Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Badan Narkotika Nasional (BNN)
Peraturan mengenai Prekursor Narkotika dan pengawasannya
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Laboratorium Kimia/Biologi
Etika Profesi Laboran dan Prinsip Integritas dalam Pengujian Forensik
Sistem Manajemen Mutu Laboratorium (ISO/IEC 17025)
Teknik Sampling dan Penanganan Barang Bukti Narkotika (Chain of Custody)
Metode Ekstraksi: Cair-Cair (Liquid-Liquid Extraction) dan Fase Padat (Solid Phase Extraction)
Prinsip Analisis Instrumen: Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS) dan HPLC
Teknik Identifikasi Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif Lainnya
Pengenalan New Psychoactive Substances (NPS) dan perkembangannya
Dasar-dasar Toksikologi Forensik dan analisis metabolit dalam sampel biologis
Teori Beer-Lambert dalam Spektrofotometri (Hubungan absorbansi dan konsentrasi)
Hukum Distribusi Nernst dalam proses ekstraksi zat aktif
Teori Kromatografi: Prinsip pemisahan berdasarkan perbedaan afinitas dan koefisien partisi
Konsep Limit of Detection (LOD) dan Limit of Quantitation (LOQ) dalam validasi metode
Reaksi Identifikasi Kimia: Uji warna (Marquis, Simon, Duquenois-Levine) dan kristalografi
Pengelolaan Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) hasil pengujian laboratorium
Teori Farmakodinamika dan Farmakokinetika dasar terkait efek zat psikoaktif
Dokumentasi dan Administrasi Laboratorium Forensik Narkotika
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penata Laboratorium Narkotika.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009, Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan adalah...
A. Narkotika Golongan I
B. Narkotika Golongan II
C. Narkotika Golongan III
D. Prekursor Narkotika
E. Narkotika Golongan IV
Jawaban: A
Pasal 6 ayat (1) huruf a UU No. 35 Tahun 2009 menyatakan bahwa Narkotika Golongan I dilarang digunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan dan hanya digunakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan.
Soal 2
Menurut UU Nomor 5 Tahun 1997, psikotropika yang mempunyai khasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindrom ketergantungan adalah...
A. Psikotropika Golongan IV
B. Psikotropika Golongan I
C. Psikotropika Golongan II
D. Psikotropika Golongan III
E. Psikotropika Golongan V
Jawaban: A
UU No. 5 Tahun 1997 Pasal 2 ayat (2) huruf d mendefinisikan Psikotropika Golongan IV sebagai zat dengan potensi ringan mengakibatkan ketergantungan dan luas digunakan dalam terapi.
Soal 3
Dalam struktur organisasi Badan Narkotika Nasional (BNN), laboratorium narkotika berada di bawah koordinasi unit kerja...
A. Deputi Bidang Pencegahan
B. Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat
C. Deputi Bidang Pemberantasan
D. Deputi Bidang Rehabilitasi
E. Sekretariat Utama
Jawaban: C
Berdasarkan struktur BNN, Pusat Laboratorium Narkotika secara teknis fungsional mendukung tugas pemberantasan dalam hal pengujian barang bukti.
Soal 4
Zat atau bahan pemula atau bahan kimia yang dapat digunakan dalam pembuatan Narkotika yang diawasi secara ketat oleh pemerintah disebut...
A. Psikotropika
B. Zat Desainer
C. Solven Organik
D. Bahan Adiktif
E. Prekursor Narkotika
Jawaban: E
Prekursor Narkotika adalah zat atau bahan pemula yang dapat digunakan untuk pembuatan narkotika sebagaimana diatur dalam UU 35/2009 dan PP 44/2010.
Soal 5
Simbol GHS (Globally Harmonized System) berupa gambar tengkorak dan tulang bersilang pada botol reagen di laboratorium menunjukkan bahwa bahan tersebut bersifat...
A. Mudah Terbakar
B. Iritan
C. Korosif
D. Oksidator
E. Toksik (Beracun)
Jawaban: E
Dalam standar K3, simbol tengkorak dan tulang bersilang menunjukkan sifat toksisitas akut yang dapat menyebabkan kematian atau efek kesehatan serius.
Soal 6
Seorang Penata Laboratorium Narkotika harus menolak segala bentuk gratifikasi yang dapat mempengaruhi hasil pengujian. Hal ini merupakan penerapan prinsip...
A. Akuntabilitas
B. Efisiensi
C. Integritas
D. Kompetensi
E. Objektivitas
Jawaban: C
Integritas dalam profesi laboran mencakup kejujuran dan keteguhan prinsip moral, termasuk menolak suap atau gratifikasi yang mempengaruhi hasil kerja.
Soal 7
Sesuai ISO/IEC 17025, laboratorium harus memastikan bahwa personel yang melakukan pengujian memiliki kompetensi yang dibuktikan melalui...
A. Daftar hadir harian
B. Foto dokumentasi kerja
C. Laporan hasil uji tahunan
D. Sertifikat pelatihan dan catatan otorisasi
E. Surat pernyataan kesanggupan
Jawaban: D
ISO/IEC 17025 mewajibkan adanya rekaman kompetensi personel, termasuk pelatihan, kualifikasi, dan otorisasi untuk melakukan tugas pengujian tertentu.
Soal 8
Rangkaian pendokumentasian penanganan barang bukti narkotika dari tempat kejadian perkara hingga ke persidangan guna menjamin keaslian barang bukti disebut...
A. Chain of Custody
B. Logbook Analysis
C. Berita Acara Pemeriksaan
D. Sampling Record
E. Surat Perintah Penyitaan
Jawaban: A
Chain of Custody (Rantai Simpul/Rantai Penjagaan) adalah prosedur dokumentasi kronologis untuk mempertahankan integritas barang bukti fisik.
Soal 9
Metode pemisahan analit dari matriksnya berdasarkan perbedaan kelarutan dalam dua pelarut yang tidak saling bercampur (immiscible) disebut...
A. Filtrasi vakum
B. Kristalisasi
C. Sublimasi
D. Solid Phase Extraction
E. Liquid-Liquid Extraction
Jawaban: E
Liquid-Liquid Extraction (LLE) atau ekstraksi cair-cair memanfaatkan perbedaan koefisien partisi analit dalam dua fase cair yang berbeda.
Soal 10
Komponen pada instrumen GC-MS yang berfungsi untuk memisahkan komponen sampel berdasarkan perbedaan interaksi dengan fase diam di dalam kolom adalah...
A. Ion Source
B. Gas Chromatography
C. Interface
D. Electron Multiplier
E. Mass Analyzer
Jawaban: B
Gas Chromatography (GC) bertanggung jawab atas pemisahan fisik komponen, sedangkan Mass Spectrometry (MS) bertanggung jawab atas identifikasi berdasarkan massa/muatan.
Soal 11
Zat psikoaktif baru yang muncul di pasar dan belum diatur secara internasional oleh konvensi tunggal narkotika disebut...
A. Prekursor Alami
B. Legal Highs
C. Narkotika Golongan II
D. New Psychoactive Substances (NPS)
E. Obat Keras Terbatas
Jawaban: D
NPS adalah zat yang disalahgunakan baik dalam bentuk murni maupun sediaan yang tidak dikontrol oleh Konvensi 1961 atau 1971, namun berisiko bagi kesehatan.
Soal 12
Metabolit utama dari kokain yang sering dideteksi dalam sampel urin untuk pembuktian konsumsi adalah...
A. Morfin
B. 6-Monoacetylmorphine
C. Benzoylecgonine
D. Amphetamine
E. THC-COOH
Jawaban: C
Dalam toksikologi forensik, Benzoylecgonine adalah metabolit stabil dari kokain yang diekskresikan melalui urin.
Soal 13
Menurut Hukum Beer-Lambert, hubungan antara absorbansi (A) dan konsentrasi (c) adalah...
A. Tidak ada hubungan
B. Logaritmik negatif
C. Berbanding lurus secara linier
D. Berbanding terbalik
E. Eksponensial
Jawaban: C
Hukum Beer-Lambert menyatakan A = εbc, yang berarti absorbansi berbanding lurus dengan konsentrasi dan panjang jalan sinar.
Soal 14
Konsentrasi analit terkecil dalam sampel yang dapat dideteksi tetapi tidak perlu dikuantitasi sebagai nilai yang tepat disebut...
A. Limit of Detection (LOD)
B. Limit of Quantitation (LOQ)
C. Selesktivitas
D. Linearitas
E. Sensitivitas
Jawaban: A
LOD adalah batas deteksi terkecil di mana analit masih memberikan sinyal yang dapat dibedakan dari noise, namun belum tentu dapat diukur secara akurat.
Soal 15
Reaksi identifikasi kimia menggunakan reagen Marquis yang menghasilkan warna ungu tua (purple) secara spesifik menunjukkan adanya...
A. Ganja
B. Benzodiazepin
C. Kokain
D. Opium atau turunannya (seperti Heroin/Morfin)
E. LSD
Jawaban: D
Uji Marquis adalah uji warna awal di mana derivat opium bereaksi memberikan warna ungu/violet.
Soal 16
Limbah laboratorium yang mengandung sisa pelarut organik seperti kloroform atau metanol termasuk dalam kategori...
A. Limbah Radioaktif
B. Limbah Domestik
C. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
D. Limbah Medis Tajam
E. Limbah Padat Non-B3
Jawaban: C
Pelarut organik laboratorium bersifat mudah terbakar atau toksik sehingga diklasifikasikan sebagai limbah B3 yang pengelolaannya diatur khusus.
Soal 17
Proses yang dialami obat/zat di dalam tubuh meliputi absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi (ADME) dipelajari dalam bidang...
A. Toksikologi Klinik
B. Farmakognosi
C. Farmakodinamika
D. Farmakokinetika
E. Patologi
Jawaban: D
Farmakokinetika mempelajari nasib zat di dalam tubuh (apa yang dilakukan tubuh terhadap obat), sedangkan farmakodinamika mempelajari efek zat pada tubuh.
Soal 18
Setiap tahap pengujian di laboratorium forensik narkotika harus dicatat dalam formulir khusus untuk memastikan...
A. Pengurangan jumlah pegawai
B. Kecepatan kerja
C. Kerahasiaan nama tersangka
D. Ketertelusuran (Traceability) dan akuntabilitas
E. Kemudahan penagihan biaya
Jawaban: D
Dokumentasi laboratorium berfungsi untuk memastikan semua prosedur dapat ditelusuri kembali dan dipertanggungjawabkan secara hukum.
Soal 19
Dalam kromatografi, waktu yang dibutuhkan oleh suatu komponen untuk keluar dari kolom sejak penyuntikan sampel disebut...
A. Laju Alir (Flow Rate)
B. Faktor Selektivitas
C. Resolusi
D. Waktu Mati (Void Time)
E. Waktu Retensi (Retention Time)
Jawaban: E
Waktu retensi ($t_R$) adalah parameter kualitatif utama dalam kromatografi untuk mengidentifikasi suatu zat.
Soal 20
Hukum Distribusi Nernst menyatakan bahwa pada suhu tetap, perbandingan konsentrasi zat terlarut di dalam dua pelarut yang tidak saling bercampur adalah...
A. Selalu nol
B. Berbanding terbalik dengan massa
C. Berubah sesuai volume
D. Meningkat secara eksponensial
E. Konstan
Jawaban: E
Hukum Nernst menyatakan $K_d = C_1 / C_2$ adalah nilai yang tetap (konstan) pada kondisi kesetimbangan dan suhu tertentu.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU No. 35 Tahun 2009, kewenangan untuk melakukan penyitaan narkotika dan prekursor narkotika berada pada penyidik BNN dan...
Keuntungan utama dari metode Solid Phase Extraction (SPE) dibandingkan dengan Liquid-Liquid Extraction (LLE) dalam penanganan sampel narkotika adalah...
A. Proses lebih lambat
B. Hanya bisa untuk sampel gas
C. Membutuhkan lebih banyak pelarut
D. Efisiensi pemisahan lebih tinggi dan konsumsi pelarut lebih sedikit
Dalam audit ISO/IEC 17025, jika ditemukan alat timbang yang belum dikalibrasi namun tetap digunakan untuk penimbangan sampel, maka hal ini termasuk dalam kategori...
Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang tepat saat menangani sampel serbuk narkotika yang halus (seperti Fentanyl) untuk mencegah paparan melalui pernapasan adalah...
Menurut UU No. 35 Tahun 2009, laboratorium yang ditunjuk untuk melakukan pengujian narkotika wajib menyampaikan laporan hasil pengujian kepada penyidik dalam waktu paling lama...
Identifikasi narkotika melalui pembentukan kristal dengan bentuk geometri yang spesifik di bawah mikroskop setelah penambahan reagen tertentu disebut...
Dalam spektrofotometri UV-Vis, pelarut yang digunakan harus transparan dan tidak menyerap pada panjang gelombang pengukuran analit. Daerah panjang gelombang UV adalah...
Komponen NPS golongan ganja sintetis (synthetic cannabinoids) seringkali disemprotkan pada bahan herbal dan dikenal di Indonesia dengan nama populer...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Laboratorium Narkotika, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penata Laboratorium Narkotika tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.