Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Penata Pertanahan. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Pertanahan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Penata Pertanahan Ahli Pertama
Ahli Pertama
Kemampuan Umum
2 Indikator
Dasar Pertanahan
Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Kemampuan Khusus
7 Indikator
Konsolidasi Tanah
Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Pengadaan Tanah
Penilaian Tanah
Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Penatagunaan Tanah
Reforma Agraria
Simulasi Tryout SKB CAT Penata Pertanahan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pertanahan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Penata Pertanahan berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.
Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026
Akses 618 Soal SKB Penata Pertanahan Lengkap
Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.
✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN✓ Pembahasan Analisis Mendalam✓ Update Soal Rutin✓ Akses Aktif 1 Tahun
Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.
50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA), asas yang menyatakan bahwa bumi, air, dan ruang angkasa dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat disebut...
Kunci Jawaban: D
Menurut Pasal 2 UUPA No. 5 Tahun 1960, bumi, air, dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara sebagai organisasi kekuasaan seluruh rakyat, yang dikenal dengan asas hak menguasai dari negara.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal 2
Hak atas tanah yang bersifat turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah dengan mengingat ketentuan asas fungsi sosial adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 20 UUPA No. 5 Tahun 1960, Hak Milik adalah hak turun-temurun, terkuat, dan terpenuh yang dapat dipunyai orang atas tanah, dengan mengingat bahwa semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal 3
Berdasarkan Pasal 29 UUPA No. 5 Tahun 1960, jangka waktu pemberian Hak Guna Usaha (HGU) bagi perusahaan atau badan hukum yang memerlukan waktu lebih lama dapat diberikan untuk waktu paling lama...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 29 UUPA No. 5 Tahun 1960, Hak Guna Usaha (HGU) diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun, namun untuk perusahaan yang memerlukan waktu lebih lama dapat diberikan waktu paling lama 35 tahun.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal 4
Setiap hak atas tanah memiliki fungsi sosial. Hal ini diatur dalam UUPA pada...
Kunci Jawaban: C
Pasal 6 UUPA No. 5 Tahun 1960 menegaskan asas fungsi sosial hak atas tanah, yang menyatakan bahwa 'Semua hak atas tanah mempunyai fungsi sosial'.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal 5
Dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, definisi ruang mencakup...
Kunci Jawaban: E
Pasal 1 angka 1 UU No. 26 Tahun 2007 mendefinisikan ruang sebagai wadah yang meliputi ruang darat, ruang laut, dan ruang udara, termasuk ruang di dalam bumi sebagai satu kesatuan wilayah, tempat manusia dan makhluk lain hidup, melakukan kegiatan, dan memelihara kelangsungan hidupnya.
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal 6
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional ditetapkan untuk jangka waktu...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 20 ayat (4) UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, jangka waktu Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional adalah 20 tahun, dengan peninjauan kembali 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun.
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal 7
Kebijakan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sesuai dengan rencana tata ruang disebut...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 12 Tahun 2019, Konsolidasi Tanah adalah kebijakan pertanahan mengenai penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah sesuai dengan rencana tata ruang.
Materi Terkait: Konsolidasi Tanah
Soal 8
Dalam pelaksanaan konsolidasi tanah, tanah yang disumbangkan oleh peserta untuk pembangunan fasilitas umum, fasilitas sosial, dan biaya pelaksanaan disebut...
Kunci Jawaban: B
Sumbangan Tanah untuk Pembangunan (STUP) atau sering disebut juga Tanah Matang (TPOP) merupakan persentase tertentu dari tanah peserta Konsolidasi Tanah yang diserahkan untuk fasilitas umum, jalan, dan pembiayaan proyek (jika ada).
Materi Terkait: Konsolidasi Tanah
Soal 9
Berdasarkan Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 21 Tahun 2020, perselisihan pertanahan antara pihak-pihak yang tidak mempunyai dampak luas secara sosio-politis disebut...
Kunci Jawaban: A
Pasal 1 Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020 membedakan Sengketa (tidak berdampak luas) dan Konflik (memiliki dampak luas secara sosio-politis).
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal 10
Langkah awal dalam penanganan sengketa dan konflik pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN adalah...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020, tahapan penanganan diawali dengan Penerimaan Pengaduan dari masyarakat/instansi, diikuti pengkajian, penanganan, dan penyelesaian.
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal 11
Tahapan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012 dan perubahannya secara berurutan adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 13 UU No. 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan untuk Kepentingan Umum, tahapan pengadaan tanah terdiri atas: Perencanaan, Persiapan, Pelaksanaan, dan Penyerahan hasil.
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal 12
Dokumen yang memuat maksud dan tujuan, letak tanah, luas tanah yang dibutuhkan, perkiraan waktu pelaksanaan, hingga perkiraan nilai tanah dalam proses pengadaan tanah disusun pada tahap...
Kunci Jawaban: B
Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) disusun oleh Instansi yang memerlukan tanah pada tahap Perencanaan berdasarkan studi kelayakan (Pasal 14 UU No. 2 Tahun 2012).
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal 13
Dalam kegiatan penilai tanah, jumlah uang yang diperkirakan dapat diperoleh dari transaksi jual beli suatu aset pada tanggal penilaian antara pembeli yang berminat membeli dan penjual yang berminat menjual, dalam suatu transaksi bebas ikatan disebut...
Kunci Jawaban: C
Sesuai Standar Penilaian Indonesia (SPI), definisi tersebut merujuk pada Nilai Pasar (Market Value), yaitu estimasi sejumlah uang pada tanggal penilaian dari transaksi bebas ikatan antara pembeli dan penjual yang kompeten.
Materi Terkait: Penilaian Tanah
Soal 14
Metode penilaian tanah yang paling umum digunakan untuk menilai tanah kosong dengan membandingkan objek penilaian dengan properti pembanding yang telah terjual disebut pendekatan...
Kunci Jawaban: C
Pendekatan Data Pasar (Market Data/Sales Comparison Approach) adalah metode membandingkan objek properti/tanah yang dinilai dengan properti sejenis yang nilai transaksi/penawarannya diketahui, dengan melakukan penyesuaian.
Materi Terkait: Penilaian Tanah
Soal 15
Pemberdayaan Tanah Masyarakat merupakan salah satu pilar penataan akses dalam kerangka reforma agraria. Tujuan utamanya adalah...
Kunci Jawaban: C
Pemberdayaan tanah masyarakat (penataan akses) bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat dengan memberikan akses permodalan, teknologi, dan pasar agar tanah (aset) menjadi produktif.
Materi Terkait: Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Soal 16
Penyediaan infrastruktur, dukungan permodalan, pembangunan sarana prasarana, serta pemasaran dalam skema Reforma Agraria termasuk dalam pilar...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Perpres No. 86 Tahun 2018, Penataan Akses adalah pemberian kesempatan akses permodalan maupun bantuan lain kepada Subjek Reforma Agraria dalam rangka meningkatkan kesejahteraan yang berbasis pada pemanfaatan tanah.
Materi Terkait: Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Soal 17
Rangkaian kegiatan pengaturan peruntukan, penggunaan, dan persediaan bumi, air, dan ruang angkasa untuk kemakmuran rakyat sesuai amanat UUPA disebut...
Kunci Jawaban: D
Penatagunaan Tanah (Land Use Planning) adalah rangkaian pedoman/pengaturan untuk merencanakan peruntukan, persediaan, dan penggunaan tanah, sesuai dengan Pasal 14 UUPA dan diatur lebih lanjut dalam PP No. 16 Tahun 2004.
Materi Terkait: Penatagunaan Tanah
Soal 18
Dalam penatagunaan tanah, asas yang mensyaratkan agar penggunaan tanah selaras dengan kemampuan tanah dan mencegah kerusakan lingkungan adalah asas...
Kunci Jawaban: A
Asas lestari dan berkelanjutan dalam penatagunaan tanah memastikan bahwa penggunaan dan pemanfaatan tanah tidak merusak lingkungan hidup sehingga dapat bermanfaat untuk generasi sekarang dan akan datang.
Materi Terkait: Penatagunaan Tanah
Soal 19
Penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui Penataan Aset dan disertai dengan Penataan Akses untuk kemakmuran rakyat Indonesia disebut...
Kunci Jawaban: A
Menurut Perpres No. 86 Tahun 2018 Pasal 1 angka 1, Reforma Agraria adalah penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui Penataan Aset dan Penataan Akses.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal 20
Objek Reforma Agraria yang berasal dari pelepasan kawasan hutan, tanah telantar, maupun HGU yang habis masa berlakunya dikelompokkan sebagai...
Kunci Jawaban: C
Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) adalah tanah yang dikuasai oleh negara atau tanah yang telah dimiliki oleh masyarakat untuk diredistribusi atau dilegalisasi sebagai bagian dari program Penataan Aset Reforma Agraria.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal 21
PRO
Untuk menjamin kepastian hukum hak atas tanah di seluruh wilayah Republik Indonesia menurut UUPA, pemerintah menyelenggarakan pendaftaran tanah. Tujuan utama pendaftaran tanah adalah memberikan...
Kunci Jawaban: C
Pasal 19 UUPA dan PP 24 Tahun 1997 menegaskan pendaftaran tanah diselenggarakan untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hukum kepada pemegang hak atas tanah, apartemen, dan hak-hak lain yang terdaftar.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh negara atau tanah milik orang lain, yang memberi wewenang dan kewajiban sesuai keputusan pemberiannya atau perjanjiannya disebut...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 41 UUPA No. 5 Tahun 1960, Hak Pakai adalah hak untuk menggunakan dan/atau memungut hasil dari tanah yang dikuasai langsung oleh Negara atau tanah milik orang lain yang bukan sewa-menyewa atau pengolahan tanah.
Materi Terkait: Dasar Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam kerangka UU Cipta Kerja dan peraturan turunannya (PP No. 21 Tahun 2021), izin pemanfaatan ruang digantikan dengan nomenklatur baru yang diterbitkan pemerintah sebagai dasar pelaksanaan pemanfaatan ruang. Dokumen tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan UU Cipta Kerja dan PP 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, izin pemanfaatan ruang telah disederhanakan menjadi Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Hierarki produk Rencana Tata Ruang (RTR) Wilayah di Indonesia dari cakupan yang paling luas hingga detail diatur berjenjang. Dokumen tata ruang operasional yang dijadikan dasar langsung pemberian KKPR secara sistem daring (OSS) adalah...
Kunci Jawaban: C
Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) berfungsi sebagai instrumen operasional pengendali pemanfaatan ruang di tingkat lokal dan terintegrasi di sistem OSS untuk penerbitan Konfirmasi KKPR secara otomatis.
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Berdasarkan UU Penataan Ruang, proporsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada wilayah kota ditetapkan paling sedikit sebesar...
Kunci Jawaban: D
Pasal 29 ayat (2) UU No. 26 Tahun 2007 menetapkan proporsi ruang terbuka hijau (RTH) pada wilayah kota paling sedikit 30 (tiga puluh) persen dari luas wilayah kota, dengan komposisi publik minimal 20%.
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang dapat dikenakan sanksi administratif maupun pidana. Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007, manakah di bawah ini yang merupakan salah satu bentuk sanksi administratif tersebut?
Kunci Jawaban: E
Sanksi administratif terhadap pelanggaran pemanfaatan ruang menurut UU No. 26/2007 jo UU Cipta Kerja antara lain peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, penghentian sementara pelayanan umum, penutupan lokasi, pembongkaran, pemulihan fungsi ruang, dll.
Materi Terkait: Dasar Penyelenggaraan Penataan Ruang
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam Konsolidasi Tanah, objek tanah yang tidak dapat dijadikan subjek/objek penataan kecuali atas persetujuan instansi terkait adalah...
Kunci Jawaban: A
Tanah yang menjadi objek sengketa di pengadilan tidak dapat dilibatkan penuh dalam desain Konsolidasi Tanah hingga memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) atau ada persetujuan penyelesaian dalam skema konsolidasi sesuai Permen ATR/BPN No. 12 Tahun 2019.
Materi Terkait: Konsolidasi Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pelaksanaan Konsolidasi Tanah harus didasarkan pada kesepakatan masyarakat. Menurut regulasi, persetujuan dari calon peserta Konsolidasi Tanah sekurang-kurangnya mencakup...
Kunci Jawaban: D
Syarat persetujuan penetapan lokasi Konsolidasi Tanah sesuai Peraturan Kepala BPN No. 4/1991 jo aturan terbaru adalah kesepakatan tertulis dari sekurang-kurangnya 85% jumlah peserta yang luas tanahnya meliputi sekurang-kurangnya 85% dari luas seluruh lokasi.
Materi Terkait: Konsolidasi Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Model Konsolidasi Tanah yang tidak hanya menata ulang batas bidang tanah secara horizontal (kapling), tetapi juga membangun hunian bertingkat (rusun/apartemen) di atas bidang tanah hasil konsolidasi disebut...
Kunci Jawaban: B
Konsolidasi Tanah Vertikal adalah penataan kembali penguasaan, pemilikan, dan penggunaan tanah dengan mendirikan bangunan bertingkat (hunian vertikal) untuk mengatasi keterbatasan lahan perkotaan.
Materi Terkait: Konsolidasi Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Salah satu upaya penyelesaian sengketa pertanahan di luar jalur pengadilan (non-litigasi) yang difasilitasi oleh Kantor Pertanahan dan menghasilkan akta perdamaian adalah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020, penyelesaian sengketa pertanahan secara damai diutamakan melalui proses Mediasi yang difasilitasi oleh Kementerian, yang apabila berhasil dituangkan dalam Akta Perdamaian.
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pembatalan hak atas tanah atau sertipikat dapat dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN tanpa melalui putusan pengadilan jika ditemukan adanya...
Kunci Jawaban: E
Sesuai Permen ATR/BPN No. 21 Tahun 2020, pembatalan produk hukum pertanahan oleh Kementerian/BPN dapat dilakukan karena pelaksanaan putusan pengadilan yang inkracht atau karena Cacat Administrasi yang terbukti secara sah.
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam penanganan perkara pertanahan, forum diskusi yang dipimpin pejabat berwenang di BPN untuk mengkaji status hukum tanah, fakta lapangan, serta mencari alternatif penyelesaian kasus disebut...
Kunci Jawaban: C
Gelar Perkara (Gelar Awal/Akhir) adalah forum interaktif yang diselenggarakan oleh Kementerian ATR/BPN untuk menganalisis akar masalah, bukti, dan mengambil keputusan atau rekomendasi penyelesaian kasus pertanahan.
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Penanganan sengketa pertanahan diklasifikasikan menjadi tiga tingkat: ringan, sedang, dan berat. Indikator utama sebuah sengketa masuk kategori berat adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan juknis dan Permen ATR/BPN 21/2020, klasifikasi berat (Kasus Berat) melibatkan banyak pihak, berdampak politis/sosial, menyangkut aset negara/BUMN, atau memerlukan koordinasi antar lembaga kementerian/aparat penegak hukum yang intensif.
Materi Terkait: Penanganan Perkara, Sengketa, dan Konflik Pertanahan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pihak independen yang bertugas melakukan penilaian besaran nilai ganti kerugian atas bidang tanah dalam tahapan pelaksanaan Pengadaan Tanah bagi Kepentingan Umum adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 31 UU No. 2 Tahun 2012, besarnya nilai ganti kerugian didasarkan pada hasil penilaian oleh Penilai (Penilai Publik/Appraisal independen) yang ditunjuk oleh Ketua Pelaksana Pengadaan Tanah.
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Selain dalam bentuk uang, ganti kerugian pengadaan tanah berdasarkan UU No. 2 Tahun 2012 dapat diberikan dalam bentuk lain. Berikut yang BUKAN merupakan bentuk ganti kerugian yang sah adalah...
Kunci Jawaban: E
Pasal 36 UU No. 2 Tahun 2012 menyebutkan pemberian Ganti Kerugian dapat berupa: uang, tanah pengganti, permukiman kembali, kepemilikan saham, atau bentuk lain yang disetujui oleh kedua belah pihak. Pekerjaan ASN bukan bentuk ganti rugi aset.
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Apabila pihak yang berhak menolak besaran nilai ganti kerugian namun gugatannya ditolak oleh Pengadilan/Mahkamah Agung, atau pihak yang berhak tidak diketahui keberadaannya, maka uang ganti kerugian akan dititipkan di...
Kunci Jawaban: E
Sesuai Pasal 42 UU No. 2 Tahun 2012 dan PP No. 19 Tahun 2021, mekanisme penitipan uang ganti kerugian (Konsinyasi) dilakukan di Pengadilan Negeri wilayah hukum letak tanah tersebut berada.
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Penetapan Lokasi (Penlok) untuk pengadaan tanah bagi kepentingan umum diterbitkan oleh instansi yang berwenang pada tahap Persiapan. Siapakah yang berhak menetapkan Penlok secara reguler?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pasal 19 UU No. 2 Tahun 2012, Gubernur menetapkan lokasi pembangunan untuk kepentingan umum. Namun PP 19/2021 memberi keleluasaan pelimpahan kewenangan kepada Bupati/Wali Kota tergantung luasan dan kondisi, tetapi Gubernur adalah pejabat atribusi dasarnya.
Materi Terkait: Pengadaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam menilai tanah yang di atasnya terdapat bangunan (misalnya gedung pabrik), penilai menggunakan pendekatan yang menghitung biaya reproduksi bangunan baru dikurangi penyusutan, kemudian ditambahkan nilai tanah kosong. Pendekatan ini disebut...
Kunci Jawaban: E
Cost Approach (Pendekatan Biaya) mengestimasi nilai properti dengan cara menghitung biaya pembuatan baru (Reproduction/Replacement Cost) dari pengembangan di atas tanah, dikurangi penyusutan, lalu ditambah estimasi nilai tanah.
Materi Terkait: Penilaian Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pendekatan Pendapatan (Income Approach) dalam penilaian tanah sangat tepat digunakan untuk jenis properti...
Kunci Jawaban: A
Income Approach didasarkan pada prinsip antisipasi manfaat ekonomi (pendapatan bersih/arus kas) masa depan yang akan diterima properti. Paling cocok untuk properti komersial penyedia pemasukan rutin, seperti hotel, mal, dan apartemen sewa.
Materi Terkait: Penilaian Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Faktor-faktor yang mempengaruhi nilai tanah dibedakan menjadi faktor fisik, ekonomi, sosial, dan kebijakan pemerintah. Berikut yang termasuk faktor fisik/lokasi tanah adalah...
Kunci Jawaban: A
Faktor fisik yang mempengaruhi nilai properti/tanah meliputi ukuran, letak (corner/middle), topografi (kontur), bentuk tapak, aksesibilitas jalan, drainase, dan kondisi fisik lainnya.
Materi Terkait: Penilaian Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam implementasi Penataan Akses Reforma Agraria, kegiatan untuk mengidentifikasi potensi, kebutuhan, serta kapasitas masyarakat penerima redistribusi tanah disebut tahapan...
Kunci Jawaban: D
Pemetaan Sosial (Social Mapping) merupakan proses identifikasi sistematis terkait profil sosial, ekonomi, kelembagaan masyarakat, serta potensi aset tanah agar model pemberdayaan/penataan akses tepat sasaran.
Materi Terkait: Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Penataan aset melalui sertipikasi tanah tidak akan membawa dampak ekonomi optimal tanpa dukungan dari kementerian/lembaga lain (seperti Kementan, KemenkopUKM). Oleh karena itu, prinsip utama penataan akses adalah...
Kunci Jawaban: D
Pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Reforma Agraria bersifat lintas sektoral. Prinsip utama Penataan Akses adalah kolaborasi, sinergi, dan integrasi/konvergensi program pemberdayaan antar instansi, BUMN, perbankan, dan swasta (CSR).
Materi Terkait: Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Bentuk pendampingan Kementerian ATR/BPN pada kampung Reforma Agraria bertujuan agar sertipikat tanah yang diterima oleh petani dapat dijadikan...
Kunci Jawaban: D
Salah satu output utama pemberdayaan tanah adalah inklusi keuangan, di mana legalitas aset (sertipikat) yang dipegang masyarakat bernilai kapital (Bankable) dan dapat dijadikan agunan mengakses modal produktif UMKM/pertanian.
Materi Terkait: Pemberdayaan Tanah Masyarakat
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam penatagunaan tanah, dikenal instrumen Rencana Tata Guna Tanah (RTGT). RTGT memiliki keterkaitan erat dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Kedudukan RTGT terhadap RTRW adalah...
Kunci Jawaban: B
Penatagunaan Tanah (PGT) menjabarkan lebih lanjut pola ruang RTRW pada tataran penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang berwujud Rencana Tata Guna Tanah, sebagai piranti operasional (spasial pertanahan) di daerah.
Materi Terkait: Penatagunaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup (seperti resapan air dan sempadan sungai). Dalam konteks pengendalian penguasaan dan penggunaan tanah, hak atas tanah di kawasan lindung...
Kunci Jawaban: A
PP No. 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah (Pasal 10) menyatakan bidang tanah di kawasan lindung yang telah ada hak atas tanahnya dapat digunakan asal tidak mengganggu fungsi lindung. Pemberian hak baru dimungkinkan asal peruntukan pemanfaatannya mematuhi syarat kelestarian (fungsi lindung).
Materi Terkait: Penatagunaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Instrumen pencegahan alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sangat krusial dalam pengendalian pertanahan. Regulasi utama yang menjadi landasan perlindungan lahan pertanian ini adalah...
Kunci Jawaban: E
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 mengatur tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), yang mengendalikan alih fungsi lahan sawah produktif untuk menjamin kedaulatan pangan.
Materi Terkait: Penatagunaan Tanah
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam program Reforma Agraria (Redistribusi Tanah), syarat untuk menjadi Subjek penerima TORA bagi perorangan adalah...
Kunci Jawaban: A
Pasal 12 Perpres No. 86 Tahun 2018 mengatur bahwa Subjek Reforma Agraria meliputi perorangan (WNI) seperti petani gurem, buruh tani, nelayan kecil, atau kelompok masyarakat/koperasi yang memenuhi syarat domisili dan kondisi ekonomi.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam Kawasan Hutan (PPTKH) merupakan sumber besar TORA. Dokumen hukum yang melegitimasi tanah tersebut telah keluar dari status kawasan hutan adalah...
Kunci Jawaban: A
Penyediaan TORA yang berasal dari kawasan hutan harus melalui mekanisme perubahan batas atau Surat Keputusan Pelepasan Kawasan Hutan (SK Biru) yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sebelum diredistribusi BPN.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Lembaga ad-hoc yang dibentuk untuk mendukung percepatan pelaksanaan program Reforma Agraria yang terdiri dari lintas kementerian/lembaga hingga di tingkat daerah disebut...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 86 Tahun 2018, dibentuk Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) di tingkat Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota untuk merumuskan kebijakan operasional, penyelesaian sengketa agraria, dan koordinasi lintas sektor penataan akses dan aset.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Perbedaan mendasar antara program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dengan Redistribusi Tanah dalam Reforma Agraria adalah...
Kunci Jawaban: E
Legalisasi aset (seperti PTSL) memproses administrasi pendaftaran bidang tanah yang alas haknya sudah dipunyai masyarakat namun belum bersertipikat. Sedangkan Redistribusi Tanah (Penataan Aset) adalah pemberian Hak atas Tanah berstatus Tanah Negara (TORA) kepada subjek reforma agraria.
Materi Terkait: Reforma Agraria
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Informasi mengenai jabatan Penata Pertanahan pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 77 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penata Pertanahan
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah
Tips & Strategi Lolos SKB Penata Pertanahan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Pertanahan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.
3
Manajemen Waktu CAT
Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.
4
Evaluasi Melalui Tryout Rutin
Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pertanahan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB Penata Pertanahan
Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.
Materi SKB CPNS Penata Pertanahan menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.
Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait
Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.