Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pembimbing Kesehatan Kerja. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
170+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Pembimbing Kesehatan Kerja Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kompetensi Umum

4 Indikator
Hukum kesehatan dan perundangan K3
Etika dan Kode Etik Profesi
Komunikasi K3
Management Patient Safety

Kompetensi Khusus

5 Indikator
Surveilans Kesehatan Kerja
Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Manajemen Risiko di Tempat Kerja
Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja
Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan

Simulasi Tryout SKB CAT Pembimbing Kesehatan Kerja

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pembimbing Kesehatan Kerja Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pembimbing Kesehatan Kerja berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 170 Soal SKB Pembimbing Kesehatan Kerja Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Pembimbing Kesehatan Kerja & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, yang menjadi ruang lingkup berlakunya undang-undang tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 2, ruang lingkup keselamatan kerja meliputi segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, maupun udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3
Soal 2
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang Pembimbing Kesehatan Kerja mendapatkan data rekam medis pekerja yang mengalami Penyakit Akibat Kerja (PAK). Sikap yang sesuai dengan kode etik profesi kesehatan adalah...
Kunci Jawaban: E
Sesuai dengan etika profesi kesehatan kerja, kerahasiaan data rekam medis pasien/pekerja bersifat mutlak dan hanya boleh diakses atau dibagikan kepada pihak yang berwenang dengan persetujuan atau berdasarkan perintah undang-undang.
Materi Terkait: Etika dan Kode Etik Profesi
Soal 3
Pertemuan singkat yang dilakukan oleh pengawas atau petugas K3 bersama pekerja sebelum memulai pekerjaan untuk membahas isu-isu keselamatan, kesehatan kerja, dan bahaya yang mungkin timbul hari itu disebut...
Kunci Jawaban: A
Toolbox meeting adalah komunikasi rutin K3 berupa pertemuan singkat (biasanya 10-15 menit) sebelum mulai kerja untuk membahas bahaya spesifik, prosedur kerja aman, dan pengingat K3 di lapangan.
Materi Terkait: Komunikasi K3
Soal 4
Dalam manajemen patient safety, suatu insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil, dan bukan karena penyakit dasarnya, disebut...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Permenkes No. 11 Tahun 2017 tentang Keselamatan Pasien, Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) adalah insiden yang mengakibatkan cedera pada pasien.
Materi Terkait: Management Patient Safety
Soal 5
Langkah pertama yang paling krusial dalam pelaksanaan surveilans kesehatan kerja di sebuah perusahaan adalah...
Kunci Jawaban: E
Siklus surveilans selalu dimulai dengan pengumpulan data yang akurat dan sistematis (terkait data kesehatan pekerja maupun data pajanan lingkungan kerja), sebelum dilakukan analisis, interpretasi, dan diseminasi.
Materi Terkait: Surveilans Kesehatan Kerja
Soal 6
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012, prinsip dasar Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) terdiri dari lima langkah utama. Langkah penetapan kebijakan K3 diikuti oleh...
Kunci Jawaban: D
Sesuai PP No. 50 Tahun 2012, 5 prinsip dasar SMK3 adalah: 1) Penetapan Kebijakan K3, 2) Perencanaan K3, 3) Pelaksanaan Rencana K3, 4) Pemantauan dan Evaluasi Kinerja K3, 5) Peninjauan dan Peningkatan Kinerja SMK3.
Materi Terkait: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Soal 7
Sebuah pabrik menggunakan bahan kimia pelarut toksik dalam proses produksinya. Untuk mengendalikan risiko, manajemen memutuskan untuk mengganti pelarut tersebut dengan pelarut berbahan dasar air yang tidak beracun. Pengendalian ini termasuk dalam hierarki...
Kunci Jawaban: D
Substitusi adalah mengganti bahan, proses, atau peralatan yang berbahaya dengan yang kurang berbahaya atau tidak berbahaya. Mengganti pelarut toksik dengan pelarut air adalah contoh substitusi.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja
Soal 8
Dalam melakukan pendampingan program kesehatan kerja di UMKM, tujuan utama dari kegiatan pembimbingan adalah...
Kunci Jawaban: B
Fokus pembimbingan dan pendampingan adalah empowerment (pemberdayaan) agar kelompok sasaran (pekerja dan manajemen/pemilik usaha) memiliki kemandirian dalam menerapkan kesehatan kerja.
Materi Terkait: Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja
Soal 9
Upaya kesehatan kerja bersumber daya masyarakat yang dibentuk di lingkungan pekerja informal untuk memberikan pelayanan kesehatan kerja dasar disebut...
Kunci Jawaban: C
Pos UKK (Pos Upaya Kesehatan Kerja) adalah bentuk pemberdayaan masyarakat pekerja (terutama sektor informal) di mana dari, oleh, dan untuk pekerja itu sendiri diselenggarakan pelayanan kesehatan kerja dasar.
Materi Terkait: Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan
Soal 10
Menurut Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja agar hidup sehat dan terbebas dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh...
Kunci Jawaban: B
UU No. 36 Tahun 2009 Pasal 164 menyatakan upaya kesehatan kerja ditujukan untuk melindungi pekerja dari gangguan kesehatan serta pengaruh buruk yang diakibatkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3
Soal 11
Jika seorang Pembimbing Kesehatan Kerja menemukan potensi bahaya besar (imminent danger) yang mengancam nyawa pekerja di suatu area, langkah paling etis dan profesional yang pertama kali harus dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: A
Dalam K3 dan kode etik profesi, keselamatan nyawa adalah prioritas tertinggi. Jika ada potensi bahaya besar dan segera (imminent danger), tindakan penghentian pekerjaan (stop work authority) dan evakuasi harus dilakukan segera.
Materi Terkait: Etika dan Kode Etik Profesi
Soal 12
Bentuk komunikasi K3 yang diberikan kepada karyawan baru, kontraktor, atau tamu sebelum mereka diizinkan memasuki area kerja yang memiliki potensi bahaya disebut...
Kunci Jawaban: E
Safety Induction adalah pengenalan dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta potensi bahaya di lokasi kerja yang wajib diberikan kepada pekerja baru, tamu, atau kontraktor.
Materi Terkait: Komunikasi K3
Soal 13
Kejadian Sentinel dalam Keselamatan Pasien (Patient Safety) merujuk pada...
Kunci Jawaban: A
Sesuai Permenkes No. 11/2017, Kejadian Sentinel adalah suatu Kejadian Tidak Diharapkan (KTD) yang mengakibatkan kematian, cedera permanen, atau cedera berat yang tidak terkait dengan perjalanan alamiah penyakit pasien.
Materi Terkait: Management Patient Safety
Soal 14
Surveilans kesehatan kerja memanfaatkan data biomarker untuk memantau paparan bahan kimia pada pekerja. Hal ini termasuk dalam kategori surveilans...
Kunci Jawaban: C
Biomonitoring adalah pemantauan terhadap agen kimia atau metabolitnya di dalam tubuh pekerja (seperti dari darah, urin, atau udara pernapasan) sebagai bagian terintegrasi dari surveilans kesehatan kerja.
Materi Terkait: Surveilans Kesehatan Kerja
Soal 15
Kewajiban penerapan SMK3 menurut PP No. 50 Tahun 2012 berlaku bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit ... atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 5 ayat (2) PP No. 50 Tahun 2012, penerapan SMK3 wajib bagi perusahaan yang mempekerjakan pekerja/buruh paling sedikit 100 (seratus) orang atau mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi.
Materi Terkait: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
Soal 16
Dalam proses Job Safety Analysis (JSA), langkah yang harus dilakukan setelah menguraikan pekerjaan menjadi langkah-langkah dasar adalah...
Kunci Jawaban: D
Tahapan JSA: 1) Pilih pekerjaan yang dianalisis, 2) Uraikan langkah-langkah pekerjaan, 3) Identifikasi bahaya pada tiap langkah, 4) Tentukan tindakan pengendalian risiko.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja
Soal 17
Pada saat pendampingan pelaksanaan program kesehatan kerja di sebuah perusahaan, ditemukan tingkat ketidakhadiran pekerja karena sakit (absenteeism) tinggi akibat gangguan muskuloskeletal (ergonomi). Rekomendasi pembimbing yang tepat adalah...
Kunci Jawaban: D
Pendekatan kesehatan kerja bersifat preventif dan korektif terhadap lingkungan dan sistem kerja. Menilai risiko ergonomi (misal REBA/RULA) dan menyesuaikan stasiun kerja adalah solusi akar masalah.
Materi Terkait: Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja
Soal 18
Kader Pos UKK memiliki peran sentral dalam keberhasilan pelayanan kesehatan bagi pekerja sektor informal. Syarat utama untuk menjadi kader Pos UKK adalah...
Kunci Jawaban: A
Kader Pos UKK merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat. Syarat utamanya adalah mereka berasal dari kelompok pekerja itu sendiri, dipilih oleh pekerja, dan bersedia secara sukarela (mau dan mampu) menjadi penggerak K3.
Materi Terkait: Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan
Soal 19
Syarat-syarat Keselamatan Kerja dalam UU No. 1 Tahun 1970 Pasal 3 bertujuan untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan, salah satunya terkait PAK. Kepanjangan dari PAK adalah...
Kunci Jawaban: E
PAK singkatan dari Penyakit Akibat Kerja, yaitu penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, alat kerja, bahan, proses maupun lingkungan kerja, sebagaimana diatur regulasi kesehatan dan keselamatan kerja.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3
Soal 20
Memasang peredam suara (silencer) pada mesin genset yang bising di ruang produksi merupakan bentuk pengendalian bahaya K3 dengan metode...
Kunci Jawaban: B
Memasang peredam, memasang ventilasi (exhaust), atau memasang pelindung mesin (machine guard) adalah modifikasi pada sumber bahaya secara fisik mekanis, yang diklasifikasikan sebagai Rekayasa Teknik (Engineering Control).
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja
Soal 21
PRO
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 mengatur mengenai...
Kunci Jawaban: A
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2019 mengatur tentang Penyakit Akibat Kerja (PAK), yang memperbarui regulasi klasifikasi dan penetapan penyakit yang diakibatkan oleh paparan di lingkungan kerja.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Dalam mempromosikan perilaku sehat di tempat kerja, Pembimbing Kesehatan Kerja membuat poster tentang bahaya merokok. Elemen komunikasi yang berfungsi sebagai medium/saluran penyampaian dalam kasus ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan teori komunikasi Shannon-Weaver, komunikator (pengirim) adalah Pembimbing, pesannya adalah bahaya merokok, receiver (penerima) adalah pekerja, dan salurannya (channel/media) adalah poster.
Materi Terkait: Komunikasi K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Untuk menjamin keselamatan pasien di klinik perusahaan, petugas medis menanyakan nama lengkap dan tanggal lahir pasien sebelum memberikan obat. Tindakan ini merupakan implementasi sasaran keselamatan pasien (SKP), yaitu...
Kunci Jawaban: C
Menanyakan nama dan tanggal lahir (minimal dua pengidentifikasi) adalah standar dari Sasaran Keselamatan Pasien (SKP) poin 1: Ketepatan Identifikasi Pasien untuk mencegah salah orang dalam pemberian tata laksana/obat.
Materi Terkait: Management Patient Safety

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Surveilans K3 memerlukan perhitungan indikator kejadian. Indikator yang mengukur proporsi kasus Penyakit Akibat Kerja baru dalam suatu populasi pekerja pada kurun waktu tertentu disebut...
Kunci Jawaban: B
Dalam epidemiologi kerja, Insidensi (Incidence Rate) adalah rasio kasus *baru* suatu penyakit pada suatu populasi dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan Prevalensi mencakup kasus lama dan baru.
Materi Terkait: Surveilans Kesehatan Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Penilaian risiko (Risk Assessment) umumnya dihitung menggunakan formula risiko (R), yaitu kombinasi dari...
Kunci Jawaban: B
Risiko diukur dari tingkat kemungkinan/peluang (Likelihood/Probability) terjadinya kejadian bahaya dikalikan dengan tingkat keparahan/konsekuensi (Severity/Consequence) dari cedera atau gangguan yang ditimbulkan.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Penyusunan Hazard Identification, Risk Assessment and Determining Control (HIRADC) dalam SMK3 merupakan bagian dari tahap...
Kunci Jawaban: D
Tahap Perencanaan K3 dalam standar OHSAS 18001 / ISO 45001 / SMK3 PP 50/2012 mensyaratkan organisasi untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko (HIRADC), dan menetapkan pengendalian sebagai dasar menyusun program K3.
Materi Terkait: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Dalam pelaksanaan Kemitraan kesehatan kerja, peran serta sektor swasta atau LSM diatur melalui prinsip kemitraan. Prinsip dasar kemitraan dalam kesehatan adalah...
Kunci Jawaban: E
Prinsip utama kemitraan (partnership) di bidang promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat mengacu pada 3 prinsip dasar: Kesetaraan (Equity), Keterbukaan (Transparency), dan Saling Menguntungkan (Mutual Benefit).
Materi Terkait: Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja, Nilai Ambang Batas (NAB) untuk kebisingan pada pajanan waktu kerja 8 jam sehari adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut Lampiran Permenaker No. 5 Tahun 2018, Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di tempat kerja yang diizinkan untuk waktu pajanan 8 jam per hari adalah 85 dBA.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Seorang pembimbing kesehatan kerja mendapati bahwa manajer perusahaan memintanya memalsukan hasil tes kebugaran pekerja agar lolos tender proyek. Sesuai etika profesi, pembimbing tersebut harus...
Kunci Jawaban: B
Prinsip integritas dan profesionalisme K3 melarang pemalsuan rekam medis atau data kesehatan. Pembimbing harus menolak praktik koruptif/manipulatif dan mengedukasi manajemen tentang dampak fatal jika pekerja tidak bugar dipaksa bekerja di medan berisiko.
Materi Terkait: Etika dan Kode Etik Profesi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Untuk mencegah kelelahan mata (asthenopia) pada pekerja pengguna komputer (VDU), Pembimbing Kesehatan Kerja menyarankan penerapan Aturan 20-20-20. Arti aturan ini adalah...
Kunci Jawaban: C
Rule of 20-20-20 dikembangkan untuk mencegah Computer Vision Syndrome. Artinya, setiap 20 menit memandang layar, istirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Metode analisis komunikasi insiden (KTD) dalam Patient Safety untuk menelusuri akar penyebab suatu kesalahan (root cause) tanpa mencari siapa yang salah secara individu dikenal dengan...
Kunci Jawaban: C
Root Cause Analysis (RCA) adalah metode evaluasi pasca-insiden untuk mengidentifikasi penyebab dasar suatu kejadian KTD/Sentinel sehingga bisa dibuat tindakan perbaikan pada sistem, bukan menyalahkan individu (blame-free culture).
Materi Terkait: Management Patient Safety

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Tingkat keparahan (Severity Rate) dalam statistik kecelakaan kerja diukur dengan parameter...
Kunci Jawaban: A
Sesuai standar statistik K3 (seperti ANSI Z16.1), Severity Rate (SR) menunjukkan jumlah hari kerja yang hilang akibat kecelakaan kerja per 1.000.000 jam kerja orang (man-hours).
Materi Terkait: Surveilans Kesehatan Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Sertifikat SMK3 di Indonesia yang diberikan sebagai bentuk penghargaan dari Pemerintah bagi perusahaan yang menerapkan SMK3 tingkat lanjutan dikeluarkan oleh...
Kunci Jawaban: C
Pelaksanaan dan pengawasan regulasi SMK3 sesuai amanat PP 50 Tahun 2012 berada di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia, yang menerbitkan sertifikat dan bendera K3 (emas/perak).
Materi Terkait: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Dalam manajemen K3 untuk pekerja ruang terbatas (confined space), hal yang HARUS dipastikan aman melalui pengukuran gas sebelum pekerja masuk adalah...
Kunci Jawaban: C
Syarat mutlak izin masuk ruang terbatas (confined space entry permit) adalah LEL (Lower Explosive Limit) = 0%, kadar oksigen di rentang aman 19.5% hingga 23.5%, dan kadar gas toksik (seperti H2S, CO) berada di bawah NAB.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Pada pembimbingan penyusunan program K3, salah satu program promotif dalam pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) di tempat kerja adalah kegiatan Olahraga bersama dan peregangan. Di lingkungan instansi pemerintah (PNS), gerakan ini sering digalakkan dalam program...
Kunci Jawaban: A
Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) merupakan Instruksi Presiden (Inpres No. 1/2017) yang salah satu fokus implementasinya di tempat kerja adalah aktivitas fisik (peregangan) dan penyediaan makanan/buah sehat (konsumsi gizi seimbang).
Materi Terkait: Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Sikap Pembimbing Kesehatan Kerja yang menunjukkan empati dan active listening saat pekerja menyampaikan keluhan terkait stres kerja adalah...
Kunci Jawaban: D
Active listening melibatkan pemusatan perhatian, tidak menyela, memberikan respons gestur (seperti mengangguk), serta merespon tanpa menghakimi (non-judgmental). Ini kunci utama keberhasilan komunikasi terapeutik dan konseling K3.
Materi Terkait: Komunikasi K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Berdasarkan Permenkes Nomor 70 Tahun 2016 tentang Standar dan Persyaratan Kesehatan Lingkungan Kerja Industri, pengukuran iklim kerja (tekanan panas) menggunakan parameter...
Kunci Jawaban: D
Pengukuran iklim kerja yang berhubungan dengan tekanan panas (heat stress) dilakukan dengan parameter Indeks Suhu Basah dan Bola (ISBB) atau WBGT (Wet Bulb Globe Temperature), yang memadukan suhu basah, kering, dan suhu radiasi.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Pelaporan hasil surveilans kesehatan kerja sebaiknya disajikan dalam format yang mudah dipahami pihak manajemen agar dapat ditindaklanjuti. Bentuk penyajian data yang menampilkan tren absensi pekerja akibat sakit ISPA dari bulan ke bulan paling tepat menggunakan...
Kunci Jawaban: B
Diagram garis (Line Chart) sangat ideal untuk menyajikan data runtun waktu (time series), sehingga tren peningkatan atau penurunan insiden ISPA dari waktu ke waktu dapat terlihat jelas.
Materi Terkait: Surveilans Kesehatan Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Pemasangan label bahaya dan Material Safety Data Sheet (MSDS) atau Lembar Data Keselamatan Bahan (LDKB) pada bahan kimia merupakan pemenuhan aspek komunikasi K3 yang diwajibkan oleh regulasi, dan tergolong upaya pengendalian risiko berupa...
Kunci Jawaban: C
Informasi K3, pemasangan label, MSDS, rambu-rambu, SOP, serta pelatihan pekerja merupakan bagian dari Pengendalian Administratif (Administrative Controls) dalam hierarki pengendalian bahaya.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Sebagai seorang Pembimbing Kesehatan Kerja, Anda menemukan tingginya kasus kelelahan di kalangan pengemudi bus jarak jauh. Program Kemitraan yang paling efektif untuk menyelesaikannya adalah berkolaborasi dengan...
Kunci Jawaban: C
Kemitraan harus dilakukan secara komprehensif lintas sektoral (HRD, serikat pekerja, Kemenhub, Polantas) untuk mengubah akar masalah, yakni regulasi penjadwalan dan jam kerja yang manusiawi demi mengatasi kelelahan ekstrem (fatigue).
Materi Terkait: Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Menurut panduan JCI dan regulasi Kemenkes, ketika seorang perawat memberikan obat melalui telepon karena perintah lisan dari dokter, metode komunikasi yang dianjurkan untuk menjamin Patient Safety adalah...
Kunci Jawaban: C
Prosedur TBAK (Tulis pesannya, Baca ulang pesannya oleh penerima, Konfirmasi kembali oleh pemberi pesan) atau TBaK (Write down, Read back) adalah standar emas untuk perintah lisan atau via telepon demi mencegah kesalahan medikasi.
Materi Terkait: Management Patient Safety

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam audit SMK3, ditemukan bahwa organisasi belum mengkomunikasikan kebijakan K3 ke seluruh pekerja dan pemasok/subkontraktor. Hal ini merupakan penyimpangan/ketidaksesuaian (non-conformance) dari standar PP 50/2012 kriteria...
Kunci Jawaban: D
Kriteria awal dalam elemen PP 50 Tahun 2012 adalah 'Pembangunan dan Pemeliharaan Komitmen', yang mencakup penyusunan kebijakan K3 yang tertulis, ditandatangani pengusaha, dan harus disosialisasikan/dikomunikasikan kepada semua pekerja dan pihak luar yang terkait.
Materi Terkait: Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Ergonomi adalah ilmu yang menyerasikan pekerjaan dan lingkungan terhadap manusia atau sebaliknya. Masalah kesehatan yang sering timbul akibat desain stasiun kerja yang tidak ergonomis adalah...
Kunci Jawaban: C
Posisi janggal, gerakan berulang (repetitive motion), dan pengerahan tenaga statis akibat stasiun kerja yang tidak ergonomis menyebabkan gangguan otot, tulang, dan sendi yang dikenal dengan Musculoskeletal Disorders (MSDs).
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Tingkat debu silika (kristalin bebas) di udara pada kegiatan tambang terbuka melampaui NAB. Penyakit paru akibat kerja yang khas ditimbulkan oleh pajanan debu silika disebut...
Kunci Jawaban: E
Pneumokoniosis memiliki jenis spesifik berdasarkan penyebabnya: debu kapas (Bisinosis), ampas tebu (Bagassosis), asbes (Asbestosis), batu bara (Antrakosis), dan kristal silika bebas menimbulkan Silikosis.
Materi Terkait: Hukum kesehatan dan perundangan K3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam memberdayakan pekerja tani (sektor informal) melalui Pos UKK, salah satu paket pelayanan dasar yang diberikan adalah pengenalan bahaya pestisida. Ciri-ciri keracunan akut pestisida golongan organofosfat adalah...
Kunci Jawaban: C
Pestisida organofosfat menghambat kerja enzim kolinesterase, menyebabkan overstimulasi sistem saraf parasimpatik dengan gejala SLUDGE (Salivation, Lacrimation, Urination, Defecation, Gastrointestinal upset, Emesis) dan miosis (pupil mengecil).
Materi Terkait: Pembimbingan dan Pendampingan Pelaksanaan Program Kesehatan Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Kode Etik Profesi mengharuskan ahli K3/Kesehatan Kerja bersikap obyektif. Tindakan yang melanggar obyektivitas adalah...
Kunci Jawaban: A
Obyektivitas berarti bertindak berdasarkan data, fakta, dan standar keilmuan tanpa bias atau konflik kepentingan. Merekayasa hasil audit atau laporan K3 demi pihak tertentu melanggar prinsip integritas dan obyektivitas.
Materi Terkait: Etika dan Kode Etik Profesi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Analisis data dari klinik perusahaan menunjukkan terjadi 5 kasus tertusuk jarum suntik (needlestick injury) di kalangan perawat dalam 6 bulan terakhir. Rekomendasi program pendampingan untuk pencegahan (patient & worker safety) terbaik adalah...
Kunci Jawaban: B
Tertusuk jarum merupakan bahaya biologi (bloodborne pathogens). Intervensinya adalah penerapan Universal Precaution (Kewaspadaan Universal), pelatihan pembuangan benda tajam ke safety box, dan praktik satu tangan (one-hand scoop technique) jika terpaksa me-recap.
Materi Terkait: Management Patient Safety

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Tahapan Manajemen Risiko berdasarkan standar ISO 31000 secara berurutan mencakup...
Kunci Jawaban: E
Dalam ISO 31000, proses inti manajemen risiko adalah Penetapan Konteks, dilanjutkan Penilaian Risiko (Risk Assessment yang terdiri dari Identifikasi, Analisis, Evaluasi Risiko), lalu Perlakuan Risiko (Risk Treatment), disertai dengan Pemantauan & Tinjauan serta Komunikasi & Konsultasi.
Materi Terkait: Manajemen Risiko di Tempat Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Permenkes Nomor 11 Tahun 2017 mewajibkan setiap fasilitas pelayanan kesehatan untuk melaporkan Insiden Keselamatan Pasien secara internal paling lambat dalam waktu...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Permenkes 11 Tahun 2017, setiap insiden keselamatan pasien harus segera ditindaklanjuti dan wajib dibuat laporan internalnya (Incident Report) kepada Tim Keselamatan Pasien di faskes maksimal 2 x 24 jam setelah kejadian.
Materi Terkait: Management Patient Safety

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Indikator keberhasilan pemberdayaan kesehatan masyarakat pekerja melalui Pos UKK dapat diukur dari...
Kunci Jawaban: E
Keberhasilan Pos UKK ditandai oleh perubahan perilaku K3 yang mandiri (seperti mulai sadar memakai APD/masker saat kerja) dan kesadaran memeriksakan kesehatan secara dini (promotif dan preventif) di pos tersebut, bukan membebankan masalah secara kuratif di tingkat atas.
Materi Terkait: Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Pekerja dan Kemitraan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja dan Angka Kreditnya sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 47 Tahun 2013 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2013 tentang Jabatan Fungsional Pembimbing Kesehatan Kerja dan Angka Kreditnya
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pembimbing Kesehatan Kerja

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Kesehatan Kerja, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pembimbing Kesehatan Kerja

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pembimbing Kesehatan Kerja menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.