Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pranata Pencarian dan Pertolongan Pemula
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan
Permenpan No. 33 Tahun 2021
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Petunjuk Kerja Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Teknis Sarana Penyelenggaraan Pencarian Pertolongan di Lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Siaga Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Latihan Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Waktu Respons dan Waktu Tempuh Penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Terhadap Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Pengakreditasian Nasional Tim Pencarian dan Pertolongan Reruntuhan dan Bangunan
Teknik operasi SAR di gunung dan hutan
Teknik operasi SAR di ketinggian
Teknik operasi SAR di perairan
Teknik pertolongan pertama
Pranata Pencarian dan Pertolongan Terampil
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Presiden RI Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan
Permenpan No. 33 Tahun 2021
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2022 tentang Petunjuk Kerja Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Teknis Sarana Penyelenggaraan Pencarian Pertolongan di Lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Siaga Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan dan Penghentian Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2020 tentang Latihan Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2019 tentang Standar Kebutuhan Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Waktu Respons dan Waktu Tempuh Penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Terhadap Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Pengakreditasian Nasional Tim Pencarian dan Pertolongan Reruntuhan dan Bangunan
Teknik operasi SAR di gunung dan hutan
Teknik operasi SAR di ketinggian
Teknik operasi SAR di perairan
Teknik pertolongan pertama
Simulasi Tryout SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pranata Pencarian dan Pertolongan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, penyelenggaraan pencarian dan pertolongan (SAR) meliputi koordinasi, pengerahan personel, dan peralatan yang bertujuan untuk...
A. Melakukan rehabilitasi infrastruktur pasca bencana alam
B. Mencegah terjadinya kecelakaan transportasi massal
C. Melakukan investigasi penyebab kecelakaan pesawat udara
D. Mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban
E. Memberikan santunan kematian bagi korban kecelakaan laut
Jawaban: D
Pasal 1 UU Nomor 29 Tahun 2014 menjelaskan bahwa Pencarian dan Pertolongan adalah segala usaha dan kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi manusia yang menghadapi ancaman maut dalam kecelakaan, bencana, atau kondisi membahayakan manusia.
Soal 2
Sesuai Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2016, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) berada di bawah dan bertanggung jawab kepada...
A. Panglima TNI
B. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia
C. Menteri Pertahanan
D. Menteri Perhubungan
E. Presiden
Jawaban: E
Dalam Perpres No. 83 Tahun 2016 Pasal 1 ayat (2), dinyatakan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Soal 3
Tahapan Operasi Pencarian dan Pertolongan yang benar secara berurutan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 adalah...
A. Tahap Tindakan Awal, Tahap Operasi, Tahap Menyadari, Tahap Perencanaan, Tahap Akhir Operasi
B. Tahap Menyadari, Tahap Tindakan Awal, Tahap Perencanaan, Tahap Operasi, Tahap Akhir Operasi
C. Tahap Menyadari, Tahap Perencanaan, Tahap Operasi, Tahap Evakuasi, Tahap Akhir Operasi
D. Tahap Perencanaan, Tahap Menyadari, Tahap Operasi, Tahap Evaluasi, Tahap Akhir Operasi
E. Tahap Tindakan Awal, Tahap Perencanaan, Tahap Operasi, Tahap Menyadari, Tahap Akhir Operasi
Jawaban: B
PP Nomor 22 Tahun 2017 Pasal 15 mengatur tahapan operasi SAR yang terdiri atas: Tahap Menyadari (Awareness stage), Tahap Tindakan Awal (Initial action stage), Tahap Perencanaan (Planning stage), Tahap Operasi (Operations stage), dan Tahap Akhir Operasi (Mission conclusion stage).
Soal 4
Dalam teknik pertolongan pertama, singkatan ABC dalam survei primer (Primary Survey) merujuk pada...
A. Airway, Bleeding, Consciousness
B. Airway, Breathing, Circulation
C. Ambulance, Bleeding, Compression
D. Alert, Breathing, Cardiac
E. Action, Breathing, Circulation
Jawaban: B
Primary survey dalam pertolongan pertama secara konvensional mengikuti urutan ABC: Airway (Jalan Napas), Breathing (Pernapasan), dan Circulation (Sirkulasi darah).
Soal 5
Berdasarkan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 8 Tahun 2021, jenis Siaga Pencarian dan Pertolongan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari disebut...
A. Siaga SAR Khusus
B. Siaga SAR Darurat
C. Siaga SAR Antisipasi
D. Siaga SAR Nasional
E. Siaga SAR Rutin
Jawaban: E
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan No. 8 Tahun 2021 Pasal 3 menjelaskan bahwa Siaga Pencarian dan Pertolongan terdiri dari Siaga Rutin (dilakukan terus menerus selama 24 jam) dan Siaga Khusus (pada event tertentu/hari raya).
Soal 6
Dalam operasi SAR di perairan, metode penyelamatan 'Reach, Throw, Row, Go, Tow' adalah urutan prioritas tindakan. Apa arti dari 'Reach'?
A. Menghubungi kantor SAR melalui radio
B. Menggapai korban dengan tangan atau benda dari pinggir air
C. Mendekati korban menggunakan perahu karet
D. Menyelam ke dasar air untuk menjangkau korban
E. Melemparkan tali penyelamat kepada korban
Jawaban: B
Dalam Water Rescue, urutan paling aman adalah Reach (Menggapai dari darat), Throw (Melempar alat), Row (Mendekat dengan perahu), Go (Berenang mendekati), dan Tow (Membawa korban dengan kontak fisik).
Soal 7
Berdasarkan Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 6 Tahun 2022, target Response Time (Waktu Respons) sejak diterimanya informasi kecelakaan hingga personel berangkat adalah...
A. 30 menit
B. 60 menit
C. 45 menit
D. 15 menit
E. 10 menit
Jawaban: D
Sesuai Peraturan BNPP No. 6 Tahun 2022 Pasal 4, target waktu respons untuk tahap kesiapan keberangkatan personel dan sarana setelah verifikasi berita adalah paling lambat 15 menit.
Soal 8
Dalam teknik navigasi darat untuk operasi SAR di gunung dan hutan, apa yang dimaksud dengan 'Azimuth'?
A. Ketinggian tempat di atas permukaan laut
B. Garis ketinggian pada peta topografi
C. Koordinat bujur dan lintang korban
D. Jarak antara dua titik di lapangan
E. Sudut horisontal antara arah utara dengan arah sasaran
Jawaban: E
Azimuth adalah sudut horisontal yang diukur searah jarum jam dari arah utara (Utara Sebenarnya, Utara Peta, atau Utara Kompas) ke arah titik sasaran.
Soal 9
Sesuai Permenpan RB No. 33 Tahun 2021, Jabatan Fungsional Pranata Pencarian dan Pertolongan termasuk dalam klasifikasi jabatan...
A. Administrasi
B. Keterampilan
C. Pimpinan Tinggi
D. Manajerial
E. Keahlian
Jawaban: B
Permenpan No. 33 Tahun 2021 Pasal 4 menyatakan bahwa Jabatan Fungsional Pranata Pencarian dan Pertolongan merupakan jabatan fungsional kategori keterampilan.
Soal 10
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 mengatur tentang pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan. Siapakah yang dimaksud dengan Potensi SAR?
A. Hanya personel BASARNAS
B. Sumber daya manusia, sarana, prasarana, dan teknologi di luar BASARNAS
C. Korban kecelakaan yang sedang dicari
D. Alat komunikasi satelit milik negara asing
E. Hanya anggota TNI dan POLRI
Jawaban: B
Berdasarkan PP No. 21 Tahun 2017, Potensi Pencarian dan Pertolongan adalah sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta informasi dan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan oleh personel terkait.
Soal 11
Pada operasi SAR di ketinggian, simpul yang sering digunakan sebagai simpul pengikat ujung tali pada anchor karena kekuatannya dan kemudahan pengecekannya adalah...
A. Simpul Delapan (Figure of Eight Loop)
B. Simpul Pangkal
C. Simpul Laso
D. Simpul Mati
E. Simpul Anyam
Jawaban: A
Simpul Delapan (Figure of Eight) adalah simpul standar dalam High Angle Rescue (HART) karena sangat kuat, tidak mudah lepas sendiri, dan secara visual mudah diperiksa (safe).
Soal 12
Sesuai Peraturan BNPP Nomor 3 Tahun 2020, jangka waktu pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan secara standar adalah...
A. 14 hari
B. 5 hari
C. 7 hari
D. 3 hari
E. 10 hari
Jawaban: C
Pasal 3 Peraturan BNPP No. 3 Tahun 2020 menyebutkan bahwa pelaksanaan Operasi SAR dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 7 hari sejak SMC menetapkan rencana operasi.
Soal 13
Dalam terminologi SAR, personel yang bertugas memimpin jalannya koordinasi operasi SAR secara keseluruhan dari kantor (Incident Commander) disebut...
A. SRU (Search and Rescue Unit)
B. RCC (Rescue Coordination Center)
C. OSC (On Scene Coordinator)
D. SC (SAR Coordinator)
E. SMC (SAR Mission Coordinator)
Jawaban: E
SMC (SAR Mission Coordinator) adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengoordinasikan operasi SAR tertentu dari tahap awal hingga akhir.
Soal 14
Teknik CPR (RJP) pada orang dewasa menurut standar terbaru memiliki rasio kompresi dada berbanding bantuan napas sebesar...
A. 10 : 1
B. 30 : 2
C. 5 : 1
D. 50 : 2
E. 15 : 2
Jawaban: B
Berdasarkan pedoman bantuan hidup dasar, rasio kompresi dada dan bantuan napas untuk penyelamat tunggal pada dewasa adalah 30 kompresi berbanding 2 napas buatan.
Soal 15
Peraturan BNPP Nomor 9 Tahun 2020 mengatur tentang Latihan SAR. Latihan yang melibatkan pengujian koordinasi dan komunikasi tanpa pergerakan riil personel di lapangan disebut...
A. Latihan Meja (Table Top Exercise/TTX)
B. Latihan Kesiapsiagaan
C. Latihan Gabungan
D. Latihan Lapangan (Field Exercise)
E. Latihan Teknis
Jawaban: A
Table Top Exercise (TTX) adalah latihan simulasi di atas meja untuk menguji rencana operasi, prosedur, dan koordinasi antar instansi tanpa pengerahan personel.
Soal 16
Berdasarkan Peraturan Kepala BNPP Nomor 7 Tahun 2022, dalam operasi kecelakaan pesawat udara, wilayah pencarian awal ditentukan berdasarkan titik terakhir kontak yang disebut...
A. Arrival Point
B. Crash Site
C. LKP (Last Known Position)
D. Intercept Point
E. Datum
Jawaban: C
LKP (Last Known Position) adalah titik koordinat terakhir pesawat atau kapal diketahui sebelum hilang kontak/kecelakaan, yang menjadi dasar penentuan area pencarian.
Soal 17
Dalam teknik High Angle Rescue, alat mekanis yang digunakan untuk menahan tali agar hanya bisa bergerak satu arah (mencegah tali merosot balik) disebut...
A. Carabiner screw gate
B. Figure of eight descender
C. Webbing
D. Pulley
E. Ascender
Jawaban: E
Ascender adalah alat penarik tali mekanis yang berfungsi memberikan keuntungan mekanis dan sebagai penahan beban agar tali tidak meluncur turun (progress capture).
Soal 18
Berdasarkan Peraturan BNPP Nomor 5 Tahun 2021, tanggung jawab wilayah pencarian dan pertolongan Indonesia dibagi menjadi wilayah kerja unit pelaksana teknis yang disebut...
A. Distrik Pencarian
B. Wilayah Kerja SAR (SRR)
C. Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP)
D. Pos Pencarian dan Pertolongan
E. Zona SAR
Jawaban: B
SRR (Search and Rescue Region) adalah wilayah tanggung jawab pencarian dan pertolongan yang batas-batasnya ditetapkan sesuai ketentuan internasional dan nasional.
Soal 19
Apa tindakan pertama yang harus dilakukan oleh rescuer saat menemukan korban tidak sadarkan diri di lokasi kecelakaan?
A. Memindahkan korban ke tempat aman
B. Memberikan napas buatan
C. Memastikan keamanan diri, lokasi, dan korban (Danger)
D. Menelepon keluarga korban
E. Memberi minum air hangat
Jawaban: C
Langkah pertama dalam pertolongan medis darurat adalah 3A: Aman Diri, Aman Lingkungan, Aman Pasien (Danger dalam DRABC).
Soal 20
Berdasarkan Peraturan BNPP Nomor 4 Tahun 2023, klasifikasi tim pencarian dan pertolongan reruntuhan (USAR) mengacu pada standar internasional yaitu...
A. UNICEF
B. INSARAG
C. WHO
D. ICAO
E. IMO
Jawaban: B
Peraturan BNPP No. 4 Tahun 2023 Pasal 1 menyebutkan bahwa akreditasi tim USAR (Urban Search and Rescue) dilakukan sesuai standar INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group).
Soal 21
Berdasarkan UU No. 29 Tahun 2014, segala usaha dan kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi manusia yang menghadapi ancaman maut dalam pelayaran dan/atau penerbangan, atau terkena bencana atau musibah lainnya disebut dengan...
A. Pencarian dan Pertolongan
B. Tanggap Darurat Bencana
C. Pertolongan Pertama
D. Operasi Militer Selain Perang
E. Evakuasi Medis Udara
Jawaban: A
Pasal 1 angka 1 UU No. 29 Tahun 2014 menyatakan bahwa Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue) adalah segala usaha dan kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi manusia yang menghadapi ancaman maut.
Soal 22
Menurut Perpres No. 83 Tahun 2016, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada...
A. Menteri Perhubungan
B. Kepala BNPB
C. Menteri Sosial
D. Menteri Pertahanan
E. Presiden
Jawaban: E
Pasal 2 Perpres No. 83 Tahun 2016 menyebutkan bahwa Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Soal 23
Dalam penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan, tahap awal setelah diterimanya informasi adanya kecelakaan atau musibah disebut dengan tahap...
A. Tahap Perencanaan (Planning Phase)
B. Tahap Akhir (Mission Conclusion Phase)
C. Tahap Menyadari (Awareness Phase)
D. Tahap Tindak Lanjut (Action Phase)
E. Tahap Operasi (Operations Phase)
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017, tahapan operasi SAR terdiri dari: Awareness (Menyadari), Initial Action (Tindakan Awal), Planning (Perencanaan), Operations (Operasi), dan Mission Conclusion (Misi Berakhir).
Soal 24
Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan menurut PP No. 21 Tahun 2017 bertujuan untuk...
A. Menggantikan peran BASARNAS sepenuhnya
B. Meningkatkan kemampuan dan koordinasi sumber daya SAR
C. Mengurangi anggaran operasional negara
D. Menunjuk perusahaan swasta sebagai pelaksana tunggal SAR
E. Membentuk pasukan tentara baru
Jawaban: B
PP No. 21 Tahun 2017 mengatur tentang pembinaan potensi untuk meningkatkan keterpaduan, efisiensi, dan efektivitas dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan.
Soal 25
Sesuai Permenpan RB No. 33 Tahun 2021, jabatan fungsional Pranata Pencarian dan Pertolongan termasuk dalam kategori...
A. Jabatan Fungsional Keterampilan
B. Jabatan Pelaksana
C. Jabatan Pimpinan Tinggi
D. Jabatan Fungsional Keahlian
E. Jabatan Administrasi
Jawaban: A
Permenpan RB No. 33 Tahun 2021 mengatur bahwa Pranata Pencarian dan Pertolongan merupakan Jabatan Fungsional Kategori Keterampilan.
Soal 26
Alat navigasi darat yang paling mendasar digunakan untuk menentukan arah di dalam hutan rimba adalah...
A. Kompas
B. Barometer
C. Altimeter
D. Termometer
E. Anemometer
Jawaban: A
Dalam teknik operasi SAR di gunung dan hutan, kompas adalah alat navigasi utama untuk menentukan arah mata angin dan orientasi medan.
Soal 27
Urutan metode penyelamatan di air (Water Rescue) yang paling aman bagi penolong adalah...
A. Row, Swim, Throw, Reach
B. Tow, Go, Row, Reach
C. Swim, Row, Reach, Throw
D. Throw, Reach, Go, Swim
E. Reach, Throw, Row, Go, Tow
Jawaban: E
Prinsip water rescue adalah Reach (Meraih), Throw (Melempar), Row (Mendayung), Go (Pergi/Berenang), Tow (Membawa/Menarik). Metode ini mendahulukan cara yang paling kecil risikonya bagi penolong.
Soal 28
Dalam pertolongan pertama, singkatan ABC yang digunakan untuk penilaian awal korban adalah...
A. Airway, Bandage, Circulation
B. Airway, Breathing, Circulation
C. Alert, Breathing, Compression
D. Action, Body, Circulation
E. Airway, Blood, Care
Jawaban: B
ABC (Airway, Breathing, Circulation) adalah protokol standar penilaian awal untuk memastikan jalan napas bersih, pernapasan ada, dan sirkulasi darah terjaga.
Soal 29
Jenis siaga pencarian dan pertolongan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari selama 24 jam disebut...
A. Siaga Musibah
B. Siaga Darurat
C. Siaga Rutin
D. Siaga Khusus
E. Siaga Bencana
Jawaban: C
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan RI No. 8 Tahun 2021 membagi siaga SAR menjadi Siaga Rutin (24 jam setiap hari) dan Siaga Khusus.
Soal 30
Batas wilayah tanggung jawab operasi SAR Indonesia meliputi seluruh wilayah kedaulatan NKRI dan wilayah laut di luar kedaulatan yang didelegasikan internasional, dikenal dengan istilah...
A. Air Defense Identification Zone
B. Archipelagic Waters
C. Continental Shelf
D. Search and Rescue Region (SRR)
E. Exclusive Economic Zone
Jawaban: D
Sesuai Peraturan BNPP No. 5 Tahun 2021, SRR adalah wilayah yang ditetapkan untuk penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan.
Soal 31
Penempatan personil dan sarana SAR pada lokasi strategis untuk mempercepat response time disebut dengan...
A. Briefing Operasi
B. SAR Deployment
C. Siaga Pencarian dan Pertolongan
D. Latihan SAR
E. Mission Termination
Jawaban: C
Peraturan BNPP No. 8 Tahun 2021 menjelaskan siaga SAR sebagai kegiatan penyiapan personil, sarana, dan prasarana untuk memberikan pelayanan SAR dengan cepat.
Soal 32
Tali yang digunakan dalam operasi High Angle Rescue biasanya memiliki karakteristik kelenturan yang rendah, yang disebut dengan tali...
A. Nilon
B. Sintetis
C. Statis
D. Campuran
E. Dinamis
Jawaban: C
Dalam teknik operasi SAR di ketinggian, tali statis (static rope) digunakan karena memiliki daya regang kecil (sekitar 2-5%) sehingga stabil untuk beban vertikal.
Soal 33
Kondisi penurunan suhu tubuh di bawah 35 derajat celcius yang sering dialami korban di gunung adalah...
A. Hipotermia
B. Hipertermia
C. Hipoksia
D. Hipoglikemia
E. Hipertensi
Jawaban: A
Hipotermia adalah kondisi medis di mana suhu tubuh turun secara drastis di bawah suhu normal, sering terjadi di medan gunung karena suhu udara dingin dan angin.
Soal 34
Menurut UU 29/2014, biaya operasional Pencarian dan Pertolongan terhadap kecelakaan pesawat udara dan kapal dibebankan kepada...
A. Operator/Pemilik moda transportasi
B. Asuransi pribadi penolong
C. Keluarga korban
D. Masyarakat setempat
E. Pemerintah (APBN)
Jawaban: E
Pasal 58 UU No. 29 Tahun 2014 menyatakan bahwa biaya pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan bersumber dari APBN dan/atau APBD.
Soal 35
Waktu tempuh (Travel Time) dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan dihitung sejak...
A. Target ditemukan
B. Personil dan sarana berangkat meninggalkan pangkalan sampai tiba di lokasi kejadian
C. Informasi diverifikasi
D. Operasi selesai
E. Kejadian terjadi
Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan Kepala BNPP No. 6 Tahun 2022, waktu tempuh (travel time) adalah durasi perjalanan yang dihitung mulai dari saat personil dan sarana bergerak meninggalkan pangkalan/pos hingga tiba di lokasi kejadian.
Soal 36
Perangkat yang digunakan dalam High Angle Rescue untuk menahan beban secara searah agar beban tidak jatuh saat ditarik disebut...
A. Pulley
B. Progress Capture Device
C. Mechanical Advantage
D. Carabiner
E. Figure of Eight
Jawaban: B
Progress Capture Device (PCD) berfungsi untuk mengunci tali secara otomatis saat tarikan dihentikan, menjaga beban tetap di posisinya.
Soal 37
Penanganan pertama pada perdarahan luar yang paling efektif adalah dengan teknik...
A. Tekan langsung (Direct Pressure)
B. Pijat area luka
C. Pemberian bubuk kopi
D. Pemberian alkohol
E. Mencuci dengan sabun
Jawaban: A
Dalam teknik pertolongan pertama, menekan langsung pada luka terbuka adalah cara tercepat dan utama untuk menghentikan perdarahan.
Soal 38
Dalam operasi SAR di air, teknik 'Self Rescue' dilakukan apabila...
A. Arus air sangat tenang
B. Kapal dalam kondisi stabil
C. Penolong kelelahan
D. Penolong dalam bahaya saat mencoba menolong
E. Korban sudah pingsan
Jawaban: D
Self Rescue adalah kemampuan penolong menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menolong orang lain, karena keselamatan penolong adalah prioritas utama.
Soal 39
Latihan SAR yang melibatkan beberapa unit atau instansi dengan skenario yang menyerupai keadaan sebenarnya disebut latihan...
A. Latihan Kering
B. Latihan Komunikasi
C. Latihan Gabungan (Field Exercise)
D. Latihan Teori
E. Latihan Fisik
Jawaban: C
Peraturan BNPP No. 9 Tahun 2020 menjelaskan berbagai jenis latihan, di mana latihan gabungan/lapangan melibatkan pengerahan personil dan peralatan secara nyata.
Soal 40
Tempat perlindungan sementara yang dibuat dari bahan alam atau buatan untuk bertahan hidup di hutan disebut...
A. Camping Ground
B. Bivak
C. Shelter
D. Gubuk
E. Tenda
Jawaban: B
Dalam teknik survival hutan, bivak (bivouac) adalah tempat berlindung sementara untuk menjaga tubuh dari angin, hujan, dan serangan binatang.
Soal 41
Premium
Sesuai Peraturan BNPP Nomor 3 Tahun 2023, sarana utama yang digunakan untuk evakuasi medis udara dalam operasi SAR adalah...
Berdasarkan Peraturan BNPP Nomor 5 Tahun 2022, laporan yang dikirimkan oleh OSC kepada SMC setiap harinya untuk melaporkan perkembangan operasi disebut...
Dalam pertolongan medis, teknik membuka jalan napas dengan menarik rahang bawah ke depan tanpa menengadahkan kepala (untuk korban cedera leher) disebut...
Sesuai Peraturan BNPP Nomor 5 Tahun 2021, batas Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia yang berbatasan dengan negara lain ditetapkan berdasarkan...
A. Keputusan gubernur setempat
B. Jumlah penduduk di perbatasan
C. Kekuatan armada laut
D. Kesepakatan bilateral dan konvensi internasional (ICAO/IMO)
Berdasarkan Peraturan BNPP No. 4 Tahun 2023, pengakreditasian nasional tim pencarian dan pertolongan reruntuhan dan bangunan mengacu pada standar internasional...
Jarak waktu yang diizinkan untuk waktu tempuh (travel time) menuju lokasi kecelakaan pesawat atau kapal di wilayah perairan sesuai standar BNPP adalah...
Sesuai Perka BNPP No. 7 Tahun 2022, apabila terjadi kecelakaan pesawat udara di darat, maka pola pencarian yang sering digunakan untuk area yang luas adalah...
Peraturan BNPP No. 5 Tahun 2022 mengatur tentang petunjuk kerja pelaksanaan operasi SAR. Siapakah yang berwenang memberikan komando di lapangan pada lokasi musibah?
Dalam manajemen tim USAR (Urban Search and Rescue) sesuai Perban BNPP No. 4 Tahun 2023, tim kategori 'Heavy' harus mampu beroperasi secara mandiri selama...
Teknik CPR (Resusitasi Jantung Paru) terbaru untuk dewasa menurut pedoman internasional menggunakan perbandingan kompresi dada dan napas buatan sebesar...
Dalam operasi SAR darat, teknik navigasi untuk menentukan posisi kita di peta dengan membidik dua atau lebih tanda medan yang terlihat nyata disebut...
Dalam pertolongan pertama, luka bakar yang hanya mengenai lapisan kulit luar (epidermis) dan ditandai dengan kulit kemerahan dan nyeri disebut luka bakar derajat...
Latihan SAR yang hanya dilakukan di dalam ruangan dengan mensimulasikan alur komunikasi dan pengambilan keputusan tanpa pengerahan pasukan disebut latihan...
Sesuai Peraturan BNPP No. 5 Tahun 2021, SRR di Indonesia dibagi menjadi beberapa kantor SAR yang dipimpin oleh seorang Kepala Kantor SAR, yang bertindak sebagai...
Tips Lulus SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pranata Pencarian dan Pertolongan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan
SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pranata Pencarian dan Pertolongan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.