Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Keuangan Negara
Perbendaharaan Negara
Pemeriksaan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara
Penyelesaian pembayaran dalam rangka pelaksanaan APBN/APBD
Analisis kinerja pelaksanaan anggaran
Perencanaan pelaksanaan anggaran
Penatausahaan penerimaan dan pengeluaran negara/daerah
Penyelenggaraan akuntansi dan pelaporan keuangan kementerian/lembaga
Mengelola kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah
Simulasi Tryout SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Analis Perbendaharaan Negara.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara.
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, Kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan dipegang oleh...
A. Menteri Keuangan
B. Gubernur Bank Indonesia
C. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan
D. Dewan Perwakilan Rakyat
E. Presiden
Jawaban: E
Menurut Pasal 6 ayat (1) UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Presiden memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan.
Soal 2
Pejabat yang berwenang melakukan tindakan yang mengakibatkan pengeluaran anggaran belanja negara adalah...
A. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
B. Kuasa Bendahara Umum Negara (BUN)
C. Pejabat Penandatangan Surat Perintah Membayar (PPSPM)
D. Menteri Keuangan
E. Bendahara Pengeluaran
Jawaban: A
Sesuai UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara dan PMK terkait, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) adalah pejabat yang melaksanakan kewenangan KPA untuk mengambil keputusan dan/atau tindakan yang dapat mengakibatkan pengeluaran atas beban APBN.
Soal 3
Berikut ini yang termasuk dalam jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah...
A. Pemeriksaan Internal, Pemeriksaan Eksternal, dan Pemeriksaan Gabungan
B. Pemeriksaan Kepatuhan, Pemeriksaan Efisiensi, dan Pemeriksaan Efektivitas
C. Pemeriksaan Keuangan, Pemeriksaan Kinerja, dan Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu
D. Pemeriksaan Rutin, Pemeriksaan Insidental, dan Pemeriksaan Khusus
E. Pemeriksaan Administratif, Pemeriksaan Teknis, dan Pemeriksaan Fisik
Jawaban: C
Berdasarkan UU No. 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, pemeriksaan BPK terdiri atas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu.
Soal 4
Dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM untuk mengajukan pembayaran beban APBN kepada KPPN disebut...
A. Surat Permintaan Pembayaran (SPP)
B. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D)
C. Surat Perintah Membayar (SPM)
D. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
E. Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD)
Jawaban: C
SPM (Surat Perintah Membayar) adalah dokumen yang diterbitkan oleh PPSPM kepada KPPN untuk menerbitkan SP2D atas beban anggaran belanja Satker.
Soal 5
Dalam analisis kinerja anggaran, aspek yang mengukur kesesuaian antara rencana penarikan dana dengan realisasi anggaran adalah...
A. Efektivitas
B. Deviasi Halaman III DIPA
C. Capaian Output
D. Efisiensi
E. Penyerapan Anggaran
Jawaban: B
Deviasi Halaman III DIPA merupakan salah satu indikator IKPA (Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran) yang mengukur rata-rata kesesuaian antara rencana penarikan dana dengan realisasinya setiap bulan.
Soal 6
Dokumen acuan bagi Satuan Kerja dalam melaksanakan kegiatan dan penggunaan anggaran selama satu tahun anggaran disebut...
A. Kerangka Ekonomi Makro
B. Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA)
C. Pagu Indikatif
D. Rencana Kerja dan Anggaran (RKA-KL)
E. Rencana Kerja Pemerintah (RKP)
Jawaban: B
DIPA adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran/Kuasa Pengguna Anggaran yang disahkan oleh Menteri Keuangan dan menjadi acuan pelaksanaan kegiatan.
Soal 7
Penerimaan negara yang tidak berasal dari pajak, bea masuk, dan cukai disebut...
A. Hibah
B. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP)
C. Dana Bagi Hasil
D. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA)
E. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Jawaban: B
Sesuai UU No. 9 Tahun 2018, PNBP adalah pungutan yang dibayar oleh orang pribadi atau badan dengan memperoleh manfaat langsung maupun tidak langsung atas layanan atau pemanfaatan sumber daya dan hak yang diperoleh negara.
Soal 8
Sistem akuntansi yang digunakan oleh pemerintah pusat yang menghasilkan laporan keuangan berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas adalah...
A. Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD)
B. Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat (SAPP)
C. Sistem Akuntansi Umum (SAU)
D. Sistem Akuntansi Instansi (SAI)
E. Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)
Jawaban: B
SAPP (Sistem Akuntansi Pemerintah Pusat) adalah serangkaian prosedur manual maupun yang terkomputerisasi mulai dari pengumpulan data, pencatatan, pengikhtisaran sampai dengan pelaporan posisi keuangan dan operasi keuangan Pemerintah Pusat.
Soal 9
Penyelesaian sengketa kontrak pengadaan barang/jasa pemerintah dapat dilakukan melalui...
A. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE)
B. Audit oleh Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)
C. Mediasi, Konsiliasi, Arbitrase, atau Pengadilan
D. Pembatalan sepihak oleh Pengguna Anggaran
E. Instruksi Presiden
Jawaban: C
Berdasarkan Perpres No. 16 Tahun 2018 (dan perubahannya), penyelesaian sengketa kontrak dapat ditempuh melalui layanan penyelesaian sengketa kontrak (mediasi, konsiliasi, arbitrase) atau melalui pengadilan.
Soal 10
Tahun anggaran di Indonesia meliputi masa satu tahun yang dimulai dari tanggal...
A. 1 Januari sampai dengan 31 Desember
B. 1 April sampai dengan 31 Maret tahun berikutnya
C. 1 Juli sampai dengan 30 Juni tahun berikutnya
D. 1 Oktober sampai dengan 30 September tahun berikutnya
E. Sesuai dengan pelantikan Presiden
Jawaban: A
Sesuai Pasal 4 UU No. 17 Tahun 2003, Tahun Anggaran meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember.
Soal 11
Siapakah yang bertindak sebagai Bendahara Umum Negara (BUN)?
A. Gubernur Bank Indonesia
B. Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan
C. Presiden
D. Direktur Jenderal Perbendaharaan
E. Menteri Keuangan
Jawaban: E
Berdasarkan UU No. 1 Tahun 2004 Pasal 7 ayat (1), Menteri Keuangan adalah Bendahara Umum Negara (BUN).
Soal 12
Opini BPK yang menyatakan bahwa laporan keuangan disajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum adalah...
A. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer)
B. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)
C. Wajar Dengan Catatan (WDC)
D. Tidak Wajar (Adverse)
E. Wajar Dengan Pengecualian (WDP)
Jawaban: B
Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diberikan jika laporan keuangan dianggap memberikan informasi yang bebas dari salah saji material sesuai SAP.
Soal 13
Batas waktu penyampaian SPM-LS untuk pembayaran kontrak yang telah selesai (PHO) ke KPPN biasanya diatur dalam...
A. Berita Acara Serah Terima
B. Langkah-Langkah Akhir Tahun Anggaran (LLAT)
C. Kontrak Pengadaan
D. Surat Keputusan KPA
E. Rencana Kerja KL
Jawaban: B
Setiap akhir tahun, Dirjen Perbendaharaan menerbitkan peraturan mengenai pedoman pelaksanaan penerimaan dan pengeluaran negara pada akhir tahun anggaran (LLAT) yang mengatur batas waktu pengajuan SPM.
Soal 14
Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) yang mengukur tingkat kesalahan SPM yang dikembalikan oleh KPPN disebut...
A. Tingkat Kesalahan SPM
B. Rasio SPM
C. Dispensasi SPM
D. Penyerapan Anggaran
E. Deviasi Halaman III DIPA
Jawaban: A
Tingkat Kesalahan SPM (dulu dikenal sebagai Retur SPM atau Kesalahan SPM) mengukur akurasi Satker dalam mengajukan data ke KPPN agar tidak terjadi penolakan.
Soal 15
Proses penyesuaian anggaran yang dilakukan karena adanya perubahan prioritas atau kebutuhan mendesak di tengah tahun anggaran disebut...
A. Penyusunan RKA-KL
B. Refocussing Anggaran
C. Penyusunan APBN-P
D. Revisi Anggaran
E. Pagu Alokasi
Jawaban: D
Revisi anggaran adalah perubahan rincian anggaran yang telah ditetapkan dalam DIPA, yang dapat berupa pergeseran antar sub-komponen, komponen, atau unit.
Soal 16
Uang muka kerja yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari Satker disebut...
A. Uang Persediaan (UP)
B. Tambahan Uang Persediaan (TUP)
C. Pembayaran Langsung (LS)
D. Ganti Uang Persediaan (GUP)
E. Dana Operasional
Jawaban: A
Uang Persediaan (UP) adalah uang muka kerja dalam jumlah tertentu yang diberikan kepada Bendahara Pengeluaran untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari.
Soal 17
Laporan yang menyajikan informasi mengenai surplus/defisit operasional selama satu periode akuntansi pemerintah disebut...
A. Neraca
B. Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
C. Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL)
D. Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
E. Laporan Operasional (LO)
Jawaban: E
Laporan Operasional (LO) menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah berdasarkan basis akrual.
Soal 18
Jenis kontrak untuk pengadaan barang/jasa yang jumlah harganya pasti dan tetap serta risiko sepenuhnya ditanggung oleh penyedia adalah...
A. Kontrak Payung
B. Kontrak Lump Sum
C. Kontrak Harga Satuan
D. Kontrak Gabungan
E. Kontrak Putus
Jawaban: B
Kontrak Lump Sum adalah kontrak dengan ruang lingkup pekerjaan dan harga yang pasti dan tetap dalam jangka waktu tertentu, di mana risiko kenaikan harga ditanggung penyedia.
Soal 19
Prinsip pengelolaan keuangan negara yang mengharuskan setiap tindakan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat disebut...
A. Efektivitas
B. Akuntabilitas
C. Efisiensi
D. Keadilan
E. Transparansi
Jawaban: B
Akuntabilitas adalah prinsip yang mewajibkan pengelola keuangan negara untuk mempertanggungjawabkan pengelolaan dan pengendalian sumber daya yang dipercayakan kepadanya.
Soal 20
Pejabat yang ditunjuk oleh Menteri Keuangan untuk melaksanakan tugas sebagai Bendahara Umum Negara di daerah adalah...
A. Bupati/Walikota
B. Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah
C. Kepala KPPN
D. Kepala Kanwil DJPb
E. Gubernur
Jawaban: C
Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) bertindak sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara (Kuasa BUN) di daerah.
Soal 21 Premium
Sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), aset tetap pemerintah dicatat berdasarkan...
Sistem informasi terintegrasi yang digunakan oleh seluruh instansi pemerintah pusat untuk mengelola keuangan mulai dari perencanaan hingga pelaporan adalah...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Analis Perbendaharaan Negara, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara
SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Analis Perbendaharaan Negara tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.