Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengetahuan dasar tentang sistem budidaya tanaman (pola tanam, pupuk dan pemupukan, bibit unggul, dan pengendalian hayati)
Pengetahuan dasar tentang terminologi pertanian
Pengetahuan dasar tentang regulasi pertanian
Pengetahuan dasar wawasan tentang Badan Karantina Pertanian; perkarantinaan tumbuhan; ilmu pertanian umum
Pengetahuan dasar regulasi karantina tumbuhan dan kamanan hayati nabati
Pengetahuan dasar ilmu tumbuhan (anatomi dan fisiologi); ilmu hama dan penyakit tanaman, serta pengujian laboratorium
Pengetahuan dasar mikrobiologi (virus, protista, bakteri, dan jamur)
Pengetahuan dasar pengendalian OPT (hama, penyakit, dan gulma)
Simulasi Tryout SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula.
Soal 1
Dalam sistem budidaya tanaman, penanaman dua jenis tanaman atau lebih pada sebidang lahan yang sama dan pada waktu yang bersamaan disebut dengan pola tanam...
A. Monokultur
B. Relay cropping
C. Tumpangsari
D. Rotasi tanaman
E. Strip cropping
Jawaban: C
Tumpangsari (intercropping) adalah sistem penanaman dua jenis tanaman atau lebih pada lahan dan waktu yang sama. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan cahaya matahari.
Soal 2
Tanaman yang mengalami kekurangan unsur hara Nitrogen (N) umumnya akan menunjukkan gejala berupa...
A. Daun muda menggulung dan rontok
B. Tepi daun terbakar (scorch) pada daun tua
C. Akar tanaman membusuk dengan cepat
D. Buah pecah-pecah sebelum matang
E. Klorosis atau daun menguning yang dimulai dari daun-daun tua
Jawaban: E
Nitrogen adalah unsur hara makro yang sangat mobil dalam tanaman. Kekurangannya menyebabkan klorosis (daun menguning) yang pertama kali muncul pada daun tua karena N ditranslokasikan ke jaringan muda.
Soal 3
Dalam terminologi pertanian, populasi tanaman yang diperoleh dari perbanyakan vegetatif dan berasal dari satu individu tanaman induk disebut...
A. Hibrida
B. Kultivar
C. Varian
D. Klon
E. Galur murni
Jawaban: D
Klon adalah kumpulan individu yang dihasilkan dari perbanyakan vegetatif (aseksual) dari satu tanaman induk tunggal, sehingga memiliki susunan genetik yang identik.
Soal 4
Undang-Undang Republik Indonesia yang mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah...
A. UU No. 22 Tahun 2019
B. UU No. 13 Tahun 2010
C. UU No. 16 Tahun 2006
D. UU No. 18 Tahun 2012
E. UU No. 12 Tahun 1992
Jawaban: A
Undang-Undang terbaru yang mengatur tentang Sistem Budi Daya Pertanian Berkelanjutan adalah UU No. 22 Tahun 2019, yang menggantikan UU No. 12 Tahun 1992.
Soal 5
Menurut peraturan perkarantinaan yang berlaku, tindakan karantina tumbuhan terdiri dari berapa macam tindakan utama (sering disebut konsep P)?
A. 7 tindakan
B. 8 tindakan
C. 6 tindakan
D. 5 tindakan
E. 4 tindakan
Jawaban: B
Berdasarkan regulasi karantina (UU No. 21 Tahun 2019), terdapat 8 tindakan karantina (8P), yaitu: Pemeriksaan, Pengasingan, Pengamatan, Perlakuan, Penahanan, Penolakan, Pemusnahan, dan Pembebasan.
Soal 6
Regulasi terbaru yang menjadi landasan hukum penyelenggaraan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan di Indonesia adalah...
A. UU No. 16 Tahun 1992
B. UU No. 21 Tahun 2019
C. UU No. 5 Tahun 1990
D. UU No. 31 Tahun 2004
E. UU No. 18 Tahun 2009
Jawaban: B
Penyelenggaraan Karantina di Indonesia saat ini diatur secara terpadu melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, yang mencabut UU No. 16 Tahun 1992.
Soal 7
Jaringan pengangkut pada tumbuhan yang berfungsi untuk mengangkut air dan mineral dari akar menuju daun adalah...
A. Parenkim
B. Kambium
C. Xilem
D. Epidermis
E. Floem
Jawaban: C
Dalam anatomi tumbuhan, Xilem berfungsi mengangkut air dan hara mineral dari akar ke daun. Sedangkan Floem berfungsi mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.
Soal 8
Dalam klasifikasi bakteri berdasarkan pewarnaan Gram, perbedaan utama antara bakteri Gram positif dan Gram negatif terletak pada komposisi...
A. Dinding sel (ketebalan peptidoglikan)
B. Ribosom
C. Materi genetik (DNA/RNA)
D. Membran plasma
E. Kapsul pelindung
Jawaban: A
Perbedaan utama bakteri Gram positif dan Gram negatif adalah ketebalan lapisan peptidoglikan pada dinding selnya. Bakteri Gram positif memiliki lapisan peptidoglikan yang lebih tebal.
Soal 9
Tindakan pemusnahan secara total terhadap tanaman, inang, atau benda lain yang terinfeksi di suatu wilayah untuk membasmi patogen secara tuntas disebut...
A. Proteksi
B. Eksklusi
C. Eradikasi
D. Sanitasi
E. Imunisasi
Jawaban: C
Eradikasi adalah tindakan pemusnahan total terhadap tanaman atau inang terinfeksi beserta agen penyebab penyakit di suatu wilayah untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
Soal 10
Konsep 'Segitiga Penyakit Tanaman' (Plant Disease Triangle) menyatakan bahwa penyakit tanaman dapat terjadi jika terdapat interaksi dari tiga faktor utama, yaitu...
A. Serangga vektor, bakteri, dan inang
B. Suhu udara, kelembaban, dan angin
C. Cuaca, tanah, dan air
D. Inang yang rentan, patogen yang virulen, dan lingkungan yang mendukung
E. Pemupukan, irigasi, dan pestisida
Jawaban: D
Segitiga penyakit tanaman terdiri dari tiga komponen mutlak: tanaman inang yang rentan, patogen yang ganas (virulen), dan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan patogen.
Soal 11
Dalam pengujian laboratorium karantina tumbuhan, metode PCR sering digunakan untuk mendeteksi virus atau bakteri. PCR merupakan singkatan dari Polymerase Chain Reaction yang prinsip kerjanya adalah...
A. Mengukur serapan cahaya oleh partikel mikroskopis
B. Menggandakan segmen DNA secara in vitro menggunakan enzim polimerase
C. Mengamati struktur tiga dimensi dari dinding sel bakteri
D. Mendeteksi reaksi antigen-antibodi pada permukaan membran sel
E. Memisahkan protein berdasarkan berat molekulnya
Jawaban: B
PCR (Polymerase Chain Reaction) adalah metode laboratorium biologi molekuler untuk mengamplifikasi (menggandakan) segmen DNA tertentu secara in vitro sehingga mudah dideteksi.
Soal 12
Berdasarkan Undang-Undang perkarantinaan, yang dimaksud dengan 'Media Pembawa' adalah...
A. Petugas karantina yang melakukan pengawasan di pintu masuk
B. Dokumen perizinan yang diterbitkan oleh negara pengekspor
C. Pestisida yang digunakan untuk membunuh serangga di pelabuhan
D. Tumbuhan, bagian tumbuhan, atau benda lain yang dapat membawa OPTK
E. Alat angkut seperti kapal atau pesawat udara komersial
Jawaban: D
Berdasarkan UU No. 21 Tahun 2019, Media Pembawa adalah hewan, produk hewan, ikan, produk ikan, tumbuhan, produk tumbuhan, dan/atau benda lain yang dapat membawa Hama Penyakit Hewan Karantina, Hama Penyakit Ikan Karantina, atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Soal 13
Virus tumbuhan merupakan parasit obligat intraseluler yang struktur dasarnya hanya terdiri dari...
A. Dinding sel selulosa dan inti sel
B. Membran plasma dan mitokondria
C. Kloroplas dan ribosom
D. Hifa dan spora
E. Asam nukleat (DNA atau RNA) dan selubung protein (kapsid)
Jawaban: E
Virus adalah agen infeksius mikroskopis non-seluler yang komponen utamanya hanya berupa materi genetik (DNA atau RNA) yang dibungkus oleh mantel protein yang disebut kapsid.
Soal 14
Jamur Trichoderma spp. sering diaplikasikan dalam sistem budidaya tanaman sebagai agen pengendalian hayati. Fungsi utama jamur ini adalah...
A. Memfiksasi nitrogen bebas dari udara
B. Sebagai jamur antagonis untuk mengendalikan patogen tular tanah
C. Mengundang serangga penyerbuk datang ke bunga
D. Mencegah pertumbuhan gulma berdaun lebar
E. Membunuh hama ulat pemakan daun
Jawaban: B
Trichoderma spp. adalah jamur antagonis yang efektif menekan pertumbuhan dan perkembangan jamur patogen tular tanah penyebab penyakit tanaman (seperti Fusarium, Rhizoctonia) melalui parasitisme dan kompetisi ruang/nutrisi.
Soal 15
Hama ulat grayak (Spodoptera litura) yang sering menyerang tanaman pertanian termasuk ke dalam ordo serangga...
A. Lepidoptera
B. Hemiptera
C. Orthoptera
D. Coleoptera
E. Diptera
Jawaban: A
Spodoptera litura atau ulat grayak adalah fase larva dari ngengat, yang mana ngengat dan kupu-kupu diklasifikasikan ke dalam ordo Lepidoptera (serangga bersayap sisik).
Soal 16
Struktur pada daun yang berfungsi sebagai tempat utama pertukaran gas (oksigen dan karbon dioksida) dalam proses fotosintesis dan respirasi adalah...
A. Stomata
B. Trikoma
C. Kutikula
D. Lentisel
E. Jaringan spons
Jawaban: A
Stomata adalah celah mikroskopis pada epidermis organ tumbuhan (terutama daun) yang dibatasi oleh sel penjaga dan berfungsi sebagai jalur masuknya CO2 serta keluarnya O2 dan uap air.
Soal 17
Pertumbuhan tanaman yang sangat cepat, memanjang, dan berwarna pucat karena ditumbuhkan pada kondisi gelap tanpa cahaya matahari disebut...
A. Klorosis
B. Hiperplasia
C. Nekrosis
D. Fasiasi
E. Etiolasi
Jawaban: E
Etiolasi adalah respon fisiologis tumbuhan yang tumbuh di tempat gelap, ditandai dengan pemanjangan batang yang tidak normal, batang kurus, dan daun pucat (tidak terbentuk klorofil).
Soal 18
Penggunaan bibit unggul varietas hibrida memberikan keuntungan berupa vigor hibrida. Namun, kelemahan utama benih hibrida jika ditanam untuk generasi kedua (F2) adalah...
A. Akar tanaman menyerap unsur hara berlebihan hingga keracunan
B. Terjadi segregasi genetik yang menyebabkan penurunan hasil dan keseragaman
C. Daya berkecambah mencapai 100% tanpa perlakuan
D. Umur panen menjadi sangat panjang dan daun rontok
E. Tanaman menjadi sangat kebal terhadap semua pestisida kimia
Jawaban: B
Benih hibrida (F1) memiliki keunggulan vigor, namun jika benih hasil panennya (F2) ditanam kembali, akan terjadi pemisahan genetik (segregasi) yang mengakibatkan hilangnya keseragaman dan penurunan produktivitas.
Soal 19
Dalam perdagangan internasional produk pertanian, dokumen resmi yang membuktikan bahwa tanaman atau produk tumbuhan telah diperiksa dan bebas dari OPTK adalah...
A. Packing List
B. Phytosanitary Certificate
C. Commercial Invoice
D. Certificate of Origin
E. Bill of Lading
Jawaban: B
Phytosanitary Certificate (Sertifikat Kesehatan Tumbuhan) adalah dokumen resmi yang diterbitkan oleh instansi karantina tumbuhan negara pengekspor yang menyatakan bahwa konsinyasi bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK).
Soal 20
Kawasan yang ditetapkan untuk melaksanakan tindakan karantina (terutama pengamatan, pengasingan, dan perlakuan) terhadap media pembawa sebelum diputuskan untuk dibebaskan atau dimusnahkan disebut...
A. Instalasi Karantina
B. Pelabuhan Bebas
C. Gudang Berikat
D. Kawasan Lindung
E. Area Pabean
Jawaban: A
Berdasarkan UU Perkarantinaan, Instalasi Karantina adalah tempat berserta segala fasilitasnya yang digunakan untuk melaksanakan tindakan karantina berupa pengamatan, pengasingan, dan/atau perlakuan.
Soal 21 Premium
Wereng batang coklat merupakan salah satu hama utama tanaman padi di Indonesia yang juga bertindak sebagai vektor penyakit kerdil hampa. Nama ilmiah wereng batang coklat adalah...
Gulma air yang sering menyumbat saluran irigasi dan memiliki kecepatan perkembangbiakan vegetatif yang sangat tinggi (stolon) adalah eceng gondok. Nama ilmiah gulma ini adalah...
Metode Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) sering digunakan di laboratorium karantina untuk mendeteksi virus tanaman. Prinsip dasar pengujian ELISA adalah...
A. Reaksi spesifik antara antigen (patogen) dengan antibodi yang dikonjugasi enzim
B. Pewarnaan dinding sel bakteri dengan yodium
C. Pengukuran resistensi listrik pada sel tumbuhan
Di antara kelompok fungi (jamur) berikut, kelompok manakah yang hifanya bersekat (bersepta) dan menghasilkan spora seksual di dalam sebuah struktur seperti kantung?
Dalam konsep Pengendalian Hama Terpadu (PHT), tindakan pengendalian menggunakan pestisida kimia baru boleh dilakukan apabila populasi hama telah mencapai...
Dalam ilmu penyakit tanaman (fitopatologi), bagian dari patogen yang dapat dipindahkan ke tanaman inang dan menyebabkan awal terjadinya infeksi disebut...
Sistem perbanyakan tanaman melalui kultur jaringan didasarkan pada sebuah prinsip biologi yang menyatakan bahwa setiap sel tumbuhan hidup memiliki kemampuan untuk tumbuh menjadi individu baru yang utuh. Prinsip ini disebut...
Berdasarkan UU Perkarantinaan, persyaratan karantina untuk lalu lintas media pembawa (hewan, ikan, tumbuhan) antar area di dalam wilayah negara RI adalah, kecuali...
A. Dilaporkan dan diserahkan kepada Pejabat Karantina di tempat pemasukan/pengeluaran
B. Membayar pajak bea cukai antar pulau yang bernilai tinggi
C. Memenuhi kewajiban tambahan yang ditetapkan oleh pemerintah (jika ada)
D. Dilengkapi dengan Sertifikat Kesehatan dari area asal
E. Melalui tempat pemasukan dan pengeluaran yang telah ditetapkan
Dalam mikrobiologi dan fitopatologi, terdapat kriteria standar yang harus dipenuhi untuk membuktikan secara ilmiah bahwa mikroorganisme tertentu adalah penyebab penyakit spesifik. Kriteria ini dikenal dengan nama...
Kutu daun (Aphids) menularkan virus tumbuhan saat mereka mencari makan di jaringan floem tanaman. Tipe alat mulut dari serangga kutu daun (ordo Hemiptera) ini adalah...
Saat menyiapkan media pertumbuhan bakteri di laboratorium, proses sterilisasi basah menggunakan autoklaf sangat diperlukan. Suhu dan waktu standar untuk sterilisasi autoklaf adalah...
A. 80°C selama 60 menit
B. 200°C selama 10 menit
C. 160°C selama 2 jam
D. 121°C selama 15 menit dengan tekanan 1 atm/15 psi
Bahan aktif azadirachtin sering dimanfaatkan sebagai pestisida nabati yang efektif merusak sistem hormon pergantian kulit pada serangga. Senyawa ini diekstrak dari tanaman...
Proses hilangnya air dalam bentuk uap air dari jaringan hidup tumbuhan yang terletak di atas permukaan tanah (terutama melalui stomata daun) disebut...
Beberapa jenis tanaman seperti pisang dan pepaya tertentu dapat menghasilkan buah tanpa melalui proses fertilisasi (pembuahan sel telur). Peristiwa botani ini disebut...
Alang-alang (Imperata cylindrica) merupakan gulma menahun yang sangat sulit dikendalikan. Salah satu mekanisme alang-alang dalam menekan pertumbuhan tanaman budidaya di sekitarnya adalah melalui pelepasan senyawa racun ke tanah yang disebut peristiwa...
Berdasarkan pedoman Badan Karantina Pertanian, dokumen Sertifikat Kesehatan Tumbuhan Antar Area yang diterbitkan untuk lalu lintas komoditas tumbuhan di dalam negeri menggunakan formulir berseri...
Hak kekayaan intelektual yang diberikan oleh negara kepada pemulia tanaman atau pemegang hak untuk menggunakan varietas hasil pemuliaannya secara eksklusif diatur dalam Undang-Undang tentang Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), yaitu...
Jamur Pyricularia oryzae (sinonim: Magnaporthe oryzae) adalah patogen mematikan yang menginfeksi daun, leher malai, atau bulir padi. Penyakit yang ditimbulkannya dikenal dengan nama...
Bakteri tanah Agrobacterium tumefaciens sangat terkenal dalam bioteknologi pertanian karena kemampuannya secara alami mentransfer sebagian DNA-nya (T-DNA) ke dalam genom tanaman. Di alam, infeksi bakteri ini menyebabkan penyakit...
Potato Dextrose Agar (PDA) adalah salah satu jenis media kultur yang paling umum digunakan di laboratorium karantina tumbuhan. Media PDA ini dirancang secara optimal untuk menumbuhkan mikroorganisme berupa...
Pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT) didasarkan pada prinsip-prinsip ekologi. Di bawah ini yang merupakan salah satu dari 4 prinsip dasar PHT adalah...
A. Penggunaan benih murah tanpa mengukur resistensinya
B. Menghilangkan seluruh serangga di area budidaya
C. Menolak peran musuh alami karena mereka juga serangga
D. Aplikasi pestisida kimia dilakukan secara terjadwal setiap minggu
E. Budidaya tanaman sehat, pelestarian musuh alami, pengamatan rutin, dan petani menjadi ahli PHT
Tips Lulus SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula
SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Pemeriksa Karantina Tumbuhan Pemula tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.