Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pemahaman regulasi ASN: UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN; PP No. 11 Tahun 2017 jo. PP No. 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS
Pemahaman sistem pemerintahan dan kebijakan publik: UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan
Pengetahuan organisasi dan tata kerja Kementerian Kebudayaan (Perpres/Permen terkait struktur organisasi yang berlaku)
Pemahaman tugas pokok dan fungsi unit kerja di bidang kebudayaan
Wawasan kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika
Bahasa Indonesia sesuai PUEBI (Permendikbud No. 50 Tahun 2015 tentang Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia)
Kemampuan analisis dan pemecahan masalah
Kemampuan komunikasi lisan dan tulisan
Pemanfaatan teknologi informasi dasar: UU No. 11 Tahun 2008 jo. UU No. 19 Tahun 2016 tentang ITE
Etika profesi ASN: PP No. 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS
Pemahaman regulasi perfilman: UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman
Pemahaman lembaga sensor: Peraturan Pemerintah No. 18 Tahun 2014 tentang Lembaga Sensor Film
Pedoman penyensoran film dan iklan film (peraturan LSF yang berlaku)
Klasifikasi usia penonton dan kriteria kelayakan tayang
Analisis konten film dan media audiovisual (unsur kekerasan, pornografi, SARA, dll.)
Pengawasan hasil penyensoran dan kesesuaian dengan ketentuan yang berlaku
Pemahaman etika penyiaran: UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran
Literasi media dan perlindungan masyarakat dari konten negatif
Koordinasi dengan lembaga terkait (LSF, KPI, dll.)
Penyusunan laporan hasil pengawasan dan rekomendasi kebijakan
Pemanfaatan teknologi dalam distribusi dan pengawasan konten digital
Penanganan pengaduan masyarakat terkait konten film/siaran
Pemahaman aspek hukum pelanggaran konten
Manajemen arsip dan dokumentasi hasil sensor
Etika profesi dalam pengawasan konten budaya dan media
Simulasi Tryout SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pengawas Hasil Penyensoran.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN, manakah yang termasuk dalam kategori Pegawai ASN?
A. Hanya PNS
B. PNS dan PPPK
C. PNS, PPPK, dan Pegawai Kontrak Swasta
D. PNS dan Tenaga Honorer
E. Seluruh pegawai di instansi pemerintah baik tetap maupun tidak tetap
Jawaban: B
Menurut Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2023, Pegawai ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Soal 2
Prinsip utama yang harus dipegang dalam Administrasi Pemerintahan guna mencegah penyalahgunaan wewenang menurut UU No. 30 Tahun 2014 adalah...
A. Asas Prerogatif Pejabat
B. Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB)
C. Asas Sentralisasi Kekuasaan
D. Asas Kerahasiaan Negara
E. Asas Otonomi Daerah
Jawaban: B
UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan menekankan penggunaan Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) sebagai landasan bagi pejabat pemerintahan dalam menjalankan tugasnya.
Soal 3
Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memiliki tanda lulus sensor. Hal ini merupakan amanat dari...
A. UU No. 11 Tahun 2008
B. UU No. 20 Tahun 2023
C. PP No. 18 Tahun 2014
D. UU No. 32 Tahun 2002
E. UU No. 33 Tahun 2009
Jawaban: E
Pasal 57 UU No. 33 Tahun 2009 tentang Perfilman menyatakan bahwa setiap film dan iklan film yang akan diedarkan dan/atau dipertunjukkan wajib memperoleh sertifikat lulus sensor.
Soal 4
Lembaga Sensor Film (LSF) adalah lembaga tetap yang berkedudukan di bawah koordinasi kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang...
A. Komunikasi dan Informatika
B. Kebudayaan
C. Pariwisata
D. Pendidikan Dasar
E. Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawaban: B
Berdasarkan PP No. 18 Tahun 2014, LSF berada di bawah koordinasi menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kebudayaan.
Soal 5
Dalam klasifikasi usia penonton, kategori '13+' berarti film tersebut diperuntukkan bagi penonton usia...
A. Antara 13 sampai 15 tahun saja
B. Dewasa
C. Di bawah 13 tahun dengan pengawasan
D. 13 tahun atau lebih
E. Tepat 13 tahun
Jawaban: D
Klasifikasi usia 13+ dalam pedoman sensor film berarti diperuntukkan bagi penonton usia 13 tahun atau lebih.
Soal 6
Manakah dari unsur berikut yang menjadi alasan utama sebuah film dilarang tayang atau dipotong secara signifikan menurut kriteria penyensoran?
A. Aktor yang memiliki catatan kriminal
B. Penggunaan bahasa daerah yang tidak dimengerti
C. Kurangnya nilai estetika seni
D. Durasi film yang terlalu lama
E. Penonjolan kekerasan yang sadis dan pornografi
Jawaban: E
Pedoman penyensoran film melarang konten yang menonjolkan kekerasan berlebihan, pornografi, perjudian, serta konten yang dapat memicu konflik SARA.
Soal 7
UU No. 11 Tahun 2008 jo. UU No. 19 Tahun 2016 mengatur tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tindakan mendistribusikan konten bermuatan melanggar kesusilaan di internet diancam pidana sesuai pasal...
A. Pasal 45
B. Pasal 28
C. Pasal 32
D. Pasal 30
E. Pasal 27
Jawaban: E
Pasal 27 ayat (1) UU ITE mengatur larangan mendistribusikan, mentransmisikan, dan membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan.
Soal 8
Sesuai dengan PUEBI, penulisan gelar akademik yang benar adalah...
A. DR Ahmad Sudirman MPd
B. Dr. Ahmad Sudirman M.Pd.
C. Dr, Ahmad Sudirman M,Pd
D. Dr. Ahmad Sudirman, M.Pd.
E. Dr. Ahmad Sudirman, M.Pd
Jawaban: D
Menurut PUEBI, gelar akademik ditulis dengan tanda titik sebagai pemisah singkatan dan menggunakan koma setelah nama orang.
Soal 9
Salah satu nilai dalam Pancasila yang mendasari pentingnya sensor film untuk menjaga persatuan bangsa dan menghindari konflik antar-suku adalah sila ke-...
A. 5
B. 4
C. 1
D. 2
E. 3
Jawaban: E
Sila ke-3 (Persatuan Indonesia) menjadi dasar dalam menjaga integrasi bangsa dari konten yang berpotensi memecah belah melalui isu SARA.
Soal 10
Tugas utama seorang Pengawas Hasil Penyensoran adalah...
A. Menjual tiket bioskop di seluruh Indonesia
B. Memastikan film yang ditayangkan sesuai dengan hasil keputusan sensor dan klasifikasi usia
C. Memberikan izin edar kepada semua film tanpa melihat konten
D. Membuat skenario film dokumenter
E. Melakukan syuting film kebudayaan
Jawaban: B
Tugas pengawas adalah memastikan kepatuhan terhadap hasil penyensoran agar tidak ada pelanggaran saat penayangan di publik.
Soal 11
Kode Etik PNS yang mengatur tentang kewajiban menjaga rahasia negara diatur dalam...
A. PP No. 11 Tahun 2017
B. UU No. 30 Tahun 2014
C. PP No. 42 Tahun 2004
D. PP No. 53 Tahun 2010
E. UU No. 33 Tahun 2009
Jawaban: C
PP No. 42 Tahun 2004 tentang Pembinaan Jiwa Korps dan Kode Etik PNS mengatur prinsip perilaku, termasuk integritas dan kerahasiaan.
Soal 12
Lembaga yang berwenang mengawasi isi siaran di televisi dan radio berdasarkan UU No. 32 Tahun 2002 adalah...
A. Kemenkominfo
B. Kementerian Kebudayaan
C. KPI
D. Polri
E. LSF
Jawaban: C
Berdasarkan UU No. 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memiliki wewenang mengawasi isi siaran.
Soal 13
Dalam manajemen arsip hasil sensor, dokumen yang memuat catatan adegan yang harus dipotong disebut...
A. Laporan Penjualan Tiket
B. Surat Keputusan Sensor
C. Daftar Absensi
D. Sertifikat Lulus Sensor
E. Berita Acara Penyensoran
Jawaban: E
Berita Acara Penyensoran mencatat rincian proses sensor, termasuk bagian yang harus diperbaiki atau dipotong.
Soal 14
Literasi media bagi masyarakat bertujuan untuk...
A. Mewajibkan masyarakat menjadi penyensor film mandiri
B. Membuat masyarakat mampu memproduksi film mahal
C. Memberikan kemampuan analisis kritis terhadap konten media agar terlindung dari dampak negatif
D. Meningkatkan jumlah penonton bioskop
E. Menghapus semua iklan film di media sosial
Jawaban: C
Literasi media adalah edukasi agar publik cerdas memilah dan memilih konten yang layak konsumsi.
Soal 15
Bhinneka Tunggal Ika dalam konteks penyensoran berarti...
A. Melarang penggunaan bahasa daerah dalam dialog film
B. Menghormati keragaman budaya namun tetap menjaga keutuhan norma bangsa
C. Menyeragamkan seluruh budaya Indonesia dalam film
D. Hanya menyensor film dari luar negeri
E. Membiarkan semua konten berbau SARA demi kebebasan
Jawaban: B
Pengawasan harus sensitif terhadap keberagaman budaya (Bhinneka Tunggal Ika) tanpa mengorbankan norma persatuan.
Soal 16
Jika terjadi pengaduan masyarakat mengenai film di bioskop yang diduga tidak sesuai klasifikasi usia, tindakan awal pengawas adalah...
A. Menyalahkan masyarakat karena tidak melapor lebih cepat
B. Mengabaikan laporan jika tidak ada bukti video
C. Meminta sutradara film untuk meminta maaf secara terbuka
D. Melakukan verifikasi lapangan dan pengecekan STLS (Surat Tanda Lulus Sensor)
E. Langsung menutup bioskop tersebut
Jawaban: D
Langkah awal administratif dan pengawasan adalah verifikasi data dan pengecekan fakta di lapangan terkait kepatuhan terhadap klasifikasi.
Soal 17
Pemanfaatan teknologi dalam pengawasan konten digital saat ini sering menggunakan sistem 'crawling' atau 'filtering'. Hal ini relevan dengan...
A. UU ITE
B. UU ASN
C. UUD 1945
D. UU Perfilman
E. UU Administrasi Pemerintahan
Jawaban: A
UU ITE memberikan payung hukum bagi pemerintah untuk melakukan pemutusan akses terhadap konten negatif di ruang siber.
Soal 18
Dalam tata naskah dinas, penulisan nama jabatan untuk pengesahan surat yang benar adalah...
A. Kepala Biro Umum.
B. KEPALA BIRO UMUM,
C. KEPALA BIRO UMUM
D. Kepala Biro Umum
E. Kepala biro umum,
Jawaban: B
Dalam format surat dinas resmi Indonesia, penulisan jabatan penandatangan menggunakan huruf kapital seluruhnya dan diakhiri tanda koma.
Soal 19
Kriteria 'Kelayakan Tayang' sebuah film diatur secara spesifik dalam...
A. Keputusan Gubernur
B. AD/ART Bioskop
C. Peraturan Lembaga Sensor Film (LSF)
D. Instruksi Presiden
E. Peraturan Kapolri
Jawaban: C
Kriteria teknis dan substansi kelayakan tayang ditentukan melalui peraturan yang dikeluarkan oleh LSF sebagai otoritas sensor.
Soal 20
Manajemen PNS meliputi beberapa hal berikut, KECUALI...
A. Pengembangan karier
B. Pemilihan umum kepala daerah
C. Pangkat dan jabatan
D. Perlindungan dan kesejahteraan
E. Penyusunan dan penetapan kebutuhan
Jawaban: B
Manajemen PNS (PP No. 11/2017) mencakup siklus kerja PNS, namun tidak mencakup proses politik luar seperti Pemilukada.
Soal 21 Premium
Menurut PP No. 18 Tahun 2014, anggota Lembaga Sensor Film (LSF) berasal dari unsur...
Struktur organisasi Kementerian Kebudayaan diatur melalui peraturan presiden terbaru. Fokus utama unit kerja di bidang kebudayaan biasanya mencakup hal-hal berikut, KECUALI...
Seorang Pengawas menemukan bahwa sebuah bioskop menayangkan film '17+' untuk penonton berseragam SD. Tindakan pertama yang benar secara etika profesi adalah...
A. Membiarkan saja karena itu hak bioskop
B. Memposting di media sosial pribadi agar viral
C. Mendokumentasikan kejadian, menegur pengelola, dan melaporkan secara resmi ke atasan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengawas Hasil Penyensoran, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran
SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengawas Hasil Penyensoran tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.