Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2016 tentang Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2017 tentang Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Menteri PANRB Nomor 33 Tahun 2021
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 5 Tahun 2022 tentang Petunjuk Kerja Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Standar Teknis Sarana Penyelenggaraan Pencarian dan Pertolongan di Lingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 8 Tahun 2021 tentang Siaga Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 5 Tahun 2021 tentang Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan dan Penghentian Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Latihan Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 6 Tahun 2019 tentang Standar Kebutuhan Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 6 Tahun 2022 tentang Waktu Respons dan Waktu Tempuh Penyelenggaraan Operasi Pencarian dan Pertolongan
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 7 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan terhadap Kecelakaan Kapal dan Pesawat Udara
Peraturan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembentukan dan Pengakreditasian Nasional Tim Pencarian dan Pertolongan Reruntuhan Bangunan
Teknik operasi SAR di gunung dan hutan
Teknik operasi SAR di ketinggian
Teknik operasi SAR di perairan
Teknik pertolongan pertama
Simulasi Tryout SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Instruktur Pencarian dan Pertolongan.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, yang dimaksud dengan Pencarian dan Pertolongan (SAR) meliputi hal-hal berikut, kecuali...
A. Pencarian
B. Pertolongan
C. Evakuasi
D. Pemberian bantuan medis darurat
E. Penyidikan penyebab kecelakaan
Jawaban: E
Menurut Pasal 1 UU No. 29 Tahun 2014, Pencarian dan Pertolongan adalah usaha dan kegiatan mencari, menolong, menyelamatkan, dan mengevakuasi manusia yang menghadapi ancaman maut. Penyidikan bukan bagian dari tugas penyelenggaraan SAR.
Soal 2
Sesuai PP Nomor 22 Tahun 2017, urutan tahapan operasi pencarian dan pertolongan yang benar adalah...
A. Siaga - Tanggap - Operasi - Deaktivasi
B. Siaga - Operasi - Rehabilitasi - Rekonstruksi
C. Persiapan - Operasi - Evaluasi - Penutupan
D. Menyadari - Menindaklanjuti - Perencanaan - Operasi - Misi Berakhir
E. Laporan - Verifikasi - Eksekusi - Monitoring
Jawaban: D
Berdasarkan Pasal 4 PP No. 22 Tahun 2017, tahapan operasi meliputi: Tahap Menyadari, Tahap Menindaklanjuti, Tahap Perencanaan, Tahap Operasi, dan Tahap Misi Berakhir.
Soal 3
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada...
A. Kepala BNPB
B. Menteri Perhubungan
C. Menteri Pertahanan
D. Presiden
E. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan
Jawaban: D
Sesuai Pasal 1 Perpres No. 83 Tahun 2016, BNPP adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden.
Soal 4
Dalam Peraturan Menteri PANRB Nomor 33 Tahun 2021, tugas pokok Jabatan Fungsional Instruktur Pencarian dan Pertolongan adalah...
A. Melakukan investigasi kecelakaan pesawat
B. Melakukan tindakan penyelamatan di lapangan secara langsung
C. Menyusun regulasi nasional bidang SAR
D. Mengelola logistik dan peralatan kantor SAR
E. Melakukan kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan teknis di bidang pencarian dan pertolongan
Jawaban: E
Berdasarkan Permen PANRB No. 33 Tahun 2021, fokus utama Instruktur SAR adalah pada aspek edukasi, yaitu pembelajaran, pelatihan, dan bimbingan teknis.
Soal 5
Manakah yang termasuk dalam kategori 'Siaga Pencarian dan Pertolongan Rutin' menurut Peraturan BNPP Nomor 8 Tahun 2021?
A. Siaga pada hari raya Idul Fitri
B. Siaga pada saat kunjungan Presiden
C. Siaga yang dilakukan setiap hari selama 24 jam secara terus-menerus
D. Siaga pada acara perlombaan internasional
E. Siaga saat terjadi bencana alam besar
Jawaban: C
Pasal 4 Peraturan BNPP No. 8 Tahun 2021 menjelaskan bahwa Siaga Rutin dilaksanakan selama 24 jam setiap hari untuk memantau informasi kecelakaan/kondisi membahayakan manusia.
Soal 6
Sesuai Peraturan BNPP Nomor 3 Tahun 2020, Operasi SAR dapat dihentikan jika...
A. Anggaran operasi telah habis
B. Sudah berjalan selama 3 hari
C. Seluruh korban telah ditemukan, ditolong, dan dievakuasi
D. Media massa berhenti meliput kejadian
E. Keluarga korban meminta operasi dihentikan
Jawaban: C
Pasal 13 Peraturan BNPP No. 3 Tahun 2020 menyebutkan salah satu alasan penghentian operasi adalah apabila seluruh korban telah ditemukan, ditolong, dan dievakuasi.
Soal 7
Dalam teknik pertolongan pertama, singkatan 'L-C-A-B' pada panduan terbaru lebih menekankan prioritas pada...
A. Danger - Response - Compression - Airway - Breathing
B. Lift - Compression - Airway - Breathing
C. Look - Compression - Airway - Breathing
D. Level of consciousness - Circulation - Airway - Breathing
E. Location - Circulation - Airway - Breathing
Jawaban: A
Dalam bantuan hidup dasar (BHD) modern (AHA guidelines yang diadopsi dalam teknis MFR), urutannya adalah D-R-C-A-B (Danger, Response, Compression, Airway, Breathing). Pilihan terdekat yang mencerminkan prioritas sirkulasi/kompresi mendahului jalan napas.
Soal 8
Berapakah standar 'Response Time' (waktu tanggap) untuk pemberangkatan tim rescue sejak diterimanya informasi kecelakaan yang valid sesuai Peraturan BNPP No 6 Tahun 2022?
A. paling lama 15 menit
B. paling lama 20 menit
C. paling lama 30 menit
D. paling lama 45 menit
E. paling lama 60 menit
Jawaban: C
Berdasarkan Peraturan BNPP No. 6 Tahun 2022, standar Response Time pemberangkatan tim rescue adalah paling lama 30 menit setelah informasi diverifikasi.
Soal 9
Dalam operasi SAR di ketinggian, sistem mekanikal yang digunakan untuk menarik beban ke atas disebut...
A. Anchoring system
B. Rappelling system
C. Belaying system
D. Hauling system
E. Abseiling system
Jawaban: D
Hauling system adalah sistem mekanis (biasanya menggunakan pulley) yang dirancang untuk mengangkat atau menarik beban (korban/rescuer) dari bawah ke atas.
Soal 10
Metode pencarian di air yang dilakukan dengan membentuk garis sejajar oleh beberapa penyelam disebut...
A. Jackstay search
B. Contour search
C. U-pattern search
D. Circle search
E. Parallel sweep search
Jawaban: E
Parallel sweep search adalah teknik di mana tim pencari bergerak sejajar untuk menyisir suatu area di perairan guna memastikan cakupan area yang luas.
Soal 11
Berikut adalah komponen dalam Pembinaan Potensi Pencarian dan Pertolongan menurut PP Nomor 21 Tahun 2017, kecuali...
A. Sumber daya manusia
B. Informasi Pencarian dan Pertolongan
C. Sarana dan prasarana
D. Anggaran operasional partai politik
E. Teknologi Pencarian dan Pertolongan
Jawaban: D
PP No. 21 Tahun 2017 Pasal 3 menyebutkan pembinaan potensi meliputi SDM, sarana prasarana, teknologi, dan informasi. Anggaran partai politik tidak termasuk.
Soal 12
Wilayah Pencarian dan Pertolongan Indonesia (SRR) dibagi berdasarkan pertimbangan...
A. Kekayaan alam daerah tersebut
B. Keputusan gubernur setempat
C. Jumlah penduduk di suatu daerah
D. Efektivitas, efisiensi, dan beban kerja
E. Luas wilayah administrasi provinsi saja
Jawaban: D
Sesuai Peraturan BNPP No. 5 Tahun 2021, penetapan wilayah pencarian dan pertolongan didasarkan pada prinsip efektivitas, efisiensi, jangkauan pelayanan, dan beban kerja.
Soal 13
Latihan SAR yang melibatkan beberapa instansi/potensi SAR secara terpadu untuk menguji koordinasi disebut...
A. Latihan Gabungan
B. Latihan Keterampilan
C. Latihan Satuan
D. Latihan Teori
E. Latihan Beregu
Jawaban: A
Berdasarkan Peraturan BNPP No. 9 Tahun 2020, Latihan Gabungan adalah latihan yang melibatkan berbagai unsur instansi/organisasi potensi SAR guna menguji fungsi koordinasi dan kerja sama.
Soal 14
Alat bantu pernapasan yang digunakan oleh rescuer saat melakukan evakuasi di area dengan kadar oksigen rendah atau terpapar gas beracun adalah...
A. Nasal kanul
B. Snorkel
C. Masker bedah
D. SCBA
E. SCUBA
Jawaban: D
SCBA (Self Contained Breathing Apparatus) digunakan untuk membantu pernapasan di darat dalam kondisi atmosfer berbahaya, sedangkan SCUBA untuk di bawah air.
Soal 15
Warna internasional yang identik dengan organisasi Search and Rescue (SAR) termasuk Basarnas adalah...
A. Merah
B. Kuning
C. Biru
D. Oranye
E. Hijau
Jawaban: D
Warna oranye (International Orange) adalah warna standar yang digunakan secara global untuk SAR karena tingkat visibilitasnya yang tinggi di berbagai medan.
Soal 16
Metode evakuasi korban dari jurang dengan menggunakan tandu yang dijaga oleh satu orang rescuer di samping tandu disebut...
A. Tyrolean traverse
B. Lowering
C. Piggyback
D. Stretcher attendant
E. Z-rig
Jawaban: D
Stretcher attendant adalah teknik di mana seorang rescuer menyertai tandu saat proses lowering atau hauling untuk menjaga posisi tandu dari benturan tebing.
Soal 17
Penanganan pertama pada luka bakar derajat dua yang benar adalah...
A. Menempelkan es batu langsung ke luka
B. Memberikan pasta gigi
C. Mengoleskan mentega
D. Membilas dengan air mengalir selama 10-20 menit
E. Memecahkan gelembung luka (bula)
Jawaban: D
Pertolongan pertama luka bakar adalah mendinginkan luka dengan air mengalir. Jangan gunakan zat berminyak, es batu langsung, atau memecahkan bula karena risiko infeksi.
Soal 18
Apa kepanjangan dari SMC dalam struktur organisasi operasi SAR?
A. Simple Mission Control
B. SAR Medical Center
C. Search Mode Coordinate
D. Search Management Command
E. SAR Mission Coordinator
Jawaban: E
SMC (SAR Mission Coordinator) adalah pejabat yang ditunjuk untuk mengoordinasikan pelaksanaan operasi SAR pada tahap perencanaan dan operasi.
Soal 19
Teknik pencarian di hutan dengan menggunakan kompas dan langkah kaki untuk menentukan arah dan jarak disebut...
A. Back Azimuth
B. Intersection
C. Resection
D. Sighting
E. Dead Reckoning
Jawaban: E
Dead Reckoning (perhitungan mati) adalah teknik navigasi darat dengan memperhitungkan posisi saat ini berdasarkan posisi sebelumnya, arah, dan jarak yang ditempuh.
Soal 20
Berdasarkan Peraturan BNPP No. 7 Tahun 2022, dalam kecelakaan pesawat udara, area prioritas pencarian ditentukan berdasarkan...
A. Area jatuhnya puing (debris field)
B. Wilayah daratan saja
C. Lokasi bandara terdekat
D. Titik terakhir tertangkap radar (LKP)
E. Laporan saksi mata di media sosial
Jawaban: D
LKP (Last Known Position) atau titik terakhir posisi diketahui merupakan referensi utama dalam menentukan area pencarian awal sesuai prosedur standar.
Soal 21 Premium
Dalam akreditasi tim INSARAG/CSSR menurut Peraturan BNPP Nomor 4 Tahun 2023, kategori tim rescue reruntuhan yang memiliki kemampuan teknis paling kompleks adalah...
Tips Lulus SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Instruktur Pencarian dan Pertolongan, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan
SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Instruktur Pencarian dan Pertolongan tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.