Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN

Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Kompetensi Umum

5 Indikator
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 (Hulu) dan PP Nomor 36 Tahun 2004 (Hilir) tentang Kegiatan Usaha Migas
Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (KESDM)
Pengetahuan dasar mengenai transisi energi dan kebijakan energi nasional
Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik

Kompetensi Khusus

10 Indikator
Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan
Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)
Prosedur Inspeksi Teknis dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) serta Instalasi (SKPI) Migas
Keteknikan Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas: Tangki Timbun, Bejana Tekan, dan Perpipaan
Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA
Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak
Prosedur Investigasi Kecelakaan Kerja dan Analisis Penyebab Utama (Root Cause Analysis) di Sektor Migas
Teknis Kalibrasi dan Ketertelusuran Alat Ukur Serta Sistem Metering (Custody Transfer)
Evaluasi Studi Kelayakan Teknis (Feasibility Study) Pembangunan Fasilitas dan Infrastruktur Migas
Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk

Simulasi Tryout SKB CAT Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia

Contoh Soal SKB Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, penguasaan atas sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi berada di tangan negara. Siapakah yang memegang kuasa pertambangan sebagai wakil pemerintah di sektor hulu?
Kunci Jawaban: E
Menurut UU No. 22 Tahun 2001, kegiatan usaha hulu dilaksanakan oleh Badan Pelaksana (yang kemudian bertransformasi menjadi SKK Migas berdasarkan putusan MK) sebagai pemegang kuasa pertambangan yang mewakili pemerintah.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
Soal 2
Sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2004, kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi meliputi beberapa bidang usaha. Mana di bawah ini yang BUKAN merupakan bagian dari kegiatan usaha hilir?
Kunci Jawaban: B
PP Nomor 36 Tahun 2004 menetapkan bahwa kegiatan usaha hilir mencakup Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan Niaga. Eksploitasi adalah bagian dari kegiatan usaha hulu sesuai PP Nomor 35 Tahun 2004.
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 (Hulu) dan PP Nomor 36 Tahun 2004 (Hilir) tentang Kegiatan Usaha Migas
Soal 3
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memiliki fungsi perumusan kebijakan di bidang keteknikan dan keselamatan migas. Salah satu tugas utamanya dalam struktur organisasi KESDM adalah...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan tupoksi Ditjen Migas, fungsinya mencakup perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, serta evaluasi di bidang standardisasi, keteknikan, keselamatan, dan lingkungan migas.
Materi Terkait: Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (KESDM)
Soal 4
Kebijakan Energi Nasional (KEN) menargetkan bauran energi primer yang optimal. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai peran Gas Bumi dalam masa transisi energi di Indonesia?
Kunci Jawaban: E
Dalam peta jalan transisi energi Indonesia, gas bumi dipandang sebagai energi fosil yang paling bersih dan berperan sebagai jembatan (bridge fuel) untuk mendukung stabilitas energi saat beralih ke EBT.
Materi Terkait: Pengetahuan dasar mengenai transisi energi dan kebijakan energi nasional
Soal 5
Seorang ASN harus memiliki nilai 'Harmonis'. Dalam konteks pelayanan publik di Ditjen Migas, perilaku yang mencerminkan nilai tersebut adalah...
Kunci Jawaban: A
Nilai Harmonis dalam BerAKHLAK menekankan pada sikap menghargai perbedaan, suka menolong, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif tanpa memandang latar belakang.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
Soal 6
Komponen utama dalam Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) yang menekankan pada komitmen manajemen dan partisipasi pekerja adalah...
Kunci Jawaban: B
Sesuai regulasi SMKM (Permen ESDM No. 18/2018), elemen Kepemimpinan dan keterlibatan pekerja merupakan pondasi utama untuk menciptakan budaya keselamatan di sektor migas.
Materi Terkait: Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan
Soal 7
Dalam standardisasi internasional, standar yang secara spesifik sering digunakan untuk desain dan konstruksi bejana tekan (pressure vessel) di industri migas adalah...
Kunci Jawaban: A
ASME Section VIII adalah standar internasional yang mengatur tentang aturan konstruksi, desain, manufaktur, dan inspeksi bejana tekan.
Materi Terkait: Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)
Soal 8
Apa yang dimaksud dengan Sertifikat Kelaikan Peralatan (SKPP) dalam operasional migas?
Kunci Jawaban: D
SKPP (Sertifikat Kelaikan Peralatan) adalah dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah (Ditjen Migas) yang menyatakan bahwa suatu peralatan migas telah memenuhi standar keselamatan dan layak digunakan.
Materi Terkait: Prosedur Inspeksi Teknis dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) serta Instalasi (SKPI) Migas
Soal 9
Pemeriksaan berkala pada tangki timbun minyak sering merujuk pada standar API 653. Fokus utama dari standar ini adalah...
Kunci Jawaban: D
API 653 (Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction) adalah standar untuk pemeliharaan dan inspeksi tangki timbun yang sudah beroperasi.
Materi Terkait: Keteknikan Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas: Tangki Timbun, Bejana Tekan, dan Perpipaan
Soal 10
Metode identifikasi bahaya yang dilakukan dengan menggunakan kata kunci (guide words) seperti 'No', 'More', 'Less', atau 'Reverse' pada suatu node proses disebut...
Kunci Jawaban: D
HAZOP (Hazard and Operability Study) menggunakan parameter proses dan guide words (seperti no flow, more pressure) untuk mengidentifikasi penyimpangan dari desain awal.
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA
Soal 11
Limbah yang dihasilkan dari kegiatan migas seperti lumpur bor (oil based mud) dikategorikan sebagai limbah B3. Apa kepanjangan dari B3?
Kunci Jawaban: E
B3 adalah singkatan dari Bahan Berbahaya dan Beracun, yang pengelolaannya diatur secara ketat untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Materi Terkait: Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak
Soal 12
Dalam investigasi kecelakaan kerja, teknik RCA (Root Cause Analysis) bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: D
RCA (Root Cause Analysis) bertujuan mencari akar penyebab masalah, bukan sekadar gejala, sehingga tindakan korektif yang efektif dapat diambil untuk mencegah keberulangan insiden.
Materi Terkait: Prosedur Investigasi Kecelakaan Kerja dan Analisis Penyebab Utama (Root Cause Analysis) di Sektor Migas
Soal 13
Sistem metering yang digunakan untuk serah terima (transaksi) minyak bumi antara produsen dan pembeli disebut dengan istilah...
Kunci Jawaban: B
Custody Transfer Metering adalah sistem pengukuran aliran yang digunakan khusus untuk transaksi keuangan/serah terima hak kepemilikan komoditas migas.
Materi Terkait: Teknis Kalibrasi dan Ketertelusuran Alat Ukur Serta Sistem Metering (Custody Transfer)
Soal 14
Dokumen yang memuat analisis mengenai aspek teknis, keekonomian, dan lingkungan sebelum pembangunan fasilitas migas dimulai disebut...
Kunci Jawaban: D
Feasibility Study atau Studi Kelayakan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah proyek fasilitas migas layak dijalankan secara teknis dan finansial.
Materi Terkait: Evaluasi Studi Kelayakan Teknis (Feasibility Study) Pembangunan Fasilitas dan Infrastruktur Migas
Soal 15
Kegiatan audit teknis keselamatan kerja di area berisiko tinggi (high risk) di sektor migas bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: A
Audit teknis keselamatan bertujuan memastikan semua sistem pengaman dan prosedur dijalankan sesuai standar untuk meminimalisir risiko kecelakaan di area berisiko tinggi.
Materi Terkait: Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk
Soal 16
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001, kegiatan usaha hulu Migas dilakukan melalui Kontrak Kerja Sama (KKS). Salah satu prinsip utama dalam KKS adalah...
Kunci Jawaban: B
Salah satu prinsip KKS dalam UU Migas adalah bahwa pengawasan manajemen berada pada Badan Pelaksana, risiko ditanggung kontraktor, dan peralatan yang dibeli menjadi milik negara.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
Soal 17
Nilai ASN 'Akuntabel' dalam konteks penata kelola keteknikan migas diwujudkan dalam...
Kunci Jawaban: B
Akuntabel berarti bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, termasuk melaksanakan tugas secara jujur dan berintegritas sesuai nilai BerAKHLAK.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
Soal 18
Berdasarkan PP 35 Tahun 2004, cadangan minyak bumi yang ditemukan wajib dilaporkan kepada menteri melalui...
Kunci Jawaban: A
Kontraktor wajib melaporkan penemuan dan hasil sertifikasi cadangan minyak dan gas bumi kepada Menteri melalui Badan Pelaksana (PP 35/2004).
Materi Terkait: Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 (Hulu) dan PP Nomor 36 Tahun 2004 (Hilir) tentang Kegiatan Usaha Migas
Soal 19
Nilai 'Kompeten' bagi ASN yang menangani standardisasi migas berarti...
Kunci Jawaban: B
Kompeten berarti terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, sangat penting bagi ASN di bidang teknis migas untuk selalu memperbarui pengetahuan standar terkini.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
Soal 20
Mana yang merupakan contoh upaya 'Adaptif' dalam menghadapi transisi energi di lingkungan Ditjen Migas?
Kunci Jawaban: B
Adaptif berarti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan, seperti mengadopsi teknologi CCS dalam kerangka transisi energi.
Materi Terkait: Pengetahuan dasar mengenai transisi energi dan kebijakan energi nasional
Soal 21
PRO
Sertifikat Kelaikan Instalasi (SKPI) wajib dimiliki oleh setiap instalasi migas. Manakah di antara berikut ini yang termasuk cakupan objek SKPI?
Kunci Jawaban: E
SKPI (Sertifikat Kelaikan Instalasi) diberikan untuk satu kesatuan instalasi seperti platform lepas pantai, kilang, atau depo BBM setelah melalui pemeriksaan teknis menyeluruh.
Materi Terkait: Prosedur Inspeksi Teknis dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) serta Instalasi (SKPI) Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Standar API 510 digunakan khusus untuk prosedur inspeksi, pemeliharaan, dan sertifikasi ulang pada peralatan...
Kunci Jawaban: B
API 510 adalah Pressure Vessel Inspection Code yang mengatur inspeksi in-service, rating, perbaikan, dan perubahan bejana tekan.
Materi Terkait: Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Dalam manajemen risiko, apa perbedaan utama antara HAZID dan HAZOP?
Kunci Jawaban: B
HAZID (Hazard Identification) biasanya dilakukan di awal proyek untuk melihat bahaya secara luas (ancaman eksternal, lokasi), sementara HAZOP lebih detail menganalisis P&ID (Proses).
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Menurut Permen ESDM No. 18 Tahun 2018, setiap kecelakaan migas harus dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya. Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dikategorikan sebagai...
Kunci Jawaban: C
Dalam pelaporan keselamatan migas, kecelakaan yang mengakibatkan kematian disebut sebagai Kecelakaan Fatal (Fatal Accident).
Materi Terkait: Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Pada pemeriksaan tangki timbun (storage tank), metode Non-Destructive Test (NDT) yang paling efektif untuk mendeteksi korosi pada bagian dasar (bottom plate) tanpa memotong plat adalah...
Kunci Jawaban: A
MFL (Magnetic Flux Leakage) adalah teknik NDT yang umum digunakan untuk memetakan korosi dan kehilangan ketebalan pada lantai tangki timbun secara cepat.
Materi Terkait: Keteknikan Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas: Tangki Timbun, Bejana Tekan, dan Perpipaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Apa yang dimaksud dengan konsep 'As Low As Reasonably Practicable' (ALARP) dalam manajemen risiko migas?
Kunci Jawaban: B
ALARP adalah prinsip bahwa risiko harus dikurangi hingga mencapai titik di mana pengorbanan (waktu, biaya, upaya) untuk pengurangan lebih lanjut menjadi sangat tidak proporsional dibandingkan risikonya.
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Sesuai regulasi lingkungan hidup, air terproduksi (produced water) dari kegiatan hulu migas sebelum dibuang ke lingkungan harus memenuhi baku mutu tertentu. Parameter utama yang diawasi adalah...
Kunci Jawaban: A
Pemerintah mengatur baku mutu air limbah migas, di mana parameter 'Kadar Minyak dan Lemak' merupakan indikator krusial pencemaran yang harus diolah di bawah ambang batas.
Materi Terkait: Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Dalam investigasi kecelakaan, metode '5 Whys' sering digunakan untuk...
Kunci Jawaban: D
5 Whys adalah teknik interogatif untuk mengeksplorasi hubungan sebab-akibat yang mendasari masalah tertentu dengan menanyakan 'Mengapa' secara berulang (umumnya 5 kali).
Materi Terkait: Prosedur Investigasi Kecelakaan Kerja dan Analisis Penyebab Utama (Root Cause Analysis) di Sektor Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Pada sistem Custody Transfer, 'Prover' digunakan untuk tujuan...
Kunci Jawaban: A
Meter Prover adalah standar referensi volume yang digunakan untuk membuktikan (kalibrasi) akurasi meter arus yang sedang beroperasi dalam transaksi migas.
Materi Terkait: Teknis Kalibrasi dan Ketertelusuran Alat Ukur Serta Sistem Metering (Custody Transfer)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Evaluasi studi kelayakan teknis untuk pembangunan pipa transmisi gas harus mempertimbangkan faktor 'Geotechnical Hazard'. Contoh risiko ini adalah...
Kunci Jawaban: E
Geotechnical Hazard berkaitan dengan kondisi geologi dan tanah yang dapat mengancam integritas fisik pipa, seperti longsor atau gempa bumi.
Materi Terkait: Evaluasi Studi Kelayakan Teknis (Feasibility Study) Pembangunan Fasilitas dan Infrastruktur Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001, Badan Pengatur (BPH Migas) memiliki tugas utama dalam kegiatan usaha hilir, yaitu...
Kunci Jawaban: D
BPH Migas bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi melalui pipa agar ketersediaannya terjamin di seluruh wilayah NKRI.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Nilai 'Kolaboratif' dalam BerAKHLAK bagi seorang penata kelola keteknikan migas dapat ditunjukkan dengan...
Kunci Jawaban: C
Kolaboratif berarti memberi kesempatan berbagai pihak berkontribusi dan terbuka dalam bekerja sama untuk menghasilkan nilai tambah.
Materi Terkait: Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Pemeriksaan kesehatan lingkungan kerja di area high risk migas mencakup pengukuran faktor fisika. Mana yang termasuk faktor fisika?
Kunci Jawaban: E
Faktor fisika dalam lingkungan kerja meliputi kebisingan, getaran, pencahayaan, iklim kerja, dan radiasi.
Materi Terkait: Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Audit SMKM wajib dilakukan secara berkala. Berdasarkan Permen ESDM 18/2018, audit internal harus dilaksanakan paling sedikit...
Kunci Jawaban: A
Audit internal SMKM harus dilakukan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun untuk memastikan efektivitas penerapan sistem manajemen keselamatan.
Materi Terkait: Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Dalam hierarki pengendalian risiko (Hierarchy of Control), langkah yang paling efektif namun paling sulit diterapkan adalah...
Kunci Jawaban: B
Eliminasi adalah langkah pertama dan paling efektif karena menghilangkan bahaya dari sumbernya, namun seringkali paling sulit karena alasan operasional/biaya.
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Standar ASTM D-1250 sering digunakan dalam operasional migas untuk...
Kunci Jawaban: D
ASTM D-1250 adalah standar panduan (Petroleum Measurement Tables) untuk konversi volume minyak bumi pada berbagai suhu.
Materi Terkait: Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Manifest limbah B3 merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengawasan lingkungan. Apa fungsi utama manifest tersebut?
Kunci Jawaban: B
Manifest limbah B3 digunakan untuk memastikan limbah sampai ke tujuan yang legal dan mencegah pembuangan liar selama perjalanan.
Materi Terkait: Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Pada sistem perpipaan migas, 'Pigging' dilakukan dengan tujuan utama...
Kunci Jawaban: D
Pigging adalah kegiatan memasukkan alat (pig) ke dalam pipa untuk membersihkan atau melakukan inspeksi (intelligent pigging) tanpa menghentikan aliran.
Materi Terkait: Keteknikan Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas: Tangki Timbun, Bejana Tekan, dan Perpipaan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Analisis QRA (Quantitative Risk Assessment) dalam industri migas menghasilkan output berupa...
Kunci Jawaban: E
QRA adalah metode kuantitatif yang menghitung frekuensi dan konsekuensi untuk mendapatkan angka besaran risiko bagi individu maupun masyarakat di sekitar fasilitas.
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Investigasi kecelakaan migas yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: B
Tujuan utama investigasi pemerintah adalah pembelajaran (lesson learned) dan perbaikan sistem/regulasi agar keselamatan migas meningkat.
Materi Terkait: Prosedur Investigasi Kecelakaan Kerja dan Analisis Penyebab Utama (Root Cause Analysis) di Sektor Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Ketertelusuran (traceability) dalam kalibrasi alat ukur migas berarti...
Kunci Jawaban: A
Traceability memastikan hasil pengukuran valid dan sah karena dirujuk ke standar internasional (SI) melalui laboratorium kalibrasi yang terakreditasi.
Materi Terkait: Teknis Kalibrasi dan Ketertelusuran Alat Ukur Serta Sistem Metering (Custody Transfer)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam evaluasi kelayakan teknis kilang migas, 'Process Design Basis' mencakup data mengenai...
Kunci Jawaban: B
Process Design Basis adalah parameter fundamental yang menentukan bagaimana kilang didesain agar sesuai dengan bahan baku yang akan diolah dan produk yang ingin dihasilkan.
Materi Terkait: Evaluasi Studi Kelayakan Teknis (Feasibility Study) Pembangunan Fasilitas dan Infrastruktur Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Audit teknis keselamatan pada fasilitas produksi migas lepas pantai seringkali memeriksa kondisi 'Emergency Shutdown Valve' (ESDV). Apa fungsi ESDV?
Kunci Jawaban: B
ESDV adalah komponen keselamatan kritis yang berfungsi menghentikan aliran migas segera setelah terdeteksi bahaya (kebocoran/api) untuk mencegah eskalasi.
Materi Terkait: Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Standar ISO 14001 yang diterapkan di perusahaan migas berkaitan dengan...
Kunci Jawaban: D
ISO 14001 adalah standar internasional yang menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen lingkungan yang efektif bagi organisasi.
Materi Terkait: Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Berdasarkan UU 22/2001, jika terjadi sengketa dalam pelaksanaan Kontrak Kerja Sama hulu migas, maka penyelesaiannya diutamakan melalui...
Kunci Jawaban: A
Setiap sengketa yang timbul dalam KKS wajib diupayakan penyelesaiannya melalui musyawarah untuk mufakat terlebih dahulu sesuai ketentuan perundang-undangan.
Materi Terkait: Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Emisi gas buang dari fasilitas migas seperti flare (obor bakar) diawasi ketat. Salah satu indikator efisiensi pembakaran yang baik pada flare adalah...
Kunci Jawaban: B
Flare yang didesain baik (smokeless) menggunakan uap (steam) atau udara tambahan untuk memastikan pembakaran sempurna, meminimalkan emisi partikulat (asap hitam).
Materi Terkait: Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Penanggung Jawab Teknik (PJT) di perusahaan migas memiliki tanggung jawab hukum dalam hal...
Kunci Jawaban: D
PJT atau Kepala Teknik Tambang (KTT) bertanggung jawab secara teknis dan hukum atas operasional yang aman dan sesuai regulasi keselamatan migas.
Materi Terkait: Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) memiliki masa berlaku tertentu. Apa yang harus dilakukan perusahaan sebelum masa berlaku SKPP habis?
Kunci Jawaban: E
Agar legalitas dan jaminan keselamatan tetap terjaga, setiap peralatan wajib melalui re-inspeksi dan re-sertifikasi oleh Ditjen Migas atau Lembaga Inspeksi Teknis yang ditunjuk sebelum SKPP kedaluwarsa.
Materi Terkait: Prosedur Inspeksi Teknis dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) serta Instalasi (SKPI) Migas

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Dalam manajemen risiko, 'Safety Instrumented System' (SIS) dirancang untuk...
Kunci Jawaban: C
SIS adalah lapisan perlindungan (LOPA) yang berfungsi mendeteksi kondisi berbahaya dan secara otomatis melakukan tindakan (shutdown) untuk mencegah kecelakaan.
Materi Terkait: Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Audit teknis pada bejana tekan seringkali mengecek keberadaan 'Pressure Safety Valve' (PSV). Apa kegunaan utama PSV?
Kunci Jawaban: A
PSV adalah perangkat pengaman terakhir yang akan terbuka secara mekanis jika tekanan di dalam bejana melebihi batas tekanan kerja aman (MAWP) untuk melindungi integritas bejana.
Materi Terkait: Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 45 Tahun 2022 tentang Jabatan Pelaksana Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah
KepmenPANRB Nomor 282 Tahun 2025 tentang Jabatan Pelaksana Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Instansi Pemerintah
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.