Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Asisten Apoteker

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Asisten Apoteker. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
1,368+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Asisten Apoteker

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Asisten Apoteker Terampil

Terampil

Kemampuan Umum

3 Indikator
Kekerjaan produksi sediaan farmasi yang meliputi menimbang, mengemas, dan menyimpan dengan mengacu pada Cara Pembuatan Obat yang Baik, dan Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pelayanan farmasi klinik

Kemampuan Khusus

5 Indikator
Kegiatan pelayanan farmasi klinik
Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tepat, akurat, terkini dan relevan dengan kebutuhan penerima informasi dan mampu berkomunikasi secara efektif
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pelayanan farmasi klinik
Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP sesuai pedoman
Konsep dasar, teknik, metode, peraturan dan mekanisme, tata cara pengelolaan sediaan farmasi, alat kesehatan, dan BMHP

Simulasi Tryout SKB CAT Asisten Apoteker

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Asisten Apoteker Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Asisten Apoteker berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 1,368 Soal SKB Asisten Apoteker Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Asisten Apoteker & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Dalam kegiatan produksi sediaan farmasi, proses penimbangan bahan baku harus dilakukan di area yang terkontrol untuk mencegah kontaminasi silang. Berdasarkan prinsip CPOB, tindakan apa yang wajib dilakukan sebelum memulai penimbangan?
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan Pedoman CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik), sebelum proses produksi atau penimbangan dimulai, harus dilakukan 'line clearance' (kesiapan jalur) untuk memastikan area bersih dari produk sebelumnya serta alat telah terkalibrasi guna mencegah kontaminasi silang dan kesalahan penimbangan.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPOB)
Soal 2
Penyimpanan sediaan farmasi yang memiliki batas kedaluwarsa lebih cepat harus diletakkan di bagian depan agar diambil terlebih dahulu. Metode ini disebut dengan...
Kunci Jawaban: D
Metode FEFO (First Expired First Out) adalah sistem pengelolaan obat berdasarkan tanggal kedaluwarsa, di mana obat yang mendekati waktu kedaluwarsa dikeluarkan lebih dulu, sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP
Soal 3
Berapakah suhu penyimpanan yang tepat untuk sediaan farmasi yang harus disimpan pada 'Suhu Dingin' menurut Farmakope Indonesia?
Kunci Jawaban: A
Menurut Farmakope Indonesia dan standar pengelolaan sediaan farmasi, suhu dingin didefinisikan antara 2°C hingga 8°C.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP
Soal 4
Dalam pelayanan farmasi klinik, kegiatan pengkajian resep oleh Asisten Apoteker meliputi aspek administratif. Manakah yang termasuk dalam aspek administratif?
Kunci Jawaban: E
Aspek administratif meliputi nama pasien, umur, jenis kelamin, berat badan, nama dokter, nomor SIP, alamat, serta tanggal penulisan resep sesuai Permenkes No. 73 Tahun 2016.
Materi Terkait: Konsep dasar dan tata cara pelayanan farmasi klinik
Soal 5
Kegiatan dispensing merupakan salah satu pelayanan farmasi klinik. Apa tahap pertama yang harus dilakukan setelah menerima resep?
Kunci Jawaban: E
Tahap pertama dalam dispensing adalah skrining atau pengkajian resep yang meliputi persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis sebelum obat disiapkan.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik
Soal 6
Dalam pengemasan sediaan kosmetika, informasi apa yang wajib dicantumkan pada label menurut Cara Pembuatan Kosmetika yang Baik (CPKB)?
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan peraturan CPKB, label kosmetika harus memuat informasi utama seperti nama produk, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, nama dan alamat produsen, serta nomor notifikasi. Istilah izin edar untuk produk kosmetika secara spesifik disebut sebagai notifikasi.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPKB)
Soal 7
Metode perencanaan pengadaan obat berdasarkan data penggunaan obat pada periode sebelumnya disebut metode...
Kunci Jawaban: B
Metode konsumsi adalah perencanaan pengadaan yang didasarkan pada analisis data konsumsi obat di masa lalu untuk memperkirakan kebutuhan masa depan.
Materi Terkait: Konsep dasar dan tata cara pengelolaan sediaan farmasi
Soal 8
Apa yang dimaksud dengan BMHP dalam pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan?
Kunci Jawaban: E
BMHP adalah singkatan dari Bahan Medis Habis Pakai, yaitu alat kesehatan yang ditujukan untuk penggunaan sekali pakai (single use) yang habis karena dipergunakan.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP
Soal 9
Pemberian informasi mengenai aturan pakai obat '3 kali sehari' artinya obat harus diminum setiap...
Kunci Jawaban: A
Untuk menjaga kadar obat dalam darah tetap stabil, interval waktu harus merata dalam 24 jam. Maka 24 jam dibagi 3 adalah 8 jam sekali.
Materi Terkait: Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan
Soal 10
Dalam tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian, analisis yang membagi item obat ke dalam tiga kelompok berdasarkan nilai investasi atau volume biaya penggunaan tahunan adalah...
Kunci Jawaban: A
Analisis ABC (Always, Better, Control) atau analisis Pareto membagi persediaan menjadi tiga kelompok (A, B, dan C) berdasarkan nilai investasi. Kelompok A adalah obat dengan nilai investasi tinggi (70-80% biaya) meskipun jumlah itemnya sedikit.
Materi Terkait: Konsep dasar tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian
Soal 11
Berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016, berapa lama resep harus disimpan di Apotek sebelum akhirnya boleh dimusnahkan?
Kunci Jawaban: D
Resep harus disimpan di Apotek selama sekurang-kurangnya 5 tahun sebelum dapat dimusnahkan dengan cara dibakar atau cara lain yang sesuai.
Materi Terkait: Konsep dasar dan peraturan pelayanan farmasi klinik
Soal 12
Seorang pasien mendapatkan resep krim racikan. Setelah kemasannya dibuka (Beyond Use Date), sediaan semi padat yang mengandung air tersebut umumnya dapat digunakan maksimal hingga...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan pedoman USP <795> mengenai sediaan non-steril, sediaan racikan semi padat yang mengandung air (seperti krim atau gel) memiliki Beyond Use Date (BUD) maksimal 30 hari pada suhu kamar.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (menimbang, mengemas)
Soal 13
Komunikasi efektif saat penyerahan obat melibatkan teknik 'Three Prime Questions'. Pertanyaan manakah yang menanyakan tentang harapan setelah minum obat?
Kunci Jawaban: C
Tiga pertanyaan utama (Three Prime Questions) meliputi: Apa yang dikatakan dokter tentang obat, cara penggunaan, dan 'Apa harapan dokter setelah Anda minum obat ini?'.
Materi Terkait: Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan
Soal 14
Dalam klasifikasi VEN, obat yang sangat penting untuk menyelamatkan jiwa (life saving) dimasukkan ke dalam kategori...
Kunci Jawaban: D
V (Vital) adalah kategori untuk obat yang harus selalu tersedia karena sangat penting untuk kelangsungan hidup pasien (life saving).
Materi Terkait: Konsep dasar dan tata cara pengelolaan sediaan farmasi
Soal 15
Penandaan pada obat narkotika menurut regulasi di Indonesia harus memiliki simbol khusus, yaitu...
Kunci Jawaban: B
Obat narkotika ditandai dengan simbol palang medali merah (palang plus berwarna merah) di dalam lingkaran berwarna putih dengan garis tepi merah.
Materi Terkait: Peraturan dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi
Soal 16
Tahapan pemusnahan obat yang telah kedaluwarsa di fasilitas kesehatan harus disertai dengan dokumen...
Kunci Jawaban: C
Setiap kegiatan pemusnahan obat wajib dibuatkan Berita Acara Pemusnahan yang ditandatangani oleh saksi dan pihak berwenang sesuai regulasi.
Materi Terkait: Konsep dasar, peraturan dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi
Soal 17
Pelayanan Informasi Obat (PIO) bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Asisten Apoteker membantu penyampaian informasi dengan cara...
Kunci Jawaban: D
Penyampaian informasi harus akurat, relevan, dan menggunakan bahasa yang mudah dimengerti agar pasien dapat menjalankan terapi dengan benar.
Materi Terkait: Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan
Soal 18
Apa kepanjangan dari LPLPO dalam sistem pelaporan obat di Puskesmas?
Kunci Jawaban: E
LPLPO singkatan dari Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat, yang digunakan sebagai instrumen pengelolaan obat di Puskesmas.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik, dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi
Soal 19
Dalam produksi obat, proses pengisian sediaan ke dalam wadah akhir (seperti blister atau botol) disebut sebagai tahap pengemasan...
Kunci Jawaban: D
Pengemasan primer adalah pengemasan yang bersentuhan langsung dengan sediaan obat (seperti blister, vial, atau botol).
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPOB)
Soal 20
Manakah di bawah ini yang termasuk dalam kategori Alat Kesehatan menurut regulasi di Indonesia?
Kunci Jawaban: A
Termometer adalah instrumen yang digunakan untuk tujuan medis seperti diagnostik suhu tubuh, sehingga dikategorikan sebagai alat kesehatan sesuai dengan peraturan menteri kesehatan.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP
Soal 21
PRO
Berdasarkan Peraturan BPOM No. 34 Tahun 2018 tentang CPOB, sistem tata udara di ruang produksi harus dikualifikasi. Ruang kelas manakah yang digunakan untuk proses pengolahan produk steril dengan risiko tinggi?
Kunci Jawaban: A
Kelas A digunakan untuk kegiatan berisiko tinggi seperti pengisian steril (aseptik), di mana kondisi udaranya harus sangat bersih dengan aliran udara laminer.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPOB terbaru)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Pada perhitungan stok optimum, terdapat istilah 'Safety Stock'. Apa fungsi utama dari Safety Stock dalam pengelolaan sediaan farmasi?
Kunci Jawaban: A
Safety Stock (stok pengaman) berfungsi untuk mengantisipasi terjadinya kekosongan obat akibat keterlambatan pengiriman atau lonjakan permintaan yang tidak terduga.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik, dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Dalam rekonsiliasi obat yang merupakan bagian dari pelayanan farmasi klinik, apa tujuan utama dari kegiatan tersebut?
Kunci Jawaban: B
Rekonsiliasi obat bertujuan untuk membandingkan instruksi pengobatan dengan obat yang telah didapat pasien guna mencegah terjadinya kesalahan obat (medication error) seperti obat tidak terbawa atau dosis ganda.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Seorang pasien didiagnosis menderita TB paru dan mendapatkan paduan OAT. Sebagai Asisten Apoteker, informasi krusial apa yang harus disampaikan mengenai efek samping Rifampisin?
Kunci Jawaban: A
Rifampisin memiliki efek samping yang umum namun tidak berbahaya yaitu menyebabkan urin atau cairan tubuh berwarna kemerahan, informasi ini penting agar pasien tidak panik.
Materi Terkait: Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi dan alat kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Menurut Permenkes No. 3 Tahun 2015, pemesanan obat golongan narkotika harus menggunakan Surat Pesanan (SP) khusus. Berapa maksimal jenis obat narkotika dalam satu lembar SP?
Kunci Jawaban: D
Satu lembar Surat Pesanan Narkotika hanya boleh memuat 1 (satu) jenis obat narkotika, berbeda dengan psikotropika atau obat bebas yang boleh lebih dari satu.
Materi Terkait: Peraturan dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Dalam pembuatan sediaan krim (kosmetika), penggunaan emulgator sangat penting. Manakah bahan berikut yang umum digunakan sebagai emulgator dalam sistem minyak dalam air (M/A)?
Kunci Jawaban: D
Polisorbat 80 atau Tween 80 adalah agen pengemulsi (emulgator) yang memiliki nilai HLB tinggi, sehingga cocok digunakan untuk membentuk sediaan emulsi tipe minyak dalam air (M/A).
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPKB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Kegiatan pemantauan terapi obat (PTO) bertujuan untuk memastikan terapi yang efektif dan aman. Siapakah yang berwenang melakukan PTO sesuai standar pelayanan kefarmasian?
Kunci Jawaban: D
PTO adalah bagian dari pelayanan farmasi klinik yang dilakukan oleh Apoteker, namun Tenaga Teknis Kefarmasian (Asisten Apoteker) dapat membantu dalam pengumpulan data pendukung.
Materi Terkait: Konsep dasar pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Dalam pengelolaan Cold Chain Product (seperti vaksin), jika terjadi listrik padam, langkah pertama yang harus dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: E
Langkah pertama adalah menjaga suhu tetap terjaga dengan tidak membuka pintu lemari es agar udara dingin di dalam tidak keluar, sambil menyiapkan termometer pemantau.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Seorang pasien membawa resep berisi 'Iter 1x'. Jika resep asli sudah ditebus, maka pasien tersebut berhak menebus obatnya sebanyak...
Kunci Jawaban: B
Iter 1x artinya resep dapat diulang satu kali setelah tebusan pertama. Jadi total pengambilan obat adalah 2 kali (asli + 1 kali ulang).
Materi Terkait: Mekanisme dan tata cara pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Berdasarkan Permenkes No. 72 Tahun 2016, salah satu indikator mutu pelayanan farmasi klinik di Rumah Sakit adalah 'Waktu Tunggu Pelayanan'. Berapa standar waktu tunggu untuk obat jadi?
Kunci Jawaban: C
Standar waktu tunggu pelayanan obat jadi menurut indikator mutu adalah ≤ 30 menit, sedangkan untuk obat racikan adalah ≤ 60 menit.
Materi Terkait: Konsep dasar, peraturan dan mekanisme pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Proses sterilisasi akhir untuk alat kesehatan yang tidak tahan panas (termolabil) sebaiknya menggunakan metode...
Kunci Jawaban: B
Untuk alat kesehatan yang sensitif terhadap panas, metode sterilisasi gas Etilen Oksida atau radiasi gamma lebih tepat karena tidak melibatkan suhu tinggi.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi dan alat kesehatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Dalam metode ABC-VEN, obat yang masuk kategori 'NA' (Non-essential, nilai investasi mahal) harus dikelola dengan cara...
Kunci Jawaban: A
Obat kategori NA (Non-Essential dan kelompok A) harus dikontrol ketat pengadaannya dan stoknya seminimal mungkin karena memakan biaya besar namun tidak bersifat vital.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik, dan tata cara pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Penulisan etiket obat luar (topikal) menurut standar pelayanan farmasi harus menggunakan warna...
Kunci Jawaban: A
Etiket berwarna biru digunakan khusus untuk sediaan obat luar (non-oral), sedangkan etiket putih untuk obat dalam (oral).
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik (Dispensing)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Apa yang dimaksud dengan Medication Error pada tahap 'Transcribing'?
Kunci Jawaban: E
Kesalahan transcribing terjadi pada saat pembacaan resep atau penyalinan kembali instruksi dokter ke dalam catatan pemberian obat atau etiket.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Sesuai Peraturan BPOM No. 4 Tahun 2018, penyimpanan obat psikotropika harus dilakukan di lemari khusus dengan syarat...
Kunci Jawaban: E
Lemari penyimpanan psikotropika harus kuat, tidak mudah dipindahkan, dan memiliki kunci ganda yang dipegang oleh Apoteker dan personil yang dikuasakan.
Materi Terkait: Peraturan dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Berapakah nilai frekuensi penggunaan obat per tahun jika sebuah item obat dikategorikan sebagai 'Death Moving'?
Kunci Jawaban: B
Death Moving (obat mati) adalah item obat yang tidak ada transaksi atau penggunaan sama sekali dalam waktu 1 tahun/periode tertentu.
Materi Terkait: Konsep dasar dan teknik pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Pada pembuatan sediaan sirup, sering ditambahkan pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Contoh pengawet yang diizinkan dalam farmasi adalah...
Kunci Jawaban: D
Metil paraben (Nipagin) dan Propil paraben (Nipasol) adalah pengawet yang umum digunakan dalam sediaan farmasi cair.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPOB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Dalam komunikasi terapeutik, apa yang dimaksud dengan 'Emphatic Listening'?
Kunci Jawaban: A
Mendengarkan dengan empati berarti berusaha memahami perasaan dan sudut pandang pasien tanpa menghakimi, guna membangun kepercayaan dalam pelayanan.
Materi Terkait: Penyampaian informasi dan komunikasi efektif

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Apa yang harus dilakukan Asisten Apoteker jika menemukan resep dengan dosis yang melebihi dosis maksimal (overdose)?
Kunci Jawaban: D
Jika terdapat masalah klinis seperti overdosis, petugas farmasi harus menghubungi dokter penulis resep untuk melakukan konfirmasi demi keselamatan pasien.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik (Skrining Resep)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Pada pelaporan narkotika dan psikotropika melalui aplikasi SIPNAP, kapan batas maksimal pelaporan dilakukan setiap bulannya?
Kunci Jawaban: B
Laporan penggunaan narkotika dan psikotropika harus dilaporkan paling lambat tanggal 10 setiap bulan berikutnya melalui sistem SIPNAP.
Materi Terkait: Peraturan dan mekanisme pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Istilah 'Look Alike Sound Alike' (LASA) dalam pengelolaan obat mengacu pada...
Kunci Jawaban: D
LASA mengacu pada obat-obat yang memiliki rupa kemasan mirip atau nama yang terdengar mirip, sehingga berisiko tinggi menyebabkan kesalahan pengambilan obat.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi (Penyimpanan)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Dalam alur perencanaan obat di Puskesmas, data apa yang paling krusial digunakan untuk menyusun LPLPO?
Kunci Jawaban: D
LPLPO disusun berdasarkan data sisa stok, jumlah pemakaian, dan jumlah kunjungan pasien untuk menentukan permintaan obat periode berikutnya.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik, dan tata cara pengelolaan sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Penimbangan bahan obat yang jumlahnya sangat kecil (kurang dari 50 mg) sebaiknya dilakukan dengan cara...
Kunci Jawaban: B
Untuk bahan obat yang beratnya di bawah batas penimbangan minimal timbangan, dilakukan metode pengenceran obat menggunakan bahan inert seperti laktosa.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (Menimbang)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Sesuai Standar Pelayanan Kefarmasian, dokumen apa yang digunakan untuk mencatat mutasi obat (masuk dan keluar) secara real-time di rak penyimpanan?
Kunci Jawaban: E
Kartu stok digunakan untuk mencatat setiap mutasi obat secara langsung saat terjadi perubahan jumlah stok, guna mempermudah kontrol.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi, Alat Kesehatan, dan BMHP

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Pada pemberian informasi obat antibiotik, edukasi yang paling penting ditekankan kepada pasien adalah...
Kunci Jawaban: C
Antibiotik harus dihabiskan sesuai aturan pakai meskipun gejala sudah hilang, hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya resistensi bakteri.
Materi Terkait: Penyampaian informasi terkait sediaan farmasi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Dalam tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian di RS, evaluasi terhadap obat yang jarang digunakan namun harus tersedia (Contoh: Serum Anti Bisa Ular) menggunakan kategori VEN...
Kunci Jawaban: B
Serum Anti Bisa Ular (SABU) termasuk kategori Vital (V) karena meskipun jarang digunakan, ia sangat dibutuhkan saat kondisi darurat untuk menyelamatkan jiwa.
Materi Terkait: Konsep dasar, teknik, dan tata cara penyusunan rencana praktik kefarmasian

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Metode penyimpanan sediaan suppositoria yang tepat agar tidak meleleh adalah disimpan pada suhu...
Kunci Jawaban: D
Suppositoria dengan basis yang mudah meleleh pada suhu tubuh (seperti oleum cacao) harus disimpan pada suhu dingin antara 2°C hingga 8°C (sesuai definisi suhu dingin Farmakope Indonesia) agar stabilitas fisiknya terjaga.
Materi Terkait: Kegiatan pengelolaan sediaan farmasi (Penyimpanan)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Salah satu komponen dalam CPKB adalah 'Higiene dan Sanitasi'. Apa tujuan utama dari penerapan higiene personil pada proses produksi kosmetika?
Kunci Jawaban: E
Penerapan higiene personil bertujuan untuk meminimalkan risiko kontaminasi dari personil (seperti mikroba atau partikel asing) ke dalam produk guna menjamin keamanan dan mutu kosmetika.
Materi Terkait: Pekerjaan produksi sediaan farmasi (CPKB)

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Berdasarkan Permenkes No. 73 Tahun 2016, kegiatan Home Pharmacy Care dilakukan untuk pasien dengan kriteria tertentu, yaitu...
Kunci Jawaban: E
Home Pharmacy Care ditujukan bagi pasien lanjut usia, pasien dengan penyakit kronis, atau pasien dengan polifarmasi (menggunakan banyak obat) untuk memastikan penggunaan obat yang benar di rumah.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Kegiatan Monitoring Efek Samping Obat (MESO) dilaporkan menggunakan formulir standar yang dikenal dengan nama...
Kunci Jawaban: B
Pelaporan MESO di Indonesia menggunakan Formulir Kuning (Yellow Form) yang dikelola oleh Pusat MESO Nasional/BPOM.
Materi Terkait: Kegiatan pelayanan farmasi klinik

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Asisten Apoteker pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor PER/08/M.PAN/4/2008 tentang Jabatan Fungsional Asisten Apoteker dan Angka Kreditnya
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Asisten Apoteker

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Asisten Apoteker, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Asisten Apoteker

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Asisten Apoteker menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.