Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Teknisi Kesehatan Ikan Pemula
Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Jenis-jenis penyakit ikan
Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Penanganan penyakit
Metode pengujian laboratorium
Jenis-jenis obat ikan
Monitoring lingkungan
Teknisi Kesehatan Ikan Terampil
Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Jenis-jenis penyakit ikan
Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Biosecurity
Penanganan penyakit
Metode pengujian laboratorium
Substansi Uji Residu
Monitoring lingkungan
Simulasi Tryout SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Teknisi Kesehatan Ikan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan.
Soal 1
Pemula
Berdasarkan prinsip pengelolaan kesehatan ikan, tindakan pencegahan masuknya patogen ke dalam sistem budidaya disebut dengan...
A. Surveilan
B. Rehabilitasi
C. Biosekuriti
D. Eradikasi
E. Vaksinasi
Jawaban: C
Biosekuriti adalah serangkaian tindakan untuk mencegah masuknya patogen (pencegahan) dan penyebaran penyakit di dalam atau ke luar unit budidaya.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 2
Pemula
Penyakit 'White Spot' pada ikan air tawar disebabkan oleh protozoa parasit yang bernama...
A. Saprolegnia sp.
B. Ichthyophthirius multifiliis
C. Aeromonas hydrophila
D. Dactylogyrus sp.
E. Myxobolus sp.
Jawaban: B
Ichthyophthirius multifiliis adalah parasit protozoa bersilia yang menyebabkan bintik putih (white spot) pada kulit dan insang ikan air tawar.
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 3
Pemula
Metode pengujian laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik (DNA/RNA) patogen secara spesifik dan sensitif adalah...
A. Isolasi Bakteri
B. Mikroskopi Elektron
C. Histopatologi
D. Polymerase Chain Reaction (PCR)
E. Uji Serologi
Jawaban: D
PCR adalah teknik laboratorium untuk mengamplifikasi potongan DNA spesifik sehingga keberadaan patogen dapat dideteksi meski dalam konsentrasi rendah.
Materi:Metode pengujian laboratorium
Soal 4
Pemula
Parameter kualitas air yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut dalam air dan sangat krusial bagi pernapasan ikan adalah...
A. Dissolved Oxygen (DO)
B. pH
C. Alkalinitas
D. Salinitas
E. Amonia
Jawaban: A
Dissolved Oxygen (DO) atau Oksigen Terlarut adalah jumlah gas oksigen yang tersedia di dalam air untuk proses respirasi organisme akuatik.
Materi:Monitoring lingkungan
Soal 5
Pemula
Kegiatan pengamatan penyakit yang dilakukan secara aktif oleh petugas dengan turun langsung ke lapangan untuk mengambil sampel disebut...
A. Monitoring Rutin
B. Sensus Budidaya
C. Inspeksi Visual
D. Surveilan Aktif
E. Surveilan Pasif
Jawaban: D
Surveilan aktif melibatkan perencanaan sampling dan investigasi lapangan secara langsung oleh otoritas kesehatan.
Materi:Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Soal 6
Pemula
Ikan Mas (Cyprinus carpio) sangat rentan terhadap serangan virus mematikan yang menyebabkan insang berwarna putih dan keropos, yaitu...
A. GAV
B. KHV (Koi Herpes Virus)
C. VNN
D. WSSV
E. TSV
Jawaban: B
Koi Herpes Virus (KHV) adalah penyakit virus yang sangat menular dan menyebabkan kematian massal pada ikan mas dan koi, dengan gejala khas kerusakan pada insang.
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 7
Pemula
Dalam penggunaan obat ikan, klasifikasi obat yang harus diberikan di bawah pengawasan dokter hewan atau tenaga ahli disebut...
A. Obat Bebas
B. Obat Alami
C. Obat Keras
D. Obat Bebas Terbatas
E. Obat Herbal
Jawaban: C
Obat keras adalah obat yang hanya boleh diberikan dengan resep atau pengawasan tenaga ahli karena risiko resistensi dan residu (Peraturan Menteri KP No. 1/2019).
Materi:Jenis-jenis obat ikan
Soal 8
Pemula
Tujuan utama dari karantina ikan sebelum dimasukkan ke dalam kolam budidaya utama adalah...
A. Mengurangi biaya produksi
B. Membiasakan ikan dengan pakan buatan
C. Meningkatkan pertumbuhan ikan
D. Memperbaiki kualitas air kolam
E. Mencegah penularan penyakit dari ikan baru ke ikan lama
Jawaban: E
Karantina berfungsi sebagai masa observasi untuk memastikan ikan baru bebas dari hama dan penyakit ikan (HPI) sebelum dicampur dengan populasi yang ada.
Materi:Penanganan penyakit
Soal 9
Pemula
Sesuai regulasi, pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan harus mengacu pada kaidah budidaya yang baik, yang dikenal dengan istilah...
A. CBPB
B. CPIB
C. ISO 9001
D. CBIB
E. HACCP
Jawaban: D
CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik) adalah penerapan prosedur budidaya untuk meningkatkan mutu dan keamanan hasil budidaya, termasuk aspek kesehatan ikan.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 10
Pemula
Bakteri Aeromonas hydrophila umumnya menyebabkan penyakit pada ikan dengan gejala klinis...
A. Luka borok dan pendarahan pada permukaan tubuh (Septikemia)
B. Sirip berwarna kuning menyala
C. Ikan berenang berputar
D. Bintik hitam pada sirip
E. Benjolan putih pada sisik
Jawaban: A
Aeromonas hydrophila menyebabkan Motile Aeromonad Septicemia (MAS) dengan gejala klinis pendarahan (hemoragi), luka borok, dan dropsy (perut buncit).
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 11
Pemula
Pemeriksaan jaringan tubuh ikan di bawah mikroskop untuk melihat perubahan struktur sel akibat serangan penyakit disebut...
A. Hematologi
B. Uji DNA
C. Uji Kultur
D. Uji Sensitivitas
E. Histopatologi
Jawaban: E
Histopatologi adalah studi tentang perubahan mikroskopis pada jaringan yang disebabkan oleh penyakit.
Materi:Metode pengujian laboratorium
Soal 12
Pemula
Nilai derajat keasaman air (pH) yang dianggap ideal untuk sebagian besar jenis ikan budidaya adalah...
A. 4 - 6
B. 9 - 11
C. 6,5 - 8,5
D. 12 - 14
E. 1 - 4
Jawaban: C
Rentang pH 6,5 - 8,5 adalah kondisi netral cenderung basa yang mendukung metabolisme dan pertumbuhan optimal ikan budidaya.
Materi:Monitoring lingkungan
Soal 13
Pemula
Laporan dari pembudidaya ikan mengenai adanya kematian massal kepada dinas terkait merupakan contoh dari kegiatan...
A. Surveilan Sentinel
B. Surveilan Aktif
C. Surveilan Berkala
D. Surveilan Pasif
E. Surveilan Terarah
Jawaban: D
Surveilan pasif mengandalkan inisiatif laporan dari masyarakat atau pelaku usaha jika ditemukan kejadian penyakit di lapangan.
Materi:Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Soal 14
Pemula
Penyucihamaan wadah budidaya menggunakan kaporit (kalsium hipoklorit) bertujuan untuk membunuh mikroorganisme patogen. Tindakan ini disebut...
A. Antibiosis
B. Sterilisasi
C. Fitoremediasi
D. Disinfeksi
E. Imunisasi
Jawaban: D
Disinfeksi adalah tindakan menghilangkan atau membunuh mikroorganisme penyebab penyakit pada benda mati atau wadah menggunakan bahan kimia.
Materi:Penanganan penyakit
Soal 15
Pemula
Berikut ini yang termasuk dalam kategori bahan alami yang sering digunakan untuk pengobatan alternatif pada ikan adalah...
A. Formalin
B. Malachite Green
C. Kalium Permanganat
D. Daun Ketapang
E. Oksitetrasiklin
Jawaban: D
Daun ketapang mengandung zat tannin yang berfungsi sebagai antibakteri dan antijamur alami dalam media air ikan.
Materi:Jenis-jenis obat ikan
Soal 16
Pemula
Penyakit jamur Saprolegnia sp. biasanya muncul pada ikan saat kondisi...
A. Pakan diberikan secara berlebih
B. Ikan baru menetas tanpa luka
C. Suhu air sangat panas
D. Oksigen terlarut sangat tinggi
E. Ikan mengalami stres atau luka fisik di lingkungan air dingin
Jawaban: E
Jamur Saprolegnia bersifat oportunistik, menyerang ikan yang terluka atau stres, terutama pada suhu air yang rendah.
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 17
Pemula
Untuk pengiriman sampel organ ikan ke laboratorium guna pengujian PCR, cairan pengawet yang paling tepat digunakan adalah...
A. Air Garam
B. Air Kelapa
C. Etanol/Alkohol 70-95%
D. Formalin 10%
E. Minyak Goreng
Jawaban: C
Alkohol konsentrasi tinggi mencegah degradasi DNA/RNA oleh enzim nuclease.
Materi:Metode pengujian laboratorium
Soal 18
Pemula
Sesuai Permen KP No. 1 Tahun 2019, label obat ikan berwarna merah digunakan untuk menandai...
A. Obat Alami
B. Obat Bebas Terbatas
C. Obat Keras
D. Bahan Kimia
E. Obat Bebas
Jawaban: C
Label warna merah pada obat ikan merupakan penanda bahwa obat tersebut termasuk klasifikasi Obat Keras.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 19
Pemula
Suhu air yang mendadak berubah secara drastis dapat menyebabkan ikan mengalami stres termal. Alat untuk mengukur suhu air adalah...
A. Anemometer
B. Barometer
C. Higrometer
D. Termometer
E. Refraktometer
Jawaban: D
Termometer adalah instrumen standar untuk mengukur suhu atau derajat panas suatu zat, termasuk air budidaya.
Materi:Monitoring lingkungan
Soal 20
Pemula
Istilah HPI dalam dunia kesehatan ikan merujuk pada...
A. Hama dan Penyakit Ikan
B. Hasil Perikanan Indonesia
C. Himpunan Pembudidaya Ikan
D. Higiene Perairan Ikan
E. Hukum Perikanan Internasional
Jawaban: A
HPI (Hama dan Penyakit Ikan) adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau menyebabkan kematian pada ikan.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 21
Terampil
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 13 Tahun 2021, sertifikasi kesehatan ikan ditujukan untuk...
A. Menjamin keamanan hayati ikan dan hasil perikanan yang dilalulintaskan
B. Menghilangkan kewajiban karantina di pelabuhan
C. Memberikan subsidi pakan kepada pembudidaya
D. Meningkatkan harga jual ikan di pasar internasional secara sepihak
E. Membatasi jumlah pembudidaya ikan skala kecil
Jawaban: A
Menurut Permen KP No. 13 Tahun 2021, Sertifikasi Kesehatan Ikan dan Hasil Perikanan bertujuan untuk memberikan jaminan bahwa ikan bebas dari hama dan penyakit serta aman bagi kesehatan manusia (biosecurity).
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 22
Terampil
Penyakit pada udang yang ditandai dengan adanya bintik putih pada karapas dan kematian massal yang sangat cepat disebut...
A. Vibriosis
B. Early Mortality Syndrome (EMS)
C. Infectious Myonecrosis Virus (IMNV)
D. Enterocytozoon hepatopenaei (EHP)
E. White Spot Syndrome Virus (WSSV)
Jawaban: E
White Spot Syndrome Virus (WSSV) adalah penyakit virus pada udang yang gejala klinis khasnya berupa bercak putih (white spots) pada exoskeleton/karapas.
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 23
Terampil
Kegiatan pengumpulan data penyakit ikan yang dilakukan secara rutin dan terus-menerus untuk mengetahui status kesehatan ikan di suatu wilayah disebut...
A. Sertifikasi
B. Eradikasi
C. Surveilan
D. Vaksinasi
E. Akreditasi
Jawaban: C
Surveilan penyakit ikan adalah kegiatan pengamatan, pengumpulan, penganalisaan, dan penyebarluasan informasi penyakit ikan secara sistematis.
Materi:Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Soal 24
Terampil
Tindakan biosecurity berupa penyediaan wadah berisi larutan disinfektan untuk mencuci kaki sebelum masuk ke area budidaya disebut...
A. Spraying
B. Tire bath
C. Fumigasi
D. Hand bath
E. Foot bath
Jawaban: E
Foot bath (bak celup kaki) adalah prosedur biosecurity dasar untuk mencegah masuknya patogen yang terbawa oleh alas kaki petugas atau pengunjung.
Materi:Biosecurity
Soal 25
Terampil
Metode penanganan penyakit ikan dengan cara merendam ikan dalam larutan obat dalam waktu yang singkat (beberapa detik hingga menit) disebut...
A. Dip
B. Injection
C. Flush
D. Topical
E. Bath
Jawaban: A
Metode 'Dip' atau pencelupan dilakukan dengan waktu yang sangat singkat karena konsentrasi obat yang digunakan biasanya sangat tinggi.
Materi:Penanganan penyakit
Soal 26
Terampil
Teknik laboratorium yang digunakan untuk mendeteksi materi genetik (DNA/RNA) virus atau bakteri pada ikan secara spesifik dan sensitif adalah...
A. Histopatologi
B. Polymerase Chain Reaction (PCR)
C. Uji Serologi
D. Kultur Bakteri
E. Uji Organoleptik
Jawaban: B
PCR adalah metode amplifikasi asam nukleat yang menjadi standar emas dalam deteksi penyakit viral dan bakterial pada ikan karena sensitivitasnya yang tinggi.
Materi:Metode pengujian laboratorium
Soal 27
Terampil
Zat antibiotik yang dilarang keras penggunaannya dalam budidaya ikan karena bersifat karsinogenik dan meninggalkan residu berbahaya bagi manusia adalah...
A. Amoxicillin
B. Chloramphenicol
C. Oxytetracycline
D. Erythromycin
E. Enrofloxacin
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi keamanan pangan (Permen KP No. 49/2020), Chloramphenicol termasuk dalam daftar obat ikan yang dilarang karena bahaya residunya terhadap kesehatan manusia.
Materi:Substansi Uji Residu
Soal 28
Terampil
Parameter kualitas air yang menunjukkan kandungan oksigen yang terlarut di dalam air budidaya disebut...
A. Dissolved Oxygen (DO)
B. Ammonia
C. pH
D. Alkalinitas
E. Salinitas
Jawaban: A
Dissolved Oxygen (DO) atau Oksigen Terlarut adalah parameter vital yang menentukan kelangsungan hidup dan metabolisme ikan.
Materi:Monitoring lingkungan
Soal 29
Terampil
Undang-Undang yang menjadi landasan utama mengenai Perikanan di Indonesia adalah...
A. UU No. 7 Tahun 2016
B. UU No. 5 Tahun 1990
C. UU No. 32 Tahun 2009
D. UU No. 31 Tahun 2004 jo UU No. 45 Tahun 2009
E. UU No. 18 Tahun 2012
Jawaban: D
Penyelenggaraan perikanan, termasuk kesehatan ikan, diatur dalam UU No. 31 Tahun 2004 yang kemudian diubah dengan UU No. 45 Tahun 2009.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 30
Terampil
Penyakit koi yang disebabkan oleh virus dan ditandai dengan kerusakan pada insang serta mata yang cekung disebut...
A. Saprolegniasis
B. Ichthyophthirius multifiliis
C. Lerneosis
D. Koi Herpes Virus (KHV)
E. Motile Aeromonad Septicemia (MAS)
Jawaban: D
KHV adalah penyakit virus yang sangat mematikan bagi ikan mas dan koi, dengan gejala khas kerusakan insang (gill necrosis) dan enophthalmus (mata cekung).
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 31
Terampil
Kegiatan surveilan yang dilakukan dengan cara mendatangi lokasi budidaya dan mengambil sampel secara aktif tanpa menunggu laporan kejadian disebut surveilan...
A. Responsif
B. Partisipatif
C. Aktif
D. Pasif
E. Kolektif
Jawaban: C
Surveilan aktif melibatkan petugas yang turun langsung ke lapangan untuk mencari data atau spesimen guna memantau status penyakit.
Materi:Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Soal 32
Terampil
Pemisahan ikan yang baru datang dari luar lokasi budidaya untuk diobservasi status kesehatannya disebut...
A. Karantina/Isolasi
B. Aklimatisasi
C. Eradikasi
D. Depurasi
E. Inkubasi
Jawaban: A
Isolasi atau karantina adalah tindakan biosecurity untuk memastikan ikan baru tidak membawa penyakit ke dalam sistem budidaya yang sudah ada.
Materi:Biosecurity
Soal 33
Terampil
Pemberian obat ikan melalui pakan disebut juga dengan istilah...
A. Fumigation
B. Injection
C. Immersion
D. Topical treatment
E. Oral treatment
Jawaban: E
Oral treatment adalah cara pengobatan dengan mencampur obat ke dalam pakan (medicated feed) untuk dikonsumsi ikan.
Materi:Penanganan penyakit
Soal 34
Terampil
Media agar yang spesifik digunakan untuk menumbuhkan bakteri Vibrio sp. adalah...
A. Nutrient Agar (NA)
B. MacConkey Agar
C. Thiosulfate Citrate Bile Salts Sucrose (TCBS)
D. Blood Agar
E. Potato Dextrose Agar (PDA)
Jawaban: C
TCBS adalah media selektif yang dirancang khusus untuk isolasi bakteri genus Vibrio dalam sampel klinis atau lingkungan.
Materi:Metode pengujian laboratorium
Soal 35
Terampil
Apa tujuan utama dari monitoring residu obat ikan pada hasil perikanan budidaya?
A. Membunuh parasit pada tubuh ikan
B. Meningkatkan warna daging ikan
C. Menjamin keamanan pangan bagi konsumen
D. Mengurangi biaya produksi
E. Mempercepat pertumbuhan ikan
Jawaban: C
Monitoring residu bertujuan memastikan hasil perikanan tidak mengandung bahan kimia berbahaya di atas ambang batas yang dapat merugikan kesehatan manusia.
Materi:Substansi Uji Residu
Soal 36
Terampil
Nilai pH air yang ideal untuk budidaya ikan air tawar secara umum berkisar antara...
A. 9.0 - 11.0
B. 12.0 - 14.0
C. 6.5 - 8.5
D. 1.0 - 3.0
E. 3.0 - 5.0
Jawaban: C
Sebagian besar ikan air tawar hidup optimal pada kondisi pH netral hingga sedikit basa (6.5 - 8.5).
Materi:Monitoring lingkungan
Soal 37
Terampil
Ikan yang akan diekspor wajib memiliki dokumen yang membuktikan ikan tersebut sehat, yang disebut...
A. Sertifikat Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB)
B. Health Certificate (HC)
C. Surat Persetujuan Berlayar (SPB)
D. Sertifikat Instalasi Karantina Ikan (SIKI)
E. Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)
Jawaban: B
Health Certificate (HC) dikeluarkan oleh otoritas kompeten untuk menyatakan bahwa komoditas perikanan bebas dari penyakit tertentu sesuai syarat negara tujuan.
Materi:Kebijakan bidang pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan perikanan budidaya
Soal 38
Terampil
Penyakit 'White Spot' pada ikan hias (bintik putih kecil seperti tepung) disebabkan oleh parasit...
A. Ichthyophthirius multifiliis
B. Vibrio harveyi
C. Argulus sp.
D. Dactylogyrus sp.
E. Aeromonas hydrophila
Jawaban: A
Parasit protozoa ciliate Ichthyophthirius multifiliis adalah penyebab utama penyakit bintik putih pada ikan air tawar.
Materi:Jenis-jenis penyakit ikan
Soal 39
Terampil
Dalam surveilan penyakit ikan, istilah 'Prevalensi' merujuk pada...
A. Jumlah kasus baru dalam satu periode
B. Efektivitas pengobatan penyakit
C. Kecepatan penularan penyakit
D. Tingkat kematian ikan akibat penyakit
E. Proporsi populasi yang terinfeksi pada satu titik waktu
Jawaban: E
Prevalensi adalah jumlah total kasus penyakit dalam populasi pada waktu tertentu dibagi jumlah populasi tersebut.
Materi:Monitoring dan/atau surveilan penyakit ikan
Soal 40
Terampil
Penyemprotan disinfektan pada kendaraan yang keluar masuk area tambang/budidaya merupakan penerapan biosecurity pada level...
A. Eradikasi
B. Isolasi
C. Sanitasi
D. Vaksinasi
E. Lalu lintas (Traffic control)
Jawaban: E
Traffic control bertujuan membatasi atau mensterilkan segala sesuatu yang berpindah (orang, kendaraan, peralatan) antar area budidaya.
Materi:Biosecurity
Soal 41
Pemula Premium
Berdasarkan Permen KP No. 13 Tahun 2021, unit budidaya yang telah tersertifikasi kesehatan ikan menunjukkan bahwa unit tersebut...
A. Memiliki fasilitas laboratorium terlengkap
B. Bebas dari seluruh jenis mikroorganisme
C. Telah menerapkan sistem manajemen kesehatan ikan untuk mencegah penyakit tertentu (HPIK)
Teknik pengujian PCR yang memungkinkan pengamat melihat hasil amplifikasi DNA secara langsung (real-time) melalui grafik komputer tanpa elektroforesis disebut...
Seorang teknisi akan memberikan obat melalui pakan dengan dosis 5 gram/kg pakan. Jika jumlah pakan harian adalah 20 kg, total obat yang dibutuhkan adalah...
Dalam surveilan penyakit, jumlah sampel yang diambil ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan. Untuk populasi besar dengan asumsi prevalensi 5%, jumlah sampel minimal biasanya adalah...
Berdasarkan Permen KP No. 49 Tahun 2020 tentang Obat Ikan, klasifikasi obat ikan yang hanya boleh digunakan oleh tenaga ahli atau di bawah pengawasan dokter hewan disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknisi Kesehatan Ikan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan
SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknisi Kesehatan Ikan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.