SKB CPNS Penata Kelola Intelijen 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
  • Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara
  • Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan
  • Prinsip Tata Kelola Organisasi (Good Governance) dan Akuntabilitas Publik
  • Core Values ASN BerAKHLAK dan Etika Jabatan di lingkungan Intelijen
  • Manajemen Strategis Organisasi Intelijen: Penyusunan Renstra dan Rencana Kerja
  • Mekanisme Koordinasi Intelijen Nasional dan Daerah (Kominda)
  • Tata Kelola Sumber Daya: Manajemen SDM, Anggaran, dan Sarana Prasarana Intelijen
  • Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Data Intelijen
  • Teori New Public Management (NPM) dalam tata kelola lembaga keamanan
  • Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam operasional intelijen
  • Teori Institusional: Pemahaman mengenai struktur dan budaya organisasi intelijen
  • Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) untuk logistik khusus intelijen
  • Penyusunan Kebijakan Publik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Intelijen
  • Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antar lembaga intelijen
  • Monitoring dan Evaluasi Kinerja Organisasi (Balanced Scorecard dalam Sektor Publik)
  • Teori Birokrasi Max Weber terkait formalitas dan hierarki dalam organisasi negara
  • Konsep Intelligence-Led Policy: Pendekatan tata kelola berbasis informasi intelijen
  • Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk retensi informasi strategis

Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Penata Kelola Intelijen. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011, apa yang dimaksud dengan Intelijen Negara?
A. Lembaga pemerintah yang bertugas melakukan pengamanan fisik pejabat negara dan instalasi vital.
B. Badan yang dibentuk khusus untuk melakukan penyidikan tindak pidana korupsi dan terorisme.
C. Fungsi pemerintahan yang mengelola hubungan diplomatik antarnegara secara rahasia.
D. Penyelenggara Intelijen yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang melakukan operasi militer.
E. Indera dari negara yang bertugas melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap ancaman.
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011 Pasal 1 angka 1, Intelijen Negara adalah indera dari negara yang bertugas melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata.
Soal 2
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu nilai dasar yang harus dimiliki ASN adalah 'Akuntabel'. Manakah perilaku yang mencerminkan nilai tersebut?
A. Memberikan layanan secara cepat dan tanggap terhadap keluhan masyarakat.
B. Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas diri secara mandiri.
C. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi.
D. Membangun lingkungan kerja yang kondusif dan harmonis.
E. Bertindak sesuai dengan instruksi atasan meskipun bertentangan dengan prosedur.
Jawaban: C
Nilai Akuntabel dalam Core Values ASN BerAKHLAK (UU No. 20 Tahun 2023) mencakup pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi, serta penggunaan kekayaan negara secara bertanggung jawab.
Soal 3
Menurut Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013, siapa yang menjabat sebagai koordinator penyelenggara Intelijen Negara?
A. Menteri Pertahanan
B. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
C. Kepala Badan Intelijen Negara (BIN)
D. Panglima Tentara Nasional Indonesia
E. Sekretaris Kabinet
Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara, BIN berkedudukan sebagai koordinator penyelenggara Intelijen Negara.
Soal 4
Prinsip 'Kecermatan' dalam Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) mengharuskan penyelenggara intelijen untuk:
A. Membuka seluruh informasi intelijen kepada publik sebagai bentuk transparansi.
B. Memastikan setiap tindakan didasarkan pada peraturan perundang-undangan.
C. Mengikuti perintah pimpinan tanpa perlu melakukan verifikasi data lapangan.
D. Mempertimbangkan semua aspek yang relevan secara teliti sebelum mengambil keputusan atau tindakan.
E. Selalu mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Jawaban: D
Asas Kecermatan menuntut agar suatu keputusan dan/atau tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan/atau pelaksanaan keputusan.
Soal 5
Dalam tata kelola organisasi intelijen yang menganut prinsip Good Governance, aspek 'Akuntabilitas' berarti:
A. Penerapan sistem penggajian yang sama untuk seluruh level jabatan.
B. Kemampuan organisasi untuk bekerja tanpa pengawasan dari lembaga legislatif.
C. Kewajiban untuk melaporkan seluruh operasi intelijen kepada media massa.
D. Kewajiban mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya dan kebijakan kepada otoritas yang berwenang.
E. Kewajiban untuk mematuhi semua permintaan data dari organisasi internasional.
Jawaban: D
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban seseorang atau pimpinan organisasi yang diberi amanah untuk mengelola sumber daya publik dan melaporkannya kepada pemberi amanah atau otoritas terkait.
Soal 6
Manajemen Strategis dalam organisasi intelijen dimulai dengan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Biasanya, periode waktu yang dicakup dalam Renstra kementerian/lembaga di Indonesia adalah:
A. 10 Tahun
B. 25 Tahun
C. 3 Tahun
D. 5 Tahun
E. 1 Tahun
Jawaban: D
Secara umum di lingkungan pemerintahan Indonesia, Rencana Strategis (Renstra) disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, selaras dengan periode RPJMN.
Soal 7
Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dibentuk untuk mengoordinasikan kegiatan intelijen di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Unsur pimpinan dalam Kominda tingkat Provinsi biasanya diketuai oleh:
A. Gubernur
B. Kepala BIN Daerah (Kabinda)
C. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda)
D. Kepala Kejaksaan Tinggi
E. Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam)
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi terkait koordinasi intelijen di daerah, BIN Daerah (Binda) yang dipimpin oleh Kabinda berperan sebagai koordinator Kominda di wilayah provinsi.
Soal 8
Penerapan Teori New Public Management (NPM) dalam organisasi intelijen menekankan pada:
A. Penghapusan seluruh struktur hierarki dalam organisasi.
B. Sentralisasi kekuasaan pada satu individu tanpa adanya pembagian kerja.
C. Pengalihan seluruh tugas intelijen kepada perusahaan keamanan swasta.
D. Efisiensi, orientasi pada hasil (output), dan penggunaan praktik manajemen sektor swasta.
E. Peningkatan birokrasi yang kaku untuk menjaga rahasia negara.
Jawaban: D
New Public Management (NPM) adalah paradigma manajemen publik yang menekankan pada efisiensi, efektivitas, kinerja, orientasi hasil, dan adopsi teknik manajemen sektor bisnis ke dalam sektor publik.
Soal 9
Dalam konsep GRC, komponen 'Compliance' atau Kepatuhan dalam operasional intelijen merujuk pada:
A. Kepatuhan masyarakat terhadap informasi yang disebarkan oleh lembaga intelijen.
B. Kesesuaian seluruh tindakan dan prosedur organisasi dengan regulasi dan standar hukum yang berlaku.
C. Kepatuhan personel terhadap instruksi lisan atasan tanpa syarat.
D. Kepatuhan agen lapangan untuk selalu menggunakan penyamaran.
E. Kesesuaian anggaran dengan keinginan vendor logistik.
Jawaban: B
Compliance (Kepatuhan) dalam GRC memastikan bahwa organisasi mematuhi hukum, peraturan, kebijakan, dan standar etika yang berlaku dalam menjalankan operasionalnya.
Soal 10
Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antarlembaga intelijen memandang organisasi intelijen sebagai:
A. Alat politik yang hanya berfungsi untuk kepentingan kelompok tertentu.
B. Struktur statis yang tidak dapat berubah meskipun terjadi ancaman baru.
C. Satu kesatuan subsistem yang saling berinteraksi dan bergantung untuk mencapai tujuan keamanan nasional.
D. Kumpulan individu yang bekerja secara mandiri tanpa keterkaitan.
E. Entitas tertutup yang tidak terpengaruh oleh lingkungan eksternal.
Jawaban: C
Teori Sistem melihat organisasi sebagai sistem terbuka yang terdiri dari berbagai bagian (subsistem) yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk memproses input menjadi output guna merespons lingkungan.
Soal 11
Apa yang dimaksud dengan 'Intelligence-Led Policy' dalam tata kelola pemerintahan?
A. Kebijakan anggaran yang hanya difokuskan pada pengadaan alat sadap.
B. Kebijakan yang dibuat hanya berdasarkan keinginan pimpinan lembaga intelijen.
C. Pendekatan pembuatan kebijakan publik yang didasarkan pada analisis informasi intelijen yang akurat dan strategis.
D. Kebijakan untuk merahasiakan semua program pemerintah dari publik.
E. Sistem pemerintahan di mana lembaga intelijen memegang otoritas legislatif.
Jawaban: C
Intelligence-Led Policy adalah konsep di mana pengambilan keputusan atau kebijakan didorong oleh data, informasi, dan analisis intelijen untuk memitigasi risiko dan mencapai target strategis.
Soal 12
Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dalam organisasi intelijen sangat krusial untuk 'retensi informasi'. Salah satu metodenya adalah mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Contohnya adalah:
A. Membagikan informasi rahasia di media sosial untuk edukasi.
B. Melakukan rotasi jabatan secara mendadak tanpa serah terima tugas.
C. Menyimpan rahasia operasi dalam ingatan masing-masing personel.
D. Mendokumentasikan pengalaman dan keahlian agen lapangan ke dalam SOP atau database resmi.
E. Menghapus seluruh file lama untuk menghemat kapasitas penyimpanan data.
Jawaban: D
Eksplisitasi pengetahuan (Tacit to Explicit) melibatkan pengubahan pemahaman subjektif/pengalaman personel menjadi format yang terstruktur, seperti dokumen, laporan, atau panduan.
Soal 13
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011, personel Intelijen Negara dalam melaksanakan tugasnya wajib menjunjung tinggi:
A. Kepentingan partai politik yang sedang berkuasa.
B. Prinsip transparansi total kepada media asing.
C. Kode Etik Intelijen Negara dan hak asasi manusia.
D. Kekuatan fisik dan keterampilan bela diri di atas segalanya.
E. Keuntungan finansial dari operasi yang dilakukan.
Jawaban: C
Pasal 2 UU No. 17 Tahun 2011 menyatakan intelijen dilaksanakan dengan asas profesionalitas, integritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta hak asasi manusia.
Soal 14
Dalam manajemen SDM intelijen, prinsip 'The Right Man on the Right Place' berkaitan erat dengan:
A. Penempatan personel berdasarkan hubungan kekerabatan.
B. Pemberian jabatan hanya kepada personel yang paling senior secara usia.
C. Pemindahan personel secara rutin setiap bulan untuk menghindari kejenuhan.
D. Penempatan personel berdasarkan kompetensi, keahlian, dan kebutuhan organisasi.
E. Perekrutan personel sebanyak-banyaknya tanpa seleksi.
Jawaban: D
Manajemen SDM yang baik menuntut penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh posisi tersebut agar tujuan organisasi tercapai maksimal.
Soal 15
Dalam teori birokrasi Max Weber, salah satu karakteristik utama organisasi yang ideal adalah adanya 'Formalitas'. Hal ini diwujudkan melalui:
A. Peniadaan sistem pelaporan kinerja.
B. Hubungan antar pegawai yang bersifat sangat personal dan emosional.
C. Struktur organisasi yang selalu berubah-ubah setiap minggu.
D. Penggunaan aturan dan standar prosedur (SOP) yang tertulis dan jelas.
E. Pengambilan keputusan berdasarkan insting individu pimpinan.
Jawaban: D
Weber menekankan bahwa birokrasi harus beroperasi berdasarkan aturan-aturan tertulis (formal) dan prosedur standar untuk menjamin konsistensi dan prediktabilitas.
Soal 16
Monitoring dan Evaluasi (Monev) menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam sektor publik tidak hanya mengukur perspektif keuangan, tetapi juga perspektif:
A. Pelanggan (Masyarakat/Stakeholder), Proses Internal, serta Pembelajaran dan Pertumbuhan.
B. Popularitas lembaga di mata survei publik.
C. Keuntungan saham dan nilai pasar.
D. Luas gedung kantor dan jumlah kendaraan dinas.
E. Jumlah personel lapangan dan jumlah senjata.
Jawaban: A
Balanced Scorecard (BSC) menyediakan kerangka kerja yang mencakup empat perspektif: Finansial (atau Akuntabilitas Anggaran), Pelanggan/Stakeholder, Proses Bisnis Internal, serta Pembelajaran dan Pertumbuhan (SDM/Inovasi).
Soal 17
Apa peran utama Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam tata kelola data intelijen?
A. Mempermudah penyebaran data rahasia ke jaringan internet publik.
B. Mengintegrasikan pengolahan, penyimpanan, dan distribusi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan.
C. Menghapus data-data lama yang dianggap tidak relevan secara otomatis tanpa verifikasi.
D. Menggantikan peran seluruh agen lapangan dengan kecerdasan buatan.
E. Menyediakan hiburan bagi pegawai di waktu luang.
Jawaban: B
SIM dalam konteks intelijen berfungsi untuk mengelola siklus data secara efisien, mulai dari pengumpulan hingga analisis, agar pimpinan mendapatkan informasi yang tepat pada waktu yang tepat.
Soal 18
Dalam manajemen rantai pasok (SCM) untuk logistik khusus intelijen, aspek 'Security' sangat krusial. Hal ini berarti:
A. Membeli peralatan dari vendor termurah tanpa verifikasi latar belakang.
B. Menyimpan peralatan intelijen di gudang yang terbuka untuk umum.
C. Mengumumkan seluruh daftar inventaris peralatan intelijen di website resmi.
D. Menggunakan jasa kurir umum untuk mengirimkan dokumen sangat rahasia.
E. Memastikan kerahasiaan dan keamanan pengadaan serta distribusi peralatan intelijen agar tidak disabotase atau terdeteksi pihak lawan.
Jawaban: E
SCM intelijen harus memperhatikan 'Chain of Custody' dan keamanan operasional (OPSEC) agar logistik khusus tidak bocor atau dikompromikan.
Soal 19
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan intelijen bertujuan untuk:
A. Membatasi kreativitas agen dalam melakukan penyamaran.
B. Menambah beban administrasi tanpa tujuan fungsional.
C. Menciptakan kerangka kerja yang seragam, terukur, dan akuntabel dalam pelaksanaan tugas operasional maupun administratif.
D. Memastikan semua laporan intelijen memiliki panjang halaman yang sama.
E. Memberikan celah bagi personel untuk mengabaikan hukum.
Jawaban: C
SOP menjamin bahwa aktivitas organisasi dilakukan secara konsisten, efektif, dan sesuai dengan norma hukum serta teknis yang telah ditetapkan.
Soal 20
Etika Jabatan di lingkungan intelijen mewajibkan setiap personel untuk menjaga rahasia intelijen. Menurut UU No. 17 Tahun 2011, kewajiban ini berlaku bagi:
A. Pimpinan lembaga intelijen saja.
B. Hanya personel yang masih aktif bekerja.
C. Personel aktif, mantan personel, serta pihak lain yang karena pekerjaannya mengetahui rahasia tersebut.
D. Masyarakat umum yang tidak sengaja mendengar informasi rahasia.
E. Keluarga dekat dari personel intelijen.
Jawaban: C
Sesuai Pasal 45 UU No. 17 Tahun 2011, setiap orang yang karena pekerjaannya atau jabatannya mengetahui rahasia intelijen dilarang membocorkan rahasia tersebut, termasuk mantan personel.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2011, Intelijen Negara memiliki wewenang untuk melakukan penyadapan. Syarat utama pelaksanaan wewenang ini adalah:
A. Dilakukan secara bebas tanpa perlu laporan kepada siapapun.
B. Hanya dilakukan jika ada permintaan dari partai politik.
C. Berdasarkan perintah pimpinan dan harus melalui penetapan ketua pengadilan negeri.
D. Hanya boleh dilakukan terhadap warga negara asing.
E. Dilakukan setelah adanya pemberitahuan kepada target yang akan disadap.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 22 Premium
UU Nomor 20 Tahun 2023 mengatur tentang pemberhentian ASN. Salah satu penyebab ASN diberhentikan secara tidak hormat adalah:
A. Mengundurkan diri atas permintaan sendiri.
B. Tidak cakap jasmani karena kecelakaan kerja.
C. Organisasi mengalami perampingan (restrukturisasi).
D. Melakukan penyelewengan terhadap Pancasila dan UUD 1945.
E. Mencapai batas usia pensiun.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 23 Premium
Dalam Perpres Nomor 67 Tahun 2013, koordinasi intelijen negara dilakukan melalui forum rapat koordinasi. Produk akhir dari koordinasi ini biasanya berupa:
A. Produk intelijen yang terintegrasi untuk dilaporkan kepada Presiden.
B. Instruksi kepada seluruh gubernur tanpa melalui Presiden.
C. Siaran pers yang dibagikan kepada media internasional.
D. Laporan tertulis kepada Dewan Perwakilan Rakyat secara langsung.
E. Peraturan pemerintah pengganti undang-undang.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 24 Premium
Asas 'Kepentingan Umum' dalam AUPB di sektor keamanan seringkali berbenturan dengan hak privasi. Bagaimana prinsip ini diterapkan secara ideal?
A. Mengabaikan privasi total demi alasan keamanan yang tidak jelas.
B. Memprioritaskan kepentingan elit politik di atas segalanya.
C. Mendahulukan kesejahteraan dan keamanan masyarakat luas dengan tetap mengikuti prosedur hukum yang membatasi kesewenang-wenangan.
D. Menghilangkan seluruh kewenangan intelijen agar privasi tetap terjaga 100%.
E. Menjadikan opini publik sebagai satu-satunya dasar pengambilan tindakan keamanan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 25 Premium
Dalam manajemen risiko (Risk Management) pada operasional intelijen, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
A. Melakukan tindakan balasan terhadap ancaman yang ditemukan.
B. Mengabaikan risiko kecil karena dianggap tidak berpengaruh.
C. Menyalahkan unit kerja lain atas kegagalan operasi.
D. Identifikasi bahaya atau ancaman yang dapat mengganggu tercapainya tujuan organisasi.
E. Mengalokasikan anggaran untuk kerugian yang mungkin terjadi.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 26 Premium
Teori Institusional menjelaskan bahwa organisasi cenderung melakukan 'Isomorfisme'. Dalam konteks lembaga intelijen negara-negara demokrasi, hal ini berarti:
A. Setiap lembaga intelijen harus memiliki logo dan seragam yang berbeda secara ekstrem.
B. Penghapusan seluruh struktur birokrasi agar terlihat modern.
C. Lembaga intelijen harus dipimpin oleh orang dari luar bidang militer.
D. Organisasi intelijen tidak boleh mengikuti standar internasional apa pun.
E. Organisasi cenderung menjadi mirip satu sama lain dalam struktur dan praktik karena adanya tekanan lingkungan, norma profesional, atau ketidakpastian.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 27 Premium
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan harus didasarkan pada Renstra. Apa perbedaan utama antara keduanya?
A. Renstra hanya untuk internal, sedangkan Renja harus diumumkan ke publik secara rinci.
B. Renstra disusun oleh staf, sedangkan Renja disusun oleh pimpinan tertinggi.
C. Renstra adalah dokumen jangka menengah (5 tahun), sedangkan Renja adalah dokumen pelaksanaan jangka pendek (1 tahun).
D. Renja tidak memerlukan anggaran, sedangkan Renstra membutuhkan anggaran besar.
E. Renstra bersifat teknis, sedangkan Renja bersifat filosofis.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 28 Premium
Prinsip 'Responsibilitas' dalam Good Governance bagi lembaga intelijen diwujudkan dengan:
A. Kesesuaian pengelolaan organisasi terhadap peraturan perundang-undangan dan prinsip-prinsip organisasi yang sehat.
B. Pemberian laporan intelijen hanya jika diminta oleh pihak asing.
C. Pengutamaan kecepatan operasi di atas ketepatan hukum.
D. Bertanggung jawab atas setiap tindakan yang melanggar hukum kepada pihak korban.
E. Kemampuan pimpinan untuk melimpahkan kesalahan kepada bawahan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 29 Premium
Salah satu tantangan dalam Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) di intelijen adalah adanya budaya 'Need to Know'. Bagaimana cara mengatasinya tanpa mengorbankan keamanan?
A. Menghapus semua catatan setelah operasi selesai agar tidak ada jejak.
B. Mengimplementasikan sistem klasifikasi data yang ketat namun memungkinkan berbagi pengetahuan dalam kelompok kerja yang relevan (Need to Share).
C. Melarang adanya diskusi antar departemen di dalam kantor.
D. Membuka semua akses data kepada seluruh pegawai tanpa kecuali.
E. Menggunakan bahasa sandi yang hanya diketahui oleh pimpinan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 30 Premium
Dalam manajemen anggaran intelijen, terdapat komponen 'Anggaran Operasional Khusus' yang bersifat rahasia. Akuntabilitas anggaran ini tetap dilakukan melalui:
A. Mekanisme pemeriksaan internal yang ketat dan pemeriksaan eksternal oleh BPK secara terbatas/khusus.
B. Pengumuman rincian pengeluaran di papan pengumuman kantor.
C. Tidak perlu diperiksa karena merupakan rahasia negara.
D. Penyimpanan bukti kuitansi di brankas pribadi pimpinan.
E. Pemberian laporan langsung ke bank dunia.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 31 Premium
Sistem Informasi Manajemen intelijen harus memiliki fitur 'Disaster Recovery Plan' (DRP). Apa fungsi utama DRP?
A. Mencegah terjadinya bencana alam di sekitar kantor.
B. Menghapus data musuh secara otomatis dari jarak jauh.
C. Menjamin keberlangsungan data dan sistem informasi apabila terjadi gangguan teknis atau bencana yang merusak infrastruktur utama.
D. Mempercepat proses pengadaan komputer baru setiap tahun.
E. Menyediakan asuransi kesehatan bagi seluruh personel.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 32 Premium
UU No. 17 Tahun 2011 menegaskan bahwa penyelenggara Intelijen Negara terdiri atas Intelijen BIN, Intelijen TNI, Intelijen Polri, Intelijen Kejaksaan, dan:
A. Intelijen Swasta
B. Intelijen Kementerian/Lembaga Pemerintah Nonkementerian
C. Intelijen Organisasi Kemasyarakatan
D. Intelijen Partai Politik
E. Intelijen Media Massa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 33 Premium
Teori New Public Management menekankan pada penggunaan 'Performance Indicators' (KPI). Mengapa KPI sulit diterapkan secara murni di lembaga intelijen?
A. Karena personel intelijen dilarang memiliki target kerja.
B. Karena semua keberhasilan intelijen harus segera dipublikasikan.
C. Karena banyak hasil kerja intelijen yang bersifat kualitatif, rahasia, dan sulit diatribusikan secara langsung pada satu tindakan.
D. Karena anggaran intelijen selalu tidak terbatas.
E. Karena intelijen tidak memiliki pekerjaan yang bisa diukur.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 34 Premium
Dalam penyusunan SOP Intelijen, prinsip 'Flexibility' tetap diperlukan. Alasannya adalah:
A. Agar agen boleh melanggar hukum kapan saja mereka mau.
B. Untuk memudahkan pimpinan mengganti aturan tanpa pemberitahuan.
C. Untuk memungkinkan adaptasi taktis di lapangan terhadap situasi ancaman yang dinamis namun tetap dalam koridor hukum dan etika.
D. Karena SOP hanya formalitas yang tidak perlu diikuti secara serius.
E. Agar organisasi tidak perlu membuat laporan tertulis.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 35 Premium
Etika Jabatan ASN di lingkungan intelijen menurut Core Values 'Loyal' berarti:
A. Menjaga nama baik sesama ASN, pimpinan, instansi, dan negara serta memegang teguh ideologi Pancasila.
B. Mendukung kebijakan partai politik pimpinan instansi.
C. Setia kepada pimpinan secara pribadi meskipun melanggar aturan.
D. Menjaga rahasia pribadi atasan dari penyelidikan hukum.
E. Memberikan informasi rahasia kepada rekan kerja di instansi lain demi persahabatan.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 36 Premium
Monitoring kinerja menggunakan Balanced Scorecard mengukur 'Internal Business Process'. Contoh indikator dalam organisasi intelijen adalah:
A. Tingkat kepuasan masyarakat terhadap layanan paspor.
B. Jumlah kenaikan pangkat personel setiap tahun.
C. Banyaknya berita positif tentang lembaga di media cetak.
D. Total sisa anggaran yang dikembalikan ke kas negara.
E. Kecepatan dan akurasi siklus pengolahan data mentah menjadi produk intelijen.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 37 Premium
Menurut Teori Sistem, kegagalan koordinasi antarlembaga intelijen biasanya disebabkan oleh adanya 'Information Silos'. Apa itu Information Silos?
A. Kondisi di mana unit atau lembaga menyimpan informasi sendiri dan tidak mau berbagi dengan unit lain, menghambat integrasi analisis.
B. Jenis serangan siber yang menargetkan basis data pemerintahan.
C. Prosedur penghancuran dokumen rahasia secara otomatis.
D. Gudang penyimpanan data yang sangat modern dan aman.
E. Sistem enkripsi data yang tidak dapat ditembus oleh peretas.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 38 Premium
Dalam konsep GRC, 'Governance' atau Tata Kelola dalam lembaga intelijen mencakup:
A. Sistem penggajian yang transparan kepada seluruh masyarakat.
B. Pengaturan jadwal piket harian staf administrasi saja.
C. Hanya terkait dengan pemilihan pimpinan lembaga melalui voting pegawai.
D. Penghapusan seluruh jenjang hierarki untuk mempercepat kerja.
E. Penentuan arah strategis, pengawasan pimpinan, dan penciptaan nilai bagi kepentingan nasional.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 39 Premium
Teori Birokrasi Weber menekankan 'Impersonalitas'. Dalam praktik intelijen, hal ini bertujuan untuk:
A. Mengharuskan pimpinan bersikap kejam kepada bawahan.
B. Menjamin bahwa tugas dilaksanakan berdasarkan aturan objektif, bukan karena preferensi pribadi atau nepotisme.
C. Mencegah adanya ikatan emosional antara sesama agen rahasia.
D. Meniadakan sistem penghargaan bagi pegawai berprestasi.
E. Memastikan agen lapangan tidak perlu mengenal nama asli rekan kerjanya.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 40 Premium
Manajemen Rantai Pasok (SCM) intelijen harus mengantisipasi 'Counterintelligence Risk'. Contoh risiko ini dalam logistik adalah:
A. Kurangnya jumlah seragam untuk pegawai baru.
B. Terlambatnya pengiriman alat tulis kantor karena banjir.
C. Penyisipan perangkat penyadap atau 'backdoor' oleh agen asing pada alat komunikasi yang dibeli organisasi.
D. Naiknya harga bahan bakar kendaraan operasional.
E. Kerusakan barang akibat penanganan kurir yang kasar.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 41 Premium
Apa yang dimaksud dengan 'Retensi Informasi' dalam Manajemen Pengetahuan organisasi intelijen?
A. Sistem untuk menyembunyikan identitas agen di basis data.
B. Proses menghapus data lama untuk memberi ruang bagi data baru.
C. Penahanan informasi agar tidak sampai ke tangan pimpinan.
D. Upaya untuk menjaga agar pengetahuan strategis tetap dimiliki organisasi meskipun personel yang bersangkutan pensiun atau pindah.
E. Kewajiban untuk menyimpan seluruh dokumen di dalam gudang bawah tanah.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 42 Premium
Konsep 'Intelligence-Led Policy' mengharuskan analisis intelijen bersifat 'Obyektif'. Hal ini berarti:
A. Analisis harus mengikuti apa yang ingin didengar oleh pimpinan.
B. Analisis didasarkan pada fakta dan data lapangan yang sebenarnya tanpa distorsi kepentingan pribadi atau politik.
C. Analisis harus dipublikasikan agar mendapat masukan dari masyarakat.
D. Semua analis harus memiliki latar belakang pendidikan yang sama.
E. Laporan intelijen harus berisi banyak angka dan statistik agar terlihat ilmiah.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 43 Premium
UU Nomor 20 Tahun 2023 menghapus kategori 'PNS' dan 'PPPK' dan menggantinya dengan istilah tunggal yaitu:
A. Anggota Korps Birokrasi
B. Karyawan Negara
C. Pejabat Publik
D. Pegawai Pemerintah
E. Pegawai Aparatur Sipil Negara (Pegawai ASN)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 44 Premium
Dalam manajemen sarana prasarana intelijen, 'Life Cycle Management' berarti:
A. Pemberian fasilitas kendaraan dinas seumur hidup bagi pensiunan.
B. Proses daur ulang sampah kantor secara mandiri.
C. Pengelolaan aset mulai dari perencanaan, pengadaan, penggunaan, pemeliharaan, hingga penghapusan/disposal.
D. Hanya membeli peralatan saat barang yang lama sudah hancur total.
E. Penggunaan alat yang sama tanpa pernah melakukan pembaruan teknologi.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 45 Premium
UU No. 17 Tahun 2011 mengatur sanksi bagi setiap orang yang membocorkan rahasia intelijen secara sengaja. Sanksi tersebut berupa:
A. Wajib mengikuti pelatihan intelijen ulang.
B. Pidana penjara dan denda sesuai ketentuan hukum.
C. Teguran lisan saja.
D. Hanya pemotongan gaji bagi yang masih aktif.
E. Pencabutan hak suara dalam pemilu selamanya.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 46 Premium
Prinsip 'Keadilan dan Non-Diskriminasi' dalam AUPB di lingkungan intelijen berarti:
A. Penyelenggaraan fungsi intelijen tidak boleh membedakan perlakuan berdasarkan suku, agama, ras, atau golongan secara sewenang-wenang.
B. Merekrut pegawai hanya dari daerah tertentu untuk menjaga loyalitas.
C. Menggunakan bahasa daerah dalam laporan resmi.
D. Memberikan perlakuan yang sama kepada semua target ancaman tanpa melihat tingkat bahayanya.
E. Memberikan hak akses data rahasia kepada semua warga negara.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 47 Premium
Dalam tata kelola data intelijen, apa yang dimaksud dengan 'Data Integrity'?
A. Kewajiban data untuk bersifat menarik dan mudah dibaca.
B. Kemampuan data untuk dibagikan secara luas di internet.
C. Keutuhan dan keaslian data sehingga tidak dapat diubah oleh pihak yang tidak berwenang selama penyimpanan atau pengiriman.
D. Penghapusan data secara berkala setiap 24 jam.
E. Data yang hanya terdiri dari angka-angka rahasia.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 48 Premium
Monitoring dan Evaluasi organisasi intelijen sering menggunakan analisis 'SWOT'. Kepanjangan dari SWOT adalah:
A. Staff, Welfare, Organization, Training.
B. Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats.
C. Security, Weapons, Operations, Tactics.
D. Strategy, Work, Output, Timing.
E. System, Web, Object, Theory.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 49 Premium
Dalam Teori Institusional, budaya organisasi intelijen seringkali bersifat 'Secretive'. Bagaimana penata kelola intelijen menyikapinya dalam konteks akuntabilitas publik?
A. Menggunakan budaya rahasia untuk menutupi korupsi anggaran.
B. Menutup seluruh akses informasi bahkan kepada lembaga pengawas negara.
C. Hanya melakukan akuntabilitas jika terjadi skandal yang terungkap.
D. Menyeimbangkan antara kerahasiaan operasional (operational secrecy) dengan akuntabilitas administratif dan hukum melalui mekanisme pengawasan yang sah.
E. Menghilangkan budaya rahasia sepenuhnya agar publik senang.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 50 Premium
Asas 'Proporsionalitas' dalam operasional intelijen berarti:
A. Menggunakan kekuatan sebesar-besarnya untuk ancaman sekecil apa pun.
B. Tindakan yang diambil harus sebanding dengan tingkat ancaman yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai.
C. Pembagian tugas yang sama rata kepada seluruh personel tanpa melihat keahlian.
D. Penggunaan anggaran yang selalu sama setiap bulannya.
E. Jumlah laporan yang harus sama di setiap daerah.
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

SKB CPNS Penata Kelola Intelijen adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Intelijen meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Intelijen, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Intelijen tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Intelijen tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.