Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Paramedik Veteriner, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Paramedik Veteriner
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Paramedik Veteriner Pemula
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Paramedik Veteriner Terampil
Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Simulasi Tryout SKB CPNS Paramedik Veteriner
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Paramedik Veteriner.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Paramedik Veteriner
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner.
Soal 1
Terampil
Berdasarkan Undang-Undang No. 41 Tahun 2014, segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia disebut...
A. Kesehatan Hewan
B. Kesejahteraan Hewan
C. Karantina Hewan
D. Kesehatan Masyarakat Veteriner
E. Zoonosis
Jawaban: D
Pasal 1 angka 22 UU No. 41 Tahun 2014 menyatakan bahwa Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) adalah segala urusan yang berhubungan dengan hewan dan produk hewan yang secara langsung atau tidak langsung memengaruhi kesehatan manusia.
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 2
Terampil
Prinsip kebebasan hewan yang menyatakan bahwa hewan harus bebas dari rasa lapar dan haus (freedom from hunger and thirst) dicapai melalui...
A. Akses air minum yang bersih dan pakan yang sesuai kebutuhan nutrisi
B. Pemberian vaksin secara rutin
C. Penanganan hewan tanpa kekerasan
D. Penyediaan kandang yang luas dan terbuka
E. Pemberian vitamin dan suplemen hormon
Jawaban: A
Berdasarkan konsep Animal Welfare (Kesejahteraan Hewan) yang diatur dalam PP No. 95 Tahun 2012, bebas dari rasa lapar dan haus dijamin dengan pemberian akses terhadap air dan pakan yang tepat.
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 3
Terampil
Berapakah frekuensi denyut nadi normal pada sapi dewasa per menit dalam kondisi istirahat?
A. 120 - 150 kali/menit
B. 20 - 30 kali/menit
C. 40 - 60 kali/menit
D. 100 - 120 kali/menit
E. 80 - 100 kali/menit
Jawaban: C
Secara fisiologis, frekuensi denyut nadi normal pada sapi dewasa berkisar antara 40 hingga 60 kali per menit.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 4
Terampil
Penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia dan sebaliknya disebut...
A. Zoonosis
B. Epizootik
C. Eksotik
D. Penyakit Menular Menahun
E. Enzootik
Jawaban: A
Zoonosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia atau sebaliknya, sesuai dengan definisi dalam UU No. 18 Tahun 2009.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 5
Terampil
Tanda fisik utama yang menunjukkan seekor sapi betina sedang berada dalam fase estrus (berahi) adalah...
A. Sering tidur dan malas bergerak
B. Ekor melengkung ke bawah secara kaku
C. Penurunan suhu tubuh di bawah normal
D. Nafsu makan meningkat tajam
E. Keluar lendir bening dari vulva dan vulva terlihat bengkak serta kemerahan (3A: Abang, Abuh, Anget)
Jawaban: E
Tanda klinis estrus pada sapi meliputi vulva yang bengkak, merah, hangat, dan keluarnya lendir transparan (estrus mucus).
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 6
Terampil
Metode restrain fisik pada sapi yang dilakukan dengan cara menjepit hidung menggunakan alat khusus disebut...
A. Muzzle
B. Casting
C. Twitch
D. Hobble
E. Nose Lead / Nose Ring
Jawaban: E
Nose lead atau nose ring digunakan untuk mengendalikan kepala sapi dengan memanfaatkan titik peka di septum nasi.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 7
Terampil
Menurut PP No. 47 Tahun 2014, tindakan pengamatan penyakit hewan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap suatu populasi hewan disebut...
A. Eradikasi
B. Surveilans
C. Depopulasi
D. Vaksinasi
E. Biosekuriti
Jawaban: B
Pasal 1 PP No. 47 Tahun 2014 mendefinisikan surveilans sebagai kegiatan pengumpulan, analisis, dan interpretasi data penyakit hewan secara sistematis dan terus menerus.
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 8
Terampil
Lama masa kebuntingan rata-rata pada ternak sapi adalah...
A. 283 hari
B. 114 hari
C. 60 hari
D. 330 hari
E. 150 hari
Jawaban: A
Rata-rata masa kebuntingan sapi adalah 9 bulan 10 hari atau sekitar 283 hari.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 9
Terampil
Pengambilan sampel darah pada ayam untuk pemeriksaan laboratorium biasanya dilakukan melalui vena...
A. Ear vein
B. Femoralis
C. Brachialis (Vena Pectoralis/Wing Vein)
D. Jugularis
E. Coccygeal
Jawaban: C
Pada unggas/ayam, vena brachialis yang terletak di bawah sayap adalah lokasi paling umum untuk pengambilan sampel darah.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 10
Terampil
Penyakit Anthrax pada hewan disebabkan oleh bakteri...
A. Salmonella typhi
B. Brucella abortus
C. Bacillus anthracis
D. Clostridium chauvoei
E. Mycobacterium bovis
Jawaban: C
Anthrax atau radang limpa disebabkan oleh bakteri pembentuk spora Bacillus anthracis.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 11
Terampil
Tindakan pemusnahan hewan yang terpapar penyakit menular untuk mencegah penyebaran lebih lanjut disebut...
A. Depopulasi (Stamping Out)
B. Isolasi
C. Vaksinasi
D. Karantina
E. Desinfeksi
Jawaban: A
Depopulasi atau pemusnahan selektif dilakukan sesuai protokol kesehatan hewan untuk menghentikan wabah penyakit eksotik atau berbahaya.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 12
Terampil
Suhu tubuh normal pada anjing berkisar antara...
A. 34.0 - 35.5 derajat Celsius
B. 37.5 - 39.2 derajat Celsius
C. 36.0 - 37.0 derajat Celsius
D. 41.5 - 42.5 derajat Celsius
E. 39.5 - 41.0 derajat Celsius
Jawaban: B
Suhu rektal normal anjing dewasa adalah 37.5 - 39.2 derajat Celsius.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 13
Terampil
Posisi fetus di dalam uterus yang normal pada saat akan melahirkan (partus) pada sapi adalah...
A. Posisi Anterior (kepala dan kedua kaki depan mengarah ke serviks)
B. Posisi Sungsang
C. Posisi Vertikal
D. Posisi Transversal
E. Posisi Lateral
Jawaban: A
Presentasi anterior longitudinal dengan posisi dorsal adalah posisi normal untuk pengeluaran fetus pada sapi.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 14
Terampil
Penyakit Rabies pada hewan ditandai dengan gejala klinis berikut, kecuali...
A. Pertumbuhan bulu yang sangat lebat
B. Perubahan tingkah laku menjadi agresif
C. Takut air (hidrofobia)
D. Salivasi berlebihan (hipersalivasi)
E. Kelumpuhan otot rahang
Jawaban: A
Gejala rabies melibatkan gangguan sistem saraf pusat, agresivitas, dan kelumpuhan, bukan perubahan pada pertumbuhan bulu.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 15
Terampil
Penanganan bangkai hewan yang mati karena Anthrax harus dilakukan dengan cara...
A. Dikubur dalam minimal 2 meter dan diberikan kapur atau dibakar habis
B. Dijual dagingnya setelah dimasak matang
C. Dibuang ke tempat pembuangan sampah umum
D. Dibiarkan saja di lapangan terbuka
E. Dihanyutkan ke sungai
Jawaban: A
Bangkai Anthrax dilarang dibuka (nekopsi) dan harus segera dimusnahkan dengan penguburan dalam atau pembakaran untuk mencegah spora bakteri menyebar.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 16
Terampil
Pemeriksaan kebuntingan (PKB) pada sapi yang dilakukan dengan cara perabaan melalui rektum disebut...
A. Palpasi Rektal
B. Auskultasi
C. Radiografi
D. Ultrasonografi
E. Inspeksi visual
Jawaban: A
Palpasi rektal adalah metode standar manual untuk mendeteksi perubahan uterus dan keberadaan fetus pada sapi.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 17
Terampil
Istilah 'Masa Kolostrum' mengacu pada pemberian susu pertama setelah melahirkan yang kaya akan...
A. Lemak jenuh
B. Karbohidrat kompleks
C. Hormon pertumbuhan sintetik
D. Antibodi (Imunoglobulin)
E. Serat kasar
Jawaban: D
Kolostrum sangat penting bagi pedet karena memberikan kekebalan pasif melalui kandungan imunoglobulin yang tinggi.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 18
Terampil
Dalam rantai dingin (cold chain) penyimpanan vaksin, suhu ideal untuk menyimpan sebagian besar vaksin bakteri atau virus aktif di kulkas adalah...
A. minus 20 derajat Celsius
B. 37 derajat Celsius
C. 2 - 8 derajat Celsius
D. 0 derajat Celsius
E. 15 - 25 derajat Celsius
Jawaban: C
Vaksin biologis harus dijaga pada suhu 2-8 derajat Celsius agar tetap poten dan tidak rusak.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 19
Terampil
Penyakit pada ternak yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan pembentukan lepuh pada mulut dan kuku adalah...
A. Surra
B. Brucellosis
C. Septicaemia Epizootica (SE)
D. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)
E. Jembrana
Jawaban: D
PMK (Foot and Mouth Disease) disebabkan oleh Aphthovirus yang menyerang hewan berkuku belah.
Materi:Tatacara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 20
Terampil
Alat yang digunakan untuk mendengarkan suara jantung dan paru-paru pada saat pemeriksaan fisik hewan adalah...
A. Trokar
B. Sonde
C. Emaskulator
D. Termometer
E. Stetoskop
Jawaban: E
Stetoskop digunakan untuk metode pemeriksaan auskultasi pada organ dalam.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 21
Pemula
Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2009 jo UU No. 41 Tahun 2014, segala urusan yang berkaitan dengan hewan dan penyakit hewan disebut dengan...
A. Kedokteran Hewan
B. Kesehatan Masyarakat Veteriner
C. Kesejahteraan Hewan
D. Kesehatan Hewan
E. Peternakan
Jawaban: D
Pasal 1 angka 1 UU No. 18 Tahun 2009 menyatakan bahwa Kesehatan Hewan adalah segala urusan yang berkaitan dengan hewan dan penyakit hewan.
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 22
Pemula
Prinsip kebebasan hewan yang menyatakan bahwa hewan harus bebas dari rasa haus dan lapar diwujudkan melalui...
A. Penyediaan kandang yang luas
B. Pemisahan hewan sakit dan sehat
C. Pemberian vaksinasi secara rutin
D. Penanganan hewan dengan lembut
E. Akses terhadap air minum yang bersih dan pakan yang sesuai
Jawaban: E
Berdasarkan prinsip Five Freedoms (Kesrawan), bebas dari rasa lapar dan haus (freedom from hunger and thirst) dilakukan dengan pemberian akses pakan dan air yang cukup dan sesuai.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 23
Pemula
Metode pengendalian penyakit hewan yang dilakukan dengan cara membatasi lalu lintas hewan, produk hewan, dan media pembawa lainnya disebut...
A. Depopulasi
B. Karantina
C. Biosekuriti
D. Dekontaminasi
E. Vaksinasi
Jawaban: B
Karantina adalah tindakan sebagai upaya pencegahan masuk dan tersebarnya hama penyakit hewan melalui pembatasan dan pengawasan lalu lintas.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 24
Pemula
Tanda-tanda klinis hewan yang mengalami siklus estrus pada tahap estrus (berahi) secara umum adalah...
A. Hewan terlihat tenang dan banyak tidur
B. Suhu tubuh menurun drastis
C. Adanya lendir jernih yang keluar dari vulva
D. Nafsu makan meningkat tajam
E. Vulva terlihat mengecil dan kering
Jawaban: C
Ciri khas fase estrus meliputi vulva yang membengkak (abuh), merah (abang), hangat (anget), dan keluarnya lendir transparan/jernih.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 25
Pemula
Penyakit hewan yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya disebut...
A. Penyakit Menular Menahun
B. Penyakit Eksotik
C. Zoonosis
D. Penyakit Infeksius
E. Penyakit Metabolik
Jawaban: C
Zoonosis adalah penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya, sesuai definisi dalam UU No. 18 Tahun 2009.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 26
Pemula
Tindakan pengikatan atau pengekangan hewan untuk memudahkan pemeriksaan fisik disebut...
A. Restraint
B. Eutanasia
C. Kastrasi
D. Anestesi
E. Sedasi
Jawaban: A
Restraint adalah tindakan membatasi gerak hewan, baik secara fisik maupun kimiawi, untuk tujuan keamanan petugas dan hewan saat pemeriksaan.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 27
Pemula
Berdasarkan PP No. 95 Tahun 2012, unit usaha produk hewan yang wajib memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) adalah...
A. Rumah Potong Hewan (RPH)
B. Peternak rakyat skala kecil
C. Warung makan kecil
D. Penjual daging di pasar tradisional
E. Toko pakan ternak
Jawaban: A
NKV wajib dimiliki oleh unit usaha produk hewan untuk menjamin higiene sanitasi, salah satunya adalah RPH.
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 28
Pemula
Suhu tubuh normal pada sapi dewasa berkisar antara...
A. 36,0°C - 37,0°C
B. 37,5°C - 39,5°C
C. 40,0°C - 41,5°C
D. 42,0°C - 43,0°C
E. 35,5°C - 36,5°C
Jawaban: B
Secara fisiologis, suhu tubuh normal sapi dewasa berada di rentang 37,5°C hingga 39,5°C.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 29
Pemula
Salah satu upaya pencegahan penyakit Anthrax pada daerah endemik adalah melalui...
A. Pemberian antibiotik setiap hari
B. Vaksinasi rutin setiap tahun
C. Memberikan pakan konsentrat berlebih
D. Membuang bangkai hewan ke sungai
E. Pembedahan bangkai untuk diagnosa
Jawaban: B
Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan paling efektif untuk penyakit Anthrax di daerah endemik. Dilarang membedah bangkai suspek Anthrax untuk diagnosis.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 30
Pemula
Proses memasukkan semen ke dalam saluran reproduksi betina dengan bantuan manusia dan alat disebut...
A. Embrio Transfer
B. Palpasi Rektal
C. Kastrasi
D. Ovulasi
E. Inseminasi Buatan
Jawaban: E
Inseminasi Buatan (IB) adalah teknik memasukkan semen ke dalam saluran reproduksi betina untuk mencapai pembuahan tanpa perkawinan alami.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 31
Pemula
Apa yang harus dilakukan pertama kali saat menangani hewan yang diduga menderita Rabies?
A. Langsung mengobati luka gigitan
B. Melakukan observasi dan isolasi hewan
C. Memberikan vaksin saat itu juga
D. Membunuh hewan tersebut segera
E. Melepaskan hewan ke hutan
Jawaban: B
Hewan suspek rabies harus diisolasi dan diobservasi selama 10-14 hari untuk melihat perkembangan gejala klinisnya.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 32
Pemula
Pemeriksaan kesehatan masyarakat veteriner terhadap daging yang dilakukan setelah hewan dipotong disebut pemeriksaan...
A. Postmortem
B. Laboratoris
C. Antemortem
D. Fisik Klinis
E. Radiologis
Jawaban: A
Pemeriksaan postmortem dilakukan setelah penyembelihan (pada karkas dan jeroan) untuk memastikan daging aman dikonsumsi.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 33
Pemula
Alat yang digunakan untuk mendengarkan suara jantung dan paru-paru pada pemeriksaan fisik hewan adalah...
A. Pinset
B. Stetoskop
C. Kateter
D. Termometer
E. Trokar
Jawaban: B
Stetoskop digunakan untuk auskultasi, yaitu mendengarkan suara di dalam tubuh seperti detak jantung atau suara nafas.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 34
Pemula
Fase dalam siklus estrus dimana korpus luteum terbentuk sempurna dan menghasilkan progesteron adalah fase...
A. Diestrus
B. Anestrus
C. Proestrus
D. Estrus
E. Metestrus
Jawaban: A
Diestrus adalah periode terlama dalam siklus di mana korpus luteum fungsional menghasilkan progesteron tinggi.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 35
Pemula
Upaya untuk mematikan mikroorganisme patogen pada peralatan atau lingkungan kandang disebut...
A. Disinfeksi
B. Degradasi
C. Dehidrasi
D. Defekasi
E. Detoksifikasi
Jawaban: A
Disinfeksi adalah proses pemberian disinfektan untuk membunuh bibit penyakit di lingkungan atau peralatan.
Materi:Prosedur Tata cara Penanganan, Pemeliharaan dan Pemeriksaan bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 36
Pemula
Berdasarkan aspek Kesejahteraan Hewan, pemotongan hewan harus dilakukan dengan...
A. Memukul kepala hewan berulang kali
B. Sekali tebas dan menggunakan pisau tajam
C. Cara menguliti saat hewan masih sadar
D. Membiarkan hewan melihat hewan lain dipotong
E. Menjatuhkan hewan dengan kasar
Jawaban: B
Sesuai PP No. 95 Tahun 2012, pemotongan harus dilakukan secepat mungkin dengan pisau tajam untuk meminimalkan rasa sakit (animal welfare).
Materi:Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah di bidang Keswan, Kesmavet, dan Kesrawan
Soal 37
Pemula
Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak disebabkan oleh...
A. Jamur
B. Virus
C. Protozoa
D. Parasit internal
E. Bakteri
Jawaban: B
PMK disebabkan oleh virus dari genus Aphthovirus, famili Picornaviridae.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 38
Pemula
Salah satu ciri hewan yang mengalami distosia adalah...
A. Plasenta keluar segera setelah lahir
B. Proses kelahiran berlangsung cepat
C. Anak keluar dengan posisi normal
D. Induk langsung menyusui anaknya
E. Kesulitan saat melahirkan dan merejan terlalu lama tanpa hasil
Jawaban: E
Distosia adalah kesulitan saat proses melahirkan yang memerlukan bantuan karena faktor induk atau faktor fetus.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 39
Pemula
Posisi yang benar saat melakukan Inseminasi Buatan pada sapi adalah memasukkan alat melalui...
A. Ovarium
B. Rektum
C. Vagina menuju Serviks
D. Oviduk
E. Uretra
Jawaban: C
Inseminasi Buatan dilakukan dengan memasukkan insemination gun melalui vagina hingga mencapai serviks atau badan uterus.
Materi:Identifikasi status reproduksi dan penanganan reproduksi dan kebidanan pada hewan
Soal 40
Pemula
Zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis disebut...
A. Salmonellosis
B. Tuberkulosis
C. Anthrax
D. Brucellosis
E. Leptospirosis
Jawaban: C
Anthrax disebabkan oleh bakteri pembentuk spora Bacillus anthracis yang bersifat zoonosis.
Materi:Tata cara pengendalian dan penanggulangan penyakit hewan dan zoonosis
Soal 41
Terampil Premium
Sesuai PP No. 95 Tahun 2012, pemotongan hewan kurban harus dilakukan di bawah pengawasan...
A. Kepala Desa
B. Polisi Pamong Praja
C. Pemilik hewan saja
D. Panitia masjid tanpa pelatihan
E. Dokter Hewan atau tenaga paramedik yang ditunjuk
Penyakit virus yang sangat menular pada babi dan menyebabkan kematian tinggi, serta belum ada vaksin efektif secara luas di Indonesia hingga saat ini (2020-2023) adalah...
Sesuai UU No. 18 Tahun 2009, pengangkutan hewan harus dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan hewan stres, kesakitan, atau mati. Hal ini merupakan bagian dari...
Pada karkas sapi yang diperiksa postmortem, ditemukannya kista cacing Taenia saginata (Cysticercus bovis) pada otot jantung menandakan daging tersebut menderita...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Veteriner, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Paramedik Veteriner
SKB CPNS Paramedik Veteriner adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Paramedik Veteriner meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Paramedik Veteriner, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Paramedik Veteriner tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Paramedik Veteriner tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.