Kisi-Kisi Resmi PermenPAN-RB 2026

SKB CPNS Penata Penanggulangan Bencana

Panduan komprehensif seleksi kompetensi bidang untuk formasi Penata Penanggulangan Bencana. Merangkum materi pokok teknis, indikator penilaian CAT BKN, bank soal studi kasus, serta simulasi tryout lengkap.

Instansi Pembina
K/L Terkait
Silabus Materi
1 Jenjang / Sub-bidang
Durasi Ujian
90 Menit CAT BKN
Bank Soal
1,101+ Soal Latihan

Materi Pokok SKB CPNS Penata Penanggulangan Bencana

Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penata Penanggulangan Bencana berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.

Penata Penanggulangan Bencana Ahli Pertama

Ahli Pertama

Kemampuan Umum

2 Indikator
Konsep Dasar Penanggulangan Bencana
Perencanaan Penanggulangan Bencana

Kompetensi Khusus

17 Indikator
Pengkajian Risiko Bencana
Kesiapsiagaan logistik dan peralatan bencana
Pelaksanaan kesiapsiagaan masyarakat
Fasilitasi kebutuhan korban dan pengungsi
Mitigasi bencana
Pusdalops
Peringatan dini bencana
Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumber daya
Rencana operasi penanganan darurat
Pengendalian operasi/komando penanganan
Pemenuhan kebutuhan dasar
Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital
Konsep dasar distribusi logistik dan peralatan
Tahapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam rangka kegiatan logistik dan peralatan
Pemulihan dan peningkatan fisik pasca bencana
Tahapan penyusunan rencana pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan publik, keamanan dan ketertiban
Asistensi perencanaan pelaksanaan pemulihan sosial, ekonomi, dan sumber daya alam

Simulasi Tryout SKB CAT Penata Penanggulangan Bencana

Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Penanggulangan Bencana, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.

Katalog Semua Tryout
Sedang Disusun Tim Ahli

Tryout CAT SKB Penata Penanggulangan Bencana Sedang Disiapkan

Tim akademik Belajarbro sedang menyusun paket simulasi ujian CAT resmi untuk formasi Penata Penanggulangan Bencana berdasarkan kisi-kisi dan materi pokok KemenPAN-RB terbaru. Paket ini akan dilengkapi timer sistem CAT standar BKN 90 menit, passing grade, kunci jawaban, dan pembahasan komprehensif.

Sistem CAT BKN
Durasi 90 menit & skema CAT resmi
Kisi-Kisi Terbaru
Sesuai materi pokok & tupoksi jabatan
Pembahasan Lengkap
Analisis jawaban & referensi regulasi
Ranking Nasional
Bandingkan skor se-Indonesia
Bank Soal Drill SKB 2026

Akses 1,101 Soal SKB Penata Penanggulangan Bencana Lengkap

Drill ratusan soal kompetensi bidang teknis lengkap dengan analisis pembahasan komprehensif untuk memaksimalkan peluang lulus ranking 1 di formasi Anda.

✓ Sesuai Kisi-kisi CAT BKN ✓ Pembahasan Analisis Mendalam ✓ Update Soal Rutin ✓ Akses Aktif 1 Tahun
Harga Spesial
Rp25.000
Sekali bayar • Akses 365 hari
Lihat Bank Soal

Contoh Soal SKB Penata Penanggulangan Bencana & Pembahasan

Kerjakan soal di bawah, lalu lihat kunci dan pembahasan lengkap.

50 Soal
Benar: 0
Salah: 0
Dijawab: 0/50
0%
Soal 1
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana disebut...
Kunci Jawaban: E
Menurut Pasal 1 ayat (6) UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Materi Terkait: Konsep Dasar Penanggulangan Bencana
Soal 2
Prinsip penanggulangan bencana yang menekankan bahwa pengambilan keputusan dan tindakan harus dilakukan dengan proses yang cepat dan tepat pada saat keadaan darurat adalah prinsip...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Pasal 3 UU No. 24 Tahun 2007, salah satu prinsip penanggulangan bencana adalah 'cepat dan tepat', yang berarti dalam keadaan darurat, tindakan harus dilaksanakan secara cepat dan tepat untuk meminimalisasi korban dan kerugian.
Materi Terkait: Konsep Dasar Penanggulangan Bencana
Soal 3
Dokumen Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tingkat daerah kabupaten/kota ditetapkan oleh...
Kunci Jawaban: B
Berdasarkan PP No. 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, Rencana Penanggulangan Bencana di tingkat kabupaten/kota ditetapkan oleh Bupati/Walikota dan diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Materi Terkait: Perencanaan Penanggulangan Bencana
Soal 4
Dalam penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, komponen utama yang harus dianalisis pertama kali sebagai dasar penyusunan dokumen adalah...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Perka BNPB No. 4 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana, langkah awal dan fondasi utama dalam merumuskan kebijakan RPB adalah melakukan Pengkajian Risiko Bencana (PRB) di wilayah tersebut.
Materi Terkait: Perencanaan Penanggulangan Bencana
Soal 5
Secara konsepsual, hubungan antara Ancaman (Hazard), Kerentanan (Vulnerability), dan Kapasitas (Capacity) dalam menentukan besarnya Risiko Bencana (Risk) dirumuskan sebagai...
Kunci Jawaban: D
Dalam teori manajemen risiko bencana dan Perka BNPB No. 2 Tahun 2012 tentang Pengkajian Risiko Bencana, indeks risiko dirumuskan secara umum sebagai R = (H x V) / C. Artinya Risiko berbanding lurus dengan Ancaman dan Kerentanan, serta berbanding terbalik dengan Kapasitas.
Materi Terkait: Pengkajian Risiko Bencana
Soal 6
Tingkat kerentanan suatu wilayah terhadap bencana dapat diukur dari berbagai aspek. Kepadatan penduduk dan kelompok umur rentan (balita/lansia) merupakan indikator kerentanan...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perka BNPB No. 2 Tahun 2012, parameter kerentanan dibagi menjadi fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin, dan kelompok rentan (balita/lansia) adalah komponen kerentanan sosial.
Materi Terkait: Pengkajian Risiko Bencana
Soal 7
Dalam standar kesiapsiagaan logistik, barang yang termasuk dalam kategori 'Buffer Stock' (stok penyangga) bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: E
Menurut regulasi dan pedoman logistik BNPB, buffer stock merupakan persediaan barang logistik dan peralatan yang disiagakan di gudang untuk menjamin kecepatan pemenuhan kebutuhan dasar korban pada awal fase tanggap darurat sebelum pasokan masif datang.
Materi Terkait: Kesiapsiagaan logistik dan peralatan bencana
Soal 8
Salah satu bentuk pelaksanaan kesiapsiagaan masyarakat di tingkat desa adalah pembentukan wadah relawan atau masyarakat tangguh bencana yang dikenal dengan program...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Perka BNPB No. 1 Tahun 2012, Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana) adalah desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi ancaman bencana, serta memulihkan diri dengan segera, sebagai bentuk partisipasi kesiapsiagaan masyarakat.
Materi Terkait: Pelaksanaan kesiapsiagaan masyarakat
Soal 9
Dalam memfasilitasi kebutuhan korban dan pengungsi, penentuan lokasi barak pengungsian harus memperhatikan standar minimum. Menurut Standar Sphere, jarak maksimal sumber air bersih dari tempat penampungan pengungsi idealnya tidak boleh lebih dari...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Piagam Kemanusiaan dan Standar Minimum Respons Bencana (Sphere Standards), dalam hal penyediaan air, jarak tempuh maksimum dari permukiman/pengungsian ke titik pengambilan air adalah 500 meter untuk menjamin aksesibilitas pengungsi.
Materi Terkait: Fasilitasi kebutuhan korban dan pengungsi
Soal 10
Pembuatan terasering di kawasan perbukitan untuk mencegah tanah longsor merupakan contoh dari...
Kunci Jawaban: B
Mitigasi struktural adalah upaya pengurangan risiko bencana melalui rekayasa teknis dan pembangunan infrastruktur fisik, seperti pembuatan tanggul, terasering (sengkedan), dan bangunan tahan gempa (PP 21/2008).
Materi Terkait: Mitigasi bencana
Soal 11
Pusdalops (Pusat Pengendalian Operasi) Penanggulangan Bencana memiliki peran penting dalam berbagai fase. Pada saat fase prabencana (kondisi normal), fungsi utama Pusdalops adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perka BNPB No. 15 Tahun 2012 tentang Pedoman Pusdalops PB, pada saat kondisi normal, fungsi Pusdalops adalah melaksanakan pemantauan (monitoring), pengumpulan data, analisis, dan penyebaran informasi terkait ancaman serta peringatan dini bencana.
Materi Terkait: Pusdalops
Soal 12
Komponen yang harus dipenuhi dalam membangun sistem peringatan dini (early warning system) yang efektif (people-centered EWS) meliputi hal berikut, KECUALI...
Kunci Jawaban: A
Menurut standar UNISDR dan pedoman BNPB, 4 elemen kunci Sistem Peringatan Dini yang Berpusat pada Masyarakat meliputi: 1) Pengetahuan risiko (Risk Knowledge), 2) Pemantauan & Peringatan (Monitoring & Warning Service), 3) Diseminasi & Komunikasi (Dissemination & Communication), 4) Kemampuan merespons (Response Capability). Pembangunan hunian bukan elemen peringatan dini.
Materi Terkait: Peringatan dini bencana
Soal 13
Tim Kaji Cepat (Rapid Assessment) diterjunkan ke lokasi bencana segera setelah bencana terjadi. Tujuan UTAMA dari pengkajian secara cepat dan tepat ini adalah...
Kunci Jawaban: D
Sesuai UU 24/2007 Pasal 49 dan PP 21/2008, pengkajian secara cepat dan tepat dilakukan untuk mengidentifikasi: cakupan lokasi, jumlah korban, kerusakan prasarana/sarana, gangguan terhadap fungsi pelayanan umum, dan kemampuan sumber daya untuk menentukan status dan kebutuhan tanggap darurat.
Materi Terkait: Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumber daya
Soal 14
Rencana Operasi (Renop) Penanganan Darurat Bencana disusun oleh Komandan Tanggap Darurat Bencana. Renop ini biasanya disusun untuk durasi waktu...
Kunci Jawaban: D
Berdasarkan Perka BNPB No. 10 Tahun 2008 tentang Sistem Komando Tanggap Darurat, Rencana Operasi dibuat secara spesifik berpedoman pada Rencana Penanganan Darurat yang masanya disesuaikan dengan periode status keadaan darurat yang ditetapkan oleh kepala daerah.
Materi Terkait: Rencana operasi penanganan darurat
Soal 15
Dalam Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB), unsur yang bertugas merencanakan kebutuhan logistik dan peralatan, serta mengelola fasilitas pendukung operasi adalah bagian...
Kunci Jawaban: A
Menurut Perka BNPB No. 10/2008 tentang Pedoman Komando Tanggap Darurat Bencana, Bidang Logistik dan Peralatan memiliki fungsi menyediakan fasilitas, jasa, dan bahan-bahan serta perlengkapan untuk mendukung pelaksanaan operasi tanggap darurat.
Materi Terkait: Pengendalian operasi/komando penanganan
Soal 16
Dalam pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban bencana, standar minimal air bersih yang harus disediakan per orang per hari untuk kebutuhan minum, memasak, dan kebersihan diri pada awal masa darurat (Standar Sphere) adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Standar Minimum Sphere, kebutuhan air dasar awal untuk bertahan hidup (minum, memasak, dan kebersihan pribadi dasar) direkomendasikan sebesar 15 liter per orang per hari.
Materi Terkait: Pemenuhan kebutuhan dasar
Soal 17
Tindakan prioritas dalam upaya pemulihan dengan segera (early recovery) terhadap prasarana dan sarana vital pada saat tanggap darurat adalah...
Kunci Jawaban: C
Sesuai UU 24/2007 dan PP 21/2008, pemulihan prasarana dan sarana vital (vital utilities) pada fase darurat bertujuan agar kehidupan masyarakat kembali berjalan dan evakuasi/distribusi bantuan lancar. Contoh utamanya adalah pembersihan jalan dari puing/longsor atau pembuatan jembatan darurat (bailey).
Materi Terkait: Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital
Soal 18
Prinsip utama dalam distribusi logistik saat tanggap darurat yang mengharuskan pendistribusian dilakukan kepada kelompok yang paling membutuhkan tanpa diskriminasi SARA adalah prinsip...
Kunci Jawaban: A
Dalam manajemen logistik bencana, prinsip keadilan (impartiality) dan kemanusiaan menuntut pemenuhan kebutuhan dasar diberikan kepada korban yang paling terdampak dan rentan secara proporsional, tanpa ada perlakuan diskriminasi berdasarkan agama, suku, ras, atau golongan.
Materi Terkait: Konsep dasar distribusi logistik dan peralatan
Soal 19
Tahapan pemantauan (monitoring) distribusi logistik bencana dilakukan untuk memastikan bahwa...
Kunci Jawaban: E
Berdasarkan pedoman logistik bencana, pemantauan dan evaluasi operasional logistik dilakukan untuk menjamin pemenuhan prinsip 6 Tepat: tepat sasaran, tepat waktu, tepat jenis/kualitas, tepat jumlah, tepat pelaporan, dan tepat nilai.
Materi Terkait: Tahapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam rangka kegiatan logistik dan peralatan
Soal 20
Program 'Build Back Better and Safer' (Membangun Kembali Lebih Baik dan Lebih Aman) merupakan filosofi utama yang diterapkan pada tahap...
Kunci Jawaban: D
Prinsip 'Build Back Better and Safer' adalah pedoman dasar dalam fase pascabencana (Rehabilitasi dan Rekonstruksi), agar infrastruktur dan tatanan sosial yang dibangun kembali memiliki ketahanan lebih baik terhadap bencana di masa depan dibandingkan sebelum bencana terjadi.
Materi Terkait: Pemulihan dan peningkatan fisik pasca bencana
Soal 21
PRO
Dokumen JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) menjadi dasar penyusunan instrumen perencanaan pemulihan yang disebut...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan Perka BNPB No. 15 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (JITUPASNA / Post Disaster Needs Assessment), hasil kajian ini langsung digunakan sebagai dasar perumusan Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renaksi RR).
Materi Terkait: Tahapan penyusunan rencana pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan publik, keamanan dan ketertiban

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 22
PRO
Dalam memfasilitasi pemulihan sosial ekonomi penyintas bencana, pemberian modal kerja atau bantuan tunai (cash for work) merupakan strategi pendekatan...
Kunci Jawaban: C
Bantuan tunai bersyarat, program padat karya (cash for work), dan pemberian modal usaha adalah bentuk program pemulihan sektor ekonomi masyarakat yang bertujuan memulihkan mata pencaharian (livelihood) pascabencana.
Materi Terkait: Asistensi perencanaan pelaksanaan pemulihan sosial, ekonomi, dan sumber daya alam

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 23
PRO
Penetapan status dan tingkatan bencana nasional atau daerah didasarkan pada indikator di bawah ini, KECUALI...
Kunci Jawaban: B
Sesuai Pasal 7 UU No. 24 Tahun 2007 dan Perpres No. 17 Tahun 2018, penetapan status bencana didasarkan pada 5 indikator: jumlah korban, kerugian harta benda, kerusakan sarana prasarana, cakupan luas wilayah yang terkena bencana, dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan. Opini media sosial bukan indikator hukum.
Materi Terkait: Konsep Dasar Penanggulangan Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 24
PRO
Dalam menyusun Rencana Kontinjensi (Contingency Plan), skenario bencana yang dirancang harus didasarkan pada...
Kunci Jawaban: E
Pedoman Penyusunan Rencana Kontinjensi BNPB menetapkan bahwa dokumen ini disusun untuk menghadapi satu jenis ancaman tertentu dengan menyepakati skenario kejadian terburuk yang paling mungkin terjadi (plausible worst-case scenario).
Materi Terkait: Perencanaan Penanggulangan Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 25
PRO
Peta Bahaya (Hazard Map) dalam dokumen Pengkajian Risiko Bencana memuat informasi mengenai...
Kunci Jawaban: D
Dalam Perka BNPB No. 2 Tahun 2012, Peta Bahaya / Ancaman menggambarkan luasan area, intensitas, dan probabilitas (probabilistic/deterministic) dari fenomena fisik yang dapat menyebabkan bencana (contoh: genangan banjir, rambatan tsunami).
Materi Terkait: Pengkajian Risiko Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 26
PRO
Metode manajemen pergudangan logistik bencana BNPB mengutamakan pengeluaran barang dengan prinsip FEFO, yang kepanjangannya adalah...
Kunci Jawaban: C
Dalam manajemen logistik, khususnya untuk bahan pangan dan obat-obatan, diterapkan prinsip FEFO (First Expired First Out) dimana barang yang masa kedaluwarsanya lebih cepat harus didistribusikan lebih awal untuk menghindari kerusakan/basi.
Materi Terkait: Kesiapsiagaan logistik dan peralatan bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 27
PRO
Simulasi/latihan evakuasi mandiri gempa bumi dan tsunami yang dilaksanakan serentak pada tanggal 26 April diperingati di Indonesia sebagai...
Kunci Jawaban: E
BNPB menetapkan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), yang diisi dengan latihan simulasi evakuasi mandiri untuk meningkatkan insting bertahan hidup masyarakat saat bencana.
Materi Terkait: Pelaksanaan kesiapsiagaan masyarakat

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 28
PRO
Manajemen pengungsi yang responsif gender harus menyediakan fasilitas sanitasi (MCK) yang...
Kunci Jawaban: B
Menurut Standar Minimum Perlindungan Pengungsi (Sphere Standard) dan Pengarusutamaan Gender, fasilitas sanitasi harus aman, terpisah antara pria dan wanita, cukup penerangan, dan pintunya dapat dikunci dari dalam guna mencegah kekerasan berbasis gender/seksual di area pengungsian.
Materi Terkait: Fasilitasi kebutuhan korban dan pengungsi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 29
PRO
Pengembangan budidaya tanaman bakau (mangrove) di pesisir pantai merupakan langkah mitigasi yang paling efektif terhadap ancaman bencana...
Kunci Jawaban: A
Mangrove berfungsi sebagai sabuk hijau (green belt) yang memecah energi gelombang laut (tsunami, gelombang pasang, abrasi) sekaligus menjaga ekosistem pesisir. Ini adalah bentuk mitigasi berbasis ekosistem alam.
Materi Terkait: Mitigasi bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 30
PRO
Penyediaan layanan pusat panggilan (call center) kegawatdaruratan bencana seperti 112 secara teknis dikelola oleh...
Kunci Jawaban: D
Pusdalops berfungsi sebagai pusat komunikasi, kendali, dan komando informasi gawat darurat (termasuk Call Center 112/119 di daerah) yang siaga 24 jam untuk menerima aduan bencana dari masyarakat dan mendiseminasi informasi.
Materi Terkait: Pusdalops

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 31
PRO
Level peringatan aktivitas gunung api di Indonesia terdiri dari empat tingkatan. Tingkat paling tinggi yang mengharuskan evakuasi total masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) adalah...
Kunci Jawaban: C
Berdasarkan sistem peringatan dini Badan Geologi (PVMBG), level aktivitas gunung api dari terendah ke tertinggi adalah: Level I (Normal), Level II (Waspada), Level III (Siaga), dan Level IV (Awas). Status 'Awas' mengindikasikan letusan utama segera/sedang terjadi dan warga wajib evakuasi.
Materi Terkait: Peringatan dini bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 32
PRO
Data kaji cepat (rapid assessment) bencana dapat dikumpulkan secara visual dan spasial menggunakan teknologi...
Kunci Jawaban: D
Dalam praktiknya, Tim Kaji Cepat TRC BNPB/BPBD saat ini mengandalkan teknologi UAV/Drone untuk memetakan luas genangan, kerusakan bangunan, atau tanah longsor secara visual, cepat, dan presisi di area yang sulit dijangkau manusia.
Materi Terkait: Pengkajian secara cepat dan tepat terhadap lokasi, kerusakan, kerugian, dan sumber daya

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 33
PRO
Apabila status Keadaan Darurat Bencana tingkat Provinsi telah ditetapkan, maka Gubernur berwenang mengangkat seorang Pejabat untuk mengendalikan operasi penanganan. Pejabat tersebut dinamakan...
Kunci Jawaban: A
Berdasarkan Perka BNPB No. 10 Tahun 2008 tentang Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana, kepala daerah yang menetapkan status keadaan darurat menunjuk seorang Komandan Penanganan Darurat Bencana (Incident Commander) untuk memimpin operasi tanggap darurat di lapangan.
Materi Terkait: Rencana operasi penanganan darurat

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 34
PRO
Untuk menjamin keterpaduan, semua relawan, LSM, dan instansi yang ingin menyalurkan bantuan di lokasi bencana harus mendaftar dan berkoordinasi melalui...
Kunci Jawaban: D
Dalam Sistem Komando Tanggap Darurat, Posko (Pos Komando) bertindak sebagai pusat komando, koordinasi, dan informasi. Segala pengerahan sumber daya, termasuk relawan dan bantuan dari luar, harus melalui pintu Posko agar tidak tumpang tindih (one gate policy).
Materi Terkait: Pengendalian operasi/komando penanganan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 35
PRO
Kebutuhan dasar yang sangat mendesak diberikan untuk bayi dan balita di pos pengungsian guna mencegah penurunan status gizi pada masa darurat adalah...
Kunci Jawaban: D
Menurut pedoman kesehatan reproduksi dan gizi bencana Kementerian Kesehatan RI, pemenuhan kebutuhan dasar balita meliputi jaminan ASI eksklusif (dukungan tenda laktasi) serta distribusi MP-ASI bagi balita, sementara susu formula sangat dibatasi penyebarannya tanpa pengawasan medis.
Materi Terkait: Pemenuhan kebutuhan dasar

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 36
PRO
Prasarana vital yang pertama kali harus dihidupkan (dijamin ketersediaannya) agar rumah sakit rujukan darurat bencana tetap bisa menangani pasien adalah...
Kunci Jawaban: A
Rumah sakit membutuhkan tenaga listrik berkelanjutan untuk peralatan medis kritis (seperti ventilator, ruang operasi) dan pasokan air bersih steril secara terus menerus, sehingga PLN/PU harus memprioritaskan pemulihan jaringan ke objek vital tersebut pasca bencana.
Materi Terkait: Pemulihan dengan segera prasarana dan sarana vital

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 37
PRO
Barang logistik non-pangan (Non-Food Items / NFIs) yang esensial dalam tanggap darurat meliputi...
Kunci Jawaban: A
Logistik kebencanaan dibagi menjadi pangan dan non-pangan (NFIs). Kebutuhan dasar NFI mencakup perlengkapan kebersihan (hygiene kit), tempat bernaung sementara (terpal), dan alat tidur/mandi darurat (selimut, family kit).
Materi Terkait: Konsep dasar distribusi logistik dan peralatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 38
PRO
Bukti pertanggungjawaban dalam distribusi logistik yang berisi tanda tangan atau cap jempol kepala keluarga penerima bantuan disebut...
Kunci Jawaban: B
Dalam administrasi penyaluran logistik bencana, Daftar Nominatif penerima bantuan yang dibubuhi tanda tangan atau cap jempol berfungsi sebagai BAST (Berita Acara Serah Terima) ke pengguna akhir (end user), sebagai wujud akuntabilitas dan bahan audit.
Materi Terkait: Tahapan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dalam rangka kegiatan logistik dan peralatan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 39
PRO
Penetapan zona larangan membangun (red zone) di daerah patahan aktif pasca gempa bumi merupakan bagian dari upaya...
Kunci Jawaban: E
Melakukan mikrozonasi dan membatasi/melarang pembangunan kembali (relokasi) di area berisiko tinggi (zona merah patahan aktif) adalah implementasi konsep Build Back Better (peningkatan keamanan) dalam fase rehabilitasi dan rekonstruksi.
Materi Terkait: Pemulihan dan peningkatan fisik pasca bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 40
PRO
Sektor utama yang dinilai dalam JITUPASNA (Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana) meliputi KECUALI...
Kunci Jawaban: A
Metodologi JITUPASNA BNPB mengkaji kerusakan, kerugian, dan kebutuhan pemulihan dalam 5 sektor utama: Permukiman, Infrastruktur, Ekonomi Produktif, Sosial (Pendidikan, Kesehatan, dll), dan Lintas Sektor (Pemerintahan, Lingkungan Hidup). Pemilihan Umum bukan sektor kajian JITUPASNA.
Materi Terkait: Tahapan penyusunan rencana pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan publik, keamanan dan ketertiban

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 41
PRO
Dalam memulihkan fungsi pemerintahan daerah yang gedungnya hancur akibat gempa, prioritas tindakan yang dilakukan adalah...
Kunci Jawaban: D
Dalam fase transisi darurat ke pemulihan, pelayanan pemerintahan dan pelayanan publik harus segera aktif. Solusi sementara adalah pengadaan kantor darurat (tenda/huntara) agar fungsi administrasi negara tidak vakum.
Materi Terkait: Tahapan penyusunan rencana pemulihan fungsi pemerintahan, fungsi pelayanan publik, keamanan dan ketertiban

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 42
PRO
Asistensi dalam perencanaan pemulihan sumber daya alam pasca kebakaran hutan dapat berupa...
Kunci Jawaban: E
Pemulihan sumber daya alam pasca bencana kebakaran hutan fokus pada rehabilitasi ekologi, seperti suksesi alami, reboisasi tanaman endemik, dan pemulihan fungsi hidrologis daerah aliran sungai (DAS).
Materi Terkait: Asistensi perencanaan pelaksanaan pemulihan sosial, ekonomi, dan sumber daya alam

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 43
PRO
Apa yang dimaksud dengan Status Keadaan Darurat Bencana menurut UU No. 24 Tahun 2007?
Kunci Jawaban: E
Pasal 1 angka 19 UU 24/2007 mendefinisikan Status Keadaan Darurat Bencana sebagai penetapan hukum oleh Pemerintah (Pusat/Daerah) dalam durasi waktu tertentu guna mempermudah akses (kemudahan akses pengerahan SDM, logistik, peralatan, keuangan) di masa darurat.
Materi Terkait: Konsep Dasar Penanggulangan Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 44
PRO
Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) yang ideal disusun dengan menggunakan prinsip...
Kunci Jawaban: D
Penyusunan perencanaan penanggulangan bencana di Indonesia menganut prinsip kemitraan multipihak (governance), yang saat ini dikenal dengan pendekatan Pentahelix: unsur Pemerintah, Masyarakat, Dunia Usaha, Akademisi, dan Media Massa.
Materi Terkait: Perencanaan Penanggulangan Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 45
PRO
Kapasitas (Capacity) dalam rumus risiko bencana merujuk pada...
Kunci Jawaban: C
Dalam terminologi manajemen risiko bencana (UNISDR / Perka BNPB 2/2012), kapasitas adalah seluruh kekuatan, atribut, dan sumber daya (pengetahuan, ekonomi, organisasi) yang dimiliki masyarakat untuk mengantisipasi, mengatasi, atau memulihkan diri dari dampak bencana.
Materi Terkait: Pengkajian Risiko Bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 46
PRO
Penempatan peralatan berat pendukung operasi (seperti perahu karet, tenda roder, mesin air) di tingkat daerah idealnya berada di bawah komando dan pengelolaan operasional...
Kunci Jawaban: E
BPBD sebagai ujung tombak pelaksana penanggulangan bencana di daerah bertanggung jawab terhadap kesiapsiagaan peralatan teknis bencana seperti perahu karet, genset, dan tenda untuk mobilisasi segera saat keadaan darurat.
Materi Terkait: Kesiapsiagaan logistik dan peralatan bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 47
PRO
Manajemen pemenuhan kebutuhan psikososial di barak pengungsian bertujuan untuk...
Kunci Jawaban: B
Dukungan layanan psikososial (Psychosocial Support Program/PSP) bertujuan mengembalikan kesejahteraan mental masyarakat pascabencana dan mencegah trauma mendalam (PTSD), umumnya melalui kegiatan bermain untuk anak-anak (trauma healing) dan konseling.
Materi Terkait: Fasilitasi kebutuhan korban dan pengungsi

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 48
PRO
Dalam manajemen lalu lintas informasi peringatan dini tsunami di Indonesia (InaTEWS), lembaga yang berwenang menerbitkan informasi ancaman tsunami secara resmi dan membunyikan sirine perintah evakuasi tingkat nasional adalah...
Kunci Jawaban: E
BMKG merupakan institusi penyedia informasi (warning provider) utama dalam Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang memiliki kewenangan menerbitkan parameter gempa dan potensi tsunami di Indonesia.
Materi Terkait: Peringatan dini bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 49
PRO
Saat terjadi eskalasi darurat, sistem komando dapat ditingkatkan lintas kabupaten apabila...
Kunci Jawaban: A
Sesuai regulasi sistem komando tanggap darurat, jika suatu bencana melanda lebih dari satu wilayah kabupaten/kota dan/atau kapasitas kabupaten/kota tersebut kolaps, maka komando dan tanggung jawab operasi ditarik ke tingkat Provinsi yang dipimpin oleh Gubernur/pejabat provinsi.
Materi Terkait: Pengendalian operasi/komando penanganan

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh
Soal 50
PRO
Penyediaan Hunian Sementara (Huntara) bagi korban yang rumahnya hancur bertujuan sebagai...
Kunci Jawaban: A
Huntara (Hunian Sementara) berfungsi menampung korban bencana secara lebih layak dibandingkan barak pengungsian komunal, digunakan pada fase pemulihan transisi (1-2 tahun) hingga Hunian Tetap (Huntap) selesai dibangun oleh pemerintah.
Materi Terkait: Pemulihan dan peningkatan fisik pasca bencana

Soal Khusus Member Bromax

Dapatkan akses pembahasan lengkap untuk seluruh soal SKB ini.

Buka Akses Penuh

Dasar Hukum & Regulasi Jabatan

Informasi mengenai jabatan Penata Penanggulangan Bencana pada halaman ini disusun dengan mengacu pada peraturan dan ketentuan resmi pemerintah yang berlaku sebagai referensi utama.

PermenPANRB Nomor 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional
Dasar Acuan Sah
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 88 Tahun 2020 tentang Jabatan Fungsional Penata Penanggulangan Bencana
Dasar Acuan Sah
Surat Menteri PANRB Nomor B/5457/M.SM.01.00/2024
Dasar Acuan Sah

Tips & Strategi Lolos SKB Penata Penanggulangan Bencana

Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penata Penanggulangan Bencana semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.

1

Kuasai Regulasi Pokok

Minimal 20-30% soal SKB menguji pemahaman peraturan perundangan dan tusi instansi pembina.

2

Simulasi Berbasis Studi Kasus

Soal SKB masa kini berbasis analisis kasus terapan, bukan lagi hafalan definisi teoritis belaka.

3

Manajemen Waktu CAT

Waktu 90 menit untuk 100 soal berarti Anda hanya memiliki kurang dari 54 detik per butir soal.

4

Evaluasi Melalui Tryout Rutin

Uji akurasi dan ketahanan fokus melalui simulasi tryout berkala agar terbiasa dengan ritme CAT.

Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penata Penanggulangan Bencana, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.

Pertanyaan Seputar SKB Penata Penanggulangan Bencana

Jawaban resmi atas hal yang paling sering ditanyakan para pejuang CPNS.

Materi SKB CPNS Penata Penanggulangan Bencana menguji kompetensi teknis jabatan dan kemampuan umum sesuai Keputusan MenPAN-RB, meliputi penguasaan regulasi, tugas pokok fungsi, etika profesi, serta studi kasus teknis sesuai bidang.
Ujian CAT BKN SKB umumnya berjumlah 80 hingga 100 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 90 menit (soal 80 jika dominan hitungan teknis, 100 jika dominan analisis teks dan konsep).
SKB CAT CPNS tidak menerapkan nilai ambang batas (passing grade) mutlak seperti SKD, melainkan dinilai murni dengan bobot 60% dalam penentuan kelulusan akhir integrasi nilai SKD (40%) + SKB (60%).
Pelajari kisi-kisi resmi kompetensi umum & khusus jabatan, pahami regulasi dan dasar hukum terbaru yang mengatur formasi ini, serta lakukan latihan drill soal CAT secara konsisten di Belajarbro.
Pola soal dan kisi-kisi kompetensi mengacu pada standar jabatan yang sama, namun narasi studi kasus dan konteks kebijakan selalu disesuaikan dengan peraturan terkini pemerintah.

Kisi-Kisi Formasi SKB Terkait

Eksplorasi materi pokok jabatan serumpun atau formasi instansi lainnya untuk persiapan seleksi CPNS.