Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Pengendali Dampak Lingkungan. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
2 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

PILIH FORMASI JABATAN / JENJANG:

Kemampuan Umum

1 Indikator
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Kemampuan Khusus

1 Indikator
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Kemampuan Umum

1 Indikator
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Kemampuan Khusus

1 Indikator
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Simulasi Tryout SKB CAT Pengendali Dampak Lingkungan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Pengendali Dampak Lingkungan Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Pengendali Dampak Lingkungan berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Pengendali Dampak Lingkungan & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

100 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/100
0%
Soal 1
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air disebut...
Kunci Jawaban: A
Menurut Pasal 1 angka 13 PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Baku Mutu Air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 2
Klasifikasi mutu air yang diperuntukkan bagi prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman menurut regulasi terbaru termasuk dalam...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Lampiran VI PP No. 22 Tahun 2021, air Kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman. Sedangkan Kelas 3 tidak mencakup peruntukan rekreasi air yang membutuhkan kontak langsung.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 3
Dokumen yang menyatakan pemenuhan Standar Teknis pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan disebut...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 1 angka 45, Surat Kelayakan Operasional (SLO) adalah surat yang memuat pernyataan pemenuhan Standar Teknis. Persetujuan Teknis (Pertek) adalah persetujuan atas standar teknisnya, sementara SLO adalah bukti bahwa standar tersebut telah dipenuhi setelah dilakukan verifikasi.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 4
Parameter udara ambien yang diukur secara rutin untuk menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menurut Permen LHK No. 14 Tahun 2020 meliputi, kecuali...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020, parameter ISPU meliputi PM10, PM2.5, SO2, CO, O3, NO2, dan HC. Karbon Dioksida (CO2) bukan merupakan parameter ISPU meskipun merupakan gas rumah kaca.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 5
Setiap orang yang menghasilkan Limbah B3 wajib melakukan penyimpanan Limbah B3. Jangka waktu penyimpanan Limbah B3 untuk limbah kategori 1 adalah maksimal...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 285, penghasil limbah B3 dapat menyimpan Limbah B3 kategori 1 paling lama 90 (sembilan puluh) hari sejak Limbah B3 dihasilkan.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 6
Upaya untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi disebut...
Kunci Jawaban: B
Menurut UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 54, pemulihan fungsi lingkungan hidup dilakukan dengan tahapan: pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 7
Kriteria Kerusakan Ekosistem Gambut dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut berada pada kedalaman lebih dari...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 57 Tahun 2016, salah satu kriteria kerusakan ekosistem gambut untuk fungsi budidaya adalah muka air tanah lebih dari 0,4 meter di bawah permukaan gambut.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 8
Prinsip dalam pengelolaan limbah B3 yang menekankan bahwa pencemar wajib membayar biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran yang dilakukannya disebut...
Kunci Jawaban: E
Polluter Pays Principle atau Prinsip Pencemar Membayar adalah prinsip di mana penanggung jawab usaha/kegiatan yang menimbulkan pencemaran wajib menanggung biaya pemulihan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 9
Bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan kesehatan disebut...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 1 angka 21 PP No. 22 Tahun 2021, B3 adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya dapat mencemarkan, merusak lingkungan, atau membahayakan manusia.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 10
Instrumen pencegahan pencemaran lingkungan hidup yang wajib dimiliki oleh usaha/kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 22 UU No. 32 Tahun 2009, setiap usaha dan/atau kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 11
Dalam pengendalian pencemaran laut, ukuran batas kadar unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di air laut disebut...
Kunci Jawaban: C
Pasal 1 angka 15 PP No. 22 Tahun 2021 mendefinisikan Baku Mutu Air Laut sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam Air Laut.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 12
Penanggung jawab usaha yang melakukan pembuangan emisi wajib memiliki...
Kunci Jawaban: D
Pasal 163 PP No. 22 Tahun 2021 menyebutkan bahwa setiap Penanggung Jawab usaha yang melakukan kegiatan Pembuangan Emisi wajib memiliki Persetujuan Teknis.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 13
Alat yang digunakan untuk memantau kualitas air secara kontinu dan otomatis di sungai disebut...
Kunci Jawaban: D
ONLIM (Online Monitoring) adalah sistem pemantauan kualitas air secara kontinu dan otomatis. Sedangkan SPARING adalah sistem pemantauan air limbah secara terus menerus untuk industri.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 14
Manakah di bawah ini yang merupakan simbol Limbah B3 untuk karakteristik 'Infeksius'?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Permen LHK No. 6 Tahun 2021, simbol limbah B3 karakteristik infeksius adalah lingkaran dengan tiga buah bulan sabit (Biohazard).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 15
Pengelolaan Limbah B3 dilakukan melalui tahapan berikut, kecuali...
Kunci Jawaban: C
Limbah B3 dilarang dicampur (Pasal 284 PP 22/2021). Tahapan pengelolaan meliputi pengurangan, penyimpanan, pengumpulan, pengangkutan, pemanfaatan, pengolahan, dan/atau penimbunan.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 16
Kegiatan remediasi dalam pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 yang dilakukan di lokasi lahan tersebut (tanpa memindahkan tanah) disebut...
Kunci Jawaban: B
Remediasi In-situ adalah pembersihan atau pemulihan lahan terkontaminasi yang dilakukan tepat di lokasi tanpa pemindahan media terkontaminasi.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 17
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, dokumen yang wajib disusun jika suatu usaha/kegiatan tidak memiliki Amdal atau UKL-UPL namun telah beroperasi adalah...
Kunci Jawaban: B
DELH (Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup) atau DPLH (Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen lingkungan bagi kegiatan yang sudah berjalan namun belum memiliki izin/dokumen lingkungan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 18
Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup akibat pertambangan batubara pada lahan kering dinilai dari...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan regulasi teknis, kerusakan lahan untuk kegiatan pertambangan dinilai dari parameter fisik seperti kedalaman galian, relief permukaan, erosi, dan penutupan vegetasi.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 19
Warna biru pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020: Hijau (Baik), Biru (Sedang), Kuning (Tidak Sehat), Merah (Sangat Tidak Sehat), dan Hitam (Berbahaya).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 20
Penanggung jawab usaha/kegiatan yang membuang air limbah ke laut wajib memenuhi...
Kunci Jawaban: A
Setiap kegiatan pembuangan limbah ke laut wajib memiliki Persetujuan Teknis yang menjamin pemenuhan Baku Mutu Air Limbah sehingga tidak melampaui Baku Mutu Air Laut (Pasal 133 PP 22/2021).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 21
Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mencabut PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta mengintegrasikan persetujuan lingkungan adalah...
Kunci Jawaban: E
PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan regulasi komprehensif (omnibus law turunan UU Cipta Kerja) yang mencabut berbagai PP sebelumnya, termasuk PP 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 22
Metode pemulihan lahan tercemar dengan menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi zat pencemar organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak beracun disebut...
Kunci Jawaban: E
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme (seperti bakteri atau jamur) untuk mendegradasi, mengurai, atau menetralkan bahan pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun di lingkungan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 23
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 71 Tahun 2014, ekosistem gambut dengan fungsi budidaya dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut lebih dalam dari...
Kunci Jawaban: C
Sesuai Pasal 23 ayat (3) PP No. 57 Tahun 2016, kriteria baku kerusakan ekosistem gambut dengan fungsi budidaya salah satunya diukur jika muka air tanah lebih dari 0,4 meter (40 cm) di bawah permukaan gambut.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 24
Alat pengendalian pencemaran udara yang memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikulat padat dari aliran gas buang industri adalah...
Kunci Jawaban: E
Cyclone Separator beroperasi menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel debu/padat yang memiliki massa jenis lebih besar dari gas buang yang mengalir berputar di dalamnya.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 25
Dalam proses pengolahan air limbah, proses lumpur aktif (activated sludge) merupakan metode pengolahan secara...
Kunci Jawaban: D
Proses lumpur aktif (activated sludge) adalah metode pengolahan limbah cair secara biologis aerobik, di mana mikroorganisme (lumpur aktif) digunakan untuk mendegradasi bahan organik dalam air limbah dengan bantuan aerasi.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 26
Dalam hierarki pengelolaan limbah B3, tindakan yang menempati prioritas pertama dan paling utama untuk dilakukan oleh penghasil limbah adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan prinsip pengelolaan lingkungan (termasuk UU 32/2009 dan PP 22/2021), hierarki paling atas dan prioritas utama adalah reduksi/pengurangan limbah pada sumbernya (source reduction).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 27
Parameter pencemaran air yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik secara biologis adalah...
Kunci Jawaban: B
Biochemical Oxygen Demand (BOD) mengukur kebutuhan oksigen biologis, yakni jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroorganisme aerobik untuk mendegradasi bahan organik dalam air.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 28
Sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021, dokumen lingkungan hidup yang diwajibkan bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak memiliki Dampak Penting namun tetap wajib memenuhi standar pengelolaan adalah...
Kunci Jawaban: B
Usaha/kegiatan yang tidak berdampak penting diwajibkan memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). SPPL ditujukan untuk yang dampaknya sangat kecil dan tidak wajib UKL-UPL.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 29
Penggunaan tanaman tertentu, seperti eceng gondok atau akar wangi, untuk menyerap, menguraikan, atau mengimobilisasi kontaminan pada tanah dan air dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: C
Fitoremediasi adalah teknologi pemulihan lingkungan yang menggunakan tumbuhan/tanaman (phyto) untuk menghilangkan, memindahkan, atau menghancurkan zat pencemar di tanah maupun air.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 30
Istilah 'Asas Tanggung Jawab Mutlak' (Strict Liability) dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH diterapkan terutama pada...
Kunci Jawaban: C
Pasal 88 UU No 32 Tahun 2009 mengatur Strict Liability (Tanggung Jawab Mutlak), di mana setiap orang yang tindakannya, usahanya menggunakan B3, menghasilkan limbah B3, dan/atau menimbulkan ancaman serius bertanggung jawab mutlak atas kerugian tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 31
Sebuah industri semen ingin mengendalikan partikulat halus yang keluar dari cerobong emisinya agar memenuhi baku mutu. Alat pengendali emisi yang paling efisien menangkap partikulat sub-mikron dengan menggunakan medan listrik adalah...
Kunci Jawaban: C
Electrostatic Precipitator (ESP) sangat efisien dalam menangkap partikel debu yang sangat halus (sub-mikron) dengan memberikan muatan listrik statis pada partikel, kemudian menariknya ke pelat bermuatan berlawanan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 32
Penentuan karakteristik limbah B3 dapat dilakukan melalui uji toksisitas untuk mengetahui kadar racunnya. Prosedur laboratorium yang standar digunakan untuk mengekstrak bahan yang dapat melindi (leaching) dari limbah adalah...
Kunci Jawaban: B
Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) adalah metode analisis laboratorium untuk menyimulasikan pelindian (leaching) dari limbah B3 ke dalam air tanah ketika ditimbun, sesuai standar regulasi lingkungan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 33
Lembaga pemantauan kualitas udara di Indonesia menggunakan parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan Peraturan Menteri LHK P.14/2020, nilai ISPU yang berada pada rentang 51 - 100 masuk ke dalam kategori...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan PermenLHK P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 tentang ISPU, kategori rentang nilai adalah: 0-50 (Baik), 51-100 (Sedang), 101-200 (Tidak Sehat), 201-300 (Sangat Tidak Sehat), dan >300 (Berbahaya).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 34
Pemulihan ekosistem gambut difokuskan pada prinsip '3R' dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Kepanjangan dari '3R' tersebut adalah...
Kunci Jawaban: B
Strategi pemulihan gambut oleh BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) mengacu pada 3R: Rewetting (pembasahan kembali), Revegetation (penanaman kembali), dan Revitalization (revitalisasi ekonomi masyarakat lokal).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 35
Pencemaran laut akibat tumpahan minyak (oil spill) dapat ditangani menggunakan bahan kimia yang berfungsi memecah lapisan minyak menjadi butiran kecil agar mudah terdegradasi secara alami. Bahan ini disebut...
Kunci Jawaban: B
Dispersan adalah zat kimia penyebar/pemecah yang digunakan pada tumpahan minyak di laut. Zat ini menurunkan tegangan permukaan minyak sehingga terpecah menjadi tetesan kecil (droplet) yang membaur dalam kolom air dan lebih mudah didegradasi oleh bakteri.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 36
Persetujuan Lingkungan merupakan prasyarat penerbitan Perizinan Berusaha. Bagi kegiatan yang wajib AMDAL, bentuk persetujuan lingkungannya berupa...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan PP 22/2021, untuk kegiatan wajib AMDAL, dokumen yang dikeluarkan sebagai bentuk Persetujuan Lingkungan adalah Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 37
Penipisan lapisan ozon di stratosfer berdampak pada meningkatnya radiasi UV-B ke bumi. Senyawa utama yang diatur dalam Protokol Montreal karena merusak lapisan ozon adalah...
Kunci Jawaban: B
Klorofluorokarbon (CFC) atau Bahan Perusak Ozon (BPO) adalah senyawa kimia yang sangat stabil di troposfer namun akan terurai oleh sinar UV di stratosfer menjadi atom klorin yang merusak molekul ozon (O3). Ini diatur dalam Protokol Montreal.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 38
Kegiatan dumping (pembuangan) limbah ke laut sangat dilarang kecuali untuk limbah tertentu dan dengan izin menteri. Aturan mengenai larangan dan syarat dumping di laut secara spesifik diatur dalam regulasi tentang...
Kunci Jawaban: D
Ketentuan mengenai Dumping (pembuangan limbah/bahan ke laut) diatur ketat dalam PP No. 22 Tahun 2021 (yang sebelumnya juga diatur dalam PP 101/2014 & Perpres). Hanya limbah spesifik (seperti material keruk non-B3, sisa penambangan lepas pantai tertentu) yang diizinkan dengan persetujuan ketat.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 39
Eutrofikasi di perairan tawar maupun pesisir disebabkan oleh pengayaan nutrisi yang berlebihan. Dua unsur utama penyebab eutrofikasi dari limbah pertanian dan domestik adalah...
Kunci Jawaban: C
Nitrogen (N) dan Fosfor (P) adalah unsur hara makro utama (sering berasal dari pupuk pertanian dan deterjen domestik) yang memicu ledakan populasi alga (algal bloom) dan menyebabkan eutrofikasi di perairan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Soal 40
Berdasarkan karakteristik limbah B3, limbah cair atau campuran cairan yang memiliki titik nyala (flash point) kurang dari atau sama dengan 60°C diklasifikasikan sebagai limbah yang memiliki karakteristik...
Kunci Jawaban: D
Sesuai dengan ketentuan PP No. 22 Tahun 2021, karakteristik limbah mudah menyala (ignitable/flammable) diberikan pada cairan yang memiliki titik nyala ≤ 60°C berdasarkan metode uji standar.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Soal 41
PRO
Sistem informasi yang digunakan untuk pelaporan manifest limbah B3 secara elektronik di Indonesia adalah...
Kunci Jawaban: B
FESTRONIK (Manifest Elektronik) adalah sistem yang digunakan untuk memantau pergerakan limbah B3 dari pengirim, pengangkut, hingga penerima secara real-time.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Setelah mendapatkan Persetujuan Teknis (Pertek) dan membangun sarana instalasi pengolahan limbah, pelaku usaha wajib mengajukan verifikasi untuk mendapatkan...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, setelah pembangunan fasilitas pengolahan limbah selesai (sesuai Pertek), harus dilakukan verifikasi oleh instansi lingkungan untuk menerbitkan SLO.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Kriteria 'Berbahaya' pada ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) ditetapkan apabila angka ISPU berada di atas...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020, rentang ISPU 300 ke atas dikategorikan sebagai 'Berbahaya' (Warna Hitam).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Metode pengolahan limbah B3 dengan cara pemanasan suhu tinggi menggunakan alat insinerator disebut...
Kunci Jawaban: A
Pengolahan limbah B3 secara termal dilakukan dengan proses oksidasi suhu tinggi (insinerasi) untuk menghancurkan senyawa berbahaya.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Dalam penentuan status mutu air, metode yang membandingkan parameter mutu air dengan baku mutu air dengan menjumlahkan skor parameter yang memenuhi atau melampaui baku mutu disebut...
Kunci Jawaban: A
Metode Storet digunakan untuk menentukan status mutu air dengan memberikan skor berdasarkan data pemantauan terhadap baku mutu air.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Penanganan tumpahan minyak di laut menggunakan bahan kimia untuk memecah molekul minyak menjadi butiran halus disebut penggunaan...
Kunci Jawaban: A
Dispersan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mendispersikan minyak di perairan sehingga mempercepat degradasi alami.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Salah satu syarat tempat penyimpanan limbah B3 adalah memiliki sistem tanggul dan saluran pengumpul ceceran yang bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: E
Prinsip teknis penyimpanan limbah B3 mewajibkan adanya containment (tanggul) untuk mencegah pencemaran lingkungan jika terjadi tumpahan atau kebocoran kemasan.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Pemanfaatan mikroorganisme (bakteri/jamur) untuk mendekontaminasi lahan yang tercemar minyak bumi disebut...
Kunci Jawaban: E
Bioremediasi adalah penggunaan organisme hidup (mikroba) untuk membersihkan zat pencemar dari lingkungan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Kewenangan penerbitan SLO (Surat Kelayakan Operasional) pembuangan air limbah bagi usaha yang berdampak nasional berada pada...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, kewenangan perizinan dan SLO mengikuti kewenangan Persetujuan Lingkungan yang diterbitkan oleh Menteri, Gubernur, atau Bupati/Walikota.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Parameter dominan yang menyebabkan terjadinya eutrofikasi di perairan tawar adalah...
Kunci Jawaban: C
Eutrofikasi adalah pengayaan nutrisi (terutama senyawa Fosfat dan Nitrat) yang berlebihan di perairan sehingga memicu ledakan populasi alga.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 51
PRO
Berikut ini adalah kriteria Limbah B3 dari sumber tidak spesifik menurut PP No. 22 Tahun 2021, yaitu...
Kunci Jawaban: B
Limbah B3 dari sumber tidak spesifik berasal bukan dari proses utama, melainkan dari kegiatan pendukung seperti pemeliharaan, pembersihan, dan lainnya.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 52
PRO
Status ekosistem laut yang menunjukkan kondisi padang lamun dikatakan 'Rusak' apabila persentase penutupan lamun adalah...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 200 Tahun 2004, penutupan lamun < 29,9% dikategorikan sebagai rusak/miskin.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 53
PRO
Penanggung jawab usaha yang dengan sengaja melakukan pembuangan limbah tanpa izin atau melampaui baku mutu dapat dikenakan sanksi pidana menurut UU PPLH. Hal ini merupakan perwujudan dari...
Kunci Jawaban: D
Pelanggaran baku mutu yang disengaja dan mengakibatkan pencemaran diatur dalam ketentuan pidana UU No. 32 Tahun 2009 (Pasal 98 - Pasal 100).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 54
PRO
Limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik umum memiliki jangka waktu penyimpanan paling lama...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 285, Limbah B3 kategori 2 dari sumber spesifik umum dapat disimpan paling lama 365 hari.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 55
PRO
Gas yang bersifat korosif dan dapat menyebabkan hujan asam akibat pembakaran bahan bakar fosil adalah...
Kunci Jawaban: A
SO2 dan NOx yang bereaksi dengan uap air di atmosfer akan membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang jatuh sebagai hujan asam.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 56
PRO
Program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian LHK disebut...
Kunci Jawaban: C
PROPER adalah instrumen pengawasan yang mendorong ketaatan perusahaan melalui penyajian peringkat kinerja (Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 57
PRO
Dalam pengelolaan limbah B3, dokumen 'Manifest' berfungsi untuk...
Kunci Jawaban: E
Manifest adalah dokumen resmi yang menyertai pengangkutan limbah B3 untuk memastikan limbah sampai di tujuan yang sah (Cradle to Grave).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 58
PRO
Parameter kimia dalam pemeriksaan kualitas air yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroba untuk menguraikan bahan organik disebut...
Kunci Jawaban: E
BOD mengukur konsumsi oksigen oleh mikroorganisme untuk mendegradasi bahan organik di dalam air secara biologis.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 59
PRO
Pengawasan lingkungan hidup yang dilakukan oleh Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH) dapat berupa pengawasan...
Kunci Jawaban: C
Pengawasan langsung dilakukan melalui verifikasi lapangan, sedangkan tidak langsung dilakukan melalui penelaahan laporan rutin (RKL-RPL).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 60
PRO
Alat pengendali pencemaran udara yang bekerja menggunakan prinsip gaya elektrostatik untuk menangkap partikulat halus pada cerobong industri disebut...
Kunci Jawaban: B
ESP menggunakan muatan listrik untuk menarik debu/partikulat ke pelat pengumpul sehingga udara yang keluar dari cerobong lebih bersih.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 61
PRO
Penimbunan limbah B3 kategori 1 wajib dilakukan di fasilitas penimbusan akhir (landfill) dengan kelas...
Kunci Jawaban: A
Landfill Kelas 1 memiliki spesifikasi teknis paling ketat (double liner) untuk menampung limbah B3 dengan tingkat bahaya tinggi (Kategori 1).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 62
PRO
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, apa yang dimaksud dengan 'Status Mutu Air'?
Kunci Jawaban: E
Status mutu air menunjukkan tingkatan kondisi mutu air yang dianalisis dengan membandingkan data mutu air terhadap Baku Mutu Air.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 63
PRO
Penanganan kerusakan lahan gambut dengan cara menutup saluran (dam) untuk menaikkan kembali muka air tanah disebut...
Kunci Jawaban: C
Rewetting (pembasahan kembali) dilakukan melalui pembangunan sekat kanal (canal blocking) agar gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 64
PRO
Manakah jenis limbah di bawah ini yang termasuk dalam Limbah B3 Kategori Bahaya 1?
Kunci Jawaban: E
Asam sulfat bekas memiliki sifat korosif dan berbahaya secara akut sehingga masuk kategori bahaya 1. Fly ash sekarang masuk kategori Non-B3 Terdaftar/Kategori 2.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 65
PRO
Instansi yang berwenang melakukan penetapan Kedaruratan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) skala nasional adalah...
Kunci Jawaban: C
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan memiliki wewenang mengoordinasikan penanggulangan dan menetapkan kedaruratan B3 sesuai mandat regulasi pengelolaan B3.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 66
PRO
Pengolahan limbah B3 secara biologi dengan teknik menanam tanaman tertentu yang mampu menyerap logam berat dari tanah disebut...
Kunci Jawaban: B
Fitoremediasi adalah penggunaan vegetasi untuk menghilangkan, memindahkan, atau menetralkan bahan pencemar di tanah atau air.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 67
PRO
Parameter udara 'Particulate Matter' (PM2.5) dianggap lebih berbahaya bagi kesehatan manusia dibandingkan PM10 karena...
Kunci Jawaban: E
PM2.5 memiliki diameter < 2,5 mikrometer, sehingga sangat halus dan dapat melewati sistem filtrasi saluran pernapasan atas.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 68
PRO
Penanggung jawab usaha/kegiatan wajib melakukan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3. Jika pemulihan tidak dilakukan, pemerintah dapat melakukan tindakan...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan UU PPLH, pemerintah memiliki kewenangan melaksanakan pemulihan (Tindakan Pemerintah) dan membebankan biayanya kepada penanggung jawab usaha.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 69
PRO
Alat bantu yang digunakan untuk mencegah penyebaran tumpahan minyak di permukaan air agar tidak meluas disebut...
Kunci Jawaban: A
Oil boom adalah pelampung pembatas (barikade) yang digunakan untuk melokalisir tumpahan minyak di air.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 70
PRO
Kegiatan pemantauan kualitas lingkungan wajib dilaporkan oleh pelaku usaha kepada instansi lingkungan hidup secara berkala setiap...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan kewajiban dalam RKL-RPL atau UKL-UPL, pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup wajib dilakukan setiap 6 bulan (per semester).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 71
PRO
Kebijakan mengenai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami perubahan signifikan dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. FABA dari PLTU saat ini ditetapkan sebagai...
Kunci Jawaban: D
Dalam PP Nomor 22 Tahun 2021, FABA dari pembakaran batubara di fasilitas PLTU dengan teknologi spesifik (seperti boiler PC atau CFB) dikeluarkan dari kategori limbah B3 dan ditetapkan sebagai Limbah Non-B3 Terdaftar, untuk mendorong pemanfaatannya (misal untuk paving block atau semen).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 72
PRO
Kriteria kerusakan terumbu karang diatur untuk pemantauan pesisir. Salah satu metode survei kuantitatif standar yang digunakan untuk mengukur persentase tutupan karang hidup adalah...
Kunci Jawaban: D
Line Intercept Transect (LIT) adalah metode ekologi standar internasional (termasuk yang direkomendasikan LIPI/BRIN) untuk menilai kerusakan dan persentase tutupan karang hidup di ekosistem terumbu karang.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 73
PRO
Sistem pelaporan elektronik yang diwajibkan oleh Kementerian LHK untuk melacak pergerakan limbah B3 dari penghasil (generator), pengangkut (transporter), hingga penerima (receiver) disebut...
Kunci Jawaban: A
Festronik (Manifest Elektronik) adalah sistem pelaporan data perjalanan limbah B3 secara elektronik untuk memudahkan pengawasan dan pelacakan dari sumber hingga tujuan akhirnya (cradle to grave).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 74
PRO
Gas pencemar sekunder tidak diemisikan langsung dari sumbernya, melainkan terbentuk melalui reaksi fotokimia di atmosfer. Contoh utama dari gas pencemar udara sekunder adalah...
Kunci Jawaban: D
Ozon permukaan (troposferik) merupakan pencemar sekunder yang terbentuk dari reaksi fotokimia antara Nitrogen Oksida (NOx) dan Volatile Organic Compounds (VOCs) dengan bantuan sinar matahari.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 75
PRO
Teknik pengelolaan kualitas udara di area pabrik cat atau pencetakan yang banyak menghasilkan Volatile Organic Compounds (VOCs) paling tepat menggunakan metode pemusnahan termal yang disebut...
Kunci Jawaban: C
Thermal oxidizer atau insinerator gas beroperasi pada suhu tinggi untuk membakar/mengoksidasi gas buang yang mengandung VOCs menjadi CO2 dan uap air, mencegah pencemaran toksik ke udara.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 76
PRO
Uji letalitas akut untuk menentukan kategori toksisitas limbah B3 sering menggunakan nilai LD50 (Lethal Dose 50). LD50 mendefinisikan dosis zat beracun yang...
Kunci Jawaban: E
Lethal Dose 50 (LD50) adalah ukuran standar toksisitas zat, yang berarti dosis tunggal bahan kimia (diukur dalam mg zat per kg berat badan) yang diprediksi mematikan 50% dari kelompok hewan uji pada percobaan akut.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 77
PRO
Berdasarkan PP 22 Tahun 2021, batas waktu penyimpanan limbah B3 Kategori 1 yang dihasilkan dengan volume 50 kg per hari atau lebih adalah...
Kunci Jawaban: D
Menurut regulasi limbah B3 (turunan PP 22/2021), penghasil limbah B3 kategori 1 sebanyak 50 kg/hari atau lebih berhak menyimpan paling lama 90 hari sebelum diserahkan ke pihak pengumpul/pengolah.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 78
PRO
Penumpukan atau peningkatan konsentrasi bahan pencemar (seperti logam berat merkuri) secara bertahap di dalam jaringan tubuh organisme melalui rantai makanan, dari tingkat trofik rendah ke tinggi, disebut...
Kunci Jawaban: C
Biomagnifikasi (perbesaran biologis) adalah peningkatan konsentrasi zat beracun, seperti merkuri atau DDT, secara berturut-turut di tingkat trofik yang lebih tinggi pada rantai makanan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 79
PRO
Sifat korosif pada limbah B3 ditentukan berdasarkan pH limbah. Suatu limbah cair dikatakan korosif apabila memiliki pH...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan pedoman uji karakteristik B3 (PP 22/2021), limbah cair dikategorikan korosif apabila menunjukkan derajat keasaman pH kurang dari atau sama dengan 2 (sangat asam), atau lebih besar dari atau sama dengan 12,5 (sangat basa).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 80
PRO
Keasaman air laut (Ocean Acidification) meningkat seiring penyerapan emisi gas rumah kaca berlebih. Gas apa yang melarut dalam air laut membentuk asam karbonat yang merusak struktur kalsium karbonat pada karang?
Kunci Jawaban: A
Karbon dioksida (CO2) di atmosfer larut dalam laut, bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3) yang melepaskan ion hidrogen, meningkatkan keasaman laut (penurunan pH) dan menghambat kalsifikasi terumbu karang.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 81
PRO
Sistem pengendalian tingkat air lindi (leachate) di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah dirancang untuk mencegah pencemaran terhadap...
Kunci Jawaban: D
Lindi (leachate) adalah cairan tercemar hasil rembesan air hujan melewati tumpukan sampah. Instalasi pengolahan lindi dan lapisan kedap air di TPA (geomembran) dirancang untuk mencegah infiltrasi lindi mencemari akuifer air tanah.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 82
PRO
Penyisihan fosfat dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berskala besar umumnya menggunakan bahan kimia pembentuk flok (koagulan). Salah satu bahan kimia yang sering digunakan adalah...
Kunci Jawaban: B
Tawas (Aluminium sulfat) berfungsi sebagai koagulan yang dapat bereaksi dengan fosfat terlarut membentuk presipitat tak larut (flok) yang kemudian diendapkan dalam tangki sedimentasi sekunder.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 83
PRO
Program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh KLHK, yang menggunakan kode warna (Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam) disebut...
Kunci Jawaban: D
PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan) adalah instrumen alternatif penataan dari KLHK untuk mengevaluasi kepatuhan perusahaan dengan indikator kinerja berkode warna dari Hitam (terburuk) hingga Emas (terbaik).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 84
PRO
Pada ekosistem pesisir, pengukuran parameter baku mutu kerusakan mangrove mencakup persentase tutupan tajuk dan...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan kriteria standar baku kerusakan mangrove (seperti dalam Kepmen LH No. 201/2004), status kerusakan ditentukan oleh dua parameter utama: persentase tutupan tajuk (%) dan kerapatan tegakan pohon (jumlah pohon/hektar).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 85
PRO
Pembuangan air bahang (cooling water) bersuhu tinggi dari kondensor PLTU ke perairan laut pesisir secara langsung tanpa pendinginan diatur dalam PP 22/2021 karena dapat menyebabkan fenomena...
Kunci Jawaban: C
Air bahang pendingin mesin yang dibuang langsung ke badan air akan menaikkan suhu perairan (Thermal Pollution/Pencemaran Termal). Kenaikan suhu secara drastis menurunkan kadar oksigen terlarut dan mengganggu metabolisme biota laut.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 86
PRO
Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor untuk kendaraan baru di Indonesia mengacu pada standar internasional yang bertujuan menurunkan emisi CO, HC, dan NOx. Standar emisi gas buang terkini yang diterapkan pemerintah secara bertahap adalah...
Kunci Jawaban: E
Indonesia terus memperketat baku mutu emisi gas buang kendaraan bermotor dengan mengadopsi standar EURO 4 (lewat Permen LHK 20/2017 untuk bensin/diesel) dan menuju EURO 6 secara bertahap untuk menekan pencemaran udara ambien.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 87
PRO
Teknik fitoremediasi di mana tanaman menyerap polutan dari tanah atau air lalu mentranslokasi dan menyimpannya di bagian daun atau batang yang dapat dipanen disebut...
Kunci Jawaban: C
Fitoekstraksi (phytoextraction) atau fitoakumulasi adalah proses tanaman menyerap kontaminan (seperti logam berat) melalui akar, memindahkannya ke tajuk (daun, batang) untuk diakumulasi, yang kemudian dipanen dan dimusnahkan secara aman.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 88
PRO
Dalam regulasi persetujuan lingkungan, suatu usaha yang dokumen AMDAL-nya telah dinilai dan disetujui, jika melakukan penambahan kapasitas produksi yang mengubah dampak lingkungan harus...
Kunci Jawaban: C
Perubahan spesifikasi usaha (penambahan kapasitas, perubahan teknologi) yang mengubah besaran dampak mewajibkan pemrakarsa mengubah Persetujuan Lingkungan melalui mekanisme penyusunan Adendum Andal RKL-RPL atau penyusunan UKL-UPL baru sesuai kriteria perubahannya (PP 22/2021).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 89
PRO
Limbah infeksius dari rumah sakit, seperti alat suntik dan jaringan tubuh, diklasifikasikan sebagai Limbah B3 dari sumber...
Kunci Jawaban: B
Sesuai Lampiran IX PP 22 Tahun 2021, limbah klinis/infeksius dari fasilitas pelayanan kesehatan masuk ke dalam daftar Limbah B3 dari sumber spesifik umum (kode limbah terkait aktivitas operasional spesifik fasilitas tersebut).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 90
PRO
Dalam perancangan insinerator limbah medis/B3, faktor '3T' sangat menentukan efisiensi penghancuran patogen dan senyawa organik beracun (seperti dioksin/furan). Faktor '3T' tersebut adalah...
Kunci Jawaban: E
Desain insinerator yang baik harus memenuhi kriteria 3T: Temperature (suhu tinggi >800°C atau 1200°C), Time (waktu retensi gas 2 detik), dan Turbulence (pengadukan turbulen udara & bahan bakar) agar pembakaran berjalan sempurna tanpa membentuk dioksin/furan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 91
PRO
Pengawasan terhadap kualitas tanah pertanian yang terkontaminasi tumpahan bahan bakar hidrokarbon dapat dipulihkan secara in-situ menggunakan teknik mencampur tanah dengan pupuk organik dan membajaknya secara berkala untuk aerasi. Teknik ini disebut...
Kunci Jawaban: A
Landfarming adalah metode bioremediasi ex-situ atau in-situ permukaan di mana tanah tercemar dihampar, diberi nutrisi, dan dibajak berkala (aerasi) untuk merangsang mikroba aerob mendegradasi polutan hidrokarbon.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 92
PRO
Dalam regulasi Pengelolaan Limbah B3, pemanfaatan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif pada tanur semen suhu tinggi (rotary kiln) dikenal dengan istilah...
Kunci Jawaban: A
Co-processing adalah penggunaan limbah B3 sebagai material alternatif atau bahan bakar alternatif (Alternative Fuel and Raw material) di dalam proses industri bersuhu tinggi seperti tanur putar pabrik semen, tanpa menghasilkan residu akhir.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 93
PRO
Sesuai regulasi tentang kualitas air limbah (Permen LHK No. 68 Tahun 2016 terkait Limbah Domestik), parameter mikroba indikator pencemaran feses yang menjadi acuan baku mutu air limbah domestik adalah...
Kunci Jawaban: E
Total Coliform (termasuk Fecal Coliform / E. coli) adalah bakteri indikator standar yang diatur baku mutunya dalam regulasi pembuangan limbah domestik, yang menunjukkan adanya pencemaran patogen dari kotoran manusia/hewan.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 94
PRO
Mekanisme pengelolaan limbah B3 jenis Elektronik (e-waste) mulai menerapkan konsep di mana produsen bertanggung jawab penuh terhadap barang elektronik purna pakainya. Konsep ini disebut...
Kunci Jawaban: B
Extended Producer Responsibility (EPR) adalah kebijakan di mana produsen memikul tanggung jawab atas dampak lingkungan hidup produk mereka sepanjang siklus hidup, termasuk pengambilan kembali (take-back), daur ulang, dan pembuangan akhirnya.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 95
PRO
Penurunan muka air tanah yang berlebihan akibat ekstraksi air tanah untuk industri tidak hanya memicu intrusi air laut tetapi juga pemadatan akuifer yang berujung pada...
Kunci Jawaban: D
Penyedotan air tanah berlebihan menyebabkan tekanan pori-pori di lapisan akuifer berkurang, mengakibatkan pemadatan formasi batuan (konsolidasi) yang bermanifestasi di permukaan sebagai penurunan muka tanah (land subsidence).
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 96
PRO
Label kemasan limbah B3 sangat penting untuk identifikasi bahaya. Warna dasar label untuk mengidentifikasi limbah beracun (Toxic) berdasarkan Permen LHK tentang pengemasan limbah B3 adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Permen LH No. 14 Tahun 2013 (dan perbaruan Permen LHK 6/2021), label limbah beracun (toxic) berbentuk belah ketupat dengan warna dasar putih, tulisan hitam, dan piktogram tengkorak bersilang di dalamnya.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 97
PRO
Dalam pengukuran Kualitas Udara Ambien Nasional (PP 22/2021), ada partikulat yang diukur berdasarkan diameternya yang sangat halus sehingga dapat menembus alveolus paru-paru. Parameter tersebut adalah...
Kunci Jawaban: D
PM 10 (Particulate Matter < 10 mikron) dan PM 2.5 (Particulate Matter < 2.5 mikron) adalah debu sangat halus yang dapat masuk sangat dalam ke saluran pernapasan (paru-paru/alveolus) dan diatur baku mutunya secara ketat di PP 22/2021.
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 98
PRO
Pada IPAL industri pabrik tekstil yang warna air limbahnya sangat pekat, metode fisika-kimia yang sering digunakan sebelum pengolahan biologi untuk menggumpalkan zat warna (dye) adalah...
Kunci Jawaban: D
Koagulasi dan flokulasi dengan penambahan bahan kimia kationik (seperti PAC atau tawas dan polimer) sangat umum memisahkan zat warna tersuspensi/koloid (decolorization) dalam limbah cair tekstil menjadi flok lumpur yang dapat diendapkan.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 99
PRO
Pemulihan lahan bekas tambang yang rusak akibat logam berat sering meninggalkan lubang (void) dan tanah asidik (Acid Mine Drainage). Upaya teknis pertama untuk menetralkan keasaman tanah/air asam tambang sebelum revegetasi biasanya dilakukan dengan penambahan...
Kunci Jawaban: D
Air dan tanah asam tambang (pH sangat rendah akibat oksidasi pirit) dinetralkan secara konvensional dengan bahan bersifat basa, yang paling umum, murah, dan efektif adalah pengapuran menggunakan kapur tohor, batu kapur (CaCO3), atau kapur padam.
Materi Terkait: Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 100
PRO
Berdasarkan PP 22 Tahun 2021, Pemerintah Daerah tidak berwenang untuk memberikan perizinan lingkungan jika jenis kegiatan usahanya merupakan...
Kunci Jawaban: B
Pasal pembagian kewenangan penerbitan Persetujuan Lingkungan di PP 22/2021 (dan UU Cipta Kerja) menyatakan bahwa kewenangan untuk proyek PMA (Penanaman Modal Asing) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) ditarik ke Pemerintah Pusat (Kementerian LHK).
Materi Terkait: Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Pengendali Dampak Lingkungan pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 30 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Pengendali Dampak Lingkungan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Pengendali Dampak Lingkungan

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.