Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Perekam Medis, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Perekam Medis
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Perekam Medis Ahli Pertama
Manajemen pelayanan rekam medis dan informasi kesehatan
Pelayanan Pendaftaran Pasien
Pengelolaan Rekam Medis
Kodifikasi Klinis Sistem Pembiayaan Kesehatan
Statistik dan Pelaporan Data Pasien
Penjaminan Mutu Pelayanan Rekam Medis
Pelepasan Informasi Kesehatan
Perekam Medis Terampil
Tenaga kesehatan
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
Jabatan Fungsional Perekam medis
Dasar Hukum Kebijakan Pelayanan RME di Fasyankes
Klasifikasi dan perizinan rumah sakit
Puskesmas
KMK No. 312 Tahun 2020, Hasil Kongres IX PORMIKI Tahun 2018
Aspek Hukum Rekam Medis
Permenkes 1171 Tahun 2011 dan Permenkes 31 Tahun 2019
Budaya kerja dan nilai-nilai anti korupsi
Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain
Tanggap terhadap kejadian bencana
Identifikasi data sosial pasien
Registrasi pendaftaran
Indeks utama pasien
Penomoran rekam medis
Penyiapan rekam medis
Pemesanan rekam medis pasien lama
Pengumpulan data pelayanan pendaftaran pasien
Pengolahan data pelayanan pendaftaran pasien
Penyajian data pelayanan pendaftaran pasien
Instrumen pengolahan data pelayanan pendaftaran pasien
Instrumen penyajian data pelayanan pendaftaran pasien
Analisis hasil pengolahan data pelayanan pendaftaran pasien
Penyajian hasil pengolahan data pelayanan pendaftaran pasien
Analisis data pelayanan pendaftaran pasien dan memberikan rekomendasi untuk pengambilan keputusan terhadap pelayanan pendaftaran
Evaluasi hasil laporan analisis dan rekomendasi untuk perbaikan cara kerja pelayanan pendaftaran pasien yang lebih efektif
Pedoman, standar, dan prosedur pelaksanaan pelayanan pendaftaran pasien
Sosialisasi implementasi pedoman standar prosedur pelayanan pendaftaran pasien yang dilakukan perbaikan
Konsep dan metode tata kelola pelayanan pendaftaran pasien
Persiapan perlengkapan penyediaan rekam medis untuk berobat
Bukti petunjuk keluar (outguide) sesuai dengan ketentuan
Pengambilan kembali (retrieval) rekam medis
Lokasi penjajaran
Pengambilan rekam medis
Penyisipan outguide
Perapihan rekam medis
Penyortiran rekam medis
Analisis kegiatan pengelolaan rekam medis
Penyajian kegiatan pengelolaan rekam medis
Perumusan kegiatan pengelolaan rekam medis
Pendistribusian rekam medis berdasarkan permintaan rekam medis
Pencatatan pada buku ekspedisi
Pendistribusian rekam medis sesuai permintaan
Pelaksanaan bimbingan penyimpanan rekam medis untuk berbagai kepentingan
Pelestarian rekam medis di ruang penyimpanan
Konsep dan metode tata kelola pengelolaan rekam medis di ruang penyimpanan
Pengolahan data hasil kodifikasi klinis
Audit hasil laporan kodifikasi klinis
Pengolahan data hasil kodifikasi klinis sistem pembiayaan kesehatan
Konsep, teori, kebijakan, dan menjadi sumber rujukan untuk implementasi pengolahan kodifikasi klinis sistem pembiayaan kesehatan
Pengolahan data pelayanan dan program kesehatan
Evaluasi data pelayanan kesehatan dan pelaporan pelayanan kesehatan
Penyediaan data pelayanan dan program kesehatan untuk keperluan pihak lain
Konsep, teori, kebijakan, dan menjadi sumber rujukan untuk implementasi serta pemecahan masalah pengelolaan statistik dan pelaporan data pasien
Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur penjaminan mutu pelayanan rekam medis berdasarkan pedoman
Pelayanan peminjaman rekam medis untuk pihak internal dan eksternal
Simulasi Tryout SKB CPNS Perekam Medis
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Perekam Medis.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Perekam Medis
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, Pegawai ASN terdiri atas...
A. PNS, PPPK, dan Pegawai Kontrak
B. PNS saja
C. PNS dan Tenaga Honorer
D. PNS dan PPPK
E. Pegawai Tetap dan Pegawai Tidak Tetap
Jawaban: D
Menurut Pasal 5 UU No. 20 Tahun 2023, Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Soal 2
Regulasi terbaru yang menjadi dasar hukum utama penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik (RME) di Indonesia adalah...
A. Permenkes Nomor 24 Tahun 2022
B. PP Nomor 47 Tahun 2021
C. Permenkes Nomor 269 Tahun 2008
D. Permenkes Nomor 55 Tahun 2013
E. UU Nomor 36 Tahun 2009
Jawaban: A
Penyelenggaraan Rekam Medis Elektronik saat ini diatur secara spesifik melalui Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 yang mewajibkan seluruh fasyankes menyelenggarakan RME.
Soal 3
Sesuai klasifikasi rumah sakit dalam regulasi terbaru, rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit disebut...
A. Rumah Sakit Umum
B. Rumah Sakit Rujukan Nasional
C. Rumah Sakit Pratama
D. Rumah Sakit Pendidikan
E. Rumah Sakit Khusus
Jawaban: A
Rumah Sakit Umum adalah rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan pada semua bidang dan jenis penyakit, sedangkan Rumah Sakit Khusus memberikan pelayanan utama pada satu bidang tertentu.
Soal 4
Identifikasi data sosial pasien biasanya meliputi elemen data berikut, kecuali...
A. Alamat tempat tinggal
B. Keluhan utama saat masuk
C. Nama lengkap pasien
D. Pekerjaan
E. Tanggal lahir
Jawaban: B
Data sosial pasien mencakup nama, alamat, tanggal lahir, jenis kelamin, dan pekerjaan. Keluhan utama masuk dalam data klinis/medis, bukan data sosial.
Soal 5
Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) atau Master Patient Index (MPI) berfungsi sebagai kunci utama untuk menemukan kembali...
A. Alamat dokter pengirim
B. Tagihan rumah sakit
C. Diagnosis pasien
D. Jadwal kontrol pasien
E. Nomor rekam medis pasien
Jawaban: E
KIUP/MPI adalah kunci untuk menemukan kembali nomor rekam medis pasien yang pernah berobat, sehingga data medis pasien tetap berkesinambungan.
Soal 6
Dalam sistem penomoran rekam medis, metode di mana pasien diberikan satu nomor rekam medis yang digunakan selamanya untuk setiap kunjungan disebut...
A. Alphabetical Numbering System
B. Chronological Numbering System
C. Serial Numbering System
D. Unit Numbering System
E. Serial-Unit Numbering System
Jawaban: D
Unit Numbering System (UNS) adalah sistem pemberian satu nomor rekam medis kepada seorang pasien yang digunakan untuk selamanya pada setiap kunjungan berobat.
Soal 7
Alat yang digunakan sebagai pengganti dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan disebut...
A. Expedition Book
B. Label
C. Folder
D. Outguide
E. Guide
Jawaban: D
Outguide atau tracer (bukti petunjuk keluar) digunakan sebagai pengganti saat dokumen rekam medis diambil dari rak agar posisi asalnya tetap diketahui.
Soal 8
Dalam sistem penyimpanan Terminal Digit Filing (TDF), nomor rekam medis 12-34-56 akan disimpan berdasarkan angka...
A. 12-34-56
B. 12-34
C. 56
D. 34
E. 12
Jawaban: C
Dalam TDF, angka yang menjadi acuan utama (primary digit) adalah dua digit terakhir, dalam kasus ini adalah 56.
Soal 9
Menurut KMK Nomor 312 Tahun 2020 tentang Standar Profesi Perekam Medis, salah satu kompetensi inti Perekam Medis adalah...
A. Menegakkan diagnosis klinis
B. Melakukan pemeriksaan laboratorium
C. Memberikan resep obat
D. Melakukan pembedahan kecil
E. Klasifikasi dan kodifikasi penyakit serta tindakan medis
Jawaban: E
KMK 312/2020 menetapkan klasifikasi kodifikasi klinis dan manajemen informasi kesehatan sebagai kompetensi inti praktisi perekam medis.
Soal 10
Prinsip kerahasiaan rekam medis menyatakan bahwa isi rekam medis adalah milik...
A. Pasien
B. Dokter yang merawat
C. Asuransi kesehatan
D. Fasilitas Pelayanan Kesehatan
E. Keluarga pasien
Jawaban: A
Sesuai UU Kesehatan dan Permenkes RME, dokumen rekam medis (fisik/elektronik) adalah milik fasyankes, sedangkan isi rekam medis (datanya) adalah milik pasien.
Soal 11
Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online diatur dalam regulasi...
A. Permenkes Nomor 12 Tahun 2020
B. Permenkes Nomor 24 Tahun 2022
C. Permenkes Nomor 1171 Tahun 2011
D. Permenkes Nomor 43 Tahun 2019
E. Permenkes Nomor 31 Tahun 2019
Jawaban: C
Permenkes Nomor 1171 Tahun 2011 mengatur tentang Sistem Informasi Rumah Sakit yang mewajibkan pelaporan data rumah sakit secara berkala.
Soal 12
Dalam menghadapi kejadian bencana, Perekam Medis berperan dalam...
A. Melakukan tindakan operasi darurat
B. Manajemen identifikasi dan pendataan korban
C. Mendirikan tenda darurat
D. Melakukan evakuasi fisik korban
E. Menyediakan obat-obatan
Jawaban: B
Peran penting perekam medis saat bencana adalah memastikan identifikasi korban dilakukan dengan benar serta melindungi keamanan data medis pasien.
Soal 13
Penyajian data pelayanan pendaftaran pasien paling efektif menggunakan...
A. Narasi panjang
B. Kumpulan formulir asli
C. Catatan tangan
D. Grafik dan tabel
E. Rekaman suara
Jawaban: D
Visualisasi data pendaftaran melalui grafik atau dashboard mempermudah pengambilan keputusan manajerial terkait alur pasien.
Soal 14
Salah satu nilai anti korupsi yang harus diterapkan Perekam Medis dalam pelayanan pendaftaran adalah...
A. Kerahasiaan biaya
B. Keadilan dalam antrean
C. Kecerdasan emosional
D. Kecepatan tanpa akurasi
E. Fleksibilitas aturan
Jawaban: B
Keadilan dalam pelayanan pendaftaran berarti tidak mendahulukan pasien tertentu karena hubungan pribadi, melainkan sesuai prosedur atau tingkat kegawatdaruratan.
Soal 15
Buku ekspedisi dalam pendistribusian rekam medis berfungsi untuk...
A. Mencatat biaya pendaftaran
B. Mendaftarkan pasien baru
C. Bukti serah terima dan pelacakan dokumen
D. Menyimpan data identitas dokter
E. Mencatat diagnosis pasien
Jawaban: C
Buku ekspedisi adalah bukti serah terima dokumen rekam medis dari unit rekam medis ke unit pelayanan untuk melacak keberadaan dokumen.
Soal 16
Pengambilan kembali (retrieval) rekam medis dilakukan berdasarkan permintaan dari unit...
A. Logistik
B. Keuangan saja
C. Humas
D. Poliklinik atau Unit Gawat Darurat
E. Personalia
Jawaban: D
Retrieval dilakukan untuk melayani permintaan pelayanan medis (rawat jalan/inap), penelitian, pendidikan, atau aspek hukum.
Soal 17
Kegiatan dalam manajemen rekam medis di mana dokumen rekam medis aktif dan inaktif dipisahkan disebut...
A. Sistem Desentralisasi
B. Sistem Retensi
C. Sistem Sentralisasi
D. Sistem Alfanumerik
E. Sistem Alfabetik
Jawaban: B
Pemisahan dokumen rekam medis antara yang masih aktif dan sudah inaktif merupakan bagian dari sistem atau manajemen retensi (masa simpan).
Soal 18
Dalam kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, peran Perekam Medis adalah sebagai...
A. Pemeriksa fisik pasien
B. Pemberi asuhan keperawatan
C. Asisten pembedahan
D. Penyedia dan pengelola data kesehatan
E. Penentu terapi obat
Jawaban: D
Perekam medis berperan dalam menyediakan data yang akurat bagi dokter, perawat, dan nakes lain untuk kepentingan asuhan pasien.
Soal 19
Instrumen yang digunakan untuk menyajikan hasil analisis data pendaftaran adalah...
A. Dashboard indikator pelayanan
B. KIUP
C. Kertas resep
D. Map rekam medis
E. Stetoskop
Jawaban: A
Dashboard atau laporan berkala adalah instrumen penyajian hasil analisis yang memudahkan pimpinan melakukan evaluasi.
Soal 20
Salah satu tujuan utama perapihan (assembling) rekam medis adalah...
A. Memberikan kode diagnosis
B. Menghitung biaya pasien
C. Membuang data pasien lama
D. Mencetak kartu pasien
E. Meneliti kelengkapan dan menyusun formulir
Jawaban: E
Assembling bertujuan menyusun formulir rekam medis sesuai urutan dan memeriksa kelengkapan pengisian sebelum disimpan.
Soal 21
Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022, berapa lama jangka waktu penyimpanan data Rekam Medis Elektronik (RME) di fasilitas pelayanan kesehatan?
A. Paling singkat 10 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
B. Paling singkat 20 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
C. Selamanya karena berbentuk elektronik
D. Paling singkat 25 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
E. Paling singkat 5 tahun terhitung dari tanggal terakhir pasien berobat
Jawaban: D
Menurut PMK No. 24 Tahun 2022 Pasal 21, penyimpanan data Rekam Medis Elektronik (RME) di Fasyankes dilakukan paling singkat 25 tahun terhitung sejak tanggal terakhir pasien berobat.
Soal 22
Dalam sistem pendaftaran pasien, identifikasi pasien minimal harus menggunakan dua data identitas yang tidak berubah. Data manakah yang paling tepat digunakan?
A. Nomor rekam medis dan keluhan utama
B. Nama pasien dan nomor kamar
C. Nama pasien dan nama dokter yang merawat
D. Tanggal lahir dan diagnosis
E. Nama pasien dan tanggal lahir
Jawaban: E
Standar Keselamatan Pasien mengharuskan identifikasi menggunakan minimal dua identitas yang tidak berubah, umumnya Nama Lengkap Pasien dan Tanggal Lahir (atau nomor rekam medis). Nomor kamar atau diagnosis bukan identitas tetap.
Soal 23
Istilah yang digunakan untuk menyebut rata-rata hari tempat tidur tidak terisi dari saat terisi ke saat terisi berikutnya adalah...
A. Bed Turn Over (BTO)
B. Average Length of Stay (ALOS)
C. Net Death Rate (NDR)
D. Bed Occupancy Rate (BOR)
E. Turn Over Interval (TOI)
Jawaban: E
Turn Over Interval (TOI) mengukur rata-rata hari sebuah tempat tidur kosong (tidak terisi) di antara dua pasien yang keluar dan masuk.
Soal 24
Pada ICD-10, karakter pertama dalam struktur kode klasifikasi penyakit adalah...
A. Huruf Alfabet
B. Angka 0-9
C. Karakter khusus seperti asterisk (*)
D. Karakter dagger (+)
E. Tanda baca titik (.)
Jawaban: A
Struktur kode ICD-10 bersifat alfanumerik, di mana karakter pertama selalu berupa huruf (A-Z) diikuti oleh angka.
Soal 25
Pelepasan informasi kesehatan pasien kepada pihak ketiga (seperti perusahaan asuransi) wajib didasarkan pada...
A. Persetujuan tertulis (Authorization) dari pasien atau ahli waris
B. Rekomendasi dari dokter penanggung jawab
C. Permintaan lisan dari agen asuransi
D. Surat perintah dari Direktur Rumah Sakit
E. Bukti pembayaran biaya administrasi
Jawaban: A
Sesuai aspek kerahasiaan dalam PMK No. 24 Tahun 2022 dan UU Kesehatan, pelepasan informasi kesehatan kepada pihak luar memerlukan persetujuan tertulis dari pasien.
Soal 26
Analisis yang dilakukan untuk mengecek kelengkapan administratif rekam medis, seperti adanya tanda tangan dokter dan nama pasien di setiap lembar, disebut...
A. Analisis Kualitatif
B. Analisis Retensi
C. Analisis Statistik
D. Analisis Coding
E. Analisis Kuantitatif
Jawaban: E
Analisis Kuantitatif adalah review rekam medis untuk mengidentifikasi bagian yang hilang atau tidak lengkap dari segi administrasi (autentikasi, identitas, laporan penting).
Soal 27
Dalam manajemen rekam medis, metode penyimpanan dokumen rekam medis di mana dokumen pasien rawat jalan dan rawat inap digabung dalam satu folder disebut...
A. Sistem Terminal Digit Filing
B. Sistem Middle Digit Filing
C. Sistem Sentralisasi
D. Sistem Straight Numerical Filing
E. Sistem Desentralisasi
Jawaban: C
Sistem Sentralisasi adalah kebijakan penyimpanan di mana seluruh data rekam medis pasien (baik rawat jalan, inap, maupun darurat) disatukan dalam satu lokasi dan satu folder.
Soal 28
Kegiatan memisahkan dokumen rekam medis yang aktif dan yang sudah tidak aktif berdasarkan jadwal retensi disebut...
A. Indexing
B. Coding
C. Analisis Kualitatif
D. Penyusutan (Purging)
E. Assembling
Jawaban: D
Purging atau penyusutan adalah kegiatan memilah dan memindahkan rekam medis dari rak aktif ke rak inaktif atau untuk kemudian dimusnahkan sesuai jadwal retensi arsip (JRA).
Soal 29
Pasien datang ke rumah sakit untuk kedua kalinya dengan keluhan yang berbeda. Dalam sistem penomoran Unit Numbering System (UNS), apa yang harus dilakukan petugas pendaftaran?
A. Menghapus data lama dan mengganti dengan data baru
B. Memberikan nomor baru dan menggabungkan folder lama ke folder baru
C. Memberikan nomor rekam medis baru
D. Meminta pasien mendaftar sebagai pasien baru
E. Menggunakan nomor rekam medis yang lama
Jawaban: E
Pada Unit Numbering System, setiap pasien hanya memiliki satu nomor rekam medis untuk selamanya dan digunakan untuk semua kunjungan berikutnya.
Soal 30
Berapa standar angka ideal untuk Bed Occupancy Rate (BOR) menurut Departemen Kesehatan (Kemenkes)?
A. 85-100%
B. 50-60%
C. 40-50%
D. Di atas 100%
E. 60-85%
Jawaban: E
Nilai BOR yang ideal dan efisien menurut standar Kemenkes adalah antara 60% hingga 85%.
Soal 31
Diagnosis utama pasien adalah 'Diabetes Mellitus tipe 2 dengan Komplikasi Ginjal'. Dalam ICD-10, aturan pengkodean manakah yang digunakan untuk kondisi yang memiliki manifestasi pada organ lain (dual coding)?
A. Rule MB1
B. Kategori Z
C. Dagger (+) dan Asterisk (*)
D. Aturan Kode Tunggal
E. Aturan Re-seleksi MB2
Jawaban: C
Sistem Dagger (+) dan Asterisk (*) digunakan dalam ICD-10 untuk mengkode penyakit yang memiliki manifestasi pada organ lain (dual coding), seperti DM dengan komplikasi ginjal.
Soal 32
Formulir pendaftaran yang berisi persetujuan umum terhadap prosedur rutin rumah sakit dan kebijakan privasi yang ditandatangani pasien di pendaftaran disebut...
A. Discharge Summary
B. General Consent
C. Admission Notes
D. Informed Consent
E. Clinical Pathway
Jawaban: B
General Consent (Persetujuan Umum) adalah persetujuan yang diminta pada saat pasien mendaftar untuk mendapatkan pelayanan kesehatan secara umum di fasyankes.
Soal 33
Siapakah pemilik sah secara hukum terhadap isi informasi dari Rekam Medis pasien?
A. Perekam Medis
B. Pasien
C. Dokter yang merawat
D. Rumah Sakit
E. Kementerian Kesehatan
Jawaban: B
Berdasarkan PMK No. 24 Tahun 2022, dokumen rekam medis (fisik/elektronik) adalah milik fasyankes, namun ISI data/informasi di dalamnya adalah milik pasien.
Soal 34
Kegiatan merakit kembali lembaran-lembaran rekam medis setelah pasien pulang rawat inap agar urutannya sesuai standar disebut...
A. Retrieval
B. Filing
C. Coding
D. Indexing
E. Assembling
Jawaban: E
Assembling adalah fungsi dalam pengelolaan rekam medis yang bertanggung jawab untuk menyusun kembali formulir rekam medis dan meneliti kelengkapan datanya.
Soal 35
Dalam pelaporan morbiditas rumah sakit, data klasifikasi penyakit diambil dari...
A. ICD-9 CM
B. ICD-10
C. LOINC
D. ICP-2
E. SNOMED-CT
Jawaban: B
ICD-10 digunakan untuk mengklasifikasikan diagnosis (penyakit), sedangkan ICD-9 CM digunakan untuk klasifikasi tindakan atau prosedur.
Soal 36
Sebuah rumah sakit memiliki 100 tempat tidur. Dalam satu hari, terdapat 80 pasien yang dirawat. Berapa nilai BOR hari tersebut?
A. 90%
B. 60%
C. 80%
D. 100%
E. 70%
Jawaban: C
BOR = (Jumlah hari perawatan / (Jumlah TT x Jumlah hari)) x 100%. Untuk satu hari: (80 / 100) x 100% = 80%.
Soal 37
Penjaminan mutu rekam medis melibatkan pemeriksaan terhadap keajegan atau konsistensi antara diagnosis dengan terapi yang diberikan. Hal ini termasuk dalam...
A. Sensus Harian
B. Analisis Kualitatif
C. Analisis Keuangan
D. Audit Medis
E. Analisis Kuantitatif
Jawaban: B
Analisis Kualitatif menelaah konsistensi isi rekam medis, kesesuaian antara keluhan, diagnosis, dan pengobatan untuk menjamin mutu pelayanan.
Soal 38
Kartu Indeks Utama Pasien (KIUP) adalah kunci untuk menemukan kembali rekam medis pasien. KIUP paling tepat disusun berdasarkan...
A. Urutan kedatangan pasien
B. Jenis penyakit
C. Alfabetik nama pasien
D. Urutan nomor rekam medis
E. Urutan tanggal lahir
Jawaban: C
KIUP (Master Patient Index) berfungsi untuk mencari nomor rekam medis pasien jika pasien lupa nomornya, sehingga paling efektif disusun secara alfabetik.
Soal 39
Salah satu syarat pelepasan informasi rekam medis untuk kepentingan pengadilan (litigasi) tanpa persetujuan pasien adalah...
A. Permintaan dari media massa untuk berita
B. Adanya surat perintah resmi (Subpoena) dari pengadilan/hakim
C. Permintaan dari keluarga dekat pasien
D. Adanya permintaan dari pengacara salah satu pihak
E. Permintaan tertulis dari kepolisian di tingkat Polsek
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi kerahasiaan medis, data medis dapat dibuka untuk kepentingan penegakan hukum bila ada perintah resmi dari hakim atau pengadilan (Subpoena).
Soal 40
Dalam manajemen risiko rekam medis elektronik, proses memastikan data tidak diubah oleh pihak yang tidak berwenang disebut menjaga...
A. Kerahasiaan (Confidentiality)
B. Akuntabilitas (Accountability)
C. Ketersediaan (Availability)
D. Autentikasi
E. Integritas (Integrity)
Jawaban: E
Integritas data dalam informasi kesehatan berarti data tersebut akurat, lengkap, dan tidak mengalami perubahan ilegal atau tidak sah selama penyimpanan maupun pengiriman.
Soal 41
Premium
Berdasarkan Permenkes Nomor 31 Tahun 2019, Sistem Informasi Puskesmas harus mencakup pelaporan berikut, kecuali...
Analisis kualitatif terhadap laporan 'Discharge Summary' harus memastikan adanya komponen utama berikut untuk kepentingan klaim pembiayaan kesehatan, yaitu...
A. Merek obat-obatan yang digunakan
B. Diagnosis utama dan tindakan/prosedur yang dilakukan
Sistem penomoran rekam medis di mana pasien mendapatkan nomor baru setiap kali berkunjung, tetapi dokumen lama selalu digabungkan ke nomor baru disebut...
Metode penyimpanan 'Terminal Digit Filing' menggunakan 6 angka nomor rekam medis. Jika nomor rekam medis adalah 12-34-56, maka angka yang menjadi 'Primary Digit' adalah...
Perekam medis menemukan adanya ketidaklengkapan autentikasi dokter pada catatan perkembangan pasien terintegrasi (CPPT). Apa tindakan yang paling tepat sesuai prosedur mutu?
A. Menghapus lembar tersebut agar tidak terlihat tidak lengkap
B. Mengabaikannya karena yang penting diagnosis sudah ada
C. Menandai dan mengembalikan ke dokter terkait untuk dilengkapi (Delinquent)
Penulisan diagnosis 'Suspek Apendisitis' pada rekam medis tidak boleh dikode sebagai diagnosis utama jika terdapat diagnosis pasti di dokumen tersebut. Hal ini sesuai aturan ICD-10 tentang...
A. Late Effects
B. Aturan MB1
C. Aturan MB2 (Penyebutan kondisi yang lebih spesifik)
Seorang perekam medis menghitung jumlah pasien keluar di sebuah bangsal. Dalam satu bulan terdapat 150 pasien keluar dan jumlah tempat tidur adalah 50. Berapa nilai BTO bangsal tersebut?
Bagian pendaftaran harus memastikan ketersediaan 'Informed Consent' untuk tindakan invasif. Siapakah yang memberikan penjelasan medis sebelum informed consent ditandatangani?
Berdasarkan PMK No. 24 Tahun 2022, fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan Rekam Medis Elektronik wajib melakukan integrasi data ke platform...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Perekam Medis, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Perekam Medis
SKB CPNS Perekam Medis adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Perekam Medis meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Perekam Medis, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Perekam Medis tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Perekam Medis tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.