Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pengawas Farmasi dan Makanan. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kompetensi Umum

5 Indikator
Aplikasi-aplikasi dan layanan call center yang ada di BPOM
Sistem kerja dan proses bisnis di BPOM
Tata kerja dan organisasi BPOM
Kejadian terkait bahaya dan/atau risiko di bidang obat dan makanan
Gambaran visi, misi, dan budaya kerja POM

Kompetensi Khusus

41 Indikator
Kasus/kejadian kejahatan obat dan makanan
Regulasi yang berhubungan dengan bidang penindakan obat dan makanan
Regulasi dalam pengawasan fasilitas produksi obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor
Prinsip-prinsip cara pembuatan obat yang baik (CPOB)
Regulasi dalam pengawasan fasilitas distribusi dan pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)
Prinsip-prinsip cara distribusi obat yang baik (CDOB)
Pengawasan fasilitas pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)
Regulasi pengawasan mutu obat
Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan obat
Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan/promosi produk tembakau
Regulasi pengawasan ekspor impor obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor
Regulasi penerapan farmakovigilans
Regulasi tentang persyaratan teknis bahan kosmetik (terutama bahan dilarang) dan cemaran dalam kosmetik
Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi kosmetika
Regulasi pengawasan penandaan kosmetika
Regulasi dan prinsip-prinsip CPOTB dalam pengawasan sarana produksi obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi dan prinsip-prinsip cara distribusi yang baik untuk obat bahan alam dalam pengawasan sarana distribusi obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi pengawasan mutu dan keamanan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi dan tata cara pengawasan iklan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi dan tata cara pengawasan penandaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi pengawasan pemasukan dan pengeluaran obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Sistem farmakovigilans dan efek tidak diinginkan pada penggunaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan
Regulasi terkait prinsip cara peredaran pangan olahan yang baik/sistem jaminan keamanan dan mutu pangan olahan di sarana peredaran
Regulasi terkait pengambilan contoh pangan dan tindak lanjut hasil pengujian pangan
Regulasi terkait kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan
Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi pangan olahan
Regulasi pengawasan penandaan dan/atau label pangan olahan
Regulasi pengawasan pemasukan dan pengeluaran pangan
Registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan
Pengetahuan dasar uji praklinik dan uji klinik obat bahan alam
Notifikasi produk kosmetika
Penilaian dokumen informasi produk
Pengetahuan tentang registrasi pangan olahan
Pengetahuan tentang label pangan olahan
Dasar-dasar pengujian kimia, pengujian kromatografi, spektrofotometri, dan disolusi
Dasar-dasar pengujian mikrobiologi, biologi molekuler, serta pengujian kualitatif dan kuantitatif mikroba spesifik
Pedoman penyusunan metodologi riset, metodologi kualitatif, dan metodologi kuantitatif
Rancangan materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)
Kegiatan penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
Konsep pengawasan obat dan makanan
Dasar hukum penyusunan rancangan Peraturan Perundang-Undangan, penyusunan Peraturan Badan POM, serta jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan

Simulasi Tryout SKB CAT Pengawas Farmasi dan Makanan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pengawas Farmasi dan Makanan Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pengawas Farmasi dan Makanan berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Pengawas Farmasi dan Makanan & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Dalam upaya mempermudah partisipasi masyarakat dalam pengawasan produk obat dan makanan, BPOM menyediakan aplikasi untuk mengecek Nomor Izin Edar produk. Kampanye yang selalu digaungkan oleh BPOM sebelum mengonsumsi produk adalah Cek KLIK. Kepanjangan dari KLIK yang benar adalah...
Kunci Jawaban: B
Cek KLIK adalah kampanye BPOM yang merupakan singkatan dari Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kedaluwarsa untuk memastikan produk obat dan makanan aman dikonsumsi masyarakat.
Materi Terkait: Aplikasi-aplikasi dan layanan call center yang ada di BPOM
Soal 2
Masyarakat yang ingin melaporkan adanya efek samping obat, kecurigaan produk palsu, atau ingin mendapatkan informasi terkait regulasi obat dan makanan dapat menghubungi Contact Center resmi BPOM. Nomor layanan Contact Center (Halo BPOM) adalah...
Kunci Jawaban: E
Layanan Contact Center resmi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk pengaduan dan informasi adalah Halo BPOM di nomor 1500533.
Materi Terkait: Aplikasi-aplikasi dan layanan call center yang ada di BPOM
Soal 3
Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) yang diterapkan di Indonesia mengandalkan peran dari berbagai pihak agar berjalan efektif dan efisien. Tiga pilar utama dalam SISPOM tersebut adalah...
Kunci Jawaban: A
Tiga pilar Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SISPOM) adalah: (1) Pemerintah (BPOM/Instansi terkait) yang bertindak sebagai regulator dan pengawas, (2) Pelaku Usaha yang bertanggung jawab atas jaminan mutu produknya, dan (3) Masyarakat/Konsumen yang berdaya untuk melindungi dirinya sendiri dari produk berisiko.
Materi Terkait: Sistem kerja dan proses bisnis di BPOM
Soal 4
Berdasarkan prinsip Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), pengelolaan produk rantai dingin (Cold Chain Product) seperti vaksin memerlukan perhatian khusus pada suhu penyimpanannya. Suhu standar untuk penyimpanan sebagian besar vaksin (seperti vaksin Hepatitis B, DPT, dan Polio) adalah...
Kunci Jawaban: A
Sesuai pedoman CDOB untuk penanganan produk rantai dingin (Cold Chain Product), vaksin dan serum pada umumnya harus disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat Celsius (chiller) untuk menjaga stabilitas dan efektivitasnya.
Materi Terkait: Prinsip-prinsip cara distribusi obat yang baik (CDOB)
Soal 5
Dalam pengawasan kosmetika, BPOM melarang penggunaan bahan-bahan tertentu yang dapat membahayakan kesehatan manusia jika dioleskan pada kulit. Salah satu bahan berbahaya yang sering ditambahkan secara ilegal ke dalam krim pemutih wajah karena sifatnya menghambat melanin namun dapat memicu kerusakan ginjal dan saraf adalah...
Kunci Jawaban: B
Merkuri atau Raksa (Hg) sangat dilarang dalam sediaan kosmetika, terutama krim pencerah kulit, karena toksisitasnya yang tinggi. Paparan merkuri dapat menyebabkan iritasi kulit, kerusakan saraf (neurotoksik), ginjal, serta mengganggu perkembangan janin.
Materi Terkait: Regulasi tentang persyaratan teknis bahan kosmetik (terutama bahan dilarang) dan cemaran dalam kosmetik
Soal 6
Tujuan dari penerapan program Farmakovigilans yang dilakukan oleh industri farmasi dan pemerintah (BPOM) di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan pedoman BPOM dan WHO, Farmakovigilans adalah keilmuan dan aktivitas yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping obat (adverse effects) atau masalah lainnya yang terkait dengan penggunaan obat.
Materi Terkait: Regulasi penerapan farmakovigilans
Soal 7
Obat bahan alam di Indonesia diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan berdasarkan uji klaim khasiat dan keamanannya. Golongan obat bahan alam yang klaim khasiatnya telah dibuktikan melalui uji praklinik (pada hewan coba) dan uji klinik (pada manusia) serta bahan bakunya telah distandardisasi disebut...
Kunci Jawaban: C
Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, serta bahan baku dan produk jadinya telah di-standardisasi.
Materi Terkait: Registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan
Soal 8
Penyusunan regulasi oleh BPOM harus tunduk pada hierarki Peraturan Perundang-undangan di Indonesia. Menurut UU No. 12 Tahun 2011 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 15 Tahun 2019, peraturan yang kedudukannya tepat berada di bawah UUD 1945 adalah...
Kunci Jawaban: A
Sesuai Pasal 7 ayat (1) UU No. 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, hierarkinya adalah: UUD NRI 1945, Ketetapan MPR, UU/Perppu, PP, Peraturan Presiden, Perda Provinsi, dan Perda Kabupaten/Kota.
Materi Terkait: Dasar hukum penyusunan rancangan Peraturan Perundang-Undangan, penyusunan Peraturan Badan POM, serta jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan
Soal 9
Berdasarkan Peraturan BPOM mengenai Label Pangan Olahan, setiap produk pangan olahan dalam kemasan wajib mencantumkan beberapa informasi dasar pada labelnya. Berikut ini informasi yang BUKAN merupakan kewajiban mutlak (bersifat opsional/tergantung jenis produk tertentu) pada kemasan pangan olahan reguler adalah...
Kunci Jawaban: A
Klaim fungsi zat gizi bersifat opsional dan hanya boleh dicantumkan jika produk tersebut memenuhi syarat kandungan gizi tertentu yang ditetapkan BPOM. Sedangkan nama produk, daftar bahan, kedaluwarsa, dan nomor izin edar adalah informasi wajib menurut PP tentang Label Pangan.
Materi Terkait: Regulasi pengawasan penandaan dan/atau label pangan olahan
Soal 10
Tujuan utama diterapkannya Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) di industri farmasi adalah untuk memastikan produk obat dibuat dan dikendalikan secara konsisten sesuai dengan standar mutu. Salah satu prinsip krusial dalam ruang produksi CPOB adalah pengendalian aliran udara untuk mencegah...
Kunci Jawaban: A
Salah satu fokus utama dari persyaratan CPOB dalam desain fasilitas (seperti tata udara/HVAC, tekanan udara negatif/positif) adalah meminimalisasi risiko kontaminasi produk oleh partikulat, mikroba, serta mencegah terjadinya kontaminasi silang (cross-contamination) antar bahan atau produk yang berbeda.
Materi Terkait: Prinsip-prinsip cara pembuatan obat yang baik (CPOB)
Soal 11
Apabila terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) Keracunan Pangan di suatu daerah, tindakan respons cepat (rapid response) yang paling tepat dilakukan oleh tim Pengawas Farmasi dan Makanan bersama tenaga kesehatan setempat adalah...
Kunci Jawaban: E
Dalam penanganan KLB Keracunan Pangan, tindakan prioritas selain penanganan medis korban adalah investigasi lapangan, termasuk pengamanan dan pengambilan sampel (makanan sisa, usap alat, muntahan, feses) untuk diuji laboratorium guna mencari sumber penyebab (etiologi) racun.
Materi Terkait: Regulasi terkait kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan
Soal 12
Dalam regulasi pengiklanan obat di Indonesia, obat yang boleh diiklankan kepada masyarakat umum secara langsung (misalnya melalui televisi atau media cetak) terbatas pada penggolongan...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan peraturan tentang iklan obat, hanya obat golongan Obat Bebas (logo lingkaran hijau) dan Obat Bebas Terbatas (logo lingkaran biru) yang dizinkan diiklankan langsung ke masyarakat luas (Direct-to-Consumer Advertising), tentunya setelah rancangan iklannya disetujui BPOM.
Materi Terkait: Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan obat
Soal 13
Dalam pengawasan fasilitas farmasi, dikenal istilah Prekursor Farmasi, yaitu bahan kimia yang selain digunakan sebagai bahan baku obat, juga berpotensi disalahgunakan untuk pembuatan narkotika/psikotropika secara gelap. Salah satu contoh bahan aktif obat yang termasuk prekursor farmasi adalah...
Kunci Jawaban: B
Pseudoefedrin dan Efedrin lazim digunakan sebagai dekongestan dalam obat flu, namun masuk kategori Prekursor Farmasi karena dapat diekstraksi dan diubah menjadi metamfetamin (shabu) dalam laboratorium gelap. Pengawasannya diatur secara ketat.
Materi Terkait: Regulasi dalam pengawasan fasilitas produksi obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor
Soal 14
Sebelum produk kosmetika diedarkan di wilayah Indonesia, pelaku usaha wajib mendaftarkan notifikasi kosmetika kepada BPOM. Berapa lama masa berlaku izin notifikasi kosmetika tersebut sejak tanggal diterbitkan?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan BPOM tentang Tata Cara Pengajuan Notifikasi Kosmetika, nomor notifikasi kosmetika berlaku selama 3 (tiga) tahun dan dapat diperpanjang sebelum habis masa berlakunya.
Materi Terkait: Notifikasi produk kosmetika
Soal 15
Pemasukan (impor) produk obat, kosmetika, obat tradisional, dan suplemen kesehatan ke wilayah pabean Indonesia harus mendapat persetujuan izin masuk dari Kepala BPOM yang dituangkan dalam dokumen yang disebut...
Kunci Jawaban: E
Surat Keterangan Impor (SKI) merupakan dokumen surat persetujuan pemasukan (impor) yang diterbitkan oleh Badan POM untuk komoditas obat dan makanan ke dalam wilayah Indonesia untuk tujuan peredaran.
Materi Terkait: Regulasi pengawasan ekspor impor obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor
Soal 16
Dalam perannya memberdayakan masyarakat, BPOM sering mengadakan kegiatan KIE. Kepanjangan dan tujuan esensial dari KIE dalam konteks pengawasan obat dan makanan adalah...
Kunci Jawaban: B
KIE adalah singkatan dari Komunikasi, Informasi, dan Edukasi. Kegiatan ini ditujukan untuk memberikan edukasi ke masyarakat agar menjadi konsumen cerdas, mampu memilih dan menggunakan obat serta makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu.
Materi Terkait: Kegiatan penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) tingkat dasar
Soal 17
Pada teknik analisis kromatografi (seperti Kromatografi Cair Kinerja Tinggi / KCKT), pemisahan komponen campuran dalam sebuah sampel terjadi berdasarkan perbedaan...
Kunci Jawaban: E
Prinsip dasar kromatografi adalah pemisahan zat berdasarkan interaksi atau perbedaan distribusi (partisi, adsorpsi, pertukaran ion, dll) zat terlarut antara dua fase, yaitu fase diam (yang tidak bergerak) dan fase gerak (yang mengalir membawa sampel).
Materi Terkait: Dasar-dasar pengujian kimia, pengujian kromatografi, spektrofotometri, dan disolusi
Soal 18
Pengujian mikrobiologi pada produk pangan maupun obat tradisional sering menetapkan parameter Angka Lempeng Total (ALT). Tujuan dari uji ALT ini adalah...
Kunci Jawaban: A
Angka Lempeng Total (ALT) atau Total Plate Count (TPC) adalah metode untuk menghitung perkiraan jumlah total mikroorganisme aerobik mesofilik yang dapat tumbuh dan membentuk koloni pada media agar nutrisi yang diinkubasi pada kondisi standar.
Materi Terkait: Dasar-dasar pengujian mikrobiologi, biologi molekuler, serta pengujian kualitatif dan kuantitatif mikroba spesifik
Soal 19
Penelitian mengenai khasiat obat baru atau obat tradisional yang dikembangkan menjadi Fitofarmaka harus melewati serangkaian uji klinik. Uji klinik Fase I (pertama) utamanya ditujukan untuk...
Kunci Jawaban: B
Uji Klinik Fase 1 bertujuan utama menilai keamanan (safety), tolerabilitas, dan farmakokinetik obat baru pada manusia, yang umumnya dilakukan pada sejumlah kecil subjek sukarelawan yang sehat (kecuali untuk beberapa obat toksik seperti kanker).
Materi Terkait: Pengetahuan dasar uji praklinik dan uji klinik obat bahan alam
Soal 20
Visi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia saat ini memiliki fokus yang jelas untuk mewujudkan Indonesia maju. Visi BPOM tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Visi BPOM adalah: "Obat dan Makanan aman, bermutu, dan berdaya saing untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong".
Materi Terkait: Gambaran visi, misi, dan budaya kerja POM
Soal 21
PRO
Nomor izin edar untuk produk pangan olahan yang terdaftar di BPOM dibedakan kodenya berdasarkan asal usul produksi produk tersebut. Kode awalan 'BPOM RI MD' menandakan bahwa...
Kunci Jawaban: D
Kode MD pada izin edar BPOM merupakan singkatan dari Makanan Dalam (negeri), yang berarti produk pangan olahan tersebut diproduksi oleh sarana produksi di wilayah Republik Indonesia. Sedangkan ML (Makanan Luar) digunakan untuk produk impor.
Materi Terkait: Pengetahuan tentang registrasi pangan olahan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Dalam regulasi tentang periklanan dan promosi kosmetika, klaim yang BUKAN merupakan batasan ruang lingkup kosmetik dan oleh karena itu DILARANG untuk diiklankan adalah...
Kunci Jawaban: D
Kosmetika menurut definisinya hanya diperuntukkan untuk bagian luar tubuh manusia dengan tujuan membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, memperbaiki bau badan atau melindungi. Kosmetik dilarang mencantumkan klaim terapeutik/mengobati atau menyembuhkan penyakit (seperti infeksi jerawat tuntas).
Materi Terkait: Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi kosmetika

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Sesuai regulasi Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan pedoman registrasi, bentuk sediaan tertentu dilarang diproduksi dan diedarkan sebagai Obat Tradisional. Manakah dari sediaan berikut yang dilarang didaftarkan sebagai obat tradisional di Indonesia?
Kunci Jawaban: A
Menurut Peraturan BPOM, obat tradisional dilarang diproduksi dalam bentuk sediaan intravaginal, tetes mata, parenteral (injeksi), maupun supositoria (kecuali sediaan tertentu untuk wasir dengan data khusus yang sangat ketat). Tetes mata diwajibkan steril dan tidak masuk kategori OT.
Materi Terkait: Regulasi dan prinsip-prinsip CPOTB dalam pengawasan sarana produksi obat bahan alam dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Penggolongan Obat Bahan Alam di Indonesia memiliki penandaan logo khusus pada kemasannya. Produk dengan logo berupa 'tiga pasang jari daun yang bercabang (hijau) terletak di dalam lingkaran' menunjukkan bahwa produk tersebut tergolong sebagai...
Kunci Jawaban: A
Logo Jamu berupa 'ranting daun dalam lingkaran'. Logo Obat Herbal Terstandar (OHT) berupa 'tiga pasang jari daun yang bercabang dalam lingkaran'. Logo Fitofarmaka berupa 'jari-jari daun yang membentuk bintang dalam lingkaran'.
Materi Terkait: Regulasi dan tata cara pengawasan penandaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Dalam pengujian mutu sediaan farmasi padat (seperti tablet atau kapsul), Uji Disolusi merupakan parameter kritis. Tujuan utama dari uji disolusi adalah...
Kunci Jawaban: D
Uji disolusi dirancang untuk mengukur tingkat laju pelarutan senyawa obat (zat aktif) dari bentuk sediaan padat ke dalam cairan pelarut pada kondisi *in vitro*. Ini sangat penting untuk memprediksi *bioavailability* (ketersediaan hayati) obat tersebut di dalam tubuh pasien (*in vivo*).
Materi Terkait: Dasar-dasar pengujian kimia, pengujian kromatografi, spektrofotometri, dan disolusi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Budaya organisasi BPOM menjadi landasan nilai yang harus dimiliki setiap pegawai dalam melaksanakan tugas pengawasan. Nilai-nilai tersebut sering disingkat menjadi PIKKI dan Cepat Tanggap. 'I' yang pertama dalam akronim tersebut melambangkan...
Kunci Jawaban: B
Budaya Organisasi BPOM terdiri dari: Profesional, Integritas, Kredibilitas, Kerjasama Tim, Inovatif, dan Cepat Tanggap/Responsif. 'I' pertama merujuk pada Integritas (kesesuaian antara hati, ucapan, dan tindakan dalam memegang teguh peraturan).
Materi Terkait: Gambaran visi, misi, dan budaya kerja POM

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Peraturan tentang pengelolaan Narkotika dan Psikotropika di sarana pelayanan kefarmasian (Apotek) mewajibkan penyimpanan pada lemari khusus. Spesifikasi lemari penyimpanan Narkotika yang benar menurut regulasi Kemenkes/BPOM adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai Permenkes No. 3 Tahun 2015 tentang Peredaran, Penyimpanan, Pemusnahan, dan Pelaporan Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor Farmasi, lemari narkotika/psikotropika harus terbuat dari bahan kuat, tidak mudah dipindahkan, memiliki dua kunci ganda yang berbeda (misal kunci pintu luar dan laci dalam), dan kuncinya dipegang oleh Apoteker Penanggung Jawab dan pegawai yang dikuasakan.
Materi Terkait: Pengawasan fasilitas pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Setiap pelaku usaha di bidang kosmetika wajib memiliki dan memelihara Dokumen Informasi Produk (DIP). Berdasarkan regulasi BPOM, pihak yang bertanggung jawab untuk menyimpan DIP dan harus mampu menunjukkannya kepada pengawas BPOM saat dilakukan audit/inspeksi adalah...
Kunci Jawaban: D
Menurut Peraturan BPOM, Dokumen Informasi Produk (DIP) harus dimiliki dan disimpan oleh pemohon notifikasi (bisa industri produsen, importir, atau badan usaha pemilik merek/kontrak) di wilayah Indonesia, dan siap ditunjukkan saat audit oleh BPOM.
Materi Terkait: Penilaian dokumen informasi produk

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Berdasarkan regulasi yang berlaku, batasan dan definisi Suplemen Kesehatan secara prinsip membedakannya dengan obat konvensional. Manakah pernyataan berikut yang paling tepat menggambarkan karakteristik Suplemen Kesehatan?
Kunci Jawaban: B
Definisi Suplemen Kesehatan menurut Peraturan BPOM adalah produk yang dimaksudkan untuk melengkapi kebutuhan gizi, memelihara, meningkatkan dan/atau memperbaiki fungsi kesehatan, mempunyai nilai gizi dan/atau efek fisiologis. Produk ini bukan ditujukan untuk mencegah (sebagai vaksin) atau mengobati penyakit.
Materi Terkait: Registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Dalam pengawasan post-market, penarikan produk (recall) yang diduga membahayakan kesehatan masyarakat bisa diinisiasi oleh industri farmasi itu sendiri, atau diperintahkan oleh BPOM. Penarikan yang diperintahkan langsung secara sepihak oleh Kepala BPOM karena ditemukan unsur bahaya yang serius disebut...
Kunci Jawaban: B
Penarikan produk (Recall) dibagi dua: Penarikan Sukarela (Voluntary Recall) yang diinisiasi oleh Pemilik Izin Edar ketika mereka mendeteksi masalah internal, dan Penarikan Wajib (Mandatory Recall) yang diperintahkan oleh otoritas (BPOM) berdasarkan hasil sampling, pengawasan, atau laporan bahaya.
Materi Terkait: Kejadian terkait bahaya dan/atau risiko di bidang obat dan makanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Metode *Polymerase Chain Reaction* (PCR) sering diaplikasikan oleh laboratorium biologi molekuler BPOM dalam pengujian kehalalan produk makanan (contoh: deteksi DNA babi/porcine). Prinsip dasar dari uji PCR adalah...
Kunci Jawaban: A
PCR (*Polymerase Chain Reaction*) adalah teknologi biologi molekuler yang digunakan untuk memperbanyak (amplifikasi) salinan segmen DNA tertentu secara eksponensial di dalam tabung reaksi (*in vitro*), sehingga DNA target (misalnya DNA spesifik babi) dapat dideteksi jumlahnya secara jelas.
Materi Terkait: Dasar-dasar pengujian mikrobiologi, biologi molekuler, serta pengujian kualitatif dan kuantitatif mikroba spesifik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Bagi seorang evaluator atau peneliti di Badan POM, memahami pedoman metodologi riset sangat penting. Ciri utama yang membedakan penelitian kuantitatif dibandingkan dengan penelitian kualitatif adalah...
Kunci Jawaban: B
Penelitian kuantitatif berpusat pada pengumpulan dan analisis data numerik (angka) untuk menguji hipotesis dan mencari pola hubungan antar variabel secara statistik. Sedangkan kualitatif bersifat naratif, deskriptif, dan interpretatif.
Materi Terkait: Pedoman penyusunan metodologi riset, metodologi kualitatif, dan metodologi kuantitatif

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Dalam hierarki pembuatan regulasi internal di instansi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dokumen hukum yang disebut 'Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Peraturan Badan POM)' ditandatangani dan ditetapkan oleh...
Kunci Jawaban: C
Sesuai UU No. 12 Tahun 2011 Pasal 8, peraturan yang dibuat oleh pimpinan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (seperti BPOM) merupakan jenis peraturan perundang-undangan yang diakui. Peraturan Badan POM ditetapkan dan ditandatangani oleh Kepala Badan POM.
Materi Terkait: Dasar hukum penyusunan rancangan Peraturan Perundang-Undangan, penyusunan Peraturan Badan POM, serta jenis dan hierarki Peraturan Perundang-Undangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Tindak lanjut hasil pengujian pangan sangat bergantung pada metode pengambilan contoh (sampling) di sarana peredaran. Syarat mutlak dalam tata cara pengambilan sampel (contoh) produk untuk analisis laboratorium *pro-justitia* (penegakan hukum) adalah...
Kunci Jawaban: A
Dalam pengambilan contoh untuk keperluan resmi pengujian maupun hukum (*pro-justitia*), sampel harus diambil secara representatif (mewakili populasi batch), disegel/ditutup dengan pita segel BPOM, serta disertai Berita Acara Pengambilan Contoh untuk menjaga integritas barang bukti (*Chain of Custody*).
Materi Terkait: Regulasi terkait pengambilan contoh pangan dan tindak lanjut hasil pengujian pangan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Pengawasan mutu obat tradisional mencakup batasan ketat terhadap cemaran logam berat yang berbahaya bagi fungsi organ tubuh. Menurut peraturan BPOM, empat jenis logam berat yang wajib diuji dan dibatasi kadarnya dalam sediaan obat tradisional adalah...
Kunci Jawaban: C
Sesuai Peraturan BPOM No. 32 Tahun 2019 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional, parameter cemaran logam berat yang dibatasi dengan ketat meliputi Arsen (As), Timbal (Pb), Kadmium (Cd), dan Merkuri (Hg).
Materi Terkait: Regulasi pengawasan mutu dan keamanan obat bahan alam dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Regulasi pengawasan promosi dan iklan produk tembakau/rokok di media penyiaran sangat dibatasi oleh pemerintah. Salah satu larangan mutlak yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah terkait promosi produk tembakau di televisi adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 109 Tahun 2012 (dan diperkuat UU Kesehatan terbaru), iklan produk tembakau di media penyiaran/IT dilarang memperagakan, menggunakan, menampilkan wujud rokok, serta dilarang ditujukan/menampilkan anak, remaja, maupun wanita hamil.
Materi Terkait: Regulasi pengawasan penandaan/label dan/atau iklan/promosi produk tembakau

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Sistem farmakovigilans di Indonesia mengatur mekanisme pelaporan efek samping obat dari Tenaga Kesehatan maupun Industri Farmasi ke Pusat Farmakovigilans/BPOM. Dokumen pelaporan kejadian efek tidak diinginkan tersebut secara tradisional dikenal sebagai...
Kunci Jawaban: E
Dalam Monitoring Efek Samping Obat (MESO), tenaga kesehatan diinstruksikan untuk menggunakan 'Formulir Kuning' MESO (atau e-MESO secara elektronik) untuk melaporkan dugaan efek samping obat, obat bahan alam, maupun suplemen.
Materi Terkait: Sistem farmakovigilans dan efek tidak diinginkan pada penggunaan obat bahan alam dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Penelitian farmakologi praklinik sangat penting sebelum uji klinis obat. Uji yang bertujuan untuk mengetahui derajat efek toksik suatu zat pada hewan uji setelah pemberian dosis tunggal atau dosis berulang dalam waktu 24 jam, yang sering digunakan untuk menentukan nilai LD50, disebut...
Kunci Jawaban: E
Uji Toksisitas Akut bertujuan untuk mendeteksi efek toksik yang muncul segera setelah pemberian dosis tunggal (atau dosis berulang dalam 24 jam). Parameter yang paling sering dicari adalah Dosis Letal 50% (LD50), yakni dosis yang mematikan 50% hewan uji.
Materi Terkait: Pengetahuan dasar uji praklinik dan uji klinik obat bahan alam

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Dalam melakukan penindakan kejahatan di bidang obat dan makanan, BPOM memiliki pejabat khusus yang disebut PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil). Kewenangan PPNS BPOM dilaksanakan sesuai koridor hukum yang diatur secara umum dalam...
Kunci Jawaban: E
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) merupakan pejabat PNS yang diberi wewenang khusus oleh Undang-Undang untuk melakukan penyidikan tindak pidana. Pelaksanaan wewenang PPNS (seperti penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan) di Indonesia tunduk pada pedoman dan sistem KUHAP (UU No. 8 Tahun 1981).
Materi Terkait: Regulasi yang berhubungan dengan bidang penindakan obat dan makanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Untuk melindungi pemberian ASI eksklusif dan kesehatan bayi, pemerintah menetapkan regulasi yang sangat ketat terhadap promosi produk pangan bayi. Pangan olahan yang DILARANG MUTLAK untuk diiklankan di media massa atau dipromosikan ke masyarakat umum adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai dengan Kode Etik Internasional WHO dan Peraturan BPOM serta Kementerian Kesehatan, Iklan Susu Formula Bayi (terutama usia 0-6 bulan) dilarang dipromosikan dan diiklankan di media massa secara langsung kepada konsumen agar tidak merusak keberhasilan program ASI eksklusif.
Materi Terkait: Regulasi pengawasan iklan dan/atau promosi pangan olahan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Menurut standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), Fasilitas Distribusi (PBF) harus memastikan bahwa mereka memperoleh pasokan obat dari pihak yang sah. Proses mengevaluasi keabsahan, izin, dan rekam jejak mutu dari calon pihak penjual (pemasok) sebelum melakukan transaksi disebut...
Kunci Jawaban: B
Kualifikasi Pemasok adalah proses evaluasi dan persetujuan dari PBF (Pedagang Besar Farmasi) terhadap entitas pemasok untuk memastikan bahwa obat/bahan diperoleh dari sumber legal (industri atau PBF sah) yang memenuhi standar mutu dan perizinan.
Materi Terkait: Prinsip-prinsip cara distribusi obat yang baik (CDOB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB), area bersih untuk pembuatan sediaan steril dibagi menjadi beberapa kelas (A, B, C, dan D). Area di mana proses kritis seperti pengisian produk ke dalam ampul atau vial yang mensyaratkan udara aliran laminar super bersih dengan partikel minimal, tergolong pada...
Kunci Jawaban: B
Menurut pedoman CPOB, Kelas A merupakan zona untuk kegiatan berisiko tinggi (misalnya: zona pengisian/filling produk steril secara aseptis, wadah tutup karet) yang dikondisikan dengan aliran udara laminar unidirectional (LAF) dengan batas mikroba dan partikel paling ketat.
Materi Terkait: Prinsip-prinsip cara pembuatan obat yang baik (CPOB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Pencantuman informasi gizi yang menonjolkan sifat tertentu dari suatu pangan (misal: 'Tinggi Kalsium' atau 'Rendah Lemak') pada label pangan kemasan dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Peraturan BPOM tentang Klaim pada Label Pangan Olahan, pernyataan seperti 'Tinggi Kalsium', 'Sumber Serat', atau 'Bebas Gula' adalah contoh Klaim Kandungan Zat Gizi (Nutrient Content Claim) yang hanya boleh dicantumkan jika memenuhi syarat minimum/maksimum yang ditetapkan BPOM.
Materi Terkait: Pengetahuan tentang label pangan olahan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Secara hierarki organisasi tata kerja pemerintahan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) merupakan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada...
Kunci Jawaban: D
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2017 tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, BPOM adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pengawasan Obat dan Makanan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Materi Terkait: Tata kerja dan organisasi BPOM

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Sebuah tim KIE BPOM akan menyusun materi sosialisasi mengenai bahaya jamu yang mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Jika target audiens adalah pedagang jamu tradisional di pasar tradisional yang rata-rata usianya di atas 50 tahun, strategi desain produk KIE yang paling efektif adalah...
Kunci Jawaban: A
Dalam perancangan produk Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), desain harus disesuaikan dengan profil demografi, sosial, dan kultural audiens (sasaran). Untuk kelompok usia lanjut di pasar tradisional, media yang nyata (poster/leaflet), tulisan besar, bahasa sederhana, dan banyak ilustrasi visual merupakan pilihan terbaik yang menjamin pesan dipahami.
Materi Terkait: Rancangan materi penyuluhan/produk komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Dalam analisis kuantitatif menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, pengukuran kadar suatu zat terlarut (konsentrasi) didasarkan pada proporsionalitas serapan cahaya oleh sampel. Prinsip tersebut mengikuti...
Kunci Jawaban: A
Hukum Lambert-Beer (atau Beer-Lambert Law) menyatakan bahwa absorbansi (daya serap) dari suatu larutan berbanding lurus dengan ketebalan larutan dan konsentrasi zat terlarut penyerap cahaya, yang merupakan fondasi perhitungan konsentrasi di Spektrofotometri UV-Vis.
Materi Terkait: Dasar-dasar pengujian kimia, pengujian kromatografi, spektrofotometri, dan disolusi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Fasilitas pelayanan kefarmasian berupa Apotek wajib memiliki seorang Apoteker Penanggung Jawab (APJ). Dokumen legal yang wajib dimiliki oleh seorang apoteker sebagai tanda bukti kewenangan secara hukum untuk melaksanakan praktik di fasilitas tersebut adalah...
Kunci Jawaban: B
Sesuai dengan regulasi Kementerian Kesehatan (Permenkes tentang Pelayanan Kefarmasian di Apotek), setiap apoteker yang bekerja di fasilitas pelayanan kefarmasian wajib memiliki Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) sebagai legalitas hukum praktik profesinya di tempat tersebut.
Materi Terkait: Pengawasan fasilitas pelayanan kefarmasian (obat, produk biologi, narkotika, psikotropika, dan prekursor)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Selain obat modern dan obat tradisional, BPOM juga meregistrasi kategori 'Obat Kuasi'. Ciri khas dari Obat Kuasi yang membedakannya dengan kategori obat keras adalah...
Kunci Jawaban: B
Obat Kuasi adalah sediaan yang mengandung bahan aktif dengan efek farmakologis ringan yang digunakan untuk mengatasi keluhan ringan secara swamedikasi (tanpa resep dokter), misalnya minyak kayu putih, bedak tabur antiprutik, dan sediaan plester koyo tanpa khasiat medis yang kuat.
Materi Terkait: Registrasi produk obat bahan alam, obat kuasi, dan suplemen kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Untuk menjamin mutu dan keamanan pangan olahan pada sarana produksi maupun peredaran, BPOM mendorong penerapan sistem jaminan keamanan pangan yang mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya signifikan. Sistem pencegahan bahaya (hazard) yang diakui internasional ini dikenal dengan singkatan...
Kunci Jawaban: B
HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Points) adalah sistem manajemen mutu dan keamanan pangan preventif yang fokus pada pengidentifikasian bahaya biologi, kimia, dan fisik secara sistematis pada titik-titik kontrol kritis (CCP) dalam proses pengolahan dan peredaran pangan.
Materi Terkait: Regulasi terkait prinsip cara peredaran pangan olahan yang baik/sistem jaminan keamanan dan mutu pangan olahan di sarana peredaran

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Kasus kejahatan di bidang obat yang merupakan ancaman besar bagi pasien adalah beredarnya 'Obat Palsu'. Berdasarkan definisi hukum dan regulasi, obat palsu diartikan sebagai...
Kunci Jawaban: D
Obat palsu didefinisikan sebagai obat yang sengaja diproduksi secara tidak sah (oleh pihak yang tidak memiliki keabsahan hukum) atau diproduksi dengan penandaan/kemasan yang menipu identitas produk asli yang telah memiliki izin edar sah (pelanggaran HKI dan keamanan pasien).
Materi Terkait: Kasus/kejadian kejahatan obat dan makanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pengawas Farmasi dan Makanan
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pengawas Farmasi dan Makanan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Farmasi dan Makanan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pengawas Farmasi dan Makanan

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pengawas Farmasi dan Makanan menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.