SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama

  • Wawasan Umum Jabatan Pengendali Ekosistem Hutan
  • Wawasan Umum Terkait Lingkungan Hidup Dan Kehutanan
  • Peraturan, Data dan Informasi Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem
  • Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan
  • Peraturan, Data dan Informasi Pengendali Ekosistem Hutan
  • Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
  • Tata Hutan dan Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan
  • Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem
  • Pengendalian Perubahan Iklim
  • Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam

Pengendali Ekosistem Hutan Pemula

  • Wawasan regulasi terkait peraturan perundang-undangan lingkungan hidup dan kehutanan
  • Wawasan regulasi terkait peraturan perundang-undangan pelaksanaan kegiatan pengendali ekosistem hutan
  • Wawasan regulasi terkait peraturan perundangan jabatan fungsional PEH
  • Wawasan umum terkait lingkungan hidup dan kehutanan
  • Wawasan umum terkait pelaksanaan kegiatan pengendalian ekosistem hutan
  • Penyiapan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan
  • Pengembangan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan
  • Penyiapan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Konservasi Sumber Daya
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Konservasi Sumber Daya
  • Pengembangan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Konservasi Sumber Daya
  • Penyiapan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan
  • Pengembangan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Hutan Lestari
  • Penyiapan Pengendalian Ekosistem Hutan Bidang Pengendalian Perubahan Iklim
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan Bidang Pengendalian Perubahan Iklim
  • Pengembangan Pengendalian Ekosistem Hutan Bidang Pengendalian Perubahan Iklim
  • Penyiapan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Perhutanan Sosial
  • Pelaksanaan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Perhutanan Sosial
  • Pengembangan Pengendalian Ekosistem Hutan bidang Pengelolaan Perhutanan Sosial

Pengendali Ekosistem Hutan Terampil

  • Regulasi Kebijakan dan regulasi pengelolaan hutan dan kehutanan di Indonesia
  • Pengetahuan dasar dan wawasan umum bidang hutan dan kehutanan
  • Dasar dasar kehutanan
  • Pengetahuan dasar bidang pengendalian ekosistem hutan
  • Pengetahuan dasar bidang pengendalian ekosistem hutan

Simulasi Tryout SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Pengendali Ekosistem Hutan. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan.

Soal 1
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 74 Tahun 2020, yang dimaksud dengan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) adalah...
A. Pejabat struktural yang memimpin balai besar konservasi sumber daya alam
B. Pejabat yang mengelola administrasi perkantoran di lingkup kehutanan
C. Tenaga kontrak yang membantu pengamanan hutan di tingkat tapak
D. Pegawai yang bertugas melakukan penegakan hukum pidana di dalam kawasan hutan
E. Pejabat fungsional yang memiliki ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pengendalian ekosistem hutan
Jawaban: E
Menurut Permenpan RB No. 74 Tahun 2020, Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan pengendalian ekosistem hutan.
Soal 2
Dalam UU Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air dan mencegah banjir disebut...
A. Hutan Wisata
B. Hutan Konservasi
C. Hutan Lindung
D. Hutan Produksi
E. Hutan Suaka Alam
Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 1 angka 7 UU No. 41 Tahun 1999, Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
Soal 3
Instansi Pembina Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan adalah...
A. Badan Kepegawaian Negara
B. Kementerian Pertanian
C. Lembaga Administrasi Negara
D. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
E. Kementerian Dalam Negeri
Jawaban: D
Sesuai dengan ketentuan dalam Permenpan RB No. 74 Tahun 2020, Instansi Pembina Jabatan fungsional PEH adalah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Soal 4
Pengelolaan hutan lestari bertujuan untuk menjamin keberlanjutan fungsi hutan. Salah satu aspek utama dalam penilaian kinerja pengelolaan hutan produksi lestari adalah...
A. Aspek jumlah pegawai administrasi
B. Aspek penjualan bibit tanaman hias
C. Aspek kepastian hukum dan penataan kawasan
D. Aspek jumlah kunjungan wisata alam
E. Aspek luasan gedung perkantoran
Jawaban: C
Dalam konsep Pengelolaan Hutan Lestari (PHL), kriteria dan indikator mencakup aspek prasyarat (kepastian hukum/kawasan), aspek produksi, aspek ekologi, dan aspek sosial ekonomi.
Soal 5
Kegiatan penanaman pohon pada lahan di luar kawasan hutan untuk memperbaiki kondisi lingkungan disebut...
A. Restorasi
B. Reklamasi
C. Reboisasi
D. Penghijauan
E. Suksesi
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 76 Tahun 2008 tentang Rehabilitasi dan Reklamasi Hutan, Penghijauan adalah upaya rehabilitasi lahan di luar kawasan hutan untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi lahan.
Soal 6
Salah satu skema Perhutanan Sosial yang memberikan hak pengelolaan kepada lembaga desa untuk kesejahteraan masyarakat desa disebut...
A. Hutan Adat
B. Hutan Desa (HD)
C. Hutan Tanaman Rakyat (HTR)
D. Kemitraan Kehutanan
E. Hutan Kemasyarakatan (HKm)
Jawaban: B
Menurut Permen LHK No. 9 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Perhutanan Sosial, Hutan Desa adalah hutan negara yang dikelola oleh desa dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan desa.
Soal 7
Kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan dikenal dengan istilah...
A. SVLK
B. CORSIA
C. AMDAL
D. REDD+
E. PROPER
Jawaban: D
REDD+ (Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation) adalah mekanisme internasional untuk memberikan insentif bagi negara berkembang dalam menjaga hutannya guna pengendalian perubahan iklim.
Soal 8
Kawasan yang memiliki ciri khas tertentu, baik di darat maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya disebut...
A. Kawasan Suaka Alam
B. Kawasan Perkotaan
C. Kawasan Budi Daya
D. Kawasan Pertambangan
E. Kawasan Industri
Jawaban: A
Sesuai UU No. 5 Tahun 1990, Kawasan suaka alam adalah kawasan dengan ciri khas tertentu, baik di daratan maupun di perairan yang mempunyai fungsi pokok pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya.
Soal 9
Satuan wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami disebut...
A. Sempadan Sungai
B. Daerah Resapan air
C. Daerah Aliran Sungai (DAS)
D. Muara Sungai
E. Cekungan Air Tanah
Jawaban: C
Berdasarkan PP No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS, DAS adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air.
Soal 10
Dalam sistem klasifikasi PEH, jenjang jabatan PEH kategori keahlian dimulai dari jenjang...
A. PEH Pelaksana Pemula
B. PEH Terampil
C. PEH Ahli Madya
D. PEH Ahli Pertama
E. PEH Ahli Utama
Jawaban: D
Berdasarkan Permenpan RB No. 74 Tahun 2020, jenjang jabatan fungsional PEH keahlian terdiri dari: Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.
Soal 11
Inventarisasi hutan dilakukan untuk mengetahui kondisi kekayaan hutan. Inventarisasi hutan tingkat nasional dilakukan setiap...
A. 10 tahun sekali
B. 2 tahun sekali
C. 25 tahun sekali
D. 5 tahun sekali
E. 1 tahun sekali
Jawaban: D
Berdasarkan PP No. 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan, inventarisasi hutan tingkat nasional dilaksanakan paling sedikit 1 kali dalam 5 tahun.
Soal 12
Apa yang dimaksud dengan ekosistem hutan menurut teori dasar kehutanan?
A. Lahan kosong yang disiapkan untuk penanaman sawit
B. Kumpulan kayu yang siap ditebang untuk industri
C. Daerah yang dilarang dimasuki oleh manusia sama sekali
D. Kawasan yang hanya berisi pohon jati untuk produksi
E. Satuan unit komunitas yang terdiri atas tumbuhan, satwa, dan mikroorganisme beserta lingkungan abiotiknya yang saling berinteraksi
Jawaban: E
Ekosistem hutan adalah satu kesatuan fungsional antara komponen biotik (tumbuhan, satwa, mikroorganisme) dan abiotik (tanah, air, iklim) yang saling berinteraksi di wilayah hutan.
Soal 13
Gas Rumah Kaca (GRK) yang paling dominan dihasilkan dari sektor kehutanan akibat kebakaran hutan dan lahan adalah...
A. Karbon Dioksida (CO2)
B. Oksigen (O2)
C. Metana (CH4)
D. Nitrogen (N2)
E. Argon (Ar)
Jawaban: A
Karbon dioksida (CO2) adalah gas rumah kaca utama yang dilepaskan ke atmosfer saat terjadi pembakaran biomassa hutan dan lahan gambut.
Soal 14
Tata hutan merupakan kegiatan pengaturan ruang hutan. Hasil dari kegiatan tata hutan adalah pembagian kawasan hutan ke dalam...
A. Blok dan Petak
B. Provinsi dan Kabupaten
C. Kavling dan Blok
D. Zona dan Distrik
E. Lahan Budi Daya dan Lahan Kritis
Jawaban: A
Sesuai PP No. 23 Tahun 2021, tata hutan dilakukan melalui pembagian kawasan hutan dalam blok-blok berdasarkan ekosistem, tipe, fungsi, dan rencana pemanfaatan, serta pembagian lebih lanjut dalam petak-petak.
Soal 15
Upaya pengawetan keanekaragaman hayati secara ex-situ dilakukan di...
A. Hutan Lindung
B. Taman Nasional
C. Suaka Margasatwa
D. Kebun Binatang atau Kebun Raya
E. Cagar Alam
Jawaban: D
Konservasi ex-situ adalah pelestarian keanekaragaman hayati di luar habitat aslinya, seperti kebun raya, kebun binatang, dan bank benih.
Soal 16
Dalam skema Kemitraan Kehutanan, kerja sama dilakukan antara...
A. LSM internasional dengan TNI
B. Pengelola Hutan atau Pemegang Perizinan Berusaha dengan Masyarakat Setempat
C. Antar perusahaan kayu swasta saja
D. Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Asing
E. Kementerian Kehutanan dengan Kementerian Keuangan
Jawaban: B
Kemitraan Kehutanan adalah kerja sama antara masyarakat setempat dengan pengelola hutan, pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan, atau pemegang persetujuan penggunaan kawasan hutan.
Soal 17
Penetapan indikator kinerja pengelolaan DAS meliputi aspek lahan, hidrologi, sosial ekonomi, investasi bangunan air, dan kelembagaan. Parameter kekeruhan air masuk dalam kriteria...
A. Kriteria Kelembagaan
B. Kriteria Hidrologi
C. Kriteria Ekonomi
D. Kriteria Sosial
E. Kriteria Lahan
Jawaban: B
Parameter hidrologi dalam evaluasi DAS meliputi fluktuasi debit, koefisien regim sungai, muatan sedimen, dan kualitas air (termasuk kekeruhan).
Soal 18
Salah satu bentuk adaptasi perubahan iklim di sektor kehutanan adalah...
A. Peningkatan penggunaan energi fosil
B. Pembukaan lahan dengan cara membakar
C. Pembangunan sistem peringatan dini bencana banjir dan kekeringan
D. Pembangunan pabrik semen di kawasan hutan
E. Pengurangan luas kawasan konservasi
Jawaban: C
Adaptasi perubahan iklim adalah upaya meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim, salah satunya melalui sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana.
Soal 19
Kegiatan yang dilakukan oleh PEH untuk memberikan informasi dan bimbingan teknis kepada masyarakat mengenai tata cara perlindungan ekosistem hutan disebut...
A. Audit Finansial
B. Penyidikan
C. Bimbingan Teknis atau Sosialisasi
D. Pemasaran Produk
E. Interogasi
Jawaban: C
PEH melakukan bimbingan teknis atau sosialisasi sebagai bagian dari tugas pengendalian ekosistem hutan untuk memberdayakan masyarakat. Istilah penyuluhan dihindari agar tidak tertukar dengan tugas utama Jabatan Fungsional Penyuluh Kehutanan.
Soal 20
Undang-Undang yang menjadi landasan utama mengenai Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia adalah...
A. UU No. 41 Tahun 1999
B. UU No. 18 Tahun 2013
C. UU No. 37 Tahun 2014
D. UU No. 32 Tahun 2009
E. UU No. 5 Tahun 1990
Jawaban: D
UU No. 32 Tahun 2009 adalah peraturan payung (umbrella act) yang mengatur mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Soal 21
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah disebut...
A. Hutan Produksi
B. Hutan Lindung
C. Hutan Konservasi
D. Hutan Wisata
E. Hutan Suaka Alam
Jawaban: B
Menurut UU No. 41 Tahun 1999 Pasal 1 angka 8, Hutan Lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
Soal 22
Kegiatan mengamati, mencatat, dan mengolah data mengenai kondisi fisik, biologis, dan sosial ekonomi di suatu kawasan hutan secara periodik merupakan bagian dari...
A. Perlindungan Hutan
B. Pengukuhan Kawasan
C. Rehabilitasi Hutan
D. Eksploitasi Hutan
E. Pemantauan (Monitoring) Ekosistem
Jawaban: E
Pemantauan atau monitoring ekosistem adalah kegiatan pengumpulan data secara berkala untuk mengetahui perubahan kondisi hutan baik dari aspek biotik maupun abiotik guna pengambilan keputusan manajemen.
Soal 23
Prinsip dasar silvikultur yang menekankan pada permudaan alam dengan menebang pohon-pohon yang sudah masak tebang namun tetap menjaga keberlanjutan tegakan sisa disebut...
A. Sistem Celah (Gap)
B. Land Clearing
C. Tebang Habis dengan Permudaan Buatan
D. Agroforestry
E. Tebang Pilih Tanam Indonesia
Jawaban: E
Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) adalah sistem silvikultur yang mengatur penebangan pohon berdasarkan batas diameter tertentu dan mewajibkan penanaman/pemeliharaan tegakan sisa untuk menjamin kelestarian hutan.
Soal 24
Kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi disebut...
A. Taman Nasional
B. Cagar Alam
C. Taman Hutan Raya
D. Suaka Margasatwa
E. Hutan Produksi Terbatas
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, Pasal 1 angka 14 menegaskan definisi Taman Nasional sebagai kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi.
Soal 25
Cabang ilmu kehutanan yang mempelajari tentang cara identifikasi, penamaan, dan klasifikasi jenis-jenis pohon disebut...
A. Dendrologi
B. Inventarisasi Hutan
C. Hasil Hutan Bukan Kayu
D. Silvikultur
E. Ekologi Hutan
Jawaban: A
Dendrologi berasal dari kata 'dendron' (pohon) dan 'logos' (ilmu), yang secara spesifik mempelajari identifikasi dan taksonomi jenis pohon dalam kehutanan.
Soal 26
Kegiatan untuk memulihkan, mempertahankan, dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas, dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga disebut...
A. Rehabilitasi Hutan dan Lahan
B. Konservasi Sumber Daya
C. Konversi Kawasan
D. Eksploitasi Lahan
E. Reboisasi Terpadu
Jawaban: A
Definisi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) sesuai regulasi adalah upaya memulihkan fungsi hutan dan lahan yang rusak atau kritis.
Soal 27
Status hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah disebut...
A. Hutan Adat
B. Hutan Negara
C. Hutan Hak
D. Hutan Desa
E. Hutan Rakyat
Jawaban: B
Pasal 1 UU No. 41 Tahun 1999 menyatakan bahwa Hutan Negara adalah hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah.
Soal 28
Interaksi antara komponen biotik (makhluk hidup) dan abiotik (lingkungan fisik) dalam suatu kawasan hutan membentuk suatu sistem yang disebut...
A. Biosfer
B. Relung (Niche)
C. Komunitas Biologi
D. Ekosistem Hutan
E. Habitat
Jawaban: D
Ekosistem hutan adalah suatu kesatuan fungsional antara komponen biotik (flora, fauna, mikroorganisme) dan abiotik (tanah, air, iklim) di wilayah hutan.
Soal 29
Penanaman kembali kawasan hutan yang telah gundul atau rusak dengan jenis pohon hutan disebut...
A. Sertifikasi Hutan
B. Permudaan Alam
C. Penghijauan
D. Reboisasi
E. Restorasi Ekosistem
Jawaban: D
Reboisasi secara spesifik merujuk pada kegiatan penanaman kembali pada kawasan hutan, sedangkan penghijauan dilakukan di luar kawasan hutan.
Soal 30
Salah satu fungsi ekonomi hutan adalah menghasilkan 'Hasil Hutan Bukan Kayu' (HHBK). Manakah di bawah ini yang termasuk contoh HHBK?
A. Balok meranti
B. Chip kayu untuk kertas
C. Tiang pancang kayu ulin
D. Madu, rotan, dan getah pinus
E. Papan jati
Jawaban: D
HHBK adalah hasil hutan hayati baik nabati maupun hewani beserta produk turunan dan budidayanya kecuali kayu yang berasal dari hutan.
Soal 31
Peraturan Pemerintah nomor berapakah yang mengatur tentang Penyelenggaraan Kehutanan sebagai aturan pelaksana UU Cipta Kerja?
A. PP No. 23 Tahun 2021
B. PP No. 37 Tahun 2012
C. PP No. 44 Tahun 2004
D. PP No. 6 Tahun 2007
E. PP No. 10 Tahun 2010
Jawaban: A
PP No. 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan merupakan regulasi terbaru pasca UU Cipta Kerja yang mencabut beberapa aturan sebelumnya.
Soal 32
Upaya untuk mencegah dan membatasi kerusakan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang disebabkan oleh perbuatan manusia, ternak, kebakaran, daya alam, hama, serta penyakit disebut...
A. Pengolahan Hutan
B. Inventarisasi Hutan
C. Pemanfaatan Hutan
D. Perlindungan Hutan
E. Rehabilitasi Hutan
Jawaban: D
Perlindungan hutan bertujuan agar fungsi hutan (lindung, produksi, konservasi) dapat tercapai secara optimal dan lestari dengan meminimalkan gangguan.
Soal 33
Hutan yang tumbuh di wilayah pesisir yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut dan didominasi oleh spesies pohon seperti Avicennia dan Rhizophora disebut...
A. Hutan Musim
B. Hutan Rawa Gambut
C. Hutan Hujan Tropis
D. Hutan Kerangas
E. Hutan Mangrove
Jawaban: E
Hutan mangrove adalah tipe hutan yang khas di daerah litoral (pantai) yang terkena pasang surut dengan komposisi jenis pohon tertentu.
Soal 34
Satuan unit terkecil pengelolaan hutan di Indonesia yang memiliki kepastian hukum dan tata kelola yang jelas disebut...
A. Blok Inti
B. Hutan Desa
C. Areal Penggunaan Lain
D. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
E. Wilayah Kelola Rakyat
Jawaban: D
KPH adalah wilayah pengelolaan hutan sesuai fungsi pokok dan peruntukannya, yang dapat dikelola secara efisien dan lestari.
Soal 35
Jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang belum terurai sempurna di lingkungan yang jenuh air disebut...
A. Tanah Latosol
B. Tanah Aluvial
C. Tanah Podsolik
D. Tanah Grumusol
E. Tanah Gambut (Organosol)
Jawaban: E
Tanah gambut terbentuk dari materi organik (sisa vegetasi) yang menumpuk selama ribuan tahun dalam kondisi anaerob/tergenang.
Soal 36
Berikut ini yang merupakan tugas pokok seorang Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) berdasarkan jabatan fungsionalnya adalah...
A. Melakukan kegiatan teknis pengendalian ekosistem hutan
B. Menyusun undang-undang kehutanan
C. Menjual hasil hutan ke luar negeri
D. Melakukan penebangan kayu di hutan produksi
E. Melakukan penegakan hukum tindak pidana kehutanan
Jawaban: A
PEH berfokus pada penyiapan, pelaksanaan, pengembangan, pemantauan dan pengevaluasian di bidang pengendalian ekosistem hutan.
Soal 37
Kemampuan hutan untuk menyerap gas karbondioksida (CO2) dari atmosfer dan menyimpannya dalam biomassa pohon disebut sebagai...
A. Oksidasi Gambut
B. Respirasi Hutan
C. Daur Karbon
D. Sekuestrasi Karbon
E. Emisi Karbon
Jawaban: D
Sekuestrasi karbon adalah proses penangkapan dan penyimpanan CO2 dari atmosfer ke dalam penyerap karbon (seperti hutan) melalui fotosintesis.
Soal 38
Indikator kesehatan hutan yang diukur dari kerapatan tajuk, pertumbuhan diameter, dan tingkat kerusakan pohon secara visual disebut...
A. Komposisi jenis
B. Daya dukung lahan
C. Kualitas tempat tumbuh
D. Struktur tegakan
E. Vitalitas pohon
Jawaban: E
Vitalitas mencerminkan kondisi kesehatan individu pohon atau tegakan yang dilihat dari performa fisik dan pertumbuhannya.
Soal 39
Alat yang umum digunakan oleh rimbawan untuk mengukur diameter pohon setinggi dada (DBH) adalah...
A. Altimeter
B. GPS
C. Pita diameter (phi-band) atau Caliper
D. Kompas Suunto
E. Haga Hypsometer
Jawaban: C
Pita diameter (phi-band) sudah dikalibrasi untuk membaca keliling sebagai diameter, sedangkan caliper mengukur diameter secara langsung.
Soal 40
Sistem zonasi di Taman Nasional yang ditetapkan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat tradisional yang sudah ada sebelum kawasan ditetapkan adalah...
A. Zona Tradisional
B. Zona Rehabilitasi
C. Zona Rimba
D. Zona Pemanfaatan
E. Zona Inti
Jawaban: A
Zona Tradisional diperuntukkan guna kepentingan pemanfaatan tradisional oleh masyarakat setempat yang memiliki ketergantungan sejarah terhadap kawasan tersebut.
Soal 41
Berdasarkan Peraturan Menteri PANRB Nomor 74 Tahun 2020, tugas pokok jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan adalah...
A. Menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi, dan mengembangkan pengendalian ekosistem hutan
B. Menyusun anggaran pendapatan dan belanja kementerian di sektor lingkungan hidup
C. Melaksanakan penyuluhan kehutanan kepada masyarakat sekitar kawasan hutan
D. Melakukan patroli dan penegakan hukum tindak pidana kehutanan secara yustisial
E. Memungut penerimaan negara bukan pajak dari sektor pemanfaatan hasil hutan
Jawaban: A
Berdasarkan Pasal 5 Permenpan RB Nomor 74 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, tugas pokoknya adalah melaksanakan pengendalian ekosistem hutan yang meliputi penyiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan pengembangan.
Soal 42
Kedudukan Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) merupakan jabatan fungsional kategori...
A. Keterampilan dan Keahlian
B. Keterampilan dan Pelaksana
C. Administrasi dan Pengawas
D. Keahlian dan Struktural
E. Keahlian dan Pimpinan Tinggi
Jawaban: A
Berdasarkan Permenpan RB Nomor 74 Tahun 2020, Jabatan Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) terdiri dari kategori keterampilan (mulai dari Terampil hingga Penyelia) dan kategori keahlian (mulai dari Ahli Pertama hingga Ahli Utama).
Soal 43
Dalam jenjang jabatan fungsional PEH kategori Keahlian, jenjang yang paling tinggi adalah...
A. PEH Penyelia
B. PEH Ahli Utama
C. PEH Ahli Muda
D. PEH Ahli Pertama
E. PEH Ahli Madya
Jawaban: B
Berdasarkan Permenpan RB No. 74 Tahun 2020 Pasal 6, jenjang jabatan fungsional PEH kategori Keahlian dari yang terendah sampai tertinggi adalah Ahli Pertama, Ahli Muda, Ahli Madya, dan Ahli Utama.
Soal 44
Salah satu hasil kerja (output) dari seorang PEH Ahli Pertama dalam unsur pelaksanaan pengendalian ekosistem hutan adalah...
A. Surat Perintah Penyidikan Kehutanan
B. Undang-Undang Konservasi baru
C. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN)
D. Laporan hasil identifikasi potensi dan masalah ekosistem hutan
E. Rencana Induk Kehutanan Nasional
Jawaban: D
Menurut rincian kegiatan PEH dalam Permenpan RB No. 74 Tahun 2020, salah satu tugas PEH Ahli Pertama adalah mengumpulkan dan mengidentifikasi data potensi, yang outputnya berupa laporan hasil identifikasi potensi dan masalah ekosistem.
Soal 45
Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yang memiliki kewenangan menetapkan pengangkatan dalam jabatan fungsional PEH di instansi daerah provinsi adalah...
A. Kepala BKN
B. Gubernur
C. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi
D. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
E. Bupati/Wali Kota
Jawaban: B
Dalam manajemen Aparatur Sipil Negara sesuai UU ASN dan aturan pelaksanaannya, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di tingkat instansi daerah provinsi adalah Gubernur.
Soal 46
Menurut Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, yang dimaksud dengan hutan adalah...
A. Seluruh wilayah negara yang belum memiliki sertifikat hak milik
B. Area tanah yang dikuasai negara untuk dimanfaatkan hasil kayunya demi devisa negara semata
C. Suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan
D. Kumpulan pohon-pohon besar yang berada di wilayah pegunungan yang tidak dapat diakses manusia
E. Lahan yang ditutupi oleh pepohonan dengan luas minimal 0,25 hektar
Jawaban: C
Pasal 1 angka 2 UU Nomor 41 Tahun 1999 mendefinisikan hutan sebagai suatu kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.
Soal 47
Berdasarkan fungsinya, kawasan hutan di Indonesia dibagi menjadi tiga fungsi pokok, yaitu...
A. Hutan Tropis, Hutan Musim, dan Hutan Sabana
B. Hutan Negara, Hutan Adat, dan Hutan Hak
C. Hutan Lindung, Hutan Konservasi, dan Hutan Produksi
D. Hutan Mangrove, Hutan Gambut, dan Hutan Dataran Rendah
E. Hutan Primer, Hutan Sekunder, dan Hutan Tanaman
Jawaban: C
Sesuai dengan Pasal 5 UU No. 41 Tahun 1999, berdasarkan fungsi pokoknya hutan dibagi menjadi tiga, yaitu hutan konservasi, hutan lindung, dan hutan produksi.
Soal 48
Undang-Undang yang mengatur tentang Cipta Kerja yang turut mengubah beberapa pasal dalam UU Kehutanan dan UU Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah...
A. UU Nomor 11 Tahun 2020 jo. Perpu No 2 Tahun 2022 (UU No 6 Tahun 2023)
B. UU Nomor 32 Tahun 2009
C. UU Nomor 23 Tahun 2014
D. UU Nomor 18 Tahun 2013
E. UU Nomor 5 Tahun 1990
Jawaban: A
UU Cipta Kerja yang memuat perubahan regulasi di sektor kehutanan dan lingkungan hidup awalnya disahkan melalui UU No 11 Tahun 2020, kemudian digantikan oleh Perpu No 2 Tahun 2022 yang telah ditetapkan menjadi UU No 6 Tahun 2023.
Soal 49
Penyelenggaraan kehutanan bertujuan untuk kemakmuran rakyat yang berkeadilan dan berkelanjutan. Asas yang mendasari hal tersebut sesuai UU Kehutanan antara lain, kecuali...
A. Manfaat dan lestari
B. Monopoli pemanfaatan
C. Keadilan
D. Kerakyatan
E. Keterpaduan
Jawaban: B
Menurut UU No. 41 Tahun 1999 Pasal 2, penyelenggaraan kehutanan berasaskan manfaat dan lestari, kerakyatan, keadilan, kebersamaan, keterbukaan, dan keterpaduan. Monopoli bertentangan dengan asas ini.
Soal 50
Dalam konteks kehutanan, deforestasi diartikan sebagai...
A. Pemanenan hasil hutan bukan kayu oleh masyarakat adat
B. Peningkatan tutupan tajuk pohon di hutan sekunder
C. Sertifikasi kayu legal untuk ekspor
D. Perubahan permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan akibat kegiatan manusia
E. Penanaman kembali lahan kritis
Jawaban: D
Deforestasi didefinisikan secara umum (termasuk oleh KLHK) sebagai perubahan penutupan lahan dari kelas hutan menjadi kelas non-hutan yang bersifat permanen, biasanya akibat alih fungsi lahan atau penebangan tanpa reboisasi.
Soal 51
Regulasi utama yang menjadi payung hukum Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya di Indonesia adalah...
A. UU Nomor 18 Tahun 2013
B. UU Nomor 5 Tahun 1990
C. UU Nomor 26 Tahun 2007
D. UU Nomor 41 Tahun 1999
E. UU Nomor 32 Tahun 2009
Jawaban: B
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 mengatur tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Soal 52
Sistem pengelolaan pangkalan data (database) yang digunakan KLHK untuk memantau peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) secara elektronik dikenal dengan sistem...
A. e-TSL (Sistem Informasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar)
B. SIPUHH (Sistem Informasi Penatausahaan Hasil Hutan)
C. SILK (Sistem Informasi Legalitas Kayu)
D. SATU DATA LHK
E. Sistem Informasi Geografis Kehutanan
Jawaban: A
Sistem aplikasi e-TSL digunakan oleh Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK untuk perizinan dan pendataan peredaran tumbuhan dan satwa liar, termasuk untuk penerbitan dokumen SATS-LN (CITES).
Soal 53
Dokumen internasional yang meratifikasi perlindungan spesies langka agar perdagangan internasional spesimen hewan dan tumbuhan liar tidak mengancam kelestariannya adalah...
A. Konvensi Ramsar
B. Paris Agreement
C. CBD (Convention on Biological Diversity)
D. Protokol Kyoto
E. CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)
Jawaban: E
CITES adalah perjanjian internasional yang bertujuan memastikan bahwa perdagangan internasional spesimen satwa liar dan tumbuhan tidak mengancam kelangsungan hidup mereka.
Soal 54
Berdasarkan Peraturan Menteri LHK mengenai jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi, daftar spesies yang dilindungi tersebut saat ini diatur secara rinci dalam...
A. Permen LHK No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 jo. P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018
B. UU No. 5 Tahun 1990
C. PP No. 28 Tahun 2011
D. Permen LHK No. P.32/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2016
E. PP No. 7 Tahun 1999
Jawaban: A
Daftar terbaru dan rinci mengenai Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi diterbitkan dalam Permen LHK P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 yang merupakan perubahan dari P.20/2018.
Soal 55
Status konservasi satwa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) adalah...
A. Extinct in the Wild (Punah di Alam Liar)
B. Vulnerable (Rentan)
C. Critically Endangered (Kritis)
D. Near Threatened (Mendekati Terancam)
E. Least Concern (Risiko Rendah)
Jawaban: C
Berdasarkan data IUCN Red List, Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berstatus Critically Endangered (Kritis / Sangat Terancam Punah) karena populasinya yang terus menurun.
Soal 56
Sistem peringatan dini (Early Warning System) dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan yang umum digunakan di Indonesia untuk memantau titik panas adalah...
A. Aplikasi e-Filing
B. Sistem Informasi Manajemen Rencana Kehutanan
C. Sistem Informasi Geospasial
D. SiPongi
E. E-Katalog Kehutanan
Jawaban: D
Sistem pemantauan karhutla yang dioperasikan oleh KLHK adalah SiPongi. Sistem ini menyediakan informasi titik panas (hotspot) secara real-time yang bersumber dari berbagai satelit (seperti NOAA, Terra/Aqua MODIS, dan SNPP VIIRS).
Soal 57
Unsur utama yang menyebabkan terjadinya api dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan dikenal dengan istilah 'Segitiga Api', yang terdiri atas...
A. Angin, Kelembaban, dan Bahan Bakar
B. Bahan Bakar, Panas, dan Oksigen
C. Gambut, Cuaca, dan Manusia
D. Suhu Tinggi, Daun Kering, dan Angin kencang
E. Oksigen, Karbon Dioksida, dan Sinar Matahari
Jawaban: B
Konsep Segitiga Api (Fire Triangle) menyatakan bahwa api dapat menyala jika terdapat tiga unsur yang berinteraksi: Bahan Bakar (fuel), Panas (heat), dan Oksigen (oxygen).
Soal 58
Dalam manajemen penanggulangan karhutla, upaya pembuatan sekat bakar (firebreak) termasuk dalam tahapan...
A. Penanganan Pascakebakaran
B. Investigasi Hukum
C. Pencegahan
D. Rehabilitasi
E. Pemadaman
Jawaban: C
Sekat bakar (firebreak) dibuat sebagai upaya pencegahan untuk melokalisir atau menghentikan menjalarnya api jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran, sehingga api tidak meluas ke area lain.
Soal 59
Satuan tugas khusus yang dibentuk oleh Kementerian LHK yang bertugas khusus dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan adalah...
A. Wanadri
B. SPORC (Satuan Polisi Reaksi Cepat)
C. Basarnas
D. Polisi Hutan (Polhut)
E. Manggala Agni
Jawaban: E
Manggala Agni adalah brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dibentuk oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Soal 60
Tingkat kemudahan terbakar di suatu kawasan hutan dapat dipantau menggunakan indeks cuaca kebakaran, salah satu sistem indeks yang sering digunakan secara internasional dan diadaptasi di Indonesia adalah...
A. ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara)
B. GIS (Geographic Information System)
C. AMDAL
D. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup
E. FDRS (Fire Danger Rating System)
Jawaban: E
FDRS (Fire Danger Rating System) atau Sistem Peringkat Bahaya Kebakaran digunakan untuk mendeteksi tingkat kerawanan/kemudahan lahan dan hutan terbakar berdasarkan kondisi cuaca harian.
Soal 61 Premium
Berdasarkan Permenpan RB Nomor 74 Tahun 2020, salah satu butir kegiatan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) jenjang Pemula dalam penyiapan pengendalian ekosistem hutan adalah...
A. Melakukan identifikasi dan inventarisasi potensi ekosistem hutan
B. Menyusun naskah akademik undang-undang kehutanan
C. Menyusun peta klasifikasi penutupan lahan tingkat kesulitan III
D. Menetapkan batas definitif kawasan hutan nasional
E. Melakukan evaluasi kebijakan nasional planologi kehutanan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 62 Premium
Dalam pelaksanaan RHL (Rehabilitasi Hutan dan Lahan), pemilihan jenis tanaman harus memperhatikan kriteria kecocokan tempat tumbuh (site matching). Hal ini merupakan bagian dari...
A. Pemberian sanksi pelanggaran hutan
B. Pemasaran hasil hutan non kayu
C. Pengembangan teknologi benih
D. Perencanaan teknis RHL
E. Penghapusan aset negara
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 63 Premium
Strategi pengendalian perubahan iklim sektor kehutanan dalam dokumen 'Indonesia's FOLU Net Sink 2030' berfokus pada...
A. Peningkatan ekspor kayu bulat tanpa batas
B. Pencapaian kondisi dimana tingkat serapan gas rumah kaca sektor hutan sama atau lebih besar dari tingkat emisinya pada tahun 2030
C. Konversi seluruh hutan konservasi menjadi pemukiman
D. Penghapusan program rehabilitasi hutan
E. Penggunaan bahan kimia untuk mempercepat kematian pohon tua
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 64 Premium
Pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan konservasi, seperti jasa wisata alam, diatur melalui mekanisme...
A. Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam (IUPJLWA)
B. Sertifikat Hak Milik (SHM)
C. Izin Pemanfaatan Kayu (IPK)
D. Surat Izin Mengemudi (SIM)
E. Izin Mendirikan Bangunan (IMB)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 65 Premium
Berdasarkan regulasi tata lingkungan, instrumen pencegahan pencemaran dan/atau kerusakan lingkungan hidup yang wajib dimiliki oleh usaha yang berdampak penting adalah...
A. SIUP
B. AMDAL
C. KTP
D. NPWP
E. Sertifikat Vaksin
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 66 Premium
Dalam pengembangan perhutanan sosial, fasilitasi pembentukan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) bertujuan untuk...
A. Meningkatkan nilai ekonomi dan keberlanjutan usaha masyarakat melalui pengelolaan komoditas tertentu
B. Mempermudah penebangan pohon secara liar
C. Menghindari pembayaran pajak kepada pemerintah
D. Menghancurkan ekosistem hutan
E. Mengambil alih fungsi pemerintah daerah
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 67 Premium
Metode pemantauan tutupan lahan menggunakan data penginderaan jauh (satelit) termasuk dalam lingkup kegiatan PEH bidang...
A. Konservasi Sumber Daya
B. Perhutanan Sosial
C. Penyidikan Kehutanan
D. Planologi Kehutanan
E. Pengelolaan DAS
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 68 Premium
Evaluasi tingkat kerusakan hutan merupakan bagian dari kegiatan pengendalian ekosistem. Kerusakan hutan akibat hama dan penyakit disebut...
A. Kerusakan Antropogenik
B. Kerusakan Fisik
C. Kerusakan Mekanis
D. Kerusakan Kimiawi
E. Kerusakan Biotis
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 69 Premium
Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP) pada Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dilakukan untuk masa waktu...
A. 1 tahun
B. 50 tahun
C. 5 tahun
D. 10 tahun
E. 20 tahun
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 70 Premium
Dalam pengendalian kebakaran hutan, teknik 'Backfire' (pembakaran balik) digunakan untuk...
A. Menghangatkan suhu udara di malam hari
B. Memperbesar api agar semua pohon habis
C. Menghasilkan asap untuk sinyal darurat
D. Menciptakan zona kosong bahan bakar agar api utama mati saat bertemu area terbakar
E. Memasak makanan bagi petugas
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 71 Premium
Taman Nasional dikelola dengan sistem zonasi. Zona yang diperuntukkan bagi kegiatan rekreasi dan pariwisata alam adalah...
A. Zona Pemanfaatan
B. Zona Khusus
C. Zona Rehabilitasi
D. Zona Inti
E. Zona Rimba
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 72 Premium
Apa peran utama PEH dalam penyiapan pengendalian perubahan iklim tingkat daerah?
A. Menangkap pelanggar emisi kendaraan bermotor
B. Membangun pabrik panel surya
C. Menghapus data titik panas (hotspot)
D. Menjual unit karbon ke bursa efek luar negeri
E. Melakukan inventarisasi data emisi dan serapan GRK sektor kehutanan di wilayah kerjanya
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 73 Premium
Sertifikasi SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kelestarian) diwajibkan bagi produk kayu Indonesia untuk...
A. Menghindari proses pemeriksaan di pelabuhan
B. Menjamin bahwa kayu berasal dari sumber yang sah (legal) dan dikelola secara lestari
C. Menyamarkan asal-usul kayu ilegal
D. Mewajibkan penebangan pohon di pinggir jalan
E. Meningkatkan berat kayu saat ekspor
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 74 Premium
Dalam manajemen DAS, pembangunan terasering dan rorak merupakan teknik konservasi tanah dan air secara...
A. Biologis
B. Psikologis
C. Kimiawi
D. Vegetatif
E. Mekanis/Sipil Teknis
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 75 Premium
Penyusunan Rencana Teknik Rehabilitasi (RTk-RHL) DAS didasarkan pada kriteria...
A. Luas jalan aspal di kabupaten
B. Jumlah penduduk perkotaan
C. Jumlah pabrik pengolahan makanan
D. Tingkat kekritisan lahan dan prioritas DAS
E. Warna peta administratif
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 76 Premium
Salah satu bentuk inovasi PEH dalam pengembangan pengendalian ekosistem hutan konservasi adalah...
A. Membangun mal di dalam cagar alam
B. Melepaskan spesies invasif ke ekosistem asli
C. Menutup seluruh akses air bagi satwa
D. Membasmi seluruh predator di hutan
E. Penerapan teknologi SMART Patrol untuk pemantauan biodiversitas berbasis data digital
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 77 Premium
Verifikasi teknis permohonan persetujuan pengelolaan perhutanan sosial dilakukan untuk memastikan...
A. Bahwa lahan tersebut tidak memiliki pohon sama sekali
B. Masyarakat mau menjual lahan kepada pengusaha
C. Kesesuaian antara subjek (masyarakat), objek (lokasi), dan rencana kelola
D. Jumlah ternak yang dimiliki warga
E. Masyarakat sanggup membayar upeti
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 78 Premium
Apa yang dimaksud dengan koridor hidupan liar (wildlife corridor)?
A. Kandang permanen di tengah hutan
B. Jalur penghubung antar habitat yang terfragmentasi untuk memungkinkan pergerakan dan aliran genetik satwa
C. Jalan raya yang membelah taman nasional
D. Daerah yang digunakan untuk berburu legal
E. Pagar listrik untuk membatasi ruang gerak gajah
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 79 Premium
Dalam analisis tata lingkungan, daya dukung lingkungan hidup didefinisikan sebagai...
A. Berat maksimal bangunan yang bisa berdiri di atas tanah
B. Kemampuan lingkungan hidup untuk mendukung perikehidupan manusia, makhluk hidup lain, dan keseimbangan antar keduanya
C. Jumlah uang yang dialokasikan untuk perbaikan taman
D. Jumlah pohon yang boleh ditebang setiap hari
E. Luas tanah yang bisa dijual untuk industri
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 80 Premium
Salah satu bentuk pengembangan metode dalam inventarisasi gas rumah kaca sektor kehutanan adalah...
A. Meningkatkan pembakaran serasah di lantai hutan
B. Menebak jumlah pohon dari foto udara hitam putih
C. Penggunaan faktor emisi lokal (Specific Emission Factor) yang lebih akurat daripada nilai default IPCC
D. Mengabaikan emisi dari lahan gambut
E. Menghentikan seluruh kegiatan pengukuran lapangan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 81 Premium
Dalam tata lingkungan, KLHS merupakan instrumen wajib untuk memastikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Apa kepanjangan dari KLHS?
A. Komitmen Lingkungan Hijau Seimbang
B. Kriteria Limbah Halal Sistematis
C. Kajian Lingkungan Hidup Strategis
D. Kawasan Lindung Hidupan Satwa
E. Kualitas Lingkungan Hutan Sejahtera
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 82 Premium
Pelaksanaan reintroduksi satwa liar ke habitat aslinya harus melalui prosedur...
A. Rehabilitasi, habituasi, dan penilaian kelayakan lokasi pelepasliaran
B. Penghilangan insting berburu satwa
C. Pemberian pakan buatan selamanya di hutan
D. Dijinakkan terlebih dahulu di rumah penduduk
E. Langsung dilepaskan tanpa persiapan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 83 Premium
Penyiapan bahan pengembangan model pengelolaan DAS dilakukan PEH dengan cara...
A. Membongkar seluruh bendungan yang ada
B. Menganalisis data historis hidrologi dan penggunaan lahan untuk membangun simulasi model
C. Menyalin rencana pengelolaan DAS dari negara lain secara utuh
D. Meningkatkan sedimentasi di waduk
E. Menutup saluran drainase di pemukiman
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 84 Premium
Kegiatan pengembangan pengendalian ekosistem hutan bidang planologi kehutanan mencakup...
A. Pemasangan papan larangan buang sampah
B. Penangkapan pemburu liar di hutan jati
C. Pembangunan jembatan gantung antar desa
D. Pengobatan satwa yang terluka
E. Penyusunan standar prosedur operasional pemetaan partisipatif
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 85 Premium
Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) pada pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan wajib mendapatkan persetujuan untuk menjamin...
A. Kecepatan penebangan pohon di area lindung
B. Kelancaran pembayaran gaji karyawan swasta
C. Kesesuaian operasional lapangan dengan prinsip kelestarian hasil dan fungsi ekologi
D. Penurunan biaya operasional perusahaan
E. Penghapusan kewajiban pajak perusahaan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 86 Premium
Salah satu tantangan dalam pengembangan perhutanan sosial adalah resolusi konflik. Peran PEH dalam hal ini adalah...
A. Melakukan mediasi dan identifikasi akar masalah sengketa lahan kawasan hutan
B. Memihak salah satu kelompok yang paling kuat
C. Menjual lahan yang bersengketa kepada pihak ketiga
D. Membiarkan konflik selesai dengan sendirinya
E. Mengerahkan aparat keamanan untuk pengusiran paksa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 87 Premium
Apa yang dimaksud dengan spesies alien invasif (Invasive Alien Species)?
A. Spesies pendatang yang menyebar secara luas di luar habitat aslinya dan mengancam biodiversitas lokal
B. Mikroorganisme yang membantu pertumbuhan pohon
C. Spesies satwa dari luar angkasa
D. Tumbuhan endemik yang hanya ada di satu pulau
E. Satwa liar yang dilindungi undang-undang
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 88 Premium
Dalam penyiapan pengendalian ekosistem hutan bidang konservasi, PEH melakukan inventarisasi flora dan fauna. Data yang dikumpulkan meliputi...
A. Harga jual satwa di pasar gelap
B. Nama spesies, jumlah populasi, sebaran, dan kondisi habitat
C. Jumlah pengunjung yang memberi makan satwa
D. Daftar menu makanan restoran di sekitar hutan
E. Warna kesukaan pengurus kebun binatang
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 89 Premium
Pengembangan sistem database kehutanan (SIPUHH, SIGAP, dll) bertujuan untuk meningkatkan...
A. Kerumitan birokrasi bagi masyarakat
B. Biaya operasional kantor kementerian
C. Ketergantungan pada dokumen kertas
D. Kerahasiaan data dari publik
E. Transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi tata kelola kehutanan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 90 Premium
Kegiatan penanaman pengayaan (enrichment planting) dilakukan pada hutan yang...
A. Hutannya sudah sangat lebat dan primer
B. Hutan yang sudah dikonversi menjadi perumahan
C. Hutannya mengalami penurunan kualitas (degradasi) atau kurangnya jenis pohon komersial/asli
D. Lahan pasir pantai yang gersang
E. Kawasan puncak gunung berapi yang aktif
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 91 Premium
Dalam tata kelola perizinan berusaha pemanfaatan hutan menurut PP No. 23 Tahun 2021, istilah yang menggantikan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) adalah...
A. SIPH (Surat Izin Pemanfaatan Hutan)
B. IUPHHK-RE
C. IPK (Izin Pemanfaatan Kayu)
D. PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan)
E. HPH (Hak Pengusahaan Hutan)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 92 Premium
Pada ekosistem hutan hujan tropis, terdapat lapisan vegetasi tempat tajuk pohon-pohon besar menyambung membentuk atap. Lapisan ini disebut...
A. Forest Floor
B. Understory
C. Emergent
D. Shrub Layer
E. Canopy (Tajuk Utama)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 93 Premium
Metode penentuan sampel dalam inventarisasi hutan di mana setiap unit populasi memiliki peluang yang sama untuk dipilih secara acak disebut...
A. Simple Random Sampling
B. Systematic Sampling
C. Purposive Sampling
D. Cluster Sampling
E. Stratified Sampling
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 94 Premium
Tindakan pengayaan tegakan (enrichment planting) dilakukan pada hutan yang...
A. Mengalami degradasi atau memiliki permudaan alam yang kurang
B. Hanya terdiri dari satu jenis pohon (monokultur)
C. Baru saja mengalami kebakaran hebat (total)
D. Akan dikonversi menjadi lahan perkebunan sawit
E. Sudah sangat padat pohonnya
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 95 Premium
Dokumen rencana pengelolaan hutan jangka panjang (20 tahun) untuk suatu unit KPH disebut dengan...
A. RKU
B. RKT
C. RPHJP
D. RPJMN
E. RPHJM
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 96 Premium
Hama 'Xystrocera festiva' atau penggerek batang sangat umum menyerang jenis pohon hutan...
A. Mahoni
B. Jati (Tectona grandis)
C. Pinus (Pinus merkusii)
D. Sengon (Falcataria moluccana)
E. Eukaliptus
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 97 Premium
Strategi pengendalian kebakaran hutan yang berfokus pada kegiatan sebelum terjadinya api, seperti penyuluhan dan pembuatan sekat bakar, disebut...
A. Rehabilitasi Pasca Bakar
B. Ground Check
C. Mopping-up
D. Pemadaman Dini
E. Pencegahan (Preventif)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 98 Premium
Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) mengatur perdagangan spesies yang terancam punah. Spesies yang dilarang total untuk diperdagangkan secara internasional termasuk dalam...
A. Appendix I
B. Appendix II
C. Green List
D. Red List
E. Appendix III
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 99 Premium
Proses suksesi ekosistem hutan yang dimulai dari lahan yang benar-benar kosong/telanjang (seperti pasca letusan gunung berapi) disebut...
A. Klimaks Ekosistem
B. Degradasi Hutan
C. Suksesi Primer
D. Suksesi Sekunder
E. Revegetasi Alam
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 100 Premium
Metode penanaman hutan dengan sistem baris bergantian antara tanaman kehutanan dan tanaman pangan disebut...
A. Monokultur
B. Taungya (Tumpangsari)
C. Agrosilvopasture
D. Hutan Kemasyarakatan
E. Silvopasture
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 101 Premium
Nilai Ekonomi Karbon (NEK) diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021. Salah satu mekanismenya adalah 'Carbon Offset' yang berarti...
A. Penjualan kayu bulat ke luar negeri
B. Larangan menebang pohon
C. Pemberian subsidi pupuk tanaman
D. Pengimbangan emisi melalui kegiatan penurunan emisi di tempat lain
E. Pajak atas emisi karbon
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 102 Premium
Alat yang berfungsi untuk mengukur kelembaban relatif udara di dalam hutan guna memantau risiko kebakaran hutan adalah...
A. Psikrometer (Sling Psychrometer)
B. Theodolit
C. Ombrometer
D. Barometer
E. Anemometer
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 103 Premium
Indeks Luas Daun (Leaf Area Index/LAI) digunakan dalam analisis hutan untuk mengetahui...
A. Kerapatan kayu
B. Produktivitas fotosintesis dan tutupan tajuk
C. Jumlah mikroba tanah
D. Kedalaman akar pohon
E. Ketebalan kulit pohon
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 104 Premium
Berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990, pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dilakukan melalui kegiatan di dalam kawasan (in-situ) maupun di luar kawasan (ex-situ). Contoh konservasi ex-situ adalah...
A. Taman Nasional Way Kambas
B. Cagar Alam Pananjung Pangandaran
C. Kebun Raya dan Kebun Binatang
D. Suaka Margasatwa Muara Angke
E. Hutan Lindung Gunung Gede
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 105 Premium
Istilah 'Social Forestry' atau Perhutanan Sosial di Indonesia mencakup 5 skema utama. Mana yang bukan merupakan bagian dari skema tersebut?
A. Kemitraan Kehutanan
B. Hutan Kemasyarakatan (HKm)
C. Hutan Tanaman Rakyat (HTR)
D. Hutan Produksi Terbatas (HPT)
E. Hutan Desa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 106 Premium
Proses pelapukan batuan induk menjadi tanah yang dipengaruhi oleh faktor iklim, organisme, topografi, dan waktu disebut...
A. Erosi
B. Dekomposisi
C. Pedogenesis
D. Infiltrasi
E. Sedimentasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 107 Premium
Kegiatan pengendalian hama secara hayati (biological control) di hutan dapat dilakukan dengan...
A. Penyemprotan pestisida kimia dosis tinggi
B. Pelepasan musuh alami (predator atau parasitoid)
C. Penanaman monokultur
D. Pembakaran serasah hutan
E. Penebangan seluruh pohon yang sakit
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 108 Premium
Dalam klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson yang sering digunakan di kehutanan, penentuan tipe iklim didasarkan pada rasio antara...
A. Ketinggian tempat dan curah hujan
B. Intensitas cahaya dan tutupan awan
C. Jumlah bulan kering dan jumlah bulan basah
D. Kecepatan angin dan evaporasi
E. Suhu maksimum dan suhu minimum
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 109 Premium
Jenis api yang membakar material organik di bawah permukaan tanah (seperti pada lahan gambut) dan sangat sulit dipadamkan disebut...
A. Api Buatan
B. Api Bawah (Ground Fire)
C. Api Tajuk (Crown Fire)
D. Api Permukaan (Surface Fire)
E. Api Loncatan (Spot Fire)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 110 Premium
Penetapan kawasan hutan dilakukan melalui beberapa tahapan. Urutan yang benar menurut regulasi adalah...
A. Penunjukan, Penataan Batas, Pemetaan, Penetapan
B. Penunjukan, Pemetaan, Penetapan, Evaluasi
C. Pencadangan, Pemanfaatan, Penetapan
D. Penataan Batas, Penunjukan, Penetapan, Pengumuman
E. Penetapan, Penunjukan, Pemetaan, Penataan Batas
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 111 Premium
Pohon yang memiliki sistem perakaran napas (pneumatofora) merupakan adaptasi untuk hidup di lingkungan...
A. Puncak gunung yang dingin
B. Gurun yang sangat kering
C. Tanah podsolik yang masam
D. Lahan basah/rawa yang kekurangan oksigen
E. Daerah padang rumput (savana)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 112 Premium
Dalam kegiatan rehabilitasi hutan, istilah 'Seedling' mengacu pada tingkat permudaan dengan kriteria...
A. Biji yang baru berkecambah
B. Anakan dengan tinggi > 1,5 meter tapi diameter < 10 cm
C. Anakan dengan tinggi < 1,5 meter
D. Pohon dengan diameter > 20 cm
E. Pohon yang sudah berbunga
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 113 Premium
Simbiosis mutualisme antara jamur dengan akar tanaman kehutanan yang membantu penyerapan unsur hara (terutama fosfor) disebut...
A. Rhizobium
B. Mikoriza
C. Lichenes
D. Mikroba dekomposer
E. Parasitoid
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 114 Premium
Berdasarkan PP No. 23 Tahun 2021, perubahan peruntukan kawasan hutan secara luas dan berdampak strategis ditetapkan oleh...
A. Kepala KPH
B. Kepala Desa
C. Bupati setempat
D. Gubernur
E. Menteri LHK dengan persetujuan DPR
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 115 Premium
Metode rehabilitasi hutan yang dilakukan dengan cara membiarkan alam memperbaiki dirinya sendiri tanpa campur tangan manusia yang intensif disebut...
A. Penanaman Pengayaan
B. Reboisasi Intensif
C. Permudaan Alam Terbantu
D. Suksesi Alami (Natural Regeneration)
E. Restorasi Ekosistem
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 116 Premium
Hutan yang memiliki curah hujan sangat tinggi sepanjang tahun, tidak memiliki musim kemarau yang nyata, dan biodiversitas sangat tinggi adalah...
A. Hutan Konifer
B. Hutan Kerangas
C. Hutan Savana
D. Hutan Gugur
E. Hutan Hujan Tropis
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 117 Premium
Fungsi hidrologis hutan yang berkaitan dengan kemampuan tajuk pohon dalam memecah butiran air hujan sehingga energi kinetiknya berkurang disebut...
A. Perkolasi
B. Infiltrasi
C. Intersepsi
D. Transpirasi
E. Evaporasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 118 Premium
Kegiatan monitoring kesehatan hutan dengan menggunakan plot contoh yang diukur secara berulang dalam periode tertentu menggunakan metode...
A. GIS Analysis
B. AMDAL
C. RRA (Rapid Rural Appraisal)
D. Remote Sensing
E. FHM (Forest Health Monitoring)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 119 Premium
Berdasarkan PermenLHK No. 7 Tahun 2021, pelepasan kawasan hutan untuk kepentingan pembangunan di luar kegiatan kehutanan dapat dilakukan pada...
A. Zona Inti Taman Nasional
B. Hutan Lindung
C. Hutan Produksi yang dapat dikonversi (HPK)
D. Hutan Produksi Terbatas
E. Cagar Alam
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 120 Premium
Fenomena kematian pohon hutan secara massal dalam suatu kawasan yang disebabkan oleh faktor lingkungan yang ekstrem atau serangan patogen disebut...
A. Klorosis
B. Eutrifikasi
C. Nekrosis
D. Dieback
E. Defoliasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 121 Premium
Dalam tata naskah dan dokumentasi pelaporan kinerja, capaian Angka Kredit bagi seorang PEH dihitung berdasarkan...
A. Kebijakan subjektif kepala dinas
B. Frekuensi mutasi pegawai
C. Lama masa kerja tanpa memperhitungkan tugas pokok
D. Keikutsertaan dalam partai politik
E. Hasil penilaian prestasi kerja dari kegiatan tugas jabatan fungsional yang telah dilakukan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 122 Premium
Salah satu bentuk dokumentasi informasi pengelolaan ekosistem hutan yang digunakan oleh PEH untuk memetakan jenis dan kerapatan tegakan adalah...
A. Katalog Alat Pemadam Api Ringan
B. Laporan Keuangan Tahunan
C. Surat Izin Mengemudi Alat Berat
D. Peta Citra Satelit dan Hasil Cruising (Inventarisasi Tegakan)
E. Inventarisasi Sosial Ekonomi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 123 Premium
Untuk mendukung tugas teknis, seorang PEH wajib menyusun laporan hasil pelaksanaan tugas. Standar pelaporan ini diatur agar...
A. Dapat diakses oleh publik secara komersial
B. Menutupi data kerusakan hutan dari media
C. Dapat digunakan sebagai dasar evaluasi, penyusunan rencana tindak lanjut, dan penilaian kinerja
D. Menjadi arsip pribadi PEH setelah pensiun
E. Menambah beban administrasi tanpa tujuan jelas
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 124 Premium
Berdasarkan pedoman pengelolaan data spasial kehutanan, sistem proyeksi peta yang menjadi standar resmi secara nasional dalam pemetaan tematik kehutanan di Indonesia umumnya menggunakan sistem koordinat...
A. Mercator Silinder
B. Lambert Conformal Conic
C. Albers Equal Area
D. Azimuthal Equidistant
E. UTM (Universal Transverse Mercator)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 125 Premium
Informasi tutupan lahan (land cover) kehutanan Indonesia diperbarui oleh KLHK secara periodik. Salah satu tujuan pembaruan data ini adalah untuk...
A. Menentukan batas administratif kelurahan/desa
B. Melakukan perhitungan deforestasi, reforestasi, dan emisi GRK (Gas Rumah Kaca)
C. Mengetahui jumlah populasi penduduk suatu provinsi
D. Menetapkan besaran tarif dasar listrik nasional
E. Menghitung nilai tukar rupiah
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 126 Premium
Undang-Undang yang menjadi payung hukum utama dalam Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup di Indonesia adalah...
A. UU Nomor 32 Tahun 2009
B. UU Nomor 41 Tahun 1999
C. UU Nomor 37 Tahun 2014
D. UU Nomor 18 Tahun 2008
E. UU Nomor 5 Tahun 1990
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 127 Premium
Kajian mengenai dampak penting suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan penyelenggaraan usaha, disebut...
A. PROPER
B. UKL-UPL
C. KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis)
D. AMDAL
E. Audit Lingkungan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 128 Premium
Instrumen ekonomi lingkungan hidup yang mengedepankan prinsip bahwa siapa yang mencemari lingkungan harus membayar biaya pemulihannya dikenal dengan asas...
A. Sustainable Development
B. Corporate Social Responsibility
C. Strict Liability
D. Precautionary Principle
E. Polluter Pays Principle (Asas Pencemar Membayar)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 129 Premium
Dalam hukum lingkungan, tanggung jawab mutlak yang dibebankan kepada pihak yang kegiatannya menggunakan bahan B3 atau menimbulkan ancaman serius tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan disebut...
A. Lex Specialis
B. Strict Liability
C. Class Action
D. Act of God
E. Ultimum Remedium
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 130 Premium
Setiap perencanaan tata ruang wilayah (RTRW) wajib mengintegrasikan pertimbangan lingkungan untuk memastikan pembangunan berkelanjutan. Instrumen yang wajib disusun oleh pemerintah daerah untuk hal tersebut adalah...
A. AMDAL Regional
B. Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH)
C. Rencana Kehutanan Tingkat Nasional
D. KLHS (Kajian Lingkungan Hidup Strategis)
E. Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 131 Premium
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kehutanan, kegiatan Tata Hutan dilakukan dalam rangka...
A. Membagi kawasan hutan ke dalam blok dan/atau petak untuk mempermudah pengelolaan hutan secara efektif dan efisien
B. Membuka seluruh tutupan hutan untuk lahan pertanian pangan skala besar
C. Mengubah fungsi hutan lindung menjadi kawasan industri
D. Mengklaim wilayah hutan sebagai tanah hak milik adat secara otomatis
E. Menjual hasil hutan kayu ke pasar internasional dengan harga tinggi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 132 Premium
Kawasan pengelola hutan di tingkat tapak yang dibentuk untuk melaksanakan pengelolaan hutan konservasi, hutan lindung, maupun hutan produksi secara lestari disebut...
A. Hak Pengusahaan Hutan (HPH)
B. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH)
C. Taman Hutan Raya (Tahura)
D. Kawasan Pelestarian Alam (KPA)
E. Hutan Tanaman Industri (HTI)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 133 Premium
Rencana Pengelolaan Hutan (RPH) yang berjangka waktu 10 (sepuluh) tahun di tingkat KPH disebut...
A. Rencana Kerja Tahunan (RKT)
B. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Panjang (RPHJP)
C. Rencana Karya Lima Tahun (RKLT)
D. Rencana Strategis (Renstra) KPH
E. Rencana Pengelolaan Hutan Jangka Pendek (RPHJPd)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 134 Premium
Salah satu blok dalam pembagian ruang di Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) berupa Taman Nasional yang dikhususkan untuk melindungi kekhasan flora, fauna, dan tidak boleh ada campur tangan manusia yang mengubah bentang alam adalah...
A. Blok Rimba
B. Blok Tradisional
C. Blok Inti
D. Blok Pemanfaatan
E. Blok Rehabilitasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 135 Premium
Penyusunan Rencana Pengelolaan Hutan harus berdasarkan data inventarisasi hutan. Inventarisasi hutan tingkat nasional diselenggarakan oleh...
A. Menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan
B. Dinas Kehutanan Provinsi
C. Perusahaan pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan
D. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lingkungan
E. Pemerintah Desa setempat
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 136 Premium
Tiga pilar utama dalam Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya berdasarkan UU No. 5 Tahun 1990 adalah...
A. Perlindungan sistem penyangga kehidupan, Pengawetan keanekaragaman jenis, dan Pemanfaatan secara lestari
B. Pencegahan, Penanggulangan, dan Pemulihan
C. Konservasi In-situ, Ex-situ, dan Kebun Binatang
D. Perlindungan, Pengawasan, dan Penegakan Hukum
E. Pelestarian, Pemanfaatan, dan Pengawasan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 137 Premium
Upaya konservasi flora dan fauna yang dilakukan di luar habitat aslinya disebut konservasi...
A. Kawasan Lindung Mutlak
B. Cagar Alam
C. Pelestarian Inti
D. In-situ
E. Ex-situ
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 138 Premium
Salah satu spesies endemik mamalia dari Pulau Sulawesi yang juga dilindungi berdasarkan peraturan perundangan di Indonesia adalah...
A. Badak Bercula Satu
B. Bekantan
C. Anoa
D. Orangutan Kalimantan
E. Gajah Sumatera
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 139 Premium
Kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami adalah...
A. Taman Hutan Raya
B. Taman Wisata Alam
C. Cagar Alam
D. Suaka Margasatwa
E. Taman Nasional
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 140 Premium
Setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi. Pelanggaran terhadap larangan ini diatur sanksi pidananya dalam...
A. UU Nomor 5 Tahun 1990 Pasal 21 jo Pasal 40
B. PP Nomor 7 Tahun 1999 Pasal 10
C. UU Nomor 41 Tahun 1999 Pasal 50
D. UU Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 69
E. KUHP Pasal 362
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 141 Premium
Indonesia menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dalam komitmen iklim global yang dituangkan dalam dokumen...
A. PROPER
B. NDC (Nationally Determined Contribution)
C. PROKILIM
D. SDGs (Sustainable Development Goals)
E. AMDAL
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 142 Premium
Sektor penyumbang penurunan emisi GRK terbesar berdasarkan target NDC Indonesia adalah dari sektor...
A. Energi
B. Pertanian
C. Limbah (Waste)
D. Proses Industri dan Penggunaan Produk (IPPU)
E. Kehutanan dan Penggunaan Lahan (Forestry and Other Land Use / FOLU)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 143 Premium
Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia diatur dalam peraturan perundangan terbaru yaitu...
A. Permen LHK Nomor 32 Tahun 2016
B. PP Nomor 28 Tahun 2011
C. Perpres Nomor 98 Tahun 2021
D. Keppres Nomor 32 Tahun 1990
E. UU Nomor 18 Tahun 2013
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 144 Premium
Bentuk adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang melibatkan partisipasi masyarakat secara langsung di tingkat tapak yang dicanangkan oleh KLHK dikenal dengan program...
A. Perhutanan Sosial
B. Masyarakat Peduli Api (MPA)
C. Program Adipura
D. Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK)
E. Program Kampung Iklim (PROKLIM)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 145 Premium
Gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses dekomposisi anaerobik di lahan gambut terdegradasi dan memiliki peran signifikan dalam pemanasan global adalah...
A. Metana (CH4)
B. Nitrous oksida (N2O)
C. Sulfur Heksafluorida (SF6)
D. Ozon (O3)
E. Karbon dioksida (CO2)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 146 Premium
Kawasan Pelestarian Alam (KPA) yang dikelola dengan sistem zonasi dan dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi disebut...
A. Taman Wisata Alam
B. Cagar Alam
C. Taman Hutan Raya (Tahura)
D. Suaka Margasatwa
E. Taman Nasional
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 147 Premium
Perbedaan mendasar antara Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) berdasarkan undang-undang adalah...
A. KSA boleh dimanfaatkan sumber daya alamnya, KPA tidak boleh
B. KSA dikelola pemerintah daerah, KPA dikelola pemerintah pusat
C. KSA tidak mengenal sistem pemanfaatan pariwisata alam massal, sementara KPA memungkinkan pemanfaatan lestari seperti pariwisata alam dan rekreasi
D. KSA khusus untuk tumbuhan, KPA khusus untuk satwa
E. KSA berada di darat, KPA berada di perairan/laut
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 148 Premium
Kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan/atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata, dan rekreasi adalah pengertian dari...
A. Taman Safari
B. Taman Wisata Alam
C. Kebun Raya
D. Taman Nasional
E. Taman Hutan Raya
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 149 Premium
Kewenangan pengelolaan Taman Hutan Raya (Tahura) yang berada di dalam wilayah satu kabupaten/kota diselenggarakan oleh...
A. Pemerintah Pusat melalui KLHK
B. Swasta pengelola pariwisata
C. Gubernur
D. Bupati/Wali Kota
E. BUMN Kehutanan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 150 Premium
Penetapan suatu kawasan menjadi Kawasan Suaka Alam (KSA) atau Kawasan Pelestarian Alam (KPA) merupakan wewenang dari...
A. Presiden atas usulan DPR
B. Gubernur wilayah setempat
C. Pemerintah (Menteri yang menyelenggarakan urusan di bidang kehutanan/lingkungan hidup)
D. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
E. Kepala BKSDA setempat
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pengendali Ekosistem Hutan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan

SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pengendali Ekosistem Hutan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.