Fakta: Lebih dari 80% peserta gagal di tahap SKB bukan karena tidak pintar, tapi karena salah fokus belajar.
Kalau kamu sedang mempersiapkan SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil, halaman ini akan jadi senjata utama kamu. 🔥
Banyak peserta CPNS gugur di tahap SKB karena kurang memahami materi jabatan yang diujikan. Untuk membantu kamu lebih siap, halaman ini menyajikan materi, contoh soal, dan tryout SKB CPNS khusus untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil, agar proses belajar jadi lebih fokus dan peluang lulus semakin besar.
Materi Pokok SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil
Materi pokok SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil berikut merangkum ruang lingkup kompetensi, pengetahuan teknis, dan tugas jabatan yang menjadi fokus penilaian dalam seleksi SKB CPNS. Pelajari setiap bagian secara bertahap agar pemahaman lebih menyeluruh.
Pengendalian Penduduk
Alat dan Metode Kontrasepsi
Pembangunan Keluarga
Konsep Dasar Keluarga
Advokasi, Komunikasi Informasi dan Edukasi, dan Komunikasi Interpersonal
Tumbuh Kembang Anak dan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB)
Generasi Remaja dan Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Remaja (BKR)
Kelompok Kegiatan Bina Keluarga Lansia (BKL)
Kemandirian Ekonomi Keluarga
Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja
Pendataan Keluarga
Pencatatan dan Pelaporan Keluarga
Pembinaan IMP
Simulasi Tryout SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil
Melalui simulasi tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil, kamu bisa berlatih soal yang mendekati ujian sebenarnya sekaligus mengevaluasi kesiapan sebelum menghadapi tes SKB.
Tryout
Tryout untuk jabatan ini akan tersedia
Kami sedang menyiapkan paket tryout SKB khusus untuk
Penyuluh Keluarga Berencana Terampil.
Nantinya kamu bisa latihan soal sesuai kisi-kisi resmi dan dapat pembahasan lengkap.
Soal sesuai materi pokok jabatan
Pembahasan detail & indikator kompetensi
Skor otomatis + pembanding nasional
Coming soon
Contoh Soal SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil
Berikut contoh soal SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil.
Soal 1
Menurut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, upaya mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk dengan lingkungan hidup disebut...
A. Perkembangan Kependudukan
B. Pembangunan Keluarga
C. Keluarga Berencana
D. Ketahanan Keluarga
E. Pengendalian Penduduk
Jawaban: E
Berdasarkan UU Nomor 52 Tahun 2009 Pasal 1 Angka 10, Pengendalian Penduduk adalah upaya mewujudkan keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara kuantitas, kualitas, dan persebaran penduduk dengan lingkungan hidup.
Soal 2
Keadaan di mana rasio ketergantungan (dependency ratio) berada pada titik terendah, karena proporsi penduduk usia produktif jauh lebih besar dibandingkan penduduk usia non-produktif, dikenal dengan istilah...
A. Piramida Penduduk Ekspansif
B. Ledakan Penduduk
C. Pertumbuhan Penduduk Alami
D. Transisi Demografi
E. Bonus Demografi
Jawaban: E
Dalam teori demografi dan pengendalian penduduk, Bonus Demografi (Demographic Dividend) adalah suatu kondisi di mana komposisi penduduk usia produktif (15-64 tahun) mendominasi, sehingga rasio ketergantungan (dependency ratio) menjadi sangat rendah, yang menjadi peluang untuk percepatan pertumbuhan ekonomi.
Soal 3
Salah satu indikator utama keberhasilan program pengendalian penduduk yang diukur oleh BKKBN adalah Total Fertility Rate (TFR). Definisi yang tepat untuk TFR adalah...
A. Angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup
B. Rata-rata usia wanita saat melahirkan anak pertama
C. Jumlah rata-rata anak yang dilahirkan hidup oleh seorang wanita selama masa reproduksinya
D. Angka kelahiran bayi per 1.000 penduduk pada tahun tertentu
E. Jumlah wanita usia subur yang menggunakan alat kontrasepsi
Jawaban: C
Berdasarkan konsep dasar demografi yang digunakan BKKBN, Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kelahiran Total adalah jumlah rata-rata anak yang akan dilahirkan oleh seorang wanita pada akhir masa reproduksinya (15-49 tahun).
Soal 4
Tiga pilar utama dalam parameter kebijakan kependudukan di Indonesia meliputi aspek...
A. Kelahiran, Kematian, dan Perpindahan
B. Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan
C. Usia, Jenis Kelamin, dan Wilayah Domisili
D. Ekonomi, Sosial, dan Budaya
E. Kuantitas, Kualitas, dan Persebaran/Mobilitas
Jawaban: E
Kebijakan kependudukan makro berdasarkan Grand Design Pembangunan Kependudukan dan UU No. 52 Tahun 2009 mengacu pada tiga aspek utama: Pengendalian Kuantitas (jumlah/pertumbuhan), Peningkatan Kualitas (kesehatan, pendidikan), dan Pengarahan Persebaran/Mobilitas penduduk.
Soal 5
Berikut ini yang merupakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) berdasarkan klasifikasi dari BKKBN adalah...
A. Suntik KB 1 bulan, Implan, dan MOP
B. MOW, MOP, Implan, dan AKDR (IUD)
C. Metode Amenore Laktasi (MAL), AKDR, dan Pil KB
D. AKDR, Suntik KB 3 bulan, dan MOW
E. Pil KB, Suntik KB 3 bulan, dan Kondom
Jawaban: B
Berdasarkan pedoman pelayanan KB BKKBN, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) adalah alat kontrasepsi yang memiliki efektivitas dalam jangka waktu lama, yaitu Metode Operasi Wanita (MOW/Tubektomi), Metode Operasi Pria (MOP/Vasektomi), Alat Kontrasepsi Bawah Kulit (Implan), dan Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD).
Soal 6
Mekanisme kerja utama dari alat kontrasepsi Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR) berlapis tembaga adalah...
A. Mengatur keseimbangan hormon estrogen dan progesteron secara sistemik
B. Mencegah nidasi dan menyebabkan reaksi peradangan lokal yang toksik terhadap sperma
C. Mengentalkan lendir serviks sehingga sperma sulit menembus rahim
D. Menghambat terjadinya ovulasi pada wanita
E. Mematikan sel telur sebelum dikeluarkan oleh ovarium
Jawaban: B
Berdasarkan teori medis alat kontrasepsi, AKDR Cu (tembaga) bekerja utamanya dengan cara mencegah sperma bertemu sel telur (fertilisasi) melalui reaksi peradangan lokal pada endometrium yang bersifat toksik (spermisidal) bagi sperma, dan juga mengubah lapisan rahim sehingga mencegah implantasi (nidasi).
Soal 7
Seorang ibu menyusui secara eksklusif bayinya yang baru berusia 3 bulan. Ibu tersebut belum mendapatkan haid kembali sejak melahirkan. Metode kontrasepsi alamiah yang sedang dijalani ibu ini dikenal dengan...
A. Metode Barier
B. Metode Lendir Serviks
C. Metode Kalender
D. Metode Suhu Basal
E. Metode Amenore Laktasi (MAL)
Jawaban: E
Berdasarkan buku panduan pelayanan kontrasepsi, Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah metode kontrasepsi alamiah yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Syarat utamanya adalah: bayi berusia kurang dari 6 bulan, ibu belum haid kembali, dan menyusui secara eksklusif penuh (on demand).
Soal 8
Penggunaan Pil KB kombinasi sangat efektif mencegah kehamilan, namun memiliki kontraindikasi absolut pada kondisi tertentu. Di bawah ini yang merupakan kontraindikasi dari penggunaan Pil KB kombinasi adalah...
A. Remaja putri yang mengalami siklus haid tidak teratur
B. Wanita yang sedang tidak menyusui
C. Wanita dengan riwayat tumor payudara atau kanker ovarium
D. Wanita pasca melahirkan lebih dari 6 bulan
E. Wanita yang memiliki berat badan kurang (underweight)
Jawaban: C
Berdasarkan Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana, kontraindikasi pil KB kombinasi meliputi riwayat penyakit kanker payudara, gangguan hati akut, trombosis vena profunda, dan perdarahan pervaginam yang belum diketahui penyebabnya, karena sifat hormon estrogen yang memicu jaringan tumor tersebut.
Soal 9
BKKBN merumuskan 8 Fungsi Keluarga sebagai fondasi pembangunan keluarga sejahtera. Mengajarkan anak tentang nilai-nilai gotong royong dan kesopanan sejak dini merupakan wujud dari pelaksanaan fungsi...
A. Fungsi Cinta Kasih
B. Fungsi Sosial Budaya
C. Fungsi Sosialisasi dan Pendidikan
D. Fungsi Perlindungan
E. Fungsi Agama
Jawaban: B
Dari 8 Fungsi Keluarga BKKBN, Fungsi Sosial Budaya berkaitan dengan peran keluarga dalam menanamkan nilai-nilai kebudayaan lokal, sopan santun, gotong royong, dan adaptasi sosial. (Catatan: Fungsi Sosialisasi berkaitan dengan pendidikan intelektual dasar dan norma umum, namun kesopanan dan budaya identik dengan Sosial Budaya).
Soal 10
Dalam mengukur keberhasilan program pembangunan keluarga di Indonesia, BKKBN menggunakan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga). Indeks ini disusun berdasarkan tiga dimensi utama, yaitu...
A. Agama, Sosial Budaya, dan Kasih Sayang
B. Ketenteraman, Kemandirian, dan Kebahagiaan
C. Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Ekonomi
D. Lingkungan, Pendapatan, dan Pendidikan
E. Kualitas, Kuantitas, dan Mobilitas
Jawaban: B
Berdasarkan Peraturan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, pengukuran Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga) terdiri dari tiga dimensi utama yaitu: Dimensi Ketenteraman, Dimensi Kemandirian, dan Dimensi Kebahagiaan.
Soal 11
Program Bangga Kencana merupakan branding dari kegiatan operasional BKKBN. Kepanjangan yang tepat dari Bangga Kencana adalah...
A. Pembangunan Keluarga Sejahtera, Kependudukan, dan Keluarga Berencana
B. Pembangunan Generasi Sehat dan Kencana
C. Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana
D. Bangga Menjadi Keluarga Berencana Indonesia
E. Bangun Generasi Keluarga Berencana
Jawaban: C
Berdasarkan pedoman restrukturisasi branding BKKBN, Program Bangga Kencana adalah singkatan dari Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana.
Soal 12
Memberikan rasa aman, nyaman, dan kehangatan sehingga anggota keluarga merasa terbebas dari ancaman fisik maupun psikis merupakan penerapan dari fungsi keluarga, yaitu...
A. Fungsi Cinta Kasih
B. Fungsi Perlindungan
C. Fungsi Keagamaan
D. Fungsi Pembinaan Lingkungan
E. Fungsi Reproduksi
Jawaban: B
Berdasarkan 8 Fungsi Keluarga dari BKKBN, Fungsi Perlindungan (Proteksi) bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada anggota keluarga, baik dari ancaman fisik, mental, maupun sosial.
Soal 13
Definisi keluarga menurut Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari...
A. Kepala keluarga dan anggota keluarga yang terdaftar dalam Kartu Keluarga
B. Suami, istri, anak, dan kerabat yang tinggal dalam satu atap
C. Individu-individu yang memiliki ikatan darah dan tinggal bersama
D. Ayah, ibu, anak, dan nenek/kakek sebagai pelindung keluarga
E. Suami, istri, dan anak, atau ayah dan anak, atau ibu dan anak
Jawaban: E
Berdasarkan Pasal 1 Angka 6 UU Nomor 52 Tahun 2009, Keluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dan anaknya, atau ibu dan anaknya.
Soal 14
Bentuk keluarga yang terdiri dari suami, istri, anak kandung atau anak adopsi, ditambah dengan sanak saudara lainnya seperti kakek, nenek, paman, atau bibi yang tinggal dalam satu rumah disebut...
A. Blended Family
B. Extended Family
C. Commuter Family
D. Single Parent Family
E. Nuclear Family
Jawaban: B
Secara teori sosiologi keluarga, Keluarga Luas (Extended Family) adalah tipe keluarga yang melampaui keluarga inti (nuclear family), yang mana mencakup kerabat lain seperti kakek, nenek, paman, atau bibi yang tinggal bersama dalam satu atap tangga.
Soal 15
Dalam teori perkembangan keluarga menurut Evelyn Duvall, tahapan pertama dari siklus kehidupan keluarga (family life cycle) dimulai pada saat...
A. Kelahiran anak pertama (Childbearing family)
B. Keluarga pemula atau pasangan baru menikah (Beginning family)
C. Pelepasan anak ke masyarakat (Launching center)
D. Keluarga dengan anak balita
E. Keluarga dengan anak remaja
Jawaban: B
Menurut teori siklus kehidupan keluarga Evelyn Duvall, tahap pertama adalah Beginning family atau pasangan baru menikah yang belum memiliki anak. Tahap selanjutnya berturut-turut adalah kelahiran anak pertama, anak usia prasekolah, sekolah, remaja, pelepasan, lansia, dll.
Soal 16
Konsep pendekatan pembangunan kualitas manusia yang dilakukan oleh BKKBN secara berkelanjutan dari sejak janin dalam kandungan hingga lanjut usia dikenal dengan pendekatan...
A. Pentahelix Approach
B. Life Cycle Approach
C. Demographic Approach
D. Community Based Approach
E. Family Centered Approach
Jawaban: B
Pendekatan Siklus Hidup (Life Cycle Approach/Pendekatan Siklus Kehidupan) adalah konsep di mana intervensi kesehatan dan pembangunan keluarga dilakukan secara berkesinambungan sejak dari masa pranikah, konsepsi, janin, balita, remaja, dewasa, hingga lansia.
Soal 17
Dalam program Bangga Kencana, serangkaian komunikasi strategis yang dirancang untuk mendapatkan dukungan politis, kebijakan, dan pendanaan dari para pengambil keputusan disebut...
A. Penyuluhan Kelompok
B. Edukasi
C. Informasi
D. Advokasi
E. Komunikasi Antarpribadi
Jawaban: D
Secara konsep KIE, Advokasi adalah upaya persuasif yang ditujukan kepada para pembuat kebijakan (decision maker) dan tokoh masyarakat agar memberikan dukungan politis, regulasi, dan anggaran terhadap pelaksanaan program Bangga Kencana.
Soal 18
Proses Komunikasi Interpersonal/Konseling (KIP/K) dalam pelayanan KB bertujuan untuk membantu klien secara mandiri dalam mengambil keputusan. Pendekatan standar yang direkomendasikan BKKBN dalam langkah-langkah konseling KB adalah...
A. Langkah EMPATI
B. Langkah ABRI
C. Langkah SATU TUJU
D. Langkah LIMA JARI
E. Langkah A-B-C-D
Jawaban: C
Dalam KIP/Konseling KB, BKKBN menggunakan pendekatan standar SATU TUJU yang merupakan akronim dari: Sapa dan Salam, Tanyakan, Uraikan, BanTu, Jelaskan, dan Kunjungan Ulang.
Soal 19
Tahap 'TU' dalam model konseling KB 'SATU TUJU' memiliki makna...
A. BanTu klien menentukan pilihan kontrasepsi
B. Tanyakan Ulang kondisi pasien
C. Tujuan Utama penggunaan alat kontrasepsi
D. Tentukan Usia pasien
E. Tatap mUka dengan klien secara intens
Jawaban: A
Dalam metode SATU TUJU: SA (Sapa/Salam), T (Tanyakan), U (Uraikan), TU (BanTu memilih), J (Jelaskan pilihan), U (Kunjungan Ulang). Jadi 'TU' berfokus pada membantu klien menentukan pilihan metode kontrasepsi yang sesuai.
Soal 20
Sasaran Advokasi, KIE, dan KIP dibagi berdasarkan tingkatannya. Tokoh agama, tokoh adat, dan kepala desa yang menjadi panutan dan dapat mempengaruhi opini masyarakat dalam program KB digolongkan sebagai sasaran...
A. Sasaran Utama
B. Sasaran Tersier
C. Sasaran Primer
D. Sasaran Marginal
E. Sasaran Sekunder
Jawaban: E
Dalam KIE, sasaran primer adalah masyarakat/individu langsung (PUS). Sasaran sekunder adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, atau kader yang mampu mempengaruhi sasaran primer. Sasaran tersier adalah para pengambil keputusan/pembuat kebijakan (advokasi).
Soal 21 Premium
Kelompok kegiatan Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan wadah yang sangat strategis. Sasaran utama dari kegiatan BKB adalah...
A. Anak-anak pra-sekolah di lembaga PAUD
B. Orang tua atau anggota keluarga lain yang memiliki balita dan anak usia prasekolah
Dalam memantau tumbuh kembang anak di kelompok BKB, kader menggunakan alat bantu khusus yang berisi indikator perkembangan kognitif, motorik, dan sosial emosional anak. Alat bantu tersebut dinamakan...
Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dinilai sebagai masa kritis (golden period) dalam pencegahan stunting. Fase 1000 HPK ini secara rinci dihitung mulai dari...
A. Hari pertama kelahiran hingga anak berusia 2 tahun (730 hari) ditambah 270 hari masa prasekolah
B. Anak usia 0 hari hingga tepat berusia 1000 hari (sekitar 3 tahun kurang)
C. Masa menyusui eksklusif (180 hari) hingga anak usia 3 tahun
D. Usia kehamilan 3 bulan hingga anak berusia 2 tahun
E. Masa konsepsi di dalam kandungan (270 hari) hingga anak berusia 2 tahun (730 hari)
Program integrasi yang menyatukan layanan BKB, Posyandu, dan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) dalam satu lokasi atau intervensi berkesinambungan dikenal dengan istilah...
Dalam program BKKBN, kampanye untuk meminimalkan risiko medis dan psikososial dalam pernikahan usia anak digaungkan melalui program Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). Usia ideal melangsungkan pernikahan menurut anjuran BKKBN adalah...
A. Perempuan minimal 19 tahun, Laki-laki minimal 21 tahun
B. Perempuan minimal 19 tahun, Laki-laki minimal 19 tahun
C. Perempuan minimal 25 tahun, Laki-laki minimal 25 tahun
D. Perempuan minimal 20 tahun, Laki-laki minimal 20 tahun
E. Perempuan minimal 21 tahun, Laki-laki minimal 25 tahun
BKKBN mencanangkan konsep 'Generasi Berencana (GenRe)' untuk merespons persoalan remaja. GenRe bertujuan agar remaja dapat melewati masa transisi kehidupan dengan baik. Salah satu dari Lima Transisi Kehidupan Remaja (Five Life Transitions) tersebut adalah...
A. Melakukan perjalanan atau migrasi antar kota
B. Mampu beradaptasi dengan teknologi dan informasi digital
C. Menjalankan kehidupan berkeluarga secara terencana
D. Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi bergengsi
Bahan penyuluhan utama yang digunakan dalam Bina Keluarga Remaja (BKR) guna mencegah remaja terjerumus ke perilaku berisiko sering diringkas sebagai 'TRIAD KRR'. TRIAD KRR mencakup pencegahan terhadap tiga hal utama, yaitu...
A. Seksualitas (Seks Pranikah), HIV/AIDS, dan NAPZA
B. Kenakalan remaja, tawuran, dan radikalisme
C. Pergaulan bebas, pernikahan beda agama, dan aborsi
Program Lansia Tangguh yang diinisiasi oleh BKKBN meliputi pembinaan melalui 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh. Dimensi yang berhubungan dengan kemampuan lansia untuk memahami nilai ibadah, rasa syukur, dan penerimaan diri pada masa tua adalah...
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, seseorang dikategorikan sebagai lanjut usia (lansia) apabila telah mencapai batasan usia...
Untuk lansia yang sudah mengalami keterbatasan fisik, kognitif, maupun fungsional secara kronis sehingga memerlukan bantuan penuh dalam aktivitas sehari-hari (ADL/Activities of Daily Living), BKKBN mengedukasi keluarga melalui konsep pendampingan yang disebut...
Dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga khususnya keluarga akseptor KB, BKKBN membentuk wadah kelompok usaha ekonomi produktif berskala mikro. Kelompok ini disebut...
A. Koperasi Unit Desa (KUD)
B. Kelompok Usaha Bersama (KUBE)
C. UPPKA (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor)
Peran UPPKA bukan hanya berorientasi pada keuntungan komersial, tetapi juga memiliki misi demografis. Salah satu prasyarat atau karakteristik kelompok UPPKA yang ideal sesuai petunjuk teknis BKKBN adalah...
A. Harus memiliki legalitas PT (Perseroan Terbatas)
B. Anggota kelompok maksimal berjumlah 5 orang
C. Hanya boleh menjual produk berupa bahan makanan
D. Dibentuk langsung oleh Kepala Daerah setempat
E. Mayoritas anggotanya adalah PUS (Pasangan Usia Subur) yang menggunakan kontrasepsi MKJP
Untuk mendukung produktivitas UPPKA, BKKBN seringkali memberikan bantuan fasilitasi berupa peralatan produksi yang disesuaikan dengan potensi lokal (misal: mesin jahit, oven, atau alat pembuat keripik). Bantuan peralatan produktif seperti ini secara teknis disebut...
Tingkatan pengklasifikasian kelompok UPPKA diukur berdasarkan kemajuan manajemen dan pemasarannya. Kelompok UPPKA yang sudah memiliki badan hukum/NIB, pencatatan keuangan yang baik, bermitra dengan pihak swasta, dan memasarkan produk hingga ke luar daerah disebut sebagai UPPKA tahap...
Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Remaja adalah wadah program GenRe. Perbedaan mendasar antara PIK Remaja dengan Bina Keluarga Remaja (BKR) terletak pada...
A. PIK Remaja berada di puskesmas; BKR berada di sekolah
B. PIK Remaja merupakan program dinas pendidikan; BKR program BKKBN
C. PIK Remaja membahas kurikulum sekolah; BKR membahas agama
D. PIK Remaja untuk remaja putri; BKR untuk remaja putra
E. PIK Remaja dikelola oleh remaja dari, oleh, dan untuk remaja; sedangkan BKR sasaran utamanya orang tua remaja
Dalam struktur organisasi PIK Remaja, remaja yang telah dilatih secara khusus untuk memberikan bantuan, bimbingan, empati, dan alternatif pemecahan masalah kepada teman sebayanya yang bermasalah disebut...
Untuk menstandarisasi materi yang disampaikan oleh Pendidik Sebaya di PIK Remaja, BKKBN meluncurkan modul pedoman yang ramah remaja, berjenjang (Berani, Beraksi, Berkolaborasi). Modul tersebut dikenal dengan nama...
Penahapan kelompok PIK Remaja berdasarkan kapasitas, kelengkapan sarana, dan intensitas kegiatannya di masa lampau dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu...
Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009, untuk mendapatkan basis data kependudukan mikro yang akurat guna perencanaan program, BKKBN diwajibkan menyelenggarakan Pendataan Keluarga (PK) secara serentak setiap...
Formulir Pendataan Keluarga (PK) yang disusun oleh BKKBN merekam data yang sangat spesifik dan komprehensif. Struktur variabel formulir PK terdiri dari 3 blok utama, yaitu...
A. Blok Ekonomi, Pendidikan, dan Kesehatan
B. Blok Demografi, Geografi, dan Sosiologi
C. Blok Perumahan, Pekerjaan, dan Sanitasi
D. Blok Suami, Istri, dan Anak
E. Blok Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga
Metode pengumpulan data dalam Pendataan Keluarga (PK) modern dilakukan secara hybrid. Metode pendataan yang menggunakan aplikasi digital pada gawai/smartphone kader pendata dikenal dengan istilah...
A. Door to Door Manual
B. CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing)
C. PAPI (Paper and Pencil Interviewing)
D. CATI (Computer Assisted Telephone Interviewing)
Dalam konsep operasional Pendataan Keluarga, seseorang atau sekelompok orang yang tinggal dalam satu bangunan fisik namun tidak memiliki hubungan kekerabatan/ikatan perkawinan (seperti penghuni panti asuhan atau asrama) dikategorikan sebagai...
Untuk mendukung percepatan integrasi data, pelaporan pelayanan KB dan operasional kegiatan lini lapangan saat ini ditarik secara digital melalui sebuah sistem portal tunggal BKKBN yang bernama...
Pada formulir pencatatan dan pelaporan program Bangga Kencana, formulir yang berfungsi sebagai Kartu Pendaftaran Tempat Pelayanan KB (Klinik KB/Faskes) diberi kode register...
Pencatatan rekam medis dan histori penggunaan alat kontrasepsi dari seorang akseptor yang dipegang oleh akseptor itu sendiri dan disimpan juga salinannya di Fasilitas Kesehatan disebut Kartu Status Peserta KB, yang kodenya adalah...
Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) merupakan pilar ujung tombak program KB di tingkat desa. Pengurus IMP di tingkat Desa/Kelurahan dikenal dengan sebutan...
A. Pos KB Desa
B. PLKB (Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana)
C. PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa)
Berdasarkan pedoman klasifikasi pembinaan Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP), sebuah PPKBD dinilai berada pada klasifikasi 'Mandiri' apabila memenuhi kriteria berikut, KECUALI...
A. Mampu menggali sumber dana swadaya dari masyarakat (kemandirian dana)
B. Sepenuhnya bergantung pada dana APBN (DIPA BKKBN) untuk seluruh kegiatan operasionalnya
C. Telah melakukan pencatatan dan pelaporan kegiatan secara tertib
D. Rutin mengadakan pertemuan bulanan minimal 1 kali sebulan
E. Terlibat aktif dalam pelayanan dan pengorganisasian kelompok kegiatan di desa
Tips Lulus SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil
Agar peluang lulus SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil semakin besar, peserta perlu memahami karakter soal dan fokus pada kompetensi yang diuji. Berikut beberapa tips yang dapat diterapkan saat persiapan hingga pelaksanaan SKB CPNS.
Pahami materi pokok jabatan. Pelajari kompetensi teknis, tugas, dan fungsi jabatan secara menyeluruh agar jawaban tetap relevan.
Latihan soal SKB secara rutin. Biasakan menjawab soal esai atau studi kasus untuk melatih alur berpikir dan ketepatan jawaban.
Perhatikan konteks instansi. Sesuaikan jawaban dengan peran jabatan di instansi yang dilamar.
Susun jawaban secara sistematis. Gunakan poin atau langkah yang jelas agar mudah dipahami oleh penguji.
Ikuti tryout SKB. Tryout membantu mengukur kesiapan, mengatur waktu, dan mengenali pola penilaian.
Persiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menghadapi SKB CPNS. Dengan mempelajari materi pokok, berlatih soal, dan mengikuti tryout SKB CPNS untuk jabatan Penyuluh Keluarga Berencana Terampil, peserta dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri sebelum ujian. Semoga panduan ini membantu perjalananmu menuju kelulusan CPNS.
Pertanyaan Seputar SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil
SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil adalah seleksi kompetensi bidang yang menguji kemampuan teknis sesuai jabatan yang dilamar.
Materi SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil meliputi materi teknis jabatan, regulasi terkait, serta tugas dan fungsi jabatan.
Jumlah soal SKB CPNS umumnya berkisar 80 hingga 100 soal dalam bentuk pilihan ganda, dengan durasi pengerjaan 90 menit. Soal berjumlah 100 diberikan jika materi tidak dominan hitungan, sementara 80 soal digunakan jika materi dominan hitungan.
Untuk lulus SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil, pelajari materi jabatan, latihan soal secara rutin, dan ikuti simulasi tryout.
SKB CPNS tidak memiliki passing grade tetap, namun nilai akan digabung dengan SKD dan diranking sesuai formasi.
Soal SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil tidak sama setiap tahun, namun pola materi dan kompetensi yang diujikan relatif serupa sesuai kebutuhan jabatan.
Tingkat kesulitan SKB CPNS Penyuluh Keluarga Berencana Terampil tergantung pemahaman materi, namun dapat ditingkatkan dengan latihan yang konsisten.