Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Analis Kebakaran. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Analis Kebakaran Ahli Pertama
Ahli Pertama
Kompetensi Umum
3 Indikator
Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Teori Segitiga Api
Sarana Prasarana Pemeriksaan Gedung dan Kebutuhan Perlengkapan dalam pelaksanaan penyuluhan
Kompetensi Khusus
12 Indikator
Sistem Pipa Tegak
Sistem Sprinkler Otomatis
Pompa Pemadam Kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
Pasangan Konstruksi Tahan Api
Partisi Penghalang Asap
Bahan Pelapis Interior
Sarana Jalan Keluar
Pencahayaan Darurat
Teknik Dasar Penyuluhan
Simulasi Tryout SKB CAT Analis Kebakaran
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Analis Kebakaran berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.
Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Latihan Soal Interaktif
Contoh Soal SKB Analis Kebakaran & Pembahasan
Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.
50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Dalam teori segitiga api, tiga unsur yang diperlukan agar api dapat terjadi adalah ....
Kunci Jawaban: C
Teori segitiga api menjelaskan bahwa api membutuhkan tiga unsur utama yaitu bahan bakar (fuel), oksigen (oxygen), dan panas (heat). Jika salah satu unsur dihilangkan, api akan padam. Unsur oksigen umumnya berasal dari udara yang mengandung sekitar 21% oksigen.
Materi Terkait: Teori Segitiga Api
Soal 2
Klasifikasi kebakaran kelas A adalah kebakaran yang disebabkan oleh ....
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan standar NFPA dan klasifikasi kebakaran di Indonesia, kelas A adalah kebakaran yang melibatkan bahan padat yang mudah terbakar seperti kayu, kertas, tekstil, plastik, dan karet. Media pemadam yang paling efektif untuk kelas A adalah air.
Materi Terkait: Teori Segitiga Api
Soal 3
Prinsip pemadaman kebakaran dengan cara mendinginkan (cooling) bekerja dengan cara ....
Kunci Jawaban: C
Prinsip cooling bekerja dengan menyerap panas dari api sehingga suhu bahan bakar turun di bawah titik nyala (flash point). Air adalah media yang paling umum digunakan untuk cooling karena memiliki kapasitas panas yang tinggi.
Materi Terkait: Teori Segitiga Api
Soal 4
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, sistem proteksi kebakaran aktif pada bangunan gedung meliputi sistem ....
Kunci Jawaban: A
Permen PU No. 26 Tahun 2008 tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Gedung mengatur bahwa sistem proteksi kebakaran aktif meliputi sistem deteksi dan alarm kebakaran, sistem pemadam kebakaran (sprinkler, pipa tegak, APAR, dll), serta sistem pengendali asap.
Materi Terkait: Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Soal 5
Sistem pipa tegak (standpipe) pada bangunan gedung berfungsi untuk ....
Kunci Jawaban: E
Sistem pipa tegak (standpipe system) adalah instalasi pipa vertikal yang terpasang permanen di dalam bangunan untuk menyuplai air ke setiap lantai melalui kotak hydrant (valve dan selang) guna keperluan pemadaman kebakaran. Sistem ini diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008.
Materi Terkait: Sistem Pipa Tegak
Soal 6
Sistem sprinkler otomatis akan aktif ketika ....
Kunci Jawaban: D
Sprinkler otomatis bekerja berdasarkan deteksi panas. Pada kepala sprinkler terdapat kaca bulb berisi cairan yang akan memuai dan pecah pada suhu tertentu (biasanya 68°C). Pecahnya bulb menyebabkan katup terbuka dan air menyemprot ke area kebakaran. Setiap kepala sprinkler bekerja secara independen.
Materi Terkait: Sistem Sprinkler Otomatis
Soal 7
Pompa pemadam kebakaran (fire pump) yang berfungsi sebagai penyedia debit dan tekanan air utama untuk kebutuhan pemadaman pada sistem hydrant atau sprinkler adalah ....
Kunci Jawaban: D
Penyedia debit dan tekanan air utama dalam sistem kebakaran adalah Main Fire Pump (baik bertenaga listrik maupun diesel)[cite: 255]. Jockey pump hanya berfungsi untuk menjaga tekanan statis dalam jaringan pipa agar tetap stabil dan mencegah main fire pump menyala akibat kebocoran kecil[cite: 255, 256].
Materi Terkait: Pompa Pemadam Kebakaran
Soal 8
APAR jenis dry chemical powder (tepung kimia kering) paling efektif digunakan untuk kebakaran kelas ....
Kunci Jawaban: C
APAR jenis dry chemical powder (tepung kimia kering) dengan bahan dasar monoammonium phosphate memiliki kemampuan memadamkan kebakaran kelas A (padat), B (cair), dan C (listrik). APAR ini bekerja dengan cara memutus reaksi kimia berantai dan melapisi permukaan bahan bakar.
Materi Terkait: Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Soal 9
Sistem deteksi asap yang bekerja dengan prinsip mendeteksi partikel asap yang mengganggu atau membiaskan sinar (cahaya) di dalam ruang detektor disebut ....
Kunci Jawaban: A
Prinsip kerja yang menggunakan gangguan atau pembiasan sinar (cahaya) adalah ciri khas detektor fotoelektrik. Detektor ionisasi justru bekerja dengan menggunakan bahan radioaktif untuk mengionisasi udara, di mana alarm aktif jika asap mengganggu aliran arus listrik (ion), bukan sinar. Detektor tipe beam adalah salah satu aplikasi fotoelektrik, namun untuk skala ruang detektor individu, istilah yang tepat adalah fotoelektrik.
Materi Terkait: Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
Soal 10
Sistem pengendalian asap (smoke control system) pada bangunan bertingkat bertujuan untuk ....
Kunci Jawaban: A
Sistem pengendalian asap (smoke control) dirancang untuk mengelola aliran asap selama kebakaran, menjaga jalur evakuasi tetap bebas asap, dan mempermudah operasi pemadaman. Sistem ini dapat berupa ventilasi mekanik (exhaust fan), pressurization, atau barrier seperti partisi penghalang asap.
Materi Terkait: Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
Soal 11
Konstruksi tahan api pada bangunan gedung diukur berdasarkan ....
Kunci Jawaban: E
Konstruksi tahan api dinilai berdasarkan ketahanan terhadap api (fire resistance rating) yang dinyatakan dalam satuan waktu (menit atau jam). Standar ini mengukur berapa lama komponen bangunan (kolom, balok, dinding) dapat mempertahankan fungsi struktural, integritas, dan isolasi termal saat terjadi kebakaran. Diatur dalam SNI dan Permen PU.
Materi Terkait: Pasangan Konstruksi Tahan Api
Soal 12
Partisi penghalang asap (smoke barrier) berfungsi untuk ....
Kunci Jawaban: D
Smoke barrier adalah dinding atau partisi yang dirancang khusus untuk membatasi pergerakan asap dalam bangunan, biasanya memanjang dari lantai hingga langit-langit. Tujuannya menciptakan zona bebas asap untuk evakuasi dan membatasi area penyebaran asap agar tidak meluas ke seluruh bangunan.
Materi Terkait: Partisi Penghalang Asap
Soal 13
Bahan pelapis interior (interior finish) yang digunakan pada bangunan bertingkat harus memenuhi persyaratan ....
Kunci Jawaban: D
Bahan pelapis interior seperti dinding, plafon, dan lantai harus memiliki tingkat penyebaran api yang rendah sesuai standar SNI atau NFPA. Bahan dengan flame spread index rendah akan memperlambat perambatan api, memberikan waktu lebih bagi evakuasi dan pemadaman. Bahan seperti kayu tanpa perlakuan memiliki flame spread tinggi dan tidak diperbolehkan di area tertentu.
Materi Terkait: Bahan Pelapis Interior
Soal 14
Sarana jalan keluar (means of egress) pada bangunan gedung harus memenuhi prinsip ....
Kunci Jawaban: E
Sarana jalan keluar (means of egress) terdiri dari tiga komponen: akses menuju jalan keluar (exit access), jalan keluar (exit), dan menuju tempat aman (exit discharge). Prinsipnya harus mudah diakses, memiliki kapasitas cukup untuk jumlah penghuni, dan terlindung dari api dan asap selama proses evakuasi. Diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008 dan NFPA 101.
Materi Terkait: Sarana Jalan Keluar
Soal 15
Pencahayaan darurat (emergency lighting) pada bangunan gedung wajib dipasang pada ....
Kunci Jawaban: E
Pencahayaan darurat harus dipasang di sepanjang jalur evakuasi (koridor, lorong), tangga darurat, pintu keluar, dan ruang kontrol utama seperti ruang panel listrik dan ruang pompa. Tujuannya untuk memastikan evakuasi dapat dilakukan dengan aman saat listrik padam akibat kebakaran. Diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008.
Materi Terkait: Pencahayaan Darurat
Soal 16
Dalam teknik dasar penyuluhan kebakaran, metode komunikasi satu arah yang paling efektif untuk menyampaikan informasi dasar kepada khalayak luas adalah ....
Kunci Jawaban: E
Metode ceramah merupakan metode komunikasi satu arah yang efektif untuk menyampaikan informasi dasar kepada khalayak luas. Penyuluh menyampaikan materi secara lisan, peserta mendengarkan. Metode ini efisien untuk peserta dalam jumlah besar namun perlu dikombinasikan dengan metode lain seperti demonstrasi untuk meningkatkan efektivitas.
Materi Terkait: Teknik Dasar Penyuluhan
Soal 17
Perlengkapan yang wajib disiapkan dalam pelaksanaan penyuluhan kebakaran di gedung perkantoran antara lain ....
Kunci Jawaban: B
Dalam penyuluhan kebakaran, kelengkapan sarana dan prasarana meliputi APAR sebagai alat peraga, media presentasi (LCD, laptop, sound system), dan alat peraga pendukung seperti fire blanket, smoke detector, atau masker evakuasi. Hal ini untuk memudahkan peserta memahami materi secara visual dan praktik.
Materi Terkait: Sarana Prasarana Pemeriksaan Gedung dan Kebutuhan Perlengkapan dalam pelaksanaan penyuluhan
Soal 18
Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran antara pemerintah pusat dan daerah berdasarkan UU No. 23 Tahun 2014 adalah ....
Kunci Jawaban: B
UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengatur bahwa urusan kebakaran merupakan urusan konkuren. Pemerintah pusat bertugas menetapkan kebijakan nasional, norma, standar, prosedur, dan kriteria (NSPK), serta melakukan pembinaan dan pengawasan. Pemerintah daerah (provinsi dan kabupaten/kota) melaksanakan operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai kewenangannya.
Materi Terkait: Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Soal 19
Berdasarkan Permendagri No. 16 Tahun 2020, dokumen yang harus dimiliki setiap bangunan gedung terkait pencegahan kebakaran adalah ....
Kunci Jawaban: B
Permendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran mengatur bahwa setiap bangunan gedung harus memiliki Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang mensyaratkan pemenuhan persyaratan keselamatan kebakaran. Selain itu, laporan uji berkala sistem proteksi kebakaran (sprinkler, hydrant, alarm) wajib dilakukan secara periodik.
Materi Terkait: Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Soal 20
Sarana prasarana pemeriksaan gedung yang wajib disiapkan oleh analis kebakaran sebelum melakukan inspeksi meliputi ....
Kunci Jawaban: D
Sebelum inspeksi, analis kebakaran harus menyiapkan checklist, kamera, dan alat ukur teknis seperti anemometer (kecepatan udara), luks meter (intensitas cahaya darurat), dan stopwatch (waktu evakuasi)[cite: 300].
Materi Terkait: Sarana Prasarana Pemeriksaan Gedung dan Kebutuhan Perlengkapan dalam pelaksanaan penyuluhan
Soal 21
PRO
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, sistem pipa tegak (standpipe) untuk bangunan dengan tinggi lebih dari 60 meter harus dilengkapi dengan ....
Kunci Jawaban: D
Permen PU No. 26 Tahun 2008 mengatur bahwa untuk bangunan tinggi di atas 60 meter, sistem standpipe harus dirancang dengan kombinasi sistem basah dan kering serta dilengkapi pressure reducing valve (PRV) pada setiap lantai untuk menjaga tekanan tetap aman bagi petugas. Hal ini untuk mengatasi tekanan hidrostatis yang tinggi pada bangunan bertingkat.
Materi Terkait: Sistem Pipa Tegak
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam sistem sprinkler otomatis, klasifikasi bahaya ringan (light hazard occupancy) mensyaratkan luas maksimum cakupan per kepala sprinkler sebesar ....
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan standar NFPA 13 dan SNI 03-3989-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Sprinkler Otomatis, untuk bahaya ringan (light hazard) luas maksimum yang dapat dicakup per kepala sprinkler adalah 21 m² dengan jarak antar sprinkler maksimum 4,6 m. Klasifikasi ini berlaku untuk hunian dengan beban kebakaran rendah seperti perkantoran, hotel, atau apartemen.
Materi Terkait: Sistem Sprinkler Otomatis
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pompa kebakaran utama (main fire pump) untuk gedung bertingkat harus dipasang di lokasi yang memenuhi persyaratan berikut, kecuali ....
Kunci Jawaban: A
Pompa kebakaran utama harus dipasang di ruang yang khusus dan terlindung dari kebakaran, biasanya di lantai dasar atau basement yang memiliki akses langsung ke luar gedung, dengan pasokan air yang memadai. Lokasi harus mudah diakses petugas pemadam, terlindung dari banjir, dan tidak berada di lantai atas karena akan menyulitkan suplai air ke seluruh bangunan. Dilarang dipasang di lantai paling atas karena dapat membahayakan sistem saat kebakaran.
Materi Terkait: Pompa Pemadam Kebakaran
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
APAR jenis clean agent (halocarbon atau inert gas) direkomendasikan untuk ruang yang berisi peralatan elektronik sensitif karena ....
Kunci Jawaban: A
Clean agent seperti FM-200, Novec 1230, atau gas inert (IG-55, IG-541) tidak meninggalkan residu, non-konduktif, dan tidak merusak peralatan elektronik. APAR ini bekerja dengan menyerap panas atau mengurangi kadar oksigen tanpa merusak komponen elektronik. Sangat sesuai untuk ruang server, panel kontrol, atau ruang data center.
Materi Terkait: Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem deteksi alarm kebakaran jenis addressable memiliki keunggulan dibanding conventional karena ....
Kunci Jawaban: A
Sistem addressable menggunakan alamat unik untuk setiap perangkat (detektor, manual call point). Ketika perangkat aktif, panel kontrol dapat menampilkan lokasi spesifik perangkat tersebut, sehingga petugas dapat segera mengetahui titik kebakaran. Sistem conventional hanya menunjukkan zona (area) tanpa mengetahui perangkat mana yang aktif, sehingga pencarian lokasi lebih lama.
Materi Terkait: Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Ventilasi mekanik untuk sistem pengendalian asap (smoke exhaust) pada bangunan bertingkat harus mampu mengalirkan asap dengan kecepatan minimal ....
Kunci Jawaban: C
Standar NFPA 92 (Standard for Smoke Control Systems) dan SNI terkait mensyaratkan bahwa sistem pembuangan asap (smoke exhaust) harus dirancang dengan kecepatan aliran minimal 1 m/detik (atau disesuaikan dengan perhitungan desain) untuk mencegah asap mengendap dan mempertahankan zona bebas asap. Kecepatan ini juga mencegah backdraft dan memastikan asap terbuang keluar bangunan.
Materi Terkait: Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Berdasarkan SNI 03-1746-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sarana Jalan Keluar, jarak tempuh maksimum menuju pintu keluar terdekat pada bangunan yang dilengkapi dengan sistem sprinkler otomatis adalah ....
Kunci Jawaban: D
SNI 03-1746-2000 mengatur bahwa untuk bangunan yang dilindungi oleh sistem sprinkler otomatis, jarak tempuh maksimum menuju pintu keluar diperpanjang menjadi 45 meter[cite: 324]. Jarak 30 meter umumnya berlaku untuk bangunan tanpa sprinkler[cite: 325].
Materi Terkait: Sarana Jalan Keluar
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Bahan pelapis interior dengan flame spread index > 25 dan < 75 berdasarkan standar NFPA diklasifikasikan sebagai ....
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan NFPA 255 atau ASTM E84, flame spread index (FSI) digunakan untuk mengklasifikasikan bahan interior: Kelas A (FSI 0-25) dengan flame spread sangat rendah, Kelas B (FSI 26-75) dengan flame spread sedang, dan Kelas C (FSI 76-200) dengan flame spread tinggi. Bahan dengan FSI > 75 biasanya dibatasi penggunaannya di bangunan umum.
Materi Terkait: Bahan Pelapis Interior
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Partisi penghalang asap (smoke barrier) dalam sistem kompartementasi harus memenuhi ketentuan ....
Kunci Jawaban: A
Smoke barrier harus dirancang untuk menahan pergerakan asap selama minimal 60 menit, memberikan waktu evakuasi dan operasi pemadaman. Material harus non-kombustibel dan sambungan serta penetrasi harus ditutup rapat dengan fire stop yang memenuhi standar. Diatur dalam Permen PU No. 26 Tahun 2008 dan NFPA 101.
Materi Terkait: Partisi Penghalang Asap
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem pencahayaan darurat (emergency lighting) harus mampu menyala minimal ....
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan standar NFPA 101 dan Permen PU No. 26 Tahun 2008, pencahayaan darurat harus menyediakan intensitas minimal 1 luks selama minimal 90 menit setelah daya utama padam[cite: 334, 335].
Materi Terkait: Pencahayaan Darurat
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam teknik penyuluhan kebakaran, metode andragogi yang paling tepat diterapkan untuk kelompok sasaran masyarakat umum dewasa adalah ....
Kunci Jawaban: E
Andragogi adalah pendekatan pembelajaran untuk orang dewasa yang menekankan pada pengalaman peserta, relevansi materi, dan partisipasi aktif. Metode partisipatif dengan studi kasus, diskusi, dan simulasi memungkinkan peserta menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, sehingga lebih efektif dibanding metode ceramah satu arah.
Materi Terkait: Teknik Dasar Penyuluhan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Berdasarkan PP No. 16 Tahun 2021, kewajiban pemilik atau pengelola bangunan gedung dalam pencegahan kebakaran meliputi ....
Kunci Jawaban: A
PP No. 16 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung (terbaru) mengatur bahwa pemilik/pengelola bangunan gedung wajib memasang sistem proteksi kebakaran sesuai dengan fungsi dan tingkat risiko bangunan, serta melakukan pemeriksaan dan pengujian berkala minimal setiap 6 bulan untuk memastikan sistem berfungsi optimal.
Materi Terkait: Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem sprinkler otomatis tipe pre-action (pre-action sprinkler system) digunakan pada area yang membutuhkan perlindungan tambahan terhadap ....
Kunci Jawaban: D
Sistem pre-action adalah sistem sprinkler kering yang diisi air hanya setelah ada sinyal deteksi asap/panas yang mengaktifkan katup. Sistem ini dirancang untuk area yang sensitif terhadap kerusakan akibat air (seperti museum, ruang server) untuk mencegah kebocoran air akibat kerusakan mekanis pada kepala sprinkler atau pipa. Air baru mengalir saat detektor mengkonfirmasi kebakaran.
Materi Terkait: Sistem Sprinkler Otomatis
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam pemilihan APAR untuk area dengan risiko kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar), bahan pemadam yang paling efektif adalah ....
Kunci Jawaban: B
Untuk kebakaran kelas B (cairan mudah terbakar seperti bensin, minyak, alkohol), dry chemical powder (ABC) dan foam sangat efektif. Dry chemical bekerja dengan memutus reaksi kimia, sedangkan foam membentuk lapisan di atas permukaan cairan untuk mencegah uap terbakar dan memadamkan api. CO2 juga dapat digunakan namun kurang efektif untuk cairan dalam jumlah besar.
Materi Terkait: Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem deteksi asap tipe aspirasi (aspirating smoke detector) memiliki keunggulan dalam hal ....
Kunci Jawaban: E
Detektor asap aspirasi (ASD) menggunakan sistem pipa dengan lubang hisap yang menghirup sampel udara dari area yang diproteksi secara kontinyu. Sampel udara dianalisis menggunakan laser atau LED. Sensitivitasnya jauh lebih tinggi dibanding detektor konvensional, mampu mendeteksi asap pada tahap incipient fire (sebelum api nyata muncul), sehingga memberikan waktu respons lebih awal.
Materi Terkait: Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem ventilasi mekanik untuk pengendalian asap pada koridor dan tangga darurat menggunakan metode pressurization bertujuan untuk ....
Kunci Jawaban: D
Metode pressurization (tekanan positif) digunakan untuk melindungi tangga darurat, koridor, atau ruang evakuasi dengan menciptakan tekanan udara yang lebih tinggi dibanding area sekitarnya. Perbedaan tekanan ini mencegah asap masuk ke area yang dilindungi, sehingga jalur evakuasi tetap bebas asap. Sistem ini diatur dalam NFPA 92 dan Permen PU No. 26 Tahun 2008.
Materi Terkait: Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Konstruksi tahan api dengan ketahanan api 4 jam (fire resistance rating 4 hours) biasanya diterapkan pada ....
Kunci Jawaban: B
Fire resistance rating 4 jam diterapkan pada komponen bangunan yang memerlukan perlindungan tertinggi, seperti dinding pemisah antar bangunan (fire wall) yang mencegah perambatan api ke bangunan lain, serta ruang penyimpanan bahan berbahaya (seperti tangki bahan bakar, ruang genset) yang berisiko tinggi. Rating ini diatur dalam SNI dan NFPA.
Materi Terkait: Pasangan Konstruksi Tahan Api
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Berdasarkan Permen PU No. 26 Tahun 2008, pintu darurat (exit door) pada bangunan gedung harus memenuhi persyaratan berikut, kecuali ....
Kunci Jawaban: B
Pintu darurat dilarang keras dikunci dari arah dalam yang dapat menghambat evakuasi[cite: 361]. Pintu harus selalu dapat dibuka dari dalam tanpa kunci menggunakan panic bar atau handle khusus[cite: 361, 363].
Materi Terkait: Sarana Jalan Keluar
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pencahayaan darurat untuk rambu evakuasi (exit sign) harus memenuhi intensitas pencahayaan minimal ....
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan standar NFPA 101 dan Permen PU No. 26 Tahun 2008, rambu evakuasi (exit sign) harus memiliki pencahayaan minimal 5 lux (0,5 foot-candle) pada permukaan rambu, atau rambu dapat berupa self-luminous (electroluminescent atau photoluminescent) yang memenuhi standar. Tujuannya memastikan rambu terlihat jelas dalam kondisi darurat saat listrik padam.
Materi Terkait: Pencahayaan Darurat
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam teknik penyuluhan kebakaran, evaluasi tingkat keberhasilan penyuluhan dapat dilakukan dengan metode ....
Kunci Jawaban: D
Evaluasi penyuluhan dapat dilakukan melalui pre-test (sebelum materi) dan post-test (setelah materi) untuk mengukur peningkatan pengetahuan; observasi langsung saat praktik penggunaan APAR atau evakuasi; serta umpan balik (feedback) dari peserta untuk mengetahui efektivitas metode dan materi penyuluhan. Kombinasi metode ini memberikan gambaran komprehensif tentang keberhasilan penyuluhan.
Materi Terkait: Teknik Dasar Penyuluhan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Berdasarkan Permendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, satuan kerja yang bertanggung jawab melaksanakan pencegahan kebakaran di tingkat kabupaten/kota adalah ....
Kunci Jawaban: C
Permendagri No. 16 Tahun 2020 mengatur bahwa di tingkat kabupaten/kota, pelaksana teknis pencegahan dan penanggulangan kebakaran adalah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar). Satuan ini memiliki tugas melaksanakan pembinaan, pengawasan, dan operasional penanggulangan kebakaran, serta penyuluhan dan pemberdayaan masyarakat di bidang kebakaran.
Materi Terkait: Pembagian wewenang penyelenggaraan sub urusan kebakaran berdasarkan UU No 23 Tahun 2014 dan Permendagri No 16 Tahun 2020, PP No 16 Tahun 2021, dan Permen PU No 25 Tahun 2008, dan Permen PU No 26 Tahun 2008
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem pipa tegak (standpipe) kelas I menurut SNI 03-1745-2000 memiliki ukuran outlet selang sebesar ....
Kunci Jawaban: C
SNI 03-1745-2000 tentang Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan Selang Kebakaran mengklasifikasikan standpipe kelas I dengan outlet berukuran 2,5 inci (65 mm) yang dirancang untuk penggunaan oleh petugas pemadam kebakaran. Kelas II memiliki outlet 1,5 inci (38 mm) untuk penggunaan penghuni. Kelas III kombinasi keduanya.
Materi Terkait: Sistem Pipa Tegak
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem sprinkler otomatis tipe deluge digunakan pada area dengan risiko kebakaran tinggi seperti ....
Kunci Jawaban: E
Sistem deluge memiliki kepala sprinkler yang selalu terbuka (tanpa bulb) dan katup utama yang aktif ketika detektor asap/panas terpicu. Air keluar dari semua kepala sprinkler secara bersamaan. Sistem ini digunakan pada area berisiko tinggi seperti ruang penyimpanan bahan berbahaya, hanggar pesawat, atau area dengan beban kebakaran tinggi yang membutuhkan pemadaman cepat dan menyeluruh.
Materi Terkait: Sistem Sprinkler Otomatis
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Pompa kebakaran (fire pump) dengan penggerak diesel harus dilengkapi dengan tangki bahan bakar yang mampu mensuplai operasi selama ....
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan standar NFPA 20 (Standard for Installation of Stationary Pumps for Fire Protection), pompa kebakaran dengan penggerak diesel harus dilengkapi tangki bahan bakar yang cukup untuk operasi minimal 6 jam pada kapasitas maksimum. Hal ini untuk memastikan keandalan sistem saat listrik padam dan kebakaran berlangsung lama.
Materi Terkait: Pompa Pemadam Kebakaran
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam pemeriksaan APAR secara berkala, komponen yang harus diperiksa setiap bulan meliputi ....
Kunci Jawaban: B
Pemeriksaan APAR bulanan (inspeksi visual) mencakup pengecekan pressure gauge (jarum harus di zona hijau), integritas segel dan pin pengaman (tidak rusak/tercabut), kondisi fisik tabung (karat, penyok, kebocoran), serta posisi APAR (mudah dijangkau, tidak terhalang). Pemeriksaan lebih mendalam (servis) dilakukan setiap tahun atau sesuai rekomendasi pabrikan.
Materi Terkait: Alat Pemadam Api Ringan (APAR)
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sistem deteksi kebakaran manual call point (MCP) harus dipasang pada lokasi yang mudah dijangkau dengan ketinggian ....
Kunci Jawaban: B
Manual call point (MCP) harus dipasang pada ketinggian yang mudah dijangkau oleh orang dewasa, umumnya antara 1,2 hingga 1,5 meter dari lantai. Penempatan ini sesuai dengan standar ergonomi dan aksesibilitas, serta harus berada di jalur evakuasi, dekat pintu keluar, dan tidak terhalang oleh perabotan. Diatur dalam SNI dan NFPA 72.
Materi Terkait: Sistem Deteksi dan Alarm Kebakaran
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam sistem pengendalian asap, kecepatan aliran udara minimal yang harus dipertahankan pada bukaan pintu menuju area yang dipressurisasi (seperti tangga darurat) untuk mencegah masuknya asap adalah ....
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan NFPA 92, kecepatan aliran udara (airflow velocity) minimal pada bukaan pintu untuk melawan tekanan termal asap adalah 1,5 m/detik (300 fpm) agar area evakuasi tetap aman[cite: 392, 393].
Materi Terkait: Ventilasi Mekanik dan Sistem Pengendalian Asap
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Bahan pelapis interior yang tergolong non-combustible (tidak mudah terbakar) antara lain ....
Kunci Jawaban: E
Material non-combustible adalah material yang tidak akan terbakar atau menghasilkan panas yang signifikan saat terpapar api, berdasarkan pengujian standar (ASTM E136 atau BS 476). Contohnya adalah beton, bata, keramik, plesteran, gypsum board, dan material mineral lainnya. Material ini direkomendasikan untuk area dengan risiko kebakaran tinggi.
Materi Terkait: Bahan Pelapis Interior
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Sarana jalan keluar (means of egress) untuk bangunan dengan okupansi lebih dari 500 orang harus memiliki lebar total minimal ....
Kunci Jawaban: D
SNI 03-1746-2000 menetapkan bahwa lebar total pintu keluar dan tangga darurat dihitung berdasarkan jumlah penghuni dengan faktor 0,65 cm per orang (atau 6,5 mm per orang) untuk bangunan dengan okupansi tinggi. Selain itu, setiap unit pintu keluar harus memiliki lebar minimal 0,9 meter. Perhitungan ini memastikan kapasitas evakuasi yang memadai.
Materi Terkait: Sarana Jalan Keluar
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Dalam penyuluhan kebakaran untuk masyarakat, materi yang harus diprioritaskan disampaikan adalah ....
Kunci Jawaban: C
Penyuluhan untuk masyarakat umum sebaiknya fokus pada materi yang aplikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari: pencegahan kebakaran di rumah (penyimpanan bahan mudah terbakar, instalasi listrik yang aman), prosedur evakuasi mandiri, cara menggunakan APAR sederhana (dry chemical powder), dan nomor darurat yang dapat dihubungi. Pendekatan praktis dan demonstrasi langsung lebih efektif dibanding teori mendalam.
Materi Terkait: Teknik Dasar Penyuluhan
Soal Khusus Member Bromax
Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.
Informasi mengenai jabatan Analis Kebakaran pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 17 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Analis Kebakaran
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah
Tips & Strategi Lolos SKB Analis Kebakaran
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.
3
Manajemen Waktu CAT
Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.
4
Evaluasi Melalui Tryout Rutin
Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Kebakaran, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB Analis Kebakaran
Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.
Materi SKB CPNS Analis Kebakaran menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.
Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait
Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.