Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN
Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Badan Narkotika Nasional (BNN)
Etika Profesi ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Teknik Intelijen Narkotika: Surveillance, Undercover, dan Mapping Jaringan
Manajemen Penyelidikan dan Penyidikan Tindak Pidana Narkotika
Teknik Penangkapan dan Penggeledahan (Raid Planning and Execution)
Penanganan Barang Bukti Narkotika, Prekursor, dan Zat Adiktif lainnya
Analisis Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) hasil kejahatan Narkotika
Pengawasan dan Pengendalian Prekursor Narkotika dalam industri dan perdagangan
Teknik Wawancara dan Interogasi dalam proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP)
Kerjasama Internasional dan Antar Lembaga dalam pemberantasan narkotika lintas negara
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Digital Forensik dalam operasi pemberantasan
Aspek Hukum Materiil dan Formil dalam penuntutan tindak pidana narkotika
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Pemberantasan Narkotika.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika.
Soal 1
Berdasarkan Pasal 75 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, penyidik BNN memiliki wewenang khusus dalam melakukan penyidikan. Manakah di antara pilihan berikut yang merupakan wewenang khusus tersebut?
A. Melakukan penangkapan selama 3 x 24 jam dan dapat diperpanjang paling lama 3 x 24 jam.
B. Menghapus catatan kriminal tersangka jika bersedia menjadi informan.
C. Melakukan penyitaan aset tanpa izin pengadilan dalam kondisi mendesak.
D. Melakukan teknik penyidikan pembelian terselubung dan penyerahan di bawah pengawasan.
E. Menetapkan status tersangka tanpa melalui gelar perkara.
Jawaban: D
Pasal 75 UU No. 35 Tahun 2009 memberikan wewenang khusus kepada penyidik BNN/Polri untuk melakukan teknik penyidikan pembelian terselubung (undercover buy) dan penyerahan di bawah pengawasan (controlled delivery).
Soal 2
Dalam UU No. 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan termasuk dalam:
A. Psikotropika Golongan I
B. Psikotropika Golongan V
C. Psikotropika Golongan II
D. Psikotropika Golongan IV
E. Psikotropika Golongan III
Jawaban: A
Sesuai Pasal 2 ayat (2) UU No. 5 Tahun 1997, Psikotropika Golongan I adalah psikotropika yang hanya digunakan untuk ilmu pengetahuan dan memiliki potensi amat kuat mengakibatkan ketergantungan.
Soal 3
Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 mengamanatkan Rencana Aksi Nasional P4GN. Apa kepanjangan dari P4GN?
A. Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika
B. Pencegahan, Pemberdayaan, Pengawasan, dan Peredaran Gelap Narkotika
C. Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika
D. Pusat Pemberdayaan Penanggulangan dan Penindakan Gawat Narkotika
E. Pencegahan, Pengobatan, Penindakan, dan Penyelamatan Gejala Narkotika
Jawaban: A
Berdasarkan Inpres No. 2 Tahun 2020, P4GN adalah singkatan dari Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika.
Soal 4
Deputi Bidang Pemberantasan di BNN memiliki tugas pokok dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis di bidang pemberantasan. Manakah yang bukan merupakan fungsi dari Deputi ini?
A. Penganalisisan tindak pidana pencucian uang hasil narkotika.
B. Pengawasan dan pengendalian prekursor.
C. Pelaksanaan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor.
D. Pelaksanaan rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna.
E. Pelaksanaan intelijen dakjar (penindakan dan pengejaran).
Jawaban: D
Fungsi rehabilitasi berada di bawah Deputi Bidang Rehabilitasi, bukan Deputi Bidang Pemberantasan. Deputi Pemberantasan fokus pada intelijen, penyidikan, dan penindakan.
Soal 5
Sebagai seorang ASN Penata Pemberantasan Narkotika, nilai 'Loyal' dalam Core Values BerAKHLAK ditunjukkan dengan cara:
A. Fokus pada pengembangan kompetensi diri sendiri tanpa mempedulikan tim.
B. Selalu bersikap ramah kepada bandar narkotika agar kooperatif.
C. Memberikan informasi operasi kepada keluarga agar mereka bangga.
D. Mengikuti perintah atasan meskipun bertentangan dengan prosedur hukum.
E. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara.
Jawaban: E
Nilai Loyal dalam Core Values ASN BerAKHLAK berarti memegang teguh ideologi Pancasila, UUD 1945, serta menjaga nama baik ASN, pimpinan, instansi, dan negara.
Soal 6
Metode pengamatan secara terus-menerus terhadap subjek, tempat, atau kegiatan tertentu untuk mendapatkan informasi intelijen disebut:
A. Undercover Buy
B. Interogasi
C. Controlled Delivery
D. Surveillance
E. Mapping
Jawaban: D
Surveillance atau surveilans adalah teknik intelijen berupa pengamatan atau pembuntutan terhadap orang, tempat, atau benda untuk mengumpulkan bukti atau informasi.
Soal 7
Dalam manajemen penyelidikan, tindakan 'Mapping Jaringan' bertujuan untuk:
A. Mengatur jadwal kerja anggota tim penyidik.
B. Membuat peta lokasi rawan peredaran narkoba untuk sosialisasi.
C. Menentukan rute tercepat menuju lokasi penangkapan.
D. Mengidentifikasi struktur organisasi, peran masing-masing anggota, dan alur distribusi sindikat.
E. Mendata jumlah pecandu di suatu wilayah.
Jawaban: D
Mapping jaringan bertujuan memetakan hubungan antar pelaku, peran (bandar, kurir, pengendali), serta pola operasional sindikat narkotika.
Soal 8
Dalam perencanaan penggerebekan (Raid Planning), unsur 'Surprise' sangat penting. Apa arti dari unsur tersebut?
A. Melakukan tindakan secara tiba-tiba sehingga target tidak sempat bereaksi atau menghilangkan barang bukti.
B. Melakukan operasi di siang hari saat banyak saksi mata.
C. Membawa media massa untuk meliput jalannya operasi.
D. Menggunakan pakaian sipil agar tidak dicurigai.
E. Melakukan penangkapan dengan memberikan hadiah kepada tersangka.
Jawaban: A
Surprise (unsur pendadakan) dilakukan agar target kehilangan keseimbangan mental dan fisik sehingga tidak mampu melakukan perlawanan atau memusnahkan bukti.
Soal 9
Penyidik wajib membuat berita acara penyitaan barang bukti. Berdasarkan UU Narkotika, barang bukti narkotika harus segera dimusnahkan paling lama berapa hari setelah disita?
A. 30 hari setelah berkas perkara P-21.
B. 7 hari sejak diterimanya surat penetapan pemusnahan dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.
C. 14 hari sejak dilakukan penyidikan.
D. 7 hari setelah mendapatkan penetapan dari Ketua Kejaksaan Negeri.
E. 24 jam setelah penangkapan.
Jawaban: B
Sesuai Pasal 91 UU No. 35 Tahun 2009, pemusnahan dilakukan paling lama 7 hari sejak diterimanya penetapan pemusnahan dari Kepala Kejaksaan Negeri setempat.
Soal 10
Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sering kali menyertai kejahatan narkotika. Tahap memasukkan uang hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan disebut:
A. Layering
B. Placement
C. Smurfing
D. Structuring
E. Integration
Jawaban: B
Placement adalah tahap pertama TPPU, yaitu upaya menempatkan uang tunai yang berasal dari tindak pidana ke dalam sistem keuangan.
Soal 11
Prekursor narkotika adalah zat atau bahan pemula yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika. Manakah di bawah ini yang termasuk pengawasan prekursor dalam industri?
A. Mewajibkan industri memiliki izin edar dan melaporkan realisasi impor/penggunaan secara berkala.
B. Menjual prekursor secara bebas di apotek.
C. Hanya mengawasi distribusi di tingkat pengecer kecil.
D. Membiarkan industri membeli bahan kimia tanpa laporan.
E. Melarang semua industri menggunakan bahan kimia berbahaya.
Jawaban: A
Pengawasan prekursor dilakukan melalui sistem perizinan (SPI/SPO) dan kewajiban pelaporan berkala untuk mencegah diversi (penyimpangan) ke pasar gelap.
Soal 12
Dalam proses interogasi untuk pembuatan BAP, teknik yang fokus pada membangun hubungan baik (rapport) dan menggali informasi secara kronologis tanpa tekanan disebut:
A. Teknik REID
B. Model PEACE
C. Teknik Konfrontasi
D. Teknik Intimidasi
E. Teknik Good Cop Bad Cop
Jawaban: B
Model PEACE (Planning, Engage and Explain, Account, Closure, Evaluation) lebih menekankan pada penggalian informasi secara etis dibandingkan tekanan psikologis.
Soal 13
Lembaga internasional yang menjadi mitra utama BNN dalam pertukaran data intelijen kriminal di tingkat dunia adalah:
A. IMF
B. UNICEF
C. WHO
D. UNESCO
E. INTERPOL
Jawaban: E
INTERPOL (International Criminal Police Organization) memfasilitasi kerjasama polisi lintas negara, termasuk dalam kasus kejahatan narkotika transnasional.
Soal 14
Pemanfaatan digital forensik dalam operasi pemberantasan narkotika bertujuan untuk:
A. Menyadap pembicaraan telepon tanpa izin pengadilan.
B. Mempercepat proses administrasi kenaikan pangkat.
C. Memperbaiki komputer kantor yang rusak.
D. Membuat konten edukasi P4GN di media sosial.
E. Mengekstraksi, memulihkan, dan menganalisis data dari perangkat elektronik sebagai alat bukti sah.
Jawaban: E
Digital forensik digunakan untuk menemukan bukti digital (chat, log telepon, transaksi kripto) yang tersimpan dalam gadget atau komputer pelaku narkotika.
Soal 15
Aspek hukum formil dalam tindak pidana narkotika merujuk pada:
A. Daftar prekursor tabel I.
B. Besaran sanksi pidana penjara bagi pengedar.
C. Jenis-jenis narkotika yang dilarang.
D. Prosedur atau tata cara penindakan, penyidikan, hingga penuntutan di pengadilan.
E. Definisi penyalahguna narkotika.
Jawaban: D
Hukum formil (hukum acara) mengatur bagaimana hukum materiil ditegakkan, termasuk prosedur penyitaan, penangkapan, dan pembuktian.
Soal 16
Berdasarkan Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009, perbuatan menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I diancam dengan pidana minimal:
A. 1 tahun penjara
B. 10 tahun penjara
C. Penjara seumur hidup
D. 5 tahun penjara
E. 4 tahun penjara
Jawaban: D
Pasal 114 ayat (1) menetapkan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun bagi pelanggar ketentuan tersebut.
Soal 17
Nilai dasar ASN 'Kompeten' mengharuskan seorang Penata Pemberantasan Narkotika untuk:
A. Menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
B. Membantu orang lain belajar dan terus meningkatkan kapabilitas diri.
C. Menyembunyikan informasi dari rekan sejawat agar terlihat paling pintar.
D. Menolak perubahan teknologi dalam sistem penyidikan.
E. Hanya mengerjakan tugas yang diberikan oleh pimpinan saja.
Jawaban: B
Kompeten berarti terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, serta membantu orang lain belajar untuk meningkatkan kinerja organisasi.
Soal 18
Dalam manajemen penyidikan, laporan hasil penyidikan yang menyatakan bahwa suatu perkara telah lengkap dan siap dilimpahkan ke penuntut umum dikenal dengan istilah:
A. BAP
B. Resume
C. SP3
D. P-21
E. P-19
Jawaban: D
Kode P-21 adalah surat dari Jaksa Penuntut Umum yang menyatakan bahwa hasil penyidikan sudah lengkap.
Soal 19
Tindakan petugas yang secara sengaja melakukan penyerahan narkotika kepada calon pembeli di bawah pengawasan penyidik disebut:
A. Undercover Buy
B. Wiretapping
C. Controlled Delivery
D. Reid Technique
E. Surveillance
Jawaban: C
Controlled Delivery (penyerahan di bawah pengawasan) adalah teknik membiarkan narkotika dikirim ke penerima agar penyidik bisa menangkap otak di balik transaksi tersebut.
Soal 20
Apa yang dimaksud dengan 'Pre-Raid Briefing' dalam teknik penangkapan?
A. Pemberian instruksi terakhir, pembagian tugas, dan penyampaian rencana operasi sebelum tindakan dilakukan.
B. Proses interogasi awal terhadap tersangka di lapangan.
C. Laporan hasil operasi setelah penangkapan selesai.
D. Pencatatan barang bukti di lokasi kejadian.
E. Pengecekan kesehatan petugas sebelum berangkat.
Jawaban: A
Pre-Raid Briefing sangat krusial untuk memastikan setiap anggota tim memahami peran, target, risiko, dan prosedur keselamatan selama operasi.
Soal 21 Premium
Dalam analisis TPPU, proses memindahkan atau mengubah dana hasil kejahatan melalui serangkaian transaksi keuangan yang kompleks untuk menyembunyikan asal-usul dana disebut:
Dalam Raid Execution, pembagian tim biasanya terdiri dari tim penyerbu, tim pengaman, dan tim penggeledah. Tugas utama tim pengaman (Security Team) adalah:
A. Melakukan pendobrakan pintu.
B. Mengamankan perimeter luar lokasi agar tidak ada orang luar masuk atau tersangka melarikan diri keluar.
Penyitaan aset hasil kejahatan narkotika tanpa harus menunggu putusan pidana pelaku (Non-Conviction Based Asset Forfeiture) di Indonesia dikaitkan dengan pembuktian terbalik pada undang-undang:
Jika dalam penggeledahan ditemukan zat baru yang belum terdaftar dalam Lampiran UU Narkotika tetapi memiliki efek serupa, zat tersebut dikategorikan sebagai:
Seorang informan memberikan informasi tentang transaksi narkoba. Petugas kemudian menyamar sebagai kurir untuk menangkap pembeli. Teknik ini dalam intelijen disebut:
Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009, masyarakat yang tidak melaporkan adanya tindak pidana narkotika yang diketahuinya dapat dikenakan sanksi pidana. Hal ini diatur dalam:
Dalam penyidikan TPPU narkotika, penyidik dapat meminta data keuangan nasabah kepada pihak bank. Dasar hukum yang menggugurkan kerahasiaan bank dalam kasus ini adalah:
Seorang Penata Pemberantasan Narkotika dituntut untuk mampu bekerjasama dengan instansi lain seperti Bea Cukai dalam menjaga perbatasan. Hal ini sesuai dengan nilai BerAKHLAK, yaitu:
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Pemberantasan Narkotika, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Pemberantasan Narkotika tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.