SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap

Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.

Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥

Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.

Materi Pokok SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

  • Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
  • Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 (Hulu) dan PP Nomor 36 Tahun 2004 (Hilir) tentang Kegiatan Usaha Migas
  • Struktur Organisasi, Tugas, dan Fungsi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (KESDM)
  • Pengetahuan dasar mengenai transisi energi dan kebijakan energi nasional
  • Etika ASN dan Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK dalam pelayanan publik
  • Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) dan Budaya Keselamatan
  • Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian (SNI, Standar Internasional API, ASME, ASTM, dan ISO di Sektor Migas)
  • Prosedur Inspeksi Teknis dan Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) serta Instalasi (SKPI) Migas
  • Keteknikan Pemeliharaan Sarana dan Fasilitas: Tangki Timbun, Bejana Tekan, dan Perpipaan
  • Manajemen Risiko Operasi Migas: Identifikasi Bahaya menggunakan metode HAZOP, HAZID, dan QRA
  • Pengawasan Lindungan Lingkungan: Penanganan Limbah (B3), Emisi Gas Buang, dan Penanggulangan Tumpahan Minyak
  • Prosedur Investigasi Kecelakaan Kerja dan Analisis Penyebab Utama (Root Cause Analysis) di Sektor Migas
  • Teknis Kalibrasi dan Ketertelusuran Alat Ukur Serta Sistem Metering (Custody Transfer)
  • Evaluasi Studi Kelayakan Teknis (Feasibility Study) Pembangunan Fasilitas dan Infrastruktur Migas
  • Audit Teknis Keselamatan Kerja dan Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan Kerja di Area High Risk

Simulasi Tryout SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia

Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi. Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.

  • Soal sesuai materi pokok jabatan
  • Pembahasan detail & indikator kompetensi
  • Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon

Contoh Soal SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi.

Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, penguasaan atas sumber daya alam Minyak dan Gas Bumi berada di tangan negara. Siapakah yang memegang kuasa pertambangan sebagai wakil pemerintah di sektor hulu?
A. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
B. Pemerintah Pusat melalui Badan Pengatur
C. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi
D. Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
E. Badan Pelaksana (sekarang SKK Migas)
Jawaban: E
Menurut UU No. 22 Tahun 2001, kegiatan usaha hulu dilaksanakan oleh Badan Pelaksana (yang kemudian bertransformasi menjadi SKK Migas berdasarkan putusan MK) sebagai pemegang kuasa pertambangan yang mewakili pemerintah.
Soal 2
Sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2004, kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi meliputi beberapa bidang usaha. Mana di bawah ini yang BUKAN merupakan bagian dari kegiatan usaha hilir?
A. Penyimpanan
B. Eksploitasi
C. Pengolahan
D. Pengangkutan
E. Niaga
Jawaban: B
PP Nomor 36 Tahun 2004 menetapkan bahwa kegiatan usaha hilir mencakup Pengolahan, Pengangkutan, Penyimpanan, dan Niaga. Eksploitasi adalah bagian dari kegiatan usaha hulu sesuai PP Nomor 35 Tahun 2004.
Soal 3
Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi memiliki fungsi perumusan kebijakan di bidang keteknikan dan keselamatan migas. Salah satu tugas utamanya dalam struktur organisasi KESDM adalah...
A. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang standarisasi, lingkungan, dan keselamatan migas
B. Melakukan eksplorasi sumur baru di wilayah kerja terbuka
C. Melakukan audit keuangan terhadap Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS)
D. Menetapkan harga jual eceran BBM di seluruh Indonesia
E. Mengelola cadangan penyangga energi nasional secara mandiri
Jawaban: A
Berdasarkan tupoksi Ditjen Migas, fungsinya mencakup perumusan dan pelaksanaan kebijakan, pemberian bimbingan teknis, serta evaluasi di bidang standardisasi, keteknikan, keselamatan, dan lingkungan migas.
Soal 4
Kebijakan Energi Nasional (KEN) menargetkan bauran energi primer yang optimal. Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai peran Gas Bumi dalam masa transisi energi di Indonesia?
A. Gas bumi hanya digunakan untuk kebutuhan industri pupuk, bukan energi
B. Gas bumi akan segera dihapuskan dan diganti total oleh energi surya
C. Gas bumi dikategorikan sebagai energi terbarukan dalam klasifikasi terbaru
D. Pemerintah melarang ekspor gas bumi mulai tahun 2022 untuk semua sektor
E. Gas bumi berfungsi sebagai energi jembatan (bridge fuel) menuju target Net Zero Emission
Jawaban: E
Dalam peta jalan transisi energi Indonesia, gas bumi dipandang sebagai energi fosil yang paling bersih dan berperan sebagai jembatan (bridge fuel) untuk mendukung stabilitas energi saat beralih ke EBT.
Soal 5
Seorang ASN harus memiliki nilai 'Harmonis'. Dalam konteks pelayanan publik di Ditjen Migas, perilaku yang mencerminkan nilai tersebut adalah...
A. Menghargai setiap orang apapun latar belakangnya dan membangun lingkungan kerja yang kondusif
B. Menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi agar lebih efisien
C. Menyelesaikan tugas tepat waktu meskipun harus melanggar aturan prosedur
D. Hanya membantu rekan kerja yang berasal dari daerah yang sama
E. Bersikap tertutup terhadap masukan dari masyarakat luar
Jawaban: A
Nilai Harmonis dalam BerAKHLAK menekankan pada sikap menghargai perbedaan, suka menolong, dan membangun lingkungan kerja yang kondusif tanpa memandang latar belakang.
Soal 6
Komponen utama dalam Sistem Manajemen Keselamatan Minyak dan Gas Bumi (SMKM) yang menekankan pada komitmen manajemen dan partisipasi pekerja adalah...
A. Analisis dampak lingkungan
B. Kepemimpinan dan Budaya Keselamatan
C. Audit eksternal tahunan
D. Pengadaan barang dan jasa
E. Dokumentasi teknis
Jawaban: B
Sesuai regulasi SMKM (Permen ESDM No. 18/2018), elemen Kepemimpinan dan keterlibatan pekerja merupakan pondasi utama untuk menciptakan budaya keselamatan di sektor migas.
Soal 7
Dalam standardisasi internasional, standar yang secara spesifik sering digunakan untuk desain dan konstruksi bejana tekan (pressure vessel) di industri migas adalah...
A. ASME Section VIII
B. API 650
C. ASTM D-1250
D. ISO 9001
E. API 570
Jawaban: A
ASME Section VIII adalah standar internasional yang mengatur tentang aturan konstruksi, desain, manufaktur, dan inspeksi bejana tekan.
Soal 8
Apa yang dimaksud dengan Sertifikat Kelaikan Peralatan (SKPP) dalam operasional migas?
A. Sertifikat kompetensi bagi operator tangki
B. Dokumen bukti pembayaran pajak alat berat
C. Dokumen pengapalan minyak mentah
D. Sertifikat yang menyatakan suatu peralatan telah memenuhi persyaratan teknis untuk beroperasi secara aman
E. Izin prinsip pembangunan kilang baru
Jawaban: D
SKPP (Sertifikat Kelaikan Peralatan) adalah dokumen yang diterbitkan oleh pemerintah (Ditjen Migas) yang menyatakan bahwa suatu peralatan migas telah memenuhi standar keselamatan dan layak digunakan.
Soal 9
Pemeriksaan berkala pada tangki timbun minyak sering merujuk pada standar API 653. Fokus utama dari standar ini adalah...
A. Penentuan kadar oktan dalam bensin
B. Sistem pemadaman kebakaran otomatis
C. Kalibrasi alat ukur suhu
D. Inspeksi, perbaikan, perubahan, dan rekonstruksi tangki yang sudah ada
E. Pembangunan tangki baru dari awal
Jawaban: D
API 653 (Tank Inspection, Repair, Alteration, and Reconstruction) adalah standar untuk pemeliharaan dan inspeksi tangki timbun yang sudah beroperasi.
Soal 10
Metode identifikasi bahaya yang dilakukan dengan menggunakan kata kunci (guide words) seperti 'No', 'More', 'Less', atau 'Reverse' pada suatu node proses disebut...
A. QRA
B. FTA (Fault Tree Analysis)
C. HAZID
D. HAZOP
E. JSA (Job Safety Analysis)
Jawaban: D
HAZOP (Hazard and Operability Study) menggunakan parameter proses dan guide words (seperti no flow, more pressure) untuk mengidentifikasi penyimpangan dari desain awal.
Soal 11
Limbah yang dihasilkan dari kegiatan migas seperti lumpur bor (oil based mud) dikategorikan sebagai limbah B3. Apa kepanjangan dari B3?
A. Bahan Baku Berkualitas
B. Barang Bekas Berharga
C. Bahan Buangan Berisiko
D. Bahan Bakar Bersih
E. Bahan Berbahaya dan Beracun
Jawaban: E
B3 adalah singkatan dari Bahan Berbahaya dan Beracun, yang pengelolaannya diatur secara ketat untuk mencegah pencemaran lingkungan.
Soal 12
Dalam investigasi kecelakaan kerja, teknik RCA (Root Cause Analysis) bertujuan untuk...
A. Menghitung kerugian finansial akibat kerusakan alat
B. Menentukan siapa yang harus disalahkan dan dipecat
C. Menutupi kesalahan prosedur dari pihak manajemen
D. Menemukan faktor mendasar yang menyebabkan terjadinya insiden agar tidak terulang
E. Membuat laporan untuk klaim asuransi saja
Jawaban: D
RCA (Root Cause Analysis) bertujuan mencari akar penyebab masalah, bukan sekadar gejala, sehingga tindakan korektif yang efektif dapat diambil untuk mencegah keberulangan insiden.
Soal 13
Sistem metering yang digunakan untuk serah terima (transaksi) minyak bumi antara produsen dan pembeli disebut dengan istilah...
A. Check Metering
B. Custody Transfer Metering
C. Venturi Metering
D. Allocation Metering
E. Test Metering
Jawaban: B
Custody Transfer Metering adalah sistem pengukuran aliran yang digunakan khusus untuk transaksi keuangan/serah terima hak kepemilikan komoditas migas.
Soal 14
Dokumen yang memuat analisis mengenai aspek teknis, keekonomian, dan lingkungan sebelum pembangunan fasilitas migas dimulai disebut...
A. Material Safety Data Sheet (MSDS)
B. Purchase Order (PO)
C. Standard Operating Procedure (SOP)
D. Feasibility Study (Studi Kelayakan)
E. Work Permit
Jawaban: D
Feasibility Study atau Studi Kelayakan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah proyek fasilitas migas layak dijalankan secara teknis dan finansial.
Soal 15
Kegiatan audit teknis keselamatan kerja di area berisiko tinggi (high risk) di sektor migas bertujuan untuk...
A. Memastikan kepatuhan terhadap standar keselamatan dan mengidentifikasi potensi kegagalan sistem
B. Mengganti seluruh peralatan lama dengan peralatan impor
C. Mempercepat durasi kontrak kerja
D. Menambah beban administrasi bagi pekerja lapangan
E. Menurunkan harga produksi minyak mentah secara paksa
Jawaban: A
Audit teknis keselamatan bertujuan memastikan semua sistem pengaman dan prosedur dijalankan sesuai standar untuk meminimalisir risiko kecelakaan di area berisiko tinggi.
Soal 16
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001, kegiatan usaha hulu Migas dilakukan melalui Kontrak Kerja Sama (KKS). Salah satu prinsip utama dalam KKS adalah...
A. Manajemen operasional sepenuhnya berada pada pemerintah/Badan Pelaksana
B. Peralatan yang dibeli oleh kontraktor menjadi milik negara
C. Kepemilikan sumber daya alam tetap di tangan kontraktor
D. Modal dan risiko seluruhnya ditanggung oleh pemerintah
E. Kontraktor bebas menentukan harga minyak di pasar domestik
Jawaban: B
Salah satu prinsip KKS dalam UU Migas adalah bahwa pengawasan manajemen berada pada Badan Pelaksana, risiko ditanggung kontraktor, dan peralatan yang dibeli menjadi milik negara.
Soal 17
Nilai ASN 'Akuntabel' dalam konteks penata kelola keteknikan migas diwujudkan dalam...
A. Menolak tugas tambahan yang diberikan atasan
B. Melaksanakan tugas dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi
C. Menerima gratifikasi dari perusahaan yang sedang diinspeksi
D. Memberikan data inspeksi yang tidak akurat agar laporan terlihat bagus
E. Menghilangkan dokumen negara yang bersifat rahasia
Jawaban: B
Akuntabel berarti bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, termasuk melaksanakan tugas secara jujur dan berintegritas sesuai nilai BerAKHLAK.
Soal 18
Berdasarkan PP 35 Tahun 2004, cadangan minyak bumi yang ditemukan wajib dilaporkan kepada menteri melalui...
A. Kepala Badan Pelaksana (SKK Migas)
B. Direktur Jenderal Pajak
C. Pihak Kepolisian
D. Menteri Keuangan
E. Gubernur setempat
Jawaban: A
Kontraktor wajib melaporkan penemuan dan hasil sertifikasi cadangan minyak dan gas bumi kepada Menteri melalui Badan Pelaksana (PP 35/2004).
Soal 19
Nilai 'Kompeten' bagi ASN yang menangani standardisasi migas berarti...
A. Mengerjakan tugas sesuka hati tanpa merujuk standar
B. Terus belajar dan mengembangkan kapabilitas untuk menjawab tantangan teknis yang dinamis
C. Membocorkan rahasia negara kepada pihak asing
D. Merasa sudah cukup ilmu dan tidak perlu belajar lagi
E. Hanya mengerjakan tugas yang mudah saja
Jawaban: B
Kompeten berarti terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, sangat penting bagi ASN di bidang teknis migas untuk selalu memperbarui pengetahuan standar terkini.
Soal 20
Mana yang merupakan contoh upaya 'Adaptif' dalam menghadapi transisi energi di lingkungan Ditjen Migas?
A. Mengabaikan perubahan iklim global
B. Mengembangkan regulasi yang mendukung Carbon Capture and Storage (CCS) pada industri migas
C. Tetap menggunakan prosedur manual yang lambat meskipun sudah ada sistem digital
D. Menentang pengembangan energi baru terbarukan
E. Mengurangi komunikasi dengan stakeholder internasional
Jawaban: B
Adaptif berarti terus berinovasi dan antusias dalam menggerakkan ataupun menghadapi perubahan, seperti mengadopsi teknologi CCS dalam kerangka transisi energi.
Soal 21 Premium
Sertifikat Kelaikan Instalasi (SKPI) wajib dimiliki oleh setiap instalasi migas. Manakah di antara berikut ini yang termasuk cakupan objek SKPI?
A. Hanya pompa air di kantor pusat
B. Mobil dinas operasional lapangan
C. Seragam tahan api (coverall) pekerja
D. Komputer di ruang kontrol (control room)
E. Satu rangkaian fasilitas produksi hulu, kilang pengolahan, atau terminal BBM
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 22 Premium
Standar API 510 digunakan khusus untuk prosedur inspeksi, pemeliharaan, dan sertifikasi ulang pada peralatan...
A. Mesin bor lepas pantai
B. Bejana tekan (Pressure Vessel)
C. Pipa penyalur gas bumi
D. Tangki timbun atmosferik
E. Sistem pemadaman kebakaran
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 23 Premium
Dalam manajemen risiko, apa perbedaan utama antara HAZID dan HAZOP?
A. HAZID dilakukan saat operasi, HAZOP saat konstruksi
B. HAZID mengidentifikasi bahaya secara umum/makro, sedangkan HAZOP fokus secara detail pada penyimpangan proses
C. HAZID hanya untuk masalah lingkungan, HAZOP untuk masalah mekanikal
D. Tidak ada perbedaan, keduanya adalah istilah yang sama
E. HAZID menggunakan software, HAZOP dilakukan manual
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 24 Premium
Menurut Permen ESDM No. 18 Tahun 2018, setiap kecelakaan migas harus dikategorikan berdasarkan tingkat keparahannya. Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dikategorikan sebagai...
A. Kecelakaan Sedang
B. Kecelakaan Berat
C. Kecelakaan Fatal
D. Kecelakaan Ringan
E. Kecelakaan Massal
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 25 Premium
Pada pemeriksaan tangki timbun (storage tank), metode Non-Destructive Test (NDT) yang paling efektif untuk mendeteksi korosi pada bagian dasar (bottom plate) tanpa memotong plat adalah...
A. Magnetic Flux Leakage (MFL)
B. Hydrostatic Test
C. Dye Penetrant Test (PT)
D. Visual Testing (VT)
E. Hardness Test
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 26 Premium
Apa yang dimaksud dengan konsep 'As Low As Reasonably Practicable' (ALARP) dalam manajemen risiko migas?
A. Mengabaikan risiko kecil untuk fokus pada keuntungan
B. Risiko ditekan sampai tingkat di mana biaya lebih lanjut untuk mengurangi risiko sudah tidak sebanding dengan manfaatnya
C. Risiko harus dihilangkan 100% tanpa biaya
D. Hanya mengikuti aturan minimum tanpa evaluasi tambahan
E. Menyerahkan seluruh tanggung jawab risiko kepada asuransi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 27 Premium
Sesuai regulasi lingkungan hidup, air terproduksi (produced water) dari kegiatan hulu migas sebelum dibuang ke lingkungan harus memenuhi baku mutu tertentu. Parameter utama yang diawasi adalah...
A. Kadar minyak dan lemak (Oil & Grease)
B. Warna air yang harus biru jernih
C. Kandungan oksigen murni
D. Tekanan air saat keluar pipa
E. Kadar emas dan perak
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 28 Premium
Dalam investigasi kecelakaan, metode '5 Whys' sering digunakan untuk...
A. Menanyakan pertanyaan yang sama kepada 5 saksi berbeda
B. Mencari 5 orang yang bertanggung jawab
C. Menyelesaikan investigasi dalam waktu 5 jam
D. Menggali lapisan penyebab masalah secara berulang hingga menemukan akar masalah
E. Menentukan 5 jenis denda yang akan dijatuhkan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 29 Premium
Pada sistem Custody Transfer, 'Prover' digunakan untuk tujuan...
A. Memverifikasi akurasi meter arus (flow meter) secara in-situ
B. Mengambil sampel laboratorium
C. Membersihkan pipa dari kotoran
D. Menambah tekanan aliran
E. Memisahkan air dari minyak
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 30 Premium
Evaluasi studi kelayakan teknis untuk pembangunan pipa transmisi gas harus mempertimbangkan faktor 'Geotechnical Hazard'. Contoh risiko ini adalah...
A. Perubahan regulasi pajak daerah
B. Kebisingan mesin kompresor
C. Fluktuasi harga gas dunia
D. Ketersediaan tenaga kerja lokal
E. Potensi tanah longsor atau pergeseran sesar bumi di jalur pipa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 31 Premium
Berdasarkan UU No. 22 Tahun 2001, Badan Pengatur (BPH Migas) memiliki tugas utama dalam kegiatan usaha hilir, yaitu...
A. Mengelola dana CSR seluruh perusahaan migas
B. Melakukan pengeboran sumur eksplorasi
C. Melakukan audit teknis keselamatan kilang
D. Melakukan pengaturan dan pengawasan atas penyediaan dan pendistribusian BBM serta pengangkutan gas bumi melalui pipa
E. Menandatangani kontrak bagi hasil (PSC)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 32 Premium
Nilai 'Kolaboratif' dalam BerAKHLAK bagi seorang penata kelola keteknikan migas dapat ditunjukkan dengan...
A. Menyelesaikan masalah teknis sendiri tanpa bantuan unit lain agar terlihat hebat
B. Menerima keputusan atasan meskipun salah secara teknis
C. Memberi kesempatan kepada berbagai pihak untuk berkontribusi dalam perumusan standar SNI Migas
D. Menghindari rapat koordinasi antar kementerian
E. Membatasi akses informasi bagi departemen lain
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 33 Premium
Pemeriksaan kesehatan lingkungan kerja di area high risk migas mencakup pengukuran faktor fisika. Mana yang termasuk faktor fisika?
A. Ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri)
B. Kadar bakteri dalam air minum
C. Konsentrasi uap benzena di udara
D. Tingkat stres pekerja
E. Kebisingan, getaran, dan radiasi
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 34 Premium
Audit SMKM wajib dilakukan secara berkala. Berdasarkan Permen ESDM 18/2018, audit internal harus dilaksanakan paling sedikit...
A. 1 kali dalam setahun
B. Hanya jika terjadi kecelakaan
C. 1 kali dalam 3 tahun
D. Setiap bulan
E. 5 tahun sekali
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 35 Premium
Dalam hierarki pengendalian risiko (Hierarchy of Control), langkah yang paling efektif namun paling sulit diterapkan adalah...
A. Substitusi
B. Eliminasi
C. Administrasi
D. Rekayasa Teknik (Engineering Control)
E. Alat Pelindung Diri (APD)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 36 Premium
Standar ASTM D-1250 sering digunakan dalam operasional migas untuk...
A. Desain pondasi tangki
B. Prosedur pengelasan pipa
C. Analisis dampak lingkungan
D. Tabel pengukuran volume minyak bumi berdasarkan suhu dan densitas
E. Sistem manajemen mutu kilang
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 37 Premium
Manifest limbah B3 merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengawasan lingkungan. Apa fungsi utama manifest tersebut?
A. Untuk menentukan harga jual limbah
B. Untuk melacak pergerakan limbah dari penghasil, pengangkut, hingga pengolah (chain of custody)
C. Sebagai alat bukti pembayaran pajak limbah
D. Sebagai izin untuk membuang limbah ke laut
E. Sebagai sertifikat kompetensi pengemudi truk
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 38 Premium
Pada sistem perpipaan migas, 'Pigging' dilakukan dengan tujuan utama...
A. Menambah kecepatan aliran secara drastis
B. Menghitung jumlah ikan di sekitar pipa lepas pantai
C. Mengukur kadar sulfur dalam gas
D. Pembersihan pipa dari deposit dan inspeksi integritas dinding dalam pipa
E. Mendinginkan suhu cairan di dalam pipa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 39 Premium
Analisis QRA (Quantitative Risk Assessment) dalam industri migas menghasilkan output berupa...
A. Gambar desain pipa berwarna biru
B. Struktur organisasi perusahaan
C. Laporan cuaca harian
D. Daftar hadir rapat
E. Nilai numerik risiko seperti Individual Risk (IR) dan Societal Risk (F-N Curve)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 40 Premium
Investigasi kecelakaan migas yang dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk...
A. Mencari pembenaran atas tindakan perusahaan
B. Menemukan penyebab kecelakaan dan memberikan rekomendasi teknis untuk mencegah kejadian serupa
C. Mengumumkan nama korban ke media massa secepat mungkin
D. Mengambil alih manajemen operasional perusahaan secara permanen
E. Menyita seluruh aset perusahaan yang mengalami kecelakaan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 41 Premium
Ketertelusuran (traceability) dalam kalibrasi alat ukur migas berarti...
A. Hasil ukur dapat dikaitkan dengan standar yang lebih tinggi (nasional/internasional) melalui rantai perbandingan yang tak terputus
B. Alat ukur memiliki nomor seri yang mudah dibaca
C. Alat ukur terbuat dari bahan yang tahan karat
D. Hanya personil tertentu yang boleh menggunakan alat
E. Alat ukur bisa dibawa ke mana saja
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 42 Premium
Dalam evaluasi kelayakan teknis kilang migas, 'Process Design Basis' mencakup data mengenai...
A. Warna cat gedung perkantoran
B. Kapasitas produksi, spesifikasi bahan baku (feedstock), dan spesifikasi produk
C. Jadwal cuti tahunan karyawan
D. Merek kendaraan operasional lapangan
E. Nama-nama pemegang saham perusahaan
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 43 Premium
Audit teknis keselamatan pada fasilitas produksi migas lepas pantai seringkali memeriksa kondisi 'Emergency Shutdown Valve' (ESDV). Apa fungsi ESDV?
A. Menyaring kotoran pasir dari sumur
B. Menutup aliran secara otomatis dan cepat jika terjadi kondisi darurat untuk isolasi fasilitas
C. Meningkatkan tekanan aliran saat listrik padam
D. Mengatur volume penjualan harian
E. Sebagai ventilasi udara di ruang mesin
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 44 Premium
Standar ISO 14001 yang diterapkan di perusahaan migas berkaitan dengan...
A. Standar Keamanan Cyber
B. Spesifikasi Teknis Pelumas
C. Sistem Manajemen Mutu Produk
D. Sistem Manajemen Lingkungan
E. Audit Keuangan Internal
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 45 Premium
Berdasarkan UU 22/2001, jika terjadi sengketa dalam pelaksanaan Kontrak Kerja Sama hulu migas, maka penyelesaiannya diutamakan melalui...
A. Musyawarah untuk mufakat
B. Penyitaan aset oleh kepolisian
C. Pengabaian sengketa hingga masa kontrak habis
D. Pemutusan kontrak secara sepihak oleh pemerintah
E. Demonstrasi massa
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 46 Premium
Emisi gas buang dari fasilitas migas seperti flare (obor bakar) diawasi ketat. Salah satu indikator efisiensi pembakaran yang baik pada flare adalah...
A. Bunyi ledakan yang keras setiap menit
B. Pembakaran yang tidak mengeluarkan asap (smokeless flare)
C. Tinggi api mencapai 1 kilometer
D. Asap hitam yang sangat pekat
E. Api yang padam secara terus menerus
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 47 Premium
Penanggung Jawab Teknik (PJT) di perusahaan migas memiliki tanggung jawab hukum dalam hal...
A. Pembelian saham perusahaan
B. Pemasaran produk ke luar negeri
C. Penyediaan katering karyawan
D. Keselamatan operasi dan kepatuhan teknis terhadap regulasi pemerintah
E. Rekrutmen staf administrasi kantor
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 48 Premium
Sertifikasi Kelaikan Peralatan (SKPP) memiliki masa berlaku tertentu. Apa yang harus dilakukan perusahaan sebelum masa berlaku SKPP habis?
A. Mengganti plat nama (nameplate) peralatan
B. Membiarkan peralatan beroperasi tanpa sertifikat
C. Memalsukan tanda tangan inspektur migas
D. Menjual peralatan tersebut ke perusahaan lain
E. Mengajukan permohonan inspeksi ulang untuk sertifikasi kembali (re-sertifikasi)
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 49 Premium
Dalam manajemen risiko, 'Safety Instrumented System' (SIS) dirancang untuk...
A. Mengirimkan email otomatis ke media massa
B. Mempercantik tampilan control room
C. Mengambil tindakan otomatis untuk membawa proses ke kondisi aman ketika terjadi kegagalan
D. Mengurangi gaji karyawan yang lalai
E. Menambah kecepatan produksi melebihi kapasitas desain
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses
Soal 50 Premium
Audit teknis pada bejana tekan seringkali mengecek keberadaan 'Pressure Safety Valve' (PSV). Apa kegunaan utama PSV?
A. Melepaskan tekanan berlebih ke atmosfer atau sistem flare untuk mencegah ledakan bejana
B. Menghitung debit aliran yang keluar
C. Mencegah cairan masuk ke dalam pipa gas
D. Menambah tekanan di dalam bejana
E. Mengukur suhu di dalam bejana
🔒 Premium
Soal ini hanya untuk pengguna Bromax
Buka Akses

Tips Lulus SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

  • Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
  • Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
  • Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
  • Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
  • Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi

SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Kelola Keteknikan, Standardisasi, dan Keselamatan Minyak dan Gas Bumi tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.