Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Nutrisionis, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Nutrisionis
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Nutrisionis Ahli Pertama
Keputusan Menkes RI No. HK.01.07/Menkes/1910/2022 tentang Standar Profesi Dietisien dan Permenkes No. 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi
Asuhan gizi klinik (clinical nutrition)
Kebijakan kesehatan spesifik yang merupakan prioritas daerah masing-masing di Indonesia
Pengelolaan masalah gizi
Pemantauan/surveilans gizi
Pemberdayaan dan kolaborasi dengan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat gizi dan kesehatan
Asuhan gizi individu, kelompok dan masyarakat
Pengelolaan sistem penyelenggaraan makanan (food service)
Pengelolaan sumber daya lokal, bisnis gizi (nutripreneurship)
Nutrisionis Terampil
Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur pengelolaan asuhan gizi
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, serta tata cara prosedur pengelolaan gizi masyarakat
Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur penyelenggaraan makanan
Pengelolaan asuhan gizi sesuai pedoman kerja/petunjuk teknis
Penyelenggaraan, pembimbingan pelaksanaan atau penyusunan peta jalan penyusunan/pemanfaatan/penggunaan
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, serta tata cara prosedur pengelolaan gizi masyarakat
Pengelolaan asuhan gizi sesuai pedoman kerja/petunjuk teknis
Penyelenggaraan dan pembimbingan pelaksanaan gizi masyarakat atau penyusunan, pemanfaatan, atau penggunaan peta jalan
Konsep dasar, teknik metode, peraturan dan mekanisme, tata cara prosedur penyelenggaraan makanan
Pengelolaan asuhan gizi sesuai pedoman kerja/petunjuk teknis
Penyelenggaraan dan pembimbingan penyelenggaraan makanan atau penyusunan, pemanfaatan, atau penggunaan peta jalan
Simulasi Tryout SKB CPNS Nutrisionis
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Nutrisionis.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Nutrisionis
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis.
Soal 1
Dalam Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT), langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang Nutrisionis untuk mengidentifikasi masalah gizi adalah...
A. Diagnosis Gizi
B. Evaluasi Gizi
C. Intervensi Gizi
D. Monitoring Gizi
E. Asesmen Gizi
Jawaban: E
Berdasarkan PMK No. 78 Tahun 2013 tentang Pelayanan Gizi Rumah Sakit, langkah awal PAGT adalah Asesmen Gizi untuk mengumpulkan dan menginterpretasi data agar masalah gizi dapat diidentifikasi.
Soal 2
Indikator antropometri yang digunakan untuk menentukan klasifikasi 'Stunting' pada balita menurut standar terbaru adalah...
A. Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U)
B. Berat Badan menurut Umur (BB/U)
C. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
D. Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)
E. Lingkar Lengan Atas (LiLA)
Jawaban: D
Sesuai PMK No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, stunting ditentukan berdasarkan indeks Tinggi Badan menurut Umur (TB/U) dengan ambang batas (Z-score) < -2 SD.
Soal 3
Dalam manajemen penyelenggaraan makanan massal, suhu penyimpanan yang tepat untuk daging segar dalam jangka waktu pendek (kurang dari 3 hari) adalah...
A. 10°C sampai 15°C
B. 5°C sampai 10°C
C. 0°C sampai 5°C
D. -5°C sampai 0°C
E. -10°C sampai -5°C
Jawaban: C
Penyimpanan bahan makanan hewani segar seperti daging untuk jangka waktu pendek memerlukan suhu chiller antara 0°C hingga 5°C guna menghambat pertumbuhan bakteri patogen.
Soal 4
Komponen 'Etiology' dalam penulisan Diagnosis Gizi (PES) berfungsi untuk...
A. Menentukan besarnya masalah
B. Mengidentifikasi penyebab utama masalah gizi
C. Menghitung kebutuhan kalori
D. Menyusun strategi monitoring
E. Menjelaskan gejala yang muncul
Jawaban: B
Dalam format PES (Problem, Etiology, Signs/Symptoms), Etiology adalah faktor penyebab atau faktor risiko yang berkontribusi terhadap masalah gizi, yang menjadi dasar penentuan intervensi.
Soal 5
Pemberian Kapsul Vitamin A dosis tinggi (200.000 IU) pada balita di Indonesia dilaksanakan secara rutin pada bulan...
A. Mei dan November
B. Maret dan September
C. Januari dan Juli
D. Februari dan Agustus
E. April dan Oktober
Jawaban: D
Program nasional suplementasi Vitamin A di Indonesia dilakukan dua kali setahun pada bulan Februari dan Agustus untuk mencegah kekurangan Vitamin A pada balita.
Soal 6
Manakah dari berikut ini yang merupakan prinsip pertama dalam sistem Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP)?
A. Menetapkan tindakan koreksi
B. Menetapkan prosedur pemantauan
C. Menetapkan batas kritis
D. Melakukan analisis bahaya
E. Menentukan Titik Kendali Kritis (CCP)
Jawaban: D
Prinsip pertama HACCP adalah melakukan analisis bahaya untuk mengidentifikasi potensi bahaya biologi, kimia, atau fisik yang mungkin terjadi pada setiap tahapan produksi pangan.
Soal 7
Seorang pasien menunjukkan tanda klinis edema pada kedua punggung kaki. Dalam asesmen gizi, data ini dikategorikan ke dalam...
A. Data Antropometri
B. Data Fisik/Klinis
C. Data Riwayat Personal
D. Data Biokimia
E. Data Riwayat Makan
Jawaban: B
Edema merupakan temuan fisik yang diperoleh melalui pemeriksaan fisik terkait gizi untuk mengevaluasi status hidrasi atau kekurangan zat gizi tertentu.
Soal 8
Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada ibu hamil bertujuan untuk mencegah anemia defisiensi besi. Jumlah minimal pemberian selama masa kehamilan adalah...
A. 90 tablet
B. 120 tablet
C. 150 tablet
D. 60 tablet
E. 30 tablet
Jawaban: A
Sesuai standar pelayanan kehamilan (ANC), ibu hamil diwajibkan mengonsumsi minimal 90 tablet tambah darah selama masa kehamilan untuk mencegah anemia.
Soal 9
Metode perencanaan kebutuhan bahan makanan yang didasarkan pada jumlah konsumen yang dilayani sesuai dengan standar porsi disebut metode...
A. Metode Standar Porsi
B. Metode Frekuensi
C. Metode Kebutuhan Fisik
D. Metode Pedoman Menu
E. Metode Anggaran
Jawaban: A
Metode standar porsi digunakan untuk menghitung kebutuhan bahan makanan dengan mengalikan jumlah konsumen dengan berat bersih bahan makanan per porsi.
Soal 10
Dalam terminologi Diagnosis Gizi, domain yang mencakup masalah gizi yang berkaitan dengan kondisi fisik atau medis disebut domain...
A. Domain Klinis
B. Domain Lingkungan
C. Domain Intake
D. Domain Perilaku
E. Domain Sosial
Jawaban: A
Domain Klinis (Clinical Domain) mencakup masalah gizi yang berkaitan dengan kondisi medis atau fisik pasien seperti gangguan fungsi saluran cerna atau perubahan nilai laboratorium.
Soal 11
Penyusunan 'Roadmap' percepatan penurunan stunting di tingkat daerah harus mengacu pada regulasi nasional utama yaitu...
A. Undang-Undang No. 36 Tahun 2009
B. Peraturan Menteri Kesehatan No. 41 Tahun 2014
C. Peraturan Presiden No. 42 Tahun 2013
D. Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012
E. Peraturan Presiden No. 72 Tahun 2021
Jawaban: E
Perpres No. 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting merupakan landasan utama dalam penyusunan strategi dan peta jalan (roadmap) penanganan stunting di Indonesia.
Soal 12
Berapakah batas ambang (Cut-off point) IMT untuk kategori 'Kelebihan Berat Badan (Overweight)' pada orang dewasa di Indonesia menurut Kemenkes?
A. 17,0 - 18,4
B. 23,0 - 24,9
C. 18,5 - 22,9
D. 25,0 - 27,0
E. > 27,0
Jawaban: D
Menurut klasifikasi nasional (Kemenkes RI), IMT 25,0 - 27,0 dikategorikan sebagai gemuk (Overweight/Kelebihan Berat Badan Tingkat Ringan).
Soal 13
Dalam distribusi makanan di rumah sakit, sistem 'Centralized' berarti...
A. Makanan disediakan oleh pihak katering luar
B. Makanan dikirim dalam jumlah besar ke ruang rawat lalu diporsi di sana
C. Makanan diporsi di dapur utama lalu dikirim ke ruang rawat
D. Pasien mengambil sendiri makanan di kantin
E. Makanan diolah langsung di dapur ruangan
Jawaban: C
Sistem distribusi sentralisasi (Centralized) adalah sistem di mana pemorsian makanan dilakukan di dapur utama sebelum didistribusikan ke pasien.
Soal 14
Istilah 'Nutrition Monitoring and Evaluation' bertujuan untuk...
A. Menilai efektivitas intervensi gizi yang telah dilakukan
B. Menghitung biaya makanan
C. Melakukan skrining gizi
D. Menentukan status ekonomi pasien
E. Mengidentifikasi etiologi masalah
Jawaban: A
Monitoring dan Evaluasi Gizi dilakukan untuk memantau perkembangan dan menentukan apakah tujuan intervensi tercapai serta menilai hasil akhir asuhan gizi.
Soal 15
Data prevalensi gizi buruk di suatu wilayah diperoleh melalui survei yang dilakukan secara berkala. Survei kesehatan nasional terbaru yang mencakup data status gizi di Indonesia dikenal dengan nama...
A. Riskesdas
B. Sirkesnas
C. PSG (Pemantauan Status Gizi)
D. Susenas
E. SKI (Survei Kesehatan Indonesia)
Jawaban: E
SKI (Survei Kesehatan Indonesia) adalah survei terbaru yang menggantikan SSGI dalam memantau prevalensi stunting dan masalah gizi nasional lainnya.
Soal 16
Apa yang dimaksud dengan 'Food Specifications' dalam penyelenggaraan makanan?
A. Alur kerja pegawai dapur
B. Daftar menu harian
C. Resep standar untuk pengolahan
D. Daftar harga bahan makanan
E. Standar kualitas bahan makanan yang ditetapkan untuk pembelian
Jawaban: E
Spesifikasi bahan makanan adalah standar kualitas yang tertulis dan jelas mengenai karakteristik bahan makanan yang diinginkan oleh institusi saat melakukan pengadaan.
Soal 17
Tindakan gizi yang bertujuan untuk mengubah perilaku dan pengetahuan pasien terkait gizi disebut...
A. Skrining Gizi
B. Asesmen Gizi
C. Edukasi Gizi
D. Koordinasi Asuhan Gizi
E. Pemberian Makan (Food Delivery)
Jawaban: C
Edukasi gizi adalah proses formal untuk melatih atau memberikan pengetahuan agar pasien/klien mampu mengelola masalah gizinya secara mandiri.
Soal 18
Dalam pengukuran tinggi badan anak di atas 2 tahun yang belum bisa berdiri tegak, maka pengukuran dilakukan secara telentang dan hasilnya dikurangi...
A. 1,5 cm
B. 1,2 cm
C. 0,5 cm
D. 1,0 cm
E. 0,7 cm
Jawaban: E
Menurut standar antropometri, jika anak >2 tahun diukur secara telentang (length), maka hasilnya harus dikurangi 0,7 cm untuk mendapatkan estimasi tinggi berdiri (height).
Soal 19
Penerapan sistem FIFO (First In First Out) dalam penyimpanan bahan makanan di gudang bertujuan untuk...
A. Menurunkan biaya pembelian
B. Menghemat ruang penyimpanan
C. Mencegah kerusakan dan kedaluwarsa bahan makanan
D. Memudahkan penghitungan stok harian
E. Mempercepat proses pengolahan
Jawaban: C
FIFO menjamin bahan makanan yang lebih dulu masuk/datang akan digunakan lebih dulu, sehingga mencegah adanya bahan makanan yang rusak atau melewati batas kedaluwarsa.
Soal 20
Parameter biokimia yang sering digunakan untuk menilai status protein visceral dalam jangka pendek karena waktu paruhnya yang singkat adalah...
A. Hemoglobin
B. Albumin
C. Glukosa Darah
D. Prealbumin
E. Kolesterol Total
Jawaban: D
Prealbumin memiliki waktu paruh (half-life) sekitar 2 hari, menjadikannya parameter yang lebih sensitif terhadap perubahan asupan protein jangka pendek dibandingkan albumin.
Soal 21
Menurut Permenkes No. 26 Tahun 2013, setiap Tenaga Gizi yang menjalankan pekerjaan di fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki surat izin kerja yang disebut...
A. Surat Izin Tenaga Kesehatan (SITK)
B. Surat Izin Kerja Tenaga Gizi (SIKGZ)
C. Sertifikat Kompetensi Gizi (SKG)
D. Surat Tanda Registrasi Tenaga Gizi (STRGZ)
E. Surat Izin Praktik Tenaga Gizi (SIPGZ)
Jawaban: B
Berdasarkan Permenkes No. 26 Tahun 2013, Tenaga Gizi yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan wajib memiliki SIKGZ (Surat Izin Kerja Tenaga Gizi), sedangkan SIPGZ diperlukan untuk praktik mandiri.
Soal 22
Berdasarkan Kepmenkes RI No. HK.01.07/Menkes/1910/2022, seorang Dietisien memiliki kewenangan klinis dalam asuhan gizi spesifik. Salah satu standar kompetensi yang harus dimiliki adalah mampu melakukan Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada pasien dengan kondisi...
A. Malnutrisi ringan tanpa komplikasi medis
B. Sehat jasmani dan rohani
C. Pekerja pabrik dengan aktivitas fisik berat
D. Gizi lebih di posyandu
E. Kompleks, kritis, dan berisiko tinggi
Jawaban: E
Sesuai Kepmenkes RI No. HK.01.07/Menkes/1910/2022, Standar Profesi Dietisien mencakup penanganan asuhan gizi klinik yang kompleks, kritis, dan berisiko tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan.
Soal 23
Dalam asuhan gizi klinik pada pasien Diabetes Melitus, intervensi diet utama berfokus pada pengendalian glukosa darah melalui prinsip 3J. Manakah dari pilihan berikut yang merupakan penerapan prinsip 'J' yang berkaitan dengan pengaturan frekuensi atau waktu makan?
A. Jumlah asupan protein ditingkatkan hingga 30% dari total kalori
B. Jadwal makan tidak dibatasi selama masih merasa lapar
C. Jenis makanan menghindari serat larut air
D. Jadwal makan terdiri dari 3 kali makan utama dan 2-3 kali makanan selingan
E. Jumlah karbohidrat diberikan kurang dari 30% total energi
Jawaban: D
Prinsip 3J dalam diet DM meliputi Jumlah, Jenis, dan Jadwal. Jadwal makan yang teratur (3 kali makan utama, 2-3 kali selingan) bertujuan untuk mencegah fluktuasi glukosa darah yang drastis.
Soal 24
Seorang pasien didiagnosis Penyakit Ginjal Kronik (PGK) stadium 3 dan belum menjalani hemodialisis. Modifikasi diet utama yang paling tepat diberikan oleh nutrisionis adalah...
A. Rendah protein dan cukup energi
B. Tinggi kalori tinggi protein
C. Tinggi natrium dan tinggi kalium
D. Rendah kalori rendah sisa
E. Rendah lemak jenuh tinggi purin
Jawaban: A
Pada pasien PGK pre-dialisis, asupan protein dibatasi (rendah protein sekitar 0.6-0.8 g/kgBB) untuk memperlambat perburukan fungsi ginjal, namun energi harus cukup (30-35 kkal/kgBB) untuk mencegah katabolisme protein.
Soal 25
Banyak pemerintah daerah di Indonesia mengadopsi Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 ke dalam kebijakan spesifik daerahnya. Kebijakan ini berfokus pada permasalahan gizi yaitu...
A. Penurunan angka obesitas sentral
B. Penanggulangan anemia pada ibu lansia
C. Percepatan penurunan stunting
D. Pemberantasan gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY)
E. Penghapusan gizi buruk (marasmus-kwashiorkor)
Jawaban: C
Perpres No 72 Tahun 2021 mengatur tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menjadi indikator prioritas daerah dalam upaya meningkatkan kualitas SDM dan kesehatan masyarakat.
Soal 26
Dalam pengelolaan masalah gizi, pemerintah memprogramkan suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) untuk mencegah anemia. Sasaran utama dari program prioritas ini selain ibu hamil adalah...
A. Remaja putri usia 12-18 tahun
B. Balita dengan gizi kurang
C. Lansia dengan penyakit kronis
D. Anak usia sekolah dasar laki-laki
E. Pekerja pria di sektor industri
Jawaban: A
Program pemberian TTD pemerintah tidak hanya menyasar ibu hamil, melainkan juga remaja putri (Rematri) usia 12-18 tahun sebagai langkah intervensi hulu mencegah anemia saat memasuki usia subur dan kehamilan kelak.
Soal 27
Aplikasi berbasis web yang digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan surveilans gizi melalui pencatatan pelaporan data sasaran, penimbangan, dan pengukuran secara elektronik disebut...
A. SIRS
B. SISMADAK
C. SIHA
D. SIMPUS
E. e-PPGBM
Jawaban: E
e-PPGBM (Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat secara elektronik) merupakan instrumen utama dalam surveilans gizi di Indonesia untuk memantau status gizi sasaran hingga level individu by name by address.
Soal 28
Peran serta masyarakat dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin dilakukan di Posyandu. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang paling krusial di posyandu dijalankan oleh...
A. Kader Kesehatan
B. Dokter Spesialis Anak
C. Petugas Promosi Kesehatan
D. Bidan Desa
E. Kepala Desa
Jawaban: A
Kader kesehatan adalah ujung tombak pemberdayaan masyarakat di Posyandu yang bertugas menggerakkan masyarakat, melakukan penimbangan, pencatatan (Sistem 5 Meja), dan penyuluhan gizi dasar.
Soal 29
Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) pada individu terdiri dari 4 langkah berurutan. Langkah pertama yang harus dilakukan oleh nutrisionis adalah...
A. Diagnosis Gizi
B. Asesmen Gizi
C. Monitoring dan Evaluasi Gizi
D. Intervensi Gizi
E. Skrining Gizi
Jawaban: B
PAGT (Nutrition Care Process/NCP) terdiri dari 4 langkah: Asesmen Gizi (A), Diagnosis Gizi (D), Intervensi Gizi (I), serta Monitoring dan Evaluasi (ME). Skrining dilakukan sebelum PAGT dimulai.
Soal 30
Dalam pengelolaan sistem penyelenggaraan makanan rumah sakit, sistem analisis bahaya dan titik kendali kritis digunakan untuk memastikan keamanan makanan. Sistem ini secara internasional dikenal dengan singkatan...
A. HACCP
B. ISO 9001
C. FIFO
D. SSOP
E. GMP
Jawaban: A
HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) adalah sistem manajemen keamanan pangan yang fokus pada identifikasi, evaluasi, dan pengendalian bahaya spesifik dalam rantai makanan.
Soal 31
Pengembangan produk makanan lokal bergizi tinggi bernilai jual, seperti biskuit dari tepung daun kelor dan tepung ikan gabus, merupakan penerapan kompetensi nutrisionis dalam bidang...
A. Klinik Dietetik
B. Nutripreneurship
C. Nutrigenomik
D. Surveilans Gizi
E. Epidemiologi Gizi
Jawaban: B
Nutripreneurship (kewirausahaan gizi) melibatkan pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya pangan lokal menjadi produk gizi yang komersial, sehat, dan berdampak pada kesehatan masyarakat.
Soal 32
Merujuk pada Permenkes No. 26 Tahun 2013, dalam memberikan pelayanan gizi, seorang nutrisionis dilarang...
A. Menyusun menu untuk instansi komersial
B. Melakukan kolaborasi dengan profesi kesehatan lain
C. Memberikan asuhan gizi tanpa rekam medis yang sah
D. Melakukan penjualan obat-obatan medis atau obat keras kepada pasien
E. Melakukan penyuluhan gizi di luar puskesmas
Jawaban: D
Berdasarkan batasan kewenangan dan etika profesi Permenkes No 26/2013, Tenaga Gizi tidak memiliki kewenangan untuk meresepkan maupun menjual obat-obatan medis/keras yang merupakan wewenang tenaga medis dan farmasi.
Soal 33
Pemberian nutrisi yang diberikan kepada pasien melalui pembuluh darah vena karena saluran pencernaannya tidak berfungsi dengan baik disebut...
A. Nutrisi Enteral
B. Sonde Nasogastrik
C. Nutrisi Oral Modifikasi
D. Gastrostomi
E. Nutrisi Parenteral
Jawaban: E
Nutrisi parenteral diberikan melalui jalur intravena (pembuluh darah), mengabaikan saluran pencernaan. Digunakan ketika saluran GI tidak dapat menyerap nutrisi atau membutuhkan istirahat usus (bowel rest).
Soal 34
Penanganan balita gizi buruk fase stabilisasi mengacu pada pedoman tata laksana anak gizi buruk. Formula makanan khusus yang digunakan pada fase ini adalah...
A. Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) biskuit
B. Formula F-75
C. Bubur saring sayuran
D. Formula F-100
E. Susu skim tinggi protein
Jawaban: B
Pada fase stabilisasi gizi buruk, kapasitas organ pencernaan sangat terbatas sehingga diberikan Formula F-75 (mengandung energi 75 kkal/100ml) untuk mencegah sindrom refeeding dan menstabilkan metabolisme.
Soal 35
Dalam kegiatan pemantauan status gizi (surveilans), indeks antropometri yang paling sensitif untuk menilai masalah gizi akut atau kejadian wasting (kurus) pada balita adalah...
A. Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB)
B. Tinggi Badan menurut Umur (TB/U)
C. Lingkar Kepala menurut Umur
D. Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U) untuk balita di atas 5 tahun
E. Berat Badan menurut Umur (BB/U)
Jawaban: A
Indeks BB/TB sangat sensitif terhadap perubahan berat badan dalam waktu singkat (akut), sehingga digunakan untuk menentukan status wasting (kurus/gizi kurang atau gizi buruk).
Soal 36
Sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat, pendekatan STBM dicanangkan oleh Kemenkes karena berkaitan erat dengan status gizi. Kepanjangan dari STBM adalah...
A. Sistem Teknis Bantuan Makanan
B. Sistem Terpadu Balita dan Maternal
C. Sanitasi Terpadu Berwawasan Medis
D. Standar Terstandar Bahan Makanan
E. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Jawaban: E
STBM adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Pilar pertama STBM (Stop BAB Sembarangan) terbukti memiliki korelasi kuat dengan penurunan kejadian diare dan infeksi yang berdampak pada pencegahan stunting.
Soal 37
Alat skrining gizi yang divalidasi khusus dan paling sering direkomendasikan untuk digunakan pada populasi lanjut usia (lansia) di komunitas maupun rumah sakit adalah...
A. STRONGkids
B. MNA (Mini Nutritional Assessment)
C. NRS-2002
D. MUST (Malnutrition Universal Screening Tool)
E. SGA (Subjective Global Assessment)
Jawaban: B
Mini Nutritional Assessment (MNA) dirancang dan divalidasi secara spesifik untuk mengidentifikasi risiko malnutrisi pada individu lanjut usia (usia 65 tahun ke atas).
Soal 38
Di gudang penyimpanan bahan makanan instalasi gizi diterapkan sistem rotasi barang agar bahan yang masa kedaluwarsanya lebih cepat akan dikeluarkan lebih dahulu. Sistem ini disebut...
A. LIFO (Last In First Out)
B. FEFO (First Expired First Out)
C. JIT (Just In Time)
D. FIFO (First In First Out)
E. EOQ (Economic Order Quantity)
Jawaban: B
FEFO (First Expired First Out) menitikberatkan pada tanggal kedaluwarsa barang, sehingga makanan yang hampir expired akan digunakan terlebih dahulu untuk mencegah kerusakan dan kerugian finansial.
Soal 39
Seorang nutrisionis membangun bisnis catering diet khusus pasien kanker. Dalam merancang rencana bisnis (business model canvas), dokter onkologi dan rumah sakit kanker dikategorikan sebagai...
A. Cost Structure
B. Value Propositions
C. Customer Segments
D. Key Partnerships
E. Revenue Streams
Jawaban: D
Dalam BMC (Business Model Canvas), mitra utama yang bekerja sama mensukseskan model bisnis (seperti dokter rujukan atau RS mitra) ditempatkan pada blok Key Partnerships.
Soal 40
Kebijakan pemberian kapsul Vitamin A secara nasional dilakukan pada Bulan Februari dan Agustus. Dosis kapsul merah (200.000 IU) ditujukan untuk...
A. Bayi baru lahir prematur
B. Bayi usia 6-11 bulan
C. Anak balita usia 12-59 bulan dan Ibu Nifas
D. Ibu hamil trimester pertama
E. Remaja putri usia sekolah
Jawaban: C
Kapsul Vitamin A merah (200.000 IU) diberikan pada anak balita usia 12-59 bulan serta pada ibu nifas. Bayi usia 6-11 bulan diberikan kapsul biru (100.000 IU).
Soal 41
Premium
Seorang pasien didiagnosis menderita hipertensi derajat II. Berdasarkan pedoman diet, jumlah natrium yang disarankan untuk diet Rendah Garam I adalah...
Dalam penyusunan menu rumah sakit, 'Siklus Menu' biasanya dibuat untuk periode tertentu. Manakah periode siklus menu yang paling umum digunakan di RS di Indonesia?
Dalam manajemen asuhan gizi, jika seorang pasien tidak mampu menelan namun saluran cernanya masih berfungsi, jalur pemberian nutrisi yang dipilih adalah...
Dalam menjalankan praktiknya sesuai Permenkes No. 26 Tahun 2013, Nutrisionis yang telah memiliki SIPGZ berwenang melakukan praktik pelayanan gizi secara mandiri, namun HANYA terbatas pada...
A. Pemberian nutrisi parenteral pada pasien kritis
B. Tindakan pembedahan bariatrik untuk obesitas
C. Meresepkan suplemen vitamin dosis tinggi tanpa indikasi
D. Konseling dan penyuluhan gizi pada orang sehat atau tanpa komplikasi
Diet yang sering direkomendasikan secara global dalam asuhan gizi klinik untuk pasien hipertensi dengan menekan asupan natrium serta meningkatkan kalium, kalsium, dan magnesium dari sayur serta buah adalah...
A. Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension)
Pemerintah daerah menginisiasi Peraturan Daerah tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Hubungan logis kebijakan KTR ini dengan prioritas perbaikan gizi masyarakat (stunting) adalah...
A. Perokok aktif cenderung mengkonsumsi protein nabati lebih sedikit
B. Nikotin menggantikan kebutuhan yodium pada kelenjar tiroid
C. Rokok mengandung kalori kosong yang menyebabkan obesitas pada anak
D. Asap rokok secara langsung menyebabkan diare pada anak
E. Paparan asap rokok pada ibu hamil dapat menghambat pertumbuhan janin (IUGR)
Dalam tata laksana penderita obesitas, pengurangan asupan kalori direkomendasikan secara bertahap agar tidak menurunkan BMR (Basal Metabolic Rate) terlalu ekstrim. Penurunan asupan kalori yang disarankan adalah...
A. 300-500 kkal/hari dari kebutuhan normal
B. 100-200 kkal/hari dari kebutuhan normal
C. Tidak ada pengurangan kalori, hanya peningkatan olahraga
Pada asesmen antropometri untuk mendeteksi risiko Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil maupun Wanita Usia Subur (WUS), digunakan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA). Cut-off point yang mengindikasikan risiko KEK adalah...
Untuk mencegah perkembangbiakan bakteri patogen dalam penyelenggaraan makanan, makanan tidak boleh dibiarkan terlalu lama pada rentang suhu Danger Zone (Zona Bahaya). Rentang suhu Danger Zone adalah...
Dalam manajemen bisnis gizi (nutripreneurship), Food Cost Percentage dihitung untuk menetapkan harga jual suatu produk makanan. Formula dasar dari Food Cost Percentage adalah...
Berdasarkan Permenkes No. 26 Tahun 2013, SIPGZ dan SIKGZ seorang tenaga gizi dapat dicabut oleh Pemerintah Daerah/Dinas Kesehatan setempat apabila terjadi hal berikut, KECUALI...
A. Berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap
B. Dikenakan sanksi disiplin yang mewajibkan pencabutan izin
C. Atas permintaan pasien karena tidak puas dengan menu makanan
D. STRGZ masa berlakunya telah habis dan tidak diperpanjang
E. Melakukan tindakan yang bertentangan dengan etika profesi
Pasien ensefalopati hepatik (komplikasi dari sirosis hati) sering mengalami peningkatan kadar amonia dalam darah. Modifikasi diet protein yang tepat untuk kasus ini adalah...
A. Memberikan asam amino aromatik (AAA) dosis tinggi
B. Hanya diberikan karbohidrat murni tanpa protein sama sekali
C. Meningkatkan asupan purin dari jeroan hewani
D. Membatasi protein total namun meningkatkan asam amino rantai cabang (BCAA)
E. Memberikan protein tinggi nabati dan hewani secara seimbang
Fortifikasi pangan adalah salah satu kebijakan spesifik di Indonesia untuk mengatasi kelaparan tersembunyi (hidden hunger). Komoditas pangan yang saat ini WAJIB difortifikasi dengan zat besi, zinc, asam folat, vitamin B1, dan B2 sesuai SNI adalah...
Tahapan tata laksana anak gizi buruk terdiri dari Fase Stabilisasi, Transisi, dan Rehabilitasi. Pada Fase Rehabilitasi, target penambahan berat badan anak balita dipacu dengan memberikan formula...
Sistem Kewaspadaan Dini (SKD) gizi dilakukan dengan melihat tren data pengukuran antropometri bulanan. Jika dalam suatu posyandu terdapat persentase balita BGM (Bawah Garis Merah) yang meningkat secara signifikan (KLB Gizi), tindakan surveilans lanjutan yang tepat adalah...
A. Membagikan bantuan uang tunai ke seluruh warga desa
B. Merujuk seluruh balita desa ke Rumah Sakit Provinsi
C. Melakukan investigasi kasus atau pelacakan gizi buruk secara by name by address
Konseling Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) merupakan strategi pemberdayaan ibu. Pesan inti terkait konsistensi/tekstur MP-ASI untuk bayi berusia 6-8 bulan yang direkomendasikan adalah...
Dalam perancangan menu di institusi penyelenggara makanan yang berskala besar, metode perhitungan kebutuhan bahan makanan untuk siklus menu bulan depan yang didasarkan pada pemakaian bahan makanan historis/bulan sebelumnya disebut metode...
Dalam pengembangan produk makanan sehat (nutripreneurship), uji sensoris yang digunakan untuk mengetahui tingkat kesukaan konsumen (panelis) terhadap atribut produk (rasa, warna, aroma, tekstur) disebut...
Kode Etik Profesi Gizi mengatur hubungan antara ahli gizi dengan kliennya. Salah satu prinsip etika utama adalah menghargai kerahasiaan informasi pasien yang diperoleh saat proses asuhan gizi. Prinsip bioetika ini dikenal dengan...
Diet Gluten-Free, Casein-Free (GFCF) banyak diterapkan pada pasien dengan Celiac Disease atau direkomendasikan secara selektif pada spektrum autisme. Bahan makanan sumber karbohidrat lokal yang AMAN (bebas gluten) untuk diet ini adalah...
A. Tepung Terigu
B. Gandum utuh (Whole wheat)
C. Oatmeal yang diproses bersama gandum
D. Barley dan Rye
E. Tepung Mocaf (Singkong termodifikasi) dan Tepung Beras
Dalam manajemen pasien hiperurisemia (Asam Urat tinggi), selain memperbanyak minum air putih, pasien dianjurkan diet rendah purin. Jenis makanan yang berisiko meningkatkan kadar asam urat secara signifikan dan sebaiknya dihindari adalah...
A. Telur ayam rebus
B. Beras merah dan kentang
C. Daging jeroan hewani (hati, usus), sarden, dan kaldu daging kental
Pengetesan kualitas garam beryodium di tingkat rumah tangga yang sering dilakukan kader posyandu menggunakan alat reagen kimia sederhana. Jika diteteskan pada garam yang mengandung yodium cukup (KIO3), garam akan berubah warna menjadi...
Surveilans gizi modern berfokus kuat pada jendela kritis pertumbuhan manusia, yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode 1000 HPK tersebut terhitung sejak...
A. Anak lahir hingga berusia 1000 hari (hampir 3 tahun)
B. Anak disapih hingga masuk sekolah dasar
C. Ibu mulai menstruasi hingga anak lahir
D. Konsepsi (terjadinya pembuahan/awal kehamilan) hingga anak berusia 2 tahun
E. Bayi berusia 6 bulan (mulai MPASI) hingga 3 tahun
Pembinaan kesejahteraan keluarga tingkat desa dilakukan melalui kolaborasi dengan TP-PKK (Tim Penggerak PKK). Kelompok kerja (Pokja) PKK yang membidangi khusus program Pangan, Sandang, serta Perumahan dan Tata Laksana Rumah Tangga (sering bersinggungan langsung dengan upaya keanekaragaman pangan gizi) adalah...
Metode asesmen asupan makan individu secara retrospektif yang meminta pasien mengingat kembali semua jenis dan jumlah makanan serta minuman yang dikonsumsi selama 24 jam terakhir disebut metode...
Sistem distribusi makanan di Rumah Sakit dimana proses porsi makanan dilakukan secara terpusat (plating langsung ke alat makan pasien) di instalasi gizi, lalu didistribusikan ke bangsal menggunakan kereta makan disebut...
Seorang nutrisionis berencana memproduksi cemilan diet dari bahan pangan lokal yang akan dijual ke supermarket dan dapat bertahan lebih dari 7 hari di suhu ruang. Untuk legalitas keamanan pangan tingkat industri rumah tangga, ia perlu mengurus izin...
A. Sertifikat dari Kementerian Pertanian RI
B. Sertifikat CPKB (Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik)
C. Paten Merek Dagang Internasional
D. Izin Edar MD (Makanan Dalam Negeri) langsung ke Kemenkes
E. Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) dari Dinas Kesehatan / PTSP daerah
Dalam praktik klinis, Subjective Global Assessment (SGA) menilai status malnutrisi berdasarkan riwayat medis dan pemeriksaan fisik. Salah satu komponen yang dinilai pada pemeriksaan fisik SGA adalah...
A. Tekanan darah saat istirahat
B. Hasil tes genetik
C. Kehilangan lemak subkutan dan atrofi otot (wasting)
Suplementasi gizi yang diwajibkan oleh panduan MTBS (Manajemen Terpadu Balita Sakit) pada balita yang mengalami diare cair akut, untuk membantu regenerasi epitel usus dan mencegah diare berulang, adalah pemberian...
Sesuai Standar Profesi Dietisien (Kepmenkes No 1910/2022), tenaga dietisien wajib menjunjung kompetensi terkait mawas diri dan pengembangan diri. Praktik profesional yang menunjukkan kompetensi tersebut adalah...
A. Tidak mau menerima masukan karena merasa paling ahli di bidang gizi
B. Menolak pasien yang kritis agar reputasi tidak turun bila pasien meninggal
C. Mengikuti kegiatan Pendidikan Profesi Berkelanjutan (P2B) / CPD (Continuing Professional Development)
D. Hanya menggunakan literatur tahun 1990an karena sudah terbukti
E. Mengkritik profesi lain secara terbuka di media sosial
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Nutrisionis, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Nutrisionis
SKB CPNS Nutrisionis adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Nutrisionis meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Nutrisionis, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Nutrisionis tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Nutrisionis tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.