Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Manajemen ASN Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023
Prinsip Dasar Pelayanan Publik dan UU No. 25 Tahun 2009
Etika Birokrasi, Integritas, dan Nilai-Nilai Anti-Korupsi
Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB)
Konsep Moderasi Beragama dan Penguatan Karakter Bangsa
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Kementerian Agama
Teori dan Konsep Dasar Bimbingan dan Konseling Keagamaan
Metode dan Teknik Pembimbingan Teknis (Coaching dan Mentoring)
UU No. 1 Tahun 1974 jo. UU No. 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan (Konteks Ketahanan Keluarga)
Regulasi Mengenai Urusan Agama dan Penyiaran Agama (PMA terkait)
Manajemen Pelayanan Administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA) atau Lembaga Keagamaan
Konsep Keluarga Sakinah/Keluarga Bahagia Berbasis Nilai-Nilai Agama
Teknik Penyusunan Kurikulum dan Materi Pembimbingan Masyarakat
Pengelolaan dan Evaluasi Kinerja Tenaga Penyuluh Agama
Sistem Informasi Urusan Agama (SIMKAH, SIWAK, atau Aplikasi Sektoral lainnya)
Prosedur Administrasi Pendaftaran Rumah Ibadah dan Lembaga Keagamaan
Teknik Komunikasi Massa dan Advokasi Isu-Isu Keagamaan
Monitoring dan Pelaporan Program Pembinaan Urusan Agama
Simulasi Tryout SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pembimbing Teknis Urusan Agama.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, manakah yang termasuk dalam kategori Pegawai ASN?
A. PNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
B. PNS dan Staf Khusus
C. Pegawai Tetap dan Pegawai Kontrak Instansi
D. PNS, PPPK, dan Tenaga Harian Lepas
E. Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Honorer
Jawaban: A
Menurut UU No. 20 Tahun 2023 Pasal 5, Pegawai ASN terdiri atas PNS dan PPPK.
Soal 2
Prinsip pelayanan publik yang menekankan bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pelayanan yang adil tanpa membedakan suku, ras, agama, dan golongan menurut UU No. 25 Tahun 2009 adalah...
A. Partisipatif
B. Tidak diskriminatif
C. Akuntabilitas
D. Transparansi
E. Efisiensi
Jawaban: B
Asas tidak diskriminatif dalam UU No. 25 Tahun 2009 Pasal 4 menjamin pelayanan tidak membedakan latar belakang identitas pengguna layanan.
Soal 3
Dalam etika birokrasi, integritas seorang ASN ditunjukkan dengan...
A. Keselarasan antara perkataan, tindakan, dan nilai-nilai moral
B. Mengutamakan kepentingan kelompok di atas kepentingan umum
C. Keterampilan dalam menyembunyikan kesalahan administratif
D. Kepatuhan pada atasan meskipun melanggar aturan
E. Kemampuan melakukan lobi politik untuk kenaikan jabatan
Jawaban: A
Integritas adalah konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
Soal 4
Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AAUPB) yang mengharuskan setiap tindakan pemerintah harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku disebut...
A. Asas Kepastian Hukum
B. Asas Keterbukaan
C. Asas Kecermatan
D. Asas Kepentingan Umum
E. Asas Kemanfaatan
Jawaban: A
Asas Kepastian Hukum adalah asas dalam negara hukum yang mengutamakan landasan ketentuan peraturan perundang-undangan dan keadilan.
Soal 5
Salah satu pilar utama dalam moderasi beragama adalah 'Komitmen Kebangsaan'. Hal ini berarti...
A. Menghapus identitas keagamaan dalam kehidupan publik
B. Mewajibkan semua warga negara menganut satu agama yang sama
C. Mengutamakan hukum agama di atas konstitusi negara
D. Menolak segala bentuk kerjasama dengan umat agama lain
E. Menerima Pancasila sebagai ideologi negara dan NKRI sebagai bentuk final
Jawaban: E
Komitmen kebangsaan dalam moderasi beragama mencakup penerimaan terhadap pilar-pilar bangsa (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika).
Soal 6
Unit eselon I di Kementerian Agama yang secara teknis membidangi urusan agama Islam, termasuk KUA dan kemasjidan, adalah...
A. Badan Litbang dan Diklat
B. Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam
C. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
D. Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal
E. Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Jawaban: B
Berdasarkan PMA No. 72 Tahun 2022, Ditjen Bimas Islam bertugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan di bidang bimbingan masyarakat Islam.
Soal 7
Tujuan utama dari teknik 'active listening' dalam bimbingan keagamaan adalah...
A. Memastikan pembimbing mendominasi percakapan
B. Menghafal semua kata-kata yang diucapkan klien
C. Memberikan penilaian cepat terhadap kesalahan klien
D. Mempersingkat waktu sesi konsultasi
E. Membangun kepercayaan dan memahami perspektif klien secara mendalam
Jawaban: E
Mendengarkan aktif bertujuan menciptakan empati dan pemahaman penuh terhadap pesan yang disampaikan klien.
Soal 8
Perbedaan mendasar antara coaching dan mentoring terletak pada...
A. Tidak ada perbedaan antara keduanya
B. Coaching berorientasi pada transfer pengetahuan, mentoring pada tugas
C. Coaching fokus pada penggalian potensi lewat pertanyaan, mentoring pada berbagi pengalaman/saran
D. Mentoring hanya untuk level staf, coaching untuk pimpinan
E. Coaching bersifat direktif, mentoring bersifat non-direktif
Jawaban: C
Coach memfasilitasi penemuan solusi oleh coachee, sedangkan mentor memberikan bimbingan berdasarkan pengalaman senioritasnya.
Soal 9
Sesuai UU No. 16 Tahun 2019, batas usia minimal untuk melangsungkan perkawinan bagi laki-laki dan perempuan adalah...
A. 17 tahun
B. 21 tahun
C. 25 tahun
D. 18 tahun
E. 19 tahun
Jawaban: E
UU No. 16 Tahun 2019 mengubah Pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 menjadi minimal 19 tahun bagi pria maupun wanita.
Soal 10
Aplikasi yang digunakan secara resmi oleh Kementerian Agama untuk manajemen data nikah dan rujuk adalah...
A. EMIS
B. SISPEDIA
C. SIREKAP
D. SIWAK
E. SIMKAH
Jawaban: E
SIMKAH (Sistem Informasi Manajemen Nikah) adalah aplikasi untuk pengelolaan administrasi pendaftaran nikah.
Soal 11
Dalam konsep Keluarga Sakinah, tingkatan keluarga yang baru mampu memenuhi kebutuhan dasar spiritual dan material secara minimal disebut...
A. Keluarga Sakinah II
B. Keluarga Sakinah III
C. Keluarga Sakinah III Plus
D. Keluarga Sakinah I
E. Keluarga Pra Sakinah
Jawaban: E
Keluarga Pra Sakinah adalah keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasar agama dan ekonomi secara minimal.
Soal 12
Berikut adalah fungsi KUA (Kantor Urusan Agama) Kecamatan menurut regulasi yang berlaku, kecuali...
A. Pelaksanaan bimbingan manasik haji
B. Pemberdayaan wakaf
C. Pembinaan keluarga sakinah
D. Pelaksanaan pelayanan nikah dan rujuk
E. Penerbitan sertifikat halal secara mandiri
Jawaban: E
Penerbitan sertifikat halal adalah wewenang BPJPH, bukan fungsi teknis operasional KUA Kecamatan.
Soal 13
Penyusunan kurikulum bimbingan masyarakat harus memperhatikan analisis kebutuhan (need assessment). Apa tujuan utamanya?
A. Menyesuaikan materi dengan tren media sosial
B. Memperbanyak jumlah halaman kurikulum
C. Menghindari kritik dari atasan
D. Agar materi sesuai dengan anggaran yang tersedia
E. Memastikan materi relevan dengan permasalahan nyata di masyarakat
Jawaban: E
Need assessment memastikan intervensi bimbingan menjawab problem spesifik kelompok sasaran.
Soal 14
Evaluasi kinerja Tenaga Penyuluh Agama didasarkan pada beberapa aspek berikut, kecuali...
A. Kuantitas kegiatan penyuluhan
B. Dampak positif pada masyarakat
C. Jumlah pengikut di media sosial pribadi
D. Kedisiplinan pelaporan
E. Kualitas bimbingan yang diberikan
Jawaban: C
Evaluasi kinerja fokus pada output kerja formal dan perilaku kerja, bukan popularitas media sosial pribadi secara mutlak.
Soal 15
Prosedur administrasi pendaftaran rumah ibadah biasanya memerlukan rekomendasi dari...
A. Partai Politik
B. Dinas Pemadam Kebakaran
C. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
D. Kepolisian RI
E. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)
Jawaban: E
Berdasarkan PBM No. 9 dan 8 Tahun 2006, pendirian rumah ibadat memerlukan rekomendasi tertulis FKUB kabupaten/kota.
Soal 16
Dalam teknik komunikasi massa, penggunaan pesan yang menyentuh sisi emosional audiens untuk isu kerukunan disebut...
A. Appeal Logic
B. One-sided message
C. Propaganda
D. Appeal Emotional
E. Fear Arousal
Jawaban: D
Emotional appeal digunakan untuk membangkitkan perasaan empati, kasih sayang, atau persaudaraan dalam komunikasi.
Soal 17
Monitoring program pembinaan urusan agama bertujuan untuk...
A. Memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana dan mengidentifikasi kendala
B. Membuat dokumentasi foto saja
C. Mencari kesalahan staf untuk diberi sanksi
D. Mengubah seluruh rencana kegiatan secara mendadak
E. Menghabiskan sisa anggaran tahun berjalan
Jawaban: A
Monitoring bersifat berkelanjutan untuk memastikan kesesuaian implementasi dengan perencanaan.
Soal 18
UU No. 20 Tahun 2023 mengatur tentang pengembangan kompetensi ASN. Pengembangan ini bersifat...
A. Opsional bagi yang berminat
B. Hanya untuk PNS yang akan naik jabatan
C. Wajib bagi setiap pegawai ASN
D. Hanya diberikan kepada PPPK
E. Tergantung ketersediaan dana di luar APBN
Jawaban: C
UU No. 20 Tahun 2023 Pasal 49 menyatakan setiap Pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi.
Soal 19
Nilai dasar ASN 'BerAKHLAK' merupakan akronim, di mana huruf 'K' yang pertama merujuk pada...
Seorang pembimbing teknis memberikan bimbingan kepada staf baru tentang cara menggunakan aplikasi SIMKAH dengan menunjukkan langkah-langkahnya secara langsung. Teknik ini disebut...
Tips Lulus SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pembimbing Teknis Urusan Agama, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama
SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pembimbing Teknis Urusan Agama tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.