Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Analis Perkarantinaan Tumbuhan

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Analis Perkarantinaan Tumbuhan. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
120+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Analis Perkarantinaan Tumbuhan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Perkarantinaan Tumbuhan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Analis Perkarantinaan Tumbuhan Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kompetensi Umum

2 Indikator
Dasar-dasar perlindungan tanaman
Pengantar Ilmu Pertanian

Kemampuan Khusus

4 Indikator
Ilmu Hama Tumbuhan
Ilmu Penyakit Tumbuhan
Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati
Pengendalian Hama Terpadu

Simulasi Tryout SKB CAT Analis Perkarantinaan Tumbuhan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Perkarantinaan Tumbuhan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Analis Perkarantinaan Tumbuhan Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Analis Perkarantinaan Tumbuhan berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 120 Soal SKB Analis Perkarantinaan Tumbuhan Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Analis Perkarantinaan Tumbuhan & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Apa yang dimaksud dengan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) berdasarkan konsep dasar perlindungan tanaman?
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan konsep dasar perlindungan tanaman, Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) adalah semua organisme yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kesehatan tanaman, yang meliputi hama (serangga, tungau), penyakit (patogen seperti jamur, bakteri, virus), dan gulma (tanaman pengganggu). OPT merupakan faktor biotik penyebab kerusakan tanaman.
Materi Terkait: Dasar-dasar perlindungan tanaman
Soal 2
Sistem pertanian yang mengintegrasikan aspek ekonomi, ekologi, dan sosial untuk mencapai keberlanjutan disebut...
Kunci Jawaban: E
Pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture) adalah sistem pertanian yang mengintegrasikan tiga pilar utama: ekonomi (keuntungan usaha), ekologi (kelestarian lingkungan), dan sosial (kesejahteraan petani dan masyarakat). Konsep ini menjadi landasan penting dalam pembangunan pertanian modern.
Materi Terkait: Pengantar Ilmu Pertanian
Soal 3
Ilmu yang mempelajari serangga yang berperan sebagai hama pada tanaman budidaya serta interaksinya dengan lingkungan disebut...
Kunci Jawaban: A
Entomologi pertanian adalah cabang ilmu entomologi yang secara khusus mempelajari serangga-serangga yang berperan sebagai hama pada tanaman budidaya, termasuk biologi, ekologi, perilaku, dan metode pengendaliannya. Fitopatologi adalah ilmu penyakit tumbuhan, agronomi adalah ilmu budidaya tanaman, dan nematologi adalah ilmu tentang nematoda.
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan
Soal 4
Ilmu yang mempelajari penyebab penyakit tanaman, mekanisme terjadinya penyakit, serta metode pengendaliannya disebut...
Kunci Jawaban: E
Fitopatologi (ilmu penyakit tumbuhan) adalah ilmu yang mempelajari penyebab penyakit tanaman (patogen), mekanisme terjadinya dan berkembangnya suatu penyakit baik pada individu tanaman maupun populasi tanaman, serta cara dan metode pengendalian penyakit tanaman [citation:5]. Entomologi mempelajari serangga, nematologi mempelajari nematoda, dan virologi tanaman mempelajari virus tanaman.
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan
Soal 5
Sejalan dengan transformasi kelembagaan melalui Peraturan Presiden Nomor 45 Tahun 2023, instansi yang kini menyelenggarakan tugas integrasi perkarantinaan hewan, ikan, dan tumbuhan di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 45 Tahun 2023, telah dibentuk Badan Karantina Indonesia (Barantin) sebagai lembaga pemerintah non-kementerian yang mengintegrasikan fungsi karantina pertanian (hewan dan tumbuhan) serta karantina ikan. Hal ini mengubah struktur organisasi UPT yang sebelumnya berada di bawah Kementerian Pertanian menjadi di bawah Barantin.
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati
Soal 6
Komponen utama dalam Pengendalian Hama Terpadu (PHT) yang bertujuan untuk mengetahui populasi hama dan tingkat serangan di lapangan sebelum mengambil keputusan pengendalian disebut...
Kunci Jawaban: B
Monitoring atau pemantauan merupakan komponen utama dalam PHT yang bertujuan untuk mengetahui populasi hama, musuh alami, serta tingkat serangan di lapangan secara berkala. Hasil monitoring digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan pengendalian, apakah perlu dilakukan tindakan pengendalian atau tidak, serta metode yang tepat [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu
Soal 7
Konsep segitiga penyakit (disease triangle) dalam fitopatologi menyatakan bahwa penyakit tanaman terjadi apabila tiga faktor berikut bertemu secara bersamaan, yaitu...
Kunci Jawaban: A
Konsep segitiga penyakit dalam fitopatologi menjelaskan bahwa penyakit tanaman terjadi apabila tiga komponen utama bertemu secara bersamaan, yaitu: (1) inang yang rentan (tanaman), (2) patogen yang virulen (penyebab penyakit), dan (3) lingkungan yang mendukung (suhu, kelembapan, dll). Jika salah satu faktor tidak ada, penyakit tidak akan terjadi.
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan
Soal 8
Kegiatan menganalisis media pembawa yang dilalulintaskan guna menentukan tindakan karantina lanjutan sesuai dengan regulasi perkarantinaan tumbuhan disebut...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan butir kegiatan pada Peraturan Menteri PANRB terkait Jabatan Fungsional Analis Perkarantinaan Tumbuhan, 'Analisis dan tindakan karantina tumbuhan' didefinisikan sebagai kegiatan menganalisis media pembawa yang dilalulintaskan (ekspor, impor, antarpulau) untuk menentukan apakah diperlukan tindakan karantina lanjutan seperti perlakuan, penolakan, atau pemusnahan.
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati
Soal 9
Metode pengendalian hama yang memanfaatkan musuh alami seperti predator, parasitoid, dan patogen serangga disebut...
Kunci Jawaban: D
Pengendalian hayati (biologis) adalah metode pengendalian hama yang memanfaatkan musuh alami seperti predator (pemangsa), parasitoid (pengendali yang hidup sebagai parasit pada hama), dan patogen serangga (jamur, bakteri, virus yang menyebabkan penyakit pada hama) untuk menekan populasi hama [citation:2][citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu
Soal 10
Sistem pengelolaan hama yang mengintegrasikan berbagai teknik pengendalian secara harmonis dengan memperhatikan kelestarian lingkungan dan kelayakan ekonomi disebut...
Kunci Jawaban: D
Pengendalian Hama Terpadu (PHT) atau Integrated Pest Management (IPM) adalah sistem pengelolaan hama yang mengintegrasikan berbagai teknik pengendalian secara harmonis, menggunakan kombinasi metode hayati, kultur teknis, fisik, mekanis, dan kimiawi secara bijaksana, dengan tujuan menjaga populasi hama di bawah ambang ekonomi serta memperhatikan kelestarian lingkungan [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu
Soal 11
PRO
Tingkat populasi hama yang menjadi batas kritis di mana tindakan pengendalian harus dilakukan untuk mencegah kerugian ekonomi disebut...
Kunci Jawaban: E
Ambang ekonomi (economic threshold) adalah tingkat populasi hama di mana tindakan pengendalian harus dilakukan untuk mencegah populasi hama mencapai tingkat kerusakan ekonomi. Konsep ini merupakan salah satu dasar penting dalam Pengendalian Hama Terpadu untuk menghindari pengendalian yang tidak perlu dan efisiensi biaya [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 12
PRO
Berdasarkan regulasi mengenai Jabatan Fungsional Analis Perkarantinaan Tumbuhan, jenjang jabatan tertinggi bagi pejabat fungsional dalam kategori Ahli adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai dengan nomenklatur terbaru Jabatan Fungsional dalam sistem ASN, jenjang jabatan fungsional kategori keahlian dimulai dari Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, hingga yang tertinggi adalah Ahli Utama. Opsi B salah karena tidak mencantumkan kata 'Ahli' secara lengkap sesuai standar nomenklatur.
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 13
PRO
Pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran pangan segar asal tumbuhan untuk memastikan memenuhi syarat keamanan pangan disebut...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 15 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Analis Perkarantinaan Tumbuhan, pengawasan keamanan hayati nabati adalah pengawasan terhadap pemasukan dan pengeluaran pangan segar asal tumbuhan untuk memastikan memenuhi syarat keamanan pangan [citation:8]. Ini merupakan salah satu tugas utama Analis Perkarantinaan Tumbuhan.
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 14
PRO
Dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), penggunaan pestisida kimia dilakukan sebagai pilihan terakhir dengan prinsip...
Kunci Jawaban: A
Dalam PHT, pestisida kimia digunakan sebagai pilihan terakhir (last resort) dengan prinsip selektif (memilih pestisida yang spesifik terhadap hama sasaran dan tidak merusak musuh alami), tepat sasaran (aplikasi pada waktu dan tempat yang tepat), dan sesuai dosis rekomendasi. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan resistensi, resurgensi, dan pencemaran lingkungan [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 15
PRO
Berikut ini yang termasuk ke dalam kelompok patogen penyebab penyakit tanaman adalah...
Kunci Jawaban: B
Patogen penyebab penyakit tanaman (fitopatogen) terdiri dari berbagai kelompok organisme, antara lain: jamur (cendawan), bakteri, virus, nematoda, dan fitoplasma. Wereng dan ulat termasuk kelompok hama (serangga), sedangkan gulma adalah tanaman pengganggu. Jamur merupakan kelompok patogen terbesar penyebab penyakit tanaman [citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 16
PRO
Gejala penyakit tanaman berupa bercak-bercak pada daun yang disebabkan oleh jamur umumnya memiliki ciri...
Kunci Jawaban: D
Gejala penyakit tanaman yang disebabkan oleh jamur (cendawan) umumnya menunjukkan ciri khas berupa bercak dengan warna yang bervariasi (coklat, hitam, kuning) dan sering disertai dengan struktur reproduksi jamur yang dapat dilihat secara kasat mata seperti miselium (benang-benang putih), konidia, atau spora. Bercak biasanya memiliki tepi yang jelas dan dapat menyebar [citation:2][citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 17
PRO
Metode pengendalian OPT yang menggunakan varietas tanaman yang memiliki ketahanan genetik terhadap hama atau penyakit tertentu disebut...
Kunci Jawaban: C
Pengendalian menggunakan tanaman tahan adalah metode pengendalian OPT yang memanfaatkan varietas tanaman yang memiliki gen ketahanan (resistensi) terhadap serangan hama atau penyakit tertentu. Metode ini merupakan salah satu komponen penting dalam PHT karena efektif, ekonomis, dan ramah lingkungan [citation:2][citation:5].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 18
PRO
Balai Uji Standar dan Sistem Mutu Karantina Pertanian (BBUSKP) berdasarkan Permentan Nomor 15 Tahun 2023 memiliki fungsi...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2023, Balai Uji Standar dan Sistem Mutu Karantina Pertanian (BBUSKP) adalah UPT Badan Karantina Pertanian yang melaksanakan uji standar, uji rujukan, dan bimbingan teknis penerapan sistem manajemen mutu laboratorium karantina hewan, karantina tumbuhan, dan keamanan hayati [citation:6].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 19
PRO
Hama tanaman yang memiliki tipe mulut menggigit dan mengunyah umumnya menyebabkan kerusakan berupa...
Kunci Jawaban: D
Hama dengan tipe mulut menggigit dan mengunyah (seperti belalang, ulat, kumbang) menyebabkan kerusakan mekanis berupa lubang-lubang pada daun, batang, atau buah karena bagian mulut digunakan untuk memotong dan mengunyah jaringan tanaman. Berbeda dengan hama bertipe mulut menusuk-menghisap yang menyebabkan klorosis atau keriput karena menghisap cairan tanaman [citation:4].
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 20
PRO
Tindakan karantina tumbuhan yang dilakukan terhadap media pembawa yang berasal dari daerah terserang OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) untuk mencegah pemasukan dan penyebarannya disebut...
Kunci Jawaban: D
Tindakan karantina adalah serangkaian tindakan yang dilakukan terhadap media pembawa yang berasal dari daerah terserang atau dicurigai terserang OPTK, yang bertujuan untuk mencegah pemasukan, penyebaran, dan penetapan OPTK. Tindakan dapat berupa penolakan, pemusnahan, perlakuan, pengamatan, atau penahanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 21
PRO
Berikut ini yang merupakan contoh pengendalian OPT secara kultur teknis adalah...
Kunci Jawaban: B
Pengendalian kultur teknis adalah metode pengendalian OPT yang dilakukan dengan memodifikasi teknik budidaya untuk menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi perkembangan OPT. Contohnya: pergiliran tanaman (rotasi) untuk memutus siklus hidup hama/patogen, pengolahan tanah, pengaturan waktu tanam, sanitasi lingkungan, dan penggunaan pupuk berimbang [citation:2][citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Dalam konsep pengendalian hama terpadu, faktor yang digunakan untuk menentukan apakah tindakan pengendalian diperlukan adalah...
Kunci Jawaban: C
Dalam PHT, pengambilan keputusan pengendalian didasarkan pada ambang ekonomi (economic threshold) yang merupakan tingkat populasi hama di mana biaya pengendalian setara dengan kerugian ekonomi yang akan ditimbulkan jika tidak dilakukan pengendalian. Pendekatan ini memastikan bahwa tindakan pengendalian hanya dilakukan jika secara ekonomi menguntungkan [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Berikut yang termasuk kelompok nematoda parasit tumbuhan yang menyebabkan kerusakan pada sistem perakaran adalah...
Kunci Jawaban: A
*Meloidogyne* spp. (nematoda puru akar) adalah nematoda parasit tumbuhan yang menyebabkan terbentuknya puru (galls) pada akar, yang mengganggu penyerapan air dan unsur hara. Gejala yang ditimbulkan antara lain pertumbuhan tanaman kerdil, daun menguning, dan penurunan hasil. Nematoda ini merupakan salah satu patogen penting pada berbagai tanaman budidaya.
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Perbedaan utama antara hama dan penyakit tanaman terletak pada...
Kunci Jawaban: A
Perbedaan utama antara hama dan penyakit tanaman adalah penyebabnya. Hama disebabkan oleh hewan (serangga, tungau, moluska, vertebrata) yang secara fisik merusak jaringan tanaman, baik dengan cara menggigit, mengunyah, atau menghisap. Penyakit disebabkan oleh patogen (jamur, bakteri, virus, nematoda) yang menyebabkan gangguan fisiologis pada tanaman dan umumnya dapat menular antar tanaman [citation:2][citation:9].
Materi Terkait: Dasar-dasar perlindungan tanaman

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Sistem pertanian yang menerapkan prinsip diversifikasi tanaman, penggunaan pupuk organik, dan pengendalian OPT secara alami tanpa bahan kimia sintetik disebut...
Kunci Jawaban: B
Pertanian organik adalah sistem pertanian yang menerapkan prinsip diversifikasi tanaman, penggunaan pupuk organik (kompos, pupuk hijau), dan pengendalian OPT secara alami (hayati, kultur teknis, fisik) tanpa menggunakan bahan kimia sintetik seperti pestisida dan pupuk anorganik. Tujuannya adalah menghasilkan produk pertanian yang sehat dan ramah lingkungan [citation:3][citation:10].
Materi Terkait: Pengantar Ilmu Pertanian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Metode pengendalian hama menggunakan perlakuan suhu ekstrem (panas/dingin) atau penggunaan radiasi gamma untuk mematikan serangga pada komoditas pertanian termasuk dalam kategori...
Kunci Jawaban: C
Pengendalian fisik melibatkan penggunaan faktor-faktor fisik seperti suhu (heat treatment/cold treatment), kelembapan, cahaya, atau radiasi untuk membunuh hama.
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Bakteri patogen tanaman umumnya masuk ke dalam jaringan tanaman melalui...
Kunci Jawaban: E
Bakteri patogen tanaman umumnya tidak memiliki kemampuan penetrasi langsung ke dalam jaringan tanaman yang utuh. Mereka memasuki tanaman melalui lubang alami (stomata, hidatoda, lentisel) atau melalui luka (mekanis, akibat serangga, atau akibat aktivitas pertanian). Setelah masuk, bakteri berkembang biak di ruang antar sel dan menyebabkan kerusakan [citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Prinsip dasar dalam pengawasan keamanan hayati nabati adalah memastikan bahwa pangan segar asal tumbuhan yang dilalulintaskan...
Kunci Jawaban: A
Prinsip dasar pengawasan keamanan hayati nabati adalah memastikan bahwa pangan segar asal tumbuhan yang dimasukkan, dikeluarkan, atau dilalulintaskan di wilayah Indonesia bebas dari residu bahan berbahaya (pestisida, logam berat, mikroba patogen) yang melampaui batas maksimum yang ditetapkan, serta memenuhi persyaratan keamanan pangan lainnya sesuai standar nasional dan internasional [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Berikut ini yang merupakan contoh gulma berdaun lebar (broadleaf weed) pada tanaman padi sawah adalah...
Kunci Jawaban: A
*Monochoria vaginalis* (eceng padi) adalah gulma berdaun lebar (broadleaf weed) yang umum ditemukan pada pertanaman padi sawah. Gulma ini memiliki daun berbentuk bulat telur hingga jantung dengan tangkai daun panjang. Berbeda dengan *Echinochloa crus-galli* yang merupakan gulma berdaun sempit (rumputan), dan *Cyperus rotundus* yang merupakan gulma teki-tekian (sedges).
Materi Terkait: Dasar-dasar perlindungan tanaman

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Dalam kegiatan analisis risiko OPT (Pest Risk Analysis/PRA), tahap yang bertujuan untuk mengidentifikasi OPT yang berpotensi menjadi OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) adalah...
Kunci Jawaban: C
Analisis Risiko OPT (Pest Risk Analysis/PRA) terdiri dari tiga tahap: (1) Tahap 1: Inisiasi - identifikasi OPT yang berpotensi menjadi OPTK berdasarkan jalur pemasukan dan karakteristiknya; (2) Tahap 2: Penilaian Risiko - evaluasi kemungkinan pemasukan, kolonisasi, dan dampak ekonomi; (3) Tahap 3: Pengelolaan Risiko - rekomendasi tindakan karantina untuk meminimalkan risiko. Tahap identifikasi (inisiasi) merupakan langkah awal untuk menentukan OPT yang perlu dianalisis lebih lanjut [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Ekosistem pertanaman yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi cenderung lebih stabil terhadap serangan OPT karena...
Kunci Jawaban: E
Ekosistem dengan keanekaragaman hayati tinggi (polikultur, tumpang sari) memiliki stabilitas ekologi yang lebih baik karena menyediakan habitat dan sumber pakan yang beragam bagi musuh alami (predator dan parasitoid). Keberadaan musuh alami yang melimpah dapat menekan populasi hama secara alami, sehingga mengurangi risiko ledakan hama. Prinsip ini menjadi dasar dalam PHT melalui pengelolaan agroekosistem [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Berikut yang termasuk dalam prinsip pengendalian OPT secara kultur teknis adalah...
Kunci Jawaban: E
Pengendalian kultur teknis merupakan metode pengendalian OPT dengan memodifikasi praktik budidaya. Pengaturan jarak tanam memengaruhi kelembapan mikro dan sirkulasi udara di pertanaman. Jarak tanam yang terlalu rapat menciptakan kelembapan tinggi yang memicu perkembangan penyakit jamur, sedangkan jarak tanam yang optimal mengurangi kelembapan dan memudahkan pemantauan serta pengendalian OPT.
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Gejala penyakit layu pada tanaman yang disebabkan oleh bakteri umumnya ditandai dengan...
Kunci Jawaban: E
Penyakit layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum (bakteri layu) ditandai dengan layu mendadak pada tanaman saat siang hari yang kemudian pulih pada malam hari (pada tahap awal), diikuti dengan pengeluaran cairan seperti lendir berwarna putih susu dari potongan batang atau akar yang dimasukkan ke dalam air. Gejala ini merupakan ciri khas infeksi bakteri pada sistem pembuluh (xilem) [citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Hama tanaman yang menyerang buah kakao dan menyebabkan buah menjadi keras serta biji menggumpal adalah...
Kunci Jawaban: B
*Helopeltis* spp. (kepik pengisap buah kakao) adalah hama utama pada tanaman kakao. Hama ini menusuk dan menghisap cairan buah kakao, menyebabkan bercak hitam dan buah menjadi keras serta biji menggumpal (biji kakao menjadi tidak normal). Serangan *Helopeltis* dapat menyebabkan penurunan kualitas dan kuantitas biji kakao secara signifikan.
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) berdasarkan Permentan Nomor 15 Tahun 2023 memiliki tugas...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 15 Tahun 2023, Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian (BUTTMKP) adalah UPT yang melaksanakan uji terap dan diseminasi penerapan teknik dan metode perkarantinaan pertanian sesuai standar internasional. BUTTMKP berperan dalam menguji efektivitas metode karantina baru sebelum diterapkan secara luas [citation:6].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Aplikasi pestisida yang tidak bijaksana dapat menyebabkan hama menjadi resisten. Resistensi hama terhadap pestisida didefinisikan sebagai...
Kunci Jawaban: A
Resistensi hama terhadap pestisida adalah kemampuan suatu populasi hama untuk bertahan hidup terhadap dosis pestisida yang secara normal mematikan bagi populasi normal dari spesies yang sama. Resistensi terjadi akibat seleksi alam di mana individu yang memiliki gen ketahanan bertahan hidup dan mewariskan sifat tersebut ke generasi berikutnya. Hal ini merupakan salah satu konsekuensi negatif penggunaan pestisida yang tidak bijaksana [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Virus pada tanaman umumnya ditularkan melalui berbagai cara, salah satu vektor penular virus yang paling penting adalah...
Kunci Jawaban: E
Serangga merupakan vektor (penular) virus tanaman yang paling penting, terutama kutu daun (Aphididae), wereng (Delphacidae), dan kepik. Serangga vektor dapat menularkan virus secara persisten (virus berkembang biak dalam tubuh vektor) atau non-persisten (virus hanya menempel pada alat mulut). Kutu daun adalah vektor utama untuk banyak virus penting seperti virus mosaik [citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Penyebab utama ledakan hama wereng coklat (Nilaparvata lugens) pada tanaman padi di Indonesia pada masa lalu adalah...
Kunci Jawaban: E
Ledakan hama wereng coklat pada tanaman padi di Indonesia pada era 1970-1980-an disebabkan oleh beberapa faktor, terutama penggunaan varietas unggul padi yang rentan secara luas dan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana yang membunuh musuh alami wereng coklat (seperti laba-laba, kepik predator, dan parasitoid). Hal ini menyebabkan resurgensi populasi wereng dan kehilangan keseimbangan ekologi [citation:7].
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Konsep pertanian berkelanjutan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Dalam konteks perlindungan tanaman, pendekatan yang paling sesuai dengan konsep ini adalah...
Kunci Jawaban: E
Pertanian berkelanjutan menekankan keseimbangan ekologi, ekonomi, dan sosial. Pengendalian Hama Terpadu (PHT) adalah pendekatan yang paling sesuai karena mengintegrasikan berbagai metode pengendalian yang ramah lingkungan (biologis, kultur teknis, fisik) dengan penggunaan pestisida sebagai pilihan terakhir, sehingga menjaga keseimbangan agroekosistem dan kelestarian lingkungan [citation:3][citation:7][citation:10].
Materi Terkait: Pengantar Ilmu Pertanian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Penggunaan musuh alami seperti Trichogramma spp. (parasitoid telur) untuk mengendalikan hama penggerek batang padi merupakan contoh pengendalian...
Kunci Jawaban: A
Trichogramma spp. adalah parasitoid telur yang meletakkan telurnya di dalam telur hama (seperti penggerek batang padi). Larva Trichogramma berkembang di dalam telur hama, sehingga telur hama tidak menetas. Penggunaan musuh alami ini termasuk dalam pengendalian hayati (biologis) karena memanfaatkan organisme lain (parasitoid) untuk menekan populasi hama [citation:2][citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Gejala penyakit yang disebabkan oleh virus pada tanaman umumnya menunjukkan ciri khas berupa...
Kunci Jawaban: E
Gejala penyakit akibat infeksi virus pada tanaman umumnya menunjukkan pola khas berupa mosaik (perpaduan warna hijau tua dan hijau muda), klorosis (menguning), malformasi (daun keriput, keriting, atau menjadi kecil), dan kadang-kadang nekrosis. Berbeda dengan gejala jamur yang sering disertai miselium atau spora, gejala virus lebih dominan pada perubahan warna dan bentuk daun [citation:5].
Materi Terkait: Ilmu Penyakit Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT), pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan pengendalian didasarkan pada hasil...
Kunci Jawaban: D
Dalam PHT, pengambilan keputusan pengendalian didasarkan pada hasil monitoring (pemantauan) dan ambang ekonomi. Monitoring dilakukan secara berkala untuk mengetahui populasi hama, musuh alami, dan tingkat kerusakan. Data monitoring kemudian dibandingkan dengan ambang ekonomi untuk menentukan apakah tindakan pengendalian diperlukan, kapan harus dilakukan, dan metode apa yang paling tepat [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Tindakan karantina tumbuhan yang dilakukan terhadap media pembawa yang berasal dari daerah bebas OPTK namun terdeteksi mengandung OPTK disebut...
Kunci Jawaban: E
Penolakan adalah tindakan karantina yang dilakukan terhadap media pembawa yang meskipun berasal dari daerah yang dinyatakan bebas OPTK, namun pada saat pemeriksaan terdeteksi mengandung OPTK. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah masuknya OPTK ke daerah tujuan. Media pembawa yang ditolak harus dikembalikan ke daerah asal atau dimusnahkan sesuai ketentuan [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Berikut ini merupakan contoh patogen yang dikategorikan sebagai Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) Kategori A1 (belum ditemukan di Indonesia) adalah...
Kunci Jawaban: B
OPTK Kategori A1 adalah OPTK yang belum terdapat di wilayah Negara Republik Indonesia. *Microcyclus ulei* (South American Leaf Blight) adalah contoh patogen A1 yang sangat diwaspadai karena belum ada di Indonesia. Sedangkan *Ralstonia solanacearum*, *Pyricularia*, dan wereng sudah tersebar luas di Indonesia sehingga umumnya dikategorikan sebagai OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) non-karantina atau masuk A2 jika masih terbatas distribusinya.
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam konsep pengendalian hama terpadu, penggunaan varietas tahan hama termasuk dalam strategi pengendalian yang bersifat...
Kunci Jawaban: E
Penggunaan varietas tahan hama termasuk dalam strategi pengendalian preventif karena dilakukan sebelum serangan hama terjadi. Varietas tahan memiliki mekanisme genetik yang mencegah atau mengurangi kerusakan akibat serangan OPT. Pendekatan preventif dalam PHT lebih diutamakan karena lebih ekonomis, ramah lingkungan, dan mengurangi ketergantungan pada pestisida [citation:5][citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Fase kritis pengendalian gulma pada tanaman budidaya umumnya adalah...
Kunci Jawaban: A
Periode kritis pengendalian gulma adalah periode di mana tanaman budidaya sangat sensitif terhadap persaingan dengan gulma. Pada fase awal pertumbuhan (0-30/40 hari setelah tanam tergantung jenis tanaman), kompetisi gulma dapat menurunkan hasil secara signifikan. Jika pengendalian gulma dilakukan setelah periode kritis berlalu, penurunan hasil tidak dapat dipulihkan. Oleh karena itu, pengendalian gulma harus dilakukan selama periode kritis [citation:2][citation:9].
Materi Terkait: Dasar-dasar perlindungan tanaman

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Serangan larva penggerek batang padi (*Scirpophaga* spp.) yang terjadi pada fase generatif (saat pembentukan malai) mengakibatkan malai menjadi putih, hampa, dan mudah dicabut. Gejala ini secara spesifik disebut...
Kunci Jawaban: C
Serangan penggerek batang padi memiliki dua nama gejala: 1) Sundep (pada fase vegetatif, titik tumbuh mati); 2) Beluk (pada fase generatif, malai mati dan hampa).
Materi Terkait: Ilmu Hama Tumbuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Dalam sistem pengawasan keamanan hayati nabati, pemeriksaan residu pestisida pada pangan segar asal tumbuhan dilakukan untuk memastikan...
Kunci Jawaban: E
Pemeriksaan residu pestisida dalam pengawasan keamanan hayati nabati bertujuan untuk memastikan bahwa kadar residu pestisida pada produk pangan segar tidak melebihi Batas Maksimum Residu (BMR) yang ditetapkan. BMR adalah konsentrasi residu pestisida tertinggi yang diizinkan secara hukum dalam produk pangan. Tujuannya untuk melindungi kesehatan konsumen dari dampak negatif paparan residu pestisida [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Yang dimaksud dengan resurgensi hama dalam konteks pengendalian OPT adalah...
Kunci Jawaban: D
Resurgensi hama adalah fenomena peningkatan populasi hama setelah aplikasi pestisida yang melebihi populasi sebelum penyemprotan. Hal ini terjadi karena pestisida membunuh musuh alami hama (predator, parasitoid) lebih efektif daripada membunuh hama sasaran, sehingga ketika populasi hama pulih kembali, tidak ada musuh alami yang menekan populasinya. Resurgensi merupakan salah satu risiko penggunaan pestisida yang tidak bijaksana [citation:7].
Materi Terkait: Pengendalian Hama Terpadu

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Sebagai seorang Analis Perkarantinaan Tumbuhan, prioritas utama dalam melaksanakan tugas pengawasan keamanan hayati nabati adalah...
Kunci Jawaban: E
Sebagai pejabat karantina, prioritas utama Analis Perkarantinaan Tumbuhan dalam pengawasan keamanan hayati nabati adalah melindungi kesehatan masyarakat konsumen dengan memastikan pangan segar asal tumbuhan yang diedarkan bebas dari residu berbahaya (pestisida, logam berat, kontaminan mikroba) sesuai standar yang ditetapkan. Hal ini sejalan dengan tugas dan fungsi karantina pertanian yang tidak hanya mencegah masuknya OPTK tetapi juga mengawasi keamanan pangan [citation:8].
Materi Terkait: Karantina tumbuhan dan keamanan hayati nabati

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Analis Perkarantinaan Tumbuhan pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Analis Perkarantinaan Tumbuhan
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Analis Perkarantinaan Tumbuhan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Perkarantinaan Tumbuhan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Perkarantinaan Tumbuhan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Analis Perkarantinaan Tumbuhan

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Analis Perkarantinaan Tumbuhan menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.