Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Pertama
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Pengendali Dampak Lingkungan Terampil
Regulasi tentang pengendalian pencemaran dan kerusakan air, udara, lahan, ekosistem gambut, pesisir, laut, dan pengelolaan bahan dan limbah B3
Pengendalian Pencemaran dan Pemulihan Kerusakan Lingkungan
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengendali Dampak Lingkungan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan.
Soal 1
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air disebut...
A. Baku Mutu Air
B. Kriteria Kerusakan Lingkungan
C. Status Mutu Air
D. Baku Mutu Air Limbah
E. Ambang Batas Emisi
Jawaban: A
Menurut Pasal 1 angka 13 PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Baku Mutu Air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam air.
Soal 2
Klasifikasi mutu air yang diperuntukkan bagi prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman menurut regulasi terbaru termasuk dalam...
A. Kelas 3
B. Kelas 2
C. Kelas Khusus
D. Kelas 4
E. Kelas 1
Jawaban: B
Berdasarkan Lampiran VI PP No. 22 Tahun 2021, air Kelas 2 merupakan air yang peruntukannya dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pembudidayaan ikan air tawar, peternakan, dan air untuk mengairi pertanaman. Sedangkan Kelas 3 tidak mencakup peruntukan rekreasi air yang membutuhkan kontak langsung.
Soal 3
Dokumen yang menyatakan pemenuhan Standar Teknis pembuangan Air Limbah ke Badan Air Permukaan disebut...
A. Persetujuan Teknis (Pertek)
B. Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC)
C. Sertifikat Laik Operasi (SLO)
D. Surat Kelayakan Operasional (SLO)
E. Rekomendasi Lingkungan
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 1 angka 45, Surat Kelayakan Operasional (SLO) adalah surat yang memuat pernyataan pemenuhan Standar Teknis. Persetujuan Teknis (Pertek) adalah persetujuan atas standar teknisnya, sementara SLO adalah bukti bahwa standar tersebut telah dipenuhi setelah dilakukan verifikasi.
Soal 4
Parameter udara ambien yang diukur secara rutin untuk menentukan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menurut Permen LHK No. 14 Tahun 2020 meliputi, kecuali...
A. Karbon Dioksida (CO2)
B. Ozon (O3)
C. Karbon Monoksida (CO)
D. Sulfur Dioksida (SO2)
E. PM10 dan PM2.5
Jawaban: A
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020, parameter ISPU meliputi PM10, PM2.5, SO2, CO, O3, NO2, dan HC. Karbon Dioksida (CO2) bukan merupakan parameter ISPU meskipun merupakan gas rumah kaca.
Soal 5
Setiap orang yang menghasilkan Limbah B3 wajib melakukan penyimpanan Limbah B3. Jangka waktu penyimpanan Limbah B3 untuk limbah kategori 1 adalah maksimal...
A. 180 hari
B. 365 hari
C. 30 hari
D. 90 hari
E. 720 hari
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 Pasal 285, penghasil limbah B3 dapat menyimpan Limbah B3 kategori 1 paling lama 90 (sembilan puluh) hari sejak Limbah B3 dihasilkan.
Soal 6
Upaya untuk mengembalikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi disebut...
A. Pencegahan Pencemaran
B. Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup
C. Pemanfaatan Lingkungan
D. Mitigasi Bencana Lingkungan
E. Adaptasi Lingkungan
Jawaban: B
Menurut UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 54, pemulihan fungsi lingkungan hidup dilakukan dengan tahapan: pembersihan unsur pencemar, remediasi, rehabilitasi, dan restorasi.
Soal 7
Kriteria Kerusakan Ekosistem Gambut dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut berada pada kedalaman lebih dari...
A. 0,5 meter
B. 0,2 meter
C. 0,4 meter
D. 0,6 meter
E. 1,0 meter
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 71 Tahun 2014 sebagaimana telah diubah dengan PP No. 57 Tahun 2016, salah satu kriteria kerusakan ekosistem gambut untuk fungsi budidaya adalah muka air tanah lebih dari 0,4 meter di bawah permukaan gambut.
Soal 8
Prinsip dalam pengelolaan limbah B3 yang menekankan bahwa pencemar wajib membayar biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran yang dilakukannya disebut...
A. Precautionary Principle
B. Sustainable Development
C. Cradle to Grave
D. Cradle to Cradle
E. Polluter Pays Principle
Jawaban: E
Polluter Pays Principle atau Prinsip Pencemar Membayar adalah prinsip di mana penanggung jawab usaha/kegiatan yang menimbulkan pencemaran wajib menanggung biaya pemulihan.
Soal 9
Bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusak lingkungan hidup, dan/atau membahayakan kesehatan disebut...
A. Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
B. Polutan Fisik
C. Bahan Organik Terlarut
D. Limbah Domestik
E. Materi Partikulat
Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 1 angka 21 PP No. 22 Tahun 2021, B3 adalah bahan yang karena sifat, konsentrasi, dan/atau jumlahnya dapat mencemarkan, merusak lingkungan, atau membahayakan manusia.
Soal 10
Instrumen pencegahan pencemaran lingkungan hidup yang wajib dimiliki oleh usaha/kegiatan yang berdampak penting terhadap lingkungan hidup adalah...
A. Audit Lingkungan
B. DELH
C. Amdal
D. UKL-UPL
E. SPPL
Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 22 UU No. 32 Tahun 2009, setiap usaha dan/atau kegiatan yang memiliki dampak penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki Amdal.
Soal 11
Dalam pengendalian pencemaran laut, ukuran batas kadar unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di air laut disebut...
A. Baku Mutu Air Sungai
B. Indeks Pencemaran Laut
C. Baku Mutu Air Laut
D. Kriteria Kerusakan Pesisir
E. Status Ekosistem Laut
Jawaban: C
Pasal 1 angka 15 PP No. 22 Tahun 2021 mendefinisikan Baku Mutu Air Laut sebagai ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam Air Laut.
Soal 12
Penanggung jawab usaha yang melakukan pembuangan emisi wajib memiliki...
A. Izin Gangguan
B. Sertifikat Registrasi
C. Dokumen Evaluasi Lingkungan
D. Persetujuan Teknis Emisi
E. Izin Lingkungan
Jawaban: D
Pasal 163 PP No. 22 Tahun 2021 menyebutkan bahwa setiap Penanggung Jawab usaha yang melakukan kegiatan Pembuangan Emisi wajib memiliki Persetujuan Teknis.
Soal 13
Alat yang digunakan untuk memantau kualitas air secara kontinu dan otomatis di sungai disebut...
A. AQMS
B. CEMS
C. ISPU
D. ONLIM
E. SPARING
Jawaban: D
ONLIM (Online Monitoring) adalah sistem pemantauan kualitas air secara kontinu dan otomatis. Sedangkan SPARING adalah sistem pemantauan air limbah secara terus menerus untuk industri.
Soal 14
Manakah di bawah ini yang merupakan simbol Limbah B3 untuk karakteristik 'Infeksius'?
A. Ledakan
B. Lingkaran dengan tiga buah bulan sabit
C. Tanda seru
D. Tengkorak dan tulang silang
E. Nyala api
Jawaban: B
Berdasarkan Permen LHK No. 6 Tahun 2021, simbol limbah B3 karakteristik infeksius adalah lingkaran dengan tiga buah bulan sabit (Biohazard).
Soal 15
Pengelolaan Limbah B3 dilakukan melalui tahapan berikut, kecuali...
Kegiatan remediasi dalam pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3 yang dilakukan di lokasi lahan tersebut (tanpa memindahkan tanah) disebut...
A. Landfill
B. Remediasi In-situ
C. Remediasi Ex-situ
D. Insinerasi
E. Vitrifikasi
Jawaban: B
Remediasi In-situ adalah pembersihan atau pemulihan lahan terkontaminasi yang dilakukan tepat di lokasi tanpa pemindahan media terkontaminasi.
Soal 17
Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, dokumen yang wajib disusun jika suatu usaha/kegiatan tidak memiliki Amdal atau UKL-UPL namun telah beroperasi adalah...
A. SPPL
B. DELH atau DPLH
C. Andal Lalin
D. RKL-RPL
E. Addendum Amdal
Jawaban: B
DELH (Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup) atau DPLH (Dokumen Pengelolaan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen lingkungan bagi kegiatan yang sudah berjalan namun belum memiliki izin/dokumen lingkungan.
Soal 18
Kriteria baku kerusakan lingkungan hidup akibat pertambangan batubara pada lahan kering dinilai dari...
A. Kedalaman air sumur
B. Jumlah tenaga kerja
C. Nilai ekonomi lahan
D. Kerapatan vegetasi dan erosi tanah
E. Tingkat kebisingan
Jawaban: D
Berdasarkan regulasi teknis, kerusakan lahan untuk kegiatan pertambangan dinilai dari parameter fisik seperti kedalaman galian, relief permukaan, erosi, dan penutupan vegetasi.
Soal 19
Warna biru pada Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan kategori...
A. Berbahaya
B. Baik
C. Sedang
D. Tidak Sehat
E. Sangat Tidak Sehat
Jawaban: C
Berdasarkan Permen LHK No. 14 Tahun 2020: Hijau (Baik), Biru (Sedang), Kuning (Tidak Sehat), Merah (Sangat Tidak Sehat), dan Hitam (Berbahaya).
Soal 20
Penanggung jawab usaha/kegiatan yang membuang air limbah ke laut wajib memenuhi...
A. Baku Mutu Air Limbah dan Baku Mutu Air Laut
B. Baku Mutu Udara Ambien
C. Standar Air Minum
D. Baku Mutu Air Sungai
E. Kriteria Kerusakan Hutan Mangrove
Jawaban: A
Setiap kegiatan pembuangan limbah ke laut wajib memiliki Persetujuan Teknis yang menjamin pemenuhan Baku Mutu Air Limbah sehingga tidak melampaui Baku Mutu Air Laut (Pasal 133 PP 22/2021).
Soal 21
Peraturan Pemerintah (PP) terbaru yang mencabut PP No. 101 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta mengintegrasikan persetujuan lingkungan adalah...
A. PP Nomor 101 Tahun 2020
B. PP Nomor 82 Tahun 2001
C. PP Nomor 46 Tahun 2017
D. PP Nomor 27 Tahun 2012
E. PP Nomor 22 Tahun 2021
Jawaban: E
PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup merupakan regulasi komprehensif (omnibus law turunan UU Cipta Kerja) yang mencabut berbagai PP sebelumnya, termasuk PP 101/2014 tentang Pengelolaan Limbah B3.
Soal 22
Metode pemulihan lahan tercemar dengan menggunakan mikroorganisme untuk mendegradasi zat pencemar organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan tidak beracun disebut...
A. Insinerasi
B. Elektrokoagulasi
C. Solidifikasi
D. Fitoremediasi
E. Bioremediasi
Jawaban: E
Bioremediasi adalah pemanfaatan mikroorganisme (seperti bakteri atau jamur) untuk mendegradasi, mengurai, atau menetralkan bahan pencemar menjadi bahan yang kurang beracun atau tidak beracun di lingkungan.
Soal 23
Berdasarkan PP Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 71 Tahun 2014, ekosistem gambut dengan fungsi budidaya dinyatakan rusak apabila muka air tanah di lahan gambut lebih dalam dari...
A. 0,6 meter di bawah permukaan gambut
B. 0,8 meter di bawah permukaan gambut
C. 0,4 meter di bawah permukaan gambut
D. 1,0 meter di bawah permukaan gambut
E. 0,2 meter di bawah permukaan gambut
Jawaban: C
Sesuai Pasal 23 ayat (3) PP No. 57 Tahun 2016, kriteria baku kerusakan ekosistem gambut dengan fungsi budidaya salah satunya diukur jika muka air tanah lebih dari 0,4 meter (40 cm) di bawah permukaan gambut.
Soal 24
Alat pengendalian pencemaran udara yang memanfaatkan gaya sentrifugal untuk memisahkan partikulat padat dari aliran gas buang industri adalah...
A. Catalytic Converter
B. Baghouse Filter
C. Wet Scrubber
D. Electrostatic Precipitator (ESP)
E. Cyclone Separator
Jawaban: E
Cyclone Separator beroperasi menggunakan prinsip gaya sentrifugal untuk memisahkan partikel debu/padat yang memiliki massa jenis lebih besar dari gas buang yang mengalir berputar di dalamnya.
Soal 25
Dalam proses pengolahan air limbah, proses lumpur aktif (activated sludge) merupakan metode pengolahan secara...
A. Mekanis
B. Kimiawi
C. Termal
D. Biologis
E. Fisika
Jawaban: D
Proses lumpur aktif (activated sludge) adalah metode pengolahan limbah cair secara biologis aerobik, di mana mikroorganisme (lumpur aktif) digunakan untuk mendegradasi bahan organik dalam air limbah dengan bantuan aerasi.
Soal 26
Dalam hierarki pengelolaan limbah B3, tindakan yang menempati prioritas pertama dan paling utama untuk dilakukan oleh penghasil limbah adalah...
A. Reduksi (Pengurangan) limbah
B. Pengolahan limbah
C. Penimbunan limbah (Landfill)
D. Penyimpanan sementara
E. Pemanfaatan limbah
Jawaban: A
Berdasarkan prinsip pengelolaan lingkungan (termasuk UU 32/2009 dan PP 22/2021), hierarki paling atas dan prioritas utama adalah reduksi/pengurangan limbah pada sumbernya (source reduction).
Soal 27
Parameter pencemaran air yang menunjukkan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme untuk mengoksidasi bahan organik secara biologis adalah...
A. Total Suspended Solid (TSS)
B. Biochemical Oxygen Demand (BOD)
C. Dissolved Oxygen (DO)
D. Chemical Oxygen Demand (COD)
E. Total Dissolved Solid (TDS)
Jawaban: B
Biochemical Oxygen Demand (BOD) mengukur kebutuhan oksigen biologis, yakni jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroorganisme aerobik untuk mendegradasi bahan organik dalam air.
Soal 28
Sesuai dengan PP Nomor 22 Tahun 2021, dokumen lingkungan hidup yang diwajibkan bagi Usaha dan/atau Kegiatan yang tidak memiliki Dampak Penting namun tetap wajib memenuhi standar pengelolaan adalah...
A. SPPL
B. UKL-UPL
C. AMDAL
D. DPLH
E. DELH
Jawaban: B
Usaha/kegiatan yang tidak berdampak penting diwajibkan memiliki Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL). SPPL ditujukan untuk yang dampaknya sangat kecil dan tidak wajib UKL-UPL.
Soal 29
Penggunaan tanaman tertentu, seperti eceng gondok atau akar wangi, untuk menyerap, menguraikan, atau mengimobilisasi kontaminan pada tanah dan air dikenal dengan istilah...
A. Landfarming
B. Bioslurry
C. Fitoremediasi
D. Biostimulasi
E. Bioaugmentasi
Jawaban: C
Fitoremediasi adalah teknologi pemulihan lingkungan yang menggunakan tumbuhan/tanaman (phyto) untuk menghilangkan, memindahkan, atau menghancurkan zat pencemar di tanah maupun air.
Soal 30
Istilah 'Asas Tanggung Jawab Mutlak' (Strict Liability) dalam UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH diterapkan terutama pada...
A. Perusahaan yang belum memiliki dokumen AMDAL
B. Kegiatan perumahan yang belum memiliki sumur resapan
C. Kegiatan yang menggunakan, menghasilkan, dan/atau mengelola B3 yang menimbulkan ancaman serius
D. Masyarakat adat yang menebang pohon di hutan produksi
E. Industri rumah tangga yang membuang limbah domestik
Jawaban: C
Pasal 88 UU No 32 Tahun 2009 mengatur Strict Liability (Tanggung Jawab Mutlak), di mana setiap orang yang tindakannya, usahanya menggunakan B3, menghasilkan limbah B3, dan/atau menimbulkan ancaman serius bertanggung jawab mutlak atas kerugian tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan.
Soal 31
Sebuah industri semen ingin mengendalikan partikulat halus yang keluar dari cerobong emisinya agar memenuhi baku mutu. Alat pengendali emisi yang paling efisien menangkap partikulat sub-mikron dengan menggunakan medan listrik adalah...
A. Biofilter
B. Venturi Scrubber
C. Electrostatic Precipitator (ESP)
D. Cyclone
E. Gravity Settling Chamber
Jawaban: C
Electrostatic Precipitator (ESP) sangat efisien dalam menangkap partikel debu yang sangat halus (sub-mikron) dengan memberikan muatan listrik statis pada partikel, kemudian menariknya ke pelat bermuatan berlawanan.
Soal 32
Penentuan karakteristik limbah B3 dapat dilakukan melalui uji toksisitas untuk mengetahui kadar racunnya. Prosedur laboratorium yang standar digunakan untuk mengekstrak bahan yang dapat melindi (leaching) dari limbah adalah...
A. Uji Organoleptik
B. Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP)
C. Uji Nyala (Flammability test)
D. Uji LC50
E. Uji LD50
Jawaban: B
Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP) adalah metode analisis laboratorium untuk menyimulasikan pelindian (leaching) dari limbah B3 ke dalam air tanah ketika ditimbun, sesuai standar regulasi lingkungan.
Soal 33
Lembaga pemantauan kualitas udara di Indonesia menggunakan parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Berdasarkan Peraturan Menteri LHK P.14/2020, nilai ISPU yang berada pada rentang 51 - 100 masuk ke dalam kategori...
A. Sedang
B. Tidak Sehat
C. Baik
D. Berbahaya
E. Sangat Tidak Sehat
Jawaban: A
Berdasarkan PermenLHK P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2020 tentang ISPU, kategori rentang nilai adalah: 0-50 (Baik), 51-100 (Sedang), 101-200 (Tidak Sehat), 201-300 (Sangat Tidak Sehat), dan >300 (Berbahaya).
Soal 34
Pemulihan ekosistem gambut difokuskan pada prinsip '3R' dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove. Kepanjangan dari '3R' tersebut adalah...
A. Reduce, Reuse, Recycle
B. Rewetting, Revegetation, Revitalization
C. Remediation, Restitution, Rehabilitation
D. Rewetting, Reactivation, Recovery
E. Replace, Replant, Restore
Jawaban: B
Strategi pemulihan gambut oleh BRGM (Badan Restorasi Gambut dan Mangrove) mengacu pada 3R: Rewetting (pembasahan kembali), Revegetation (penanaman kembali), dan Revitalization (revitalisasi ekonomi masyarakat lokal).
Soal 35
Pencemaran laut akibat tumpahan minyak (oil spill) dapat ditangani menggunakan bahan kimia yang berfungsi memecah lapisan minyak menjadi butiran kecil agar mudah terdegradasi secara alami. Bahan ini disebut...
A. Katalisator
B. Dispersan
C. Koagulan
D. Absorben
E. Flokulan
Jawaban: B
Dispersan adalah zat kimia penyebar/pemecah yang digunakan pada tumpahan minyak di laut. Zat ini menurunkan tegangan permukaan minyak sehingga terpecah menjadi tetesan kecil (droplet) yang membaur dalam kolom air dan lebih mudah didegradasi oleh bakteri.
Soal 36
Persetujuan Lingkungan merupakan prasyarat penerbitan Perizinan Berusaha. Bagi kegiatan yang wajib AMDAL, bentuk persetujuan lingkungannya berupa...
A. Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup
B. Sertifikat Bebas Pencemaran
C. Rekomendasi UKL-UPL
D. Izin Pembuangan Limbah Cair
E. Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan
Jawaban: A
Berdasarkan PP 22/2021, untuk kegiatan wajib AMDAL, dokumen yang dikeluarkan sebagai bentuk Persetujuan Lingkungan adalah Keputusan Kelayakan Lingkungan Hidup (SKKL).
Soal 37
Penipisan lapisan ozon di stratosfer berdampak pada meningkatnya radiasi UV-B ke bumi. Senyawa utama yang diatur dalam Protokol Montreal karena merusak lapisan ozon adalah...
A. Metana (CH4)
B. Klorofluorokarbon (CFC)
C. Sulfur dioksida (SO2)
D. Karbon dioksida (CO2)
E. Dinitrogen oksida (N2O)
Jawaban: B
Klorofluorokarbon (CFC) atau Bahan Perusak Ozon (BPO) adalah senyawa kimia yang sangat stabil di troposfer namun akan terurai oleh sinar UV di stratosfer menjadi atom klorin yang merusak molekul ozon (O3). Ini diatur dalam Protokol Montreal.
Soal 38
Kegiatan dumping (pembuangan) limbah ke laut sangat dilarang kecuali untuk limbah tertentu dan dengan izin menteri. Aturan mengenai larangan dan syarat dumping di laut secara spesifik diatur dalam regulasi tentang...
A. Baku Mutu Emisi
B. Baku Mutu Air Laut
C. Pengelolaan Daerah Aliran Sungai
D. Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PP 22/2021 Bagian Pembuangan di Laut)
E. Rencana Tata Ruang Laut
Jawaban: D
Ketentuan mengenai Dumping (pembuangan limbah/bahan ke laut) diatur ketat dalam PP No. 22 Tahun 2021 (yang sebelumnya juga diatur dalam PP 101/2014 & Perpres). Hanya limbah spesifik (seperti material keruk non-B3, sisa penambangan lepas pantai tertentu) yang diizinkan dengan persetujuan ketat.
Soal 39
Eutrofikasi di perairan tawar maupun pesisir disebabkan oleh pengayaan nutrisi yang berlebihan. Dua unsur utama penyebab eutrofikasi dari limbah pertanian dan domestik adalah...
A. Sulfur dan Besi
B. Karbon dan Oksigen
C. Nitrogen dan Fosfor
D. Kalsium dan Magnesium
E. Kalium dan Klorida
Jawaban: C
Nitrogen (N) dan Fosfor (P) adalah unsur hara makro utama (sering berasal dari pupuk pertanian dan deterjen domestik) yang memicu ledakan populasi alga (algal bloom) dan menyebabkan eutrofikasi di perairan.
Soal 40
Berdasarkan karakteristik limbah B3, limbah cair atau campuran cairan yang memiliki titik nyala (flash point) kurang dari atau sama dengan 60°C diklasifikasikan sebagai limbah yang memiliki karakteristik...
A. Korosif (Corrosive)
B. Infeksius (Infectious)
C. Reaktif (Reactive)
D. Mudah Menyala (Ignitable)
E. Beracun (Toxic)
Jawaban: D
Sesuai dengan ketentuan PP No. 22 Tahun 2021, karakteristik limbah mudah menyala (ignitable/flammable) diberikan pada cairan yang memiliki titik nyala ≤ 60°C berdasarkan metode uji standar.
Soal 41
Premium
Sistem informasi yang digunakan untuk pelaporan manifest limbah B3 secara elektronik di Indonesia adalah...
Setelah mendapatkan Persetujuan Teknis (Pertek) dan membangun sarana instalasi pengolahan limbah, pelaku usaha wajib mengajukan verifikasi untuk mendapatkan...
Dalam penentuan status mutu air, metode yang membandingkan parameter mutu air dengan baku mutu air dengan menjumlahkan skor parameter yang memenuhi atau melampaui baku mutu disebut...
Penanggung jawab usaha yang dengan sengaja melakukan pembuangan limbah tanpa izin atau melampaui baku mutu dapat dikenakan sanksi pidana menurut UU PPLH. Hal ini merupakan perwujudan dari...
Parameter kimia dalam pemeriksaan kualitas air yang menunjukkan jumlah oksigen terlarut yang dibutuhkan mikroba untuk menguraikan bahan organik disebut...
Alat pengendali pencemaran udara yang bekerja menggunakan prinsip gaya elektrostatik untuk menangkap partikulat halus pada cerobong industri disebut...
Penanggung jawab usaha/kegiatan wajib melakukan pemulihan lahan terkontaminasi limbah B3. Jika pemulihan tidak dilakukan, pemerintah dapat melakukan tindakan...
A. Tindakan hukum berupa eksekusi paksa atau pemulihan oleh pihak ketiga atas biaya pencemar
Kebijakan mengenai Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mengalami perubahan signifikan dalam PP Nomor 22 Tahun 2021. FABA dari PLTU saat ini ditetapkan sebagai...
Kriteria kerusakan terumbu karang diatur untuk pemantauan pesisir. Salah satu metode survei kuantitatif standar yang digunakan untuk mengukur persentase tutupan karang hidup adalah...
Sistem pelaporan elektronik yang diwajibkan oleh Kementerian LHK untuk melacak pergerakan limbah B3 dari penghasil (generator), pengangkut (transporter), hingga penerima (receiver) disebut...
Gas pencemar sekunder tidak diemisikan langsung dari sumbernya, melainkan terbentuk melalui reaksi fotokimia di atmosfer. Contoh utama dari gas pencemar udara sekunder adalah...
Teknik pengelolaan kualitas udara di area pabrik cat atau pencetakan yang banyak menghasilkan Volatile Organic Compounds (VOCs) paling tepat menggunakan metode pemusnahan termal yang disebut...
Uji letalitas akut untuk menentukan kategori toksisitas limbah B3 sering menggunakan nilai LD50 (Lethal Dose 50). LD50 mendefinisikan dosis zat beracun yang...
A. Dilarutkan dalam 50 liter air murni
B. Dapat menginfeksi 50 macam spesies yang berbeda
C. Dapat membunuh 50 hewan uji dari 100 hewan dalam 24 jam
D. Membutuhkan 50 hari untuk menampakkan efek racun
E. Dapat mematikan 50% dari populasi hewan uji akibat paparan akut
Penumpukan atau peningkatan konsentrasi bahan pencemar (seperti logam berat merkuri) secara bertahap di dalam jaringan tubuh organisme melalui rantai makanan, dari tingkat trofik rendah ke tinggi, disebut...
Keasaman air laut (Ocean Acidification) meningkat seiring penyerapan emisi gas rumah kaca berlebih. Gas apa yang melarut dalam air laut membentuk asam karbonat yang merusak struktur kalsium karbonat pada karang?
Penyisihan fosfat dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik berskala besar umumnya menggunakan bahan kimia pembentuk flok (koagulan). Salah satu bahan kimia yang sering digunakan adalah...
Program penilaian peringkat kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang dikembangkan oleh KLHK, yang menggunakan kode warna (Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam) disebut...
Pembuangan air bahang (cooling water) bersuhu tinggi dari kondensor PLTU ke perairan laut pesisir secara langsung tanpa pendinginan diatur dalam PP 22/2021 karena dapat menyebabkan fenomena...
Baku Mutu Emisi Kendaraan Bermotor untuk kendaraan baru di Indonesia mengacu pada standar internasional yang bertujuan menurunkan emisi CO, HC, dan NOx. Standar emisi gas buang terkini yang diterapkan pemerintah secara bertahap adalah...
Teknik fitoremediasi di mana tanaman menyerap polutan dari tanah atau air lalu mentranslokasi dan menyimpannya di bagian daun atau batang yang dapat dipanen disebut...
Dalam regulasi persetujuan lingkungan, suatu usaha yang dokumen AMDAL-nya telah dinilai dan disetujui, jika melakukan penambahan kapasitas produksi yang mengubah dampak lingkungan harus...
A. Cukup melapor secara lisan kepada dinas setempat
B. Membayar denda administrasi tanpa merevisi dokumen
C. Menyusun Adendum Andal RKL-RPL atau UKL-UPL baru sesuai skala perubahan
Dalam perancangan insinerator limbah medis/B3, faktor '3T' sangat menentukan efisiensi penghancuran patogen dan senyawa organik beracun (seperti dioksin/furan). Faktor '3T' tersebut adalah...
Pengawasan terhadap kualitas tanah pertanian yang terkontaminasi tumpahan bahan bakar hidrokarbon dapat dipulihkan secara in-situ menggunakan teknik mencampur tanah dengan pupuk organik dan membajaknya secara berkala untuk aerasi. Teknik ini disebut...
Dalam regulasi Pengelolaan Limbah B3, pemanfaatan limbah B3 sebagai bahan bakar alternatif pada tanur semen suhu tinggi (rotary kiln) dikenal dengan istilah...
Sesuai regulasi tentang kualitas air limbah (Permen LHK No. 68 Tahun 2016 terkait Limbah Domestik), parameter mikroba indikator pencemaran feses yang menjadi acuan baku mutu air limbah domestik adalah...
Mekanisme pengelolaan limbah B3 jenis Elektronik (e-waste) mulai menerapkan konsep di mana produsen bertanggung jawab penuh terhadap barang elektronik purna pakainya. Konsep ini disebut...
Penurunan muka air tanah yang berlebihan akibat ekstraksi air tanah untuk industri tidak hanya memicu intrusi air laut tetapi juga pemadatan akuifer yang berujung pada...
Label kemasan limbah B3 sangat penting untuk identifikasi bahaya. Warna dasar label untuk mengidentifikasi limbah beracun (Toxic) berdasarkan Permen LHK tentang pengemasan limbah B3 adalah...
Dalam pengukuran Kualitas Udara Ambien Nasional (PP 22/2021), ada partikulat yang diukur berdasarkan diameternya yang sangat halus sehingga dapat menembus alveolus paru-paru. Parameter tersebut adalah...
Pada IPAL industri pabrik tekstil yang warna air limbahnya sangat pekat, metode fisika-kimia yang sering digunakan sebelum pengolahan biologi untuk menggumpalkan zat warna (dye) adalah...
Pemulihan lahan bekas tambang yang rusak akibat logam berat sering meninggalkan lubang (void) dan tanah asidik (Acid Mine Drainage). Upaya teknis pertama untuk menetralkan keasaman tanah/air asam tambang sebelum revegetasi biasanya dilakukan dengan penambahan...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Dampak Lingkungan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan
SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Dampak Lingkungan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.