ketangkasan
Jawaban: D
Integritas merupakan pilar utama etika ASN yang mencakup kejujuran, keselarasan antara ucapan dan perbuatan, serta kepatuhan terhadap regulasi di Kemenhub.
Soal 9
Dalam manajemen mutu pengujian kendaraan, dokumen yang menjelaskan langkah-langkah kerja secara detail untuk memastikan konsistensi proses disebut...
A. Rencana Strategis
B. Standard Operating Procedure (SOP)
C. Pedoman Mutu
D. Logbook Alat
E. Instruksi Presiden
Jawaban: B
SOP (Standar Operasional Prosedur) adalah dokumen instruksi kerja yang menjamin standarisasi dan kualitas proses pengujian serta peneraan.
Soal 10
Evaluasi terhadap ambang batas emisi gas buang kendaraan bermotor bertujuan untuk mengendalikan...
A. Konsumsi bahan bakar
B. Keausan ban
C. Pencemaran udara
D. Kecepatan maksimal
E. Kekuatan mesin
Jawaban: C
Pengujian emisi gas buang (CO dan HC) dilakukan untuk memastikan kendaraan tidak melebihi ambang batas polusi demi menjaga kualitas udara nasional.
Soal 11
Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) harus mendapatkan akreditasi dari kementerian. Akreditasi tertinggi yang menunjukkan fasilitas dan SDM lengkap adalah...
A. Akreditasi Utama
B. Akreditasi C
C. Akreditasi A
D. Akreditasi Paripurna
E. Akreditasi B
Jawaban: C
Berdasarkan regulasi akreditasi UPUBKB, Akreditasi A adalah tingkatan tertinggi yang menunjukkan pemenuhan standar fasilitas, alat uji, dan kompetensi SDM paling lengkap.
Soal 12
Prosedur untuk membandingkan suatu alat ukur dengan standar yang telah diketahui ketelitiannya untuk menentukan besarnya kesalahan penunjukan disebut...
A. Peneraan
B. Verifikasi
C. Justifikasi
D. Sertifikasi
E. Kalibrasi
Jawaban: E
Kalibrasi adalah kegiatan untuk menentukan kebenaran konvensional nilai penunjukan alat ukur dengan cara membandingkannya terhadap standar ukur.
Soal 13
Dalam audit penyelenggaraan pengujian kendaraan, auditor melakukan pemeriksaan terhadap kesesuaian antara data di sistem dengan fisik kendaraan. Teknik ini disebut...
A. Wawancara
B. Observasi/Verifikasi fisik
C. Kuesioner
D. Simulasi
E. Studi dokumen
Jawaban: B
Verifikasi fisik atau observasi lapangan adalah teknik audit untuk memastikan data hasil uji benar-benar mencerminkan kondisi nyata kendaraan.
Soal 14
Rancang bangun kendaraan bermotor yang dimodifikasi harus mendapatkan pengesahan untuk menjamin...
A. Keindahan tampilan
B. Kapasitas muatan maksimal
C. Keselamatan dan persyaratan teknis
D. Kemudahan perawatan
E. Harga jual kendaraan
Jawaban: C
Analisis kesesuaian rancang bangun bertujuan memastikan modifikasi tidak mengurangi standar keselamatan dan tetap sesuai dengan regulasi teknis kendaraan.
Soal 15
Penilaian risiko pada proses pengujian kendaraan bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya di area uji. Contoh risiko keselamatan kerja di UPUBKB adalah...
A. Terpapar gas buang berlebih di ruang tertutup
B. Kurangnya anggaran
C. Keterlambatan laporan
D. Perubahan regulasi
E. Kegagalan sistem server
Jawaban: A
Identifikasi risiko mencakup aspek keselamatan personel, seperti paparan emisi gas buang selama proses pengujian yang memerlukan sistem sirkulasi udara baik.
Soal 16
Besaran yang digunakan untuk menyatakan tingkat kebisingan suara knalpot kendaraan bermotor dalam satuan desibel adalah...
A. RPM
B. Lux
C. dB (A)
D. Hz
E. Nm
Jawaban: C
Ambang batas kebisingan kendaraan diukur dalam satuan desibel dengan pembobotan frekuensi A, atau dB (A).
Soal 17
Peneraan alat ukur yang digunakan untuk kepentingan umum diatur dalam lingkup...
A. Metrologi Industri
B. Metrologi Ilmiah
C. Metrologi Kimia
D. Metrologi Fisika
E. Metrologi Legal
Jawaban: E
Metrologi Legal adalah metrologi yang mengelola satuan-satuan ukuran, metode pengukuran, dan alat ukur yang menyangkut persyaratan teknis dan peraturan untuk menjamin kepastian hukum.
Soal 18
Sesuai PP 55 Tahun 2012, persyaratan laik jalan kendaraan mencakup hal-hal berikut, kecuali...
A. Warna kendaraan sesuai tren
B. Efisiensi sistem rem
C. Kincup roda depan
D. Kebisingan suara
E. Emisi gas buang
Jawaban: A
Persyaratan laik jalan mencakup emisi, kebisingan, rem, lampu, kincup roda, dll. Warna kendaraan bukan merupakan bagian teknis kelaikan jalan selama tidak melanggar aturan identitas.
Soal 19
Monitoring unjuk kerja peralatan uji secara rutin bertujuan untuk...
A. Menghitung pendapatan retribusi
B. Mempercepat waktu pelayanan
C. Mengganti alat dengan merek terbaru
D. Memastikan alat memberikan hasil pengukuran yang akurat
E. Mengurangi jumlah penguji
Jawaban: D
Monitoring dan evaluasi unjuk kerja alat sangat penting agar hasil pengujian valid dan tidak merugikan pemilik kendaraan maupun keselamatan jalan.
Soal 20
UU Nomor 22 Tahun 2009 menetapkan bahwa pengawasan terhadap unit pelaksana pengujian berkala dilakukan oleh...
A. Kepolisian RI
B. Pemerintah (Pusat/Daerah sesuai kewenangan)
C. Lembaga Swadaya Masyarakat
D. Produsen Otomotif
E. Asosiasi Karoseri
Jawaban: B
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2009, pembinaan dan pengawasan teknis terhadap pengujian berkala dilakukan oleh Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota.
Soal 21 Premium
Dalam mengevaluasi hasil uji rem, efisiensi rem utama untuk mobil barang dengan JBB lebih dari 3.500 kg minimal adalah...
Suatu UPUBKB yang memiliki peralatan uji otomatis yang terintegrasi dengan sistem komputer namun belum memiliki fasilitas uji untuk dimensi kendaraan tertentu kemungkinan besar terakreditasi...
Pengevaluasian terhadap data BLU-e menunjukkan adanya anomali di mana waktu pengujian satu kendaraan hanya 2 menit. Tindakan evaluasi yang tepat adalah...
A. Melakukan audit investigasi terhadap integritas proses pengujian
Sesuai etika ASN, apabila seorang pengevaluasi menemukan adanya gratifikasi dari unit uji agar laporan audit dibuat 'Baik', tindakan yang benar adalah...
A. Menyimpannya sebagai dana operasional kantor
B. Membaginya dengan rekan tim
C. Menolak dan melaporkan ke Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG)
Dalam manajemen pemerintahan, prinsip 'Good Governance' di lingkungan perhubungan mewajibkan adanya saluran pengaduan masyarakat. Hal ini merupakan perwujudan dari...
Tips Lulus SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan
SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengevaluasi Pengujian dan Peneraan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.