Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
360+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Kompetensi Umum

6 Indikator
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian
Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL)
Konvensi Internasional IMO: SOLAS (Safety of Life at Sea), MARPOL, dan STCW
Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK

Kompetensi Khusus

12 Indikator
Pilar Kenavigasian: Pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (VTS dan SROP), serta Alur dan Perlintasan
Teknologi Keselamatan Pelayaran: Sistem identifikasi otomatis (AIS), LRIT (Long Range Identification and Tracking), dan GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System)
Kesehatan Kerja Pelayaran: Standar medis pelaut, sertifikasi kesehatan (Medical Care), dan implementasi Maritime Labour Convention (MLC 2006)
Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP): Prosedur patroli, pengawasan tertib berlayar, dan fungsi penegakan hukum di laut (Law Enforcement)
Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal: Dasar-dasar inspeksi sertifikat keselamatan, konstruksi, dan perlengkapan kapal
Manajemen Wilayah Kerja: Pengawasan di wilayah Distrik Navigasi, Kantor Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Keamanan Maritim: Implementasi ISPS Code (International Ship and Port Facility Security Code) pada kapal dan instalasi pelabuhan
Penanggulangan Musibah: Prosedur Search and Rescue (SAR) maritim dan penanggulangan tumpahan minyak di laut
Sistem Informasi Maritim: Pengoperasian dashboard pengawasan kapal (Inaportnet) dan pemantauan pergerakan kapal secara real-time
Higiene dan Sanitasi Kapal: Pengawasan standar gizi, air minum, dan ruang akomodasi bagi awak kapal sesuai standar kesehatan kerja
Manajemen Instalasi: Pengawasan operasional bengkel navigasi, gudang peralatan keselamatan, dan pangkalan penjagaan
Teknik Investigasi Kecelakaan: Dasar-dasar pengumpulan data awal pada kejadian kecelakaan kapal (tubrukan, kandas, terbakar)

Simulasi Tryout SKB CAT Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 360 Soal SKB Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008, apa definisi dari Keselamatan dan Keamanan Pelayaran?
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 1 angka 32 UU No. 17 Tahun 2008, Keselamatan dan Keamanan Pelayaran adalah suatu keadaan terpenuhinya persyaratan keselamatan dan keamanan yang menyangkut angkutan di perairan, kepelabuhanan, dan lingkungan maritim.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran
Soal 2
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010, Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Manakah yang termasuk SBNP visual?
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan PP No. 5 Tahun 2010 Pasal 4, SBNP visual meliputi Menara Suar, Rambut Suar, Pelampung Suar, dan Tanda Siang.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian
Soal 3
Implementasi nilai 'Harmonis' dalam Core Values ASN BerAKHLAK di lingkungan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dicontohkan dengan...
Kunci Jawaban: A
Nilai Harmonis dalam BerAKHLAK menekankan pada sikap saling peduli dan menghargai perbedaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang positif.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Soal 4
Konvensi Internasional MARPOL mengatur tentang pencegahan pencemaran dari kapal. Annex I dalam konvensi tersebut secara spesifik mengatur pencegahan pencemaran oleh...
Kunci Jawaban: E
International Convention for the Prevention of Pollution from Ships (MARPOL) Annex I berisi peraturan tentang pencegahan pencemaran oleh minyak.
Materi Terkait: Konvensi Internasional IMO: SOLAS (Safety of Life at Sea), MARPOL, dan STCW
Soal 5
Sistem GMDSS (Global Maritime Distress and Safety System) membagi wilayah laut menjadi empat area. Wilayah yang berada dalam jangkauan cakupan radio VHF dari stasiun pantai disebut...
Kunci Jawaban: C
Sea Area A1 adalah wilayah di dalam jangkauan radio VHF (sekitar 20-30 mil laut) yang memiliki layanan DSC (Digital Selective Calling) terus-menerus dari stasiun pantai.
Materi Terkait: Teknologi Keselamatan Pelayaran: Sistem identifikasi otomatis (AIS), LRIT, dan GMDSS
Soal 6
Berdasarkan PP No. 20 Tahun 2010, kegiatan angkutan di perairan yang dilakukan oleh badan usaha luar negeri dengan menggunakan kapal asing di wilayah perairan Indonesia bersifat...
Kunci Jawaban: A
PP No. 20 Tahun 2010 menegaskan asas cabotage, namun kapal asing dapat beroperasi melalui mekanisme Izin Penggunaan Kapal Asing (IPKA/IPAL) dalam kondisi tertentu sesuai regulasi.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan
Soal 7
Manakah di bawah ini yang merupakan fungsi utama dari Vessel Traffic Service (VTS)?
Kunci Jawaban: A
Sesuai standar IALA dan PP 5/2010, VTS berfungsi meningkatkan keselamatan lalu lintas kapal, efisiensi pelayaran, dan menjaga lingkungan maritim di area yang ditentukan.
Materi Terkait: Pilar Kenavigasian: Pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (VTS dan SROP), serta Alur dan Perlintasan
Soal 8
Sertifikat yang wajib dimiliki pelaut untuk membuktikan keahlian dalam menangani perawatan medis di atas kapal sesuai MLC 2006 dan STCW adalah...
Kunci Jawaban: C
Sertifikat Medical Care (MC) dan Medical First Aid (MFA) adalah kompetensi medis wajib bagi perwira kapal sesuai konvensi STCW dan standar kesehatan kerja pelaut (MLC 2006).
Materi Terkait: Kesehatan Kerja Pelayaran: Standar medis pelaut, sertifikasi kesehatan (Medical Care), dan implementasi MLC 2006
Soal 9
Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) memiliki tugas dalam penegakan hukum di laut. Salah satu fungsi operasionalnya adalah 'Hot Pursuit', yang artinya...
Kunci Jawaban: E
Hot Pursuit atau pengejaran seketika adalah hak negara pantai untuk mengejar kapal asing yang melanggar hukum di wilayah perairannya hingga ke laut lepas tanpa terputus.
Materi Terkait: Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP): Prosedur patroli, pengawasan tertib berlayar, dan fungsi penegakan hukum di laut (Law Enforcement)
Soal 10
Kapal yang dinyatakan laik laut harus memenuhi persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran, pengawakan, serta garis muat. Dokumen apa yang membuktikan kapal memenuhi standar keamanan internasional?
Kunci Jawaban: A
ISSC (International Ship Security Certificate) adalah bukti bahwa kapal telah menerapkan standar keamanan sesuai dengan ISPS Code.
Materi Terkait: Keamanan Maritim: Implementasi ISPS Code pada kapal dan instalasi pelabuhan
Soal 11
Pada aplikasi Inaportnet, salah satu fitur utamanya adalah memfasilitasi proses 'Clearance Out'. Apa tujuan dari proses ini?
Kunci Jawaban: B
Clearance Out adalah proses administrasi untuk mendapatkan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) melalui sistem Inaportnet sebelum kapal meninggalkan pelabuhan.
Materi Terkait: Sistem Informasi Maritim: Pengoperasian dashboard pengawasan kapal (Inaportnet)
Soal 12
Dalam manajemen wilayah kerja, unit pelaksana teknis yang bertanggung jawab langsung atas operasional SBNP dan instalasi navigasi di daerah adalah...
Kunci Jawaban: E
Distrik Navigasi (Disnav) adalah UPT di bawah Ditjen Perhubungan Laut yang bertugas menyelenggarakan urusan kenavigasian, termasuk SBNP dan instalasi navigasi.
Materi Terkait: Manajemen Wilayah Kerja: Pengawasan di wilayah Distrik Navigasi, Kantor Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)
Soal 13
Berdasarkan standar higiene dan sanitasi kapal, parameter apa yang harus dipantau secara rutin pada tangki air minum kapal?
Kunci Jawaban: D
Higiene air minum kapal diatur untuk memastikan air bebas dari patogen (seperti E. coli) dan memiliki kadar disinfektan (klorin) yang tepat untuk dikonsumsi awak kapal.
Materi Terkait: Higiene dan Sanitasi Kapal: Pengawasan standar gizi, air minum, dan ruang akomodasi
Soal 14
Dalam teknik investigasi kecelakaan kapal, pengumpulan data awal berupa 'VDR data' sangat krusial. Apa kepanjangan dari VDR?
Kunci Jawaban: D
Voyage Data Recorder (VDR) adalah 'kotak hitam' kapal yang merekam data sensor kapal dan percakapan di anjungan untuk kepentingan investigasi kecelakaan.
Materi Terkait: Teknik Investigasi Kecelakaan: Dasar-dasar pengumpulan data awal pada kejadian kecelakaan kapal
Soal 15
Penanggulangan tumpahan minyak di laut diatur dalam mekanisme nasional. Tingkat tumpahan minyak yang memerlukan koordinasi nasional karena tidak dapat ditangani secara lokal disebut...
Kunci Jawaban: A
Tier 3 adalah klasifikasi tumpahan minyak skala besar yang memerlukan bantuan koordinasi tingkat nasional atau internasional karena kapasitas lokal/regional tidak mencukupi.
Materi Terkait: Penanggulangan Musibah: Prosedur Search and Rescue (SAR) maritim dan penanggulangan tumpahan minyak
Soal 16
Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memiliki struktur organisasi yang membawahi beberapa direktorat teknis. Direktorat manakah yang bertanggung jawab atas pengelolaan SBNP?
Kunci Jawaban: C
Pengelolaan SBNP, alur laut, dan telekomunikasi pelayaran berada di bawah wewenang Direktorat Kenavigasian, DJPL.
Materi Terkait: Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL)
Soal 17
Nilai 'Adaptif' dalam BerAKHLAK menuntut ASN untuk...
Kunci Jawaban: A
Adaptif berarti cepat menyesuaikan diri menghadapi perubahan, terus berinovasi, dan bertindak proaktif sesuai tantangan zaman.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK
Soal 18
Dalam manajemen instalasi navigasi, gudang peralatan keselamatan harus memiliki standar penyimpanan tertentu. Hal utama yang harus diperhatikan untuk Life Raft (rakit penolong) adalah...
Kunci Jawaban: E
Peralatan keselamatan seperti rakit penolong memerlukan perawatan berkala dan kondisi penyimpanan yang mencegah kerusakan material agar berfungsi saat darurat.
Materi Terkait: Manajemen Instalasi: Pengawasan operasional bengkel navigasi dan gudang peralatan keselamatan
Soal 19
Sesuai PP No. 5 Tahun 2010, penetapan Alur-Pelayaran dilakukan oleh...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 5 Tahun 2010, penetapan alur-pelayaran, sistem rute, dan tata cara berlalu lintas di perairan dilakukan oleh Menteri.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2010 tentang Kenavigasian
Soal 20
AIS (Automatic Identification System) pada kapal berfungsi untuk...
Kunci Jawaban: C
AIS adalah sistem pelacakan otomatis yang menggunakan transponder pada kapal untuk pertukaran data elektronik posisi dan informasi kapal lainnya guna meningkatkan keselamatan navigasi.
Materi Terkait: Teknologi Keselamatan Pelayaran: Sistem identifikasi otomatis (AIS), LRIT, dan GMDSS
Soal 21
PRO
Dalam Pasal 138 UU No. 17 Tahun 2008, nakhoda memiliki wewenang penegakan hukum di atas kapal apabila terjadi tindak pidana. Apa tindakan pertama yang sah dilakukan nakhoda?
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan UU Pelayaran, Nakhoda bertindak sebagai pejabat kepolisian di atas kapal dengan wewenang mengamankan pelaku dan barang bukti untuk diserahkan ke pihak berwenang di darat.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
LRIT (Long Range Identification and Tracking) berbeda dengan AIS dalam hal transmisi data. Manakah pernyataan yang benar mengenai LRIT?
Kunci Jawaban: E
LRIT adalah sistem pelacakan global berbasis satelit yang datanya dikirimkan ke Data Centre otoritas negara masing-masing, berbeda dengan AIS yang berbasis VHF dan bersifat publik.
Materi Terkait: Teknologi Keselamatan Pelayaran: Sistem identifikasi otomatis (AIS), LRIT, dan GMDSS

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Dalam manajemen Distrik Navigasi, pengawasan terhadap Bengkel Navigasi mencakup pemeliharaan komponen SBNP. Apa risiko utama jika pemeliharaan baterai pada Pelampung Suar diabaikan?
Kunci Jawaban: E
Pemeliharaan baterai/catu daya sangat vital agar SBNP tetap berfungsi memberikan panduan visual (lampu) bagi kapal di malam hari demi keselamatan navigasi.
Materi Terkait: Manajemen Instalasi: Pengawasan operasional bengkel navigasi, gudang peralatan keselamatan, dan pangkalan penjagaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Maritime Labour Convention (MLC) 2006 mengatur tentang hak-hak pelaut. Apa standar jam istirahat minimum yang harus diberikan kepada pelaut dalam periode 24 jam?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan MLC 2006, jam istirahat tidak boleh kurang dari 10 jam dalam periode 24 jam, dan 77 jam dalam periode 7 hari.
Materi Terkait: Kesehatan Kerja Pelayaran: Standar medis pelaut, sertifikasi kesehatan (Medical Care), dan implementasi MLC 2006

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
ISPS Code membagi tingkat keamanan menjadi 3 Level. Apa yang harus dilakukan oleh kapal dan fasilitas pelabuhan saat berada pada Security Level 3?
Kunci Jawaban: D
Security Level 3 adalah tingkat keamanan tertinggi yang menunjukkan adanya ancaman nyata atau kejadian keamanan yang sedang berlangsung, sehingga prosedur maksimum diaktifkan.
Materi Terkait: Keamanan Maritim: Implementasi ISPS Code pada kapal dan instalasi pelabuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Seorang Pengawas Keselamatan Pelayaran menemukan bahwa kapal memiliki sertifikat keselamatan yang sudah kedaluwarsa. Berdasarkan UU 17/2008, apa tindakan administratif yang tepat?
Kunci Jawaban: E
Kapal yang tidak memenuhi persyaratan kelaiklautan (termasuk validitas sertifikat) tidak boleh diberikan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dan harus ditunda keberangkatannya demi keselamatan.
Materi Terkait: Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal: Dasar-dasar inspeksi sertifikat keselamatan, konstruksi, dan perlengkapan kapal

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
VTS Service yang memberikan pesan-pesan penting untuk membantu pengambilan keputusan navigasi di kapal, namun tanggung jawab navigasi tetap di nakhoda, disebut...
Kunci Jawaban: B
Information Service (INS) adalah layanan VTS dasar yang menyediakan informasi penting bagi kapal (seperti cuaca, status SBNP, kepadatan lalu lintas) agar kapal dapat berlayar dengan aman.
Materi Terkait: Pilar Kenavigasian: Pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (VTS dan SROP), serta Alur dan Perlintasan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Dalam investigasi awal kecelakaan kapal berupa tubrukan, data posisi kapal yang tercatat pada radar ARPA sangat penting. Apa fungsi utama ARPA?
Kunci Jawaban: A
ARPA (Automatic Radar Plotting Aid) berfungsi untuk melacak target kapal lain, menghitung posisinya, dan memberikan peringatan dini jika ada risiko tubrukan.
Materi Terkait: Teknik Investigasi Kecelakaan: Dasar-dasar pengumpulan data awal pada kejadian kecelakaan kapal

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Sesuai PP No. 20 Tahun 2010, perusahaan angkutan laut nasional wajib memiliki kapal berbendera Indonesia dengan ukuran minimal...
Kunci Jawaban: B
PP No. 20 Tahun 2010 menetapkan bahwa untuk mendirikan perusahaan angkutan laut nasional, wajib memiliki minimal 1 kapal berbendera Indonesia yang laik laut dengan ukuran paling rendah 175 GT.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Dalam struktur Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, fungsi perumusan kebijakan di bidang pemeriksaan kelaiklautan kapal dan pengesahan status hukum kapal berada di...
Kunci Jawaban: B
Direktorat Perkapalan dan Kepelautan (Ditkapel) bertanggung jawab atas urusan kelaiklautan kapal, sertifikasi keselamatan, serta masalah kepelautan/awak kapal.
Materi Terkait: Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Salah satu kewajiban kapal dalam perlindungan lingkungan maritim menurut MARPOL adalah memiliki SOPEP. Apa itu SOPEP?
Kunci Jawaban: B
SOPEP adalah rencana darurat di atas kapal untuk menangani tumpahan minyak, yang wajib dimiliki oleh setiap kapal minyak >150 GT dan kapal non-minyak >400 GT sesuai MARPOL Annex I.
Materi Terkait: Konvensi Internasional IMO: SOLAS (Safety of Life at Sea), MARPOL, dan STCW

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Pengawasan terhadap higiene dan sanitasi kapal mencakup ruang akomodasi awak kapal. Berdasarkan MLC 2006, standar pencahayaan dan ventilasi ruang tidur bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: D
Standar akomodasi dalam MLC 2006 (pencahayaan, suhu, ventilasi) bertujuan memastikan pelaut memiliki lingkungan hidup yang layak untuk mencegah kelelahan dan penyakit.
Materi Terkait: Higiene dan Sanitasi Kapal: Pengawasan standar gizi, air minum, dan ruang akomodasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Dalam prosedur SAR maritim, fase di mana terdapat kekhawatiran mengenai keselamatan kapal atau orang di dalamnya karena informasi yang tidak jelas atau keterlambatan laporan disebut...
Kunci Jawaban: E
Incerfa adalah fase awal saat kapal tidak melaporkan posisi atau terlambat tiba, sehingga menimbulkan ketidakpastian (uncertainty) sebelum naik ke fase siaga (Alert).
Materi Terkait: Penanggulangan Musibah: Prosedur Search and Rescue (SAR) maritim dan penanggulangan tumpahan minyak

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Sesuai PP No. 5 Tahun 2010, penggunaan frekuensi radio untuk kepentingan keselamatan pelayaran (GMDSS) bersifat...
Kunci Jawaban: C
Frekuensi GMDSS dilindungi secara internasional dan nasional untuk memastikan komunikasi marabahaya tidak terganggu oleh komunikasi lain.
Materi Terkait: Pilar Kenavigasian: Pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (VTS dan SROP), serta Alur dan Perlintasan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Sertifikat kesehatan pelaut (Medical Fitness Certificate) yang diterbitkan oleh rumah sakit yang ditunjuk DJPL memiliki masa berlaku maksimal selama...
Kunci Jawaban: D
Sesuai regulasi STCW dan Peraturan Menteri Perhubungan, sertifikat kesehatan pelaut umumnya berlaku paling lama 2 tahun (kecuali untuk pelaut di bawah umur atau ketentuan medis tertentu).
Materi Terkait: Kesehatan Kerja Pelayaran: Standar medis pelaut, sertifikasi kesehatan (Medical Care), dan implementasi MLC 2006

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Penerapan sistem digital Inaportnet di pelabuhan bertujuan untuk 'Single Submission'. Apa keuntungan utama dari konsep ini?
Kunci Jawaban: D
Single Submission dalam ekosistem logistik digital bertujuan meningkatkan efisiensi dengan mengurangi redundansi input data bagi pengguna jasa.
Materi Terkait: Sistem Informasi Maritim: Pengoperasian dashboard pengawasan kapal (Inaportnet)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
KPLP dapat melakukan penahanan terhadap kapal yang diduga melakukan pelanggaran hukum di laut. Prosedur ini harus didasarkan pada...
Kunci Jawaban: A
Penegakan hukum oleh KPLP harus mengikuti prosedur hukum acara (due process of law), termasuk adanya bukti yang cukup sebelum melakukan tindakan penahanan.
Materi Terkait: Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP): Prosedur patroli, pengawasan tertib berlayar, dan fungsi penegakan hukum di laut (Law Enforcement)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Dalam manajemen instalasi Kenavigasian, pengawasan terhadap Pangkalan Penjagaan (Base) KPLP meliputi kesiapan armada patroli. Apa yang dimaksud dengan 'Kesiapan Operasional'?
Kunci Jawaban: A
Kesiapan operasional mencakup aspek teknis (mesin/alat), sumber daya manusia (kru), dan logistik agar armada siap merespons keadaan darurat atau patroli kapan saja.
Materi Terkait: Manajemen Instalasi: Pengawasan operasional bengkel navigasi, gudang peralatan keselamatan, dan pangkalan penjagaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Sesuai UU 17/2008, setiap orang yang merusak atau melakukan perbuatan yang menyebabkan tidak berfungsinya SBNP dapat dipidana. Hal ini untuk melindungi...
Kunci Jawaban: A
SBNP adalah infrastruktur keselamatan vital; kerusakannya dapat mengakibatkan kecelakaan kapal (kandas/tubrukan) yang mengancam nyawa dan lingkungan.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Manakah pernyataan yang paling mencerminkan penerapan nilai 'Loyal' dalam konteks pengawasan keselamatan pelayaran?
Kunci Jawaban: B
Loyalitas bagi ASN berarti setia pada NKRI, pimpinan, dan menjalankan tugas dengan integritas tinggi sesuai peraturan perundang-undangan.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Alat keselamatan yang wajib ada di kapal dan berfungsi memancarkan sinyal posisi via satelit saat kapal tenggelam secara otomatis disebut...
Kunci Jawaban: D
EPIRB adalah alat GMDSS yang memancarkan sinyal marabahaya pada frekuensi 406 MHz ke satelit COSPAS-SARSAT untuk memberikan lokasi kapal yang mengalami musibah.
Materi Terkait: Teknologi Keselamatan Pelayaran: Sistem identifikasi otomatis (AIS), LRIT, dan GMDSS

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Salah satu persyaratan kelaiklautan kapal adalah pemenuhan standar 'Garis Muat' (Load Line). Apa fungsi utama dari marka garis muat di lambung kapal?
Kunci Jawaban: D
Load Line (Garis Muat) memastikan kapal tidak dimuati secara berlebihan sehingga tetap memiliki stabilitas dan daya apung cadangan yang cukup saat menghadapi gelombang.
Materi Terkait: Pemeriksaan Kelaiklautan Kapal: Dasar-dasar inspeksi sertifikat keselamatan, konstruksi, dan perlengkapan kapal

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Tanggung jawab atas keamanan fasilitas pelabuhan (Port Facility) menurut ISPS Code berada di tangan...
Kunci Jawaban: D
PFSO (Port Facility Security Officer) bertanggung jawab atas pengembangan, implementasi, dan pemeliharaan rencana keamanan fasilitas pelabuhan (PFSP).
Materi Terkait: Keamanan Maritim: Implementasi ISPS Code pada kapal dan instalasi pelabuhan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Dalam manajemen alur pelayaran, apa yang dimaksud dengan 'Under Keel Clearance' (UKC)?
Kunci Jawaban: C
UKC adalah jarak aman yang harus tetap tersedia di bawah lunas kapal agar kapal tidak kandas (touching the bottom) akibat perubahan kedalaman atau gerakan kapal.
Materi Terkait: Pilar Kenavigasian: Pengawasan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), Telekomunikasi Pelayaran (VTS dan SROP), serta Alur dan Perlintasan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
PP No. 20 Tahun 2010 mengatur tentang Keagenan Kapal. Siapakah yang boleh melakukan kegiatan keagenan kapal bagi kapal asing di Indonesia?
Kunci Jawaban: C
Kegiatan keagenan kapal asing wajib dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional atau perusahaan nasional yang khusus bergerak di bidang keagenan kapal sesuai perizinan yang berlaku.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2010 tentang Angkutan di Perairan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Dalam investigasi kecelakaan laut, 'Human Error' sering menjadi penyebab dominan. Faktor kelelahan (fatigue) pelaut dapat diminimalisir dengan kepatuhan terhadap...
Kunci Jawaban: D
STCW dan MLC 2006 mengatur jam kerja dan istirahat secara ketat untuk memastikan pelaut cukup istirahat sehingga tetap waspada saat bertugas navigasi.
Materi Terkait: Teknik Investigasi Kecelakaan: Dasar-dasar pengumpulan data awal pada kejadian kecelakaan kapal

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Sesuai regulasi MARPOL, pembuangan air got kapal (bilge water) ke laut hanya diperbolehkan jika melalui alat pemisah air dan minyak (Oil Water Separator) dengan kadar minyak maksimal...
Kunci Jawaban: C
Standar internasional MARPOL menetapkan batas maksimal kandungan minyak dalam air yang dibuang ke laut adalah 15 ppm (parts per million) setelah melalui OWS.
Materi Terkait: Konvensi Internasional IMO: SOLAS (Safety of Life at Sea), MARPOL, dan STCW

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Seorang Pengawas Wilayah Kerja KSOP menemukan tumpahan minyak di pelabuhan. Langkah awal yang paling tepat sesuai prosedur penanggulangan musibah adalah...
Kunci Jawaban: A
Langkah awal penanggulangan minyak adalah lokalisir (containment) menggunakan Oil Boom agar tidak menyebar lebih luas, kemudian dilakukan pembersihan dan pelaporan.
Materi Terkait: Penanggulangan Musibah: Prosedur Search and Rescue (SAR) maritim dan penanggulangan tumpahan minyak

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Sesuai UU 17/2008, Syahbandar adalah pejabat pemerintah di pelabuhan yang memiliki otoritas tertinggi untuk menjalankan dan mengawasi dipenuhinya ketentuan...
Kunci Jawaban: C
Syahbandar adalah pejabat pemerintah di pelabuhan yang memiliki wewenang menegakkan hukum di bidang keselamatan dan keamanan pelayaran.
Materi Terkait: Manajemen Wilayah Kerja: Pengawasan di wilayah Distrik Navigasi, Kantor Kesyahbandaran, dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Nilai 'Kolaboratif' dalam BerAKHLAK diaplikasikan dalam pengawasan maritim melalui...
Kunci Jawaban: A
Kolaboratif berarti terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah dan menggerakkan pemanfaatan berbagai sumber daya untuk tujuan bersama (keselamatan laut).
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 45 Tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah
KepmenPANRB Nomor 282 Tahun 2025 tentang Jabatan Pelaksana Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pengawas Satuan Pelayanan/Wilayah Kerja/Instalasi Kenavigasian, Teknologi Keselamatan Pelayaran, Kesehatan Kerja Pelayaran, Penjagaan Laut dan Pelayaran menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.