Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Penata Kelola Intelijen. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
360+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Intelijen

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Kompetensi Umum

6 Indikator
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara
Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan
Prinsip Tata Kelola Organisasi (Good Governance) dan Akuntabilitas Publik
Core Values ASN BerAKHLAK dan Etika Jabatan di lingkungan Intelijen

Kompetensi Khusus

15 Indikator
Manajemen Strategis Organisasi Intelijen: Penyusunan Renstra dan Rencana Kerja
Mekanisme Koordinasi Intelijen Nasional dan Daerah (Kominda)
Tata Kelola Sumber Daya: Manajemen SDM, Anggaran, dan Sarana Prasarana Intelijen
Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Data Intelijen
Teori New Public Management (NPM) dalam tata kelola lembaga keamanan
Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam operasional intelijen
Teori Institusional: Pemahaman mengenai struktur dan budaya organisasi intelijen
Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) untuk logistik khusus intelijen
Penyusunan Kebijakan Publik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Intelijen
Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antar lembaga intelijen
Monitoring dan Evaluasi Kinerja Organisasi (Balanced Scorecard dalam Sektor Publik)
Teori Birokrasi Max Weber terkait formalitas dan hierarki dalam organisasi negara
Konsep Intelligence-Led Policy: Pendekatan tata kelola berbasis informasi intelijen
Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk retensi informasi strategis

Simulasi Tryout SKB CAT Penata Kelola Intelijen

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Penata Kelola Intelijen Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Penata Kelola Intelijen berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 360 Soal SKB Penata Kelola Intelijen Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Penata Kelola Intelijen & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011, apa yang dimaksud dengan Intelijen Negara?
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011 Pasal 1 angka 1, Intelijen Negara adalah indera dari negara yang bertugas melakukan deteksi dini dan peringatan dini terhadap berbagai bentuk dan sifat ancaman yang potensial dan nyata.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Soal 2
Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, salah satu nilai dasar yang harus dimiliki ASN adalah 'Akuntabel'. Manakah perilaku yang mencerminkan nilai tersebut?
Kunci Jawaban: C
Nilai Akuntabel dalam Core Values ASN BerAKHLAK (UU No. 20 Tahun 2023) mencakup pelaksanaan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, cermat, disiplin, dan berintegritas tinggi, serta penggunaan kekayaan negara secara bertanggung jawab.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara
Soal 3
Menurut Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013, siapa yang menjabat sebagai koordinator penyelenggara Intelijen Negara?
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara, BIN berkedudukan sebagai koordinator penyelenggara Intelijen Negara.
Materi Terkait: Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara
Soal 4
Prinsip 'Kecermatan' dalam Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) mengharuskan penyelenggara intelijen untuk:
Kunci Jawaban: D
Asas Kecermatan menuntut agar suatu keputusan dan/atau tindakan harus didasarkan pada informasi dan dokumen yang lengkap untuk mendukung legalitas penetapan dan/atau pelaksanaan keputusan.
Materi Terkait: Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan
Soal 5
Dalam tata kelola organisasi intelijen yang menganut prinsip Good Governance, aspek 'Akuntabilitas' berarti:
Kunci Jawaban: D
Akuntabilitas adalah kewajiban pertanggungjawaban seseorang atau pimpinan organisasi yang diberi amanah untuk mengelola sumber daya publik dan melaporkannya kepada pemberi amanah atau otoritas terkait.
Materi Terkait: Prinsip Tata Kelola Organisasi (Good Governance) dan Akuntabilitas Publik
Soal 6
Manajemen Strategis dalam organisasi intelijen dimulai dengan penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Biasanya, periode waktu yang dicakup dalam Renstra kementerian/lembaga di Indonesia adalah:
Kunci Jawaban: D
Secara umum di lingkungan pemerintahan Indonesia, Rencana Strategis (Renstra) disusun untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, selaras dengan periode RPJMN.
Materi Terkait: Manajemen Strategis Organisasi Intelijen: Penyusunan Renstra dan Rencana Kerja
Soal 7
Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) dibentuk untuk mengoordinasikan kegiatan intelijen di tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Unsur pimpinan dalam Kominda tingkat Provinsi biasanya diketuai oleh:
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan regulasi terkait koordinasi intelijen di daerah, BIN Daerah (Binda) yang dipimpin oleh Kabinda berperan sebagai koordinator Kominda di wilayah provinsi.
Materi Terkait: Mekanisme Koordinasi Intelijen Nasional dan Daerah (Kominda)
Soal 8
Penerapan Teori New Public Management (NPM) dalam organisasi intelijen menekankan pada:
Kunci Jawaban: D
New Public Management (NPM) adalah paradigma manajemen publik yang menekankan pada efisiensi, efektivitas, kinerja, orientasi hasil, dan adopsi teknik manajemen sektor bisnis ke dalam sektor publik.
Materi Terkait: Teori New Public Management (NPM) dalam tata kelola lembaga keamanan
Soal 9
Dalam konsep GRC, komponen 'Compliance' atau Kepatuhan dalam operasional intelijen merujuk pada:
Kunci Jawaban: B
Compliance (Kepatuhan) dalam GRC memastikan bahwa organisasi mematuhi hukum, peraturan, kebijakan, dan standar etika yang berlaku dalam menjalankan operasionalnya.
Materi Terkait: Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam operasional intelijen
Soal 10
Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antarlembaga intelijen memandang organisasi intelijen sebagai:
Kunci Jawaban: C
Teori Sistem melihat organisasi sebagai sistem terbuka yang terdiri dari berbagai bagian (subsistem) yang saling berhubungan, bekerja bersama untuk memproses input menjadi output guna merespons lingkungan.
Materi Terkait: Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antar lembaga intelijen
Soal 11
Apa yang dimaksud dengan 'Intelligence-Led Policy' dalam tata kelola pemerintahan?
Kunci Jawaban: C
Intelligence-Led Policy adalah konsep di mana pengambilan keputusan atau kebijakan didorong oleh data, informasi, dan analisis intelijen untuk memitigasi risiko dan mencapai target strategis.
Materi Terkait: Konsep Intelligence-Led Policy: Pendekatan tata kelola berbasis informasi intelijen
Soal 12
Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) dalam organisasi intelijen sangat krusial untuk 'retensi informasi'. Salah satu metodenya adalah mengubah tacit knowledge menjadi explicit knowledge. Contohnya adalah:
Kunci Jawaban: D
Eksplisitasi pengetahuan (Tacit to Explicit) melibatkan pengubahan pemahaman subjektif/pengalaman personel menjadi format yang terstruktur, seperti dokumen, laporan, atau panduan.
Materi Terkait: Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk retensi informasi strategis
Soal 13
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2011, personel Intelijen Negara dalam melaksanakan tugasnya wajib menjunjung tinggi:
Kunci Jawaban: C
Pasal 2 UU No. 17 Tahun 2011 menyatakan intelijen dilaksanakan dengan asas profesionalitas, integritas, dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi serta hak asasi manusia.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara
Soal 14
Dalam manajemen SDM intelijen, prinsip 'The Right Man on the Right Place' berkaitan erat dengan:
Kunci Jawaban: D
Manajemen SDM yang baik menuntut penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan oleh posisi tersebut agar tujuan organisasi tercapai maksimal.
Materi Terkait: Tata Kelola Sumber Daya: Manajemen SDM, Anggaran, dan Sarana Prasarana Intelijen
Soal 15
Dalam teori birokrasi Max Weber, salah satu karakteristik utama organisasi yang ideal adalah adanya 'Formalitas'. Hal ini diwujudkan melalui:
Kunci Jawaban: D
Weber menekankan bahwa birokrasi harus beroperasi berdasarkan aturan-aturan tertulis (formal) dan prosedur standar untuk menjamin konsistensi dan prediktabilitas.
Materi Terkait: Teori Birokrasi Max Weber terkait formalitas dan hierarki dalam organisasi negara
Soal 16
Monitoring dan Evaluasi (Monev) menggunakan pendekatan Balanced Scorecard dalam sektor publik tidak hanya mengukur perspektif keuangan, tetapi juga perspektif:
Kunci Jawaban: A
Balanced Scorecard (BSC) menyediakan kerangka kerja yang mencakup empat perspektif: Finansial (atau Akuntabilitas Anggaran), Pelanggan/Stakeholder, Proses Bisnis Internal, serta Pembelajaran dan Pertumbuhan (SDM/Inovasi).
Materi Terkait: Monitoring dan Evaluasi Kinerja Organisasi (Balanced Scorecard dalam Sektor Publik)
Soal 17
Apa peran utama Sistem Informasi Manajemen (SIM) dalam tata kelola data intelijen?
Kunci Jawaban: B
SIM dalam konteks intelijen berfungsi untuk mengelola siklus data secara efisien, mulai dari pengumpulan hingga analisis, agar pimpinan mendapatkan informasi yang tepat pada waktu yang tepat.
Materi Terkait: Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Data Intelijen
Soal 18
Dalam manajemen rantai pasok (SCM) untuk logistik khusus intelijen, aspek 'Security' sangat krusial. Hal ini berarti:
Kunci Jawaban: E
SCM intelijen harus memperhatikan 'Chain of Custody' dan keamanan operasional (OPSEC) agar logistik khusus tidak bocor atau dikompromikan.
Materi Terkait: Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) untuk logistik khusus intelijen
Soal 19
Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) di lingkungan intelijen bertujuan untuk:
Kunci Jawaban: C
SOP menjamin bahwa aktivitas organisasi dilakukan secara konsisten, efektif, dan sesuai dengan norma hukum serta teknis yang telah ditetapkan.
Materi Terkait: Penyusunan Kebijakan Publik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Intelijen
Soal 20
Etika Jabatan di lingkungan intelijen mewajibkan setiap personel untuk menjaga rahasia intelijen. Menurut UU No. 17 Tahun 2011, kewajiban ini berlaku bagi:
Kunci Jawaban: C
Sesuai Pasal 45 UU No. 17 Tahun 2011, setiap orang yang karena pekerjaannya atau jabatannya mengetahui rahasia intelijen dilarang membocorkan rahasia tersebut, termasuk mantan personel.
Materi Terkait: Core Values ASN BerAKHLAK dan Etika Jabatan di lingkungan Intelijen
Soal 21
PRO
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2011, Intelijen Negara memiliki wewenang untuk melakukan penyadapan. Syarat utama pelaksanaan wewenang ini adalah:
Kunci Jawaban: C
Pasal 32 UU No. 17 Tahun 2011 menyebutkan penyadapan dilakukan berdasarkan perintah pimpinan penyelenggara intelijen dan atas penetapan ketua pengadilan negeri.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
UU Nomor 20 Tahun 2023 mengatur tentang pemberhentian ASN. Salah satu penyebab ASN diberhentikan secara tidak hormat adalah:
Kunci Jawaban: D
Penyelewengan terhadap ideologi negara merupakan pelanggaran berat yang mengakibatkan pemberhentian tidak dengan hormat menurut regulasi ASN terbaru.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Dalam Perpres Nomor 67 Tahun 2013, koordinasi intelijen negara dilakukan melalui forum rapat koordinasi. Produk akhir dari koordinasi ini biasanya berupa:
Kunci Jawaban: A
Hasil koordinasi intelijen yang dipimpin BIN ditujukan untuk memberikan informasi dan rekomendasi yang komprehensif kepada Presiden (User tunggal).
Materi Terkait: Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2013 tentang Koordinasi Intelijen Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Asas 'Kepentingan Umum' dalam AUPB di sektor keamanan seringkali berbenturan dengan hak privasi. Bagaimana prinsip ini diterapkan secara ideal?
Kunci Jawaban: C
Asas kepentingan umum harus dilaksanakan secara proporsional, berkeadilan, dan tetap menghormati batas-batas hukum serta HAM.
Materi Terkait: Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Dalam manajemen risiko (Risk Management) pada operasional intelijen, langkah pertama yang harus dilakukan adalah:
Kunci Jawaban: D
Siklus manajemen risiko dimulai dengan identifikasi risiko (Risk Identification) sebelum dilakukan analisis, evaluasi, dan mitigasi.
Materi Terkait: Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam operasional intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Teori Institusional menjelaskan bahwa organisasi cenderung melakukan 'Isomorfisme'. Dalam konteks lembaga intelijen negara-negara demokrasi, hal ini berarti:
Kunci Jawaban: E
Isomorfisme dalam teori institusional adalah proses di mana organisasi cenderung mengadopsi struktur atau perilaku yang dianggap sah (legitimate) dalam lingkungan mereka sehingga menjadi serupa.
Materi Terkait: Teori Institusional: Pemahaman mengenai struktur dan budaya organisasi intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Penyusunan Rencana Kerja (Renja) tahunan harus didasarkan pada Renstra. Apa perbedaan utama antara keduanya?
Kunci Jawaban: C
Dalam sistem perencanaan pembangunan nasional, Renstra memuat visi-misi 5 tahunan, sementara Renja menjabarkannya ke dalam program dan kegiatan tahunan beserta anggarannya.
Materi Terkait: Manajemen Strategis Organisasi Intelijen: Penyusunan Renstra dan Rencana Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Prinsip 'Responsibilitas' dalam Good Governance bagi lembaga intelijen diwujudkan dengan:
Kunci Jawaban: A
Responsibilitas menekankan pada kepatuhan organisasi terhadap aturan yang berlaku dan tanggung jawab sosial/moral dalam menjalankan fungsinya.
Materi Terkait: Prinsip Tata Kelola Organisasi (Good Governance) dan Akuntabilitas Publik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Salah satu tantangan dalam Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) di intelijen adalah adanya budaya 'Need to Know'. Bagaimana cara mengatasinya tanpa mengorbankan keamanan?
Kunci Jawaban: B
Modernisasi intelijen mendorong pergeseran dari 'Need to Know' (hanya tahu jika perlu) ke 'Need to Share' (perlu berbagi di antara unit yang relevan) guna memperkaya analisis.
Materi Terkait: Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk retensi informasi strategis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Dalam manajemen anggaran intelijen, terdapat komponen 'Anggaran Operasional Khusus' yang bersifat rahasia. Akuntabilitas anggaran ini tetap dilakukan melalui:
Kunci Jawaban: A
Meskipun bersifat rahasia secara substansi operasional, penggunaan keuangan negara tetap harus dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme audit yang telah diatur khusus untuk menjaga rahasia negara.
Materi Terkait: Tata Kelola Sumber Daya: Manajemen SDM, Anggaran, dan Sarana Prasarana Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Sistem Informasi Manajemen intelijen harus memiliki fitur 'Disaster Recovery Plan' (DRP). Apa fungsi utama DRP?
Kunci Jawaban: C
DRP adalah bagian dari tata kelola data untuk memastikan data penting tidak hilang dan sistem bisa segera pulih setelah terjadi insiden fatal.
Materi Terkait: Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Data Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
UU No. 17 Tahun 2011 menegaskan bahwa penyelenggara Intelijen Negara terdiri atas Intelijen BIN, Intelijen TNI, Intelijen Polri, Intelijen Kejaksaan, dan:
Kunci Jawaban: B
Pasal 9 UU No. 17 Tahun 2011 merinci penyelenggara intelijen negara yang mencakup BIN, TNI, Polri, Kejaksaan, serta intelijen kementerian/lembaga terkait lainnya.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Teori New Public Management menekankan pada penggunaan 'Performance Indicators' (KPI). Mengapa KPI sulit diterapkan secara murni di lembaga intelijen?
Kunci Jawaban: C
Tantangan pengukuran kinerja di sektor intelijen adalah sifat kerahasiaannya dan sulitnya mengukur 'pencegahan' (hal yang tidak terjadi) sebagai sebuah output nyata.
Materi Terkait: Teori New Public Management (NPM) dalam tata kelola lembaga keamanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Dalam penyusunan SOP Intelijen, prinsip 'Flexibility' tetap diperlukan. Alasannya adalah:
Kunci Jawaban: C
Meskipun SOP bersifat standar, dalam operasi intelijen yang dinamis, ruang diskresi taktis yang terukur diperlukan selama tidak melanggar prinsip dasar dan legalitas.
Materi Terkait: Penyusunan Kebijakan Publik dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Etika Jabatan ASN di lingkungan intelijen menurut Core Values 'Loyal' berarti:
Kunci Jawaban: A
Loyalitas ASN (BerAKHLAK) adalah kesetiaan kepada bangsa, negara, dan ideologi, bukan kesetiaan buta kepada person pimpinan jika bertentangan dengan norma.
Materi Terkait: Core Values ASN BerAKHLAK dan Etika Jabatan di lingkungan Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Monitoring kinerja menggunakan Balanced Scorecard mengukur 'Internal Business Process'. Contoh indikator dalam organisasi intelijen adalah:
Kunci Jawaban: E
Perspektif proses internal fokus pada seberapa efisien dan efektif proses inti organisasi (dalam hal ini, siklus intelijen) berjalan.
Materi Terkait: Monitoring dan Evaluasi Kinerja Organisasi (Balanced Scorecard dalam Sektor Publik)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Menurut Teori Sistem, kegagalan koordinasi antarlembaga intelijen biasanya disebabkan oleh adanya 'Information Silos'. Apa itu Information Silos?
Kunci Jawaban: A
Siloisasi informasi adalah hambatan dalam sistem di mana antar bagian tidak berkomunikasi secara efektif, yang dalam intelijen bisa berakibat fatal pada gagalnya deteksi dini.
Materi Terkait: Teori Sistem (Systems Theory) dalam menganalisis interaksi antar lembaga intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Dalam konsep GRC, 'Governance' atau Tata Kelola dalam lembaga intelijen mencakup:
Kunci Jawaban: E
Governance memastikan organisasi berjalan ke arah yang benar melalui kebijakan, kepemimpinan yang akuntabel, dan kontrol yang memadai.
Materi Terkait: Konsep Governance, Risk, and Compliance (GRC) dalam operasional intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Teori Birokrasi Weber menekankan 'Impersonalitas'. Dalam praktik intelijen, hal ini bertujuan untuk:
Kunci Jawaban: B
Impersonalitas berarti memperlakukan tugas dan orang berdasarkan posisi dan aturan formal, guna menghindari subjektivitas yang merusak profesionalisme birokrasi.
Materi Terkait: Teori Birokrasi Max Weber terkait formalitas dan hierarki dalam organisasi negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Manajemen Rantai Pasok (SCM) intelijen harus mengantisipasi 'Counterintelligence Risk'. Contoh risiko ini dalam logistik adalah:
Kunci Jawaban: C
Dalam intelijen, pengadaan barang teknis sangat rawan disusupi oleh pihak lawan untuk melakukan sabotase atau spionase balik (Counterintelligence).
Materi Terkait: Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) untuk logistik khusus intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Apa yang dimaksud dengan 'Retensi Informasi' dalam Manajemen Pengetahuan organisasi intelijen?
Kunci Jawaban: D
Retensi informasi/pengetahuan bertujuan agar 'Institutional Memory' tetap terjaga dan organisasi tidak kehilangan keahlian penting saat terjadi pergantian personel.
Materi Terkait: Manajemen Pengetahuan (Knowledge Management) untuk retensi informasi strategis

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Konsep 'Intelligence-Led Policy' mengharuskan analisis intelijen bersifat 'Obyektif'. Hal ini berarti:
Kunci Jawaban: B
Objektivitas adalah syarat mutlak produk intelijen agar kebijakan yang diambil tepat sasaran dan tidak bias oleh prasangka atau kepentingan sempit.
Materi Terkait: Konsep Intelligence-Led Policy: Pendekatan tata kelola berbasis informasi intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
UU Nomor 20 Tahun 2023 menghapus kategori 'PNS' dan 'PPPK' dan menggantinya dengan istilah tunggal yaitu:
Kunci Jawaban: E
UU No. 20 Tahun 2023 mempertegas identitas tunggal sebagai Pegawai ASN, meskipun secara teknis pengangkatannya bisa tetap melalui mekanisme tetap maupun kontrak (namun penyebutannya disatukan).
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Dalam manajemen sarana prasarana intelijen, 'Life Cycle Management' berarti:
Kunci Jawaban: C
Life Cycle Management aset memastikan efisiensi anggaran dan kesiapan alat operasional setiap saat melalui siklus hidup yang terencana.
Materi Terkait: Tata Kelola Sumber Daya: Manajemen SDM, Anggaran, dan Sarana Prasarana Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
UU No. 17 Tahun 2011 mengatur sanksi bagi setiap orang yang membocorkan rahasia intelijen secara sengaja. Sanksi tersebut berupa:
Kunci Jawaban: B
Pembocoran rahasia intelijen merupakan tindak pidana yang diatur dalam bab ketentuan pidana UU No. 17 Tahun 2011 dengan ancaman penjara yang cukup berat.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Prinsip 'Keadilan dan Non-Diskriminasi' dalam AUPB di lingkungan intelijen berarti:
Kunci Jawaban: A
Asas tidak diskriminatif mengharuskan pemerintah/aparatur tidak membedakan perlakuan dalam situasi yang sama karena alasan identitas subjektif.
Materi Terkait: Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Dalam tata kelola data intelijen, apa yang dimaksud dengan 'Data Integrity'?
Kunci Jawaban: C
Integritas data memastikan informasi yang diterima analis adalah informasi asli yang belum dimanipulasi oleh musuh atau akibat kerusakan sistem.
Materi Terkait: Sistem Informasi Manajemen dan Tata Kelola Data Intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Monitoring dan Evaluasi organisasi intelijen sering menggunakan analisis 'SWOT'. Kepanjangan dari SWOT adalah:
Kunci Jawaban: B
SWOT adalah instrumen dasar manajemen strategis untuk mengevaluasi posisi organisasi terhadap lingkungan internal dan eksternalnya.
Materi Terkait: Manajemen Strategis Organisasi Intelijen: Penyusunan Renstra dan Rencana Kerja

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Dalam Teori Institusional, budaya organisasi intelijen seringkali bersifat 'Secretive'. Bagaimana penata kelola intelijen menyikapinya dalam konteks akuntabilitas publik?
Kunci Jawaban: D
Akuntabilitas di intelijen dilakukan melalui 'Oversight' (pengawasan) oleh lembaga yang berwenang (seperti komisi di DPR atau BPK) tanpa harus membuka rahasia ke publik luas.
Materi Terkait: Teori Institusional: Pemahaman mengenai struktur dan budaya organisasi intelijen

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Asas 'Proporsionalitas' dalam operasional intelijen berarti:
Kunci Jawaban: B
Proporsionalitas menjamin bahwa penggunaan wewenang intelijen (yang berisiko membatasi HAM) dilakukan secara terukur dan tidak berlebihan sesuai kebutuhan keamanan.
Materi Terkait: Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) dalam sektor keamanan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Penata Kelola Intelijen pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 10 tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penata Kelola Intelijen
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Penata Kelola Intelijen

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Intelijen, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Penata Kelola Intelijen

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Penata Kelola Intelijen menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.