Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Terapis Gigi dan Mulut Ahli Pertama
Permenkes No 20 Tahun 2016
Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Terapis Gigi dan Mulut Terampil
Permenkes No 20 Tahun 2016
Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Simulasi Tryout SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Terapis Gigi dan Mulut.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut.
Soal 1
Terampil
Berdasarkan Permenkes No. 20 Tahun 2016, Terapis Gigi dan Mulut adalah setiap orang yang telah lulus pendidikan perawat gigi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Apa wewenang Terapis Gigi dan Mulut dalam melakukan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut pada tindakan preventif?
A. Memberikan suntikan anestesi blok pada pasien dewasa
B. Melakukan penambalan gigi permanen dua bidang atau lebih
C. Melakukan pembersihan karang gigi (scaling)
D. Melakukan pembedahan minor pada gingiva
E. Melakukan pencabutan gigi permanen akar tunggal
Jawaban: C
Berdasarkan Permenkes No. 20 Tahun 2016 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Terapis Gigi dan Mulut, wewenang klinis dalam pelayanan asuhan preventif meliputi pembersihan karang gigi, aplikasi fluor, dan fissure sealant.
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 2
Terampil
Tahapan sistematis yang meliputi pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi dalam pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut disebut...
A. Manajemen Kesehatan Gigi
B. Siklus Pelayanan Kedokteran Gigi
C. Proses Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
D. Rencana Perawatan Medis
E. Standard Operating Procedure (SOP) Gigi
Jawaban: C
Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut menekankan pada proses asuhan yang sistematis (ADPIE: Assessment, Diagnosis, Planning, Implementation, Evaluation).
Materi:Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 3
Terampil
Seorang Terapis Gigi dan Mulut harus menjaga rahasia pasien meskipun pasien tersebut telah meninggal dunia. Hal ini sesuai dengan kewajiban TGM terhadap...
A. Teman sejawat
B. Profesi
C. Pasien
D. Masyarakat
E. Diri sendiri
Jawaban: C
Berdasarkan Kode Etik Terapis Gigi dan Mulut, salah satu kewajiban TGM terhadap pasien adalah menjaga kerahasiaan informasi medis pasien sebagai bentuk integritas dan tanggung jawab moral.
Materi:Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Soal 4
Terampil
Dalam pengkajian objektif, TGM menggunakan indeks OHI-S untuk mengukur kebersihan gigi dan mulut pasien. Gigi indeks yang digunakan untuk pemeriksaan OHI-S adalah...
A. 17, 11, 27, 37, 31, 47
B. 16, 21, 26, 36, 41, 46
C. 55, 51, 65, 75, 71, 85
D. 11, 21, 31, 41, 16, 46
E. 16, 11, 26, 36, 31, 46
Jawaban: E
Dalam metode Greene dan Vermillion (OHI-S), gigi indeks yang digunakan adalah 16, 11, 26 (permukaan bukal/labial) dan 36, 31, 46 (permukaan lingual/labial).
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 5
Terampil
Perumusan masalah kesehatan gigi dan mulut yang didasarkan pada data hasil pengkajian dan diidentifikasi oleh Terapis Gigi dan Mulut disebut...
A. Prognosa gigi
B. Evaluasi Hasil
C. Etiologi Penyakit
D. Rencana Tindakan
E. Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Jawaban: E
Diagnosis asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah analisis data pengkajian untuk mengidentifikasi kebutuhan pasien yang dapat diatasi dengan intervensi asuhan TGM.
Materi:Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 6
Terampil
Seorang pasien memiliki skor debris 1,2 dan skor kalkulus 0,8. Berapakah nilai OHI-S pasien tersebut dan apa kategorinya?
A. 1,0 (Baik)
B. 2,0 (Sedang)
C. 1,2 (Sedang)
D. 2,0 (Buruk)
E. 0,4 (Baik)
Jawaban: B
OHI-S = Debris Index (DI) + Calculus Index (CI). OHI-S = 1,2 + 0,8 = 2,0. Kategori sedang (1,3 - 3,0).
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 7
Terampil
Setelah menentukan diagnosis, TGM harus menyusun rencana kerja. Apa tujuan utama dari penyusunan tujuan tata laksana asuhan?
A. Menghitung biaya perawatan
B. Memberikan gambaran hasil yang ingin dicapai (outcome) yang dapat diukur
C. Menentukan lama waktu tindakan
D. Menghindari komplain pasien
E. Memenuhi syarat administrasi puskesmas
Jawaban: B
Tujuan tata laksana asuhan disusun untuk menetapkan target hasil perawatan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu (SMART).
Materi:Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 8
Terampil
Tindakan pencegahan karies dengan cara menutup ceruk dan selokan pada permukaan oklusal gigi yang dalam menggunakan bahan resin atau semen ionomer kaca disebut...
A. Fissure Sealant
B. Pulp Capping
C. Atraumatic Restorative Treatment (ART)
D. Scaling
E. Topical Application Fluoride
Jawaban: A
Fissure sealant adalah intervensi preventif untuk mencegah karies pada pit dan fissure yang dalam.
Materi:Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 9
Terampil
Kegiatan evaluasi yang dilakukan TGM untuk melihat apakah terjadi penurunan skor OHI-S setelah dilakukan DHE dan scaling pada kunjungan kedua disebut...
A. Evaluasi Formatif
B. Evaluasi Hasil (Outcome)
C. Evaluasi Dampak
D. Evaluasi Struktur
E. Evaluasi Proses
Jawaban: B
Evaluasi hasil membandingkan kondisi kesehatan pasien sebelum dan sesudah intervensi dilakukan.
Materi:Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 10
Terampil
Pengelolaan kesehatan gigi dan mulut di tingkat sekolah dasar melalui program UKGS (Usaha Kesehatan Gigi Sekolah) merupakan wewenang TGM dalam materi...
A. Pembedahan Mulut
B. Praktik Mandiri
C. Riset Medis
D. Manajemen Klinik
E. Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Masyarakat
Jawaban: E
UKGS dan UKGMD termasuk dalam pengelolaan asuhan kesehatan gigi masyarakat yang berfokus pada promotif dan preventif.
Materi:Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Soal 11
Terampil
Sesuai Permenkes No. 20 Tahun 2016, dalam kondisi apa Terapis Gigi dan Mulut dapat melakukan tindakan medik gigi di luar wewenang mandirinya?
A. Berdasarkan pendelegasian wewenang secara tertulis dari dokter gigi
B. Dalam keadaan darurat di rumah sakit tanpa instruksi
C. Berdasarkan instruksi kepala desa
D. Jika pasien meminta secara tertulis
E. Jika sedang praktik mandiri di sore hari
Jawaban: A
TGM dapat melakukan tindakan medik di luar wewenangnya jika ada pelimpahan wewenang (delegasi atau mandat) dari dokter gigi secara tertulis sesuai Pasal 14 Permenkes 20/2016.
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 12
Terampil
Komponen asuhan kesehatan gigi yang berfokus pada pemberian motivasi agar pasien mau mengubah perilaku membersihkan gigi adalah...
A. Promotif kesehatan gigi
B. Rehabilitatif gigi
C. Survei epidemiologi
D. Pre-medikasi
E. Kuratif gigi
Jawaban: A
Pelayanan promotif meliputi penyuluhan, konseling, dan instruksi kesehatan gigi (DHE) untuk mengubah perilaku.
Materi:Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 13
Terampil
Seorang Terapis Gigi dan Mulut harus memiliki SIP (Surat Izin Praktik) untuk dapat menyelenggarakan praktik. SIP dikeluarkan oleh...
A. Menteri Kesehatan
B. Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia
C. Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
D. Rumah Sakit tempat bekerja
E. Organisasi Profesi (PTGMI)
Jawaban: C
Berdasarkan Permenkes No. 20 Tahun 2016, SIP dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota melalui instansi pemberi izin (Dinas Kesehatan/DPMPTSP).
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 14
Terampil
Indeks yang digunakan untuk menilai keparahan penyakit periodontal melalui kedalaman poket dan adanya perdarahan gingiva adalah...
A. OHI-S
B. DMF-T
C. def-t
D. CPITN / CPI
E. Gingival Index
Jawaban: D
CPITN (Community Periodontal Index of Treatment Needs) digunakan untuk menilai kondisi jaringan periodontal dan kebutuhan perawatannya.
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 15
Terampil
Pernyataan diagnosis asuhan gigi biasanya menggunakan format PES. Apa kepanjangan dari PES?
A. Prevention, Education, Scaling
B. Problem, Etiology, Symptom
C. Patient, Environment, Social
D. Planning, Evaluation, Subjective
E. Position, Elevation, System
Jawaban: B
Format PES terdiri dari Problem (Masalah), Etiology (Penyebab), dan Symptom (Tanda/Gejala) yang ditemukan saat pengkajian.
Materi:Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 16
Terampil
Dalam penyusunan rencana asuhan, penentuan urutan tindakan berdasarkan masalah yang paling mendesak bagi pasien disebut...
A. Diagnosis Banding
B. Informed Consent
C. Penetapan Prioritas
D. Monitoring
E. Evaluasi masalah
Jawaban: C
Penetapan prioritas dilakukan untuk memutuskan masalah mana yang harus ditangani terlebih dahulu (misal rasa sakit diutamakan dibanding pembersihan karang gigi).
Materi:Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 17
Terampil
Tindakan atraumatic restorative treatment (ART) menggunakan bahan pengisi tertentu yang melepaskan fluoride. Bahan tersebut adalah...
A. Resin Komposit
B. Gutta Percha
C. Amalgam
D. Glass Ionomer Cement (GIC)
E. Zink Fosfat
Jawaban: D
ART secara umum menggunakan GIC karena kemampuannya melekat pada struktur gigi dan melepaskan fluoride untuk remineralisasi.
Materi:Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 18
Terampil
Salah satu etika TGM adalah bersikap jujur dan menghargai hak pasien untuk memberikan persetujuan sebelum tindakan. Hak pasien ini disebut...
A. Malpraktik
B. Advocacy
C. Informed Refusal
D. Confidentiality
E. Informed Consent
Jawaban: E
Informed Consent adalah persetujuan tindakan medis yang diberikan oleh pasien setelah mendapatkan penjelasan lengkap dari tenaga kesehatan.
Materi:Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Soal 19
Terampil
Tujuan asuhan kesehatan gigi masyarakat yang melibatkan kader kesehatan di desa adalah program...
A. Praktik Berkelompok
B. Riset Laboratorium
C. UKGMD (Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat Desa)
D. UKGS Tahap III
E. Poli Gigi Rumah Sakit
Jawaban: C
UKGMD berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui kader posyandu/desa untuk skrining dan penyuluhan kesehatan gigi.
Materi:Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Soal 20
Terampil
Evaluasi yang dilakukan TGM segera setelah satu tindakan (misal penambalan) selesai untuk memastikan tumpatan tidak mengganjal disebut...
A. Audit Medis
B. Evaluasi jangka panjang
C. Survei kepuasan
D. Evaluasi proses/tindakan
E. Analisis DMF-T
Jawaban: D
Evaluasi tindakan/proses dilakukan saat atau sesaat setelah intervensi untuk memastikan kualitas tindakan (teknis).
Materi:Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 21
Ahli Pertama
Berdasarkan Permenkes No 20 Tahun 2016, salah satu kewenangan Terapis Gigi dan Mulut dalam melakukan upaya penyembuhan penyakit gigi adalah...
A. Melakukan tindakan bedah mulut minor
B. Melakukan penumpatan gigi satu bidang dengan bahan sewarna gigi
C. Melakukan pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan
D. Melakukan ekstraksi gigi permanen dengan anestesi infiltrasi
E. Melakukan penambalan gigi dengan teknik tunnel
Jawaban: B
Berdasarkan Permenkes No 20 Tahun 2016 Pasal 12 ayat (2) huruf b, Terapis Gigi dan Mulut memiliki kewenangan melakukan penumpatan gigi satu bidang dengan bahan tumpatan sewarna gigi.
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 22
Ahli Pertama
Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut adalah pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang terencana dan ditujukan kepada...
A. Hanya individu yang sakit gigi
B. Hanya anak sekolah di bawah naungan UKGS
C. Masyarakat lanjut usia di panti werdha
D. Pasien rujukan dari dokter gigi spesialis
E. Individu, keluarga, dan kelompok masyarakat
Jawaban: E
Konsep dasar asuhan kesehatan gigi dan mulut merupakan pelayanan profesional yang ditujukan kepada individu, keluarga, dan kelompok masyarakat baik yang sehat maupun yang sakit.
Materi:Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 23
Ahli Pertama
Seorang Terapis Gigi dan Mulut dilarang membocorkan rahasia penyakit pasien kepada pihak lain yang tidak berkepentingan. Hal ini sesuai dengan kode etik pada prinsip...
A. Veracity
B. Autonomy
C. Justice
D. Beneficence
E. Confidentiality
Jawaban: E
Confidentiality atau kerahasiaan adalah kewajiban tenaga kesehatan untuk menjaga rahasia medis pasien sesuai dengan Kode Etik Terapis Gigi dan Mulut.
Materi:Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Soal 24
Ahli Pertama
Indeks yang digunakan untuk mengukur tingkat kebersihan gigi dan mulut seseorang berdasarkan keberadaan plak pada permukaan gigi tertentu adalah...
A. PHP (Patient Hygiene Performance)
B. def-t
C. CPITN
D. PTI (Periodontal Treatment Index)
E. DMF-T
Jawaban: A
PHP index merupakan metode untuk menilai kebersihan mulut dengan mengukur area permukaan gigi yang tertutup oleh plak setelah menggunakan bahan disclosing.
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 25
Ahli Pertama
Komponen diagnosis dalam asuhan kesehatan gigi dan mulut biasanya dirumuskan berdasarkan...
A. Biaya yang dimiliki oleh pasien
B. Ketersediaan alat di ruang praktik
C. Klasifikasi penyakit gigi menurut ICD-10 saja
D. Permintaan pasien untuk estetik semata
E. Kebutuhan pasien yang tidak terpenuhi (Unmet human needs)
Jawaban: E
Diagnosis asuhan kesehatan gigi dan mulut berfokus pada identifikasi kebutuhan manusia yang tidak terpenuhi (unmet human needs) terkait kesehatan gigi dan mulut yang dapat diintervensi oleh terapis.
Materi:Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 26
Ahli Pertama
Dalam penyusunan tujuan tata laksana, kriteria SMART harus terpenuhi. Kepanjangan dari huruf 'A' pada SMART adalah...
A. Actual
B. Accountable
C. Achievable
D. Actionable
E. Appropriate
Jawaban: C
Dalam manajemen perencanaan, SMART adalah singkatan dari Specific, Measurable, Achievable (dapat dicapai), Relevant, dan Time-bound.
Materi:Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 27
Ahli Pertama
Tindakan pencegahan berupa pembersihan karang gigi pada permukaan gigi untuk mencegah penyakit periodontal disebut...
A. Pulp Capping
B. Fissure Sealant
C. Topical Application
D. Atraumatic Restorative Treatment (ART)
E. Scaling
Jawaban: E
Scaling adalah tindakan intervensi untuk membersihkan karang gigi (calculus) baik supragingival maupun subgingival sebagai upaya pencegahan penyakit jaringan penyangga gigi.
Materi:Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 28
Ahli Pertama
Tahapan evaluasi dalam proses asuhan dilakukan untuk membandingkan kondisi pasien saat ini dengan...
A. Kondisi pasien lain
B. Harga standar pelayanan
C. Jumlah kunjungan pasien per hari
D. Standar operasional prosedur administratif
E. Tujuan yang telah ditetapkan di awal perencanaan
Jawaban: E
Evaluasi atau penilaian tata laksana dilakukan untuk menentukan apakah tujuan yang telah disusun pada tahap perencanaan (planning) telah tercapai atau tidak.
Materi:Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 29
Ahli Pertama
Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) Tahap II meliputi kegiatan...
A. Penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gigi untuk semua murid
B. Hanya penyuluhan saja
C. Penyuluhan dan sikat gigi massal
D. Penyuluhan, sikat gigi massal, dan pembersihan karang gigi bagi kelas selektif
E. Penyuluhan, sikat gigi massal, dan perlindungan khusus (Fissure Sealant)
Jawaban: E
UKGS Tahap II fokus pada upaya promotif dan preventif termasuk perlindungan khusus (surface protection/fissure sealant) pada gigi yang berisiko karies.
Materi:Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Soal 30
Ahli Pertama
Menurut Permenkes 20/2016, Surat Izin Kerja (SIK) Terapis Gigi dan Mulut berlaku untuk paling banyak...
A. Tidak terbatas
B. 3 tempat praktik
C. 4 tempat praktik
D. 1 tempat praktik
E. 2 tempat praktik
Jawaban: E
Sesuai Permenkes No 20 Tahun 2016 Pasal 7, Terapis Gigi dan Mulut hanya dapat diberikan izin untuk bekerja paling banyak di 2 (dua) tempat kerja.
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 31
Ahli Pertama
Prinsip 'Non-Maleficence' dalam asuhan kesehatan gigi berarti...
A. Berlaku adil kepada semua pasien
B. Tidak melakukan tindakan yang merugikan atau membahayakan pasien
C. Memberitahukan kebenaran kondisi medis pasien
D. Menghormati hak pasien untuk menolak tindakan
E. Memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi pasien
Jawaban: B
Non-maleficence adalah prinsip etik utama yang berarti 'First, do no harm' atau tidak mencederai pasien.
Materi:Kode etik Terapis Gigi dan Mulut
Soal 32
Ahli Pertama
Pada tahap pengkajian, data subjektif diperoleh melalui...
A. Penghitungan indeks debris
B. Observasi perilaku pasien di kursi gigi
C. Pemeriksaan klinis intra oral
D. Pemeriksaan rontgen gigi
E. Anamnesa atau wawancara dengan pasien/keluarga
Jawaban: E
Data subjektif adalah informasi yang dirasakan atau diceritakan langsung oleh pasien, yang didapatkan melalui proses anamnesa.
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 33
Ahli Pertama
Seorang pasien memiliki skor DMF-T sebesar 8. Angka ini menunjukkan...
A. Total keseluruhan dari gigi permanen yang mengalami karies (Decay), telah dicabut (Missing), dan telah ditumpat (Filled) adalah 8
B. Pasien membutuhkan 8 kali kunjungan pembersihan karang gigi
C. Pasien memiliki 8 gigi susu yang karies
D. Pasien memiliki 8 gigi yang goyang
E. Kondisi kebersihan mulut pasien masuk kategori buruk
Jawaban: A
DMF-T (Decayed, Missing, Filled Teeth) adalah indeks untuk menilai pengalaman karies seseorang pada gigi permanen.
Materi:Pengkajian Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 34
Ahli Pertama
Diagnosis asuhan: 'Gangguan integritas jaringan gigi pada gigi 36 dan 46 b/d kurangnya pengetahuan tentang cara menyikat gigi'. Bagian 'b/d' (berhubungan dengan) menunjukkan...
A. Masalah utama (Problem)
B. Rencana tindakan
C. Tanda dan gejala (Sign and Symptom)
D. Penyebab atau faktor risiko (Etiology)
E. Tujuan akhir perawatan
Jawaban: D
Rumusan diagnosis asuhan gigi terdiri dari Problem (P), Etiology (E) yang dihubungkan dengan kata b/d, dan Sign/Symptom (S).
Materi:Diagnosis Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 35
Ahli Pertama
Penyusunan urutan prioritas tindakan dalam perencanaan asuhan didasarkan pada...
A. Tingkat keparahan penyakit dan keluhan utama pasien
B. Keinginan terapis semata
C. Alat yang paling mahal
D. Urutan kedatangan pasien
E. Jumlah asisten yang tersedia
Jawaban: A
Prioritas masalah ditentukan berdasarkan keluhan utama (pain/urgency) dan risiko kesehatan sistemik yang mungkin timbul.
Materi:Penyusunan Tujuan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 36
Ahli Pertama
Tindakan profilaksis mulut yang dilakukan oleh Terapis Gigi dan Mulut meliputi...
A. Pembersihan karang gigi (Scaling)
B. Pembedahan gingiva
C. Pembuatan kawat gigi cekat
D. Pengisian saluran akar
E. Pencabutan gigi bungsu yang impaksi
Jawaban: A
Sesuai Permenkes 20/2016, profilaksis mulut termasuk pembersihan karang gigi adalah kompetensi utama terapis.
Materi:Intervensi Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 37
Ahli Pertama
Penilaian keberhasilan penyuluhan kesehatan gigi pada masyarakat dapat diukur melalui...
A. Lokasi penyuluhan yang strategis
B. Besarnya anggaran yang terserap
C. Peningkatan skor pengetahuan (pre-test vs post-test)
D. Jumlah brosur yang habis dibagikan
E. Waktu pelaksanaan yang singkat
Jawaban: C
Evaluasi hasil belajar dalam komunitas dilihat dari perubahan kognitif (pengetahuan) melalui perbandingan tes sebelum dan sesudah intervensi.
Materi:Penilaian Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 38
Ahli Pertama
Kegiatan UKGMD (Upaya Kesehatan Gigi Masyarakat Desa) ditujukan untuk...
A. Analis kebijakan di tingkat pusat
B. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas melalui pendekatan peran serta masyarakat
C. Industri farmasi besar
D. Mahasiswa kedokteran gigi
E. Dokter gigi spesialis di rumah sakit tipe A
Jawaban: B
UKGMD adalah upaya kesehatan gigi berbasis masyarakat (UKBM) yang memberdayakan kader dan masyarakat desa untuk memelihara kesehatan gigi.
Materi:Pengelolaan Tata Laksana Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut Masyarakat
Soal 39
Ahli Pertama
Dalam asuhan kesehatan gigi, terapis harus menjaga kebersihan instrumen dengan sterilisasi. Ini merupakan penerapan konsep dasar...
A. Pencatatan medis
B. Pemasaran layanan
C. Pengendalian infeksi silang
D. Manajemen keuangan
E. Penjaminan mutu estetik
Jawaban: C
Sterilisasi dan desinfeksi adalah pilar utama dalam asuhan untuk mencegah perpindahan mikroorganisme antar pasien.
Materi:Konsep Dasar Asuhan Kesehatan Gigi dan Mulut
Soal 40
Ahli Pertama
Berdasarkan Permenkes 20/2016, Terapis Gigi dan Mulut dapat melakukan pencabutan gigi sulung...
A. Kapan saja diminta pasien
B. Tanpa perlu menggunakan anestesi topikal
C. Meskipun gigi masih tertanam kuat
D. Hanya jika gigi tersebut sudah goyang derajat 3 atau 4 (fisiologis)
E. Jika diperintah oleh kepala desa
Jawaban: D
Pasal 12 Permenkes 20/2016 menyebutkan wewenang pencabutan gigi sulung dilakukan pada persistensi atau kegoyahan derajat 3 atau 4.
Materi:Permenkes No 20 Tahun 2016
Soal 41
Terampil Premium
Seorang pasien anak usia 8 tahun datang dengan gigi 74 dan 84 sisa akar. Tindakan yang menjadi wewenang mandiri Terapis Gigi dan Mulut sesuai peraturan adalah...
A. Melakukan ekstraksi gigi sulung yang sudah waktunya tanggal (persistensi/akar terabsorbsi)
Pasien datang dengan keluhan gusi berdarah saat sikat gigi. Pemeriksaan menunjukkan karang gigi subgingival pada regio anterior bawah. Diagnosis asuhan yang tepat adalah...
A. Kebutuhan akan pembersihan gigi terkait inflamasi gingiva akibat kalkulus
Dalam pengkajian riwayat kesehatan, pasien menyatakan memiliki riwayat penyakit jantung dan mengonsumsi obat pengencer darah. Apa tindakan TGM yang paling tepat?
A. Tetap melakukan scaling sekuat tenaga
B. Konsultasi/rujuk ke dokter spesialis terkait sebelum tindakan invasif
C. Melakukan ekstraksi segera agar pasien tidak bolak-balik
D. Memberikan suntikan adrenalin
E. Mengabaikan riwayat tersebut karena hanya tindakan gigi
Kode etik Terapis Gigi dan Mulut menyebutkan bahwa TGM harus senantiasa meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilannya. Ini merupakan kewajiban terhadap...
Pasien dengan karies mencapai dentin pada gigi 46 (karies media). Pasien merasa linu jika minum es. Apa rencana intervensi kuratif sederhana yang dapat dilakukan TGM?
A. Pemberian analgetik saja
B. Pencabutan gigi 46
C. Penambalan satu bidang (GIC/Komposit) sesuai wewenang
Seorang Terapis Gigi dan Mulut melakukan penambalan gigi pasien. Setelah selesai, ia tidak mendokumentasikan tindakan tersebut dalam rekam medis. Prinsip etika apa yang dilanggar?
A. Autonomy
B. Justice
C. Non-maleficence
D. Accountability (Tanggung jawab administrasi dan legal)
Berdasarkan Undang-Undang Kesehatan terbaru (UU No. 17 Tahun 2023), STR (Surat Tanda Registrasi) tenaga kesehatan termasuk Terapis Gigi dan Mulut berlaku selama...
Setelah melakukan scaling, gusi pasien masih mengalami perdarahan (BOP+) ringan pada area interdental. Apa instruksi pasca tindakan yang harus diberikan TGM?
A. Minum es yang banyak
B. Dilarang sikat gigi selama seminggu
C. Pemberian suntikan antibiotik interdental
D. Menganjurkan cabut gigi saja
E. Cara sikat gigi yang benar dan penggunaan benang gigi (flossing)
Tahap terakhir dalam asuhan kesehatan gigi dan mulut adalah penilaian. Jika hasil evaluasi menunjukkan tujuan tidak tercapai, apa yang harus dilakukan TGM?
A. Menghapus catatan rekam medis
B. Menghentikan pelayanan selamanya
C. Menyalahkan pasien
D. Memberikan diskon biaya
E. Melakukan pengkajian ulang dan memodifikasi rencana asuhan
Dasar Hukum dan Regulasi Jabatan Terapis Gigi dan Mulut
Informasi mengenai jabatan Terapis Gigi dan Mulut pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.
PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 37 Tahun 2019 tentang Jabatan Fungsional Terapis Gigi dan Mulut
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Tips Lulus SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Terapis Gigi dan Mulut, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut
SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Terapis Gigi dan Mulut tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.