SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Ahli Pertama
Permenpan No. 70 Tahun 2021 Tentang JF TPKIP
Permenkes No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas
Permenkes No. 44 Tahun 2018 ttg Penyelenggaraan PKRS
Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang GERMAS
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kesehatan
Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Penggalangan Kemitraan
Advokasi Kesehatan
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku Terampil
Permenpan No. 70 Tahun 2021 Tentang JF TPKIP
Permenkes No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas
Permenkes No. 44 Tahun 2018 ttg Penyelenggaraan PKRS
Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang GERMAS
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Kesehatan
Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan
Penggalangan Kemitraan
Advokasi Kesehatan
Simulasi Tryout SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku.
Soal 1
Menurut Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku adalah PNS yang diberi tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak secara penuh untuk melakukan kegiatan...
A. Pengawasan sanitasi lingkungan dan bangunan umum
B. Pengobatan kuratif dan rehabilitatif secara massal
C. Pemeriksaan klinis pasien di fasilitas kesehatan
D. Pendataan penduduk miskin di wilayah kerja Puskesmas
E. Pelayanan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 1 Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (TPKIP) berfokus pada pelayanan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Soal 2
Berdasarkan PMK No. 43 Tahun 2019, promosi kesehatan merupakan bagian dari...
A. Layanan Penunjang Diagnostik Medis
B. Layanan Administrasi Manajemen Puskesmas
C. Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) Esensial
D. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial
E. Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Pengembangan
Jawaban: D
Dalam PMK No. 43 Tahun 2019 Pasal 37, disebutkan bahwa Pelayanan Promosi Kesehatan termasuk dalam jenis Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial.
Soal 3
Sesuai PMK No. 44 Tahun 2018, sasaran promosi kesehatan di rumah sakit (PKRS) adalah...
A. Pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung, dan masyarakat sekitar
B. Hanya tenaga medis dan paramedis
C. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan terkait
D. Masyarakat yang memiliki asuransi kesehatan saja
E. Hanya pasien rawat inap
Jawaban: A
Pasal 5 PMK No. 44 Tahun 2018 menyatakan sasaran PKRS meliputi pasien, keluarga pasien, SDM Rumah Sakit, pengunjung, dan masyarakat sekitar Rumah Sakit.
Soal 4
Fokus utama Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada tahap awal menurut Inpres No. 1 Tahun 2017 adalah...
A. Pembangunan puskesmas pembantu di seluruh desa
B. Pemberian bantuan modal untuk kader kesehatan
C. Melakukan aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta cek kesehatan secara berkala
D. Penyediaan obat-obatan gratis untuk penyakit menular
E. Peningkatan jumlah dokter spesialis di daerah terpencil
Jawaban: C
Inpres No. 1 Tahun 2017 menginstruksikan pelaksanaan GERMAS dengan fokus pada peningkatan aktivitas fisik, konsumsi sayur dan buah, serta deteksi dini penyakit melalui cek kesehatan berkala.
Soal 5
Metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) yang dilakukan melalui kunjungan rumah termasuk dalam jenis komunikasi...
A. Komunikasi Massa
B. Komunikasi Organisasi Tengah
C. Komunikasi Interpersonal/Individu
D. Komunikasi Satu Arah Medis
E. Komunikasi Kelompok Besar
Jawaban: C
Kunjungan rumah merupakan bentuk komunikasi interpersonal atau individu karena dilakukan secara langsung tatap muka antara petugas dengan individu/keluarga.
Soal 6
Prinsip utama dalam pemberdayaan masyarakat bidang kesehatan adalah...
A. Mewajibkan warga membayar biaya layanan promosi
B. Menunjuk satu orang pemimpin mutlak di desa
C. Memberikan bantuan materi sebanyak-banyaknya kepada warga
D. Menumbuhkan kemandirian masyarakat berdasarkan potensi lokal
E. Mengambil alih seluruh keputusan warga oleh petugas kesehatan
Jawaban: D
Pemberdayaan masyarakat bertujuan agar masyarakat mampu mengenali masalah, mengambil keputusan, dan melakukan upaya kesehatan secara mandiri.
Soal 7
Salah satu prinsip dasar kemitraan yang menuntut adanya keterbukaan antar pihak yang bekerja sama disebut...
A. Koordinasi (Coordination)
B. Saling Menguntungkan (Mutual Benefit)
C. Kemandirian (Autonomy)
D. Transparansi (Transparency)
E. Kesetaraan (Equity)
Jawaban: D
Transparansi dalam kemitraan berarti semua kegiatan, data, dan kebijakan harus terbuka dan diketahui oleh semua pihak yang bermitra.
Soal 8
Tujuan utama dari kegiatan advokasi kesehatan adalah...
A. Menjual produk-produk kesehatan ke masyarakat
B. Memberikan penyuluhan langsung kepada ibu hamil
C. Melakukan pemeriksaan fisik di sekolah-sekolah
D. Mengumpulkan donasi untuk pembangunan rumah sakit
E. Mendapatkan komitmen dan dukungan kebijakan dari pembuat keputusan
Jawaban: E
Advokasi adalah upaya untuk mempengaruhi pembuat kebijakan (stakeholders) agar memberikan dukungan berupa regulasi, dana, atau sarana untuk program kesehatan.
Soal 9
Jenjang Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku kategori Keahlian yang paling rendah adalah...
A. Ahli Pratama
B. Ahli Madya
C. Ahli Pertama
D. Ahli Muda
E. Ahli Terampil
Jawaban: C
Sesuai Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, jenjang kategori keahlian meliputi Ahli Pertama, Ahli Muda, dan Ahli Madya.
Soal 10
Dalam siklus manajemen Puskesmas (PMK 43/2019), kegiatan Survei Mawas Diri (SMD) bertujuan untuk...
A. Mencari data penduduk untuk pemilu
B. Menghukum masyarakat yang tidak menjaga kebersihan
C. Membantu masyarakat mengenali masalah kesehatan dan potensi yang dimilikinya secara mandiri
D. Melakukan audit keuangan internal Puskesmas
E. Menentukan besaran tarif layanan di Puskesmas
Jawaban: C
SMD adalah proses di mana kader dan masyarakat sendiri yang mengumpulkan data untuk mengenali masalah kesehatan di lingkungannya.
Soal 11
Salah satu standar penyelenggaraan PKRS menurut PMK No. 44 Tahun 2018 mencakup aspek...
A. Penyediaan sumber daya manusia, sarana prasarana, dan anggaran
B. Pengadaan alat bedah jantung
C. Pengaturan parkir kendaraan pengunjung
D. Pembangunan kantin sehat khusus dokter
E. Penjualan obat-obatan generik di lobi rumah sakit
Jawaban: A
Standar PKRS meliputi standar organisasi, SDM, sarana prasarana, anggaran, dan peralatan komunikasi/media informasi.
Soal 12
Berdasarkan Inpres 1/2017, Kementerian Kesehatan diinstruksikan untuk melakukan hal berikut dalam GERMAS, kecuali...
A. Melakukan deteksi dini penyakit
B. Meningkatkan advokasi dan pembinaan gaya hidup sehat
C. Melaksanakan kampanye GERMAS
D. Membangun jalan tol antar provinsi untuk distribusi sayur
E. Meningkatkan lingkungan sehat
Jawaban: D
Pembangunan jalan tol bukan merupakan instruksi khusus untuk Kementerian Kesehatan dalam konteks Inpres No. 1 Tahun 2017.
Soal 13
Media KIE yang berupa lembar lipat yang biasanya berisi informasi singkat dan padat disebut...
A. Baliho
B. Leaflet
C. Spanduk
D. Billboard
E. Poster
Jawaban: B
Leaflet adalah media cetak berbentuk lembaran kertas yang dilipat (biasanya menjadi 3 lipatan) yang digunakan untuk menyebarkan informasi kesehatan.
Soal 14
Contoh Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang fokus pada kesehatan anak di tingkat desa adalah...
A. FKD
B. Poskestren
C. Posyandu
D. Polindes
E. Saka Bakti Husada
Jawaban: C
Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) adalah wadah pemberdayaan masyarakat yang fokus utamanya pada kesehatan ibu dan anak.
Soal 15
Aksi dalam advokasi yang melibatkan penggalangan massa atau opini publik melalui media disebut...
A. Tekanan (Pressuring)
B. Lobi (Lobbying)
C. Media Advocacy
D. Debat Publik
E. Negosiasi
Jawaban: C
Media advocacy adalah penggunaan media massa secara strategis untuk mendukung tujuan advokasi kesehatan agar menjadi isu publik.
A. Pembagian keuntungan uang tunai secara langsung
B. Masyarakat tidak perlu melakukan apa-apa
C. Adanya nilai tambah yang dirasakan oleh semua pihak yang terlibat
D. Pihak swasta memberikan dana tanpa syarat
E. Hanya pemerintah yang mendapatkan keuntungan
Jawaban: C
Saling menguntungkan berarti semua pihak merasa program kemitraan memberikan dampak positif bagi visi/misi organisasi masing-masing.
Soal 17
Berdasarkan Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, kegiatan pengembangan profesi bagi JF TPKIP meliputi...
A. Mencetak kartu pasien rumah sakit
B. Mengikuti lomba menyanyi tingkat nasional
C. Melakukan survei kepuasan pelanggan kantin
D. Melaksanakan piket malam di UGD
E. Pembuatan karya tulis ilmiah di bidang promosi kesehatan
Jawaban: E
Pengembangan profesi mencakup pembuatan karya tulis, penerjemahan buku, atau pengembangan pedoman teknis di bidangnya.
Soal 18
Puskesmas sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan (PMK 43/2019) memiliki peran dalam...
A. Membangun pabrik industri besar di wilayahnya
B. Mewajibkan semua penduduk untuk menjadi perawat
C. Menjual asuransi kesehatan komersial
D. Mengambil alih fungsi dinas pekerjaan umum
E. Mendorong lintas sektor untuk mengintegrasikan aspek kesehatan dalam kebijakan mereka
Jawaban: E
Berwawasan kesehatan berarti kebijakan di wilayah tersebut harus mendukung kesehatan, dan Puskesmas bertugas melakukan advokasi lintas sektor.
Soal 19
PKRS wajib melakukan promosi kesehatan pada pasien rawat jalan dengan tujuan agar...
A. Pasien membeli obat lebih banyak
B. Rumah sakit mendapatkan penghargaan dari media
C. Pasien memiliki pengetahuan tentang penyakitnya dan upaya pencegahan komplikasi
D. Pasien segera pulang dan tidak kembali lagi
E. Pasien tidak perlu membayar biaya rumah sakit
Jawaban: C
PKRS bertujuan agar pasien berdaya dalam menjaga kesehatannya pasca pengobatan.
Soal 20
Kegiatan rutin pemeriksaan kesehatan secara berkala dalam GERMAS meliputi pemeriksaan...
A. Kekuatan otot kaki saja
B. Tingkat kecerdasan IQ
C. Tekanan darah, gula darah, dan kolesterol
D. Ketebalan dompet keluarga
E. Jumlah helai rambut
Jawaban: C
Cek kesehatan berkala difokuskan pada deteksi faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).
Soal 21
Berdasarkan Permenpan RB No. 70 Tahun 2021, Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (TPKIP) merupakan jabatan yang termasuk dalam klasifikasi...
A. Teknis Medis
B. Manajemen Kesehatan
C. Penelitian Kesehatan
D. Paramedis
E. Kesehatan Masyarakat
Jawaban: E
Berdasarkan Permenpan No. 70 Tahun 2021, JF TPKIP termasuk dalam klasifikasi/rumpun kesehatan masyarakat yang bertugas melakukan kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.
Soal 22
Dalam Permenkes No. 43 Tahun 2019, kegiatan Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) esensial di Puskesmas harus diselenggarakan oleh setiap Puskesmas untuk mendukung capaian Standar Pelayanan Minimal. Salah satu UKM esensial tersebut adalah...
A. Pelayanan Rawat Inap
B. Pelayanan Laboratorium
C. Pelayanan Farmasi
D. Pelayanan Promosi Kesehatan
E. Pelayanan Gawat Darurat
Jawaban: D
Pasal 36 Permenkes No. 43 Tahun 2019 menyebutkan bahwa salah satu UKM esensial adalah pelayanan promosi kesehatan.
Soal 23
Berdasarkan Permenkes No. 44 Tahun 2018, kegiatan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dilaksanakan dengan standar minimal tertentu. Manakah yang termasuk standar PKRS?
A. Standar Waktu Penyembuhan Pasien
B. Standar Sarana dan Prasarana PKRS
C. Standar Kompetensi Manajerial
D. Standar Tarif Pelayanan Edukasi Kesehatan
E. Standar Jumlah Tenaga Medis Rumah Sakit
Jawaban: B
Permenkes No. 44 Tahun 2018 menetapkan standar PKRS yang meliputi manajemen PKRS, standar sumber daya manusia, standar sarana dan prasarana, serta standar peralatan.
Soal 24
Inpres No. 1 Tahun 2017 tentang GERMAS memberikan instruksi khusus kepada Menteri Kesehatan untuk melaksanakan beberapa kegiatan utama, kecuali...
A. Membangun infrastruktur jalan raya nasional
B. Melaksanakan kampanye GERMAS
C. Meningkatkan aktivitas fisik
D. Meningkatkan kualitas lingkungan
E. Meningkatkan pencegahan dan deteksi dini penyakit
Jawaban: A
Inpres No. 1 Tahun 2017 menugaskan Menteri Kesehatan untuk urusan kesehatan, sedangkan pembangunan infrastruktur jalan adalah tugas Kementerian PUPR.
Soal 25
Salah satu komponen utama dalam strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) adalah 'Pesan'. Agar pesan kesehatan efektif, pesan tersebut harus memiliki kriteria...
A. Bersifat memaksa dan mengancam
B. Sederhana, mudah diingat, dan menyentuh sisi emosional/praktis
C. Hanya menggunakan teks tanpa gambar
D. Panjang dan menggunakan istilah medis yang rumit
E. Hanya disebarkan melalui media cetak
Jawaban: B
Pesan KIE yang efektif harus memenuhi syarat jelas, singkat, mudah dipahami (sederhana), dan relevan dengan kebutuhan audiens.
Soal 26
Dalam fasilitasi pemberdayaan masyarakat, tahap awal yang dilakukan untuk mengenali masalah kesehatan dan potensi yang ada di masyarakat secara mandiri disebut...
A. Intervensi Fisik
B. Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)
C. Advokasi Tokoh Masyarakat
D. Pelatihan Kader
E. Survei Mawas Diri (SMD)
Jawaban: E
SMD adalah kegiatan pengenalan, pengumpulan, dan pengkajian masalah kesehatan oleh tokoh masyarakat dan kader setempat di bawah bimbingan tenaga kesehatan.
Soal 27
Penggalangan kemitraan dalam promosi kesehatan didasarkan pada tiga prinsip utama. Ketiga prinsip tersebut adalah...
A. Saling Menguntungkan, Koordinasi, Otoritas
B. Kesetaraan, Keterbukaan, Saling Menguntungkan
C. Keterbukaan, Persaingan Sehat, Kemandirian
D. Kepercayaan, Instruksi, Pengawasan
E. Kesetaraan, Keuangan, Kebijakan
Jawaban: B
Prinsip kemitraan yang umum adalah kesetaraan (equity), keterbukaan (transparency), dan saling menguntungkan (mutual benefit).
Soal 28
Strategi promosi kesehatan yang ditujukan kepada para pengambil keputusan agar mengeluarkan kebijakan atau peraturan yang mendukung kesehatan disebut...
A. Social Marketing
B. KIE Massa
C. Bina Suasana
D. Pemberdayaan Masyarakat
E. Advokasi
Jawaban: E
Advokasi adalah upaya sistematis untuk mempengaruhi kebijakan, peraturan, atau dukungan sumber daya dari penentu kebijakan.
Soal 29
Menurut Permenkes No. 43 Tahun 2019, prinsip penyelenggaraan Puskesmas meliputi beberapa hal. Manakah yang termasuk di dalamnya?
A. Penyelenggaraan Kuratif Maksimal
B. Paradigma Sehat
C. Desentralisasi Terpadu
D. Spesialisasi Tingkat Pertama
E. Otonomi Finansial Penuh
Jawaban: B
Prinsip Puskesmas meliputi paradigma sehat, pertanggungjawaban wilayah, kemandirian masyarakat, ketersediaan akses, teknologi tepat guna, dan keterpaduan/kesinambungan.
Soal 30
Berdasarkan Permenpan No. 70 Tahun 2021, jenjang jabatan fungsional TPKIP kategori Keterampilan terdiri dari...
A. Pelaksana Luar Biasa
B. Ahli Pertama dan Ahli Muda
C. Teknisi dan Analis
D. Asisten Utama
E. Terampil, Mahir, dan Penyelia
Jawaban: E
Kategori keterampilan TPKIP meliputi Terampil, Mahir, dan Penyelia.
Soal 31
Dalam PKRS, sasaran promosi kesehatan di rumah sakit tidak hanya pasien, tetapi juga keluarga pasien dan SDM rumah sakit. Hal ini diatur dalam...
A. Permenkes No. 44 Tahun 2018
B. UU Tipikor
C. Permenkes No. 43 Tahun 2019
D. Permenkes No. 3 Tahun 2020
E. Inpres No. 1 Tahun 2017
Jawaban: A
Permenkes No. 44 Tahun 2018 menjelaskan bahwa sasaran PKRS meliputi pasien, keluarga pasien, SDM rumah sakit, pengunjung, dan masyarakat sekitar.
Soal 32
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) pada periode awal fokus pada tiga kegiatan utama. Salah satunya adalah...
A. Pemberian imunisasi dasar lengkap
B. Pemberian makanan tambahan balita
C. Konsumsi buah dan sayur
D. Pembangunan sarana air bersih
E. Peningkatan gizi spesifik pada ibu hamil
Jawaban: C
Fokus GERMAS meliputi aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, serta deteksi dini penyakit (cek kesehatan secara rutin).
Soal 33
Pemberdayaan masyarakat dalam bidang kesehatan dikatakan berhasil apabila masyarakat sudah sampai pada tahap...
A. Menerima bantuan uang
B. Mampu mengenali masalah dan mengambil tindakan pemecahan masalah secara mandiri
C. Hadir saat pertemuan saja
D. Hanya tahu informasi
E. Menunggu instruksi petugas
Jawaban: B
Kemandirian masyarakat merupakan tujuan akhir dari pemberdayaan, di mana mereka mampu menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan.
Soal 34
Manakah media KIE yang paling efektif digunakan untuk sasaran individu dengan tingkat literasi rendah?
A. Lembar Balik (Flipchart) dengan banyak gambar
B. Poster teks kecil
C. Jurnal Ilmiah
D. Siaran Radio tanpa panduan visual
E. E-book 200 halaman
Jawaban: A
Media visual seperti lembar balik sangat membantu proses edukasi bagi sasaran yang kurang lancar membaca atau membutuhkan bantuan visual untuk memahami konsep.
Soal 35
Output utama yang diharapkan dari kegiatan advokasi kesehatan kepada kepala daerah adalah...
A. Penurunan angka prevalensi stunting secara langsung
B. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam Posyandu
C. Adanya kebijakan publik atau regulasi yang mendukung kesehatan (misal Perda KTR)
D. Masyarakat mulai menerapkan perilaku mencuci tangan
E. Terbentuknya kelompok pendukung ASI di desa
Jawaban: C
Advokasi menyasar penentu kebijakan untuk menghasilkan dukungan berupa kebijakan, anggaran, atau sumber daya.
Soal 36
Puskesmas merupakan unit pelaksana teknis dinas kesehatan kabupaten/kota yang bersifat fungsional. Hal ini diatur dalam...
A. Permenkes No. 44 Tahun 2018
B. Permenkes No. 43 Tahun 2019
C. Permenpan No. 70 Tahun 2021
D. Inpres No. 1/2017
E. UU No. 36 Tahun 2009
Jawaban: B
Permenkes No. 43 Tahun 2019 mengatur secara detail tentang definisi, kedudukan, dan tugas Puskesmas.
Soal 37
Seorang TPKIP Ahli Pertama memiliki tugas utama dalam pengembangan media promosi kesehatan. Dasar hukum rincian tugas ini adalah...
A. Permenpan No. 70 Tahun 2021
B. Inpres No. 1/2017
C. Keputusan Camat
D. Permenkes No. 44/2018
E. UU ASN
Jawaban: A
Permenpan No. 70 Tahun 2021 merinci butir kegiatan untuk setiap jenjang jabatan fungsional TPKIP.
Soal 38
Strategi 'Bina Suasana' dalam promosi kesehatan paling tepat ditujukan kepada...
A. Pasien rawat jalan
B. Individu yang sakit
C. Anak-anak balita
D. Tokoh masyarakat atau kelompok yang berpengaruh (Opinion Leader)
E. Pengambil Kebijakan
Jawaban: D
Bina suasana (social support) bertujuan menciptakan opini publik atau suasana lingkungan yang mendukung perubahan perilaku melalui peran tokoh masyarakat.
Soal 39
Puskesmas wajib melaksanakan manajemen Puskesmas yang terdiri dari Perencanaan, Penggerakan Pelaksanaan, serta Pengawasan, Pengendalian dan Penilaian. Perencanaan Puskesmas dikenal dengan istilah...
Keberhasilan suatu upaya advokasi kesehatan dapat diukur dari beberapa indikator output. Salah satu indikator output yang menunjukkan adanya komitmen dan dukungan konkrit dari pengambil kebijakan adalah...
A. Terbentuknya kelompok swadaya masyarakat peduli kesehatan
B. Meningkatnya pengetahuan masyarakat secara merata
C. Bertambahnya jumlah tenaga promosi kesehatan di daerah
D. Adanya dukungan anggaran (Budgeting) dan regulasi
E. Meningkatnya jumlah media promosi kesehatan yang dicetak
Menurut Permenkes No. 43 Tahun 2019, kategori Puskesmas berdasarkan karakteristik wilayah kerjanya meliputi Puskesmas Kawasan Perkotaan, Pedesaan, serta...
Permenkes No. 44 Tahun 2018 mewajibkan setiap Rumah Sakit untuk membentuk unit organisasi PKRS. Unit ini secara struktural berada di bawah koordinasi...
A. Kepala Instalasi Gizi
B. Direktur yang membidangi medis atau keperawatan
Berdasarkan Permenkes No. 43 Tahun 2019, standar ketenagaan minimal di Puskesmas harus mencakup beberapa profesi. Profesi yang secara spesifik menangani promosi kesehatan adalah...
Penetapan standar kompetensi, rincian kegiatan, dan angka kredit untuk Jabatan Fungsional Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku secara spesifik diatur dalam...
Bentuk nyata kemandirian masyarakat dalam bidang kesehatan, di mana masyarakat mengelola sendiri sumber daya dan dana kesehatan (misalnya dana sehat), sering diwujudkan dalam bentuk kegiatan...
A. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM)
B. Sosialisasi instruksional searah dari petugas Puskesmas
C. Penerimaan subsidi kesehatan pemerintah secara penuh
Tips Lulus SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Tenaga Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.