SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan 2026: Materi, Soal & Tryout Lengkap
Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Pertama
Undang Undang No.12 th 2023 tentang Kesehatan
PP No. 11 Th 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Th 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP RI No. 66 Th 2014 tentang Kesehatan Lingkungan
Peraturan Menpan RB no.71 Tahun 2021 tentang Jabatan fungsional Tenaga Sanitasi Lingkungan
Kepmenkes RI No.HK.01.07/MENKES/4788/2021 tentang Standar Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan
Surveilans Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Edukasi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Rekayasa Lingkungan
Intervensi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Penyakit dan Gangguan Kesehatan
Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini, Tanggap Darurat, dan Rehabilitasi Sanitasi Lingkungan pada Kondisi Matra, Perubahan Iklim, dan Ancaman Global
Tenaga Sanitasi Lingkungan Terampil
Peraturan yang berhubungan dengan kesehatan lingkungan
Peraturan tentang standar profesi TSL (Tenaga Sanitasi Lingkungan)
Kode Etik Profesi TSL
Pelayanan kesehatan lingkungan
Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL)
Program PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
Surveilans Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
Edukasi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Gangguan Kesehatan
Pengembangan Teknologi Tepat Guna dan Rekayasa Lingkungan
Intervensi Kualitas Media Lingkungan dan Unsur yang Dapat Menimbulkan Penyakit dan Gangguan Kesehatan
Penyelenggaraan Kewaspadaan Dini, Tanggap Darurat, dan Rehabilitasi Sanitasi Lingkungan pada Kondisi Matra, Perubahan Iklim, dan Ancaman Global
Simulasi Tryout SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Tenaga Sanitasi Lingkungan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan.
Soal 1
Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Manakah yang termasuk dalam media lingkungan yang wajib dijaga kualitasnya menurut UU ini?
A. Radiasi dan kebisingan tanpa melibatkan media fisik
B. Laboratorium, apotek, dan rumah sakit saja
C. Air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan
D. Limbah medis dan limbah industri saja
E. Hutan, laut, sungai, dan pegunungan
Jawaban: C
Berdasarkan UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023 (pengganti UU No. 36 Tahun 2009), media lingkungan meliputi air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan.
Soal 2
Sesuai dengan PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, Jabatan Fungsional Tenaga Sanitasi Lingkungan termasuk dalam kategori jabatan yang fungsi dan tugasnya berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada...
A. Gelar akademik tertinggi
B. Instruksi langsung dari pimpinan daerah
C. Masa kerja sebagai pegawai honorer
D. Kedekatan hubungan struktural
E. Keahlian dan keterampilan tertentu
Jawaban: E
Dalam PP No. 11 Tahun 2017, Jabatan Fungsional didasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu yang dibuktikan dengan sertifikasi atau kompetensi.
Soal 3
Peraturan Menteri Kesehatan No. 2 Tahun 2023 mengatur tentang Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL). Apa definisi dari SBMKL menurut peraturan tersebut?
A. Daftar inventaris alat-alat laboratorium sanitasi
B. Prosedur cara membersihkan saluran air limbah
C. Spesifikasi teknis atau nilai standar pada media lingkungan
D. Metode penyuluhan kepada masyarakat mengenai jamban
E. Undang-undang mengenai pengolahan limbah industri B3
Jawaban: C
Berdasarkan PMK No. 2 Tahun 2023 Pasal 1, SBMKL adalah spesifikasi teknis atau nilai yang ditetapkan sebagai standar pada media lingkungan yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan.
Soal 4
Menurut Peraturan Menpan RB No. 71 Tahun 2021, jenjang Jabatan Fungsional Tenaga Sanitasi Lingkungan kategori Keterampilan terdiri dari...
A. Teknisi dan Analis
B. Pelaksana Dasar dan Pelaksana Lanjutan
C. Pemula, Pelaksana, dan Pengawas
D. Ahli Pertama, Ahli Muda, dan Ahli Madya
E. Terampil, Mahir, dan Penyelia
Jawaban: E
Pasal 5 Permenpan RB No. 71 Tahun 2021 menetapkan jenjang kategori keterampilan yaitu: Terampil, Mahir, dan Penyelia.
Soal 5
Dalam Kepmenkes No. 4788 Tahun 2021 tentang Standar Profesi TSL, salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki adalah melakukan penilaian kualitas media lingkungan. Unsur biologi yang dipantau pada media air minum menurut standar terbaru adalah...
A. Kadar Klorin Bebas
B. Kadar Zat Besi (Fe)
C. Total Bakteri E. coli
D. Tingkat Kebisingan
E. Jumlah Partikulat Debu
Jawaban: C
Berdasarkan Standar Baku Mutu dalam PMK No. 2 Tahun 2023 yang dirujuk standar profesi, parameter biologi utama air minum adalah E. coli.
Soal 6
Surveilans kualitas media lingkungan dilakukan untuk mengamati tren atau perubahan kualitas lingkungan. Langkah pertama dalam siklus surveilans adalah...
A. Evaluasi dampak
B. Intervensi fisik
C. Analisis data
D. Pengumpulan data
E. Diseminasi informasi
Jawaban: D
Langkah pertama surveilans adalah pengumpulan data (data collection) baik melalui pengamatan langsung, pengukuran, maupun laporan.
Soal 7
Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) merupakan proses estimasi risiko kesehatan pada populasi. Tahapan ARKL yang bertujuan mengidentifikasi bahan berbahaya dalam media lingkungan disebut...
A. Komunikasi Risiko
B. Analisis Pajanan
C. Karakterisasi Risiko
D. Manajemen Risiko
E. Identifikasi Bahaya
Jawaban: E
Tahapan ARKL terdiri dari: Identifikasi Bahaya, Analisis Dosis-Respon, Analisis Eksposur (Pajanan), dan Karakterisasi Risiko.
Soal 8
Edukasi kesehatan lingkungan sering dilakukan menggunakan pendekatan STBM. Apa kepanjangan dari STBM?
A. Standar Teknologi Bersih Mandiri
B. Sarana Tempat Buang-air Mandiri
C. Sosialisasi Tenaga Bersih Masyarakat
D. Sistem Terpadu Bangunan Masyarakat
E. Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Jawaban: E
STBM adalah Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, yang merupakan pendekatan untuk mengubah perilaku higienis dan saniter melalui pemberdayaan.
Soal 9
Manakah di bawah ini yang merupakan contoh penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam pengolahan air bersih di tingkat rumah tangga?
A. Saringan Pasir Lambat (SPL)
B. Pabrik Kimia Pengolah Alum
C. Tangki Septik Beton bertulang
D. Sistem Filtrasi Industri Berbasis Komputer
E. Instalasi Nuklir Desalinasi
Jawaban: A
Saringan Pasir Cepat/Lambat atau SODIS (Solar Water Disinfection) adalah contoh TTG yang mudah diaplikasikan masyarakat.
Soal 10
Intervensi kesehatan lingkungan terhadap vektor penyakit dapat dilakukan melalui pengendalian fisik. Contoh pengendalian fisik untuk nyamuk Aedes aegypti adalah...
A. Memberikan edukasi lewat media sosial
B. Melakukan fogging kimiawi
C. Menyebarkan ikan pemakan jentik
D. Menguras dan menutup tempat penampungan air
E. Memberikan bubuk larvasida (abate)
Jawaban: D
Pengendalian fisik melibatkan perubahan lingkungan fisik atau mekanik, seperti PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) melalui 3M Plus.
Soal 11
Dalam kondisi matra (seperti pengungsian bencana), standar kebutuhan air bersih minimal untuk keperluan rumah tangga dan higiene pribadi per orang per hari adalah...
A. 15-20 liter
B. 50 liter
C. 200 liter
D. 100 liter
E. 5 liter
Jawaban: A
Berdasarkan standar minimal internasional (Sphere Project) dan regulasi kesehatan darurat, standar minimal air di pengungsian adalah 15-20 liter/orang/hari.
Soal 12
Dampak perubahan iklim terhadap kesehatan lingkungan yang paling signifikan terkait penyakit tular vektor adalah...
A. Meningkatnya kandungan kalsium di tanah
B. Penurunan kadar oksigen secara mendadak
C. Peningkatan laju perkembangbiakan vektor penyakit
D. Punahnya seluruh spesies tikus
E. Berkurangnya populasi bakteri anaerob
Jawaban: C
Kenaikan suhu global mempercepat siklus reproduksi vektor (seperti nyamuk) dan memperluas wilayah sebarannya ke dataran tinggi.
Soal 13
Menurut PMK No. 2 Tahun 2023, standar baku mutu untuk udara dalam ruang (indoor air quality) mencakup parameter fisik berupa...
A. Kadar Nitrogen Dioksida (NO2)
B. Jumlah koloni jamur
C. Suhu, pencahayaan, dan kelembaban
D. Kadar debu jatuh (Dustfall)
E. Kadar Karbon Monoksida (CO)
Jawaban: C
Parameter fisik udara dalam ruang meliputi suhu, pencahayaan, dan kelembaban.
Soal 14
Sesuai UU No. 17 Tahun 2023, tenaga kesehatan (termasuk TSL) dalam menjalankan praktik wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR). Masa berlaku STR menurut ketentuan terbaru adalah...
A. 2 tahun
B. Seumur hidup
C. Hanya saat menjadi CPNS
D. 3 tahun
E. 5 tahun
Jawaban: B
Dalam UU Kesehatan No. 17 Tahun 2023, STR kini berlaku seumur hidup selama persyaratan kompetensi tetap terpenuhi.
Soal 15
Seorang TSL melakukan pemeriksaan jentik nyamuk di sebuah desa dan menemukan 20 rumah positif jentik dari 100 rumah yang diperiksa. Berapakah House Index (HI) desa tersebut?
A. 40%
B. 10%
C. 100%
D. 20%
E. 80%
Jawaban: D
House Index (HI) = (Jumlah rumah positif jentik / Jumlah rumah diperiksa) x 100% = (20/100) x 100% = 20%.
Soal 16
Dalam manajemen PNS, setiap PNS wajib mengikuti pengembangan kompetensi sekurang-kurangnya berapa jam pelajaran (JP) dalam satu tahun?
A. 20 JP
B. 40 JP
C. 80 JP
D. 15 JP
E. 10 JP
Jawaban: A
Berdasarkan PP No. 11 Tahun 2017, setiap PNS memiliki hak dan kesempatan untuk dikembangkan kompetensinya minimal 20 JP per tahun.
Soal 17
Pilar pertama dari 5 Pilar STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) yang menjadi target utama intervensi adalah...
Manakah yang termasuk intervensi kesehatan lingkungan secara kimiawi?
A. Menanam tanaman pengusir nyamuk
B. Pembubuhan kaporit pada sumur gali
C. Pemasangan kawat kasa di jendela
D. Gotong royong membersihkan selokan
E. Penyemenan lantai rumah yang tanah
Jawaban: B
Intervensi kimiawi melibatkan penggunaan zat kimia, seperti pemberian klorin (desinfeksi) pada air atau penggunaan larvasida.
Soal 19
Salah satu ciri dari Teknologi Tepat Guna (TTG) bidang sanitasi adalah 'affordable', yang artinya...
A. Terbuat dari bahan impor mahal
B. Terjangkau biayanya bagi masyarakat
C. Hanya bisa dioperasikan oleh sarjana
D. Dapat dipindahkan dengan helikopter
E. Menggunakan listrik tegangan tinggi
Jawaban: B
Affordable artinya teknologi tersebut harus terjangkau secara finansial oleh masyarakat pengguna.
Soal 20
Ancaman global berupa 'Antimicrobial Resistance' (AMR) berkaitan dengan sanitasi lingkungan karena...
A. Penyebaran bakteri resisten melalui media lingkungan yang tercemar
B. Sabun CTPS mengandung antibiotik dosis tinggi
C. Vektor nyamuk membawa obat-obatan kimia
D. Bakteri menjadi takut dengan jamban
E. Perubahan iklim membunuh semua virus
Jawaban: A
Sanitasi yang buruk menyebabkan penyebaran infeksi resisten obat melalui air dan tanah yang tercemar limbah medis atau kotoran.
Soal 21
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, upaya kesehatan lingkungan ditujukan untuk mewujudkan kualitas lingkungan yang sehat baik fisik, kimia, biologi, maupun sosial. Manakah yang termasuk dalam lingkup media lingkungan menurut undang-undang tersebut?
A. Air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan
B. Limbah cair dan limbah padat saja
C. Hanya kawasan industri dan transportasi
D. Pemukiman dan tempat kerja tanpa menyertakan pangan
E. Hanya air dan udara
Jawaban: A
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2023, media lingkungan meliputi air, udara, tanah, pangan, serta sarana dan bangunan yang harus memenuhi standar baku mutu kesehatan lingkungan.
Soal 22
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2023 mengatur tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2014. Apa fokus utama dari regulasi terbaru ini?
A. Tata cara pendaftaran STR tenaga kesehatan
B. Sistem informasi rumah sakit
C. Pedoman perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah
D. Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan dan Pengaturan Proses Pengolahan Limbah
E. Standar profesi dokter spesialis
Jawaban: D
Permenkes No. 2 Tahun 2023 fokus pada Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL) dan persyaratan kesehatan untuk berbagai media lingkungan serta pengaturan teknis lainnya.
Soal 23
Keputusan Menteri Kesehatan RI No. HK.01.07/MENKES/316/2020 mengatur tentang Standar Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan. Berdasarkan keputusan tersebut, jenjang pendidikan minimal untuk disebut sebagai Teknisi Sanitasi Lingkungan adalah...
A. Diploma Empat (D4) atau Sarjana (S1)
B. Diploma Tiga (D3)
C. Magister (S2)
D. Sekolah Menengah Kejuruan
E. Doktor (S3)
Jawaban: B
Berdasarkan KMK No. 316 Tahun 2020, lulusan Diploma Tiga (D3) disebut sebagai Teknisi Sanitasi Lingkungan, sedangkan Diploma Empat/Sarjana disebut sebagai Sanitarian.
Soal 24
Dalam Kode Etik Profesi Tenaga Sanitasi Lingkungan, kewajiban terhadap profesi mengharuskan setiap anggota untuk...
A. Mengabaikan perkembangan teknologi sanitasi terbaru
B. Hanya fokus pada kepentingan individu pemberi kerja
C. Menjunjung tinggi kehormatan profesi dan bertindak jujur
D. Mendahulukan imbalan materi di atas pelayanan
E. Menyembunyikan kesalahan teknis dari rekan sejawat
Jawaban: C
Kode Etik TSL menekankan bahwa setiap anggota wajib menjunjung tinggi kehormatan profesi, integritas, dan kejujuran dalam menjalankan tugasnya.
Soal 25
Pelayanan Kesehatan Lingkungan di Puskesmas dilakukan melalui beberapa kegiatan. Manakah kegiatan yang bertujuan melakukan pengamatan fisik, pengukuran, dan analisis untuk menemukan faktor risiko di lingkungan?
A. Pemberian obat-obatan
B. Promosi Kesehatan
C. Inspeksi Kesehatan Lingkungan
D. Konseling
E. Intervensi Kesehatan Lingkungan
Jawaban: C
Berdasarkan Permenkes No. 13 Tahun 2015, Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) bertujuan untuk pengamatan fisik, pengukuran, dan analisis untuk menemukan faktor risiko.
Soal 26
Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023, kadar maksimum parameter mikrobiologi Total Coliform dalam air minum adalah...
A. 25 CFU/100 ml
B. 0 CFU/100 ml
C. 50 CFU/100 ml
D. 10 CFU/100 ml
E. 100 CFU/100 ml
Jawaban: B
SBMKL untuk air minum menurut Permenkes No. 2 Tahun 2023 menetapkan bahwa parameter mikroba (E.coli dan Total Coliform) harus 0 dalam 100 ml sampel.
Soal 27
Kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) di tatanan rumah tangga memiliki beberapa indikator. Manakah yang termasuk indikator utama dalam bidang sanitasi?
A. Memberi ASI eksklusif
B. Menggunakan air bersih dan menggunakan jamban sehat
C. Melakukan aktivitas fisik
D. Makan buah dan sayur setiap hari
E. Menimbang balita setiap bulan
Jawaban: B
Penggunaan air bersih dan jamban sehat adalah indikator sanitasi dasar dalam 10 Indikator PHBS Rumah Tangga.
Soal 28
Surveilans kualitas media lingkungan dilakukan untuk pengamatan faktor risiko secara terus menerus. Manakah unsur biologi yang dipantau dalam surveilans kualitas udara ruang?
A. Nitrogen Dioksida (NO2)
B. Angka kuman dan keberadaan jamur
C. Partikulat (PM2.5)
D. Kadar Timbal (Pb)
E. Karbon Monoksida (CO)
Jawaban: B
Dalam media udara ruang, unsur biologi yang menjadi parameter baku mutu adalah angka kuman (bakteri) dan jamur.
Soal 29
Langkah pertama dalam pelaksanaan Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL) adalah...
A. Analisis Dosis-Respon
B. Manajemen Risiko
C. Identifikasi Bahaya
D. Karakterisasi Risiko
E. Analisis Pajanan
Jawaban: C
Langkah-langkah ARKL secara berurutan adalah: 1. Identifikasi Bahaya, 2. Analisis Dosis-Respon, 3. Analisis Pajanan, dan 4. Karakterisasi Risiko.
Soal 30
Seorang TSL melakukan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kepadatan lalat. Metode edukasi yang paling tepat untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat secara partisipatif adalah...
A. Pemberian sanksi administratif
B. Pembagian brosur tanpa penjelasan
C. Iklan di media massa
D. Ceramah satu arah
E. Pemicuan atau diskusi kelompok terarah (FGD)
Jawaban: E
Metode pemicuan (seperti pada STBM) atau FGD lebih efektif mendorong perubahan perilaku karena melibatkan emosi dan kesadaran kolektif masyarakat.
Soal 31
Pengembangan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam sanitasi harus memenuhi kriteria tertentu. Manakah yang merupakan kriteria utama TTG?
A. Hanya bisa digunakan di laboratorium
B. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar
C. Mudah dioperasikan, biaya terjangkau, dan menggunakan bahan lokal
D. Sangat mahal dan impor
E. Rumit dan membutuhkan tenaga ahli tinggi
Jawaban: C
Kriteria Teknologi Tepat Guna adalah ekonomis, mudah dalam pemeliharaan, serta efektif menyelesaikan masalah di masyarakat setempat.
Soal 32
Intervensi kualitas media lingkungan melalui rekayasa lingkungan untuk mengendalikan vektor penyakit (misalnya nyamuk) dapat dilakukan dengan cara...
A. Pemberian abate (larvasida) setiap hari
B. Modifikasi lingkungan seperti pengeringan genangan air
C. Vaksinasi massal
D. Penggunaan kelambu saat tidur
E. Penyemprotan insektisida (fogging) secara rutin
Jawaban: B
Modifikasi atau manipulasi lingkungan merupakan bentuk intervensi fisik/rekayasa lingkungan yang bersifat permanen untuk mencegah perkembangbiakan vektor.
Soal 33
Dalam kondisi tanggap darurat bencana, prioritas utama pelayanan sanitasi lingkungan yang harus segera dipenuhi adalah...
A. Pemberian edukasi tentang perubahan iklim
B. Audit lingkungan industri
C. Pembangunan taman di pengungsian
D. Penyediaan air bersih dan sarana pembuangan kotoran (jamban darurat)
E. Pemasangan pendingin ruangan di tenda
Jawaban: D
Dalam tanggap darurat, sanitasi dasar (air bersih dan pembuangan ekskreta) adalah prioritas untuk mencegah penularan penyakit berbasis lingkungan di pengungsian.
Soal 34
Kesehatan Matra adalah upaya kesehatan yang dilakukan terhadap masyarakat dalam kondisi tertentu yang berubah secara bermakna. Contoh ruang lingkup kesehatan matra lapangan adalah...
A. Kesehatan haji dan kesehatan transmigrasi
B. Sanitasi kapal laut
C. Sanitasi stasiun luar angkasa
D. Kesehatan penerbangan
E. Penyelaman bawah air
Jawaban: A
Berdasarkan Permenkes No. 61 Tahun 2013, kesehatan haji, transmigrasi, dan perkemahan termasuk dalam kelompok kesehatan matra lapangan.
Soal 35
Prinsip dasar perilaku hidup bersih dan sehat yang fokus pada cuci tangan pakai sabun (CTPS) bertujuan untuk memutus rantai penularan melalui...
A. Kontak tanah langsung
B. Radiasi lingkungan
C. Gigitan vektor (Vektor-borne)
D. Kontak langsung atau makanan (Fecal-oral)
E. Udara (Airborne)
Jawaban: D
CTPS sangat efektif mencegah penularan penyakit diare dan infeksi lainnya yang menular melalui mekanisme tangan kotor ke mulut (fecal-oral).
Soal 36
Sesuai standar profesi, dalam melakukan pengukuran kualitas udara, TSL wajib memastikan alat yang digunakan telah...
A. Dibeli dari luar negeri
B. Memiliki harga yang mahal
C. Dikalibrasi secara berkala oleh lembaga berwenang
D. Memiliki banyak tombol
E. Berukuran kecil agar mudah dibawa
Jawaban: C
Alat ukur sanitasi harus dikalibrasi untuk menjamin validitas dan akurasi data hasil pengukuran media lingkungan.
Soal 37
Parameter fisik SBMKL untuk media tanah di pemukiman meliputi...
A. Jumlah bakteri E.coli
B. Kelembapan dan suhu
C. Kadar merkuri
D. Radioaktivitas
E. Kadar pestisida organofosfat
Jawaban: B
Berdasarkan Permenkes 2/2023, parameter fisik tanah mencakup kelembapan dan suhu tanah yang mempengaruhi kelangsungan hidup mikroba atau vektor.
Soal 38
Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terdiri dari 5 pilar. Pilar kedua dari STBM adalah...
Seorang TSL melakukan pemeriksaan kualitas air limbah di rumah sakit. Berdasarkan PMK No. 2 Tahun 2023, parameter manakah yang menunjukkan beban pencemaran organik dalam air limbah?
Sesuai Permenpan RB No. 71 Tahun 2021, Tenaga Sanitasi Lingkungan Ahli Pertama memiliki tugas pokok dalam perencanaan. Manakah kegiatan yang termasuk butir kegiatan jenjang ini?
A. Menyusun kebijakan nasional lintas kementerian
B. Melakukan otopsi pada korban keracunan
C. Melakukan pembersihan saluran air secara fisik
D. Menghitung angka kredit seluruh pegawai kesehatan
E. Menyusun rencana kerja operasional sanitasi lingkungan
Rumus perhitungan asupan (intake) pada ARKL untuk media air minum adalah $I = \frac{C \times R \times t_e \times f_e \times D_t}{W_b \times t_{avg}}$. Apa arti dari simbol $W_b$ dalam rumus tersebut?
Udara bebas di permukaan bumi pada lapisan troposfer yang berada di wilayah Republik Indonesia, yang dibutuhkan dan memengaruhi kesehatan manusia serta unsur lingkungan hidup lainnya dikenal dengan istilah...
Menurut Standar Profesi TSL, dalam melakukan praktik, TSL harus menjunjung tinggi etika. Manakah perilaku yang mencerminkan etika profesi TSL di lapangan?
A. Menerima imbalan dari pemilik restoran agar hasil inspeksi bagus
B. Menjaga kerahasiaan data identitas responden
C. Memaksakan penggunaan teknologi mahal kepada warga miskin
D. Menyebarkan hoaks mengenai penyakit menular
E. Mengabaikan hasil laboratorium yang buruk demi popularitas instansi
Penyelenggaraan kewaspadaan dini terhadap perubahan iklim mencakup pemantauan suhu ekstrem. Apa risiko sanitasi yang muncul akibat banjir bandang sebagai dampak perubahan iklim?
A. Semua mikroba di sungai mati seketika
B. Udara menjadi terlalu kering
C. Tanah kehilangan seluruh kadar airnya
D. Tercemarnya sumber air bersih oleh limbah tinja
Kriteria penilaian kinerja PNS dalam PP No. 11 Tahun 2017 mencakup Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan perilaku kerja. Unsur perilaku kerja meliputi hal-hal berikut, kecuali...
Analisis Pajanan dalam ARKL menghitung besarnya asupan (Intake) suatu polutan ke dalam tubuh. Variabel 'RfD' dalam karakterisasi risiko merujuk pada...
Intervensi sanitasi lingkungan di Rumah Sakit diatur secara khusus. Berdasarkan Permenkes No. 7 Tahun 2019, limbah medis tajam harus dibuang ke dalam wadah yang...
A. Berwarna hitam dan terbuka
B. Berwarna kuning, tahan tusukan, dan tahan bocor (safety box)
Dalam rekayasa lingkungan untuk pengendalian pencemaran udara industri, alat yang digunakan untuk menangkap partikel debu halus menggunakan muatan listrik adalah...
Penyelenggaraan Sanitasi Matra pada ibadah Haji memerlukan pengawasan khusus terhadap kualitas air minum. Siapakah yang bertanggung jawab melakukan pengawasan teknis di lapangan?
A. Petugas maskapai penerbangan
B. Supir bus jemputan
C. Koki katering saja
D. Petugas Polisi
E. Tenaga Sanitasi Lingkungan (TSL) yang tergabung dalam tim kesehatan haji
Dalam manajemen konflik profesi, jika seorang TSL menemukan rekan sejawatnya melakukan tindakan malpraktik yang membahayakan publik, langkah etis menurut kode etik adalah...
A. Mendiamkannya agar tidak merusak nama organisasi
B. Meminta uang tutup mulut
C. Mengunggahnya langsung ke media sosial pribadi
D. Melaporkan secara berjenjang kepada organisasi profesi (HAKLI)
Surveilans terhadap vektor penyakit malaria dilakukan dengan mengukur 'Anopheles Density'. Alat yang umum digunakan untuk menangkap nyamuk saat survei adalah...
Rekayasa lingkungan untuk pengolahan limbah cair rumah tangga skala kecil dapat menggunakan sistem tangki septik (septic tank) yang dilengkapi dengan...
Seorang TSL melakukan IKL di sebuah restoran dan menemukan keberadaan tikus. Rekomendasi intervensi yang paling tepat menurut prinsip pengendalian hama adalah...
A. Mengabaikan karena tikus adalah hal biasa
B. Pemberian racun tikus di area dapur setiap hari
C. Membakar restoran tersebut
D. Memelihara kucing di dalam restoran
E. Penutupan celah masuk (rat proofing) dan menjaga kebersihan lingkungan
Dalam ARKL, Karakterisasi Risiko dilakukan dengan membandingkan asupan (Intake) polutan dengan nilai RfD/RfC. Jika zat tersebut bersifat karsinogenik, parameter yang digunakan adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Tenaga Sanitasi Lingkungan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan
SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Tenaga Sanitasi Lingkungan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.