Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Kebijakan/peraturan perundang-undangan terkait pengelolaan sumber daya air
Teori-teori pada bidang keilmuan yang terkait pengelolaan dan pembangunan infrastruktur sumber daya air
Pengelolaan sumber daya air
Pengelolaan sungai
Pengelolaan daerah pantai
Pengelolaan drainase utama perkotaan
Pengelolaan daerah irigasi
Pengelolaan daerah rawa
Pengelolaan air tanah dan air baku
Pengelolaan bendungan
Pengelolaan tampungan air lainnya (danau, situ, embung)
Simulasi Tryout SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Teknik Pengairan Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil.
Soal 1
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan air adalah...
A. Pemeliharaan ekosistem sungai
B. Kegiatan industri strategis nasional
C. Kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat
D. Kebutuhan pariwisata dan komersial
E. Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)
Jawaban: C
Pasal 8 UU No. 17 Tahun 2019 menyatakan bahwa prioritas pemenuhan kebutuhan air adalah untuk kebutuhan pokok sehari-hari dan pertanian rakyat dalam sistem irigasi yang sudah ada.
Soal 2
Dalam klasifikasi aliran berdasarkan bilangan Froude (Fr), jika nilai Fr > 1, maka aliran tersebut dikategorikan sebagai...
A. Aliran Turbulen
B. Aliran Subkritis
C. Aliran Kritis
D. Aliran Laminer
E. Aliran Superkritis
Jawaban: E
Dalam hidrolika saluran terbuka, bilangan Froude (Fr) menentukan rezim aliran: Fr < 1 adalah subkritis, Fr = 1 adalah kritis, dan Fr > 1 adalah superkritis.
Soal 3
Salah satu upaya konservasi sumber daya air yang dilakukan untuk meningkatkan resapan air ke dalam tanah adalah...
A. Pembangunan sumur imbuhan atau sumur resapan
B. Pengerukan sedimen waduk
C. Pemasangan lining pada saluran drainase
D. Pembuatan tanggul sungai
E. Pemberian sekat pada saluran irigasi
Jawaban: A
Sumur imbuhan/resapan merupakan metode konservasi air secara teknis untuk memasukkan air hujan ke dalam akuifer guna menjaga ketersediaan air tanah.
Soal 4
Bangunan air yang berfungsi untuk membelokkan aliran sungai ke dalam saluran irigasi tanpa melakukan penyimpanan air dalam waktu lama disebut...
A. Embung
B. Bendung (Weir)
C. Waduk
D. Bendungan
E. Pintu Air
Jawaban: B
Bendung (weir) berfungsi untuk menaikkan muka air agar dapat disadap ke saluran irigasi tanpa fungsi penyimpanan seperti bendungan (dam).
Soal 5
Proses penguapan air yang terjadi dari permukaan tanah dan permukaan air secara langsung disebut...
A. Transpirasi
B. Evapotranspirasi
C. Perkolasi
D. Infiltrasi
E. Evaporasi
Jawaban: E
Evaporasi adalah penguapan langsung dari benda mati (tanah/air), sedangkan transpirasi adalah dari tanaman.
Soal 6
Pada pengelolaan sungai, bangunan melintang sungai yang bertujuan untuk mengarahkan arus agar tidak menghantam tebing sungai disebut...
A. Krib (Groyne)
B. Sodetan
C. Revetment
D. Parapet
E. Check Dam
Jawaban: A
Krib atau groyne adalah bangunan yang menjorok dari tebing sungai ke arah tengah guna mengalihkan arus menjauhi tebing dan melindungi tebing dari erosi.
Soal 7
Sistem drainase yang memisahkan antara air hujan dengan air limbah domestik disebut...
A. Sistem Gravitasi
B. Sistem Terpisah
C. Sistem Polder
D. Sistem Campuran
E. Sistem Terpadu
Jawaban: B
Sistem terpisah (separate system) mengalirkan air hujan melalui saluran terbuka dan air limbah melalui pipa tertutup menuju instalasi pengolahan.
Soal 8
Struktur pelindung pantai yang dibangun sejajar dengan garis pantai untuk memecah energi gelombang di lepas pantai disebut...
A. Breakwater (Pemecah Gelombang)
B. Groin
C. Jetty
D. Seawall
E. Revetment
Jawaban: A
Breakwater atau pemecah gelombang dibangun di lepas pantai (offshore) sejajar atau miring terhadap garis pantai untuk meredam energi gelombang sebelum mencapai pantai.
Soal 9
Daerah rawa yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut atau air sungai disebut...
A. Rawa Lebak
B. Rawa Pasang Surut
C. Rawa Pegunungan
D. Rawa Pedalaman
E. Rawa Cekungan
Jawaban: B
Rawa pasang surut adalah lahan rawa yang rezim airnya dipengaruhi oleh fluktuasi pasang surut air laut atau air sungai di sekitarnya.
Soal 10
Akuifer yang bagian atas dan bawahnya dibatasi oleh lapisan kedap air (akluklus) sehingga air di dalamnya berada di bawah tekanan disebut...
A. Akuifer Tertekan (Confined)
B. Akuifer Bebas (Unconfined)
C. Akitard
D. Akuifer Melayang
E. Akifug
Jawaban: A
Akuifer tertekan adalah lapisan pembawa air yang diapit oleh lapisan kedap air sehingga tekanan airnya lebih besar dari tekanan atmosfer.
Soal 11
Sesuai dengan kriteria bendungan di Indonesia, sebuah bangunan air dikategorikan sebagai bendungan jika memiliki tinggi sekurang-kurangnya...
A. 5 meter
B. 20 meter
C. 15 meter
D. 25 meter
E. 10 meter
Jawaban: C
Berdasarkan Permen PUPR No. 27/PRT/M/2015, bendungan didefinisikan sebagai bangunan yang memiliki tinggi 15 m atau lebih diukur dari dasar pondasi terdalam.
Soal 12
Bangunan penampung air yang berukuran kecil dan bertujuan untuk menyediakan air pada musim kemarau bagi lahan pertanian tadah hujan disebut...
A. Waduk Serbaguna
B. Bendungan Utama
C. Embung
D. Danau Alam
E. Situ
Jawaban: C
Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam/tampungan untuk menampung air hujan dan limpasan untuk digunakan pada saat musim kemarau.
Soal 13
Metode perhitungan debit banjir rencana yang paling umum digunakan untuk luasan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kecil (< 500 ha) adalah...
A. Metode Rasional
B. Metode Nakayasu
C. Metode Haspers
D. Metode Weduwen
E. Metode Gama I
Jawaban: A
Metode Rasional (Q = 0.278 x C x I x A) sangat efektif dan sederhana untuk DAS dengan luasan terbatas atau kecil.
Soal 14
Pola tanam Padi-Padi-Palawija dalam satu tahun merupakan strategi dalam pengelolaan air irigasi yang bertujuan untuk...
A. Mempercepat masa panen
B. Efisiensi penggunaan air pada musim kemarau
C. Meningkatkan pH tanah
D. Meningkatkan debit air sungai
E. Mengurangi populasi hama secara alami
Jawaban: B
Penanaman palawija di musim kemarau kedua dilakukan karena palawija membutuhkan air yang jauh lebih sedikit dibandingkan padi, sehingga sesuai dengan ketersediaan air yang terbatas.
Soal 15
Bagian sungai yang terletak paling hilir dan menjadi tempat bertemunya air sungai dengan air laut disebut...
A. Catchment Area
B. Meander
C. Hulu
D. Bantaran
E. Estuari
Jawaban: E
Estuari adalah wilayah pesisir semi-tertutup yang memiliki hubungan bebas dengan laut terbuka dan di mana air laut tercampur dengan air tawar dari sungai.
Soal 16
Alat yang digunakan untuk mengukur tinggi muka air sungai secara kontinyu dan otomatis adalah...
A. AWLR (Automatic Water Level Recorder)
B. Theodolite
C. Current Meter
D. Staff Gauge
E. Piezometer
Jawaban: A
AWLR adalah instrumen untuk mencatat fluktuasi muka air terhadap waktu secara otomatis baik menggunakan sistem pelampung maupun sensor tekanan.
Soal 17
Dalam perencanaan drainase, waktu yang diperlukan oleh air hujan untuk mengalir dari titik terjauh dalam DAS sampai ke titik kontrol yang ditinjau disebut...
A. Waktu Konsentrasi (Tc)
B. Waktu Infiltrasi
C. Waktu Puncak (Tp)
D. Durasi Hujan
E. Lag Time
Jawaban: A
Waktu konsentrasi adalah durasi kritis di mana seluruh bagian DAS memberikan kontribusi aliran ke titik keluaran (outlet) secara bersamaan.
Soal 18
Bangunan pengatur pada saluran irigasi yang berfungsi untuk membagi air dari saluran primer ke saluran sekunder disebut...
A. Gorong-gorong
B. Bangunan Terjun
C. Bangunan Bagi
D. Got Miring
E. Bangunan Sadap
Jawaban: C
Bangunan bagi terletak di saluran primer atau sekunder yang membagi air ke cabang saluran yang lebih kecil (sekunder atau tersier).
Soal 19
Faktor utama yang menyebabkan terjadinya intrusi air laut ke dalam akuifer air tanah di daerah pantai adalah...
A. Pembangunan gedung bertingkat
B. Pembuatan tambak udang
C. Pengambilan air tanah yang berlebihan (over-pumping)
D. Rehabilitasi hutan mangrove
E. Kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim
Jawaban: C
Penurunan muka air tanah akibat pengambilan berlebih menyebabkan hilangnya tekanan hidrostatis air tawar, sehingga air laut masuk mengisi kekosongan tersebut.
Soal 20
Dalam pemeliharaan bendungan, rembesan air yang keluar melalui tubuh bendungan atau pondasi harus dipantau menggunakan instrumen...
A. Termometer
B. Anemometer
C. V-Notch Weir pada saluran pengumpul
D. Rain Gauge
E. Seismograf
Jawaban: C
V-Notch weir digunakan untuk mengukur debit rembesan. Jika debit rembesan meningkat tiba-tiba atau air menjadi keruh, itu indikasi bahaya pada internal bendungan.
Soal 21 Premium
Berdasarkan UU No. 17 Tahun 2019, pihak yang memiliki kewenangan utama dalam penetapan Wilayah Sungai (WS) di Indonesia adalah...
A. Gubernur
B. Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang sumber daya air
Kriteria desain periode ulang banjir (Return Period) untuk bangunan peluap (spillway) pada bendungan besar dengan risiko tinggi biasanya menggunakan...
A. Banjir 50 tahunan
B. Banjir 1000 tahunan atau PMF (Probable Maximum Flood)
Pada saluran drainase, bangunan yang berfungsi untuk menyatukan air dari saluran yang lebih tinggi ke saluran yang lebih rendah secara aman tanpa erosi disebut...
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Teknik Pengairan Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil
SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Teknik Pengairan Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.