Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Paramedik Karantina Hewan

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Paramedik Karantina Hewan. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
2 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Paramedik Karantina Hewan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Karantina Hewan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

PILIH FORMASI JABATAN / JENJANG:

Kemampuan Umum

2 Indikator
UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan
UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Kemampuan Khusus

6 Indikator
Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan
Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)
Jenis-jenis asing invasive (JAI)
Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani
Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK
Pemetaan daerah sebar HPHK

Kompetensi Umum

4 Indikator
UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Simulasi Tryout SKB CAT Paramedik Karantina Hewan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Karantina Hewan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Paramedik Karantina Hewan Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Paramedik Karantina Hewan berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Paramedik Karantina Hewan & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

100 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/100
0%
Soal 1
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, pengertian dari Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan adalah...
Kunci Jawaban: A
Sesuai dengan Pasal 1 Angka 1 UU No. 21 Tahun 2019, Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan didefinisikan sebagai sistem pencegahan masuk, keluar dan tersebarnya hama dan penyakit hewan karantina, hama dan penyakit ikan karantina, dan organisme pengganggu tumbuhan karantina; serta pengawasan terhadap keamanan pangan dan mutu pangan, keamanan pakan dan mutu pakan, dsb.
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan
Soal 2
Menurut UU No. 41 Tahun 2014, segala urusan yang berkaitan dengan perawatan, pengobatan, pelayanan, dan penolakan penyakit pada hewan secara menyeluruh disebut dengan...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 1 Angka 11 UU No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009, Kesehatan Hewan adalah segala urusan yang berkaitan dengan perawatan, pengobatan, pelayanan, penolakan penyakit, pemulihan kesehatan, dan pelindungan hewan.
Materi Terkait: UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 3
Dalam tata cara tindakan karantina, salah satu elemen penting adalah tindakan 'Pengasingan'. Tujuan utama dari tindakan pengasingan adalah...
Kunci Jawaban: A
Tindakan pengasingan dalam prosedur karantina bertujuan untuk menempatkan hewan di suatu tempat tertentu yang terisolasi dari hewan lain untuk keperluan pengamatan, pemeriksaan, dan deteksi kemungkinan adanya HPHK sebelum diberikan keputusan lebih lanjut.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan
Soal 4
Spesies hewan yang sangat terancam punah dan perdagangannya dilarang keras untuk tujuan komersial menurut ketentuan CITES masuk dalam kategori...
Kunci Jawaban: B
Dalam ketentuan CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora), Apendiks I memuat daftar spesies flora dan fauna liar yang terancam punah dan dilarang untuk diperdagangkan secara internasional untuk tujuan komersial.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)
Soal 5
Mengapa Jenis Asing Invasif (JAI) menjadi perhatian serius dalam keamanan hayati hewani dan karantina?
Kunci Jawaban: D
Jenis Asing Invasif (JAI) adalah spesies yang didatangkan dari luar habitat aslinya yang dapat bertahan hidup, bereproduksi, dan menyebar secara masif sehingga merugikan spesies asli, ekosistem, dan bahkan ekonomi.
Materi Terkait: Jenis-jenis asing invasive (JAI)
Soal 6
Tindakan disinfeksi pada alat angkut yang membawa ternak antar pulau merupakan salah satu bentuk implementasi mitigasi risiko pada tahap...
Kunci Jawaban: C
Dalam mitigasi risiko karantina, setelah risiko diidentifikasi dan dinilai, tahap selanjutnya adalah manajemen risiko. Tindakan perlakuan (treatment) seperti disinfeksi alat angkut adalah bentuk mitigasi untuk menurunkan tingkat risiko penyebaran HPHK.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani
Soal 7
Pelaksanaan surveilans HPHK di daerah perbatasan harus dilakukan secara sistematis. Manakah dari metode berikut yang paling efektif untuk memantau status kesehatan populasi hewan ternak secara luas?
Kunci Jawaban: E
Surveilans aktif memerlukan pendekatan sistematis. Pengambilan sampel serologis secara berkala dan terstruktur adalah metode pemantauan (monitoring) yang efektif untuk mendeteksi keberadaan antibodi/antigen di dalam populasi, bahkan sebelum gejala klinis muncul secara meluas.
Materi Terkait: Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK
Soal 8
Aplikasi atau sistem informasi yang dikembangkan oleh pemerintah Indonesia untuk mempermudah pelaporan, pemantauan, dan pemetaan penyakit hewan secara nasional disebut...
Kunci Jawaban: B
iSIKHNAS (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) adalah sistem informasi kesehatan hewan nasional mutakhir Indonesia yang digunakan untuk melaporkan dan memetakan kejadian penyakit hewan, populasi, dan data peternakan secara terintegrasi.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK
Soal 9
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan karantina di tempat pemasukan dan pengeluaran adalah...
Kunci Jawaban: B
Pasal 1 Angka 16 UU No. 21 Tahun 2019 mendefinisikan Pejabat Karantina sebagai pegawai negeri sipil yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan tindakan Karantina.
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan
Soal 10
Dalam prosedur karantina, tindakan pemusnahan terhadap media pembawa HPHK mutlak dilakukan apabila...
Kunci Jawaban: A
Menurut UU Karantina Hewan dan PP No. 82/2000, tindakan pemusnahan dilakukan jika setelah masa pengamatan atau pemeriksaan, media pembawa tertular HPHK Golongan I, tidak dapat disembuhkan/disucikan, atau diturunkan di luar tempat pemasukan yang ditetapkan.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan
Soal 11
Sesuai dengan UU No. 41 Tahun 2014, penetapan suatu penyakit hewan menular strategis (PHMS) merupakan kewenangan dari...
Kunci Jawaban: B
Pasal 57 UU No. 18 Tahun 2009 jo. UU No. 41 Tahun 2014 menyebutkan bahwa Menteri (yang menyelenggarakan urusan di bidang peternakan dan kesehatan hewan) menetapkan jenis penyakit hewan menular strategis untuk kepentingan pencegahan dan pemberantasan.
Materi Terkait: UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 12
Dokumen wajib yang harus diterbitkan oleh otoritas veteriner negara asal untuk mengiringi masuknya hewan ke wilayah Republik Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: D
Syarat utama masuknya media pembawa (hewan/produk hewan) ke RI menurut UU No. 21 Tahun 2019 adalah dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan (Health Certificate) yang diterbitkan oleh pejabat berwenang (otoritas veteriner) dari negara asal/transit.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan
Soal 13
Kepanjangan dari CITES yang benar dalam pengaturan perdagangan internasional spesies flora dan fauna liar adalah...
Kunci Jawaban: E
CITES merupakan singkatan dari Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora, yaitu perjanjian internasional yang mengatur perdagangan satwa dan tumbuhan liar agar tidak mengancam kelestariannya.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)
Soal 14
Upaya karantina yang paling efektif untuk mencegah masuknya Jenis Asing Invasif (JAI) yang terbawa secara tidak sengaja melalui komoditas impor di entry point adalah...
Kunci Jawaban: B
Untuk JAI yang terbawa secara pasif atau tidak disengaja (hitchhikers), metode pencegahan yang paling efektif di Entry Point adalah penguatan pemeriksaan fisik (inspeksi) dan implementasi Analisis Risiko Hama/Penyakit yang ketat.
Materi Terkait: Jenis-jenis asing invasive (JAI)
Soal 15
Penerapan biosekuriti yang ketat di Instalasi Karantina Hewan merupakan implementasi mitigasi risiko pada saat...
Kunci Jawaban: D
Biosekuriti di Instalasi Karantina diterapkan saat media pembawa sedang dalam masa pengasingan dan pengamatan pasca kedatangan (post-arrival) di tempat pemasukan untuk mencegah lolosnya agen patogen ke lingkungan luar.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani
Soal 16
Tujuan dari pemantauan titik kritis dalam pengawasan pemasukan Bahan Asal Hewan (BAH) di pelabuhan laut adalah...
Kunci Jawaban: C
Pemantauan titik kritis (critical control points) ditujukan untuk mengidentifikasi tahapan atau lokasi masuk yang paling rawan terjadi pelanggaran, penyelundupan, atau risiko kontaminasi HPHK sehingga pengawasan bisa lebih difokuskan.
Materi Terkait: Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK
Soal 17
Elemen data primer yang wajib dikumpulkan dalam proses pemetaan spasial wilayah sebaran HPHK menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) adalah...
Kunci Jawaban: E
Pemetaan daerah sebar penyakit menggunakan SIG memerlukan data spasial (keruangan). Titik koordinat lokasi wabah (x,y atau latitude/longitude) adalah data primer absolut untuk memvisualisasikan persebaran penyakit pada peta.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK
Soal 18
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, setiap orang yang dengan sengaja memasukkan media pembawa HPHK ke dalam wilayah RI tanpa dilengkapi Sertifikat Kesehatan dipidana dengan sanksi maksimal berupa...
Kunci Jawaban: D
Pasal 86 huruf a UU No. 21 Tahun 2019 mengatur bahwa pelanggaran sengaja terkait persyaratan karantina (termasuk tidak ada sertifikat kesehatan) dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan
Soal 19
Menurut PP No. 82 Tahun 2000, tindakan karantina berupa masa pengamatan terhadap anjing, kucing, dan kera yang dimasukkan dari negara belum bebas rabies bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: D
PP No. 82 Tahun 2000 mengatur bahwa pengamatan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya HPHK. Untuk HPR (Hewan Penular Rabies) dari daerah tidak bebas, pengamatan khusus dilakukan untuk memantau ada tidaknya gejala klinis rabies (masa inkubasi).
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan
Soal 20
Instansi yang menjadi mitra kerja utama Badan Karantina dalam mencegah penyelundupan satwa liar dilindungi (CITES) di pelabuhan laut internasional adalah...
Kunci Jawaban: B
Di kawasan pabean (pelabuhan masuk/keluar), Karantina bersinergi (Customs-Quarantine Clearance) dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk pencegahan penyelundupan, serta berkoordinasi dengan BKSDA (KLHK) yang mengelola regulasi konservasi dan CITES.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)
Soal 21
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1992, setiap media pembawa hama dan penyakit hewan karantina yang dimasukkan ke dalam wilayah negara Republik Indonesia diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu. Manakah dari berikut ini yang merupakan syarat wajib tersebut?
Kunci Jawaban: A
Menurut Pasal 5 UU No. 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, persyaratan memasukkan media pembawa ke dalam wilayah RI adalah dilengkapi sertifikat kesehatan dari negara asal, melalui tempat-tempat pemasukan yang telah ditetapkan, dan dilaporkan serta diserahkan kepada petugas karantina di tempat pemasukan.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 22
Tindakan karantina berupa pemberian obat-obatan, desinfeksi, dan/atau tindakan lain dengan maksud untuk membebaskan media pembawa dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) disebut sebagai tindakan...
Kunci Jawaban: D
Dalam PP No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, tindakan 'Perlakuan' didefinisikan sebagai tindakan untuk membebaskan media pembawa dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), baik berupa desinfeksi, fumigasi, maupun pemberian obat-obatan.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Soal 23
Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) digolongkan menjadi beberapa kategori. Karakteristik utama dari HPHK Golongan I adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, HPHK Golongan I adalah hama penyakit hewan karantina yang mempunyai sifat penyebaran yang cepat dan belum diketahui cara penanganannya (tidak dapat disembuhkan atau disucihamakan). Jika ditemukan, tindakannya adalah pemusnahan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Soal 24
Tindakan biosecurity sangat penting di fasilitas instalasi karantina hewan. Langkah yang paling tepat dilakukan oleh paramedik sebelum memasuki area pengasingan hewan sakit adalah...
Kunci Jawaban: D
Pencelupan kaki pada bak desinfektan (footbath) adalah standar operasional prosedur biosecurity dasar untuk mencegah masuknya patogen (penyakit) dari luar ke dalam area pengasingan, yang berfungsi untuk memitigasi risiko penyebaran penyakit.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit
Soal 25
Berdasarkan UU No. 41 Tahun 2014, yang dimaksud dengan 'Hewan' adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut Ketentuan Umum UU No. 41 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Hewan adalah binatang atau satwa yang seluruh atau sebagian dari siklus hidupnya berada di darat, air, dan/atau udara, baik yang dipelihara maupun yang di habitatnya.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 26
Apabila saat kedatangan hewan di pelabuhan pemasukan ditemukan bahwa dokumen kesehatan hewan tidak lengkap, tindakan karantina yang pertama kali akan dikenakan oleh petugas karantina adalah...
Kunci Jawaban: A
Sesuai PP No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, tindakan 'Penahanan' dilakukan jika dokumen persyaratan belum lengkap, untuk memberikan waktu kepada pemilik melengkapi dokumen tersebut dalam batas waktu tertentu sebelum diputuskan ditolak atau dibebaskan.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Soal 27
Rabies merupakan salah satu penyakit zoonosis yang ditularkan oleh Hewan Penular Rabies (HPR). Agen penyebab penyakit ini adalah...
Kunci Jawaban: C
Rabies disebabkan oleh virus dari genus Lyssavirus, famili Rhabdoviridae. Penyakit ini merupakan salah satu target utama pengawasan karantina (HPHK) karena bersifat zoonosis dan sangat mematikan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Soal 28
Dalam rangka mencegah penyebaran HPHK dari alat angkut yang membawa hewan antar pulau, prosedur mitigasi risiko yang diwajibkan setelah hewan diturunkan adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan prinsip mitigasi risiko dan tata cara tindakan karantina, alat angkut yang telah selesai membongkar muatan hewan (terutama yang diduga/terjangkit penyakit) wajib dilakukan pembersihan dan desinfeksi (perlakuan sanitasi) untuk mencegah penyebaran patogen penyakit ke pengiriman berikutnya atau ke wilayah pelabuhan.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit
Soal 29
Menurut PP No. 82 Tahun 2000, penetapan pelabuhan, bandar udara, atau tempat lain sebagai tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa karantina hewan dilakukan oleh...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000 tentang Karantina Hewan, penetapan tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa hama penyakit hewan karantina dilakukan dengan Keputusan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang pertanian.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 30
Tindakan berupa pemberian sertifikat kesehatan (pelepasan) terhadap media pembawa yang tidak tertular HPHK atau telah sembuh dari HPHK setelah masa pengamatan, disebut...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000, Pembebasan adalah tindakan karantina yang diberikan kepada media pembawa setelah dipastikan bebas dari HPHK berdasarkan hasil pemeriksaan, pengamatan, atau perlakuan, yang disertai dengan penerbitan sertifikat pembebasan.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Soal 31
Penyakit Anthrax merupakan penyakit zoonosis strategis yang spora agen penyebabnya dapat bertahan di tanah selama puluhan tahun. Bakteri penyebab penyakit ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang dapat membentuk endospora yang sangat resisten terhadap perubahan lingkungan dan disinfektan biasa, menjadikannya bahaya serius dalam lalu lintas hewan dan produk hewan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Soal 32
Manakah pernyataan di bawah ini yang paling tepat menggambarkan mitigasi resiko penyebaran penyakit dengan sistem 'All-in All-out' di Instalasi Karantina Hewan?
Kunci Jawaban: E
Sistem 'All-in All-out' adalah sistem manajemen yang memasukkan hewan ke dalam satu fasilitas pada waktu yang sama dan mengeluarkan mereka juga pada saat bersamaan. Hal ini memungkinkan fasilitas dikosongkan secara total, dibersihkan, dan didesinfeksi sebelum kelompok berikutnya masuk, sehingga memutus siklus hidup agen penyakit.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit
Soal 33
Dalam UU No. 41 Tahun 2014, perlindungan terhadap kesejahteraan hewan (Animal Welfare) menjadi salah satu fokus. Penerapan prinsip kesejahteraan hewan saat karantina mencakup kebebasan hewan, kecuali...
Kunci Jawaban: E
Prinsip Kesejahteraan Hewan dikenal sebagai 'Five Freedoms' (5 Kebebasan). Tindakan medis seperti pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan karantina tidak melanggar kesejahteraan hewan, melainkan upaya kesehatan/prosedur resmi. Kebebasan dari tindakan medis BUKAN bagian dari 5 Kebebasan.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 34
Bahan Asal Hewan (BAH) memerlukan pengawasan karantina karena berpotensi membawa agen penyakit. Berikut ini yang merupakan contoh dari Bahan Asal Hewan adalah...
Kunci Jawaban: A
Bahan Asal Hewan (BAH) adalah bahan yang berasal dari hewan yang belum mengalami proses pengolahan lebih lanjut, seperti daging segar, kulit mentah, telur, dan susu murni. Sementara sosis dan nugget adalah Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH), dan sapi hidup adalah Hewan.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Soal 35
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan berkuku belah (ruminansia) disebabkan oleh...
Kunci Jawaban: D
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) disebabkan oleh virus dari famili Picornaviridae, genus Apthovirus. Penyakit ini merupakan HPHK utama yang sangat menular dan diawasi ketat karena menyebabkan kerugian ekonomi yang besar.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Soal 36
Untuk mencegah perpindahan serangga vektor yang dapat membawa penyakit (seperti bluetongue atau trypanosomiasis) di dalam alat angkut (pesawat udara/kapal), tindakan mitigasi yang umum dilakukan oleh otoritas karantina adalah...
Kunci Jawaban: E
Disinseksi (pemberantasan serangga) atau penyemprotan insektisida/fumigasi pada alat angkut adalah prosedur standar mitigasi risiko karantina untuk membunuh serangga vektor yang mungkin terbawa bersama hewan atau alat angkut dari daerah endemis.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit
Soal 37
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1992, apabila setelah masa penahanan persyaratan karantina tidak dapat dipenuhi oleh pemilik media pembawa dalam batas waktu yang ditentukan, maka tindakan selanjutnya adalah...
Kunci Jawaban: C
Menurut UU No. 16 Tahun 1992 dan PP No. 82 Tahun 2000, jika dalam batas waktu yang ditetapkan (selama penahanan) persyaratan dokumen tidak dapat dilengkapi oleh pemilik, maka media pembawa tersebut akan ditolak (Penolakan) dan dikembalikan ke negara/area asal.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan
Soal 38
Dalam prosedur pengamatan hewan hidup di karantina, masa inkubasi suatu penyakit digunakan sebagai pedoman untuk...
Kunci Jawaban: C
Masa pengamatan dalam karantina (observasi) ditetapkan berdasarkan masa inkubasi terpanjang dari HPHK yang dikhawatirkan menginfeksi hewan tersebut, sesuai dengan ketentuan PP No. 82 Tahun 2000.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.
Soal 39
African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit mematikan pada babi yang menjadi perhatian karantina global. Penularan virus ASF dapat terjadi melalui hal-hal berikut, kecuali...
Kunci Jawaban: D
African Swine Fever (ASF) adalah penyakit virus yang sangat menular dan fatal pada babi, tetapi bukan penyakit zoonosis. Virus ini tidak dapat menular dari babi ke manusia, sehingga opsi C adalah salah untuk cara penularan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit
Soal 40
Penanganan limbah dari fasilitas karantina yang diduga mengandung HPHK sangat penting dalam mitigasi risiko. Prosedur yang paling sesuai untuk limbah sisa pakan, feses, dan bangkai hewan tertular adalah...
Kunci Jawaban: D
Limbah karantina (bangkai, feses, sisa pakan) yang berisiko tinggi mengandung patogen wajib dimusnahkan secara aman melalui pembakaran dengan insinerator atau dikubur dalam (deep burial) dengan ditaburi bahan kimia seperti kapur tohor untuk mematikan agen patogen dan mencegah penyebaran.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit
Soal 41
PRO
Salah satu dampak paling merusak dari invasi Jenis Asing Invasif (JAI) hewan terhadap keragaman hayati lokal adalah...
Kunci Jawaban: E
Jenis Asing Invasif berpotensi merusak ekosistem asli karena mereka sering tidak memiliki predator alami di tempat baru, sehingga berkompetisi memperebutkan makanan, memangsa satwa endemik, dan bisa membawa penyakit eksotik baru (vektor/reservoir).
Materi Terkait: Jenis-jenis asing invasive (JAI)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Manajemen risiko karantina hewan dalam rangka pemasukan daging beku asal luar negeri dilakukan melalui persetujuan impor. Dokumen analisis ilmiah yang menjadi dasar persetujuan tersebut adalah...
Kunci Jawaban: A
Import Risk Analysis (IRA) atau Analisis Risiko Impor adalah proses ilmiah komprehensif untuk mengevaluasi ancaman penyakit hewan terkait dengan masuknya komoditas hewan/produk hewan dari suatu negara, yang menjadi dasar prosedur mitigasi dan perizinan.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Dalam metode pemantauan HPHK, apabila petugas mengambil sampel darah (serum) pada 30 ekor sapi secara acak di suatu wilayah yang tidak menunjukkan gejala sakit, maka petugas sedang melakukan metode...
Kunci Jawaban: D
Surveilans aktif melibatkan kegiatan pengumpulan data yang terencana dan proaktif oleh petugas (seperti pengambilan sampel darah/serum secara periodik) untuk mengetahui status sirkulasi agen penyakit, meskipun populasi tidak menunjukkan gejala klinis nyata.
Materi Terkait: Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Hasil dari pemetaan daerah sebar HPHK secara nasional biasanya direpresentasikan dalam status zona wilayah. Wilayah yang secara historis tidak pernah mencatat kasus penyakit tertentu ditetapkan sebagai...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan pedoman kesehatan hewan dan OIE (WOAH), status wilayah yang telah dibuktikan tidak memiliki agen penyakit tertentu melalui surveilans yang diakui akan ditetapkan sebagai Zona Bebas.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, terhadap media pembawa yang masuk ke wilayah RI yang diduga membawa HPHK setelah dilakukan pemeriksaan fisik, tindakan yang diambil oleh Paramedik/Pejabat Karantina adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan mekanisme karantina yang diatur dalam UU 21/2019, apabila ada kecurigaan saat pemeriksaan fisik, media pembawa harus dikenakan tindakan pengasingan dan pengamatan untuk memastikan melalui uji lab (peneguhan diagnosis) bebas atau tertular HPHK.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Salah satu prinsip utama penyelenggaraan karantina berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019 adalah pengakuan terhadap kesetaraan (equivalence) tindakan sanitasi. Konsep ini sesuai dengan persetujuan...
Kunci Jawaban: E
Prinsip karantina dalam UU 21/2019 sejalan dengan standar internasional, salah satunya didasarkan pada Agreement on the Application of Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS Agreement) dari WTO terkait keamanan pangan, hewan, dan tumbuhan.
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Berdasarkan UU No. 41 Tahun 2014, obat hewan yang dapat diperoleh secara bebas oleh peternak tanpa resep dokter hewan termasuk dalam golongan...
Kunci Jawaban: A
Dalam UU No. 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, penggolongan obat hewan dibagi menjadi sediaan biologik, farmasetik, dan premiks. Distribusi farmasetik dibagi lagi. Obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter hewan adalah golongan Obat Bebas dan Obat Bebas Terbatas.
Materi Terkait: UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Mekanisme perlakuan pada bahan asal hewan yang berupa kulit mentah kering (cured hides) untuk mematikan spora Anthrax biasanya menggunakan...
Kunci Jawaban: E
Spora Bacillus anthracis (penyebab Antraks) sangat resisten. Pada produk kulit (Bahan Asal Hewan), mitigasi risiko perlakuan karantina (treatment) yang efektif adalah fumigasi tingkat tinggi (seperti formaldehida) atau iradiasi sinar Gamma.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Berdasarkan CITES, spesies yang tidak terancam kepunahan saat ini, tetapi mungkin menjadi terancam jika perdagangannya tidak diatur secara ketat, dimasukkan ke dalam kelompok...
Kunci Jawaban: C
Apendiks II CITES mencakup spesies yang saat ini belum terancam punah, namun akan berpotensi terancam punah (vulnerable) apabila perdagangannya secara internasional tidak diregulasi dan dibatasi melalui kuota ekspor/impor.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Istilah keamanan hayati (biosecurity) dalam konteks karantina hewan merujuk pada...
Kunci Jawaban: E
Keamanan hayati hewani (biosecurity) adalah praktik mitigasi dan manajemen fisik/operasional guna mencegah agen infeksi (HPHK) masuk (bio-exclusion) dan keluar/menyebar (bio-containment) dari suatu lingkungan atau fasilitas.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 51
PRO
Jika hasil pengamatan klinis dan uji laboratorium pada hewan impor menunjukkan bahwa hewan tersebut positif tertular Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tindakan karantina apakah yang harus segera dilakukan?
Kunci Jawaban: B
PMK adalah HPHK Golongan I (penyakit menular eksotik/berbahaya yang memiliki dampak ekonomi sangat tinggi). Prosedur standar (berdasarkan PP No.82/2000 dan prinsip mitigasi risiko global) jika terkonfirmasi positif di Instalasi Karantina adalah tindakan pemusnahan (eradication/stamping out).
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 52
PRO
Dalam tata laksana penerbitan dokumen sertifikasi CITES untuk ekspor/impor satwa liar di Indonesia, Otoritas Manajemen (Management Authority) yang berwenang menerbitkan izin adalah...
Kunci Jawaban: A
Di Indonesia, Otoritas Manajemen (Management Authority) untuk CITES adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (khususnya Direktorat Jenderal KSDAE). Otoritas Keilmuan (Scientific Authority) adalah LIPI (kini terintegrasi di BRIN). Karantina bertugas memastikan kesesuaian fisik dan kesehatannya di Border.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 53
PRO
Salah satu keong akuatik asing invasif yang menjadi ancaman besar bagi lahan pertanian padi di Indonesia karena merusak persemaian adalah...
Kunci Jawaban: E
Keong mas (Pomacea canaliculata) merupakan contoh klasik dari Jenis Asing Invasif (JAI) yang sangat merusak tanaman padi (pertanian/karantina tumbuhan), namun pengawasan lintas komoditi satwa akuatik invertebrata invasif juga masuk lingkup perhatian biosekuriti luas.
Materi Terkait: Jenis-jenis asing invasive (JAI)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 54
PRO
Dalam sistem iSIKHNAS, pelaporan kejadian penyakit oleh pelapor desa (pelsa) atau peternak dapat dilakukan dengan cepat menggunakan teknologi...
Kunci Jawaban: C
Keunggulan iSIKHNAS adalah kemampuan menangkap data secara real-time langsung dari lapangan menggunakan format pesan singkat (SMS) terstruktur atau aplikasi mobile, sehingga petugas/peternak dapat melaporkan kasus segera setelah terjadi.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 55
PRO
Menurut UU No. 41 Tahun 2014, setiap orang yang menemukan hewan yang menunjukkan gejala penyakit hewan menular...
Kunci Jawaban: A
Pasal 40 UU No. 18 Tahun 2009 jo UU No. 41 Tahun 2014 mewajibkan setiap orang yang mengetahui adanya kejadian penyakit hewan menular untuk segera melaporkan ke dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan setempat.
Materi Terkait: UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 56
PRO
Untuk media pembawa hasil bahan asal hewan (HBAH) yang dikemas secara komersial dan telah melalui proses pabrikasi (sterilisasi komersial), tindakan karantina dominan yang dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: C
Untuk HBAH yang telah diproses sterilisasi secara komersial (seperti kalengan), risiko membawa patogen sangat rendah. Oleh karena itu, tindakan karantina yang diutamakan adalah pemeriksaan kelengkapan dokumen (Health Certificate, dsb) dan pemeriksaan fisik kemasan (label, keutuhan) bukan pengasingan/pengamatan.
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 57
PRO
Berdasarkan prinsip mitigasi risiko di bidang keamanan hayati, langkah zonasi (zoning) dan kompartementalisasi bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: D
Zoning dan Compartmentalization merupakan metode mitigasi risiko internasional untuk mendefinisikan dan memisahkan populasi hewan (sub-populasi) yang memiliki status kesehatan tinggi (bebas penyakit tertentu) untuk mempertahankan keberlangsungan perdagangan ekspor.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 58
PRO
Pengawasan keliling dan operasi patuh di pelabuhan tidak resmi (jalur tikus) bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: A
Pengawasan di titik-titik tidak resmi atau 'jalur tikus' adalah bagian dari monitoring intelijen karantina untuk mengidentifikasi dan menangkal potensi pemasukan/pengeluaran komoditi pertanian/hewan secara ilegal (penyelundupan) tanpa sertifikasi sanitasi.
Materi Terkait: Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 59
PRO
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, pejabat yang berwenang mengeluarkan surat perintah penolakan media pembawa HPHK adalah...
Kunci Jawaban: E
Keputusan akhir administratif tindakan karantina, seperti penolakan atau pemusnahan di tingkat pelabuhan, ditandatangani dan diterbitkan oleh Pejabat Karantina yang diberi kewenangan, biasanya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Karantina setempat atau penanggung jawab wilayah kerjanya.
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 60
PRO
Dalam pembuatan peta sebaran penyakit menggunakan SIG (Sistem Informasi Geografis), peta yang menunjukkan batasan wilayah administrasi, topografi, dan infrastruktur transportasi disebut...
Kunci Jawaban: E
Dalam Sistem Informasi Geografis (SIG), Peta Dasar (Base map) digunakan sebagai layer latar belakang yang berisi data spasial batas administrasi, jalan, sungai, yang mana di atasnya nanti akan di-overlay data atribut (kejadian/wabah) untuk membentuk peta tematik penyakit.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 61
PRO
Hewan peliharaan (anjing, kucing) yang akan dilalulintaskan antar area dalam wilayah RI wajib memiliki buku vaksin. Vaksinasi utama yang wajib ada sebagai prasyarat administratif karantina hewan penular rabies (HPR) adalah...
Kunci Jawaban: A
Rabies merupakan HPHK dan penyakit zoonosis strategis nasional. Syarat wajib lalulintas HPR (Hewan Penular Rabies seperti anjing, kucing, kera) antar area di RI adalah bukti telah divaksinasi Rabies secara sah (buku vaksin/sertifikat dokter hewan).
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 62
PRO
Penandaan fisik pada ternak sapi (seperti ear tag ber-QR code) saat ini diberlakukan secara nasional. Kebijakan ini memiliki korelasi kuat dengan mitigasi risiko karantina untuk menjamin...
Kunci Jawaban: B
Pemasangan identitas permanen (seperti ear tag) pada ternak bertujuan untuk membangun sistem ketertelusuran (traceability). Jika di pintu keluar/masuk karantina ditemukan hewan sakit, petugas dapat melacak mundur lokasi asal peternakan untuk mitigasi sumber wabah.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 63
PRO
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000, yang dimaksud dengan Tempat Pemasukan dan Pengeluaran media pembawa karantina ditetapkan oleh...
Kunci Jawaban: B
Tempat pemasukan dan pengeluaran media pembawa ditetapkan oleh Menteri (yang membidangi Pertanian/Karantina) setelah berkoordinasi dengan kementerian terkait (seperti Kemenhub dan Kemenkeu/Bea Cukai).
Materi Terkait: UU No. 21 tahun 2019 dan PP No.82 tahun 2000 tentang Karantina Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 64
PRO
Salah satu spesies burung langka asli Papua (Kakatua Raja) sering menjadi target penyelundupan satwa. Dalam daftar CITES, spesies endemik terancam punah ini secara ketat dilindungi dalam...
Kunci Jawaban: C
Burung Kakatua Raja (Probosciger aterrimus) merupakan satwa endemik Indonesia yang populasinya sangat terancam. Dalam CITES, spesies yang dilarang total diperdagangkan secara komersial dimasukkan dalam Apendiks I.
Materi Terkait: Hewan-hewan yang dilindungi (CITES)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 65
PRO
Bila dalam pengawasan lalu lintas wilayah ditemukan media pembawa hewan ternak tidak dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asalnya, tindakan pertama Pejabat Karantina adalah...
Kunci Jawaban: B
Dalam SOP Karantina, apabila dokumen persyaratan tidak lengkap, tindakan pertama adalah Penahanan (Detention). Pemilik diberikan waktu tertentu untuk melengkapi dokumen kelengkapan sambil dilakukan pengawasan (dan pemeriksaan jika ada indikasi darurat penyakit).
Materi Terkait: Prosedur, tata cara dan elemen tindakan karantina hewan terhadap hewan, bahan asal hewan, hasil bahan asal hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 66
PRO
Mekanisme pengamanan Hayati (Biosecurity) 3 Zona di unit peternakan (Zona Merah, Kuning, Hijau) ditujukan untuk...
Kunci Jawaban: D
Konsep 3 Zona biosekuriti (Merah/kotor, Kuning/transisi, Hijau/bersih) adalah teknik mitigasi risiko untuk membatasi dan mengontrol akses fisik orang, kendaraan, atau barang menuju area populasi ternak (zona hijau) melalui prosedur desinfeksi bertahap.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme tata cara prosedur mitigasi risiko bidang karantina hewan dan keamanan hayati hewani

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 67
PRO
Dalam UU No. 41 Tahun 2014, Otoritas Veteriner ditetapkan pada tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota. Syarat utama kompetensi seorang Pejabat Otoritas Veteriner adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai Pasal 68B UU No. 41 Tahun 2014, Pejabat Otoritas Veteriner harus diisi oleh seorang dokter hewan yang diangkat oleh Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota berdasarkan kompetensi di bidang kesehatan hewan dan kesehatan masyarakat veteriner.
Materi Terkait: UU No. 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 68
PRO
Analisis keruangan penyebaran penyakit pada peta epizoootiologi (penyakit hewan) sering kali menggunakan teknik *buffering*. Apa yang dimaksud dengan buffer zone dalam peta tersebut?
Kunci Jawaban: D
Dalam pemetaan spasial dan penanganan wabah, *buffer zone* atau zona penyangga adalah area dengan radius tertentu yang mengelilingi titik terinfeksi (infected zone). Zona ini diawasi ketat lalu lintasnya dan seringkali menjadi area target *ring vaccination*.
Materi Terkait: Pemetaan daerah sebar HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 69
PRO
Apabila di suatu wilayah yang sebelumnya berstatus BEBAS Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tiba-tiba dilaporkan adanya suspek klinis PMK yang menyebar cepat (Outbreak), maka status wilayah tersebut pada peta pemantauan HPHK akan diubah (diwarnai) menjadi...
Kunci Jawaban: B
Ketika ada kejadian luar biasa (outbreak/wabah) penyakit menular strategis di daerah yang sebelumnya bebas, maka secara tata laksana pemetaan dan kebijakan, statusnya dideklarasikan menjadi Daerah Tertular/Wabah (Infected Area) guna memicu protokol penghentian lalu lintas keluar hewan.
Materi Terkait: Mengidentifikasi dan memantau daerah sebar HPHK melalui pengamatan, pengawasan, monitoring dan pemetaan HPHK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 70
PRO
Kriteria spesies asing yang diimpor dapat dikategorikan sebagai Invasif (JAI) berdasarkan analisis risiko komprehensif adalah jika memiliki sifat...
Kunci Jawaban: C
Kriteria utama Jenis Asing Invasif (JAI) adalah kemampuan mereka dalam beradaptasi pada habitat baru, reproduksi sangat cepat, penyebaran agresif tanpa adanya predator alami, sehingga pada akhirnya merusak dan menyingkirkan spesies asli serta mengubah keseimbangan ekosistem.
Materi Terkait: Jenis-jenis asing invasive (JAI)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 71
PRO
Berdasarkan UU No. 41 Tahun 2014, institusi pemerintah yang memiliki kewenangan mengambil keputusan tertinggi yang bersifat teknis kesehatan hewan, dan melibatkan profesional dokter hewan disebut...
Kunci Jawaban: E
UU No. 41 Tahun 2014 mengatur Otoritas Veteriner sebagai kelembagaan Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab dan memiliki kompetensi dalam penyelenggaraan kesehatan hewan, yang dipimpin oleh seorang dokter hewan berwenang.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 72
PRO
Dalam prosedur pemeriksaan dokumen karantina, dokumen Certificate of Origin (Surat Keterangan Asal) berguna untuk...
Kunci Jawaban: A
Certificate of Origin diterbitkan untuk memastikan dari mana hewan/produk hewan tersebut berasal. Ini krusial dalam karantina untuk memverifikasi apakah negara atau zona asal tersebut masuk dalam daftar merah (tertular) atau daftar hijau (bebas) dari penyakit HPHK.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 73
PRO
Avian Influenza (AI) dengan patogenisitas tinggi (HPAI) adalah salah satu penyakit unggas utama. Virus AI termasuk dalam famili...
Kunci Jawaban: D
Avian Influenza disebabkan oleh virus Influenza Tipe A yang termasuk dalam famili Orthomyxoviridae. Penyakit ini diawasi dengan ketat pada karantina unggas.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 74
PRO
Jika seorang paramedik karantina hewan menemukan indikasi klinis hewan menunjukkan gejala zoonosis mematikan, langkah mitigasi pertama (Personal Protective) yang paling mendesak dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: E
Langkah mitigasi risiko pertama ketika menghadapi zoonosis yang berpotensi fatal adalah keamanan petugas. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai wajib dilakukan untuk mencegah petugas terinfeksi sebelum melakukan tindakan karantina dan melaporkan pada atasan (dokter hewan).
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 75
PRO
Menurut PP No. 82 Tahun 2000, pengeluaran hewan dari dalam wilayah RI dapat dilakukan apabila memenuhi persyaratan, salah satunya adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000 Pasal 10, syarat pengeluaran (ekspor) media pembawa adalah dilengkapi sertifikat kesehatan hewan, melalui tempat-tempat pengeluaran yang telah ditetapkan, serta dilaporkan kepada petugas karantina untuk dilakukan tindakan karantina.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 76
PRO
Suatu tindakan pemusnahan media pembawa dapat langsung dilakukan tanpa proses penahanan atau penolakan terlebih dahulu, apabila...
Kunci Jawaban: D
Sesuai PP No. 82 Tahun 2000, tindakan Pemusnahan dapat langsung dilakukan tanpa penahanan/penolakan jika setelah pemeriksaan ternyata tertular HPHK Golongan I (penyakit yang belum ada di Indonesia dan tidak bisa disembuhkan/disucihamakan), rusak busuk, atau membahayakan kesehatan manusia.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 77
PRO
Satwa endemik Indonesia yang dilindungi dan sering menjadi target pencegahan penyelundupan ilegal di pintu karantina adalah...
Kunci Jawaban: C
Trenggiling (Manis javanica) adalah sumber daya hayati endemik yang dilindungi di Indonesia dan masuk daftar Apendiks CITES. Hewan ini sangat dilarang untuk dilalulintaskan secara ilegal, dan petugas karantina berperan mengawasi keluarnya hewan ini.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 78
PRO
Salah satu prinsip mitigasi penyakit eksotik pada impor hewan adalah melakukan analisis risiko. Jika sebuah negara asal terjangkit penyakit Nipah Virus, produk peternakan utama yang akan di-banned atau dilarang masuk adalah yang bersumber dari hewan...
Kunci Jawaban: C
Nipah virus (NiV) adalah zoonosis mematikan yang reservoir utamanya adalah kelelawar buah (Pteropus sp.) dan babi bertindak sebagai inang perantara (amplifier host) yang menyebarkannya ke manusia. Sehingga impor babi dan produknya dari negara tertular akan sangat dilarang/dibanned.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 79
PRO
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1992, Pejabat Karantina Hewan yang diberikan kewenangan penuh untuk melakukan tindakan karantina adalah...
Kunci Jawaban: A
Menurut UU No. 16 Tahun 1992, pelaksanaan tindakan karantina dilakukan oleh Petugas Karantina, yaitu Pegawai Negeri Sipil (PNS) tertentu yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan tindakan karantina (seperti dokter hewan karantina dan paramedik veteriner/karantina hewan).
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 80
PRO
Pemeriksaan karantina hewan meliputi dua tahap utama, yaitu...
Kunci Jawaban: E
Sesuai PP No. 82 Tahun 2000, tindakan pemeriksaan meliputi pemeriksaan administratif terhadap keabsahan dokumen (sertifikat, surat izin) dan pemeriksaan fisik (serta laboratoris bila perlu) untuk memastikan kesehatan media pembawa serta kesesuaian jenis dan jumlahnya.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 81
PRO
Penyakit sapi gila atau Bovine Spongiform Encephalopathy (BSE) disebabkan oleh agen penyakit non-konvensional yang disebut...
Kunci Jawaban: D
Penyakit BSE disebabkan oleh prion, suatu protein abnormal (PrPSc) yang tidak memiliki asam nukleat, sangat tahan terhadap panas dan disinfektan. BSE diawasi secara global karena menular ke manusia dalam bentuk vCJD (variant Creutzfeldt-Jakob disease).
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 82
PRO
Penerapan sistem HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point) dalam proses karantina hasil bahan asal hewan (seperti daging beku) bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: B
HACCP adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi bahaya spesifik dan tindakan pengendaliannya guna memastikan keamanan dari produk pangan (HBAH) yang dikarantina agar tidak membawa risiko penyakit atau bahaya bagi manusia.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 83
PRO
Di dalam UU No. 41 Tahun 2014, obat hewan digolongkan ke dalam beberapa sediaan. Berikut ini yang BUKAN merupakan golongan obat hewan adalah...
Kunci Jawaban: A
Menurut Pasal 49 UU No. 41 Tahun 2014, Obat hewan digolongkan dalam sediaan biologik, farmasetik, premiks, dan sediaan obat alami. Kosmetik hewan bukan klasifikasi sediaan obat hewan yang diatur dalam undang-undang tersebut.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 84
PRO
Produk Hasil Bahan Asal Hewan (HBAH) yang telah diproses secara komersial seperti susu bubuk kalengan, keju, dan mentega impor, tetap wajib dilaporkan ke karantina, dengan tujuan utama untuk...
Kunci Jawaban: C
HBAH yang diolah tetap merupakan media pembawa dan harus dikenakan tindakan karantina. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses pemanasannya memadai untuk membunuh patogen yang berpotensi menjadi HPHK dan memastikan keamanannya tidak berbahaya.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 85
PRO
Penyakit Brucellosis pada sapi umumnya menyebabkan...
Kunci Jawaban: D
Brucellosis adalah penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Brucella abortus pada sapi, yang gejala paling khasnya adalah terjadinya abortus (keguguran) pada periode akhir/trimester ketiga kebuntingan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 86
PRO
Desinfeksi adalah metode penting dalam mitigasi risiko penyakit di pelabuhan. Faktor yang dapat menurunkan efektivitas bahan kimia desinfektan adalah...
Kunci Jawaban: E
Adanya material organik seperti kotoran, darah, atau lumpur akan menonaktifkan agen kimia aktif dari banyak jenis desinfektan. Oleh karena itu, prosedur sanitasi yang benar adalah mencuci/membersihkan fisik terlebih dahulu sebelum menyemprot desinfektan.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 87
PRO
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000, apabila pemilik media pembawa telah diinformasikan adanya penolakan oleh pejabat karantina namun pemilik tidak mengeluarkan/mengirim kembali media pembawa tersebut keluar wilayah RI dalam batas waktu yang ditentukan, tindakan yang akan diambil negara adalah...
Kunci Jawaban: E
Menurut PP No. 82 Tahun 2000, jika media pembawa ditolak tetapi setelah batas waktu tertentu tidak dikirimkan keluar atau dikembalikan ke area asalnya oleh pemilik, maka media pembawa tersebut akan dikenakan tindakan Pemusnahan.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 88
PRO
Pengasingan sebagai tindakan karantina hewan bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: D
Dalam prosedur Karantina (PP 82 Tahun 2000), Pengasingan (Isolation) dilakukan untuk menempatkan hewan di suatu tempat (Instalasi Karantina) agar tidak kontak dengan hewan lain di wilayah tersebut, guna dilakukan pengamatan dan/atau pemeriksaan lebih lanjut terhadap kemungkinan adanya HPHK.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 89
PRO
Penyakit Newcastle Disease (ND) atau Tetelo sering menjangkiti komoditas yang dilalulintaskan melalui karantina, khususnya pada...
Kunci Jawaban: C
Newcastle Disease (ND) yang disebabkan oleh Avian paramyxovirus type 1 adalah penyakit pernapasan, saraf, dan pencernaan yang sangat menular dan fatal pada spesies burung dan unggas.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 90
PRO
Zonasi merupakan salah satu konsep dalam mitigasi dan pengendalian penyakit hewan berdasarkan OIE (WOAH). Sebuah zona yang secara geografis telah dipastikan bebas dari suatu penyakit disebut...
Kunci Jawaban: B
Dalam prinsip tata cara mitigasi dan tata ruang veteriner, 'Free Zone' (Zona Bebas) adalah area di mana ketiadaan agen penyebab suatu penyakit spesifik telah didemonstrasikan dengan memenuhi persyaratan WOAH/OIE, sehingga aman untuk melalulintaskan hewan dari zona tersebut.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 91
PRO
Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1992, setiap orang yang sengaja memasukkan media pembawa HPHK ke dalam wilayah RI tanpa melengkapi sertifikat kesehatan dan tanpa melalui tempat pemasukan yang ditetapkan, akan diancam pidana...
Kunci Jawaban: C
Sesuai Pasal 31 UU No. 16 Tahun 1992, barangsiapa dengan sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan pasal 5 (termasuk tanpa sertifikat dan tidak melalui pintu masuk yang sah), dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda paling banyak Rp150.000.000.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 92
PRO
Tempat dilakukannya tindakan pengasingan dan pengamatan terhadap media pembawa karantina hewan agar tidak terjadi penyebaran penyakit disebut dengan...
Kunci Jawaban: B
Instalasi Karantina Hewan adalah tempat beserta segala fasilitasnya yang dikelola secara khusus yang dipergunakan untuk melakukan tindakan karantina (pengasingan, pengamatan, perlakuan) sesuai ketentuan PP No. 82 Tahun 2000.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 93
PRO
Hewan yang masuk daftar Appendix I CITES merupakan sumber daya hayati yang terancam punah. Ketentuan internasional melarang... terhadap satwa pada Appendix ini.
Kunci Jawaban: E
Appendix I CITES mencakup spesies yang sangat terancam punah. CITES secara tegas melarang perdagangan internasional satwa dan tumbuhan yang berada di Appendix I untuk tujuan komersial, dan ini sangat diwaspadai dalam pengawasan karantina.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 94
PRO
Pada mitigasi resiko importasi DOC (Day Old Chick/Anak ayam umur sehari), salah satu penyakit menular vertikal dari induk ke telur yang selalu diuji di Instalasi Karantina adalah...
Kunci Jawaban: C
Penyakit Pullorum (Salmonella pullorum) adalah salah satu penyakit pada unggas yang ditularkan secara vertikal (dari induk turun ke telur lalu ke DOC). Oleh karena itu, pengujian Pullorum pada impor DOC/telur tetas adalah mitigasi risiko utama di Karantina.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 95
PRO
Dalam UU No. 41 Tahun 2014, tenaga kerja yang diakui memiliki keahlian dan kewenangan di bidang kesehatan hewan yang di dalamnya termasuk Dokter Hewan dan Paramedik Veteriner disebut sebagai...
Kunci Jawaban: B
Menurut UU No. 41 Tahun 2014 Pasal 1 angka 33, Tenaga kesehatan hewan adalah orang yang menjalankan aktivitas di bidang kesehatan hewan berdasarkan pendidikan dan/atau pelatihan yang terdiri atas dokter hewan dan paramedik veteriner.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 96
PRO
Menurut prosedur, sertifikat Pelepasan atau Pembebasan Karantina (yang menyatakan hewan/produk hewan aman) dikeluarkan SETELAH...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000, Pembebasan diberikan dan disertifikasi jika berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan pemeriksaan fisik/laboratorium, pengamatan, atau perlakuan, media pembawa dipastikan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 97
PRO
Leptospirosis adalah penyakit bakteri yang menular ke manusia dan sering diwaspadai di instalasi karantina. Reservoir utama yang membawa bakteri Leptospira dalam urinnya adalah...
Kunci Jawaban: B
Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang sangat umum ditularkan melalui urin hewan reservoir. Hewan pengerat (tikus/rodensia) adalah reservoir utama bagi Leptospira sp. Pengendalian tikus di pelabuhan dan instalasi karantina merupakan keharusan.
Materi Terkait: Sumber daya hayati yang dilindungi dan penyebab penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 98
PRO
Pemakaian disinfektan pada kandang setelah masa karantina selesai wajib diikuti dengan waktu kosong (downtime) sebelum hewan kloter berikutnya masuk. Tujuan utama waktu kosong ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Waktu kosong kandang (downtime/resting period) dalam mitigasi risiko biosecurity bertujuan untuk memastikan siklus hidup mikroba/patogen terputus sempurna (mati), mengeringkan area, serta menghilangkan efek iritasi dari uap disinfektan kimiawi yang bisa membahayakan hewan berikutnya.
Materi Terkait: Tata cara mitigasi resiko penyebaran penyakit

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 99
PRO
Berdasarkan PP No. 82 Tahun 2000, seluruh biaya yang timbul dari pelaksanaan tindakan karantina (seperti pakan, pemeliharaan, obat, dan pemusnahan) selama berada di Instalasi Karantina menjadi tanggung jawab...
Kunci Jawaban: C
Pasal 69 PP No. 82 Tahun 2000 menyebutkan bahwa segala biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan tindakan karantina termasuk pemeliharaan hewan, pakan, pengobatan, hingga biaya pemusnahan media pembawa sepenuhnya dibebankan dan menjadi tanggung jawab pemilik media pembawa/kuasanya.
Materi Terkait: UU No. 16 tahun 1992, PP No. 82 tahun 2000 dan UU No. 41 tahun 2014 tentang Perubahan UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 100
PRO
Apabila hewan telah menjalani masa karantina dan dinyatakan terinfeksi HPHK Golongan II (penyakit yang dapat disembuhkan), tindakan karantina yang tepat yang diberikan oleh pejabat karantina adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai PP No. 82 Tahun 2000, jika media pembawa tertular HPHK Golongan II (diketahui cara penyembuhannya), maka dilakukan tindakan 'Perlakuan' berupa pengobatan, penyembuhan, atau disucihamakan dalam batas waktu tertentu hingga hewan sembuh sebelum dibebaskan.
Materi Terkait: Prosedur, Tata Cara dan Elemen Tindakan Karantina Hewan terhadap Hewan, Bahan Asal Hewan, Hasil Bahan Asal Hewan.

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Paramedik Karantina Hewan pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 18 Tahun 2018 tentang Jabatan Fungsional Paramedik Karantina Hewan
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Paramedik Karantina Hewan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Karantina Hewan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Paramedik Karantina Hewan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Paramedik Karantina Hewan

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Paramedik Karantina Hewan menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.