Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan
Tugas Pokok dan Fungsi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut
Konsep Dasar Keselamatan dan Keamanan Maritim (Safety and Security)
Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Pengawasan Operasional Pelabuhan: Terminal, Dermaga, dan Gudang
Implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code)
Prosedur Pengawasan Kegiatan Bongkar Muat Barang dan Penumpang
Manajemen Alur Pelayaran dan Kolam Pelabuhan (Draft Pesawat dan Kedalaman)
Sistem Inaportnet dan Digitalisasi Pelayanan Kepelabuhanan
Pengawasan Tarif Jasa Kepelabuhanan dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
Manajemen Lingkungan Pelabuhan: Penanganan Limbah dan Pencegahan Pencemaran (MARPOL)
SOP Penanganan Barang Berbahaya (Dangerous Goods) di Pelabuhan
Evaluasi Kinerja Fasilitas Pokok dan Fasilitas Penunjang Kepelabuhanan
Koordinasi antar Instansi Terkait (Bea Cukai, Imigrasi, Karantina) di Pelabuhan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Kepelabuhanan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan.
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan yang dipergunakan sebagai tempat kapal bersandar, naik turun penumpang, dan/atau bongkar muat barang disebut...
A. Terminal
B. Dermaga
C. Pelabuhan
D. Galangan Kapal
E. Alur Pelayaran
Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 1 angka 16 UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan pengusahaan.
Soal 2
Wilayah perairan pelabuhan yang dipergunakan untuk operasional penyandaran dan olah gerak kapal, olah gerak pemanduan, tempat labuh kapal dan keperluan darurat disebut...
A. Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp)
B. Zona Ekonomi Eksklusif
C. Alur-Laut Kepulauan Indonesia
D. Kolam Pelabuhan
E. Daerah Lingkungan Kerja (DLKr)
Jawaban: E
Dalam PP Nomor 61 Tahun 2009, Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) adalah wilayah perairan dan daratan pada pelabuhan atau terminal khusus yang digunakan secara langsung untuk kegiatan pelabuhan.
Soal 3
Seorang Pengawas Kepelabuhanan menemukan adanya tumpahan minyak di dermaga saat proses bongkar muat. Tindakan yang paling mencerminkan nilai 'Akuntabel' dalam BerAKHLAK adalah...
A. Mencari celah regulasi agar pelabuhan tidak terkena denda
B. Meminta petugas kebersihan segera membersihkan tanpa membuat laporan
C. Menyalahkan pihak kapal sepenuhnya di depan media
D. Menunggu instruksi atasan sebelum melakukan tindakan apapun
E. Melaporkan kejadian secara jujur, mendokumentasikan, dan mengawal prosedur penanganan sesuai SOP
Jawaban: E
Nilai Akuntabel mencakup melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi. Melaporkan dan mendokumentasikan sesuai SOP adalah bentuk tanggung jawab.
Soal 4
Tingkat keamanan di mana tindakan perlindungan keamanan tambahan harus dipertahankan selama jangka waktu tertentu sebagai akibat dari meningkatnya risiko insiden keamanan disebut sebagai...
A. Security Level 2
B. Security Level 1
C. Security Level Caution
D. Security Level 3
E. Security Level Emergency
Jawaban: A
Berdasarkan ISPS Code, Security Level 2 adalah tingkat di mana tindakan perlindungan keamanan tambahan yang sesuai harus dipertahankan karena adanya peningkatan risiko insiden keamanan.
Soal 5
Dalam manajemen alur pelayaran, kedalaman air yang tersedia di alur atau kolam pelabuhan yang diukur dari permukaan air terendah disebut dengan...
A. Kedalaman Nominal
B. Low Water Spring
C. Chart Datum
D. Under Keel Clearance (UKC)
E. Draught Kapal
Jawaban: C
Chart Datum adalah bidang referensi kedalaman air yang biasanya ditetapkan pada permukaan air terendah guna menjamin keamanan navigasi kapal.
Soal 6
Instansi pemerintah di pelabuhan yang memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap lalu lintas orang (penumpang) yang masuk atau keluar wilayah negara adalah...
A. Imigrasi
B. Syahbandar
C. Bea Cukai
D. Karantina Kesehatan
E. Otoritas Pelabuhan
Jawaban: A
Imigrasi adalah instansi yang bertugas mengawasi lalu lintas orang serta pemberian visa dan izin tinggal di pintu masuk negara (pelabuhan).
Soal 7
Sistem elektronik terintegrasi yang digunakan untuk pelayanan kapal dan barang secara daring (online) guna mempercepat proses pelayanan di pelabuhan Indonesia disebut...
A. Inaportnet
B. Port Online
C. SIMLALA
D. E-Manifest
E. SITOL LAUT
Jawaban: A
Inaportnet adalah sistem layanan tunggal secara elektronik berbasis internet (web-based) untuk mengintegrasikan sistem informasi standar pelayanan kapal dan barang.
Soal 8
Annex V pada Konvensi MARPOL 73/78 mengatur tentang pencegahan pencemaran laut yang disebabkan oleh...
A. Udara (Air Pollution)
B. Sampah (Garbage)
C. Zat Cair Berbahaya (Noxious Liquid Substances)
D. Minyak (Oil)
E. Kotoran (Sewage)
Jawaban: B
Annex V MARPOL 73/78 secara spesifik mengatur tentang 'Prevention of Pollution by Garbage from Ships'.
Soal 9
Kegiatan memindahkan barang dari dek kapal ke dermaga atau sebaliknya disebut dengan...
A. Stevedoring
B. Lighterage
C. Receiving
D. Delivery
E. Cargodoring
Jawaban: A
Stevedoring adalah pekerjaan membongkar barang dari kapal ke dermaga/tongkang/truk atau memuat barang dari dermaga/tongkang/truk ke dalam kapal sampai dengan tersusun dalam palka kapal.
Soal 10
Berdasarkan fungsinya, pelabuhan yang fungsi utamanya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri, alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah, dan sebagai tempat asal tujuan penumpang serta barang disebut...
A. Terminal Khusus
B. Pelabuhan Pengumpan
C. Pelabuhan Utama
D. Pelabuhan Internasional
E. Pelabuhan Pengumpul
Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 61 Tahun 2009, Pelabuhan Pengumpul adalah pelabuhan yang fungsi utamanya melayani kegiatan angkutan laut dalam negeri dan alih muat angkutan laut dalam negeri dalam jumlah menengah.
Soal 11
Label berbentuk belah ketupat dengan simbol 'tengkorak dan tulang bersilang' pada kemasan barang di pelabuhan menunjukkan bahwa barang tersebut masuk dalam klasifikasi...
A. Cairan Korosif
B. Bahan Peledak
C. Zat Beracun (Toxic)
D. Mudah Terbakar
E. Zat Radioaktif
Jawaban: C
Sesuai standar IMDG Code, simbol tengkorak merupakan tanda untuk barang berbahaya Kelas 6.1, yaitu Substances yang bersifat beracun (Toxic).
Soal 12
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di pelabuhan yang dikenakan atas penggunaan perairan untuk kepentingan kapal bersandar di dermaga disebut...
A. Jasa Tunda
B. Jasa Dermaga
C. Jasa Tambat
D. Jasa Labuh
E. Jasa Pandu
Jawaban: C
Jasa tambat adalah jasa yang diberikan untuk kapal yang bertambat pada dermaga, pinggiran, atau sarana tambat lainnya.
Soal 13
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut berada di bawah koordinasi kementerian...
A. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi
B. Kementerian Perhubungan
C. Kementerian Pertahanan
D. Kementerian BUMN
E. Kementerian Kelautan dan Perikanan
Jawaban: B
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut merupakan unsur pelaksana pada Kementerian Perhubungan yang bertugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan di bidang perhubungan laut.
Soal 14
Salah satu indikator kinerja fasilitas dermaga yang menunjukkan perbandingan antara waktu penggunaan dermaga dengan waktu yang tersedia dalam satu periode disebut...
A. Shed Occupancy Ratio (SOR)
B. Idle Time
C. Effective Time
D. Yard Occupancy Ratio (YOR)
E. Berth Occupancy Ratio (BOR)
Jawaban: E
Berth Occupancy Ratio (BOR) adalah angka yang menunjukkan tingkat pemakaian dermaga, dihitung dari rasio waktu pemakaian dibandingkan dengan waktu tersedia.
Soal 15
Petugas yang bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan langkah-langkah keamanan di fasilitas pelabuhan sesuai dengan ISPS Code disebut...
A. Ship Security Officer (SSO)
B. Port Marshall
C. Port Facility Security Officer (PFSO)
D. Company Security Officer (CSO)
E. Harbour Master
Jawaban: C
PFSO (Port Facility Security Officer) adalah orang yang ditunjuk untuk bertanggung jawab atas pengembangan, implementasi, revisi, dan pemeliharaan Port Facility Security Plan (PFSP).
Soal 16
Fasilitas pelabuhan yang berfungsi untuk menyimpan barang dalam jangka waktu lebih lama dan biasanya terletak di area luar dermaga disebut...
A. Lapangan Penumpukan
B. Gudang Lini II
C. Apron
D. Lini I
E. Container Yard
Jawaban: B
Gudang Lini II adalah gudang yang terletak di luar area dermaga (Lini I) yang digunakan untuk penyimpanan barang yang telah melalui proses di Lini I.
Soal 17
Dalam konsep keselamatan maritim, kelaiklautan kapal (seaworthiness) merupakan tanggung jawab utama dari...
A. Kepala Desa Pesisir
B. Buruh Bongkar Muat
C. Petugas Bea Cukai
D. Nakhoda Kapal
E. Pemilik Barang
Jawaban: D
Nakhoda kapal memiliki tanggung jawab mutlak untuk memastikan kapal dalam kondisi laik laut sebelum memulai pelayaran.
Soal 18
Kegiatan pengambilan lumpur atau material di dasar laut untuk menjaga kedalaman alur pelayaran disebut...
A. Pengerukan (Dredging)
B. Bathymetry
C. Pemanduan
D. Reklamasi
E. Salvage
Jawaban: A
Pengerukan atau dredging dilakukan untuk memelihara kedalaman alur atau kolam pelabuhan agar kapal tetap aman saat bernavigasi.
Soal 19
Berdasarkan nilai 'Kompeten' dalam BerAKHLAK, seorang Pengawas Kepelabuhanan harus...
A. Menjaga hubungan baik dengan rekan kerja saja
B. Menolak tugas baru yang belum pernah dipelajari
C. Menaati perintah atasan meskipun melanggar regulasi
D. Membantu orang lain belajar dan terus meningkatkan kompetensi diri
E. Menyelesaikan tugas dengan kualitas standar minimum
Jawaban: D
Nilai Kompeten mencakup meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah dan membantu orang lain belajar.
Soal 20
Pengawasan terhadap kegiatan bongkar muat barang berbahaya harus mengacu pada kode internasional yang disebut...
A. STCW Code
B. Tally Sheet
C. SOLAS
D. IMDG Code
E. ISM Code
Jawaban: D
IMDG (International Maritime Dangerous Goods) Code adalah standar internasional untuk pengangkutan barang berbahaya melalui laut.
Soal 21 Premium
Sesuai Pasal 11 PP No. 61 Tahun 2009, rencana induk pelabuhan nasional ditetapkan oleh...
Dokumen yang mencatat rincian barang yang dibongkar dari kapal, digunakan untuk mencocokkan jumlah antara dokumen manifest dengan realita fisik, disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Kepelabuhanan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Kepelabuhanan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.