SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Penata Laksana Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Pemula
Kebijakan/Peraturan Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Teori - teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Perencanaan Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Penyelenggaraan Bangunan Gedung
Penyelenggaraan Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
Penataan Bangunan dan Lingkungan
Penyelenggaraan Kawasan Permukiman
Penata Laksana Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman Terampil
Kebijakan/Peraturan Perundang-undangan terkait Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Teori - teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan Infrastruktur Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Perencanaan Bangunan Gedung dan Kawasan Permukiman
Penyelenggaraan Bangunan Gedung
Penyelenggaraan Bangunan Gedung Negara dan Gedung Hijau
Penataan Bangunan dan Lingkungan
Penyelenggaraan Kawasan Permukiman
Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman.
Soal 1
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2021, dokumen yang berfungsi sebagai izin yang diberikan kepada pemilik bangunan gedung untuk membangun baru, mengubah, memperluas, atau mengurangi bangunan gedung sesuai standar teknis disebut...
A. Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
B. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
C. Surat Bukti Kepemilikan Bangunan Gedung (SBKBG)
D. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
E. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
Jawaban: E
Menurut PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, IMB telah digantikan oleh Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Soal 2
Persyaratan teknis bangunan gedung yang mengatur tentang luas lantai dasar bangunan terhadap luas lahan atau tapak disebut dengan...
A. Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
B. Koefisien Dasar Hijau (KDH)
C. Koefisien Tapak Basement (KTB)
D. Garis Sempadan Bangunan (GSB)
E. Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
Jawaban: E
KDB (Koefisien Dasar Bangunan) adalah angka persentase perbandingan antara luas lantai dasar bangunan gedung terhadap luas lahan pertapakan.
Soal 3
Sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2011, satuan lingkungan permukiman yang terdiri atas satu atau lebih kelompok rumah yang memiliki prasarana, sarana, dan utilitas umum disebut...
A. Kawasan Perkotaan
B. Kawasan Megapolitan
C. Kawasan Lindung
D. Permukiman
E. Perumahan
Jawaban: D
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, permukiman adalah bagian dari lingkungan hunian yang terdiri atas lebih dari satu satuan perumahan yang mempunyai prasarana, sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain.
Soal 4
Dokumen rencana teknik yang menjadi dasar pelaksanaan penataan suatu lingkungan/kawasan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang adalah...
A. Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
B. Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
C. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
D. Rencana Teknik Ruang Kota (RTRK)
E. Masterplan Infrastruktur
Jawaban: C
RTBL adalah panduan rancang bangun suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan ruang, penataan bangunan dan lingkungan.
Soal 5
Persyaratan bangunan gedung yang meliputi persyaratan tata bangunan dan persyaratan keandalan bangunan gedung harus memenuhi standar...
A. Standar Teknis Bangunan Gedung
B. Standar Sertifikasi Hijau
C. Standar Operasional Prosedur (SOP)
D. Standar Akreditasi Internasional
E. Standar Nasional Indonesia (SNI)
Jawaban: A
Dalam PP No. 16 Tahun 2021, seluruh penyelenggaraan bangunan gedung harus mengacu pada Standar Teknis yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat.
Soal 6
Berapakah nilai perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung terhadap luas lahan pertapakan dalam perencanaan bangunan?
A. KDB
B. KDM
C. KDH
D. KTB
E. KLB
Jawaban: E
KLB (Koefisien Lantai Bangunan) adalah angka perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung terhadap luas lahan pertapakan. Istilah 'luas seluruh lantai' lebih tepat digunakan sesuai dengan standar teknis PP No. 16 Tahun 2021.
Soal 7
Bangunan gedung yang difungsikan untuk kepentingan dinas luar negeri atau lembaga negara tertentu dan dibiayai dari APBN disebut...
A. Bangunan Gedung Sosial
B. Bangunan Gedung Khusus
C. Bangunan Gedung Umum
D. Bangunan Gedung Negara
E. Bangunan Gedung Swasta
Jawaban: D
Sesuai PP No. 16 Tahun 2021, Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi barang milik negara/daerah dan diadakan dengan sumber pembiayaan APBN/APBD.
Soal 8
Aspek keandalan bangunan gedung yang mengatur tentang kemampuan bangunan gedung untuk mendukung beban muatan serta mencegah terjadinya keruntuhan disebut aspek...
A. Keselamatan
B. Kesehatan
C. Keindahan
D. Kemudahan
E. Kenyamanan
Jawaban: A
Persyaratan keselamatan meliputi kemampuan struktur bangunan dalam mendukung beban muatan dan proteksi bahaya kebakaran serta petir.
Soal 9
Prasarana dasar pada kawasan permukiman yang berfungsi mengalirkan air hujan dan limbah cair rumah tangga agar tidak terjadi genangan disebut...
A. Retensi
B. Pipa transmisi
C. Tandon air
D. Drainase
E. Sanitasi
Jawaban: D
Drainase adalah prasarana yang berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air penerima atau ke bangunan resapan buatan.
Soal 10
Dalam perencanaan Bangunan Gedung Hijau (BGH), efisiensi energi difokuskan pada...
A. Penggunaan material impor
B. Penyediaan ruang parkir luas
C. Pengecatan dinding warna gelap
D. Sistem tata udara dan pencahayaan
E. Peninggian elevasi lantai
Jawaban: D
BGH menekankan pada efisiensi pemanfaatan sumber daya, terutama energi melalui optimasi sistem pencahayaan alami dan buatan serta tata udara (HVAC).
Soal 11
Sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah untuk menyatakan bahwa sebuah bangunan gedung telah memenuhi standar teknis dan siap digunakan adalah...
A. SLF
B. PBG
C. IMB
D. HGB
E. SBKBG
Jawaban: A
Sertifikat Laik Fungsi (SLF) diterbitkan setelah bangunan selesai dibangun dan dinyatakan memenuhi persyaratan administratif serta teknis sebelum dimanfaatkan.
Soal 12
Jarak minimum antara garis batas lahan dengan dinding luar bangunan gedung pada sisi depan disebut...
A. Garis Sempadan Bangunan (GSB)
B. Garis Sempadan Jalan
C. RoW Jalan
D. Batas Tapak Maksimal
E. Sempadan Sungai
Jawaban: A
GSB adalah batas dinding terluar bangunan gedung pada sisi depan, samping, dan belakang yang tidak boleh dilewati.
Soal 13
Kawasan permukiman yang mengalami penurunan kualitas fungsi hunian dan tidak layak huni diklasifikasikan sebagai...
A. Kawasan Tertinggal
B. Kampung Deret
C. Permukiman Kumuh
D. Kawasan Elit
E. Lahan Terbuka Biru
Jawaban: C
Berdasarkan UU 1/2011, permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, serta kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.
Soal 14
Penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia dalam bangunan gedung merupakan perwujudan persyaratan...
A. Keindahan
B. Keamanan
C. Kesehatan
D. Kemandirian
E. Kemudahan
Jawaban: E
Persyaratan kemudahan mencakup fasilitas dan aksesibilitas bagi semua orang, termasuk penyandang disabilitas dan lansia (akomodasi yang layak).
Soal 15
Dalam RTBL, elemen estetika dan karakter fisik suatu kawasan yang diatur untuk memberikan kenyamanan pejalan kaki adalah...
A. Penyediaan ruang terbuka hijau
B. Kepadatan bangunan
C. Sirkulasi dan jalur penghubung
D. Sistem utilitas lingkungan
E. Sistem tanda (signage)
Jawaban: C
Sirkulasi dan jalur penghubung (pedestrian) merupakan salah satu elemen fisik penataan bangunan dan lingkungan.
Soal 16
Perencanaan teknis bangunan gedung negara harus didasarkan pada standar luas bangunan dan standar harga satuan per meter persegi yang ditetapkan oleh...
A. Menteri Keuangan
B. Presiden
C. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
D. Gubernur/Bupati setempat
E. Kepala Bappenas
Jawaban: C
Berdasarkan Permen PUPR No. 22 Tahun 2018, pengaturan teknis pembangunan Bangunan Gedung Negara dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Soal 17
Masjid, gereja, pura, vihara, dan klenteng merupakan contoh bangunan gedung yang diklasifikasikan ke dalam...
A. Fungsi Usaha
B. Fungsi Sosial Budaya
C. Fungsi Hunian
D. Fungsi Khusus
E. Fungsi Keagamaan
Jawaban: E
Berdasarkan UU Bangunan Gedung, klasifikasi fungsi terdiri dari fungsi hunian, keagamaan, usaha, sosial budaya, dan khusus. Contoh bangunan ibadah masuk dalam kategori fungsi keagamaan.
Soal 18
Persentase luas area terbuka di luar bangunan yang diperuntukkan bagi pertamanan dan resapan air disebut...
A. GSB
B. KDB
C. KDH
D. KLB
E. KTM
Jawaban: C
KDH (Koefisien Dasar Hijau) adalah angka persentase perbandingan antara luas area terbuka yang berfungsi sebagai resapan air terhadap luas lahan pertapakan.
Soal 19
Kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pemeriksaan secara berkala bangunan gedung merupakan bagian dari tahapan...
A. Pendataan
B. Pembongkaran
C. Pemanfaatan
D. Pembangunan
E. Perencanaan
Jawaban: C
Tahap pemanfaatan bangunan gedung meliputi kegiatan operasional, pemeliharaan, dan perawatan untuk memastikan keandalan bangunan tetap terjaga.
Soal 20
Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum (PSU) yang telah selesai dibangun oleh pengembang perumahan harus...
A. Dijual kepada penghuni
B. Diserahkan kepada Pemerintah Daerah
C. Dikelola sendiri selamanya
D. Dibiarkan tanpa perawatan
E. Dialihkan fungsinya menjadi ruko
Jawaban: B
Sesuai regulasi, PSU perumahan harus diserahkan kepada Pemda untuk menjamin keberlanjutan pemeliharaan dan pelayanan publik.
Soal 21
Berdasarkan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, setiap bangunan gedung harus memiliki fungsi yang ditetapkan. Manakah yang termasuk dalam klasifikasi fungsi bangunan gedung?
A. Fungsi hunian, keagamaan, usaha, sosial dan budaya, serta khusus
B. Fungsi primer, fungsi sekunder, dan fungsi tersier
C. Fungsi publik, fungsi privat, dan fungsi semi-publik
D. Fungsi tetap dan fungsi sementara
E. Fungsi komersial, fungsi industri, dan fungsi militer
Jawaban: A
Sesuai Pasal 5 UU No. 28 Tahun 2002, fungsi bangunan gedung meliputi fungsi hunian, fungsi keagamaan, fungsi usaha, fungsi sosial dan budaya, serta fungsi khusus.
Soal 22
Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mengatur tentang penyelenggaraan bangunan gedung sebagai tindak lanjut dari UU Cipta Kerja adalah...
A. PP Nomor 27 Tahun 2020
B. PP Nomor 14 Tahun 2016
C. PP Nomor 11 Tahun 2021
D. PP Nomor 36 Tahun 2005
E. PP Nomor 16 Tahun 2021
Jawaban: E
PP Nomor 16 Tahun 2021 merupakan peraturan pelaksanaan UU Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung yang mencabut PP Nomor 36 Tahun 2005.
Soal 23
Dokumen yang menyatakan kelaikan fungsi sebuah bangunan gedung sebelum dapat dimanfaatkan adalah...
A. Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah (SIPPT)
B. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
C. Sertifikat Laik Fungsi (SLF)
D. Persetujuan Bangunan Gedung (PBG)
E. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
Jawaban: C
Sesuai PP No. 16 Tahun 2021, SLF adalah sertifikat yang diterbitkan oleh Pemerintah Daerah untuk menyatakan kelaikan fungsi bangunan gedung sebelum dimanfaatkan.
Soal 24
Dalam perencanaan kawasan permukiman, aspek PSU sangat krusial. Apa kepanjangan dari PSU?
A. Perencanaan Struktur dan Utilitas
B. Pengelolaan Sanitasi Utama
C. Pembangunan Sarana Umum
D. Penyediaan Sumber Unit
E. Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum
Jawaban: E
PSU adalah Prasarana, Sarana, dan Utilitas umum yang merupakan kelengkapan fisik untuk mendukung fungsi kawasan permukiman sesuai UU No. 1 Tahun 2011.
Soal 25
Angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung dan luas lahan dikaveling disebut...
A. Koefisien Tapak Basement (KTB)
B. Garis Sempadan Bangunan (GSB)
C. Koefisien Dasar Bangunan (KDB)
D. Koefisien Lantai Bangunan (KLB)
E. Koefisien Dasar Hijau (KDH)
Jawaban: D
KLB adalah angka persentase perbandingan antara luas seluruh lantai bangunan gedung terhadap luas lahan (zoning regulation).
Soal 26
Berapakah masa berlaku Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan gedung bukan hunian?
A. 20 tahun
B. 10 tahun
C. 3 tahun
D. 5 tahun
E. 2 tahun
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, SLF untuk bangunan gedung bukan hunian berlaku selama 5 tahun, sedangkan untuk hunian tetap berlaku 20 tahun.
Soal 27
Dalam konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH), efisiensi energi merupakan salah satu kriteria utama. Regulasi yang mengatur teknis BGH saat ini adalah...
A. Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022
B. Permen PUPR Nomor 14 Tahun 2017
C. Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021
D. Permen PUPR Nomor 21 Tahun 2021
E. Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2015
Jawaban: C
Permen PUPR Nomor 9 Tahun 2021 mengatur tentang Pedoman Penyelenggaraan Bangunan Gedung Hijau.
Soal 28
Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) merupakan dokumen panduan rancang kota. Siapakah yang berwenang menetapkan dokumen RTBL?
A. Presiden
B. Kepala Dinas Tata Ruang
C. Ketua DPRD
D. Gubernur atau Bupati/Wali Kota
E. Menteri PUPR saja
Jawaban: D
RTBL ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah (Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota) sebagai pedoman teknis penataan kawasan.
Soal 29
Mana yang merupakan kriteria rumah layak huni menurut standar penyelenggaraan kawasan permukiman?
A. Dibangun dengan material impor
B. Terletak di kawasan elit
C. Memenuhi syarat keselamatan bangunan, kecukupan luas minimum, dan kesehatan
D. Memiliki fasilitas AC dan parkir luas
E. Luas minimal 100 m2 per orang
Jawaban: C
Rumah layak huni harus memenuhi kriteria keselamatan struktur, kecukupan luas (min. 9m2/orang), serta kesehatan (pencahayaan, penghawaan, sanitasi).
Soal 30
Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) diberikan kepada pemilik bangunan untuk...
A. Membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan gedung
B. Menghuni gedung
C. Mendapatkan subsidi listrik
D. Menjual gedung kepada pihak lain
E. Asuransi kebakaran
Jawaban: A
Sesuai PP 16/2021, PBG adalah perizinan yang diberikan untuk membangun baru, mengubah, memperluas, mengurangi, dan/atau merawat bangunan sesuai standar teknis.
Soal 31
Batas ruang luar bangunan yang merupakan jarak minimum antara bidang luar bangunan dengan garis jalan atau batas lahan disebut...
A. Koefisien Tapak
B. Garis Sempadan Bangunan (GSB)
C. Jarak Bebas Samping
D. Ketinggian Bangunan
E. Sempadan Pantai
Jawaban: B
GSB adalah garis yang membatasi jarak minimum bidang terluar bangunan terhadap batas lahan atau as jalan (Garis Sempadan Jalan).
Soal 32
Sistem informasi elektronik yang digunakan untuk proses penyelenggaraan bangunan gedung secara nasional adalah...
A. SI-PUPR
B. Satu Data Indonesia
C. SIMBG
D. E-Katalog
E. OSS RBA
Jawaban: C
SIMBG (Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung) adalah aplikasi berbasis web untuk memproses PBG, SLF, SBKBG, dan RTBL.
Soal 33
Salah satu komponen utama dalam drainase permukiman untuk mencegah banjir adalah...
A. Atap pelana
B. Septic tank
C. Paving block
D. Kolam retensi dan sumur resapan
E. Tiang pancang
Jawaban: D
Sistem drainase ramah lingkungan (eco-drainage) mengutamakan peresapan dan penampungan air seperti kolam retensi agar tidak membebani saluran makro.
Soal 34
Siapakah yang bertanggung jawab atas pengawasan teknis pembangunan Bangunan Gedung Negara?
A. Konsultan Pengawas atau Manajemen Konstruksi
B. Kepala Daerah setempat
C. Badan Pemeriksa Keuangan
D. Kontraktor pelaksana
E. Warga sekitar
Jawaban: A
Sesuai Permen PUPR No. 22/PRT/M/2018 (dan pemutakhirannya), pengawasan teknis dilakukan oleh penyedia jasa pengawasan atau MK.
Soal 35
Penyediaan prasarana air minum di kawasan permukiman harus memenuhi standar kualitas '4K'. Apa itu 4K?
A. Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, Keterjangkauan
B. Kecepatan, Kekuatan, Ketahanan, Kerapihan
C. Ketersediaan, Kelengkapan, Keaslian, Kemurnian
D. Kemudahan, Keindahan, Ketepatan, Keamanan
E. Keras, Keruh, Kuning, Kotor
Jawaban: A
Standar pelayanan air minum adalah memenuhi aspek Kualitas (layak minum), Kuantitas (cukup), Kontinuitas (24 jam), dan Keterjangkauan (harga).
Soal 36
Komponen RTBL yang mengatur tentang pergerakan kendaraan dan pejalan kaki di dalam kawasan adalah...
A. Rencana Umum dan Panduan Rancangan
B. Sistem Sirkulasi dan Jalur Penghubung
C. Ketentuan Pengendalian Rencana
D. Program Bangunan dan Lingkungan
E. Rencana Investasi
Jawaban: B
Sistem sirkulasi dan jalur penghubung merupakan salah satu dari 8 komponen materi pokok RTBL menurut Permen PUPR No. 06/PRT/M/2007.
Soal 37
Berdasarkan aspek keselamatan, lebar minimum ramp untuk pengguna kursi roda dalam bangunan gedung adalah...
A. 95 cm
B. 120 cm
C. 80 cm
D. 60 cm
E. 150 cm
Jawaban: A
Standar teknis kemudahan bangunan gedung menyebutkan lebar efektif ramp minimum adalah 95 cm untuk satu arah kursi roda.
Soal 38
Penanganan permukiman kumuh melalui perbaikan infrastruktur tanpa melakukan pembongkaran total bangunan disebut...
A. Pusat pertumbuhan
B. Pemugaran
C. Land consolidation
D. Peremajaan
E. Peningkatan Kualitas (Upgrade)
Jawaban: E
Peningkatan kualitas permukiman (upgrading) dilakukan melalui perbaikan sarana dan prasarana lingkungan tanpa mengganti seluruh hunian.
Soal 39
Salah satu syarat administrasi untuk mendapatkan PBG bagi bangunan gedung di atas tanah milik orang lain adalah...
A. Izin dari ketua RT
B. Surat pernyataan damai
C. Sertifikat tanah dan surat perjanjian pemanfaatan tanah
D. KTP pemilik tanah saja
E. Bukti pembayaran PBB 10 tahun terakhir
Jawaban: C
Pemohon harus melampirkan bukti kepemilikan tanah dan jika bukan miliknya, harus menyertakan perjanjian tertulis dengan pemilik tanah.
Soal 40
Pada Bangunan Gedung Negara (BGN), klasifikasi bangunan 'Sederhana' diperuntukkan bagi gedung dengan kriteria...
A. Terletak di Ibu Kota Negara
B. Lebih dari 8 lantai
C. Memiliki teknologi tinggi
D. Digunakan oleh Presiden
E. Maksimal 2 lantai dengan luas sampai dengan 500 m2
Jawaban: E
Bangunan Sederhana adalah BGN dengan karakter fisik sederhana, standar, maksimal 2 lantai, dan luas tidak lebih dari 500 m2.
Soal 41
Premium
Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, Bangunan Gedung yang memiliki risiko tinggi, tinggi bangunan di atas 8 lantai, atau luas di atas 5.000 m2 wajib diperiksa oleh...
Dalam penetapan intensitas bangunan, angka persentase perbandingan antara luas area terbuka yang berfungsi sebagai resapan air terhadap luas lahan pertapakan disebut...
Tips Lulus SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman
SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Laksana Bangunan Gedung Dan Kawasan Permukiman tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.